E.X.O Lumin-Xiuhan 'Difference Destiny'
Jika cinta yang mempertemukan kita dengan takdir yang
berbeda apa yang akan kita lakukan untuk menghadapinya, Lu Han.
“kenapa kau harus mengundurkan diri?” ucap namja berpipi
bulat dengan bibir berwarna merah jambu.
“aku tidak bisa jika harus bersekolah di SM Art Entertaiment
School lagi hyung” namja cantik yang sedang sibuk menyiapkan koper untuk
keluar dari Asrama sekolahnya menjawab lawan bicaranya.
Minseok terduduk lesu dengan kekasihnya yang sebentar lagi
akan menghilang dari pandangannya setelah keluar dari asrama tempat tinggal
mereka untuk sekarang. Minseok dan luhan adalah sepasang kekasih yang memiliki
hobby sama bernyanyi dan menari dan memiliki impian sama yaitu menjadi
terkenal. Namun impian luhan seketika berubah dan hendak berhenti dari sekolah
yang sudah hampir mejadikan dia terkenal. Luhan merasa dirinya bagaikan burung
dalam sangkar tidak memiliki kebebasan dan hanya menjadi boneka yang disimpan
dalam lemari. Dikeluarkan jika akan dimainkan.
Sebelumnya luhan sudah mengajak
kekasihnya itu untuk berhenti bersama namun minseok tidak menginginkan itu
semua. Minseok memikirkan bagaimana keadaan group nya jika dia harus
memundurkan diri hanya karena kekasihnya meminta untuk berhenti. Minseok ingin
bersama groupnya namun dia juga tidak ingin berpisah dengan kekasihnya. Lalu
apa yang harus minseok lakukan ketika kekasihnya sudah melangkahkan kakinya
keluar dari asrama. Tidak ada. Minseok hanya memandang punggung kekasihnya yang
semakin lama menghilang dibalik pintu kamarnya.
Luhan sangat sedih dengan keputusannya untuk sekarang,
melepaskan groupnya sama saja melepaskan Kim Minseok kekasihnya. Karena
kemungkinan maksimal dia hanya bisa melihat kekasihnya hanya dari media sosial.
Tidak mungkin setelah keluar dari tempat ini sama saja dia memutus hubungannya
dengan minseok. Luhan yakin minseok mengerti dengan pilihan yang dirinya ambil
sekarang tapi mungkin minseok juga tidak mengerti mengapa luhan begitu mudah
untuk melepaskan minseok dengan Egonya itu.
-
-
“aku tidak percaya mengapa luhan hyung begitu egois dengan
keinginannya menjadi aktor” ucap namja bernama baekhyun.
“aku yakin luhan hyung memiliki alasan sendiri” suho sang
leader mecoba untuk membuat keadaan atau suasana dorm baik-baik saja.
“DIA EGOIS HYUUNG! DIA BENAR-BENAR EGOIS DALAM MENGAMBIL
KEPUTUSAN TANPA MEMBICARAKANNYA PADA KITA” maknae berambut warna-warni
berteriak dengan keras karena tidak mampu menahan kekesalannya terhadap luhan
yang keluar.
Kyungsoo melirik keadaan minseok yang hanya diam mendengar
obrolan masing-masing member yang mengomentari keputusan kekasihnya untuk
meninggalkan groupnya. Kyungsoo mendekatkan duduk nya pada hyung tertuanya.
“hyung?” kyungsoo membuyarkan lamunan minseok yang sedari
tadi hanya diam membisu “nde?”
“semua akan baik-baik saja hyung. Aku yakin luhan hyung memberi
tahumu alasan yang terbaik untuk dirinya keluar, benarkan?”
Semua mata member memperhatikan hyungnya yang tertunduk
lemas dengan ucapan kyungsoo. Minseok merasa tidak mampu berkata apa-apa dengan
pertanyaan dari para member tentang kekasihnya. Bagaimanapun harusnya mereka
mengerti bahwa minseok butuh ketenangan untuk sekarang. Minseok berdiri dan
meninggalkan ke-9 member yang merasa sedikit bersalah dengan tidak memikirkan
perasaan namja mungil itu.
Lay yang melihat hyungnya berjalan begitu lemas keluar
ruangan dorm mengejarnya dengan tergesa-gesa. Lay khawatir jika terjadi apa-apa
dengan keadaan hyungnya yang tidak fit itu.
“hyung ...hyuunggg” panggil namja berlesung pipit.
Lay mencoba mensejajarkan langkahnya dengan minseok yang
masih tidak menjawab setiap panggilan yang mengarah padanya.
“hyung aku mendukung apa yang luhan inginkan diluar sana”
Ucapan namja bernama lay membuat minseok menoleh kearahnya
dan pandangan minseok pun mulai terlihat hidup beberapa detik.
“kau tau aku mengenal kalian ber12 member sudah cukup lama,
aku mengenal kalian adalah saudaraku bukan temanku saja. Ketika kita berada
dalam titik kejenuhan itu yang akan membuat kita bertahan atau tidak dalam
keadaan tetap bersama” minseok tidak mengerti dengan apa yang doangsaen nya itu
katakan.
“hyung,, luhan gege tidak kuat dengan keadaannya berada
disekolah ini. Dengan semua peraturan kontrak yang berlaku. Namun bisa apa
ketika dia sudah terkenal dengan keadaanya sekarang. Luhan gege merasa hidup
kembali jika bersamamu ditempat ini, tapi itu semua tidak bisa melupakan
lelahnya luhan gege ketika berada diatas panggung. Aku pernah mendengar luhan
gege dengan cedera yang diobati sendiri karena dirinya tau bahwa pihak sekolah
tidak akan memikirkan luka sekecil itu”
Minseok berfikir keras dengan ucapan lay tentang kekasihnya.
Mengapa lay begitu mengerti tentang luhan sedangkan dirinya sebagai kekasihnya
luhan tidak mengerti keadaan yang luhan rasakan.
“luhan gege berbeda dengan kris gege hyung. Kau tenang saja.
Kris gege sangat antusias dengan dirinya menjadi aktor. Sedangkan luhan gege
hanya ingin bertemu dengan keluarganya dan melepaskan kelelahan menjadi
entertaiment untuk sementara” uacapan lay membuat minseok memiringkan
kepalanya.
“ untuk sementara?” tanya minseok polos.
“mungkin begitu hyung” ucapan lay yang tadinya yakin berubah
menjadi ucapan seseorang yang ragu-ragu dengan garukan dibelakang kepala yang
minseok yakin dia tidak merasakan gatal. Mungkin lay mencoba untuk menghibur
dirinya untuk tidak bersedih memikirkan kepergian luhan.
“hyung intinya kita harus membuat luhan gege bangga dengan
kerja kita terus” lay menggenggam pundak hyung yang lebih kecil darinya itu.
Namun wajah lay muram kembali ketika kepala minseok ditundukan kebawah.
“hyung...?” lay mencoba untuk menyadarkan hyungnya kembali.
“apakah...” minseok menggantukan ucapannya dan membuat lay
menjadi penasaran seketika, dan tidak lama minsoek melanjutkan ucapannya dengan
air mata yang mengalir sambil menatap lay.
“apakah kau juga akan meninggalkan kami lay?” mungkinkah
seorang minseok yang berfikir dewasa berucap seperti itu dengan wajah cengeng.
Tidak mungkin. Saat ini minseok hanya tidak ingin berpisah lagi dengan
saudaranya setelah kehilangan 1 member dan kekasihnya. Minseok merasa sakit
bila harus kehilangan lagi dan lagi.
Lay yang melihat kepedihan terpancar dari mata minseok yang
berlinang air mata mecoba untuk menenangkan dan memeluk mungil tubuh itu.
Minseok menangis dalam dekapan lay yang sedikit lebih tinggi darinya. Mungkin
tidak wajar seorang namja menangis tapi mungkinkah kalian tahu bahwa kehilangan
teman sahabat yang sudah menjadi saudara berbagi satu sama lain adalah
kesakitan yang tidak ingin minseok rasakan. Mungkin bukan minseok saja semua
member pun merasakan hal yang sama. Yaitu kehilangan.
-
-
Minseok terdiam dikamarnya. Tao yang sekamar dengan minseok
selalu mencoba agar hyungnya itu tidak memikirkan kepergian luhan lagi. Namun
semua usaha tao hanya bisa membuat senyum kecil terpasang sementara diwajah
minseok. Group ke-10 member ini memang vakum sementara dari jagat layar tv
sehingga tidak ada informasi atau kegiatan tentang group yang bernaung
disekolah ini. E.X.O adalah nama ber-12 member dengan slogan we
are one! Dan itu semua tidak lagi. Sekali satu keluar sudah meruntuhkan
1tiang dari kekompakan suatu group.
Terlebih lagi group ini kehilangan 2 orang
membernya. Mungkinkah mereka masih pantas menyandang nama E.X.O yang berslogan we
are one!. Kesalahan bukan
dari para member yang kehilangan beberapa membernya melainkan dari keputusan
member yang tidak bisa melihat pengorbanan member lain yang sudah susah payah
untuk tetep bertahan agar bisa terus bersama.
-
-
Luhan telah kembali kekampung halamannya di China. Rasanya
semua terlihat berbeda dengan keputusan yang luhan telah ambil sebelumnya.
Luhan memanggil taxi yang berada didekat bandara untuk mengantar dirinya
kekediaman lamanya. Dalam perjalanan luhan menyalakan kembali ponselnya yang
telah dimatikan ketika menaiki pesawat sebelumnya.
Setelah layar lampu ponsel
itu menyala terlihat dirinya dengan namja berpipi bulat manis memeluk luhan
dari belakang. luhan merengkuh ponsel itu dengan begitu kencang, matanya
sedikit memerah untuk menahan air mata yang mencoba untuk keluar. Ini sudah
keputusan luhan untuk melepaskan semuanya demi keluarganya yang semakin hari
semakin khawatir dengan keadaannya jika berlama-lama di SM Art Entertaiment
School. Jari luhan menyentuh layar ponselnya dan mengelus foto sang kekasih Kim
Minseok.
“jaga dirimu disana, chagiya” ucap luhan dan menghapus layar
wallpaper nya dan mengganti dengan foto lain. Dalam perjalanan pulang
kerumahnya luhan melihat sosok orang yang dia kenal sedang berada disebuah
cafe. Tidak lain tidak bukan dia Kris. luhan memberhentikan taxinya di cafe dan
mendekati kris yang sedang duduk manis dengan secangkir coffe di hadapannya.
“sudah lama tidak bertemu Wu Yifan” kris melongok kearah
sumber suara di hadapannya. Dan kris terkejut bahwa itu adalah luhan yang sudah
lama dia tidak temui.
“yaaakk! Kau sedang apa disini” kris memeluk luhan seketika
dengan perasaan masih penuh dengan kejutan mendadak. Luhan membalas pelukan
rindu dari kawan seperjuangannya dulu.
“sepertinya kau sudah kekurangan uang sampai tidak
mengetahui berita yang ada” ucap namja cantik itu menggoda kris.
“bukan itu maksudku, aku tau kau juga mengikuti langkahku
untuk keluar dari sana. Tapi bagaimana
mungkin kau tau aku berada disini” tanya kris sambil meminum coffenya.
Luhan yang baru saja duduk melamun seketika.
“woy luhan !” kris menggoyangkan tubuh namja cantik yang
lebih kecil dari dirinya. Mungkin kris tau apa yang membuat luhan sedikit
melamun tidak lain pasti karena kekasihnya baozi. “sudahlah, keputusanmu untuk
keluar sudah terjadi. Nikmati saja yang ada kebebasan ini” kris mencoba untuk
menghibur sahabatnya itu.
“ah maaf jika aku melamun mendadak, aku tidak tahu rasanya
aku belum terbiasa” ucapan luhan membuat namja besar tinggi itu tersenyum.
“bagaimana jika malam ini kau ikut denganku, kau akan pulang
kekeluargamu kan? Biar kuantar. Ayo pergi” luhan tersentak bingung dengan apa
yang kris katakan sambil menyeretnya keluar dari caffe.
-
-
Waktu makan sudah tiba, dan semua member berkumpul kemeja
makan dimana semua makanan sudah siap.
“hyung... kau masih belum mau makan? Kau mau sampai kapan
seperti ini hyung?” tao bertanya pada minseok yang sedang melamun memandang
kearah luar jendela yang terbuka. Wajah yang begitu sayub dan rambut
berterbangan dikarenakan angin yang menerpa tubuh minseok.
“aku masih belum lapar tao, kau duluan saja”
Tidak lama chanyeol datang dengan membawa makanan kekamar
tao.
“hyung kami membawa makanan kekamarmu”
“hyunnnggg,,,”
“makanan datang hyungg”
Semua member membawa masing-masing makanan kekamar tao dan
minseok. Tao dan minseok terkejut dengan apa yang dilakukan semua para member
terhadap Kim Minseok. Semua member ingin makan dikamar minseok bersama-sama
karena minseok selalu absen untuk makan.
“apa yang kalian lakukan?” tanya minseok heran.
“semua khawatir padamu hyung karena sering absen untuk
makan, jadi chanyeol hyung membuat ide untuk makan dikamar saja” tao tersenyum
manis pada hyung yang dia sayang.
Minseok sadar sikapnya membuat semua orang khawatir namun
bisa apa minseok. Dirinya sama sekali tidak kuat dengan hal yang terjadi pada
groupnya belakangan ini. Memang ini keputusan luhan memang ini adalah takdir
mereka yang mungkin berbeda. minseok menyalakan ponsel nya dan menatap dirinya
sedang bersama luhan dengan manja diwallpaper nya. Melihat itu minseok
tersenyum kecil “jaga dirimu disana, chagiya” bisik minseok. Minseokpun
menghapus foto wallpapernya dan mengganti dengan foto lain sama seperti yang
luhan lakukan.
Minseok tersenyum kepada semua member dan semua member
mengerti semua sudah baik-baik saja. Mereka semua merangkul minseok dan
membawanya ke hidangan untuk makan malam.
-minseok
tuhan mungkin mulai
sekarang aku tidak bisa menjaganya..
tidak bisa melihatnya
secara langsung..
tidak bisa
menyentuhnya..
tidak bisa
mendengarkan ceritanya..
tidak bisa tertawa
dengannya..
tidak bisa menangis
dengannya..
semua tidak bisa
dilakukan bersama lagi dengannya..
tapi aku ingin dia
tetap baik-baik saja disana, karena aku juga akan menjaga diriku disini
tanpanya..
tuhan.. mungkin ini
takdir yang kau tulis dalam kehidupanku untuk tidak bersama dengannya, namun
aku sudah menerima untuk melepasnya jauh dari hidupku..
tuhan jaga dia
untukku.
Dan ini akan menjadi
sebuah pelajaran bahwa jika setiap harapan yang kita inginkan sesuai dengan
rencana, kita tidak akan pernah belajar bahwa kecewa itu menguatkan..
Ini adalah pilihanmu
Xi Lu Han.
Ini adalah takdir kita
yang berbeda.
Selamat tinggal
Chagiya...


Comments
Post a Comment