Xiuhan.Lumin Love is WAR Chapter 1
“aku mohon bantuanmu untuk menjaga putraku” perintah seorang
namja yang masih terlihat tampan dengan usianya. Namja yang diberikan perintah
itu melihat sosok yang harus dirinya lindungi bernama Kim Minseok sedang
bermain dengan piano kesayangannya tanpa ekspresi. Yang dirinya dengar
pekerjaan Ayah Minseok adalah seorang Mafioso yang kemungkinan akan mendapatkan
kesulitan jika dirinya diketahui memiliki seorang putra.
Kris adalah nama ayah Minseok yang sangat menyayangi
putranya, dengan pekerjaannya sekarang ini tidak mungkin melindungi anaknya dan
lebih aman jika menyuruh orang lain. Dengan senyuman Luhan atau Xi Luhan
mengangguk tanda setuju untuk melindungi anak sang Mafioso Korea itu. Kris
sangat bersyukur dan percaya nyawa Minseok berada ditangan yang tepat. Jika
Luhan melakukan kesalahan sedikit saja dan mengakibatkan putranya dalam
kesulitan, kris sang ayah tidak akan memaafkan namja berwajah rusa itu. Dan
akan mengincar luhan hingga keujung dunia sekalipun. Luhan bukanlah seorang
pembunuh biasa, wajah rusa yang cukup cantik itu menipu banyak orang yang
mengira dirinya tidak mampu berkelahi ataupun tidak memiliki beladiri. Kris
yang tau akan bakat namja itu meminta bantuannya untuk membunuh siapa saja yang
akan menyelakai putra satu-satunya dengan yeoja bernama Sohee. Sohee adalah
pelacur yang sangat dicintai Kris, namun namja itu kehilangan cintanya entah
kemana. Yeoja itu menghilang tanpa memberikan kabar padanya. Walaupun begitu
namja itu masih bersyukur memiliki Kim Minseok yang sangat mirip dengan orang yang
dirinya cintai.
“pergilah, berkenalan dengannya Luhan” pandangan luhan yang
sebelumnya hanya memperhatikan Minseok, melirik kearah sumber suara yang
memberikan dirinya perintah. “nde? Baiklah Tuan” dengan sopan namja berwajah
rusa itu membukukan diri dan memasuki ruangan yang sebelumnya hanya dirinya
lihat dari balik cermin satu pandangan. Minseok yang mendengar suara pintu
kamarnya terbuka, menoleh sedikit kearah dimana seseorang datang. Dengan suara
piano yang dibunyikan terakhir, menghentikan semua aktivitas yang dilakukan
minseok dikarenakan gangguan yang diterimanya.
“siapa kau? Keluar dari kamarku jika tidak memiliki urusan”
luhan yang mendengar itu semua tersenyum kecil dan tetap mendekat kearah Kim
Minseok berada. Langkah nya terhenti saat sudah berada di dekat hadapan
Minseok. Minseok memberikan tatapan tajam pada namja yang seenaknya memasuki
kamarnya, tapi luhan memberikan tatapan manis dengan senyuman kecil dibibirnya. Difikir-fikir tinggi mereka tidak jauh berbeda saat minseok beranjak
dari kursi pianonya. “pergi dari kamarku sekarang!” tubuh mungil minseok
mendorong tubuh luhan hingga menjauhi dirinya.
Kris hanya memandangi penolakan putranya pada Luhan dibalik
cermin satu pandangan yang mengarah kearah putranya. Dirinya berharap namja itu
mampu menaklukan hati putranya yang tidak mengizinkan siapapun mendekatinya
ataupun mencoba melindungi dirinya. Akhir-akhir ini memang kris tidak
mengizinkan putranya keluar dari kamar. sebelum dirinya mendapatkan pengganti
baru dari pelindung sebelumnya yang sudah mati dikarenakan tembakan tiba-tiba
yang menjurus kearah putranya mengenai pelindungnya tepat dijantungnya. Suara
barang pecah yang berasal dari kamar putranya membuyarkan lamunan Kris dari
fikirannya.
PRAAANG!
“PERGI DARI KAMARKU SEKARANG!” teriakan itu tidak
menggemingkan hati luhan yang masih diam memperhatikan namja yang terlihat
manis untuknya menghancurkan isi kamarnya sendiri. “KELUAR! CEPAT KELUAR!”
lemparan demi lemparan yang mengarah ke Luhan agar cepat untuk keluar bisa
namja itu hindari dengan tenang. Nafas minseok mulai tersengal-sengal karena
emosi yang dirinya luapkan cukup membutuhkan tenaga ekstra. Luhan memang rusa
yang cukup lincah dan keras kepala jika sudah berkaitan dengan pekerjaannya.
“kau sudah lelah?” namja itu melihat minseok kesakitan dengan nafasnya dan
mencoba untuk meraih suatu oksigen yang terletak di meja dekat tempat tidurnya
persis. Saat Luhan mencoba untuk membantu, Minseok menepis bantuan Luhan dan
masih berusaha sendiri “aku tidak butuh bantuanmu” rintihnya dengan tetap
percaya diri.
Sebenarnya Kris tidak ingin membiarkan putranya kesakitan
seperti itu, tapi bagaimanapun Luhan telah mengambil tanggung jawabnya untuk
menjaga putranya. “luhan bantu anakku, kubunuh kau jika membiarkannya seperti
itu lama” bisiknya dalam hati. Salah satu anggota Mafioso yang selalu berada di
samping Kris bernama Park Chanyeol mencoba untuk memberikan saran pada Kris
pemimpinnya. “ Tuan ini tidak bagus untuk keadaan tuan muda, izinkan saya
membantu tuanmuda ” ucapan chanyeol hanya mendapat lirikan yang tidak berarti
dari sang pemimpin “aku tidak izinkan”. Dengan kecewa chanyeol memundurkan
dirinya kembali ketempat asalnya, chanyeol sadari bahwa rasa cemburu itu ada
saat luhan bertindak leluasa berada disamping Kim Minseok. Sudah bertahun-tahun
Park chanyeol mengabdi pada Kris, kris sadari bahwa namja itu menyukai putranya
dan tidak mengizinkan namja itu mendekati lebih dari seorang bawahan pada
majikannya. Fokus mereka kembali pada Kim Minseok dan Xi Luhan.
Xi Luhan yang masih bersikap tenang dengan keadaan yang
dialami Minseok pun mengambil langkah untuk mendekat kearah namja manis itu.
“apa yang kau— apa—laku—kan” dengan kata-kata yang terbata-bata dan tidak mampu
dimengerti luhan, Luhan dengan cueknya menggendong tubuh mungil minseok yang
sudah tidak mampu memberontak. Dibaringkannya tubuh Minseok dan selang
oksigenpun Luhan pasangkan kebagian hidung Minseok. Suara oksigen yang mengalir
ketubuh Kim Minseok membuat luhan puas akan tindakannya, tubuh yang lemas
sebelumnya kembali memberikan tatapan tajam pada namja yang terlihat tersenyum
puas kearahnya “kau masih tidak membutuhkanku?” ucapnya dengan dingin.
Kris yang melihat minseok tidak berontak lagi dengan
kedatangan luhan memutuskan untuk pergi meninggalkan kediamannya dan mempercayakan
semuanya pada Xi Luhan. Chanyeol yang belum meninggalkan ruangan itu masih
memperhatikan Xi Luhan yang terus memandangi Kim Minseok. Tangannya pun
mengepal saat Kim Minseok mengacuhkan namja itu berada didekatnya bagi Chanyeol
itu sama saja Minseok mengizinkan namja itu untuk mendekati dirinya. Walaupun
begitu Park chanyeol tidak mampu melakukan apapun, semua keinginannya untuk
berada disekitar Kim Minseok ditolak mentah-mentah dikarenakan Kris tau akan
perasaan Chanyeol pada putranya. Dan memutuskan untuk membiarkan namja lain
untuk menjaga putranya. “Park Chanyeol sampai kapan kau disitu?” panggilan
seseorang membuat chanyeol kembali fokus pada pekerjaanya.
[ Ruangan Kim Minseok ]
Luhan hanya diam dan masih tetap memperhatikan Kim Minseok
yang masih duduk manis diranjang dengan selang oksigen terpasang di hidungnya.
Keheningan itu tercipta cukup lama, dan semakin lama juga Minseok risih selalu
diperhatikan namja berwajah rusa licik yang berdiri didekat jendela dengan
angkuh. Minseok yang merasa bosan melepas selang oksigennya dan melangkah pergi
keluar kamar namun ditahan dengan sergapan di tangan “kau mau kemana?” tanya
luhan. Tanpa memberi luhan jawaban, Minseok meronta agar terlepas dari
genggaman namja licik ini tapi semua gagal. Luhan lebih kuat darinya. “aku
tidak akan melepaskan mu kecuali kau mengatakan padaku mau kemana?”. “aku ingin
menemui ayahku! Puas!” teriakannya berhasil membuat luhan menutup salah satu
telinganya dengan satu tangannya yang sedang tidak digunakan. Luhan pun melepas
genggamannya pada Minseok “ayahmu sedang tidak berada dikediaman sekarang,
lebih baik kau istirahat anak manja” “manja?” mata kucing minseok menyala cukup
tajam mendapatkan kata-kata manja dari namja yang menyebalkan saat ini
dihadapannya. “wae?” balas luhan dengan tatapan tajam balik kearah Kim Minseok.
“kau memanggilku manja? Apa maksdumu?! Aku tidak pernah
menginginkanmu untuk menjagaku! Aku bisa menjaga diriku sendiri karena aku
seorang namja sama sepertimu! Apa kau gila seorang namja menjaga namja lain!” kebencian
itu masih terpasang diwajah manis itu.
“aku tidak butuh dilindungi siapapun sampai mati! aku bisa
menjaga diriku sendiri, dan kau tidak perlu mengorbankan nyawamu untuk
melindungiku yang notabennya seorang anak Mafioso yang akan menjadi incaran semua
orang yang membenci ayahku!”
Itu semua terlihat jelas Minseok hanya tidak ingin melihat
orang lain mati karena nya. Maka dari itu dia membenci semua orang yang
mendekatinya. namja manis itu sadar akan posisinya yang cukup berbahaya bagi
orang-orang yang mendekatinya. dengan tenang Luhan menatap lembut netra mata
kucing Kim Minseok yang sebentar lagi akan menumpahkan air matanya, tangan
luhan memegang lembut pipi chubby Minseok “aku tidak akan mati” tatapan kucing
itu membulat saat mendengar ucapan yang sebelumnya dingin menjadi lembut
padanya. “kau tidak perlu takut Kim Minseok karena aku tidak akan mati dan aku
tidak akan bisa mati, kau ingat itu” luhan sadar nasehatnya saat ini membuat
Minseok tidak lagi melawan dan mulai tenang akan penolakan pada dirinya.
“kau harus paham Minseok-ah posisi mu adalah satu-satunya
putra dari seorang Mafioso Korea, kau adalah kelemahan bagi ayahmu. Dan akan
ada banyak orang dari rekan kerja, musuh, ataupun yang lainnya mencoba untuk
menyakitimu dan ayahmu. Ayahmu tidak bisa melindungimu dan dia menyerahkan
dirimu pada orang-orang yang dirinya percayai, termasuk aku. Kau tidak ingin
melihatku mati kan? Maka aku berjanji padamu tidak akan mati” minseok terduduk
diranjanganya dengan wajah masih terangkat memandang luhan yang masih berdiri
dengan tegak sambil mengatakan janjinya. Minseok mencoba menepis setiap
kata-kata yang mencoba untuk merasuki dirinya, luhan manusia biasa tidak
mungkin dia akan menepati janjinya untuk tidak mati karenanya. Dorongan pelan
dilakukan Minseok pada Luhan “pergi dari sini”. “walaupun kau seorang namja,
kau tidak bisa melindungi dirimu sendiri dengan keadaan penyakitmu itu” bibir
dingin luhan kembali lagi dengan tatapan tetap fokus pada Minseok yang masih
mendorongnya.
Wajah luhan terlihat
semakin mendekati wajah manis Kim Minseok, tatapan mereka begitu dekat. Nafas
Minseok kembali tersengal-sengal dengan raut wajah merah padam tercipta di
lengkungan pipi chubbynya. Mata kucing itu terpejam saat Luhan semakin
mendekatkan wajahnya membiarkan hidung mereka saling beradu satu sama lain “kau
lihat?” tanya Luhan dan membuat Minseok membuka kedua matanya kembali. “kau
tidak bisa melindungi dirimu sendiri dengan keadaan seperti ini” lanjut luhan
meyakinkan Minseok.
Luhan kembali menjaga jarak dengan Kim Minseok dan
memperhatikan setiap Lingkungan kediaman Minseok lewat jendela kamar namja
manis itu. meninggalkan Minseok yang masih terdiam bergulat dengan pikirannya
tentang kedatangan Xi Luhan.
-
Markas besar Block Buster yang digolongkan menjadi 2 Kelompok
Gang Naga Hitam dan Harimau Merah. Memiliki urusan serius dengan Mafioso Korea
alias ayah Kim Minseok yaitu Kris. Salah satu namja menyerahkan sebuah berkas
pada namja lain yang sedang duduk dikursi kebanggaannya. Ahn Jaehyo membuka
berkas yang diberikan Lee Min Hyuk kepada dirinya. Terpangpang sebuah foto
ukuran sedang menampilkan seorang namja berpose formal dan beberapa lembar foto
yang menggambarkan aktivitas dari namja itu. Ahn Jaehyo tidak mengerti dengan
berkas yang diberikan Lee Min Hyuk pada dirinya, Block Buster sedang mengalami
pasang surut dikarenakan tanah kekuasaannya di ambil alih oleh Mafioso Korea. Dan
sekarang alasan apa namja bernama Lee Min Hyuk memberikan berkas ini padanya.
Berkas yang sebelumnya diterima Ahn Jaehyo dilempar ketanah dikarenakan tidak
mengerti dengan alasan diberikannya berkas itu.
“namanya Kim Minseok” Lee Min Hyuk yang melihat berkas yang
diberikan pada Ahn Jaehyo dilemparnya mulai menjelaskan alasan mengapa berkas
itu diberikan “kudengar namja itu adalah putra kesayangan Kris” lanjutnya.
Seluruh anggota Block buster pun membulatkan kedua matanya tidak percaya dengan
apa yang mereka dengar. “tunggu maksudmu Kris memilik anak? Dari siapa?
Bukankah dia tidur hanya dengan pelacur murahan” celetuk Kim Yukwon yang
mencoba membenarkan analisis Lee Min Hyuk yang sepertinya mustahil dipercaya.
Lee Tae Il juga tidak percaya dan melanjutkan pembicaraan sahabatnya Kim Yukwon
“kurasa berkas itu salah, tidak mungkin kris memiliki Kekasih dan punya anak.
Selama ini bukankah dia sibuk dengan prostitusi wanita kenegara China?”.
“mungkin saja ada pelacur yang kris cintai sehingga dia mau merawat anaknya,
jika tidak bukankah kris akan membunuh setiap pelacur yang hamil karenanya”
ucapan Pyo Ji Hoon yang sedari tadi hanya diam mendengarkan. Dengan kode yang
diberikan Ahn Jaehyo, Lee Min Hyuk mengambil kembali berkas yang sebelumnya
dilempar dan diberikan kembali pada sang Ketua dari Block Buster.
Mata tajam itu menampilkan keseriusan Ahn Jaehyo saat
menyelidiki berkas yang dirinya lihat. Jika benar Kris atau Mafioso Korea itu
memiliki seorang anak mungkin ini bisa dirinya gunakan untuk mengambil kekuasaannya
kembali dari tangan Kris. mungkin ini bukan kekalahan Ahn Jaehyo sepenuhnya.
“Kim Minseok” ucapnya dengan tenang “bersekolah di SM Art Entertaiment School”
lanjutnya. Ahn Jaehyo merasa tertarik dengan Wajah manis yang dimiliki Kim
Minseok namun mengingat kekejaman yang ayahnya lakukan mengurungkan niatnya
untuk menyukai namja itu.
“bawa dia padaku, kita jadikan dia umpan untuk mengambil
tanah kekuasaan milik Block buster kembali” titah sang ketua dengan tegas yang
diikuti dengan teriakan menyeru dari para antek-anteknya.
Woo Ji Hoo masih terdiam saat semua anggota lain telah pergi
meninggalkan markas. Masih dengan vodka kesayangannya merasakan setiap tetes
demi tetes vodka yang mengalir kedalam tenggorokannya. Pandangannya yang sudah
mulai kabur karena mabuk tapi masih mampu memfokuskan pada berkas yang terletak
di atas meja milik Ahn Jaehyo. Namja itu memperhatikan isi berkas itu sama
halnya dengan Ahn Jaehyo sebelumnya. “Kim Minseok” desisnya seperti ular. Park
kyung yang melihat Woo Ji Hoo tidak mengikuti langkah mereka menuju mobilpun
kembali kemarkas dan menemukan namja itu sedang memandangi berkas yang hanya
boleh dilihat Ahn Jaehyo dan Lee Min Hyuk.
“ayo kita pergi” Park Kyung menarik kerah baju Woo Ji Hoo
untuk segera menjauhi berkas itu dan mengikuti langkah antek-antek lain untuk
memulai tugas.
-
-
Dilain sisi Luhan masih terjaga menjaga Kim Minseok yang
sedang tertidur pulas. Namja itu sangat manis saat tertidur tapi lebih manis
jika Minseok mulai mengeluarkan berbagai macam Ekspresi yang mampu membuatnya
berfikir lama untuk mengatasinya. Luhan tidak membiarkan dirinya menyentuh
Minseok lebih dari menjaganya. Tetapi hasratnya mulai tak terkendali jika
dirinya sudah terlalu la ma mengenal namja manis itu nantinya.
Jam menunjukan pukul 01.45, dan luhan tidak menemukan
keganjalan sama sekali pada setiap lingkungan rumah itu. sebelumnya luhan telah
memasang berbagai cctv yang menunjukan setiap kondisi ruangan sehingga dirinya
bisa memantau hanya lewat kamar Kim Minseok. Mata lelah Luhan mulai terpejam dan
membiarkan dirinya memasuki alam mimpinya. Minseok yang melihat kondisi Luhan
yang telah tertidur mulai melangkah meninggalkan ranjang tidurnya, saat akan
membuka pintu kamar seseorang menggenggam tangannya dan tidak lain dan tidak
bukan namja itu Xi Luhan.
“Apppooo!” ringis Minseok saat genggaman itu terasa sakit
ditangannya. Luhan hanya menatap dingin kearahnya yang mencoba untuk mengelabui
dirinya “mau kemana? Kau pura-pura tidur?”.
“aku tidak pura-pura tidur, aku hanya ingin ketoilet”
ucapnya dengan ragu, wajah luhan yang masih menyelidik pun tidak percaya dengan
alasan yang diberikan namja manis itu. “bukankah toliet kamarmu disebelah sana.
Kenapa kau harus keluar”. Minseok yang kesal membalikan badan dan pergi menuju
toilet kamarnya “rusa menyebalkan” gumamnya.
“kau akan kembali kesekolah besok dan aku akan menjagamu”
perintah luhan pada namja manis itu.
To be continue....


Comments
Post a Comment