BOY IN LUV JINJIMIN VER. Chapter 5
“aku tidak setuju,
aku yang akan membawa namja ini kekamarnya. Maid tunjukan aku jalannya” dengan
tenaga besarnya Rapmon berlagak sok kuat untuk menggendong namja manis yang
baru saja ditemuinya menuju kamarnya. jin hanya menghela nafas saat melihat
sifat kekanak-kanakan Rapmon keluar begitu saja. Ada sedikit perasaan Jin yang
tak nyaman ketika melihat namja manis yang tidak diketahui namanya itu berada
di dekapan namja lain. Rasanya ingin segera mengambil alih tubuh mungil itu
untuk masuk kedalam dekapannya. Tapi dirinya menepis kembali pikiran itu,
pikiran yang bisa menjadikan namja itu sebagai pengganti seorang Jungkook
dihatinya.
Keesokan paginya.
Jin terbangun dari tidurnya rasanya tidak nyenyak istirahat
semalam dirinya rasakan. Sepertinya kedua mata Jin tidak mampu terbuka sempurna
dan hendak kembali untuk tidur melupakan aktivitas biasa yang seharusnya
dilakukan. Sepintas ingatan tentang kejadian semalam terbayang dibenak Jin.
Dengan cepat dirinya mengambil langkah kaki seribu untuk segera kekamar tamu
berharap Rapmon tidak satu kamar dengan namja bodoh itu. tidak diduga ternyata
Rapmon tidak mendengarkan omongannya. Agar tidak membangunkan namja disamping
Rapmon, kaki Rapmon ditarik Jin pelan-pelan hingga tubuh namja itu terjatuh
dibawah.
“yaak Apaammm—.”
Tangan Jin menangkap mulut Rapmon yang akan segera berteriak
membangunkan seluruh penghuni di kediamannya. Jin menarik Rapmon keluar kamar,
dan melepaskan genggamannya dari mulut Rapmon sesampainya diluar.
“aku sudah mengatakan padamu untuk tidak sekamar dengannya,
kenapa kau melanggar ucapanku dan berbuat semaumu” Rapmon tidak mendengarkan
apa yang diucapkan sahabatnya pagi ini, dirinya masih sangat mengantuk dan
tidak mampu berkonsentrasi untuk mendengarkan apa yang dilontarkan dari mulut
Jin. Namja itu hanya menggaruk seluruh tubuhnya yang masih merindukan ranjang
empuknya. “yaak! Kau tidak mendengarkan aku?! Cih menyebalkan!”.
Ketika Jin sedang mengintrogasi sahabatnya yang berlaku
seenaknya dirumah miliknya, jin mendengar suara seseorang yang telah berhasil
mengeluarkan muntahan akibat minuman semalamnya. Cukup banyak cairan air yang
keluar dari tubuh mungilnya. Rasa tidak tega itu kembali dan meminta Jin untuk
segera membantu Jimin yang sedang berusaha untuk mengeluarkan isi alkohol
didalam tubuhnya. Jimin yang melihat wajah namja disampingnya terlihat
samar-samar, dan harus memaksa Jimin memfokuskan pandangannya. Wajahnya semakin
jelas, Jimin semakin berusaha.
Dan...
“kau?? Jin-sshi?” jin yang mendengar namanya disebut melirik
wajah Jimin yang sangat dekat dengan wajahnya. Pandangan mereka beradu dan
senyuman terukir di bibir kecil milik Jimin “apa aku sudah berada disurga? Sampai
kau berada dihadapanku.” Terang Jimin membuat Jin dan Rapmon terbengong
mendengar lelucuonnya. Tidak diduga kedua tangan Jimin melingkar ke pinggang
Jin seperti mencari kehangatan disana “uhhmmm”.
“lepaskan aku, sepertinya kau masih mabuk” jin mencoba melepaskan
pelukan Jimin tapi tidak bisa. Dengan terpaksa dirinya meminta bantuan Rapmon
yang setia menonton adegan dirinya dengan namja manis dikamar mandi. 2 namja
bertubuh besar berusaha melepaskan pelukan 1 namja mungil yang lebih kecil dari
mereka, namun tidak bisa. Karena merasa bosan Jimin sengaja melepaskan
pelukannya, membuat Jin dan Rapmon jatuh tersungkur ke lantai kamar mandi.
Jimin bersiap membuka pakaiannya. Tubuhnya berkeringat karena kepanasan, jin
dan rapmon segera mendorong pelan tubuh Jimin ke bawah shower lalu
mengguyurnya.
Jimin yang telah basah kuyub akibat guyuran shower membuat
kesadarannya kembali pulih.
Pandangannya sangat jelas sekarang dan otaknya
telah normal kembali seperti biasa. Namja mungil itu cukup terkejut ketika
sadar terdapat 2 namja yang menahan tubuhnya dibawah shower. Pikiran Jimin
mulai mengarah kearah pelecehan ketika dirinya mabuk. Mungkinkah?
BUGHHH!
Jimin menendang kedua namja itu yang salah satunya dirinya
baru sadari adalah Jin kenalannya. Dengan cepat Jimin membantu Jin untuk bangun
dan meminta maaf “maafkan aku, aku baru sadar jika itu kau Jin-sshi” namja lain
merintih akibat tendangan Jimin yang sangat kuat dirasakannya.
“kau... kau namja manis... sshh kenapa pukulanmu itu sakit
sekali sih” tanya Rapmon sambil menahan rasa sakit dibagian perutnya akibat
tendangan Jimin. Jin menimpali pertanyaan yang sahabatnya itu lontarkan “kau
harus tau namja kecil ini ahli beladiri jadi—aggghhhh” rengek Jin ketika
menerima pukulan kembali dari Jimin.
“siapa yang kau bilang namja kecil. Seulki” jimin dan jin
memberikan deathgler masing-masing. rapmon yang merintih mulai menyadarkan
pandangan mereka yang mulai memancarkan aura gelap disekelilingnya. Mereka
saling membopong satu sama lain menuju ke tempat tidur. Jin dan Rapmon mengelus-elus
bagian sakit akibat hantaman keras dari beladiri seorang Park Jimin. Masih
dengan wajah polosnya jimin hanya menggaruk tengkuk yang mereka yakini tidak
gatal sama sekali. Keheningan terjadi cukup lama dan membuat mereka bosan
berada dikamar itu terlalu lama tanpa bicara. Jin menanyakan sesuatu yang
mengganggu pikirannya selama namja bodoh yang dirinya kenal mabuk tadi malam.
“jadi semalam kau tidak kembali kerumahmu dan lebih memilih
minum minuman beralkohol disebuah kedai? Apa kau gila? Kau itu masih dibawah
umur bagaimana mungkin orang tuamu tidak mencarimu” tegas Jin berbicara dan
tidak sengaja menangkap raut wajah muram terpasang mendengar ucapannya. “aku
bertanya sekali lagi padamu, jawab dengan jujur. Apa masalahmu hingga membuat
dirimu muram seharian full. Apa masih ada kaitan dengan pekerjaan Hyungmu?”
“aniyo” jawab Jimin singkat, jin tidak sabar mengorek isi
kehidupan namja dihadapannya itu. rapmon yang melihat rasa tidak sabar Jin
mulai membantu sahabatnya itu untuk mengetahui apa alasan namja manis yang
ditemuinya itu minum hingga larut malam.
“hey.. aku Kim Nam Joon sahabat dari temanmu Kim Seok Jin,
panggil saja Rapmon. semalam aku yang membawamu kesini karena kulihat kau
terlalu muda untuk minum selarut kemarin. Jika boleh tau apa yang
mengganggumu?”
“kenapa kalian begitu peduli padaku, hyungku saja tidak
mencariku sampai sekarang” balasnya lesu mengingat sudah sepagi ini Hyungnya
tidak menghubungi ponselnya. Jimin merogoh setiap kantung untuk mencari
ponselnya namun tidak ditemukan. Sepertinya ponselnya terjatuh ketika dirinya
mabuk dan tidak sadar akan apa-apa. “bagaimana mungkin hyungmu tidak mencarimu,
aku yakin namja itu mencarimu khawatir. Lagipula tidak mungkin dirinya
mencarimu kepelosok Korea. Memang hyungmu tau kediamanku” sinis perkataan Jin
membuat pukulan Rapmon mendarat dikepalanya.
“tenangkan dirimu, biar kuantar kau pulang kerumahmu dan—.”
Rapmon yang belum selesai bicara langsung terpotong saat penolakan Jimin
diungkapkan “aniyo.. aku tidak ingin pulang”
“lalu kau mau kemana? Tidak mungkin kau selamanya tinggal
dirumahku, lagipula aku tidak tahu namamu dan asal usulmu” celetuk Jin
menimpali penolakan sang Uke Jimin.
“dirumahmu ini ternyata kau tetap ketus padaku yaa Kim Seok
Jin! Tenang saja aku tidak akan tinggal di rumahmu ini sama sekali! Tidak
akan!”
“oh bagus jika kau sadar bahwa rumahku ini tidak terlalu
besar untuk dihuni namja cerewet seperti dirimu.”
“aishh dasar kau namja menyebalkan! Pabo! Seulki!” cacianpun
terlontar seperti kebun binatang.
Mendengar pertengkaran atau menjadi saksi sebuah
pertengkaran membuat Rapmon pusing tidak karuan. Namja itu akhirnya menarik
tangan Jimin dan melerai pertengkaran mereka. Sebenarnya Rapmon sangat terkejut
melihat sifat dewasa Jin sahabatnya itu hilang saat bicara dengan namja mungil
ini. Semenjak kehilangan namja yang dicintainya Jin terlihat semakin menutup
diri dalam penglihatan Rapmon. Tapi kokohnya benteng Es yang dibuat Jin
sepertinya telah meleleh ketika bertemu dengan namja mungil ini. Jimin yang
berada dalam dekapan Rapmon masih memberikan tendangan-tendangannya kearah Jin
yang membalasnya dengan sinisan diwajahnya. Tawa kecil itu pun terlihat diwajah
Rapmon, membuat 2 namja yang memandangnya merasa aneh.
“waeyo? Yaak kenapa temanmu tertawa sendiri?” tanya Jimin
yang semakin menjaga jarak antara dirinya dan dekapan Rapmon. Jin yang harus
menjawab pertanyaan Jimin tidak tahu harus memberikan penjelasan apa. tawa itu
semakin terdengar menghilang secara perlahan. “kau kenapa Seulki?” tanya Jin
dengan wajah takut.
“maafkan aku... aku tertawa tiba-tiba... hihi tapi namja
kecil” tangan kekar Rapmon mengambil kembali pundak kecil Jimin yang menghilang
dalam dekapannya. Jimin hanya melongo menunjuk dirinya sendiri karena heran
“waeyo?” Bingungnya. “namamu siapa namja kecil?”pertanyaan Rapmon membuat Jin
juga penasaran karena dirinya malas bertanya pada namja bodoh yang selalu saja
mengganggunya.
“Park Jimin imnida”
Rapmon melirik sedikit kearah Jin yang sepertinya telah
terhapus rasa penasarannya akan nama namja mungil yang membuatnya meleleh.
Sepertinya Jimin mampu mengembalikan sifat Jin yang sebenarnya. Bukan sebagai
namja dingin sedingin Es. “baiklah Jiminnie kita antar kembali kerumahmu ya”
tawaran Rapmon membuat Jimin mempoutkan bibirnya. Melihat itu tentu saja
membuat Rapmon penasaran dengan masalah yang membuat namja mungil ini minum
minuman sampai larut malam.
“apa kau punya masalah dikeluargamu Jiminnie?” Rapmon
bertanya sedangkan Jin hanya diam mendengarkan pasti masalahnya hal yang sama
seperti yang namja itu katakan sebelumnya pada Jin.
“Hyungku..” pelan-pelan bibir itu berucap “hyungku membawa
namja asing ke Apartemen kami, lalu
berteriak padaku” jin dan Rapmon saling memandang dengan tetap fokus
mendengarkan hingga bibir itu selesai bicara.
“selama kedua orang tuaku meninggal hyungku adalah harta ku
satu-satunya, namja itu menyablkan tapi kasih sayangnya padaku membuat ku
senyum setiap saat. Sifat konyolnya, kebaikan hatinya, bahkan ketika aku
berbuat kasar atau onar sekalipun. Hyungku tidak pernah melapor kepada Appa dan
Eomma atas perbuatanku. Hyungku yang bertanggung jawab atas semuanya” jimin
menangis secara diam mengingat perubahan yang dirasakan hyungnya atas dirinya.
Pundak Jimin dielus Rapmon mencoba menenangkan tubuh yang bergemetar itu.
“tapi akhir-akhir ini hyungku selalu beralasan kenapa
dirinya selalu pulang malam, semenjak orang tuaku meninggal hidup kami hanya
bergantung pada harta warisan Appa dan Eomma. Aku berfikir setiap tahunnya kami
mengeluarkan biaya, mana mungkin jika harta itu tidak pernah habis. Setidaknya
jika hyungku bekerja aku juga ingin bekerja untuk membantunya sedikit, hyungku
berprestasi disekolah sedangkan aku tidak. Seharusnya hyung yang meneruskan
sekolah biar aku yang bekerja. Tapi dirinya selalu tersenyum, mengelus kepalaku
dan berkata jadilah namja baik dan manis” lanjut Jimin dengan tangisan semakin
menjadi. Dirinya sangat malu ketika menangis dihadapan orang lain. Dan jin yang
melihat itu hanya diam memikirkan kembali setiap kata yang keluar dari suara serak yang dikeluarkan Jimin. “dan tadi
setelah aku pulang ke apartemen hyungku membawa namja asing yang sedang tidur,
ketika namja asing itu sadar dia mengatakan bahwa hyungku bekerja hanya untuk
membantunya sebagai pegawainya. Itu tidak masuk akal, seharusnya namja itu
mencari pegawai lain untuk dijadikan pegawai. Tapi hyungku berteriak untuk
lebih bersikap sopan pada namja asing yang sama sekali tidak aku kenal.
Kenapa?! Aku benci ketika hyungku berteriak padaku!! Hyungku tidak pernah
berteriak hanya kemarin dia berteriak padaku!!” Rapmon dan jin mengambil
kesimpulan bahwa Jimin namja manja namun mandiri. Kemanjaannya akan keluar pada
hyungnya yang selalu memberikan perhatian lebih padanya. Dan ketika semua itu
berubah perasaan Jimin akan tersakiti dengan cepat.
“tenangkan dirimu, sekarang ikut denganku untuk pulang. aku
akan bicara pada hyungmu” Rapmon tersenyum kearah Jimin yang masih saja
menangis kesal akibat sikap hyungnya. “aniyo aku tidak ingin itu semua. Hyungku
bukanlah hyungku lagi, terserah namja itu akan berbuat apa. aku akan melakukan
apa yang aku suka juga”
Jin mendekati Jimin karena tidak suka dengan pernyataan yang
keluar dari bibir kecil itu. kedua tangannya menangkap tubuh mungil Jimin.
karena terkejut Jimin hanya membulatkan kedua matanya dengan sisa-sisa air mata
tertahan dikedua matanya.
“kau fikir kau itu siapa? Kau seorang Park Jimin. Kau namja
aneh yang selalu kutemui, pantaskah kau murung seperti ini hanya karena masalah
sepele seperti yang kau ceritakan?! Pergi dan temui hyungmu selesaikan
masalahmu baik-baik. Katakan apa yang tidak kau suka atas dirinya yang
sekarang. Semua akan baik-baik saja. Kau mengerti” jimin shock mendengar
nasehat dari seorang Kim Seok Jin. Namja mungil itu ditarik menuju mobilnya
diikuti Rapmon dibelakangnya. Mereka bertiga bergegas pergi menuju Apartemen
Park Jimin. Tidak ada perbincangan terjadi selama di mobil. Jin ingin namja
mungil itu sadar dengan apa yang dilakukannya.
-
Sesampainya di Apartemen Jin meminta Jimin untuk menunjukan
Apartemen yang dihuninya. Mereka menaiki Lift hingga lantai ke 25, berjalan
dengan mengarah ke kamar ruang 1015. Ketukan kecil diberikan namun tidak ada
respon dari orang dalam, Jin yang mengetuk dengan keras memberikan respon kunci
terbuka dari dalam. Seorang namja keluar. Bukan Kim Tae Hyung yang keluar
melainkan namja yang dikenali Rapmon dan Jin. Jeon Joon Kook. Jin dan Rapmon
tidak mengedipkan kedua matanya, sama halnya dengan Jungkook yang terkejut
ketika melihat Jin didepan matanya. Jimin memandang sinis pada namja asing yang
masih saja ada di apartemennya sampai sepagi ini.


sebenernya nih ya author-nim. aku udah baca jinjimin ini dri awal tapi karena akun googleku yg kmren rada ribet dn mau komen disini juga rada ribet jadi deh aku kayak silent rider T.T padahal sebenernya gak mau. mau ngasih suport sma author-nim yg udah bkin epep keren ini. himneseyo author!!
ReplyDeletehehe adduh senengnya dapet semangat dari rider!! banyak banyak terimakasih karena supporr itu aku masih bisa terus melanjutkan kisah cinta JinJimin ini>//<{} selalu tunggu lanjutan Chapters nya yaaa:D
Deletenah loh jin ktmu sang mantan psti shoock
ReplyDeletentah knp pling suka moment vmin cuteee aaah mrk inces ya hohoho
tae sweet bgt sih
:O ow ow bukan shock lagi sepertinya dia dilema:3
Delete95line:V hehehe
This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteterima kasih:3
DeleteGYAAAAAA....!!! akhirnya cinta lama Jin sudah kembaliiiii... <3
ReplyDeleteapakah yang akan terjadi pada Jin dan Joonkook???