BOY IN LUV JINJIMIN VER. Chapter 6
Ketukan kecil
diberikan namun tidak ada respon dari orang dalam, Jin yang mengetuk dengan
keras memberikan respon kunci terbuka dari dalam. Seorang namja keluar. Bukan
Kim Tae Hyung yang keluar melainkan namja yang dikenali Rapmon dan Jin. Jeon
Joon Kook. Jin dan Rapmon tidak mengedipkan kedua matanya, sama halnya dengan
Jungkook yang terkejut ketika melihat Jin didepan matanya. Jimin memandang
sinis pada namja asing yang masih saja ada di apartemennya sampai sepagi ini.
Jin yang tidak percaya dengan pemandangannya hanya
membalikan badan dan pergi meninggalkan posisinya. Namja mungil itu yang tidak
mengerti dengan kepergian Jin dan mencoba untuk mengejarnya namun ditahan Rapmon.
“Rap-sshi.. Jin-sshi?” tanya Jimin aneh. Rapmon hanya menggeleng. Keheningan terjadi
membuat Jimin tidak mengerti dengan suasana yang dirasakannya. 10 menit telah
berlalu masih dalam keadaan berdiri diambang pintu apartemen Jimin akhirnya
Rapmon membuka mulutnya untuk bicara.
“hyung anak ini kemana dia?” jungkook yang mendapatkan
pertanyaan itu memberikan pandangan menahan tangis namun dalam hati bergetar
takut. “aku tidak tahu, dia sejak semalam pergi mencari Jimin-sshi” jelasnya pada
Rapmon, suaranya terdengar seperti menahan tangis. Untuk menghilangkan perasaan
gelisahnya pandangan Jungkook beralih ke Jimin “Jimin-sshi, taehyung mencarimu semalaman dan
sampai sekarang tidak pulang. kemana saja kau Jimin-sshi”
“siapa kau mengurusi urusanku. Aku tidak sudi bicara
denganmu” tantang sinis Jimin pada Jungkook.
“Jimin-sshi!” sebuah tamparan siap melayang kepipi gempil
Jimin namun ditahan Rapmon. Melihat tangannya ditahan membuat Jungkook berontak
“lepaskan tanganku” perintah Jungkook lalu kembali memandang Jimin. “kau
seharusnya sadar hyung mu itu sangat khawatir padamu! Kau fikir selamanya kau
akan berlaku seperti itu. suatu hari perhatian hyungmu berlaku untuk orang
lain! Bukan dirimu saja”
“apa maksudmu berbicara seperti itu?” Rapmon menatap netra
Jungkook, “apa kau memiliki hubungan dengan hyungnya?” tanyanya memberi
deathgler pada namja cantik dihadapannya. Jungkook tidak bisa menghadapi
pandangan tajam dari Rapmon, tanpa melirik Jungkook membalas pertanyaan itu.
“jangan bodoh, aku hanya berteman dengan hyungnya karena
masih berhubungan dengan namja lain saat ini” tantang Jungkook tenang membuat
Rapmon menyelidik mata kearahnya. Tidak lama Kim Tae Hyung datang dan langsung
memeluk Jimin dongsaengnya.
“astaga! Jiminnie aku mencarimu kemana-mana syukurlah kau
tidak apa-apa. maafkan aku atas sikapku. Aku melukai hatimu, aku sangat
menyesal” pelukan itu sangat erat Jimin rasakan. Degup jantung Tae Hyung sampai
terdengar ditelinganya. Rapmon bersyukur ketika hyung Jimin telah memperbaiki
semuanya dengan baik. Jimin sepertinya sudah mampu tersenyum kembali.
“aku senang kau dan Jimin sudah berbaikan” Rapmon menyadarkan
kedua hyung dan dongsaen yang sedang berpelukan akan kehadirannya. “kau siapa?”
tanya Tae Hyung, jimin menjelaskan pada hyungnya bahwa namja ini yang
membantunya ketika kebingungan dijalan. Rasa terimakasih diutarakan Tae Hyung
pada namja yang telah membantu dongsaengnya.
“aku sangat berterimakasih atas bantuanmu dan aku tidak
menyangka masih ada orang baik sepertimu. Aku sungguh-sungguh berterimakasih
padamu. Aku tidak tahu harus bagaimana untuk membalas kebaikanmu itu tuan.”
“aku membantu dongsaeng mu karena tidak seharusnya namja
dibawah umur kebingungan ditengah malam. Aku berfikir Jimin sedang memiliki
masalah dan ternyata benar. Maka dari itu aku memintanya untuk tinggal
sementara dirumahku, dan akan kuantar pulang pagi ini” mendengar namja baik yang
membantu Jimin sangat perhatian dengan dongsaengnya. Tae Hyung meminta namja
itu untuk masuk ke apartemennya sekedar mengobrol namun Rapmon menolaknya.
Karena ada alasan lain yang harus dikerjakan. Jimin berterimakasih pada Rapmon
dan dibalas elusan lembut diponi Jimin. Rapmon pun meminta izin pamit setelah
melihat Jimin telah baik-baik saja dengan Hyungnya. Tidak beda dengan Rapmon,
Jungkook yang berseling 5 menit setelah kepergian Rapmon. Izin pamit karena
memiliki pekerjaan tiba-tiba dan meminta Tae Hyung untuk tidak mengantarnya
karena dirinya akan pergi dengan orang lain yang akan menjemputnya. Tae Hyung
mencoba mengerti karena Jungkook adalah namja manis yang sangat sibuk dalam
pekerjaannya. Setelah melihat Jimin dan Tae Hyung menutup pintu apartemen
mereka. Jungkook berlari mengejar Rapmon yang dirinya yakini masih berada di
lobby Apartemen.
“Rapmon Rapmon!” teriak Jungkook memanggil seorang namja
yang mempercepat langkahnya ketika mendengar seseorang memanggilnya. Jungkook
menarik kasar lengan Rapmon agar mengambil posisi untuk menghadapnya. “jangan
berpura-pura tidak mengenalku, tadi Jin kan? Beritahu aku alamatnya”
“aku tidak mau”
“yaak! Aku telah kembali kekorea. Ponselnya tidak aktif dan
rumahnya sudah pindah kemana aku harus bicara dengannya. aku masih memiliki
urusan dengannya, berikan aku kontaknya. Sekarang”
“aku tidak mau”
“jangan seperti ini!! Rap—”
“kenapa kau tidak mengejarnya tadi. Menyelesaikan semuanya,
menyelesaikan 4 tahun hubungan kalian yang menggantung karena keegoisan namja
sok sepertimu” Rapmon terpancing kesal menghadapi namja yang seenak nya saja
bersikap pada sahabatnya. Jungkook mulai memberikan air mata memohon pada
Rapmon. “aku tadi kebingungan dan sangat terkejut ketika melihatnya tiba-tiba.
Pikiran ku entah kemana. aku mohon berikan aku kontak agar bisa menghubungi
Jin. Aku harus bicara dengannya” jungkook memohon pada Rapmon agar diberikan
sesuatu yang dimintanya. Dengan malas Rapmon meminta namja itu datang ke
Caffetaria di Itaewon nanti Jin yang akan menemuinya. Mendegar itu Jungkook
mengerti dan setidaknya masih memiliki harapan untuk mengembalikan semuanya
menjadi kembali baik.
-
Keesokannya
Sepulang sekolah Jimin menunggu Jin didepan pintu gerbang
hanya sekedar mengutarakan rasa terimakasih padanya. Nasehat yang namja dingin
itu berikan sangat bermanfaat dalam hubungan dirinya dengan Tae Hyung. Tanpa
ada kata terlambat Jimin mengatakan apa yang tidak disukainya pada Tae Hyung
sesuai dengan apa yang dikatakan Jin. Tapi kenapa namja dingin itu tidak
keluar-keluar dari sekolahnya. Beberapa namja yang keluar dari sekolah Jimin
hentikan untuk bertanya.
“apa kau mengenal Kim Seok Jin?” pertanyaan itu diberikan
pada setiap namja yang lewat gerbang tapi hanya gelengan atau jawaban ‘tidak
kena’ yang dirinya dapat. Mana mungkin dari sebanyak namja yang dirinya temui
tidak mengenal namja dingin itu. apa Jin sangat anti sosial hingga tidak ada
yang mengenalnya. Ketika beberapa namja Uke beriringan dengan cerewetnya atau
gosipnya lewat. Jimin memberanikan dirinya untuk bertanya dan alhasil berhasil.
“ooh Kim Seok Jin yang tampan dan cool itu? dia tidak
sekelas dengan kami tapi kami tau kelasnya karena namja itu idola kami” ucap
salah satu namja menjawab pertanyaan Jimin. Setiap namja menimpali “nde nde,
dia memang dingin dan sepertinya anti sosial karena kami lihat dia selalu
sendiri”
“tapi bagaimanapun dia itu keren banget” suara teriakan
terdengar kencang ditelinga Jimin. Tidak berapa lama kemudian pandangan sinis
terpancar memandang kearah Jimin. “tunggu kau itu siapa Kim Seok Jin? Kenapa
bertanya tentangnya?” sinisnya membuat Jimin harus menelan ludah karena takut
diterkam.
“aku temannya, aku mencarinya karena keperluan mendadak. Apa
kalian melihat dia telah meninggalkan kelasnya?”
“aniyo. Tapi setahu ku Jin-sshi selalu belakangan ketika
pulang. mungkin sebentar lagi dia akan muncul. Tapi apa benar kau temannya?
Kenapa tidak menghubunginya?” mendapatkan pertanyaan itu membuat Jimin
kebingungan untuk menjawab. Dengan ragu-ragu “aku sudah menghubunginya tapi
telponnya sedang tidak aktif”
“heee? Bolehkan kami meminta nomor ponsel Jin-sshi?”
teriaknya dan semua namja uke membantu meneriaki kuping Jimin. “nde nde!! Aku
juga mauu!!” “aku aku!” “berikan ponsel Jin-sshi. Aku mohon” jimin yang tidak
tahan mencoba kabur dari kerumunan dan berhasil. Karena sepertinya didepan
gerbang sudah tidak aman untuk menunggu Jin lebih baik dirinya pergi kerumahnya
saja. Mungkin dia sudah pulang. lagipula kediaman Jin tidak terlalu jauh dari
sekolah, dan sepertinya ingatan Jimin juga masih mampu untuk mengingat kemana
arah kediaman Jin.
-
[ kediaman Kim Seok Jin ]
Jin yang baru saja sampai dikediamannya mendapati Rapmon
sahabatnya telah menunggunya di ruang tamu. Mungkin namja itu akan membicarakan
sesuatu yang tidak ingin didengarnya, karena kebetulan saat dirinya melihat
Jungkook Rapmon juga berada disana. Berpura-pura tidak melihat Rapmon diruang
tamu. Jin hanya melewati namja itu tanpa permisi untuk pergi menuju kamarnya.
dirinya yang tidak dianggap keberadaanya hanya melemparkan bantal sofa kearah Jin,
dan tu berhasil membuat namja itu menoleh kearahnya.
“kau berpura-pura tidak melihatku karena kau tau aku akan
membicarakan tentang namja brengsek itu?” jin hanya diam tidak menjawab.
Langkahnya kembali beranjak untuk meninggalkan sahabatnya sendirian diruang
tamu. “pergilah sebentar temui dia, kau juga harus menyelesaikan ini semua.
Kembalikan semua barang-barang yang kau simpan. Buanglah bersama. Itukan yang
membuat dirimu tidak bisa melupakannya” beberapa langkah menaiki tangga pun
tertahan untuk mendengarkan nasehat seorang Rapmon.
“jin perasaanmu harus sepenuhnya bebas dari Jungkook, namja
itu tidak cocok denganmu. Pergilah temui dia sebentar. Dan aku minta padamu
jangan membuka hati untuknya kembali, karena kau masih memiliki namja lain yang
sedang menunggu hatimu terbuka” jin menoleh kearah Rapmon dan mulai membalas
lawan bicaranya yang sebelumnya hanya dirinya belakangi. Tanpa sepengatahuan
mereka Jimin datang namun dirinya mengurungakan niatnya untuk masuk ketika
melihat suasana tidak enak sedang berada disekeliling Rapmon dan jin. Akhirnya
Jimin mencoba untuk mendengarkan dulu apa yang sedang mereka bicarakan.
“aku tidak bisa menemuinya, masih ada rasa sakit. Dan aku
tidak siap untuk melepasnnya” suara Jin terdengar sangat sedih ketika mengucapkannya.
Jimin semakin penasaran apa yang sedang terjadi dengan 2 namja itu. rapmon
mendekati Jin dan memegang pundak sahabatnya itu.
“jin aku sahabatmu, tau mana yang terbaik untukmu. Kita
sudah bersama cukup lama. Dan aku yakin perasaanmu mulai berubah ketika
kedatangan Jiminnie bukan?”
Jimin tersentak kaget ketika namanya masuk kedalam
pembicaraan mereka. Ingin sekali berteriak tapi Jimin hanya membungkam mulutnya
agar menahan teriakannya itu. karena Jin tidak merespon rasa penasaran semakin
terasa dalam benak Jimin. Namja itupun melihat sedikit lewat celah dibalik
jendela.
“aku tidak mengerti maksudmu”
“ayolah Jin aku mengenalmu, sifatmu telah berubah semenjak
ditinggalkan Jungkook menjadi namja bersuhu Es yang sangat dingin pada
siapapun, anti sosial, menyebalkan, dan hal-hal lainnya yang negative. Tapi
semenjak aku melihatmu berinteraksi dengan Jimin itu membuat ku sadar bahwa kau
mulai kembali pada sifat aslimu” Rapmon memberikan raut wajah memohon agar Jin
mau mendengarkan ucapannya. “pergilah temui namja itu dan segera kembali
tanpanya”.
Jin mulai tersenyum, namja itu berjalan pergi menuju
kamarnya untuk mengambil barang-barang yang tersimpan dilaci kamarnya. sebuah
Liontin JJ, foto JJ, serta accessories lainnya. Jin mengumpulkannya dan memasukan
semua barang-barang itu kedalam sebuah kardus berukuran sedang. Setelah
semuanya siap namja itu kembali keruang tamu. Memperlihatkan kardus itu pada
sahabatnya Rapmon, dan reaksi sahabatnya itu sangat bahagia ketika Jin mau
mendengarkan perkataannya. Dengan berlari menanggung beban yang sebentar lagi
akan dilepasnya, Jin masuk kedalam mobil dan langsung mengemudikannya dengan
tak sabar untuk segera sampai ketempat tujuannya. Rapmon yang sudah melihat
kepergian sahabatnya itu kembali masuk kerumah tapi terdengar suara seorang
namja memanggil taxi. Pandangannya terfokus pada namja didepan gerbang yang
segera memasuki taxi dan itu adalah Jimin. Rapmon melihat Jimin sepertinya akan
mengejar mobil Jin. Tanpa berfikir lama Rapmon mengambil kunci mobilnya dan mengemudikan
mobilnya yang baru akan dicuci untuk mengejar taxi yang sedang ditumpangi
Jimin.
Kejar-kejaran pun terjadi antara mobil Jin dengan taxi yang
dinaiki Jimin serta mobil Rapmon yang mengejar taxi Jimin. Dirinya tidak ingin
namja mungil itu tau seseorang yang akan berjumpa dengan Kim Seok Jin.
Kecepatan mobil Rapmon di gas maksimal untuk melewati taxi Jimin dan itu
berhasil. Sopir taxi dan Jimin terdorong kedepan saat rem diinjak secara
mendadak. Mobil Rapmon berhasil menutupi jalan taxi Jimin untuk mengikuti
kemana mobil Jin akan pergi.
Rapmon meminta Jimin untuk keluar dari dalam mobil, tidak
ada kecurigaan dalam benak Jimin maka dari itu namja mungil itu mengikuti
perintah Rapmon. Beberapa lembar Won diberikan pada sopir taxi dan rapmon
meminta sopir itu untuk segera pergi. Jimin tidak mengerti mengapa rapmon
menghentikan dirinya.
“apa ada keperluan kau tadi dirumah Jin? Ada apa Jiminnie?
Aku terkejut ketika melihatmu menaiki taxi dan pergi tergesa-gesa” pernyataan
Rapmon tidak menyinggung tentang Jin sama sekali, apa namja itu tidak tahu
bahwa Jimin berniat mengejar Jin. “aniyo aku tadi ... tidak sengaja... ingin
kerumah Jin-sshi tapi ketika dia pergi aku memutuskan untuk pulang saja” bohong
Jimin tanpa ada keraguan.
“kalau begitu masuklah kemobil ku jika kau ingin pulang
keApartemenmu aku akan mengantarmu. Untuk apa kau memanggil taxi, aku yakin
tadi melihatku juga di rumah Jin”
“aku hanya tidak ingin merepotkanmu” bohongnya kembali
sambil menggaruk belakang tengkuknya. Karena tidak bisa menolak permintaan
Rapmon akhirnya pengejaran Jin pun berhenti ditengah jalan. Jimin masuk kedalam
mobil Rapmon yang akan segera mengantarnya kembali ke Apartemen. Padahal namja
mungil itu sangat penasaran dengan namja yang tidak bisa digantikan oleh
siapapun dihati seorang pangeran Es. Mungkin ini adalah hari sial bagi dirinya.
-
[ Caffetaria Itaewon ]
Jungkook meminum minuman yang dipesannya, pakaian rapih dan
terlihat lucu mengikat tubuh idealnya. Dirinya akan bertemu kembali dengan
namja yang dicintainya beberapa menit lagi, rasanya sangat tidak sabar. Ketika
bertemu Jin di Apartemen Tae Hyung. Jungkook semakin terpesona akan ketampanan
Jin yang telah berubah dan tidak seperti dulu. Namja itu terlalu cuek pada
setiap kesempatan atau penampilannya. Memberikan kesan tak nyaman dalam benak
Jungkook yang sangat menyukai Fashion, walaupun begitu Jungkook tetap
mencintainya. Tapi sekarang namja itu sudah sangat berubah. Rasanya jungkook
sangat terlihat bodoh ketika melepaskan namja setampan itu 10 bulan yang lalu.
Berada di Amerika membuatnya tidak nyaman karena hanya ada Jin dalam
pikirannya. Membuat namja cantik itu tidak bisa berkonsentrasi dalam
pendidikannya ataupun kepentingannya dinegara tersebut. Karena itu Jungkook
meminta hal-abeoji nya untuk mengembalikan dirinya kekorea saja, dan saat
dirinya telah kembali. Jin sudah tidak bisa dihubungi bahkan tempat tinggalnya
juga sudah kosong. Saat itulah jungkook putus asa untuk mencari namja itu harus
kemana lagi.
“maaf membuatmu menunggu lama” suara berat itu menyadarkan Jungkook
akan kehadiran namja yang sedang ditunggunya.
Sebuah senyuman lebar terlihat
dipandangan Jin. Menghiasi keindahan cintanya dikehidupan 10 bulan lalu. 10
bulan seperti 10 tahun Jin merasakan kehilangan senyum dan ceria itu. bagaimana tidak? Jungkook meninggalkan dirinya tanpa memberikan salam perpisahan dengan keadaan hubungan mereka yang menggantung. Dan untuk
pertama kalinya semenjak kepergiannya suara itu kembali terdengar. Suara yang
menenangkan hati Jin dalam setiap keadaan gelisah.
“Jin-sshi, lama tidak bertemu”
To be continue...


karena akun google ku udah baek. dn aku juga udah janji mau review setiap chap.
ReplyDeletekereeen ceritanya kereeeeeeen :D
yaay!! selamat selamat ChinguXD ditunggu reviewnya lagi..:D ayoo ajak yang bias Jimin untuk baca blog ini{}{}
ReplyDeletewah ktmuan hayo loh sama2 baper
ReplyDeleteduh chim kesangkut nih dlm perbincangan
tersenyumlah untuk kebahagiaan pasangan yang telah lama terpisah:D
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeletegansamnida^^
ReplyDeletePadahal tinggal sedikit lagi Jin bakal bisa kembali pada Junkook.
ReplyDeletetapi lalu Jimin hadir di dalam hidupnya. siapa yang bakal dipilih nih, min?
Hai Jiyuu>< terimakasih sudah hadir dan memberikan jejakmu di blogku. hwaiting!!
Deletewaah susah juga nyari chap 6 nya tapi untung deh ketemu ...
ReplyDeletehm ... tapi kayaknya jin udh fix deh mau end ama jungkook ...
disini kok rapmonnya perhatian banget ama chimo ahay
Hay KhArmy>< terimakasih sudah memberikan komentarmu, ikutin terus ya kelanjutan ceritanyaa~hwaiting!!
Delete