BOY IN LUV JINJIMIN VER. Chapter 19 [ END ]





Sebenarnya sejak awal Jin memang tidak bisa tertidur, dan terus berpura-pura tidur agar tidak mengusik keromantisan 2 namja yang baru saja menjalin hubungan. Mungkin dirinya bisa melakukan itu jika bertemu dengan Jimin nantinya. Wajah Jimin selalu menghiasi fikirannya dan membuat kegelisahan yang tidak tertahankan. “aku merindukanmu Park Jimin” bisiknya dalam hati agar tidak terdengar. Namja tampan itupun tertidur dan berharap waktu bisa terus berputar dengan cepat agar pertemuannya dengan Jimin bisa segera dilakukan.

-

-

3 tahun berlalu semenjak kepergian Jin ke Amerika. Jimin yang sudah terbiasa akan hidupnya tanpa Jin mulai menyiapkan dirinya untuk pergi ke Universitas Shinhwa hasil dari beasiswanya. Sudah lama sekali Jimin tidak tahu kabar Jin maupun Jungkook yang berada di Amerika. Rasanya seperti baru kemarin dirinya satu sekolah dengan Jungkook, dan baru kemarin dirinya dipertemukan Jin.  “bagaimana keadaanmu Jungkook-ah” ucapnya sambil memandang jendela kamar Apartemennya. Tiba-tiba suara klakson mobil membuyarkan lamunan Jimin akan bayangan Jin yang terselip dihatinya. Ketika dirinya menoleh Rapmon terlihat sedang berdiri di ambang pintu mobilnya.

“apa tuan muda manis ku membutuhkan tumpangan?” ledek Rapmon sambil memberikan senyuman tampannya. Jimin hanya tertawa dengan tingkah Rapmon yang selalu saja menggodanya jika tidak ada Taehyung disampingnya. Tetapi namja yang berstatus kekasihnya sama sekali tidak keberatan akan hubungan yang begitu dekat akan Jimin dengan Rapmon. Min Yoongi menampilkan wajahnya disamping Rapmon berdiri dari balik jendela mobil. “annyeong Jimin-sshi” sapanya dengan sopan.

“annyeong Yoongi hyung” Yoongi memang satu angkatan dengan Jimin tetapi namja cantik itu sudah tidak naik kelas cukup lama di SMA nya yang dulu karena tingkah lakunya. Untung tahun kelulusan angakatan Jimin, Yoongi bertemu dengan Rapmon yang bisa mengubah sikap menyebalkan yang sejak lahir tercipta dari Yoongi. Dengan senyuman sinisnya Yoongi memberikan ocehan, “kau memanggilku hyung? Aku jadi malu jika terus-terusan kau memanggilku seperti itu” candanya.

“maafkan aku, kalau begitu aku akan memanggilmu dengan panggilan yang Jin berikan. Suga, Bagaimana?” kedua mata Yoongi memandang kearah Rapmon, dan namja itu sedikit tidak suka dengan panggilan yang dulu diberikan Jin pada kekasihnya. Jimin sadari ucapannya menyinggung masa lalu mereka “maafkan aku. Aku akan memanggil—”

“tidak apa-apa. apapun yang kau panggil pada kekasihku, aku akan menerimanya sebagai gantinya kau tidak menolak jika aku menggodamu” cibir Rapmon mendapatkan cubitan dari Yoongi langsung. “Apppo” ringisnya sambil menoleh dan langsung membalas kekasihnya yang berada didalam mobil dengan cubitan dipipi. Jimin menahan tawa dengan tingkah pasangan dihadapannya ini. Taehyung yang baru saja keluar dari Apartemen membawa syal milik Jimin yang ketinggalan. Langsung Taehyung lilitkan syalnya keleher Jimin yang sepertinya sudah merasa dingin akibat udara pagi Seoul. “gomawo hyung” Taehyung menepuk-nepuk syal itu mengisyaratkan agar udara dingin menjauhi Jimin. 

“aku akan berada di mini market sampai malam. Kau makanlah diluar dengan Yoongi dan Rapmon malam ini”

“hyung akan lembur ya malam ini di mini market? Apa tidak sebaiknya aku menggantikan hyung—”
“andwae! Aku melarangmu untuk bekerja dari dulu dan itu berlaku sampai sekarang” Taehyung berhadapan dengan Rapmon dan mengucap salam pada Yoongi seperti biasanya. Entah sejak kapan Taehyung telah akrab pada 2 namja yang sekarang menjalin pertemanan dengan Jimin. “aku titip Jiminnie ya. Dan Yoongi jaga kekasih mu ini dari dongsaengku jangan sampai menggodanya hingga Jiminnie ku menangis”

“hyuuung!” teriak Jimin kesal dengan lelucuan yang mempermalukan dirinya. Yoongi mengeluarkan jempolnya tanda mengerti. Jimin akhirnya menaiki mobil mewah Rapmon dan meninggalkan Taehyung yang berdiri sendirian didepan pintu Apartemen. Dalam perjalanan menuju universitas mereka, Rapmon membuka pembicaraan “Jimin, apa kau masih penasaran dengan kabar mereka yang tiba-tiba saja tidak meninggalkan pesan apapun selama 3 tahun?” Jimin dan Yoongi bersamaan memandang kearah namja yang fokus dengan kemudinya.

Jimin membuka suaranya dengan perasaan yang meragukan untuk menjelaskan isi hatinya “nde.. aku hanya ingin tau keadaan Jungkook-ah disana. Apakah operasinya berhasil atau tidak aku tidak tahu apa-apa. tapi aku yakin jika Jungkook-ah pasti selamat dan kembali kekorea untuk menemui kita nantinya. Entah itu kapan, pastinya kita akan bertemu dalam keadaan bahagia dengannya” Jimin terlihat murung jika mengingat Jungkook. Yoongi memukul pergelangan tangan Rapmon tidak terlalu keras. “kenapa kau tiba-tiba membahas itu? bukankah itu masa lalu yang tidak perlu dibahas lagi. Lagipula” suara Yoongi menghilang setelah melihat Jimin tertunduk. “kita tidak tau nasib namja malang itu” lanjutnya.

“bagaimana jika Jungkook telah berhasil dari masa-masa kritisnya? Bagaimana jika kanker Jungkook berhasil dibersihkan? Bagaimana jika Jin harus kembali padanya?” pertanyaan berurutan Rapmon membuat Yoongi mengarahkan pandangan sinis kearah Rapmon. Tentu saja itu menakutkan bagi Rapmon “aku hanya bertanya Chagi” singkatnya sambil merasa tidak enak hati. Dengan tetap tertawa bahagia Jimin memberikan pengertiannya “itu sangat bagus bukan, jika nanti Jungkook kembali kekorea dengan keadaan yang sehat, sangat sehat. Aku akan menemaninya sebagai sahabatnya” Rapmon hanya mendengar tidak berniat untuk melihat kearah belakang. sedangkan kekasihnya Min Yoongi sangat mengerti bahwa suara itu cukup gemetar. Senyuman itu begitu kuat dilihat Yoongi secara diam-diam. Tidak seperti dirinya yang dulu Yoongi sangat iri pada sifat Jimin yang begitu tegar menghadapi masalah cintanya. Berbeda dengannya yang harus  memaksakan apa yang diinginkannya.

Didalam perjalanannya memasuki gerbang Universitas Shinhwa ada sebuah banner besar yang bertuliskan nama Park Jimin tertera disana. Wajahnya juga terselip pada banner itu. 3 namja yang berada didalam mobil kebingungan dengan aksi mahasiswa yang memegang foto dirinya tak tau darimana mereka mendapatkannya. Jimin, Rapmon, Yoongi keluar dari mobil menarik salah satu yeoja yang memegang foto Jimin ditangannya. “ada apa ini? Kenapa semua orang membawa foto Jimin serta banner itu? apa artinya?” Rapmon bertanya pada yeoja cantik yang hanya membalasnya dengan senyuman. Lalu yeoja itu melepaskan genggaman Rapmon dan menghampiri Jimin yang berdiri disamping Yoongi.

“Jimin-sshi fakultas Art?” helaian rambut yeoja itu berantakan tersapu angin Seoul.

“nde. Waeyo?” Jimin melihat yeoja itu memegang HT untuk menghubungi seseorang. tidak berselang waktu lama ada beberapa namja menari ala boyband selama 4 menit dan membuat 3 namja yang kebingungan itu tidak mengerti. Musik yang hampir habis memberhentikan mereka dengan sebuah tulisan hangul terpotong-potong ‘saranghaeyo Park Jimin’ . “apa ini sebenarnya?” Jimin tidak mengerti dengan pagi harinya yang harusnya tenang berubah menjadi keanehan. Dalam keadaan yang membingungkan dirinya Jimin dikejutkan kehadiran Taehyung dari balik gerbang universitasnya.

“hyung apa yang kau lakukan di kampusku?” tanya Jimin pada Taehyung yang masih mengatur nafasnya tidak karuan “aku punya kabar... untukmu Jiminniekuu” salah satu tangannya mencubit pipi gempil Jimin.

“apa itu?” serempak ketiganya bertanya.

Taehyung langsung menunjukan salah satu jarinya keatas atap dan itu membuat ketiganya menghadap keatas. “ada apa hyung sebenarnya?” tanya Jimin lagi yang tidak menemukan apa-apa diatas selain langit biru. “kau harus menebak apa yang kukatakan” Taehyung memberikan beberapa kata kunci agar Jimin mengetahui kabar bahagia apa yang sedang menantinya. “atas, SMA, kau” pernyataan apa itu. jimin berfikir keras dengan maksud apa yang diucapkan hyung bodohnya ini. Tapi diingat ingat Jimin. “atap sekolah?” suara kecilnya berbunyi. Taehyung tersenyum ketika memandangi larian Jimin yang sedang mengarah pada sekolah lamanya. “rapmon-sshi minyoongi-sshi izinkan aku dari kuliah yaa” teriaknya tanpa mengerem dari lariannya. Memberi sedikit kedipan mata pada Rapmon dan namja disampingnya, Taehyung segera menyusul dongsaengnya yang telah lebih dulu pergi.

“apa yang namja itu katakan! Kami kan juga penasaran dengan kabar gembira itu” tidak mau kalah Rapmon segera berlari menyusul dengan Min yoongi disampingnya.

-

-

Langkah demi langkah menaiki tangga sekolah lamanya. Jimin berharap-harap cemas dengan kabar baik apa yang akan didapatkannya sampai nekat untuk membolos dalam masa beasiswanya. Tidak disangka berdiri seorang namja tinggi dengan perawakan tubuh yang begitu ideal sedang membelakangi Jimin. Jimin bingung harus bicara apa jika benar bayangan namja yang dirindukannya telah berada di pandangannya sekarang. Suara nafas Jimin yang tidak beraturan membuat sosok yang membelakanginya berbalik kearah Jimin berdiri. Dan benar dugaan Jimin.

“Jin-sshi..” tidak mau menunggu lagi, rasa rindu yang sudah lama dipendam kini bergejolak begitu kencang. Jimin langsung berlari dan melompat kearah pelukan Jin. Pelukan hangat yang telah lama tidak dirasakan mereka. Jimin menangis dan mulai sadar akan ketidak hadiran namja cantik yang selalu menemani Jin. “Jungkook-ah dimana?” tanya Jimin. Wajah sendu Jin terlihat tidak menyenangkan. Belum sempat Jin mengatakan apapun Jimin mulai menangis kencang. “Jungkook-ahhh...! tidak mungkin Jungkook-ah adalah namja kuat...tidak mungkin!” teriaknya sambil berlutut dihadapan Jin.

“kau memanggilku Jimin-sshi?”

Suara yang tidak asing lagi ditelinga Jimin mulai mengambil perhatian namja yang telah setengah menangis. “Jungkook-ah?” jimin meyakinkan lagi dengan berjalan mendekati Jungkook berdiri. Wajahnya tidak pucat lagi seperti dulu, suaranya juga terdengar normal. Rambutnya yang terakhir kali dilihatnya botak mulai tumbuh sedikit demi sedikit. “kami kembali Jimin-sshi” tidak ragu Jimin langsung memeluk Jungkook saat itu juga. “syukurlah kau...kembali aku senang...!” Jimin menangis bahagia dan Jungkook hanya tertawa kecil sesekali ketika rasa sesak dalam pelukan Jimin mulai dirasakannya. Jung Ho Seok datang dan mengganggu acara kerinduan Jikook moment.

“yaak! Park Jimin kau membuat Jungkook ku sesak nafas” Ho Seok langsung mengambil alih tubuh Jungkook dan menenggelamkannya kedalam dada bidangnya. “Jungkook ku?” heran ketika mendengar kata yang terdengar ambigu dalam kalimat Jung Ho Seok teman lamanya.

“nde! Jeon Jungkook milikku sekarang. Bukan namja yang berada dibelakangmu itu” sindirnya pada Jin. Jin hanya berdengus pelan sambil memandang lembut kearah Jimin. “jadi kalian...” Jungkook mencoba untuk menjelaskan sesuatu yang tidak dimengerti namja yang lebih tua 2 tahun darinya itu. “jimin-sshi.. aku dan Jin sudah tidak lagi menjalin hubungan seperti dulu. Karena aku sadar bahwa perasaanku terlalu memaksakan. Sejak awal bertemu denganmu, aku sudah sadar bahwa Jin telah menyukai dirimu. Maka dari itu aku terus menempel padamu dan mencoba untuk menjadi teman baikmu. Ternyata semakin mengenalmu aku semakin tau sisi baik pada sifatmu. Aku sudah memutuskan hubungan dengan Jin-sshi sebelum berangkat ke Amerika 3 tahun yang lalu” Jelasnya. “aku ingin kita tetap menjadi teman seperti dulu, dan sekarang aku kembalikan Jin padamu” Jungkook menyelesaikan lanjutan penjelasannya.

Jimin menggaruk kepalanya yang tak gatal, wajahnya memerah ketika mendengarkan penjelasan yang sedang membicarakan dirinya. Jin melangkah mendekati Jimin perlahan.

“namja bodoh!” teriak Jin pada salah satu telinga Jimin. Reflek Jimin menampar pipi Jin karena kaget. “yaak! Kenapa kau mengaggetkan ku seperti itu! kau yang jadi kena pukulanku kan!” ucapnya khawatir sambil mengelus pipi Jin yang tergambar tangan Jimin. Ini mengingatkan keduanya saat Jin begitu khawatir mendapati Jimin terbentur sebuah tiang dijalanan.

“ini sama seperti dulu aku memperlakukanmu, kau ingat?” jelas Jin meletakan telapak tangannya dikening Jimin. Jimin terdiam malu dan memandang ke arah Jungkook berada. Sepertinya Jungkook mengerti ketika Jimin melihat dirinya. “sebaiknya aku dan Ho Seok hyung pergi menemui Taehyung sekarang ini” melambaikan tangannya lalu menarik Jung Ho Seok untuk mengikuti dirinya. Ternyata yang dicarinya sedari tadi hanya mengintip ditemani 2namja lain dan salah satunya dikenali Jungkook pernah memukulinya. Tapi tanpa mau membahas masa lalu Jungkook dan Jung Ho Seok ikut-ikutan dalam posisi mereka yang sedang mengintip dibalik tangga darurat. Setelah melihat kedua namja itu pergi Jimin mulai memandang kembali tatapan mata Jin yang begitu dirindukannya.

“apa maksud ini semua sebenarnya, banner-banner itu kau juga yang membuatnya? Serta boybang aneh itu?” tanya Jimin dengan wajah kebingungan dengan tetap tersenyum manis.

“aku sudah tidak dipilih Jungkook ketika berada di Amerika, namja cantik itu mengatakan bahwa ada namja lain yang dirinya sukai. Namja yang selalu menemaninya ketika proses kemoterapi selama aku tidak ada” tutur Jin sambil mengaggumi wajah mungil dipenglihatan. “aku merindukanmu namja bodoh” lanjutnya.

“Jungkook menyukai namja lain? Itu tidak mungkin.. apa jangan-jangan Jungkook tau bahwa aku...kau..”

“dengarkan aku namja bodoh” kedua tangan Jin menghentikan kegelisahan Jimin yang sedari tadi mengacak rambutnya kasar. “jungkook bertahan hidup untuk bertemu denganmu dan mengembalikan aku pada hatimu. Aku juga sudah menjelaskan padanya, dan meminta maaf padanya karena ada namja lain yang sedang menungguku di Korea” tatapan mereka berhenti begitu lambat.

“menunggumu?”

“nde.. apa kau sebenarnya tidak menungguku? Aish!” gerutu Jin kesal karena Jimin sama sekali tidak romantis pada dirinya.

“aku tidak pernah menunggumu dasar namja menyebalkan” jimin melangkah pergi menuju pintu keluar namun terhenti ketika Jin menarik tangan kanannya. Bibir Jin dipertemukan bibir Jimin yang  sangat lama dirinya tidak rasakan lagi. Rasa manis yang menjadi favorite bagi Jin kini kembali. Sedangkan ditempat lain ada salah satu namja yang terbakar kesal karena Jin telah berani mencium dongsaengnya. Maka dari itu Taehyung dipindahkan keposisi belakang dalam pengintipan mereka dengan dibantu Jung Ho Seok yang menahan emosinya. Jin tersenyum iblis ketika menghentikan aksinya pada Jimin yang membulatkan kedua bola matanya tidak percaya dengan rona merah yang layaknya buah cherry. “apa yang kau lakukan dasar yadong!” karena malu Jimin hanya bisa memberikan pukulan demi pukulan. Tetapi pelukan hangat memberikan respon baik pada Jimin. Jimin memang sangat merindukannya. Dan itu berhasil membuat Jimin tenang. Mereka berpelukan ditempat favorite mereka semasa SMA dulu.

“aku menyukaimu Park Jimin. saranghae” bisiknya lembut pada telinga Jimin.

Jimin mengangguk dan membalas lembut “nado saranghae Kim Seok Jin”. Taehyung yang sudah lama menahan emosinya tidak terima akhirnya keluar tanpa ada yang bisa menahannya lagi “yaak! Aku tidak izinkan kalian menjalin hubungan! Jin jika ingin mengambil hati dongsaeng manis ku, kau harus meminta restu padaku dulu!” teriaknya taehyung tidak terima. Rapmon dan Min yoongi menyusul dari belakang. jin sangat kaget ketika melihat namja psikopat itu bersama Rapmon sambil bergandengan tangan. jungkook dan Jung ho seok ikut masuk ketika kondisi sudah tidak lagi terkkontrol. Rapmon menendang badan Jin hingga terdorong kebelakang.

“kemana saja kau seulki! Kenapa tidak ada kabar sama sekali tentang dirimu selama disana! Sudah 3 tahun ini dasar kau seulki! Untung saja tidak ada namja genit yang berhasil menaklukan Jimin mu” kesal rapmon sambil menjepit kepala Jin diantara tubuh dan lengannya. Jin merintih meminta untuk dilepaskan. Dilain sisi Min yoongi datang kearah Jin. Itu membingungkan Jin sebenarnya. “kau?”

“maafkan aku yang dulu posesif padamu Jin-sshi.. aku juga meminta maaf pada mu Jungkook-ah karena sudah melukaimu” kedua mata Yoongi berpindah dari mengarahkan pandangan pada Jin menjadi pada Jungkook. Mendengar itu jungkook hanya tersenyum ramah dan mendekap kekasihnya Jung Ho Seok disampingnya. Rapmon memberikan penjelasan pada sahabat lamanya itu tentang hubungannya dengan Yoongi. “kau tidak perlu takut, yoongiku sekarang sudah menjadi namja manis sama seperti Jiminmu” tidak percaya dengan hubungan Rapmon, jin hanya melongo pada keduanya.

“jadi kalian?”

“nde.. aku dan Rapmon sudah resmi berhubungan satu dengan yang lain. Kami bahkan akan bertunangan sebentar lagi” menunjukan cincin di jari manisnya. Rapmon memandang sombong kearah Jin “kapan kau akan melakukan hal yang sama seperti ku? Jadilah namja sejati seulki”

“padahal kau baru kemarin sore menyukai namja, sekarang sudah selangkah lebih maju dariku” semua tertawa.

Taehyung merangkul Jimin dan memberikan semangat pada namja itu dengan tepukan dipundaknya. Jimin menoleh kearah saudaranya yang selalu memberikan dukungan dalam tindakan apapun. hanya taehyung yang dimiliki Jimin selama ini. dan dirinya tidak pernah ingin berpisah dari taehyung “kau sekarang telah memiliki seseorang yang sepertinya bisa menjagamu” jelas Taehyung.

“taehyung hyung..aku..”

“Jiminnie... aku adalah hyung bagimu, dan aku senang jika tugasku sebagai hyung telah selesai. Aku bahagia karena berhasil menjagamu selama Appa dan Eomma tidak ada. Sekarang tugasku telah digantikan orang lain. Aku harap namja itu bisa menjagamu dengan baik” Jimin tersenyum pada taehyung dan memeluk namja yang tingginya sama dengan dirinya itu.

-

Kini kehidupan mereka telah berubah sepenuhnya. Jin menggandeng pergelangan tangan Jimin dan mengajak namja itu untuk pergi meninggalkan tempat yang sudah tidak aman bagi mereka berdua. Untuk sekarang rasanya Jin menginginkan dirinya hanya berdua dengan namja yang disukainya yaitu Park Jimin.

Jungkook memandang langkah mereka yang semakin menjauhi dirinya dan teman-teman lainnya. Jung Ho Seok yang sebelumnya sedang bicara dengan Taehyung langsung menghampiri Jungkook. “apa kau baik-baik saja?” tanyanya cemas pada Jungkook yang memandangi sendu kepergian Jin dengan Jimin. Mendengar itu Jungkook bisa tetap tersenyum, walaupun dirinya tahu bahwa Jung Ho Seok tidak akan bisa ditipu dirinya.

“gwenchana yo~” Jungkook menarik Jung Ho Seok untuk kembali bicara dengan Taehyung. Taehyung yang sebelumnya termenung kembali disadarkan karena kedatangan Jungkook dan Jung Ho Seok. “apa semua baik-baik saja?” taehyung memandang kedua namja yang berstatus pasangan. Jungkook tentu saja mengangguk, menggambarkan tidak ada masalah apa-apa. Jung Ho Seok mulai menanyakan hal sesuatu yang tidak Jungkook ketahui dari awal. “apa kau menerima Jin yang akan menggantikan posisimu untuk menjaga Jimin?”

“nde.. mau bagaimana lagi. Jimin tidak akan pernah bisa menerimaku yang telah menjalin hubungan cukup lama sebagai hyungnya. Sedikit menyesal tapi aku percaya bahwa posesifku padanya hanya akan membuat hubunganku dengan Jimin menjauh” ceramah taehyung membuat Jung Ho seok sedikit geli mendengarnya.

“untuk pertama kalinya aku mendengar kau bicara seperti itu..sedikit kaget”

“aku akan percayakan Jimin pada Jin, sekali saja dia membuat kesalahan aku tidak akan pernah merestui mereka kembali” sindirnya dengan lirikan tajam kearah Jung Ho Seok. Jungkook yang mendengarnya hanya tertawa kecil. “kau tenang saja. Jin adalah namja yang luar biasa” jelas Jungkook. Taehyung yang tiba-tiba mendapat respon dari mantan majikannya langsung tersipu malu. Karena namja itu adalah mantan dari kekasih Jimin sebelumnya.

-

-

Jin yang membawa Jimin berlari mendapatkan pertanyaan dari namja manis yang sedang digandengnya menjauhi SMAnya, “kemana kita akan pergi namja menyebalkan?” Jin menoleh kearah Jimin dengan pesona yang begitu Jimin rindukan. 

“Kita akan ke Amerika”

TAMAT





BOY IN LUV belum berakhir disini? à berhubung Rating Viewers sangat bagus dalam Fanfic ini, Author sedikit memiliki Project adanya BOY IN LUV 2 yang trailernya akan segera di postkan. Jangan kecewa dengan Endingnya ya.. dan pastinya semua member BTS akan mendapatkan jodohnya didalam Fanfic ini. Apakah Vmin atau JinJimin, semua akan lebih detail di BOY IN LUV 2. Mungkin. :D Terimakasih sudah mengikuti jalan cerita BOY IN LUV JINJIMIN VER. sampai akhir. Tunggu ya kelanjutannya yang sedang di Project.





Comments

  1. Akhirnya selesai juga :D waaah, season 2 nya konfliknya bakal kayak apa niiih? (^-^)

    ReplyDelete
  2. kaya apa yaa?? ditungguu chinguuu XD ^^

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts