BOY IN LUV JINJIMIN VER. [ NAMGI ] Special Edition
-
MIN YOONGI A.K.A SUGA
-
KIM NAM JOON A.K.A RAPMON
Cerita
ini akan lebih mudah dimengerti jika sudah membaca BOY IN LUV JINJIMIN VER.
Cast bukanlah milik Author. Tapi milik Big Hit Entertaiment, Cast member dari
boyband BANGTAN BOYS alias BTS. Dengan fansclub bernama ARMY. Author salah
satunya. Author berharap kalian menyukai cerita cinta NAMGI ini yang menurut
Author sangat serasi jika di Pairingin :D hanya pendapat Fujoshi Author,
selebihnya dibebaskan untuk meng-shipperin siapa aja dimember BANGTAN. Karena
BANGTAN adalah ARMY. ARMY adalah BANGTAN.
Rapmon
memakirkan mobilnya digerbang sebuah kediaman yang sudah tidak asing untuknya.
Dengan santainya, namja tinggi itu hanya menunggu diluar dengan suhu dingin
yang menemani. Suhu dingin siang ini mengharuskan Rapmon menggunakan jaket
tebal setiap akan beraktivitas termasuk sekarang agar tidak terkena flu.
Berjalan mundar-mandir sedikit memberikan kecurigaan pada penjaga gerbang
dikediaman yang ditunggu Rapmon sejak pagi. Kepala penjaga itupun segera
menghampiri Rapmon yang seperti orang kebingungan, “annyeong. Apa ada seseorang
yang tuan tunggu dari kediaman ini?” tanyanya langsung.
“nde.
Aku menunggu pemilik kediaman ini, namanya Min Yoongi apa dia ada?” Rapmon
mulai menjelaskan maksud mundar-mandirnya yang membingungkan.
“apa
anda temannya?” tanyanya lagi, dengan memikirkan wajah yang pernah dilihatnya.
“sepertinya saya pernah melihat anda” Rapmon merasa tidak enak jika pengawal
Min Yoongi masih mengingat aksi brutalnya memasuki kediaman Yoongi saat bersama
Jin beberapa waktu lalu.
“anda
sepertinya salah orang. Karena ini pertama kalinya saya datang menemui Yoongi”
bohongnya. Penjaga itu hanya mengangguk dan meminta Rapmon untuk memasukan
mobilnya ketika pintu gerbang dibuka. Setelah mobil Rapmon masuk penjaga itu
menghubungi salah satu pelayan kediaman Yoongi agar mengabarkan kedatangan
seorang tamu tuannya.
Min
Yoongi yang sedang asik bermain piano dikamarnya mulai merasakan gangguan dari
ketukan yang beberapa kali singgah dipintu kamarnya. dengan terpaksa namja itu
membuka pintunya kasar. “kenapa menggangguku?!” bentaknya pada pelayan yang
menunduk dihadapannya. Pelayan itu memberikan alasan mengapa dirinya mengganggu
kegiatan sang majikan. Min Yoongi meminta pelayan itu pergi dan mengatakan pada
tamu itu agar menunggunya diruang tamu. Pintu kamar itupun tertutup dari dalam.
Berseling 10 menit akhirnya Yoongi keluar dengan pakaian yang cukup rapih dari
sebelumnya. sebenarnya bagi Yoongi dirinya rapih atau tidak bukan hal yang
penting, karena memang selama ini yang datang menemuinya seseorang yang tidak
ada kepentingan bagi dirinya. Tamu-tamu yang datang biasanya menanyakan
pekerjaan Appa dan Eomma Yoongi yang tidak tau harus dirinya balas apa. tapi
ternyata firasat Yoongi sangat baik. Persiapan yang rapih membuat namja yang
menunggunya terpesona akan kecantikan sederhana Yoongi. “kau?” heran Yoongi
dengan kedatangan Rapmon dikediamannya.
“aku
belum sempat meminta nomor telponmu. Aku datang untuk memintanya” senyuman
Rapmon terkesan sangat gentle, dan Yoongi hanya malu tidak berkutik. Yoongi
berfikir akan salah jika dirinya dekat dengan namja sebaik Rapmon. Suatu saat
pasti sifatnya yang menyebalkan akan keluar dan membuat namja baik ini menjadi
membenci dirinya.
“bagaimana
bisa kau kerumahku?” sinisnya dengan tatapan yang acuh. Rapmon langsung menebak
namja cantik dihadapannya sedikit berubah dari saat dirinya bertemu di bandara
Incheon. Itu tidak akan menghilangkan perasaan Rapmon. Fikirannya mengambil
kesimpulan Yoongi mulai menjauhinya.
“sudah
kukatakan jika aku pernah kesini bahkan masuk kekamarmu yang menjadi planet Jin
selama kau mencintai namja itu” cibirnya sedikit membuat salah satu alis Yoongi
terangkat keatas. “aku sudah tidak menjadikan kamarku planet Jin. Aku sudah
mengganti semuanya agar nyaman dengan kehidupan baruku”
“kalau
begitu. Mau temani aku pergi untuk membeli minuman hangat?” Yoongi diam, sebisa
mungkin Yoongi harus menjaga jarak dengan namja yang mencoba untuk mendekati
kehidupan pahitnya. “aku tidak bisa. Lebih baik kau mencari orang lain untuk
menemanimu membeli minuman hangat” Yoongi berbalik dan menaiki beberapa tangga
menuju kamarnya lagi. Rapmon menahan tangan Yoongi “aku ingin kau yang
menemaniku”
Yoongi
menghempaskan tangan Rapmon dengan kasar keudara, “sudah kukatakan aku tidak
bisa! Berhenti untuk mendekatiku! Kau akan terluka nantinya” kata-kata Yoongi
terasa keluar tanpa perintahnya. Dan akhirnya Rapmon menyadari tentang
fikirannya yang menebak dengan sangat tepat. “aku tidak perduli jika harus
terluka karenamu. Jadi kau mengkhawatirkan aku?”
Tatapan
Yoongi langsung memandang wajah Rapmon yang berdiri dibelakangnya dengan
perasaan percaya diri mengatakannya. Waktu terasa berhenti saat mereka saling
berpandangan tanpa memperdulikan apakah pelayan kediaman itu menyaksikannya
atau tidak. Yang mereka tau, moment ini terasa bergerak lambat. Yoongi mulai
tersadar dengan apa yang difikirkannya tidak akan berjalan dengan mudah. Tapi
Rapmon masih saja terus menerus memohon untuk Yoongi dapat menemaninya keluar.
Walau hanya sekedar membeli minuman hangat. Asal berdua dengan namja cantik itu
Rapmon rela untuk memohon. “kau mau kan menemaniku, hanya sebentar aku janji”
pintanya dengan mencoba memegang tangan Yoongi kembali. Yoongi yang merasakan
genggaman itu mulai mencairkan sikapnya dengan kelembutan yang belum pernah
dirasakan Yoongi sebelumnya. tidak ada yang pernah memohon padanya. Tidak ada
yang menganggap keberadaannya. Tidak ada yang mengharapkannya. Dan sekarang
mengapa ada namja yang datang begitu memohon, begitu mengaggap dirinya ada, dan
begitu mengharapkannya. Apa karena namja itu tidak mengetahui sikap gilanya?
Yoongi membanting kembali genggaman Rapmon dan beranjak dari posisinya. “aku
akan bersiap-siap” pesannya sebelum pergi meninggalkan Rapmon di ruang tamu
sendirian.
“baiklah
aku akan menunggumu disini, duduk manis dan tidak akan pergi kemana-mana”
ucapan Rapmon semangat dengan cengiran bodoh, namja itu sadar tidak didengarkan
Yoongi karena namja cantik itu telah lebih dulu meninggalkannya. Rapmon tidak
perduli yang penting Yoongi telah mau pergi dengannya. Sudah hampir 10 menit menunggu
Yoongi tidak kunjung datang. beberapa pelayan datang memberikan teh hangat dan
Rapmon dipersilahkan untuk meminumnya. Rapmon mengangguk pada pelayan yang
langsung pergi setelah meletakan minuman untuknya. “aku tidak akan minum
sebelum bertemu denganmu Min Yoongi” gumamnya pelan sambil tetap berdiri
menunggu. Yoongi yanga tadinya berniat menjebak Rapmon dengan teh itu ternyata
gagal. Rapmon sama sekali tidak meminumnya dan masih setia menunggunya.
Bukankah Rapmon hanya ingin pergi untuk membeli minuman hangat, maka dari itu
Yoongi meminta pelayan untuk membuat minuman hangat tapi sama sekali tidak
diminum Rapmon. Seandainya Rapmon meminum tehnya Yoongi memiliki alasan untuk
tidak ikut pergi dengannya. namja itu benar-benar berniat untuk mendekati dirinya.
Setelah sudah siap dengan pakaiannya, Yoongi turun kebawah menemui Rapmon yang
sedang menunggu. Memang sampai kapanpun wajah cantik Yoongi tidak akan pernah
hilang, dengan pakaian apapun yang dikenakannya. Bagi Rapmon Yoongi akan selalu
tetap menjadi peri cantik untuk dirinya. “ada apa?” merasa tidak enak
diperhatikan Yoongi mulai berkomentar akan pandangan Rapmon yang tidak berkedip
menatapnya. “apa aku aneh?” tanyanya lagi sambil memeriksa lagi pakaian yang
dikenakannya.
“aniyo...
aniyo! Kau..” kata-katanya terputus,
“kau.. kau sangat cantik maksudku tampan .. aniyo.. maksudku manis!” wajah
merah ketika melanjutkan kalimatnya. Yoongi yang mendengarnya juga ikutan salah
tingkah tidak bisa melihat Rapmon lebih lama. “hentikan ucapan itu. ayo pergi”
Rapmon sekarang semakin mengerti tentang Yoongi yang sama sekali belum pernah
dipuji sedikitpun. Seharusnya dirinya tidak ikut-ikutan malu dan dapat
membangunkan rasa percaya diri namja cantik itu. “bodohnya kau Kim Nam Joon”
kritiknya pada diri sendiri.
Dalam
perjalanan banyak pertanyaan yang diberikan Rapmon pada Yoongi. Tetapi Yoongi
hanya membalas seperlunya tanpa menanyakan kembali pertanyaannya. Itu membuat
Rapmon semakin bersemangat untuk mendekati Yoongi. Dan tibalah mereka disebuah
Cafe Hollys Coffe yang terletak di Yangpyeong-ro Yangpyeong-dong 4-ga,
Yeongdeungpo-gu, Seoul. Rapmon sudah sering ke Cafe ini karena kelezatan kue
dan minumannya telah terjamin. Namja itu berharap Yoongi juga menyukai Cafe
yang telah menjadi favoritenya. Salah satu pelayan yang mengenali Rapmon segera
menghampiri, “wahh tuan Nam Joon sudah lama tidak kesini. Biasanya dengan
yeoja” sindir sang pelayan tanpa mengetahui bahwa Rapmon sedang mengincar namja
yang duduk berhadapan dengannya. rapmon tersenyum sedikit mengintimidasi
pelayan yang seenaknya bicara tanpa bertanya menu atau apapun padanya. Yoongi
berpura-pura tidak mendengar dengan masih mengacuhkan Rapmon. “pelayan Jang
bisakah kau memberikan Hot Chocolate padaku dan namja didepanku?”. Pelayan itu
hanya mengangguk dan langsung mencatat pesanannya dari pelanggan lamanya lalu
pergi untuk mengabil pesanan yang dipesan. Rapmon memperhatikan kepergian
pelayan Jang teman lamanya, suara Yoongi pun menyadarkan akan perhatiannya.
“kau begitu dikenal ya disini. Apa ini tempat favoritemu dengan yeoja-yeoja
cantik?” masih dalam keadaan sinis Rapmon mendapatkan pandangan yang semakin
tidak mengenakan akan keberadaannya.
“nde..
dulu aku sering kesini dengan teman-teman yeojaku serta namja pastinya. Tapi
mereka semua hanya teman”
“yeojachigu
mungkin maksudmu?” tatapannya tidak beralih dari jendela yang memberikan
pandangan luar Cafe. “kau cemburu?” Yoongi menoleh dan beranjak pergi dari
kursinya, Rapmon mencegah dengan memaksa Yoongi untuk kembali duduk lagi. “aku
hanya bercanda, kenapa sih kau berbeda dengan sikapmu sebelumnya. kau ingat di
bandara Incheon? Kau begitu ramah saat membicarakan Jin. Kenapa sekarang tidak
ada keramahan dalam dirimu?”
“inilah
aku yang sebenarnya. Jadi berhentilah mendekatiku jika kau tidak ingin sakit
hati terus-menerus”
“berhentilah
menutup dirimu untuk orang lain, apa sampai sekarang kau masih menyukai Jin
walaupun kau mengatakan dirimu ingin memulai hidup baru. Waeyo? Waeyo kau tidak
mencoba untuk membuka hatimu untukku?” teriakan Rapmon menyadarkan seluruh
pengunjung akan pembicaraan yang tidak wajar antara kedua namja yang sedang
berdebat. Yoongi melihat sekeliling Cafe sedang memandang kearahnya. Rasanya
sangat malu menjadi pusat perhatian seluruh pengunjung. “bisakah kau tidak
membicarakan ini dengan kencang? Kita telah menjadi pusat perhatian”
“aku
tidak perduli” Rapmon mengedurkan suaranya agar tidak membuat Yoongi merasa
malu akan sifatnya yang reflek. “Yoongi bisakah kau melupakan masa lalumu? Aku
tidak memintamu untuk membuka hatimu untukku. Tapi setidaknya aku ingin kau
nyaman menjalani hidup barumu”
“aku
sudah nyaman Nam Joon-sshi” kedua mata Yoongi menangkap pandangan tajam yang
berteriak dari Rapmon. Namja dihadapannya sangat butuh penjelasan darinya yang
sepertinya telah diketahui mulai menghindar. “lalu kenapa kau seperti
menjauhiku? Kau menjauhiku karena kau mengingatku sebagai teman Jin kan? Aku
memang temannya tapi aku tidak ingin masuk dalam masalah kalian”
“aku
menjauhimu bukan karena kau adalah teman Jin-sshi. Aku hanya tidak ingin kau
memiliki perasaan padaku nantinya. Awalnya berteman, lalu kau meminta lebih,
terus aku menyakitimu dengan sikapku, dan selanjutnya kau akan pergi sama
seperti Jin-sshi yang meninggalkanku.. aku hanya tidak ingin itu terjadi..
hanya itu” Yoongi menggigit bibir kecilnya untuk menutup rapat agar tidak
kembali berucap lebih banyak tentang isi hatinya. Wajah Rapmon yang sebelumnya
kesal akan penolakan Yoongi melembutkan sentuhannya pada tangan Yoongi yang
sedari tadi diam diatas meja. “dengarkan aku Yoongi, aku sama sekali tidak
pernah berfikir sejauh itu. tapi aku ingin kau yakin padaku kalau aku tidak
akan pernah meninggalkanmu. Aku memahami semua sifatmu, aku ingin kau merasakan
sifatku juga. Kau mau kan memulai semua hidupmu yang baru denganku?”
“kau
bercanda? Bukankah kau menyukai yeoja?”
“aniyo!
Aku sama sekali tidak bercanda, aku memang awalnya menyukai yeoja tapi sekarang
aku telah menyukaimu. Aku tidak tau kenapa tapi saat pertama kali berada
dikamarmu. Aku merasakan ketulusan kau membuat planet Jin. Dan rasanya Jin
benar-benar sangat beruntung mendapatkan perhatian sebesar itu dari hatimu. Aku
memang baru memasuki kehidupan menyukai namja tapi..” Rapmon memegang erat
tangan Yoongi yang sebelumnya meronta untuk dapat dilepaskan, “tapi aku ingin
memulai bersamamu Yoongi. Ini adalah awal untukku, dan kehidupan baru untukmu.
Bukankah kita dapat memulai bersama-sama?” ucapan Rapmon mengingatkan pada
dirinya yang pernah mengatakan hal yang sama pada Jin.
“aku..adalah
bayanganmu Jin. Aku sama denganmu. Memiliki orang tua yang tidak pernah untuk
menemani hidupmu. Kau itu diriku! Kita itu sama.”
Yoongi
kembali menghadap kearah sekelilingnya yang memperhatikan genggaman tangannya
dengan Rapmon. Dengan sekuat tenaga Yoongi melepaskan genggaman itu, agar
Rapmon tidak lebih malu dari ini. “apa kau berfikir aku malu menggandeng
tanganmu seperti tadi? Apa karena kita sama-sama namja dan aku baru masuk
keduniamu dan Jin? Apa hanya karena itu aku malu?” Yoongi memundurkan wajahnya
dengan kedatangan wajah Rapmon yang mendekati posisi duduknya. Bagaimana bisa
Rapmon bertingkah seperti ini ditempat umum. Ini terlalu terang-terangan.
Rapmon yang merasa Yoongi masih menutup wajahnya malu, mulai bertingkah untuk
semakin membuat malu namja cantik dihadapannya. Namja tampan itu berdiri diatas
meja dan Yoongi langsung membuka kedua tangannya yang menutup hampir seluruh
wajah miliknya. “apa yang kau lakukan?” Rapmon tidak merespon dan tetap berdiri
diatas meja. Menjadikan dirinya pusat sorotan agar diperhatikan para pengunjung
Cafe. “kau jangan seperti ini, turuuun! Yaak Kim Nam Joon!” bisikan Yoongi
tidak didengar.
“semua
pengunjung Cafe, namaku Kim Nam Joon. Dan aku normal aku menyukai yeoja sejak
aku lahir dan bagiku menjalani hidup lurus-lurus saja sudah menjadi makanan
sehari-hariku. Putus-nyambung-putus itu sudah menjadi hal yang wajar dalam
hidupku. Kalian bisa bertanya faktanya dari setiap pelayan di Cafe ini yang
hampir semua mengenalku. Benarkan pelayan Jang?” tanyanya membingungkan ketika
pelayan Jang siap meletakan Hot Coffe pesanan Rapmon. “ah..nde” balasnya
singkat dengan ekspresi wajah bodoh.
“dan
aku disini ingin memperkenalkan namja cantik dihadapanku. Namja cantik yang
membangun perasaanku untuk dapat mencintainya. Dia selalu menolakku, menolak
keberadaanku dan aku harus bekerja keras untuk membuktikan aku telah jatuh hati
padanya. Aku orang yang frontal, pernah berhubungan dengan yeoja dan sebagainya
maka dari aku ingin membuktikan ketulusan cintaku. Bahwa aku ingin menjalani
kehidupan baruku ini bersama namja cantik dihadapanku bernama Min Yoongi”
pidatonya pun selesai dengan beberapa tepukan yang menemani pidato akhirnya.
Tapi kelanjutan tepukan itu disambut semua yang juga ikut-ikutan untuk memberi
partisipasi atas pidato cinta yang diberikan pada Rapmon. Semuanya tertawa dan
tersenyum ramah akan kejujuran tanpa memandang jijik sedikitpun kearah 2 namja
yang sekarang tengah bergandeng mesra. “bagaimana pidatoku? Apa aku segila
dirimu?”
Yoongi
menangis mendengar semua yang diucapkan Rapmon tanpa malu, “kau memang gila”
tapi itu bukanlah tangisan sedih tapi tangisan haru karena Yoongi untuk pertama
kalinya dicintai seseorang dengan tulus. “apa itu semua membuktikan kalo aku
mencintaimu, sangat mencintaimu?”
Yoongi
mengangguk dan langsung memeluk Rapmon yang telah membuka kedua tangannya agar
dapat didekapnya. “nado..nado saranghae” Yoongi berucap lembut. Seluruh
pengunjung bertepuk tangan, satu ruangan Cafe itupun penuh dengan senyuman dan
ramainya tepuk tangan. rapmon melepaskan pelukannya, memandang semua orang yang
memberikan respon positive atas pengakuannya yang tidak wajar. Rapmon siap
beranjak dari posisinya untuk meninggalkan Cafe yang menjadi saksi hubungan
NamGi. Sebelumnya kepergiannya Rapmon, “pelayan Jang” panggilnya. Seseorang
yang disebutkan namanya datang dengan cepat. “aku akan membayar pesanan
pengunjung disini. Berikan mereka pelayanan terbaik”
“kau
memang sangat gila, Kim Nam Joon” bisiknya dalam dekapan Rapmon. Rapmon sangat
senang melihat senyuman yang terpancar dari bibir Yoongi yang sangat jarang sekali
tercipta. Kini untuk pertama kalinya Yoongi memberikan senyuman itu untuk
dirinya.
“baik
tuan” pelayan Jang membungkuk diikuti seluruh pengunjung menandakan terimakasih
pada namja yang hendak pergi. “nanti hubungi aku, akan aku kirim bayarannya kerekening
Cafe ini. Arraso?”
“nde
tuan!”
“aku
akan pergi menjalani hubunganku dengan namjachingu cantikku” Rapmon memasuki
mobil dan meninggalkan Cafe Hollys kesukaannya, untuk bersama Yoongi hanya
berdua.


Comments
Post a Comment