BOY IN LUV JINJIMIN VER. [ VMIN ] Special Edition
PARK JIMIN A.K.A JIMIN
Cerita
ini akan lebih mudah dimengerti jika sudah membaca BOY IN LUV JINJIMIN VER.
Cast bukanlah milik Author. Tapi milik Big Hit Entertaiment, Cast member dari
boyband BANGTAN BOYS alias BTS. Dengan fansclub bernama ARMY. Author salah
satunya. Author berharap kalian menyukai cerita cinta VMIN ini yang menurut
Author sangat serasi jika di Pairingin :D hanya pendapat Fujoshi Author,
selebihnya dibebaskan untuk meng-shipperin siapa aja dimember BANGTAN. Karena
BANGTAN adalah ARMY. ARMY adalah BANGTAN.
“hyung
apa tidak apa-apa aku meninggalkanmu sendirian dan pergi ke Amerika? Itu
bukankah tidak adil. Bagaimana jika hyung ikut juga, Jin kan juga sudah meminta
dengan memohon” Jimin memeluk Taehyung dari belakang yang sedang sibuk
menghitung pengeluaran untuk kehidupannya serta pembayaran kuliah Jimin.
“berhentilah mengajakku Jiminnie. Aku tidak akan pernah mau, dan aku tidak
ingin menahanmu untuk pergi bersama namja yang kau cintai”
“hyung
membenciku ya?” tanyanya pelan dengan melonggarkan pelukannya.
“aniyo.
Jangan berbicara sesuatu yang aneh Jiminnie. Kau itu dongsaengku, turuti saja
kata-kataku maka kau akan bahagia”
“bagaimana
dengan kata-kataku? Apa hyung tidak mau mendengarkan” Jimin yang lelah meminta
mulai mengambil sedikit jarak dari Kim Taehyung. namja manis itu mempoutkan
bibirnya dengan tidak memandang kearah dimana Taehyung berada. “kenapa hyung
selalu memintaku untuk mendengarkanmu sedangkan hyung sendiri tidak mau
memenuhi permintaanku, waeyo?” taehyung sudah tidak konsen dengan pekerjaannya
karena sikap Jimin yang terus-menerus merajuk agar dirinya mau menerima tawaran
pergi ke Amerika. Taehyung bukannya tidak menginginkan untuk berada disamping
Jimin. hanya saja namja yang tidak kalah manis bernama Taehyung itu belum siap
untuk melihat sosok yang dicintainya menjalin hubungan dengan orang lain.
Seharusnya Jimin sadar akan hal itu.
“aku
harus pergi keluar” Taehyung beranjak dari tempat duduknya dan melangkah kearah
lemari untuk mengambil mantel musim dinginnya. Jimin hanya diam tapi tidak lupa
bertanya kemana Taehyung akan pergi, “hyung akan pergi kemana?”.
“aku
baru ingat ada shift malam di mini market. Temanku tiba-tiba sakit dan
mengabariku shift malamnya tidak bisa dilakukannya. Aku pergi ya Jiminnie,
jangan rindukan aku” godanya terakhir lalu menghilang dari balik pintu.
Perasaan takut kehilangan itu memang selalu ada. Dimana sejak kecil mereka
selalu bersama. Taehyung hanya diam diluar pintu kamar Apartemennya, belum
berniat untuk pergi. Ingatan masa kecilnya tidak dapat berhenti untuk melintas
dalam fikirannya. “apa kau ingat masa kecil kita Park Jimin?”
Flashbackon
Taehyung yang berusia 7 tahun sedang bermain
bola sendirian ditaman kediamannya yang cukup luas. Karena merasa bosan kaki
kecilnya berlari kearah seorang yeoja cantik bernama Im Yoon Ah yang sedang
mencoba menidurkan namja kecil dipangkuannya. Namja kecil itu seusia dengan
Taehyung. Rasanya bermain sendiri itu sangat tidak menyenangkan, dengan manja
Taehyung meminta yeoja itu agar membangunkan namja kecil yang setengah
tertidur. “Eomma.. bangunkan Jiminnie.. aku mohon, aku ingin bermain bola
bersama dengannya”
“Taehyung-ah pergilah bermain sendiri,
dongsaengmu kan baru saja ingin tidur” perintahnya lembut agar Taehyung
mengerti tanpa harus merajuk. Tetap saja yang namanya Taehyung-ah tidak akan
pernah kehabisan akal. Dirinya berlari sedikit menjauh dan melemparkan bola
miliknya kenamja kecil yang sedang nyenyak menikmati tidur siangnya. “Apppoooo!
Hyung-ah!” teriaknya sambil memegang kepalanya yang habis terkena bola. Eomma menatap
marah pada Taehyung yang agak kasar membangunkan dongsaengnya. “Kim Taehyung,
kau menyakiti Jiminnie. Jangan sekasar itu bukankah kau hyungnya?”
Merasa bersalah Taehyung langsung berjalan
merunduk untuk mendekati posisi Eommanya, “mianeyo Jiminnie, Appo?” Taehyung
sadar bahwa statusnya adalah hyung untuk Jimin. bukan kebalikannya. tetapi
memang bulan Jimin lebih dulu dibandingkan dirinya, hanya saja Taehyung yang
meminta Eomma dan Appanya menjadi hyung untuk Jimin. itu tidak mendapatkan penolakan
dari kedua orang tua Taehyung. malah akan menjadi dukungan agar Taehyung bisa
menjadi pelindung untuk namja kecil yang sebatangkara seperti Jimin. taehyung
mengelus kepala Jimin yang memerah karena ulahnya. “sakit..sakit..pergilah”
ucapnya sambil tersenyum manis pada Jimin. berseling beberapa menit setelah
pernyataan maaf, Appa Taehyung alias tuan Kim pulang dari kantornya dengan
memakirkan mobil mewahnya terlebih dahulu. 2 namja kecil itupun langsung
berlari kearah mobil tuan Kim. Dan keluarlah namja tampan yang masih terlihat
sangat muda bernama Kim Jong-in.
“waah ada 2 malaikat Appa sudah berdiri
menyambut kedatangan Appa, Siapa kalian?” tanya Jong-in pada 2 namja kecil yang
terus memelukinya seperti janji Appa dan Anaknya.
“Kim Taehyung, putra Kim Jongin dan Im Yoon
Ah” seperti bersumpah pada sebuah negara Taehyung berucap dengan tangan memberi
hormat. Jongin melirik kenamja satunya, “Park Jimin putra...” suara Jimin
terhenti. Suaranya ragu untuk dikeluarkan setiap Jongin bertanya hal yang sudah
biasa dilakukan mereka setiap harinya. Taehyung membantu Jimin untuk
melanjutkan kalimatnya “putra Kim Jongin dan Im Yoon Ah”. Jongin yang senang
mendengar janji mereka telah diucapkan mulai menanyakan hari-hari mereka tanpa
bertanya lebih dalam tentang Jimin yang ragu meneruskan kalimatnya. Jimin
mengadu tentang Taehyung yang hari ini menyakitinya dengan menunjuk-nunjuk
bekas merah pada keningnya. Tidak mau kalah Taehyung memberikan alasan, “itu
karena Jiminnie tidak mau bermain denganku Appa”. Jong-in memasang wajah heran
mengapa Jimin tidak mau bermain dengan Taehyung.
“itu karena hyung selalu curang setiap
bermain, aku tidak mau bermain jika hyung selalu curang”
Jong-in menyelidik kearah Taehyung yang
cemberut, “kau dengar itu jagoan? Dongsaengmu tidak mau bermain jika kau
terus-terusan curang”
“aku sudah berjanji tidak akan curang Appa,
Jinjya!” teriaknya agar Jimin mau bermain dengannya lagi. Sosok yeoja datang
menhampiri posisi dimana keakraban Appa dan 2 putranya terjalin begitu
menyenangkan. jong-in langsung berdiri dari posisi jongkoknya mendengar suara
langkah kaki datang mendekat. “sepertinya 2 malaikat kecil kita sedang sulit
untuk didamaikan” ucapnya dengan mencium kening yeoja yang berstatus istrinya
itu.
“itu semua karena Taehyung yang berperan sebagai
Hyungnya, sedangkan Jimin sebagai dongsaengnya” bisik Yoona pada Jongin. Mereka
tertawa kecil mendengarkan perdebatan 2 namja kecil didepannya yang tidak
berhenti bicara. Jongin yang mulai lelah langsung menarik dasinya agar terlepas
dari kemejanya, lalu mengikat dasi itu diarea penglihatannya. “kalau begitu
Appa ingin bermain petak umpet dengan kalian” Taehyung dan Jimin langsung
menghindari Jongin yang merentangkan kedua tangannya berharap dapat menangkap 2
malaikat kecilnya yang tertawa untuk menjauhinya. Yoona yang berada disana
tidak sengaja tertangkap dekapan Jongin dan meminta untuk dirinya yang berjaga.
“Eomma tidak ikut permainan ini, kalian bermain bertiga saja” Yoona meronta
pada Jongin agar tidak dimasukan pada permainannya. Itu tidak bisa. Taehyung
dan Jimin berteriak agar Yoona dapat menggantikan Jongin berjaga. Karena itu
permintaan putranya Yoona dengan berat hati harus menggantikan posisi Jongin
yang sekarang telah leluasa menghindari sentuhan Yoona yang berjaga.
Tidak lama seorang namja datang dengan kasar
masuk kehalaman rumahnya, hampir saja mobilnya menabrak Jimin yang sedang
berdiri hampir mendekati pintu gerbang rumahnya. untungnya Taehyung menarik
tangan Jimin sebelum mobil itu menerobos dengan tidak sopan kekediaman mereka.
Jongin meminta Yoona untuk membawa kedua putranya masuk kedalam agar tidak
mengganggu pembicaraan yang sepertinya akan serius dilakukan. Sebenarnya selama
pembicaraan itu, Taehyung sedikit mengintip lewat jendela kamarnya.
pandangannya menangkap sosok Appanya yang frustasi entah karena apa.
kebahagiaan mereka yang sebelumnya terjadi terasa dingin kini Taehyung rasakan.
Yoona meminta Jimin dan Taehyung agar tidak keluar kamar sementara tapi
Taehyung memiliki sifat penasaran tinggi. Namja kecil itu keluar untuk melihat
apa yang terjadi pada keluarganya. Saat itulah untuk pertama kalinya Taehyung
melihat Eommanya menangis, Appanya yang sangat berantakan, serta namja asing
itu yang terlihat menyeramkan.
Beberapa hari kemudian semua berjalan dengan
normal tidak ada terjadi sesuatu dan Appa Eommanya kembali pada sifatnya yang
menyenangkan. Taehyung bersekolah di tempat yang sama dengan Jimin. kebetulan
Jimin tidak bisa masuk sekolah karena kondisi badannya yang tidak sehat.
Taehyung mengikuti kegiatan sekolahnya seperti biasa, tanpa ada firasat yang
tidak mengenakan hatinya. Tiba-tiba seorang guru datang mengabarkan hal yang
tidak Taehyung sukai tentang keluarganya. Orangtua Taehyung tewas karena sebuah
kecelakaan sedangkan Jimin dalam keadaan shock. Kedua orang tuanya melindungi
Jimin dalam dekapan mereka itu yang dikatakan polisi pada namja kecil seusia
Taehyung yang menanyakan ‘bagaimana Jiminnie bisa hidup padahal dalam satu
mobil yang sama dengan kedua orang tuanya’. Taehyung menangis tidak karuan.
Tidak dapat dipercaya kebahagiaan keluarganya lenyap begitu saja. seluruh
pelayan datang untuk menenangkan majikannya yang tidak henti-hentinya berteriak
dengan tangisan. “andweee! Appa! Eomma! Jangan tinggalkan aku! Andwee!”. Semua
yang berada dilorong rumah sakit kasihan mengingat namja kecil berusia 7 tahun
harus kehilangan Appa dan Eommanya seperti ini. Kini yang dimiliki Taehyung
hanyalah Jimin. hanya Jimin yang Appa dan Eommanya tinggalkan. Walaupun
Taehyung sadar bahwa Jimin bukanlah saudara kandungnya. Tapi setidaknya rasa
sayang mereka sama dengan rasa sayang Taehyung pada Jimin.
Jimin yang beberapa hari baru tersadar,
menanyakan Taehyung akan keberadaan Appa dan Eommanya. Dirinya tidak tau harus
berbuat apa untuk mengatakan hal yang sebenarnya pada Jimin. taehyung tidak
ingin Jimin menangis sama halnya ketika Taehyung pertama kali mendengarnya.
Taehyung tegar karena dia adalah seorang hyung. Taehyung tegar karena Appa dan
Eommanya menitipkan Jimin padanya. Dan Taehyung tegar karena Jimin ada
untuknya. Jimin yang tidak mendapatkan jawaban apa-apa, menyadarkan Taehyung
akan lamunannya. “hyung katakan padaku! Appa dan Eomma kenapa tidak kerumah
sakit? hyung!”
Taehyung mengelus rambut Jimin yang
berantakan dengan tetap tersenyum, “Appa dan Eomma tidak bisa kesini Jiminnie,
tapi mereka sekarang ada dihati kita.
“maksudnya apa hyung?” Taehyung memeluk
tubuh kecil yang sama dengannya, “hyung katakan padaku!” masih tetap diam dan
menahan tangisannya, Taehyung mengeratkan pelukannya.
“gwenchanayo.. semuanya gwenchana”
Flashbackoff
Jimin
membuka kedua matanya saat mendapatkan mimpi masa kecilnya bersama Taehyung.
rasanya sangat sesak jika mengingat kejadian itu setiap kalinya. Namja manis
itu tidak dapat tertidur kembali dan lebih memilih pergi kedapur untuk mencari
segelas air mineral. Jam menunjukan pukul 10 malam Taehyung benar-benar
mendapatkan shift malam kali ini. Perasaan Jimin yang tidak tenang
mengharuskannya untuk pergi ke mini market memastikan bahwa hyungnya berada di
tempat kerjannya. Tidak lupa mengenakan mantel hangatnya serta syal untuk
lehernya, Jimin mengambil langkah seribu alias berlari untuk bertemu dengan
Taehyung. suhu dingin dimalam hari benar-benar berubah menjadi 2x lipat
dibandingkan siang hari. dengan terpaksa Jimin harus mempercepat langkahnya agar
bisa menghangatkan diri dimini market tempat Taehyung bekerja. Dalam
perjalanannya Jimin melihat sosok yang mirip dengan Taehyung dari belakang
berdiri ditengah jembatan penyebrangan. Tidak mungkin jika itu Taehyung. jimin
berfikir Taehyung tidak akan bisa berdiri diluar selama itu, dalam kondisi
cuaca sedingin ini. Namja manis itu melanjutkan perjalanannya menuju tempat
kerja Taehyung.
Sesampainya
di mini market tempat Taehyung bekerja, penglihatannya tidak menemukan sosok
Taehyung disana. Jimin memutuskan untuk masuk dan menanyakan pada salah satu
teman Taehyung bekerja. “Jimin-ah?” sapanya heran saat sosok Jimin masuk
kedalam mini market. “apa yang kau lakukan disini?” tanyanya lagi.
“aku
mencari hyungku, apa dia sedang istirahat Baekhyun-ah?”
“aniyo..
Taehyung hari ini shift siang. Dia tidak datang kesini juga, kau mencarinya
karena dia pergi?” baekhyun mencoba untuk menebak. Tentu saja Taehyung sedang
dicari karena namja itu pergi. Tebakan yang aneh atau memang tepat.
“Taehyung-ah tidak kesini, Jimin-ah”. Jimin kecewa atas kebohongan yang
Taehyung lakukan jika itu hanya karena ingin menghindari pembicaraan mereka.
Jimin memohon pamit setelah ingatannya akan namja yang mirip Taehyung terlintas
dalam pikirannya. Dengan mempercepat lariannya Jimin tidak dapat melihat batu
di jalanan yang tertutupi salju tebal. Namja manis itupun tersandung dan
terjatuh ketumpukan salju, membuat tubuhnya semakin kedinginan. Jimin tidak
bisa berhenti disini. Dirinya harus bisa mengejar Taehyung yang berdiri sendirian
dijembatan. Jimin bangkit dan berlari kembali tidak perduli akan salju yang
mengotori tubuh serta setengah rambutnya. “hyung..aku mohon tetaplah disana”
harapnya dalam hati.
Setelah
melihat jembatan dimana Taehyung berada, Jimin menaiki tangga sepi itu tanpa
memperdulikan jam sudah menunjukan tengah malam. Jimin terus memanggil nama
Taehyung padahal dirinya sadar tidak ada seorangpun ditempat itu. “kenapa kau
begitu menyebalkan Kim Taehyung, kau tinggal melarangku pergi. Tidak usah
seperti ini” jelasnya dengan wajah lelah setelah habis berlari mencari
Taehyung. jimin masih terdiam dijembatan itu sendirian dalam suhu yang semakin
pada puncaknya. Karena sudah merasa sangat dingin namja manis itu berjalan
pergi meninggalkan tempatnya berdiri. Beberapa orang pengguna jembatan sedikit
berantakan, dan berjalan tidak seimbang. Jimin berusaha tidak memperdulikannya.
Namun tubuhnya ditabrak kasar oleh salah satu namja dari gerombolan yang
memandang tidak menyenangkan padanya.
“kau
menyakiti temanku kawan” salah satu namja lain membela kesalahan temannya yang
memang sengaja menabrak Jimin. jimin tidak mau ambil pusing, dan lebih memilih
melanjutkan perjalanan setelah meminta maaf. Namja lain menarik pundak Jimin
agar tetap pada posisinya. “kau tidak bisa pergi begitu saja, temanku harus
dibawa kerumah sakit akibat ulahmu. Berikan kami uang maka kau boleh pergi”.
“aku
tidak punya”
“kau
berani berbohong pada kami?!” merekapun mendekati Jimin secara bersamaan.
Menyudutkan Jimin pada tembok jembatan, dan memeriksa setiap kantong pada
mantel yang menghangatkannya “hentikan, aku sama sekali tidak membawa uang”
teriak Jimin sudah tidak dapat emosi. Namja yang menabraknya memperhatikan
wajah Jimin yang cukup manis untuk sekedar menjadi namja. layaknya seorang
personil Kpop yang dapat didandani seperti yeoja. namja kasar itupun menyentuh
wajah Jimin dengan paksa, “bukankah wajahnya terlihat sangat manis? Seperti
artis saja”.
“boyband
tepatnya” celetuk namja lain menambahi dengan tawa meledek. Jimin yang tidak
suka wajahnya disentuh langsung mendorong namja didepannya agar dapat jalan
keluar untuk dirinya lari. Belum beberapa langkah mantel Jimin ditarik hingga
membuat namja itu tersungkur ketanah. “aku hanya ingin mencari hyungku, bisakah
kalian tidak menggangguku?”.
“apa
kami mengganggumu namja manis?” ucapnya dengan menyentuh wajah Jimin dengan
lembut. Jimin menghindari sentuhan itu hingga kedatangan Taehyung yang sangat
tepat Jimin butuhkan. Taehyung menatap wajah Jimin yang ketakutan serta
kedinginan, ketiga namja yang merasakan akan kehadiran sosok lain dari belakang
langsung menoleh. Mendapati namja yang tidak kalah manis mencoba mengambil
barang yang tergeletak di tengah jembatan. Itulah tempat dimana Taehyung
berdiri sebelumnya. Jimin tidak berbicara apapun tentang kedatangan Taehyung.
hanya diam dan memperhatikan. “Jiminnie? Kau bersama dengan teman-teman baru
tengah malam seperti ini? Bukankah sudah hyung katakan jika ingin bermain saat
siang hari saja” Taehyung memandang ketus pada 3 namja yang sedang mengepung
Jimin.
Salah
satu namja itu mencoba untuk memukul Taehyung namun berhasil untuk dihindari.
Dan Taehyung langsung memukul namja itu dengan seluruh tenaganya akibat emosi
kecemburuan yang tidak tersalurkan. “kau berani menyentuh dongsaengku?! Ini
balasannya” Taehyung tidak henti-hentinya memukuli namja yang sempat menyentuh
Jimin. seandainya disamping ada benda tajam mungkin langsung menebus tubuh
namja asing itu karena amukan seorang Kim Taehyung. Jimin ketakutan saat
kebengisan sepertinya telah menguasai naluri seorang Kim Taehyung.
‘dia
tidak terlihat hyungku’
‘waeyo?
Ada apa denganmu hyung?’
Jimin
berdiri dari posisinya dan memeluk Taehyung dari belakang, sepertinya Taehyung
telah kehilangan dirinya.
“hentikan
aku mohon hyung! Hentikan hyung!” Taehyung yang siap melayangkan pukulannya
lagi dan lagi terhenti mendengar suara Jimin yang dekat dengan hatinya. Suara
mungil itu memohon padanya. Bukan ini yang Taehyung inginkan. Bukan. 2 namja
lain berusaha membantu namun Jimin mendekap salah satunya agar tidak bisa
bergerak untuk melukai Taehyung. “hyung dibelakangmu!” Taehyung yang mendengar
teriakan Jimin langsung membanting namja yang merengkuhnya dari belakang.
sedangkan Jimin mendorong namja yang dikunci pergerakannya lalu menendangnya
kearah beberapa temannya yang telah jatuh ketanah. Mereka semua pergi setelah
berkelahi dengan 2 saudara yang memang sejak awal telah kompak. Jimin yang merasa tertolong mendekati
Taehyung yang masih memandang kesal pada 3 namja yang berhasil menyentuh Jimin
miliknya. “hyung?” sentuh Jimin pada pundak Taehyung. Taehyung yang sadar akan
kedatangan Jimin mulai membalikan tubuhnya untuk menghadap dongsaengnya. Wajah
Taehyung sangat khawatir dengan embun-embun yang tidak beraturan keluar dari
nafasnya.
“gwenchana?”
selidik Taehyung dengan terus memeriksa apakah ada yang lecet pada tubuh Jimin
ataupun wajahnya. Jimin tersenyum dan memegang kedua tangan Taehyung yang
terus-menerus bergerak, “nde. Gwenchana”.
“hyung
berbohong padaku jika ada shift malam, apa yang hyung fikirkan? Jika memang hyung
ingin melarangku pergi ke Amerika. Hyung bisa katakan tanpa harus menghindariku”
lanjut Jimin bicara.
“aku
tidak mungkin melarangmu, melarang kebahagiaanmu pada namja yang kau cintai.
Appa dan Eomma aku yakin juga setuju dengan pilihanmu. Lebih baik kita pulang—”
“yaak!
Kim Taehyung! berhenti untuk terus mengacuhkan pembicaraan ini” Taehyung
terdiam. Salju yang turun begitu lebat jatuh dari langit. Suhu dingin telah
sampai pada puncaknya. Jimin menahan rasa dingin tanpa Taehyung mengetahuinya.
“hyung...hyung..” panggilnya dengan suara gemetaran. Taehyung yang sebelumnya
hanya diam mengambil langkah untuk kembali memojokan Jimin pada tembok
jembatan. Kedua matanya menangkap netra Jimin agar dapat memasuki fikiran
Jimin. mata Jimin yang selama ini dikagumi Taehyung, telah memandang takut pada
dirinya. Jimin bukanlah namja berusia 7 tahun lagi. Dia sudah menjadi namja
yang bisa mengatakan isi hatinya dengan mudah. Jimin terus membalas pandangan
Taehyung yang terasa sangat tajam dan siap untuk menerkamnya. Tatapan takut
Jimin mengharuskan Taehyung menghentikan kegiatannya memojokan namja manis itu.
taehyung hanya berfikir mengapa tatapan takut Jimin tidak pernah terlihat saat
beradu pandangan dengan Jin. Kenapa harus dirinya yang mendapatkan tatapan
takut itu. “maafkan aku hyung” suaranya melemah.
Taehyung
yang mendengarkan maaf berulang kali dari mulut kecil Jimin, sudah tidak bisa
menahan kekesalannya. Namja itupun berteriak diatas jembatan tanpa peduli
beberapa orang lewat mendengar teriakannya. “aku tidak akan ke Amerika, dan aku
tidak akan melarangmu pergi bersama Jin. Kau pergi ataupun tidak hatimu tetap
akan memilihnya bukan?” senyum Taehyung kembali menenangkan Jimin yang kaget
akan aksinya.
“hyung?”
“aku
akan tetap menjadi hyung untukmu Jiminnie, aku akan terus bersamamu. Sama
seperti dulu saat kita masih kecil” Taehyung menggenggam tangan Jimin dan
mengajak namja manis itu untuk berlari pulang ke Apartemen mereka.


haih~ nai benar-benar ship vmin. rasa sakit sangat ble jimin kena pilih jin. huhu. author bleh kamu buat vjin ff ? hihi
ReplyDeleteMiane Chingu>< Author ga ada feel untuk bikin Vjin, sesuai tittle blog Main Cast Always my Bias,, mungkin bisa Req yg main castnya Jimin:D
Delete