BOY IN LUV JINJIMIN VER. [ VMIN ] Special Edition



KIM TAEHYUNG A.K.A V

PARK JIMIN A.K.A JIMIN


Cerita ini akan lebih mudah dimengerti jika sudah membaca BOY IN LUV JINJIMIN VER. Cast bukanlah milik Author. Tapi milik Big Hit Entertaiment, Cast member dari boyband BANGTAN BOYS alias BTS. Dengan fansclub bernama ARMY. Author salah satunya. Author berharap kalian menyukai cerita cinta VMIN ini yang menurut Author sangat serasi jika di Pairingin :D hanya pendapat Fujoshi Author, selebihnya dibebaskan untuk meng-shipperin siapa aja dimember BANGTAN. Karena BANGTAN adalah ARMY. ARMY adalah BANGTAN.

“hyung apa tidak apa-apa aku meninggalkanmu sendirian dan pergi ke Amerika? Itu bukankah tidak adil. Bagaimana jika hyung ikut juga, Jin kan juga sudah meminta dengan memohon” Jimin memeluk Taehyung dari belakang yang sedang sibuk menghitung pengeluaran untuk kehidupannya serta pembayaran kuliah Jimin. “berhentilah mengajakku Jiminnie. Aku tidak akan pernah mau, dan aku tidak ingin menahanmu untuk pergi bersama namja yang kau cintai”

“hyung membenciku ya?” tanyanya pelan dengan melonggarkan pelukannya.

“aniyo. Jangan berbicara sesuatu yang aneh Jiminnie. Kau itu dongsaengku, turuti saja kata-kataku maka kau akan bahagia”

“bagaimana dengan kata-kataku? Apa hyung tidak mau mendengarkan” Jimin yang lelah meminta mulai mengambil sedikit jarak dari Kim Taehyung. namja manis itu mempoutkan bibirnya dengan tidak memandang kearah dimana Taehyung berada. “kenapa hyung selalu memintaku untuk mendengarkanmu sedangkan hyung sendiri tidak mau memenuhi permintaanku, waeyo?” taehyung sudah tidak konsen dengan pekerjaannya karena sikap Jimin yang terus-menerus merajuk agar dirinya mau menerima tawaran pergi ke Amerika. Taehyung bukannya tidak menginginkan untuk berada disamping Jimin. hanya saja namja yang tidak kalah manis bernama Taehyung itu belum siap untuk melihat sosok yang dicintainya menjalin hubungan dengan orang lain. Seharusnya Jimin sadar akan hal itu.

“aku harus pergi keluar” Taehyung beranjak dari tempat duduknya dan melangkah kearah lemari untuk mengambil mantel musim dinginnya. Jimin hanya diam tapi tidak lupa bertanya kemana Taehyung akan pergi, “hyung akan pergi kemana?”.

“aku baru ingat ada shift malam di mini market. Temanku tiba-tiba sakit dan mengabariku shift malamnya tidak bisa dilakukannya. Aku pergi ya Jiminnie, jangan rindukan aku” godanya terakhir lalu menghilang dari balik pintu. Perasaan takut kehilangan itu memang selalu ada. Dimana sejak kecil mereka selalu bersama. Taehyung hanya diam diluar pintu kamar Apartemennya, belum berniat untuk pergi. Ingatan masa kecilnya tidak dapat berhenti untuk melintas dalam fikirannya. “apa kau ingat masa kecil kita Park Jimin?”

Flashbackon

Taehyung yang berusia 7 tahun sedang bermain bola sendirian ditaman kediamannya yang cukup luas. Karena merasa bosan kaki kecilnya berlari kearah seorang yeoja cantik bernama Im Yoon Ah yang sedang mencoba menidurkan namja kecil dipangkuannya. Namja kecil itu seusia dengan Taehyung. Rasanya bermain sendiri itu sangat tidak menyenangkan, dengan manja Taehyung meminta yeoja itu agar membangunkan namja kecil yang setengah tertidur. “Eomma.. bangunkan Jiminnie.. aku mohon, aku ingin bermain bola bersama dengannya”

“Taehyung-ah pergilah bermain sendiri, dongsaengmu kan baru saja ingin tidur” perintahnya lembut agar Taehyung mengerti tanpa harus merajuk. Tetap saja yang namanya Taehyung-ah tidak akan pernah kehabisan akal. Dirinya berlari sedikit menjauh dan melemparkan bola miliknya kenamja kecil yang sedang nyenyak menikmati tidur siangnya. “Apppoooo! Hyung-ah!” teriaknya sambil memegang kepalanya yang habis terkena bola. Eomma menatap marah pada Taehyung yang agak kasar membangunkan dongsaengnya. “Kim Taehyung, kau menyakiti Jiminnie. Jangan sekasar itu bukankah kau hyungnya?”

Merasa bersalah Taehyung langsung berjalan merunduk untuk mendekati posisi Eommanya, “mianeyo Jiminnie, Appo?” Taehyung sadar bahwa statusnya adalah hyung untuk Jimin. bukan kebalikannya. tetapi memang bulan Jimin lebih dulu dibandingkan dirinya, hanya saja Taehyung yang meminta Eomma dan Appanya menjadi hyung untuk Jimin. itu tidak mendapatkan penolakan dari kedua orang tua Taehyung. malah akan menjadi dukungan agar Taehyung bisa menjadi pelindung untuk namja kecil yang sebatangkara seperti Jimin. taehyung mengelus kepala Jimin yang memerah karena ulahnya. “sakit..sakit..pergilah” ucapnya sambil tersenyum manis pada Jimin. berseling beberapa menit setelah pernyataan maaf, Appa Taehyung alias tuan Kim pulang dari kantornya dengan memakirkan mobil mewahnya terlebih dahulu. 2 namja kecil itupun langsung berlari kearah mobil tuan Kim. Dan keluarlah namja tampan yang masih terlihat sangat muda bernama Kim Jong-in.

“waah ada 2 malaikat Appa sudah berdiri menyambut kedatangan Appa, Siapa kalian?” tanya Jong-in pada 2 namja kecil yang terus memelukinya seperti janji Appa dan Anaknya.

“Kim Taehyung, putra Kim Jongin dan Im Yoon Ah” seperti bersumpah pada sebuah negara Taehyung berucap dengan tangan memberi hormat. Jongin melirik kenamja satunya, “Park Jimin putra...” suara Jimin terhenti. Suaranya ragu untuk dikeluarkan setiap Jongin bertanya hal yang sudah biasa dilakukan mereka setiap harinya. Taehyung membantu Jimin untuk melanjutkan kalimatnya “putra Kim Jongin dan Im Yoon Ah”. Jongin yang senang mendengar janji mereka telah diucapkan mulai menanyakan hari-hari mereka tanpa bertanya lebih dalam tentang Jimin yang ragu meneruskan kalimatnya. Jimin mengadu tentang Taehyung yang hari ini menyakitinya dengan menunjuk-nunjuk bekas merah pada keningnya. Tidak mau kalah Taehyung memberikan alasan, “itu karena Jiminnie tidak mau bermain denganku Appa”. Jong-in memasang wajah heran mengapa Jimin tidak mau bermain dengan Taehyung.

“itu karena hyung selalu curang setiap bermain, aku tidak mau bermain jika hyung selalu curang”

Jong-in menyelidik kearah Taehyung yang cemberut, “kau dengar itu jagoan? Dongsaengmu tidak mau bermain jika kau terus-terusan curang”

“aku sudah berjanji tidak akan curang Appa, Jinjya!” teriaknya agar Jimin mau bermain dengannya lagi. Sosok yeoja datang menhampiri posisi dimana keakraban Appa dan 2 putranya terjalin begitu menyenangkan. jong-in langsung berdiri dari posisi jongkoknya mendengar suara langkah kaki datang mendekat. “sepertinya 2 malaikat kecil kita sedang sulit untuk didamaikan” ucapnya dengan mencium kening yeoja yang berstatus istrinya itu.

“itu semua karena Taehyung yang berperan sebagai Hyungnya, sedangkan Jimin sebagai dongsaengnya” bisik Yoona pada Jongin. Mereka tertawa kecil mendengarkan perdebatan 2 namja kecil didepannya yang tidak berhenti bicara. Jongin yang mulai lelah langsung menarik dasinya agar terlepas dari kemejanya, lalu mengikat dasi itu diarea penglihatannya. “kalau begitu Appa ingin bermain petak umpet dengan kalian” Taehyung dan Jimin langsung menghindari Jongin yang merentangkan kedua tangannya berharap dapat menangkap 2 malaikat kecilnya yang tertawa untuk menjauhinya. Yoona yang berada disana tidak sengaja tertangkap dekapan Jongin dan meminta untuk dirinya yang berjaga. “Eomma tidak ikut permainan ini, kalian bermain bertiga saja” Yoona meronta pada Jongin agar tidak dimasukan pada permainannya. Itu tidak bisa. Taehyung dan Jimin berteriak agar Yoona dapat menggantikan Jongin berjaga. Karena itu permintaan putranya Yoona dengan berat hati harus menggantikan posisi Jongin yang sekarang telah leluasa menghindari sentuhan Yoona yang berjaga.

Tidak lama seorang namja datang dengan kasar masuk kehalaman rumahnya, hampir saja mobilnya menabrak Jimin yang sedang berdiri hampir mendekati pintu gerbang rumahnya. untungnya Taehyung menarik tangan Jimin sebelum mobil itu menerobos dengan tidak sopan kekediaman mereka. Jongin meminta Yoona untuk membawa kedua putranya masuk kedalam agar tidak mengganggu pembicaraan yang sepertinya akan serius dilakukan. Sebenarnya selama pembicaraan itu, Taehyung sedikit mengintip lewat jendela kamarnya. pandangannya menangkap sosok Appanya yang frustasi entah karena apa. kebahagiaan mereka yang sebelumnya terjadi terasa dingin kini Taehyung rasakan. Yoona meminta Jimin dan Taehyung agar tidak keluar kamar sementara tapi Taehyung memiliki sifat penasaran tinggi. Namja kecil itu keluar untuk melihat apa yang terjadi pada keluarganya. Saat itulah untuk pertama kalinya Taehyung melihat Eommanya menangis, Appanya yang sangat berantakan, serta namja asing itu yang terlihat menyeramkan.

Beberapa hari kemudian semua berjalan dengan normal tidak ada terjadi sesuatu dan Appa Eommanya kembali pada sifatnya yang menyenangkan. Taehyung bersekolah di tempat yang sama dengan Jimin. kebetulan Jimin tidak bisa masuk sekolah karena kondisi badannya yang tidak sehat. Taehyung mengikuti kegiatan sekolahnya seperti biasa, tanpa ada firasat yang tidak mengenakan hatinya. Tiba-tiba seorang guru datang mengabarkan hal yang tidak Taehyung sukai tentang keluarganya. Orangtua Taehyung tewas karena sebuah kecelakaan sedangkan Jimin dalam keadaan shock. Kedua orang tuanya melindungi Jimin dalam dekapan mereka itu yang dikatakan polisi pada namja kecil seusia Taehyung yang menanyakan ‘bagaimana Jiminnie bisa hidup padahal dalam satu mobil yang sama dengan kedua orang tuanya’. Taehyung menangis tidak karuan. Tidak dapat dipercaya kebahagiaan keluarganya lenyap begitu saja. seluruh pelayan datang untuk menenangkan majikannya yang tidak henti-hentinya berteriak dengan tangisan. “andweee! Appa! Eomma! Jangan tinggalkan aku! Andwee!”. Semua yang berada dilorong rumah sakit kasihan mengingat namja kecil berusia 7 tahun harus kehilangan Appa dan Eommanya seperti ini. Kini yang dimiliki Taehyung hanyalah Jimin. hanya Jimin yang Appa dan Eommanya tinggalkan. Walaupun Taehyung sadar bahwa Jimin bukanlah saudara kandungnya. Tapi setidaknya rasa sayang mereka sama dengan rasa sayang Taehyung pada Jimin.

Jimin yang beberapa hari baru tersadar, menanyakan Taehyung akan keberadaan Appa dan Eommanya. Dirinya tidak tau harus berbuat apa untuk mengatakan hal yang sebenarnya pada Jimin. taehyung tidak ingin Jimin menangis sama halnya ketika Taehyung pertama kali mendengarnya. Taehyung tegar karena dia adalah seorang hyung. Taehyung tegar karena Appa dan Eommanya menitipkan Jimin padanya. Dan Taehyung tegar karena Jimin ada untuknya. Jimin yang tidak mendapatkan jawaban apa-apa, menyadarkan Taehyung akan lamunannya. “hyung katakan padaku! Appa dan Eomma kenapa tidak kerumah sakit? hyung!”

Taehyung mengelus rambut Jimin yang berantakan dengan tetap tersenyum, “Appa dan Eomma tidak bisa kesini Jiminnie, tapi mereka sekarang ada dihati kita.

“maksudnya apa hyung?” Taehyung memeluk tubuh kecil yang sama dengannya, “hyung katakan padaku!” masih tetap diam dan menahan tangisannya, Taehyung mengeratkan pelukannya.

“gwenchanayo.. semuanya gwenchana”

Flashbackoff

Jimin membuka kedua matanya saat mendapatkan mimpi masa kecilnya bersama Taehyung. rasanya sangat sesak jika mengingat kejadian itu setiap kalinya. Namja manis itu tidak dapat tertidur kembali dan lebih memilih pergi kedapur untuk mencari segelas air mineral. Jam menunjukan pukul 10 malam Taehyung benar-benar mendapatkan shift malam kali ini. Perasaan Jimin yang tidak tenang mengharuskannya untuk pergi ke mini market memastikan bahwa hyungnya berada di tempat kerjannya. Tidak lupa mengenakan mantel hangatnya serta syal untuk lehernya, Jimin mengambil langkah seribu alias berlari untuk bertemu dengan Taehyung. suhu dingin dimalam hari benar-benar berubah menjadi 2x lipat dibandingkan siang hari. dengan terpaksa Jimin harus mempercepat langkahnya agar bisa menghangatkan diri dimini market tempat Taehyung bekerja. Dalam perjalanannya Jimin melihat sosok yang mirip dengan Taehyung dari belakang berdiri ditengah jembatan penyebrangan. Tidak mungkin jika itu Taehyung. jimin berfikir Taehyung tidak akan bisa berdiri diluar selama itu, dalam kondisi cuaca sedingin ini. Namja manis itu melanjutkan perjalanannya menuju tempat kerja Taehyung.

Sesampainya di mini market tempat Taehyung bekerja, penglihatannya tidak menemukan sosok Taehyung disana. Jimin memutuskan untuk masuk dan menanyakan pada salah satu teman Taehyung bekerja. “Jimin-ah?” sapanya heran saat sosok Jimin masuk kedalam mini market. “apa yang kau lakukan disini?” tanyanya lagi.

“aku mencari hyungku, apa dia sedang istirahat Baekhyun-ah?”

“aniyo.. Taehyung hari ini shift siang. Dia tidak datang kesini juga, kau mencarinya karena dia pergi?” baekhyun mencoba untuk menebak. Tentu saja Taehyung sedang dicari karena namja itu pergi. Tebakan yang aneh atau memang tepat. “Taehyung-ah tidak kesini, Jimin-ah”. Jimin kecewa atas kebohongan yang Taehyung lakukan jika itu hanya karena ingin menghindari pembicaraan mereka. Jimin memohon pamit setelah ingatannya akan namja yang mirip Taehyung terlintas dalam pikirannya. Dengan mempercepat lariannya Jimin tidak dapat melihat batu di jalanan yang tertutupi salju tebal. Namja manis itupun tersandung dan terjatuh ketumpukan salju, membuat tubuhnya semakin kedinginan. Jimin tidak bisa berhenti disini. Dirinya harus bisa mengejar Taehyung yang berdiri sendirian dijembatan. Jimin bangkit dan berlari kembali tidak perduli akan salju yang mengotori tubuh serta setengah rambutnya. “hyung..aku mohon tetaplah disana” harapnya dalam hati.
Setelah melihat jembatan dimana Taehyung berada, Jimin menaiki tangga sepi itu tanpa memperdulikan jam sudah menunjukan tengah malam. Jimin terus memanggil nama Taehyung padahal dirinya sadar tidak ada seorangpun ditempat itu. “kenapa kau begitu menyebalkan Kim Taehyung, kau tinggal melarangku pergi. Tidak usah seperti ini” jelasnya dengan wajah lelah setelah habis berlari mencari Taehyung. jimin masih terdiam dijembatan itu sendirian dalam suhu yang semakin pada puncaknya. Karena sudah merasa sangat dingin namja manis itu berjalan pergi meninggalkan tempatnya berdiri. Beberapa orang pengguna jembatan sedikit berantakan, dan berjalan tidak seimbang. Jimin berusaha tidak memperdulikannya. Namun tubuhnya ditabrak kasar oleh salah satu namja dari gerombolan yang memandang tidak menyenangkan padanya.

“kau menyakiti temanku kawan” salah satu namja lain membela kesalahan temannya yang memang sengaja menabrak Jimin. jimin tidak mau ambil pusing, dan lebih memilih melanjutkan perjalanan setelah meminta maaf. Namja lain menarik pundak Jimin agar tetap pada posisinya. “kau tidak bisa pergi begitu saja, temanku harus dibawa kerumah sakit akibat ulahmu. Berikan kami uang maka kau boleh pergi”.

“aku tidak punya”

“kau berani berbohong pada kami?!” merekapun mendekati Jimin secara bersamaan. Menyudutkan Jimin pada tembok jembatan, dan memeriksa setiap kantong pada mantel yang menghangatkannya “hentikan, aku sama sekali tidak membawa uang” teriak Jimin sudah tidak dapat emosi. Namja yang menabraknya memperhatikan wajah Jimin yang cukup manis untuk sekedar menjadi namja. layaknya seorang personil Kpop yang dapat didandani seperti yeoja. namja kasar itupun menyentuh wajah Jimin dengan paksa, “bukankah wajahnya terlihat sangat manis? Seperti artis saja”.

“boyband tepatnya” celetuk namja lain menambahi dengan tawa meledek. Jimin yang tidak suka wajahnya disentuh langsung mendorong namja didepannya agar dapat jalan keluar untuk dirinya lari. Belum beberapa langkah mantel Jimin ditarik hingga membuat namja itu tersungkur ketanah. “aku hanya ingin mencari hyungku, bisakah kalian tidak menggangguku?”.

“apa kami mengganggumu namja manis?” ucapnya dengan menyentuh wajah Jimin dengan lembut. Jimin menghindari sentuhan itu hingga kedatangan Taehyung yang sangat tepat Jimin butuhkan. Taehyung menatap wajah Jimin yang ketakutan serta kedinginan, ketiga namja yang merasakan akan kehadiran sosok lain dari belakang langsung menoleh. Mendapati namja yang tidak kalah manis mencoba mengambil barang yang tergeletak di tengah jembatan. Itulah tempat dimana Taehyung berdiri sebelumnya. Jimin tidak berbicara apapun tentang kedatangan Taehyung. hanya diam dan memperhatikan. “Jiminnie? Kau bersama dengan teman-teman baru tengah malam seperti ini? Bukankah sudah hyung katakan jika ingin bermain saat siang hari saja” Taehyung memandang ketus pada 3 namja yang sedang mengepung Jimin.

Salah satu namja itu mencoba untuk memukul Taehyung namun berhasil untuk dihindari. Dan Taehyung langsung memukul namja itu dengan seluruh tenaganya akibat emosi kecemburuan yang tidak tersalurkan. “kau berani menyentuh dongsaengku?! Ini balasannya” Taehyung tidak henti-hentinya memukuli namja yang sempat menyentuh Jimin. seandainya disamping ada benda tajam mungkin langsung menebus tubuh namja asing itu karena amukan seorang Kim Taehyung. Jimin ketakutan saat kebengisan sepertinya telah menguasai naluri seorang Kim Taehyung.

‘dia tidak terlihat hyungku’

‘waeyo? Ada apa denganmu hyung?’

Jimin berdiri dari posisinya dan memeluk Taehyung dari belakang, sepertinya Taehyung telah kehilangan dirinya.

“hentikan aku mohon hyung! Hentikan hyung!” Taehyung yang siap melayangkan pukulannya lagi dan lagi terhenti mendengar suara Jimin yang dekat dengan hatinya. Suara mungil itu memohon padanya. Bukan ini yang Taehyung inginkan. Bukan. 2 namja lain berusaha membantu namun Jimin mendekap salah satunya agar tidak bisa bergerak untuk melukai Taehyung. “hyung dibelakangmu!” Taehyung yang mendengar teriakan Jimin langsung membanting namja yang merengkuhnya dari belakang. sedangkan Jimin mendorong namja yang dikunci pergerakannya lalu menendangnya kearah beberapa temannya yang telah jatuh ketanah. Mereka semua pergi setelah berkelahi dengan 2 saudara yang memang sejak awal telah kompak.  Jimin yang merasa tertolong mendekati Taehyung yang masih memandang kesal pada 3 namja yang berhasil menyentuh Jimin miliknya. “hyung?” sentuh Jimin pada pundak Taehyung. Taehyung yang sadar akan kedatangan Jimin mulai membalikan tubuhnya untuk menghadap dongsaengnya. Wajah Taehyung sangat khawatir dengan embun-embun yang tidak beraturan keluar dari nafasnya.

“gwenchana?” selidik Taehyung dengan terus memeriksa apakah ada yang lecet pada tubuh Jimin ataupun wajahnya. Jimin tersenyum dan memegang kedua tangan Taehyung yang terus-menerus bergerak, “nde. Gwenchana”.

“hyung berbohong padaku jika ada shift malam, apa yang hyung fikirkan? Jika memang hyung ingin melarangku pergi ke Amerika. Hyung bisa katakan tanpa harus menghindariku” lanjut Jimin bicara.
“aku tidak mungkin melarangmu, melarang kebahagiaanmu pada namja yang kau cintai. Appa dan Eomma aku yakin juga setuju dengan pilihanmu. Lebih baik kita pulang—”

“yaak! Kim Taehyung! berhenti untuk terus mengacuhkan pembicaraan ini” Taehyung terdiam. Salju yang turun begitu lebat jatuh dari langit. Suhu dingin telah sampai pada puncaknya. Jimin menahan rasa dingin tanpa Taehyung mengetahuinya. “hyung...hyung..” panggilnya dengan suara gemetaran. Taehyung yang sebelumnya hanya diam mengambil langkah untuk kembali memojokan Jimin pada tembok jembatan. Kedua matanya menangkap netra Jimin agar dapat memasuki fikiran Jimin. mata Jimin yang selama ini dikagumi Taehyung, telah memandang takut pada dirinya. Jimin bukanlah namja berusia 7 tahun lagi. Dia sudah menjadi namja yang bisa mengatakan isi hatinya dengan mudah. Jimin terus membalas pandangan Taehyung yang terasa sangat tajam dan siap untuk menerkamnya. Tatapan takut Jimin mengharuskan Taehyung menghentikan kegiatannya memojokan namja manis itu. taehyung hanya berfikir mengapa tatapan takut Jimin tidak pernah terlihat saat beradu pandangan dengan Jin. Kenapa harus dirinya yang mendapatkan tatapan takut itu. “maafkan aku hyung” suaranya melemah.

Taehyung yang mendengarkan maaf berulang kali dari mulut kecil Jimin, sudah tidak bisa menahan kekesalannya. Namja itupun berteriak diatas jembatan tanpa peduli beberapa orang lewat mendengar teriakannya. “aku tidak akan ke Amerika, dan aku tidak akan melarangmu pergi bersama Jin. Kau pergi ataupun tidak hatimu tetap akan memilihnya bukan?” senyum Taehyung kembali menenangkan Jimin yang kaget akan aksinya.

“hyung?”

“aku akan tetap menjadi hyung untukmu Jiminnie, aku akan terus bersamamu. Sama seperti dulu saat kita masih kecil” Taehyung menggenggam tangan Jimin dan mengajak namja manis itu untuk berlari pulang ke Apartemen mereka.






                                                                                                                                                                   

Comments

  1. haih~ nai benar-benar ship vmin. rasa sakit sangat ble jimin kena pilih jin. huhu. author bleh kamu buat vjin ff ? hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Miane Chingu>< Author ga ada feel untuk bikin Vjin, sesuai tittle blog Main Cast Always my Bias,, mungkin bisa Req yg main castnya Jimin:D

      Delete

Post a Comment

Popular Posts