BOY IN LUV S2 Chapter 5 // JIN // JIMIN //



Hongbin akan membuat Jimin melupakan masa lalunya untuk selama-lamanya, dan memperbaiki hubungannya sebaik mungkin agar Jimin nyaman berada disampingnya. Ini harus segera berkahir. “tidak ada yang bisa menjalani hubungan dengan Chimchimku, selain aku” tegasnya pada kalimatnya yang ditunjukan pada dirinya sendiri.


Jungkook mengenakan pakaiannya serapih mungkin sebelum berangkat kerumah sakit Jin di daerah Busan. Mengingat apa yang dikatakan dokter sebelumnya membuat hati Jungkook terasa sangat sakit. bukan ini yang dirinya inginkan sebenarnya,

“untuk kesulurahannya kami hampir kehilangan sahabat kalian, sekarang ini sahabat kalian sudah tidak apa-apa. kami sudah memberikan obat bius kedalam infusannya tapi kondisinya semakin lama semakin menurun”

“Kami tidak tau sampai kapan sahabat kalian akan bertahan seperti ini dengan alat yang menempel pada tubuhnya. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk kesembuhannya lebih lanjut”

Kenapa semuanya menjadi tidak terkendali. Jungkook yang sebelumnya sangat rapih kembali tidak tertata karena emosinya. Dirinya menghancurkan seluruh kamarnya berharap sakit Kankernya kembali dan mengambil nyawanya cepat. Rasa bersalah mulai merasuki fikiran Jungkook, tidak. Apa maksudnya rasa bersalah? Memang apa yang dilakukan Jungkook?

Jungkook menenangkan dirinya. Meyakinkan tidak ada yang perlu dikhawatirkan, namja cantik itu kembali merapihkan pakaiannya. Lalu beranjak keluar kamar dan menemukan Jung Ho Seok di ambang pintu kamarnya. Sepertinya kekasihnya itu sudah berada cukup lama menunggunya. “antar aku kerumah sakit Jung Ho Seok, kita akan menjenguk Jin-sshi” ucap Jungkook layaknya sebuah perintah. Namja cantik itu setengah berjalan dari kamarnya, dan Ho Seok berhasil menghentikan langkahnya.

“sebenarnya kau itu menganggapku apa Jungkook-ah? Apa aku hanya pengganti Jin selama ini? Apa kau sama sekali tidak merasakan keberadaanku disampingmu?”

Masih dengan tetap membelakangi Jung Ho Seok, “apa maksudmu bertanya hal seperti itu padaku Ho Seok-sshi, kau sedang cemburu yaa? Kau tau kan aku sama sekali tidak suka hubungan yang tidak menghasilkan kepercayaan sama sekali” Jungkook menuruni tangga diikuti Jung Ho Seok dari belakang.

“kau itu sangat terlihat menikmati keadaan sekarang ini.. apa aku benar mengatakan ini?”

Jungkook terdiam mendengarkan, sedikit menarik nafas untuk mengalihkan pembicaraan mereka dengan setengah rasa tenangnya.  “dimana Hal-abeoji?” tidak mendapatkan jawaban Ho Seok menarik tangan Jungkook agar mendekatinya. pandangan mereka bertemu. Tubuh kurus Jungkook dipeluk erat agar tidak jatuh lagi seperti dulu saat dirinya lemah karena sakit. “dulu kau tidak sanggup untuk berdiri walaupun dirimu sangat ingin berdiri, tapi sepertinya aku sudah tidak diperlukan lagi. Aku lihat kau sudah bisa menjaga dirimu dengan sangat baik hingga berhasil berdiri seangkuh ini saat bersamaku”

“lepaskan aku... ini sakit Ho Seok-sshi”

Mendengar bahwa kekasihnya merasa kesakitan akan tindakannya, mengingatkan Ho Seok akan kenangan dulu saat masih berada di Amerika dengan Jungkooknya.

“kalau tidak ingin aku marah. Aku minta kau untuk mengenakan jaketmu lagi. Lakukanlah”

“kau tidak merasakan kedinginan? Bagaimana jika kita tidak—”

“Lakukan!” perintah Jungkook, dan membuat Jung Ho Seok reflek langsung mengenakan kembali jaketnya. Jungkook tersenyum. Menahan Jung Ho Seok untuk menutup kancingnya sendiri. karena Jungkook ingin dirinya yang menutup kancing kekasihnya sekarang. Jung Ho Seok merasakan wajahnya seperti terbakar, padahal suhu dingin yang harus dirasakannya. Jungkook meminta untuk Jung Ho Seok berdiri dibelakangnya dan itu dilakukan tanpa berfikir lagi. Kedua tangan Jung Ho Seok ditarik agar memeluk lehernya dari belakang. “bukankah ini lebih hangat dibandingkan syal yang kuberikan?”

Dulu Jungkook sangat menyukai dekapannya tapi mengapa sekarang dirinya seperti seakan-akan merasa tersakiti jika Ho Seok akan bersikap. “kalau begitu katakan yang sesungguhnya padaku, siapa yang kau cintai sebenarnya” kedua mata Jungkook berkedip memikirkan sebuah jawaban, salah satu tangannya menyentuh telinganya. Dan itu terbaca oleh Jung Ho Seok yang memang sudah lama mengenal Jungkook jika sedang gelisah. “kau tidak menjawab pertanyaanku?” tanyanya lagi.

“hentikan ini sangat menyakitiku” Jungkook menepis dan mendorong dengan paksa tubuh Ho Seok agar menjauh dari tubuh kurusnya. Tanpa memandang kedua mata Ho Seok, Jungkook langsung berlari dan memanggil pelayan lain untuk mengantar dirinya pergi kerumah sakit.

Pandangan Ho Seok memancarkan sendu “kau juga menyakitiku Jeon Joon Kook” singkatnya dengan tetap diam pada posisinya. Semenjak Jungkook sembuh entah kenapa dirinya sangat berubah. Bukan berarti Jung Ho Seok menginginkan Jungkook sakit kembali, hanya saja namja cantik yang dirinya temui akhir-akhir ini seperti bukan Jungkook yang dirinya kenali. Entah kenapa sifat angkuhnya mulai Jung Ho Seok rasakan saat kecelakaan Jin dan Jimin terjadi.

-------------------

[ kamar rawat Jin 06:00 am ]

Rapmon duduk disebuah sofa bersama dengan Taehyung yang masih setia menunggu perkembangan dari kesembuhan sahabatnya Jin. Untuk sekarang Taehyung lebih sering berada dirumah sakit karena telah dipecat dari pekerjaannya setelah seminggu membolos tanpa alasan.

“Seandainya kecelakaan ini tidak pernah terjadi, mungkin mereka sudah menjadi 1 keluarga yang utuh” Taehyung memberikan percakapan pada Rapmon yang termenung lelah dengan salah satu tangan menopang wajahnya. Ketukan membuyarkan lamunan kedua namja akan masa-masa indah yang tidak akan pernah terjadi tanpa Jimin.

Teriakan terdengar “Rapmon hyung...Taetae hyung..” seorang namja kecil membuka pintu dan berlari kencang kearah Rapmon dan Taehyung yang sedang duduk. Tanpa menunggu lama Rapmon menggendong namja kecil itu layaknya sebuah kapal terbang. Yoongi tersenyum simpul memandangi kebahagiaan Minseok yang tertawa kesenangan. Rasanya sudah cukup lama Yoongi memperhatikan Minseok dirumahnya susah sekali untuk tersenyum. tapi jika sudah disini dekat dengan Jin Appanya senyuman itu kembali terlihat menenangkan hatinya. Minseok yang sudah merasa puas dibuatkan terbang, mulai berbicara “aku hari ini akan kembali kesekolah, tapi tidak diantar Appa ataupun Eommaku. Jadi aku akan sebisa mungkin mengerti, tapi Hyung itu bukan karena aku nakal kan?”

“nakal?” tanya Rapmon bingung.

“di sekolahku jika ada Appa dan Eommanya yang tidak mengantar itu karena anaknya berbuat nakal. Aku mendengarnya sendiri saat temanku dimarahi Eommanya. Jika kau nakal Eomma atau Appa tidak akan mengantarmu kesekolah lagi begitu katanya” ketiga namja yang mendengarkan saling bertatapan.

Rapmon mengelus pundak Minseok yang sangat kecil jika disentuh tangannya, “apa yang kau katakan, sejak kapan malaikat kecil sepertimu berbuat nakal? Eommamu kan sedang pergi sebentar. Lagian ada Yoongi hyung kan yang menemanimu kesekolah. Nanti Rapmon serta Taetae hyungmu akan menjaga Appamu disini” Rapmon menyerahkan tubuh Minseok yang digendongnya kepada Taehyung disampingnya dan berjalan mendekati Yoongi lalu mencium kekasihnya di kening. “lihat Yoongi hyung akan selalu siap menemanimu”

Tidak mau melihat sedih diwajah Minseok, Rapmon mengalihkan pandangan Minseok dengan meledek kekasihnya Yoongi “Ehmm Minseok-ah, apa Yoongi hyung memberikanmu makanan dengan baik dan teratur? Bagaimanapun dia sedang melatih dirinya jika suatu hari memiliki malaikat kecil sepertimu” bisik Rapmon pada Minseok dengan terus melirik kearah Yoongi. Taehyung yang menggendong Minseok mendengar percakapan aneh yang diberikan Rapmon pada malaikat kecil mereka.

Minseok mengikuti tingkah Rapmon yang sebelumnya membisiki telinganya “Yoongi hyung sangat suka bermalas-malasan dikamarnya hyung, tapi ketika aku datang dirinya langsung merubah sikapnya. dan masakan Yoongi hyung kadang sangat asin”

Merasa sedang dibicarakan secara diam-diam, Yoongi mendekat dan memukul Rapmon cukup keras di area pundaknya “hentikan!”. Minseok tertawa geli melihat tingkah hyungnya yang langsung menciut ketika hyung lainnya memarahi.

“baiklah sudah jam segini lebih baik Minseok-ah menyiapkan diri untuk kesekolah” ujar Taehyung mengembalikan suasana hati Yoongi yang cemberut.

“Nde Taetae hyung, kalau begitu aku pamit ya. Aku akan siap siap kesekolah karena sekolah akan mulai pukul 10. aku titip Appaku ya hyung” Minseok mencium pipi Taehyung yang menggendongnya untuk mengucapkan selamat tinggal. Taehyung menurunkan Minseok dan Yoongi menggapai tangan kecil Minseok untuk menggandengnya. Sebelum Minseok benar-benar pergi, Rapmon juga meminta Minseok untuk memberikan ciuman selamat tinggal dipipinya. Dan itu membuat Minseok semakin menggemaskan. Yoongi menepuk pelan pundak Rapmon yang genit karena meminta dirinya melakukan hal yang sama seperti Minseok. Rapmon yang tidak mendapatkan ciuman Yoongi hanya berdengus kesal. Kekasihnya pun menutup pintu kamar rawat Jin dari luar.

Rapmon memandang kearah Taehyung dan kembali menemani Jin yang masih koma dalam kesunyian.

“aku berharap ada keajaiban yang menyadarkan Jin ataupun mengembalikan Jimin pada kita” Rapmon merenggangkan tangannya keatas untuk mengusir rasa pegal yang mulai dirinya rasakan selama sebulan menjaga Jin. Taehyung hanya diam memandangi Jin yang masih tidak sadarkan diri. ketukan kembali trdengar, Rapmon berfikir itu Yoongi yang lupa akan sesuatu namun saat Taehyung membukanya ternyata mantan kekasih Jin yang datang.

Tanpa dipersilahkan namja cantik itu langsung masuk, “bagaimana keadaan Jin-sshi? Aku membawa banyak makanan untuk cemilan kalian” tanyanya sambil meletakan banyak makanan dimeja ruangan rawat.

“belum ada perkembangan. Kau sendirian? Dimana Jung Ho Seok?” Jungkook kembali diam mendengar nama Jung Ho Seok, sibuk dengan kegiatannya sendiri yaitu menggantikan bunga yang lama dengan yang baru. namja cantik itu berpura-pura tidak mendengar pertanyaan yang tertuju padanya “aku bertanya padamu Jungkook-ah”

“dia sedang tidak bisa mengantarku. Apa kalian sudah sarapan? Aku akan menggantikan kalian disini, jika kalian ingin pergi sarapan” pembicaraan Rapmon langsung dialihkan Jungkook tanpa kecurigaan.

Rapmon melirik kearah Taehyung, “nde mungkin aku dan Taehyung akan pergi sebentar untuk sarapan. Kami titip Jin sebentar” Taehyung beranjak dari duduknya dan mengikuti Rapmon keluar ruangan, sebelum menutup pintu Rapmon meninggalkan pesan pada Jungkook “Jungkook-ah aku ingin memberi tau mu satu hal tentang keluarga Jin, setelah Appa dan Eomma nya Jin datang mungkin Jin akan dipindahkan rumah sakit. sebelumnya aku sudah menghubungi sekertaris Appa Jin maka dari itu aku memberi taumu. Mungkin pagi ini orang tua Jin akan sampai di bandara Incheon, Handphone ku sedang dicharge. Jika ada kabar tentang itu tolong kabari aku langsung direstoran bawah”

“nde, Arraso” senyuman Jungkook terlihat mengembang sangat puas mendengar akan kehadiran orang tua Jin yang sebentar lagi akan datang. lalu apa yang akan dirinya lakukan sebelum benar itu terjadi. Mungkin menyiapkan dirinya serapih mungkin agar tidak terkesan buruk dihadapan kedua orang tua Jin.

Rapmon dan Taehyung menunggu lift yang akan membawa mereka menuju lantai dasar. Sesampainya di lantai dasar Taehyung melihat ada beberapa polisi berada dimeja reception, dan menanyakan kamar sahabatnya dirawat. Karena penasaran Taehyung memilih untuk menghampirinya sedangkan Rapmon yang sedang memilih restoran ditinggalkan begitu saja. “yayaya... kau mau kemana Taehyung-ah”

“maaf pak polisi.. saya teman dari namja bernama Kim Seok Jin yang kalian cari ruangan rawatnya, apa kalian sudah menemukan Jimin dongsaengku. Salah satu korban yang hilang?” tanyanya tidak sabaran. Polisi itu merasa terbantu kehadiran Taehyung, dan salah satu rekan polisi menyerahkan ponsel yang ditemukan warga sekitar saat beberapa hari lalu sedang memancing. Benda itu membuat Taehyung serta Rapmon yang berada dibelakangnya terkejut. “apa ini milik temanmu yang hilang?” Taehyung mengambil alih ponsel yang sebelumnya dipegang polisi.

“ini..ini ponsel.. ponsel milik Jimin” Taehyung gemetaran saat menerimanya. Ini alasan mengapa nomor Jimin tidak aktif saat dihubungi.

Rapmon menimpali “bagaimana dengan korbannya?”

“kami belum menemukan korban yang hilang, keterangan para saksi yang mengatakan korban lain telah diselamatkan tidak mengetahui sama sekali namja yang membawanya. Mereka mengatakan jika kondisinya sangat parah jadi buru-buru dibawa namja asing itu pergi mengikuti ambulance. Selain itu kami menemukan sesuatu yang menyebabkan unsur kesengajaan disini”

Taehyung dan Rapmon mengangkat wajahnya menatap kearah polisi yang siap memberikan informasi lain, “kesengajaan? Apa maksudnya?”.

“mobil yang teman anda kendarai mengalami kerusakan dibagian Rem. Dan itu disebabkan oleh seseorang yang sengaja memutuskan kabel Rem tersebut”

Kepala Rapmon berdenyut mendapati fakta yang begitu menyiksa batinnya “Apaaaa!! Bagaimana mungkin? Dan siapa yang tega sengaja melakukan itu!” bagaimana mungkin ada musuh Jin diantara kami, sampai tega menghancurkan kebahagiaan 2 namja sebaik mereka.

“dan kami datang kesini ingin meminta keterangan dari beberapa orang yang dekat dengan tuan Kim Seok Jin”

“kami siap memberikan keterangan, dan di ruangan Jin sedang ada temanku satu lagi mungkin dia juga bisa memberikan keterangan setelah kami” jelas Rapmon pada polisi dihadapannya.

“baiklah kami akan memulai dengan kalian” Rapmon dan Taehyung mengikuti langkah polisi untuk keluar dari rumah sakit sementara waktu. Memberikan kesaksian yang mereka ketahui akan orang yang suka ataupun tidak suka dengan Jin.


-------------------

Jungkook yang berada diruangan Jin merapihkan setiap sudut kamar rawat Jin serta menaruh bunga yang disematkan sebuah vas disamping tidur Jin. Dulu Jin yang selalu meletakan bunga di tas miliknya selama 4 tahun berhubungan. Bukankah itu romantis? Tentu saja itu sangat romantis bagi Jungkook. Tangan Jin yang lemas digenggam Jungkook berusaha untuk menyadarkan namja tampan yang sedang tidak sadarkan diri. tatapannya sendu seketika melihat Jin yang tidak merespon genggamannya, “ini adalah pagi yang indah bukan Jin-sshi? Sebentar lagi Appa dan Eommamu menemui mu. Aku yakin kau pasti sangat senang orang tuamu mengunjungimu” Jungkook mengelus pipi lembut Jin yang terdiam.

“maafkan aku ya.. karena melukaimu sampai sejauh ini. Tapi sungguh aku tidak berniat macam-macam, jadi aku minta kau cepatlah sadar karena kau sudah terlalu lama tidur seperti ini. Apa kau tidak lelah Jin-sshi?” Jungkook bicara sendiri, “apa? kau tidak lelah dan malah sangat senang? Aku yakin kau memang sangat senang karena orang tuamu datang untuk mengunjungimu. Maka dari itu jika kau ingin melihat wajah orang tuamu, kau harus cepat bangun Jin-sshi” Jungkook menghapus air matanya sendiri, perasaan bersalah mulai kembali menghantuinya saat berada diruangan rawat Jin. Ulahnya namja yang dicintainya harus bertaruh untuk hidup dan matinya. Ini kesalahan yang sangat fatal terjadi.

Waktu terus berlalu, dokter yang memeriksakan Jin datang keruangan dan meminta waktu sejenak dari Jungkook agar dirinya bisa memeriksa Jin. Dokter itu membicarakan hal yang tidak Jungkook mengerti pada perawat yang terus mencatat apa yang diucapkan dokter. Dengan sedikit keberanian Jungkook bertanya, “bagaimana keadaan Jin-sshi dokter?”.

“kami belum bisa memastikan kesadaran yang dialami temanmu kapan terjadi, tapi sampai saat ini temanmu tidak menunjukan perkembangan apapun” dokter itu menghela nafas sangat berat. Setelah pemeriksaan selesai dokter itu memohon izin untuk meninggalkan ruangan “Kami permisi” Jungkook yang mendengar itu bersuara, “aku yakin sebentar lagi..” perawat dan dokter itu menoleh kearah Jungkook yang tiba-tiba saja mengatakan sesuatu yang menggantung.

“nde?”

“aku yakin sebentar lagi Jin-sshi akan sadar dokter. Terimakasih atas bantuannya” Jungkook membungkukan tubuhnya memberi hormat, dokter itu hanya tersenyum dan mengangguk. Merekapun menghilang dibalik pintu ruangan rawat Jin. Meninggalkan Jungkook yang masih membungkuk sambil menangis penuh harapan akan kesadaran Jin. Sebenarnya Jungkook tidak sendirian ditempat itu, tanpa sepengetahuannya Jung Ho Seok menemani dirinya. Mengawasi setiap gerak-geriknya. Membuktikan perasaan cemburunya salah dan telah kelewat batas menuduh kekasihnya yang tidak-tidak. Dan ternyata Jungkook memang sebenarnya merindukan Jin dalam hidupnya. Tidak kuat lagi Jung Ho Seok pergi meninggalkan 2 namja itu dalam satu ruangan.



-------------------


Min Yoongi menunggu Minseok pulang sekolah, rasanya sendirian ditempat itu tidak begitu nyaman. Apakah ini yang selalu dilakukan Jimin setiap menemani Minseok kesekolah. Tidak melakukan apa-apa. hanya diam dan menunggu. Tetapi Min Yoongi menghilangkan rasa bosannya dengan membuka ponsel miliknya. Dirinya masih sangat ingat saat kumpul terakhir di SMA dulu, dari layar ponsel milik Min Yoongi terlihat senyuman dari setiap masing-masing wajah. Termasuk Jin dan Jimin. itu adalah kenangan terakhir mereka di Korea sebelum kecelakaan terjadi. Seandainya ini semua tidak terjadi mungkin Minseok akan sangat bahagia memiliki keluarga yang utuh. Min Yoongi yang menunggu didalam mobil mendengar suara mobil lain yang baru saja datang dan parkir disebelang mobil miliknya. Tidak memperdulikannya. Namja itu masih sibuk dengan ponselnya, padahal jika dirinya menoleh sebentar saja. Min Yoongi akan menemukan Park Jimin disampingnya.

Dimobil yang baru saja terparkir disamping Yoongi terdapat 2 namja dengan 1 namja kecil yang akan siap turun dari mobil.

“hyung-nim terimakasih sudah mengantarku kesekolah ya, jika tidak ada hyung-nim mungkin aku akan ditelantarkan Appaku dijalanan” celetuk Luhan menghasilkan tawa dibibir Jimin dan Hongbin.

“namja kecil ini... sudah masuk sana, kau sudah sangat terlambat. Katakan pada Seongsaenim jika kau terlambat karena tidak ada yang mengantarmu. Arraso?” perintah Hongbin dengan menyentil hidung Luhan. namja kecil itu langsung menutup hidungnya yang seperti sedang menunjukan rasa sakit saat disentil.

“Ndee!” sebelum pergi Luhan memberikan ciuman selamat tinggal pada Jimin dan Hongbin, lalu pergi meninggalkan mobilnya. Jimin memperhatikan seorang namja yang parkir disebelah mobil Hongbin, sangat cantik dengan rambut hijaunya. Sepertinya Jimin pernah melihat namja berambut yang sama saat dirumah sakit Busan. Hongbin yang baru saja akan menyalakan mobil tersadar akan pandangan Jimin pada namja lain disamping mobilnya.

“apa yang kau lihat? Kau tertarik pada namja lain selain diriku?” tanyanya penasaran.

“aniyo.. aku hanya melihat namja dimobil itu sangat cantik dengan rambut hijaunya, benar bukan?” Hongbin melirik namja yang dimaksud Jimin. lalu Hongbin menggeleng tidak setuju akan pernyataan yang Jimin ajukan padanya. “bagiku kau lebih cantik Chimchim.. jangan remehkan kecantikanmu juga, ingat? Kita sebaiknya langsung pulang agar Eommamu tidak khawatir menunggumu dirumah”
“kita tidak menunggu Luhan disini?”

“tentu saja tidak, nanti Leo atau Xi Hwa yang akan menjemput malaikat kecil mereka”

“malaikat kecil?”

-bayangan hitam kembali terlintas layaknya sebuah ingatan yang tiba-tiba saja hadir saat Jimin menyebutkan Malaikat kecil dalam ucapannya. Sepertinya Jimin mulai merasakan bahwa dirinya pernah mengatakan itu tapi tidak tau pada siapa. Mungkinkah pada Luhan juga

Suara mesin mobil menyadarkan Jimin akan lamunannya. Hongbin melajukan mobilnya untuk keluar dari parkiran. Min Yoongi yang sudah bosan dengan ponselnya mulai memandangi kearah luar mobilnya dan menyaksikan sosok Jimin dihadapannya. Ponsel yang berada dalam genggamannya terjatuh tidak diperdulikan.

“Ji...Ji..Jimin?” suara Yoongi terbata-bata.

Melihat mobil Jimin akan segera pergi, Min Yoongi secara reflek keluar mobil dan mengejar mobil yang membawa sahabatnya itu dengan berlari. Larian itu tidak memberikan hasil apa-apa selain kehilangan jejak. Yoongi kehilangan mobil yang melaju cukup kencang meninggalkan sekolah Minseok. seharusnya disaat penting seperti ini fikirannya bisa digunakan, bagaimana mungkin Yoongi mengejar mobil dengan berlari? Itu adalah hal yang terkonyol yang pernah namja itu fikirkan. “aku tidak salah lihat... Jimin.. yang tadi itu.. pasti Jimin..” Min Yoongi memukul kepalanya berkali-kali karena kesal, jika saja dia mengejar dengan mobilnya pasti dirinya bisa menemukan Jimin dan membawanya kembali pulang pada Jin. Tapi yang Yoongi bingungkan dengan siapa Jimin barusan? Apa hanya kebetulan mirip dengan Jimin? Min Yoongi sama sekali tidak mengerti dan mulai ragu akan penglihatannya lagi. Lebih baik dirinya sekarang melaporkan apa yang dilihatnya pada kekasihnya Nam Joon a.k.a Rapmon.

Berkali-kali panggilan Min Yoongi lakukan sama sekali tidak memberikan respon oleh Rapmon. “kemana namja menyebalkan ini sih? Selalu saja setiap dibutuhkan tidak bisa dihubungi dengan cepat” Min Yoongi mengomel sendiri tidak karuan didalam mobil memaki kekasihnya yang sulit dihubungi sejak tadi.


-------------------


Rapmon dan Taehyung yang baru saja menyelesaikan kesaksian akhirnya diizinkan untuk kembali keruang rawat Jin. sepertinya mereka harus menunda sarapan pagi mereka lagi untuk mengantarkan beberapa polisi menemui Jungkook dikamar Jin.

[ Kamar rawat Jin ]

Jungkook memperhatikan setiap lekuk wajah Jin yang masih tertidur. Kenapa wajah ini begitu sempurna tidak memiliki kekurangan sedikitpun. Jimin benar-benar beruntung mendapatkan Jin telah berubah tidak seperti dulu.

Flashback On

Awal pertemuan Jungkook dengan Jin, sangat buruk jika harus diceritakan. Pakaian yang tidak terurus, rambut berantakan, serta nilai-nilai dari sekolah yang tidak pantas menjadikan Jin paling terbawah dikalangan teman-temannya. tentu saja dari keluarga yang berada tidak membuat Jin dikeluarkan dari sekolahnya. Bagi Jin hidupnya adalah sesuatu yang membosankan. Maka dari itu Jungkook datang berniat untuk merubah hidup namja yang selalu saja disisihkan oleh teman-temannya. jungkook yakin ada sesuatu yang dimiliki Jin tapi itu masih terpendam. Dan saat pelajaran usai, jungkook mulai memberanikan dirinya untuk bicara dengan Jin.

“annyeong.. aku JeonJoonKook. Daega?” Jungkook memberikan senyuman secantik mungkin, karena dirinya tidak mau membuat Jin berfikir dirinya hanya kasian padanya. “uhmm.. aku tau kau tidak terlalu suka memiliki teman, tapi aku ingin sekali mengenalimu. Namamu?”

Jungkook menjulurkan salah satu tangannya berharap Jin mau menerima salam perkenalan darinya, selama beberapa menit tangan itu terdiam. Tidak mendapatkan balasan dari Jin. Merasa bodoh Jungkook meruntuki nasibnya yang baru pertama kali dicuekin seorang namja.”maafkan aku jika mengganggumu ya Jin-sshi” namja cantik itu menyerah dan berjalan menjauhi Jin yang sedari tadi hanya mendiamkan dirinya.

“kau tau namaku, tapi masih menanyakan namaku?” dinginnya namun kalimat itu tertuju pada Jungkook, dan itu membuat Jungkook cukup senang serta malu.

“nde. Aku memang tau namamu, tapi sedikit basa-basi tidak apa-apa kan? Lagian aku hanya ingin memperkenalkan diriku padamu. Aku yakin kau tidak mengenaliku. Karena kau sibuk dengan duniamu sendiri”

“namamu Jeon Joon Kook, lahir 1 September, Gol darah A, tinggi 177cm, berat 61kg, warna Fav Merah, suka Menggambar, dan tempat kelahiranmu di Busan. Apa aku benar?” tatapan mata Jin sedikit melirik. Dan Jungkook hanya melongo tidak percaya semua profile yang disebutkan benar adanya. “bagaimana bisa kau—” suara itu terhenti, saat Jin beranjak dari tempat duduknya. Jungkook mengejar, lalu mensejajarkan langkahnya dengan Jin.

“tunggu...tunggu kau itu tau semua tentang ku bagaimana bisa? Ingatanmu itu benar-benar sangat bagus. Sekalipun kau tidak sengaja membaca profileku tapi kau sangat benar menyebutkannya. Tidak ada yang meleset”

“jangan menganggapku benar-benar bodoh dikelas” tatapan Jin menajam membuat Jungkook sedikit tidak bisa bernafas. “aku hanya berpura-pura tidak tau apa-apa. kau mengerti Jungkook-ah?”

“kenapa kau harus berpura-pura? Kau memiliki ingatan yang cukup bagus. Berhentilah bersikap bodoh dikelas. Kau bisa merapihkan sebagian penampilanmu, aku yakin nanti semua tidak akan meremehkanmu lagi”

“apa untungnya bagiku? Membuat mereka tidak meremehkanku, apa untungnya? Apa aku bisa bahagia ketika mereka bersikap bodoh untuk berteman denganku? Mengejar-ngejar layaknya sebuah makanan empuk yang bisa mereka kunyah lalu mereka muntahkan nantinya”

“apa maksudmu? Kunyah? Lalu memuntahkan?” wajah Jungkook benar-benar terlihat sangat polos. Membuat Jin sedikit bosan jika harus menjelaskan sesuatu yang tidak akan namja hadapannya itu mengerti.

“kau itu benar-benar terlalu polos, berhentilah mengikutiku. Aku malas menjelaskannya padamu” jin  menjauhi Jungkook, walaupun Jungkook masih setia mengejarnya hingga pada akhirnya Jin menyukai sisi Jungkook yang polos namun terkesan baik pada setiap orang.

Flashback Off


Mengingat masa-masa pertama kali bertemu dengan Jin selalu menyimpulkan senyuman diwajahnya. Seandainya kanker tidak pernah hadir dalam hidup Jungkook. Seandainya Jin tidak pernah bertemu dengan Jimin. dan seandainya Jin masih mencintainya mungkin saat ini mereka telah bahagia menjalani hidup disuatu tempat hingga masa tuanya. Jungkook menepuk-nepuk pipi Jin dengan telunjuknya. Ketenangan yang sebelumnya Jungkook rasakan beerubah ketika ada suara seseorang memasuki ruangan rawat Jin. dan kaget Jungkook itu adalah polisi.

“ada...ada.. apa.. ada apa ini?” suaranya gemetaran namun berusaha untuk tetap tenang. Rapmon merasa aneh pada sikap Jungkook yang saat dirinya tinggalkan terasa biasa saja, mengapa sekarang suaranya terdengar ketakutan. Bahkan Rapmon sadar Jungkook sedikit demi sedikit memundurkan langkahnya.

“kau kenapa Jungkook-ah? Mereka polisi yang menangani kasus kecelakaan Jin dan Jimin. kau akan dimintai keterangan. Pergilah bersama mereka sebentar” terang Rapmon yang masih merasakan keanehan pada sikap Jungkook. “ada apa dengan mu Jungkook-ah”

“aniyo.. aku hanya.. tiba-tiba terfikirkan hal-abeoji.. sepertinya aku harus segera pergi” Jungkook yang berusaha melewati beberapa polisi ditahan Rapmon. “hanya sebentar. Polisi hanya membutuhkan waktumu sebentar. Kau tidak bisa pergi sebelum memberikan keteranganmu pada mereka” jelas Rapmon meyakinkan Jungkook agar mau mengikuti perintahnya. Rapmon yang terus memojokan Jungkook dengan tatapannya, dengan terpaksa harus mengikuti kemana dirinya akan dibawa.

Sebelum Jungkook meninggalkan kamar rawat Jin. ponsel Rapmon yang dicharge berdering. Tertera nama Min Yoongi sedang mencoba menghubunginya. Dan ketika mengangkatnya teriakan yang menjadi khas kekasihnya itu terdengar...

“yaaakkk seulki kau kemana sajaa!!”

“ada apa denganmu Yoongi Chagi.. bisakah kau tenang dan mengatakan hal apa yang ingin kau bicarakan”

“aku sama sekali tidak mengerti denganmu, selalu saja menghilang ketika hal penting terjadi... ini soal Jimin”

“apa yang terjadi dengan Ji—”

“aku bertemu dengan Jimin disekolah Minseok. aku sungguh-sungguh benar melihatnya” Rapmon yang tidak percaya hanya diam dan memandang kearah Jin yang tengah terbaring Koma. Air mata mengalir tanpa sengaja dengan senyuman yang sedikit diberikan Rapmon pada sahabatnya Jin. Rapmon bahagia jika benar apa yang dikatakan kekasihnya itu benar adanya. 

“Jimin sedang bersama seorang namja yang tidak aku kenali. Kemungkinan namja itu hanya mirip dengan Jimin atau namja yang menolongnya sama sekali tidak mengabari polisi tentang Jimin. Rapmon-sshi aku harus bagaimana?”

“astaga..apa kau tidak mengikutinya? Atau mencatat nomor mobilnya?”
              
Yoongi mendadak mengingat akan kebodohannya yang mengejar mobil dengan cara berlari “aku tidak tau harus melakukan apa. aku benar-benar kaget saat itu. jadi hanya bisa mengejarnya dengan berlari”

“kau jangan memaksakan dirimu Chagi...jangan berlari untuk mengejarnya, aku akan bicarakan ini kepolisi yang datang kerumah sakit. yang terpenting kita ketahui sekarang bahwa Jimin berada di Seoul”

“polisi datang kerumah sakit?”

“nde.. aku tutup dulu telponnya ya.. nanti aku sambung lagi. Kau fokus dulu dengan Minseok”

Jungkook yang mendengar tentang keberadaa Jimin di Seoul seakan memberhentikan waktu yang berada disekelilingnya. Tubuhnya kaku tidak bisa digerakan, jika Jimin masih hidup bagaimana dengan kehidupannya nanti? Tidak mungkin. Tidak mungkin jika Jimin masih hidup dan berada di Seoul sekarang. Jungkook yang menguping melanjutkan perjalanan seolah-olah tidak tau apa-apa. 


To becontinue...






Comments

  1. ihhh jahathya yoongi pindah ke jungkookn ....
    jungkook udh terima aja ho seok ..
    oh ya thor saya risih dengan embel embel sshi yang ada ....
    padahal mereka kan udh saling kenal lama .. udh gitukan berhubungan masa sih masih pake embel embel sshi ... bukannya embel embel sshi cuma buat orang yang baru ketemu atau buat formal .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai KhArmy aku pikir sshi itu maksudnya tokoh shin gyu ternyata ini toh... jimin-sshi gitu ya? aku mikir jungkook tuh gamau kenal lagi sama jimin.. jungkook gamau mengenal orang-orang yg ga mendukung dia^^ itu si penjelasannya.. hehe kalo itu risih nnati aku perbakin yaa KhArmy gomawo sarannya{}:*

      Delete

Post a Comment

Popular Posts