BOY IN LUV S2 Chapter 13 // JIN // JIMIN //
Latar belakang lagu yang membentuk ‘BOY IN LUV SEASON
2’
- - Docter Stranger
OST — Promie slow instrumental
- - Urban Zakap – My
Love
- - Chen EXO — Best
Luck
- - VIXX – ERROR
- - Baekhyun EXO —
Beautiful (Exo Next Door OST)
- - Drakor – In
memory Instrumental
- - Ost Autumn In My
HeartEndless Love Drama Korea
- - Stupid in Love —
SoYu x Mad Clown
- - Various Artist –
In Memories (The Muster’s Sun OST)
- - Winter Sonata –
My Memory (Piano Instrumental)
- - Winter Sonata –
Inside The Memories
Hal yang tidak Rapmon mengerti mengapa
hanya dirinya yang tidak tau akan keberadaan Jimin dirumah orang tua
kandungnya. Apakah Yoongi dan Taehyung sengaja menyembunyikan ini semua
darinya? Tapi dengan alasan apa? apakah Rapmon tidak dibutuhkan dalam pencariannya
selama ini sebenarnya. Rapmon memperhatikan kekasihnya itu telah masuk
kekediamannya menyusul Taehyung yang lebih dulu masuk. Dengan pikirannya yang
sehat, Rapmon harus dapat berfikir secara normal tentang Yoongi kekasihnya dan
Taehyung sahabatnya.
Keesokan paginya.
Yoongi bersiap-siap mengantar Minseok pergi kesekolahnya,
sedangkan Rapmon dan Taehyung masih beristirahat di kamar masing-masing.
Kediaman yang dulu sepi kini terisi oleh cinta untuknya. Yoongi bukanlah namja
seperti dulu. Yang mengharuskan keinginannya terus terwujud. Karena sekarang
Yoongi memiliki tanggung jawab untuk menjaga keutuhan hubungannya dengan Rapmon
dan Taehyung setelah akhir-akhir ini bermunculan banyak masalah. Minseok yang
selalu ingin menjenguk Jin dengan terpaksa harus mendapatkan kebohongan dari
setiap hyungnya. Kebohongan Yoongi Rapmon dan Taehyung buat, hanya untuk
menutupi kondisi Jin pada Minseok. dan tanggung jawab Yoongi yang terakhir
adalah meyakinkan Taehyung agar mau menjemput Jimin kembali dari kediaman Eomma
kandungnya. Memang berat. Tapi Yoongi harus bisa melakukan itu, agar semua bisa
seperti dulu.
Minseok yang sudah rapih dengan seragam dan tas yang
digendongnya, menggandeng tangan Yoongi yang sedang berdiri didepan kamarnya.
seperti sedang memikirkan sesuatu. “apa yang hyung fikirkan? aku sudah siap ayo
berangkat”
“ah nde. Kau mengagetkan ku Minseok-ah. Kau sudah siap?
Kalau begitu ayo kita kemobil”
Dalam perjalanannya kesekolah. Minseok memberanikan diri
bertanya pada Yoongi tentang keadaan Jin yang sampai sekarang tidak diizinkan
untuk dijenguknya. Sebenarnya Minseok yakin jika Yoongi akan terus berbohong
padanya setiap dirinya menanyakan sesuatu berkaitan dengan Jin. Minseok
diajarkan oleh guru sekolahnya jika seseorang berbohong dia tidak akan bisa mengatakannya
dengan tenang. Dan hal yang Minseok percayai seseorang yang berbohong hidungnya
akan panjang seperti pinocio di dongeng yang sering dibacakan Jimin dulu.
Setiap Minseok melihat Yoongi akhir-akhir ini, hidung hyungnya itu bertambah.
Dan Minseok curiga bahwa Yoongi memang telah membohonginya. Itulah yang
dipikirkan seorang anak kecil saat imajinasinya mulai menguasai pikirannya.
“hyung hidungmu semakin panjang ya, apa hyung sering
berbohong?” kata Minseok, dan Yoongi kaget saat namja kecil disampingnya
berteriak sambil menunjuk kearah hidungnya.
“nde? Apa yang kau bicarakan Minseok-ah? Siapa...siapa yang
suka bohong? Dan kenapa kau mengagetkan hyungmu seperti itu..aish..!”
Minseok kembali duduk dengan tenang dan diam seperti
sebelumnya, Yoongi tidak mendapatkan balasan lalu fokus lagi pada
perjalanannya.
“hyung suka berbohong padaku” suara Minseok membuat Yoongi
menginjak rem. Menghentikan mobil mereka ditengah jalan tanpa aba-aba. Mobil
lain berada dibelakangnya tentu saja tidak sempat menginjak rem. Dan tabrakan
kecilpun terjadi antara kedua mobil. Yoongi mendapatkan caci maki dari
pengendara lain yang meminta ganti rugi padanya. Setelah meminta maaf dan
mengganti kerusakan dengan seluruh isi won yang ada didompetnya, Yoongi masuk
kemobilnya dengan Minseok yang masih asik memainkan mainannya. Seperti tidak
terjadi sesuatu. Mobilnya lecet tapi ucapan Minseok yang menjadi beban dari
jawaban apa yang akan diberikan dirinya. “Minseok-ah?”
“nde?”
“bisakah kau bicara saat kita sedang tidak dalam perjalanan?
Dan Kenapa.. kenapa kau jadi menuduh hyung suka berbohong?”
“hyung tidak mengatakan dengan jujur tentang kondisi Appa
Jin kan? Hyung mengatakan jika dokter melarang Appa Jin dijenguk tapi hyung,
Taetae hyung, dan Momon hyung menjenguk Appa
terus. Lalu kenapa hanya aku yang tidak diizinkan menjenguknya? Aku kan
anak angkatnya. Apakah Appa Jin membenciku? Dan tidak mau menjadikan aku anak
angkatnya lagi?”
Yoongi tidak bisa berucap, dan mengalihkan pembicaraan
mereka dengan menatap arlojinya yang sudah menunjukan keterlambatan Minseok
masuk kekelasnya. “kita bicarakan ini nanti Minseok-ah, yang sekarang harus kau
lakukan adalah belajar dengan ceria. Kau mengerti? Aku sudah terlambat
mengantarmu” Yoongi menyalakan mobilnya setelah menerima anggukan sedikit
memaksa dari Minseok, Melanjutkan perjalanan mereka dengan tidak adanya
pembicaraan lagi.
----------------------
Taehyung yang baru bangun dari istirahatnya bertemu dengan
Rapmon di ruang makan. Taehyung mengambil minuman dingin dilemari es untuk menghilangkan
rasa hausnya. “sepertinya kau tidak cemas dengan hilangnya dongsaengmu,
Taehyung-ah” Rapmon berhasil mendapatkan perhatian Taehyung yang belum selesai
menghabiskan minuman didalam gelasnya. Rapmon tersenyum singkat, “apa kau sama
sekali tidak berfikir jika Jimin selamat atau dia sudah—”
“apa yang kau bicarakan Nam Joon?”
“Apa yang kau sembunyikan dengan Yoongi? Langsung saja pada
poin pembicaraan ini, jelaskan padaku tentang apa yang kau dan Yoongi bicarakan
semalam”
Taehyung memandang kearah Rapmon yang menunggu penjelasan
darinya. Tidak ada gunanya jika Taehyung harus berbohong pada Rapmon yang sudah
dirinya kenal cukup lama. Terlebih lagi sepertinya Rapmon mendengar
pembicaraannya dengan Yoongi semalam. Keinginan Yoongi hanya tidak ingin mendapatkan
masalah dari emosi Rapmon yang tinggi saat bertemu dengan namja asing yang
berstatus tunangan Jimin sekarang. Tapi sepertinya itu akan merusak hubungan
mereka saat ini. Hubungan mereka yang semenjak hilangnya Jimin sudah rapuh, dan
akan semakin rapuh seandainya dilanjutkan dengan kebohongan yang dimaksudkan
baik untuk keadaan. Taehyung meletakan gelasnya. “aku bertemu dengan Eomma
kandung Jimin beberapa hari lalu, itu semua Yoongi yang mengaturnya”
“Yoongi yang mengatur? Dari mana dia tau tentang orang tua
kandung Jimin?” Rapmon bertanya, dan saat itulah semua dijelaskan Taehyung dari
awal hingga sampai pertemuan terakhir. Tidak tau harus mengeluarkan ekspresi
seperti apa saat Taehyung memberi tahu bahwa Yoongi sangat khawatir saat
dirinya tau tentang hal ini. Emosi tingginya menjadi alasan mengapa Yoongi
sangat gelisah setiap kali bersama dengannya. Mungkin Yoongi ingin bercerita
namun banyak pertimbangan yang tidak dapat Rapmon fikirkan apa hal yang tidak
meloloskan dirinya untuk mengetahui ini semua.
“percayalah padaku, kekasihmu itu hanya tidak ingin kau
terluka saat bertemu dengan namja yang memiliki emosi sama sepertimu. Dia
sangat mengkhatirkanmu Kim Nam Joon”
“aku hanya ingin melindungi Yoongi dengan caraku, aku tidak
ingin ada orang yang tidak menghormatinya. Aku tidak ingin dia terluka. Dan aku
ingin apapun kondisinya dia selalu mengatakannya padaku. Tapi ternyata emosiku
yang tidak bisa dikendalikan merusak semua yang aku ingin lakukan terhadapnya”
Taehyung menarik kursi meja makan yang berada disamping
Rapmon duduki, “sepertinya Yoongi-ah sudah merasakan itu semua. Jadi kau tidak
perlu mencemaskan apapun”
“kepercayaan yang aku inginkan dari Yoongi. Bukan apapun.
Tapi dengan dirinya tidak mengatakan ini secara langsung itu membuat hatiku
tidak nyaman—”
“aku menceritakan ini padamu agar kau mengerti bahwa apa
yang dirinya lakukan hanya tidak ingin kau melukai dirimu sendiri. saat kau
memukul Jin dirumah sakit, kau harus melihat wajahnya sangat sedih mendapati
kekasihnya memukul sahabatnya sendiri. apa kau sama sekali tidak mengerti itu
semua? Yoongi hanya menginginkan semua baik-baik saja dengan hal yang tidak
melibatkanmu pada kekerasan nantinya. Amarahmu mudah untuk dipancing orang
lain, dan aku fikir apa yang Yoongi khawatirkan akan terjadi jika dirinya
bercerita padamu”
Rapmon mendengarkan nasehat Taehyung yang menepuk-nepuk
pundaknya. Kenangan tentang pertemuan pertama kali dengan Yoongi teringat.
Flashback On
Pertemuan Rapmon dengan Yoongi pertama kali
saat Jin tengah marah dan murka pada Yoongi yang tega melukai kekasihnya. Hanya
karena rasa keinginannya tinggi untuk memiliki Jin, Yoongi rela melakukan hal
sekeji itu tanpa berfikir panjang. Pertemuan kedua kalinya Rapmon tidak sengaja
menanbrak Yoongi di lift bandara. Kaki Yoongi yang terkilir menyebabkan Rapmon
dapat mengenali namja cantik itu saat akan membantunya. Dan ketida kalinya
Rapmon memberanikan dirinya untuk pergi kekediaman Yoongi.
“kau?” heran Yoongi dengan kedatangan Rapmon
dikediamannya.
“aku belum sempat meminta nomor telponmu.
Aku datang untuk memintanya” senyuman Rapmon terkesan sangat gentle, dan Yoongi
hanya malu tidak berkutik. Yoongi berfikir akan salah jika dirinya dekat dengan
namja sebaik Rapmon. Suatu saat pasti sifatnya yang menyebalkan akan keluar dan
membuat namja baik ini menjadi membenci dirinya.
“bagaimana bisa kau kerumahku?” sinisnya
dengan tatapan yang acuh. Rapmon langsung menebak namja cantik dihadapannya
sedikit berubah dari saat dirinya bertemu di bandara Incheon. Itu tidak akan
menghilangkan perasaan Rapmon. Fikirannya mengambil kesimpulan Yoongi mulai
menjauhinya.
Flashback Off
Namja cantik yang menyedihkan namun terlihat sangat kuat.
Mampu meluluhkan hati Rapmon yang sulit move on dari Jimin yang memang memilih
Jin sejak awal. Rapmon beranjak dari kursinya, Taehyung bertanya untuk
meyakinkan bahwa apa yang dirinya lakukan tidaklah salah. “aku ingatkan padamu.
Yoongi sangat mencintaimu, dan aku harap kau tidak membuat kesalahan apapun
hanya karena emosimu yang tidak mau menerima tentang ini semua, tentang
kebaikan Yoongi” Rapmon tidak perduli dan terus berjalan kearah kamarnya
berada. Mengunci pintu kamar dari dalam agar tidak ada yang mengganggunya dalam
berfikir keras.
“Jiminnie bantu aku menenangkan namja sekeras batu bernama
Kim Nam Joon itu” ucap Taehyung memohon. Menyebut namanya mengingatkan Taehyung
akan ucapan yeoja yang berstatus Eomma Jimin.
“kau dari keluarga Kim yang telah merawat
putraku bertahun-tahun bukan? Aku sangat berterimakasih atas perhatianmu selama
ini terhadap Jimin. aku yakin keluarga Kim sangat baik memperlakukan putraku
selama ini” Taehyung masih memandangnya dengan keheningan dan hanya
mendengarkan.
“tapi bisakah aku meminta satu hal pada
keluargamu?” suara Sojin menghilang untuk meminum sedikit minuman yang
sebelumnya telah lama didiamkan. “aku ingin keluargamu tidak menceriatakan
apa-apa pada Jimin, ini sedikit yang aku berikan untuk menggantikan kehidupan
Jimin sebelumnya. putraku tidak akan kembali pada keluargamu, jika masih kurang
katakan saja. aku akan menyiapkan kekurangannya” Sojin mengeluarkan amplop yang
tersimpan didalam tas. Dalam amplop itu isinya terlihat begitu tebal, Taehyung
yakin didalamnya berisi lembaran won.
Kata-kata
yang merendahkan Taehyung, seakan-akan pantas diucapkan dari Eomma kandung
Jimin. Taehyung menggenggam kedua tangannya. Genggaman tangan Jimin masih
sangat terasa. Saat namja itu masih kecil hingga besar. Hanya Taehyung yang
menjadi saudara untuk dirinya. Tidak mungkin Taehyung berdiam diri disaat Jimin
tidak tau apa yang sebenarnya terjadi. Apa perkataan Yoongi harus dirinya
lakukan? Taehyung mengacak rambutnya. Dan pergi meninggalkan meja makan
menyusul Rapmon.
[ Di
lain tempat ]
Yoongi
mengucapkan selamat tinggal pada Minseok, namun namja kecil itu hanya membuka
pintu mobil dan pergi tanpa berpamitan dengan Yoongi seperti biasanya. Kaki
kecilnya berlari kedalam sekolah. Yoongi menghela nafas, sudah lelah dengan ini
semua. Kebohongan dan kebohongan mulai terjadi dalam hidupnya. Walaupun untuk kebaikan
tapi orang yang menerima kebohongan itu seakan tidak dipercaya. Mereka seakan
dikucilkan dari kondisi atau keadaan yang sebenarnya.
Tidak
lama suara ponsel Yoongi berdering singkat. Sebuah pesan masuk keponselnya.
From : Jung Ho Seok
To : Min Yoongi
Aku dan Jungkook sudah bertemu dengan Jimin.
tapi sepertinya Jimin tidak mengenaliku dan Jungkook. apa kau tau sesuatu?
Yoongi
membalas pesan itu “dimana kau bertemu
dengan Jimin?”
From : Jung Ho Seok
To : Min Yoongi
Dirumah sakit Jin dirawat, Jimin masih
berada disini dan dia bersama seorang namja yang tidak kukenali.
Dengan
cepat Yoongi menginjak gas untuk menjemput Taehyung dikediamannya. Karena sudah
muak Yoongi ingin mengkahiri ini semua dengan mempertemukan Jimin dengan Jin
yang berada dirumah sakit yang sama. Dirinya ingin Jimin dan Jin mengingat
semua yang mereka alami sebelum terjadinya kecelakaan yang memisahkan mereka.
Setelah
sampai dikediamannya, Yoongi langsung pergi kekamar Taehyung dan mengetuk pintu
kamarnya beberapa kali. Tidak ada yang menjawab. Berkali-kali memanggil
Taehyung juga tidak ada balasan. Rapmon yang merasa risih menghampiri
kekasihnya didepan pintu kamar Taehyung. “Taehyung pergi kerumah sakit Jin, apa
kau sedang ada keperluan dengannya?” Rapmon bertanya dengan pakaian yang sudah
rapih dan siap pergi.
“aku..
aku.. hanya ingin menanyakan perkembangan atas pencarian Jimin-ah saja, dia
pergi kerumah sakit untuk apa Chagi?”
“untuk
bertemu dengan Jimin. Jung Ho Seok menghubunginya dan mengatakan Jimin berada
disana. semua yang kau sembunyikan dariku, Taehyung telah menceritakannya”
Yoongi
memundurkan langkahnya ketika Rapmon telah mengetahui semuanya dan mengatakan
sesuatu tentang kehadiran Jimin dirumah sakit Jin. Suasana canggung terasa
diantara keduanya, Rapmon sangat tau sikap Yoongi yang tidak bisa menatapnya
jika perasaannya sedang gelisah dan merasa bersalah. “apa kau tidak ingin
mengejarnya? Apa kau tidak ingin bertemu dengan Jimin-ah?”
“Nde?”
Rapmon menarik lengan Yoongi menuju mobilnya. “Nam Joon..Aku”
“Aku
mengerti, kau tidak ingin menceritakan apapun padaku karena kau khawatir
padaku?” langkahnya terhenti didepan pintu mobil milik Rapmon, “Awalanya aku
tidak bisa menerima, hanya untuk melindungiku kau melangkah sendiri
dibelakangku. Kau bergerak sendiri membahayakan dirimu menghadapi namja kasar
yang berada disamping Jimin. aku tau kau sering bergerak sesuai dengan
keinginanmu dulu, tapi sekarang kau memilikiku. Bisakah aku selalu menjadi
tangan kananmu? Yang pergi kemanapun kau pergi?”
“apa
yang kau katakan, kau selalu berada disampingku. Menjagaku terus? Sedangkan
aku—”
Bibir
Yoongi bersentuhan dengan bibir Rapmon. Dengan lembut Rapmon memberikan
kenyamanan lewat ciuman singkatnya. Wajah Yoongi memerah seperti kepiting
rebus, dan Rapmon sangat menyukai reaksi wajah Yoongi. “hentikan semua yang kau
lakukan sendiri. kau sudah memiliki aku. Dan aku akan selalu ada untukmu, aku
berjanji akan berfikir sebelum bertindak agar tidak membuatmu khawatir padaku
lagi”
Senyuman
malu Yoongi terukir. Anggukan kecil diberikan dan itu sudah bisa Rapmon ambil
kesimpulan bahwa hubungan mereka baik-baik saja sampai sekarang. Mereka pergi
kerumah sakit Jin untuk menemui Jimin dengan bergandengan tangan.
----------------------
Park
Jimin berada diruangan Kim Himchan tidak ditemani Hongbin. Itu adalah prosedur
yang harus Himchan lakukan agar Jimin bisa bercerita dengan leluasa tentang
apa-apa yang sedang dirasakannya. Tubuh mungil Jimin tertidur diatas tempat
tidur pasien. Ditemani instrumental yang menjadi favorite Kim Himchan Docter Stranger OST — Promie slow
instrumental. Dimana instrumental itu mengingatkan janjinya pada seseorang
yang sudah sangat lama tidak Himchan temui. Dan sekarang berwujud Jimin, seakan
janji itu Himchan telah penuhi. Himchan menyukai lekuk wajah Jimin yang terlihat
sangat mungil dan menggemaskan setiap kali dirinya lihat. Bagaikan boneka
porselen yang tidak berani Himchan sentuh, takut-takut akan mengotorinya.
“baiklah
Park Jimin bisa kita mulai terapi ingatan yang akan aku lakukan padamu?” Tanya
Himchan dengan sekali-kali membaca analisis data kesehatan Jimin. Manerima
anggukan, Himchan mematikan instrumental yang tadinya menemani dirinya dan
Jimin. “katakan padaku apa kau pernah mengalami kecelakaan?”
“aku
tidak mengingatnya” ucap Jimin masih tetap menutup matanya.
.
“bagaimana
jika kau membayangkan sebuah kecelakaan, menurutmu kecelakaan apa yang bisa
membuat seseorang kehilangan ingatannya?”
.
“aku
tidak tahu”
.
“Apa
keluargamu tidak menceritakan alasan kau kehilangan ingatanmu?”
.
“Tidak”
.
“lalu
bagaimana dengan Kim Taehyung.. kau masih mengingatnya?” Jimin mengangguk
mendapatkan pertanyaan tentang Taehyung yang ingin sekali dirinya temui. “apa
kau memimpikannya lagi?”
.
“aku
bertemu dengannya kemarin, bukan mimpi. Aku merasakan itu bukan mimpi”
.
“kau
merasa bertemu dengannya bukan lewat mimpi? Lalu apa kau pernah bertemu
dengannya secara langsung didunia nyata?” beberapa alat yang berfungsi
mendeteksi aktivitas jantung masih terdengar normal. Dengan tidak adanya
perubahan emosi pada pikiran Jimin yang sedang dimasuki Kim Himchan.
.
.
.
“Jimin-ah?
Kau mendengarku?”
.
“Aku
bertemu dengannya dirumah sakit ini”
.
“Kau
yakin dengan apa yang kau lihat?” Alat pendeteksi jantung terdengar perlahan
semakin cepat. Ada perubahan emosi yang Jimin rasakan sekarang. “Jimin-ah
tenangkan dirimu” Jimin meneteskan air matanya.
.
Beberapa
kejadian melewati isi kepalanya. Beberapa namja yang akrab dengannya. Sosok
namja kecil. Dan seorang namja yang selalu memanggilnya namja bodoh. Jimin
tidak kuat dengan berbagai ingatan yang masuk kedalam isi kepalanya. keringat
mulai mengalir. Air mata yang tidak bisa berhenti menetes. Emosinya semakin
tidak dapat Himchan kontrol. “Jimin-ah! Tenangkan dirimu!” Himchan mendapatkan
reaksi tubuh Jimin yang kesakitan memegang kepalanya.
Hongbin
yang berada diluar untuk menunggu langsung masuk tanpa diizinkan Himchan.
Perawat mencoba mengusir Hongbin keluar. Tetapi Hongbin tidak mau mendengar dan
mencoba melepaskan beberapa alat yang menempel ditubuh Jimin. “apa kau mencoba
membangkitkan ingatan Chimchimku!?” marah Hongbin. Kerah Himchan dicekik
olehnya, tetapi itu tidak bertahan lama. Teriakan Jimin menghapuskan
kemarahannya pada dokter yang sudah kurang ajar berbuat seenaknya tanpa memberi
tahu pihak keluarga. Hongbin menaruh kedua tangannya dikepala Jimin, mencoba
menenangkan kekasihnya itu agar tidak kesakitan.
“AKU
AKAN MENUNTUTMU JIKA TERJADI SESUATU PADA CHIMCHIMKU DOKTER SIALAN!!” Hongbin
mengutuk Himchan yang berusaha untuk menstabilkan emosi Jimin dengan bius
suntikan. Dalam beberapa detik Jimin lemas dan tidak sadarkan diri. Hongbin
kembali mencekik kerah sang dokter, “KAU JANGAN BERANI KURANG AJAR DENGAN
MENGEMBALIKAN INGATAN CHIMCHIMKU!! KAU MENGERTI SEULKI!! AKU MEMINTAMU DAN
MEMBAYARMU UNTUK MERAWAT SAKITNYA SAJA BUKAN MENGEMBALIKAN INGATANNYA!!”
“apa
kau sengaja melakukan ini padanya? Apa kau bukan keluarga Jimin yang
sebenarnya? Aku bisa melaporkanmu jika kau benar memanfaatkan hilang
ingatannya!” tantang Himchan pada Hongbin. Tidak terima dituduh. Hongbin
melayangkan pukulannya pada sang dokter. Hongbin mencekik lagi kerah Himchan
yang sebelumnya tersungkur dari ulahnya.
“KAU
TIDAK TAU APA-APA BERANI MENGANCAMKU!! APA KAU MENJADI DOKTER TEMBAK! APA KAU
TIDAK MENGERTI TENTANG PRIVASI PASIEN?! DAN APA KAU TIDAK MENGERTI TENTANG
PROSEDUR RUMAH SAKIT!”
“lalu
kenapa kau tidak mengizinkan ku untuk mengembalikan ingatannya!”
“SEBELUM
KAU BERTINDAK BUKANKAH SEBAIKNYA KAU BERTANYA TENTANG HAL ITU! AKU AKAN MEMBERI
TAHU MU ALASANNYA, DAN KAU AKAN AKU TUNTUT UNTUK INI SEMUA!”
Hongbin
melepaskan cengkraman pada kerah Himchan. Menggendong Jimin layaknya seorang
yeoja. Himchan menghapus darahnya yang mengalir diarea bibirnya. Membiarkan
Jimin dibawa pergi Hongbin yang sedang mengamuk akibat tindakannya. Semua orang
memandangi Hongbin yang membawa Jimin begitu romantis. Lift membawa mereka pada
parkiran mobil. Dan saat itu juga Jimin meninggalkan rumah sakit bertepatan
kedatangan Taehyung yang baru sampai menggunakan taksi menuju rumah sakit Jin.
Taehyung
berlari kearah meja pendaftaran, menanyakan kamar Park Jimin dirawat. Dengan
beberapa pertanyaan dan alasan menanyakan ruang rawat pasien, Taehyung baru
diizinkan menerima informasi akan ruang rawat Jimin. “kamar 2013”
Taehyung
tidak mau melewatkan banyak waktu dan segera berlari menaiki tangga darurat.
Dirinya tidak ingin menunggu lama akan pertemuaannya dengan Jimin yang sudah
sangat lama dirindukan. Nafasnya yang ngos-ngosan tidak mengecilkan semangat
Taehyung untuk pergi ketempat dimana Jimin dirawat. “2011, 2012, dan..”
Taehyung berhenti lalu menyiapkan diri untuk bertemu dengan Jimin.
Rapmon
dan Yoongi yang baru saja sampai mengikuti jejak Taehyung yang bertanya tentang
keberadaan Jimin dirawat. Tapi dalam perjalanannya menunggu lift, Taehyung
keluar dari balik pintu tangga darurat. “Taehyung!” panggil Yoongi.
“bagaimana
kau bertemu dengan Jimin?” Rapmon menimpali pertanyaan yang ingin Yoongi
tanyakan.
Taehyung
menutup wajahnya. Lalu menghela nafasnya saat dadanya terasa sesak. “kamarnya
kosong. Sepertinya mereka sudah meninggalkan rumah sakit”
Yoongi
menundukan kepalanya, Rapmon menggenggam tangan kekasihnya untuk memberikan
kekuatan agar bisa menghibur sahabatnya Taehyung. “belum tentu mereka sudah
pulang, bukankah perawat tidak mengatakan mereka sudah pulang. kalau memang
mereka sudah pulang saat kita bertanya kamar Jimin pastinya perawat itu
menjelaskan kepulangan Jimin” jelas Rapmon.
“benar!
Kita tidak bisa mengambil kesimpulan begitu saja tanpa mengetahui sebenarnya.
Mungkin Jimin dan namja kasar itu pergi kesuatu tempat” Yoongi membuka senyuman
pada Taehyung yang putus asa. “ayo kita kekamarnya dan menunggu didepan pintu
kamarnya”
Dengan
dorongan memaksa, Taehyung masuk kedalam lift dan pergi kelantai atas lagi.
Selama
menunggu dirumah sakit. tidak ada tanda-tanda akan kedatangan Jimin ataupun
namja asing yang bersamanya. Himchan yang melihat beberapa orang sedang
menunggu kamar Jimin mulai menanyakan keperluan mereka menunggu kamar pasiennya
Jimin. “apa kalian mengira Jimin masih dirawat disini?”
Rapmon,
Yoongi, dan Taehyung berdiri saat ada namja yang beratribut lengkap dokter
menghampiri. Terlebih lagi menanyakan Jimin pada mereka. Yoongi pun
mengangkat bicara sebagai perwakilan
Rapmon dan Taehyung. “nde apa dokter
mengenal Jimin yang dirawat disini?”
“dia
pasienku beberapa waktu lalu dia baru saja meninggalkan rumah sakit ini dalam
kondisi yang kurang stabil. Tunggu.. kalian bagaimana bisa mengenal Jimin? apa
kalian temannya”
“kami
teman masa lalunya, beberapa hari lalu kami bertemu dengan Eomma kandung Jimin.
dan dia meminta agar kami tidak menceritakan apapun tentang masa lalu Jimin”
Yoongi menceritakan.
Himchan
memiringkan kepalanya tidak jelas dengan cerita yang Yoongi katakan,
“maksudnya?”
“panjang
dokter jika harus diceritakan. yang pasti orang tua kandung Jimin yang dulu sempat
meninggalkan Jimin dipanti asuhan, memanfaatkan hilang ingatan Jimin untuk
memperbaiki kesalahannya. Dan yeoja itu tidak menginginkan diantara kami
menceritakan apapun tentang masa lalu Jimin”
“itu
alasan kenapa namja itu marah” bisiknya Himchan pelan agar tidak terdengar 3
namja yang beradu pandang dengannya. “lalu kalian akan tetap mengikuti
perkataan Eomma kandung Jimin?”
Yoongi
melirik sebentar Taehyung. “Jimin tidak apa, tidak mengingat kami. Tapi
Taehyung dan Jin”
“Taehyung..?
tunggu tunggu tunggu kau Kim Taehyung??!” Tanya Himchan penasaran. Taehyung
mengangguk ragu, saat mendapati senyuman sekejap terlintas diwajah Himchan yang
puas mendapatkan respon Taehyung. “kau tau kenapa aku sangat senang? Karena aku
bertemu denganmu! Begini mungkin kau bingung dengan apa maksudnya aku sangat
senang bertemu denganmu. Tapi ini ada hubungannya dengan Jimin”
Yoongi
dan Rapmon saling berpandangan. Himchan kembali menceritakan, “Jimin memang
tidak mengingat yang lain tapi kau.. mendatangi mimpinya. Hingga dia bisa
mengenalmu lewat mimpi”
“Mimpi?”
Rapmon, Yoongi dan Taehyung serentak mengucapkan.
“ini
memang hal yang mustahil. Tapi kedatanganmu meyakinkan Jimin akan posisinya
yang salah ditempat dirinya sekarang berada. Jimin mengatakan, dia sangat takut
kehilangan bayanganmu. Dan hal yang dapat membuatnya tenang saat mengingat
kehadiranmu didalam mimpinya. Kau begitu dirindukannya”
Rapmon
dan Yoongi tersenyum bersamaan. Sedangkan Taehyung hanya memikirkan hal yang
seharusnya sudah dirinya lakukan sejak lama. Ternyata Jimin masih mengingatnya
didalam mimpi, itu artinya ada kesempatan untuk membuat ingatan Jimin kembali
tentang dirinya dan yang lain. Himchan menepuk pundak Taehyung menyadarkan
namja itu dari fikirannya, “apa kau ingin mengikuti saranku? Untuk membuat
Jimin kembali mengingat masa lalunya?”
“Nde”
Mereka antusias menjawab.
Himchan
tersenyum saat harapan Jimin pasiennya bisa terkabul lewat beberapa orang dari
masa lalunya yang tidak mudah menyerah untuk mencarinya. Mereka berdiskusi dan
pindah keruangan Himchan agar lebih mudah mempelajari setiap arahan yang
Himchan berikan.
----------------------
Jungkook
memasuki kamar rawat Jin. dan Jin yang merasakan kehadiran seseorang
menghampirinya membuka matanya. Jungkook berjalan sangat lambat dari biasanya. Wajahnya
pucat. Itu membuat hati Jin khawatir. “Jungkook-ah gwenchana?” Jin bangkit dari
ranjang tidurnya.
“nde,
gwenchana”
Jin
tidak merasa Jungkook baik-baik saja. “kau yakin? Apa kau sakit? biar aku
panggilkan dokter untuk—” Jungkook menghentikan kegiatan Jin yang akan memencet
tombol pasien untuk memanggil dokter dengan pelukannya. “Jungkook-ah?”
“bisakah
kau mencintaiku seperti dulu Jin-sshi?”
“apa
yang kau bicarakan Jungkook-ah? Aku selalu dan akan selalu mencintaimu. Kenapa
kau menghilang tanpa mengabariku kemarin. Kau kemana sebenarnya?”
Jungkook
mengeratkan pelukannya pada pinggan Jin yang duduk diranjang tidurnya. “aku
menyiapkan diri untuk memberi tahumu tentang namja bernama Jimin”
Jin
menyatukan kedua alisnya tidak paham. Lalu mendengar kelanjutan cerita sang
kekasih yang menceritakan kebenaran namja bernama Park Jimin. Jin tidak
mengerti mengapa dirinya bisa menaruh hati pada namja lain disaat kondisi
Jungkook sedang kronis. Namja macam apa dirinya itu dulu. Jungkook menceritakan
sosok Jimin yang mengambil perhatian Jin untuk tidak memikirkan kondisi
Jungkook. air mata mengalir deras dipipi Jungkook yang tengah menceritakan
alasan mengapa semua lebih mendukung hubungannya dengan Jimin dibandingkan
dirinya. Alasan mengapa Jin tidak mengingat pertemuan dengan mereka. Dan yang
lainnya semua Jungkook ceritakan sesuai perkataan Jung Ho Seok. Dan hebatnya
Jin mempercayai semua yang diucapkan Jungkook tanpa mencari tahu dari sisi lain
yaitu sahabatnya Rapmon.
“aku
tidak akan meninggalkanmu, tidak akan pernah” Jin memeluk Jungkook untuk
menenangkan kekasihnya yang menangis hebat saat menceritakan masa lalu Jin yang
tidak dapat dirinya ingat.
Jung Ho Seok menatap mereka dari balik pintu
luar. Hatinya sakit. Tapi inilah yang sudah seharusnya terjadi cinta mereka
tidak akan bisa dipisahkan sekalipun Jimin kembali nantinya. Wajah Jimin yang
tidak mengenali dirinya dan Jungkook semakin membuat Ho Seok yakin. Jika
hubungan Jin dan Jimin memang tidak akan mungkin dapat bersatu seperti dulu.
To be Continue...


Comments
Post a Comment