VMIN Feat JIN // JINMIN // GIVEMEONEDAY [ FMV/SEQUEL ]







Give ME ONE Day terinspirasi dari lagi The Little Prince – RYEOWOOK Super Junior

Cast       :

-PARK JIMIN

-KIM TAEHYUNG

-KIM SEOK JIN


Jimin menjalani hidupnya seperti biasa setelah kehilangan Taehyung dalam peristiwa tabrakan. Janjinya di taman Namsan mengharuskan Jimin memiliki rasa bersalah pada Taehyung yang tidak dirinya temui saat itu. seandainya pertemuan dengan Taehyung terjadi mungkin namja menyebalkan itu sampai sekarang akan mengganggu hidup Jimin dengan rayuan-rayuan yang akan diberikannya pada Jimin. Mengingat Taehyung sama saja menggali lubang hitam dalam ingatan Jimin, tentu saja akan sangat sulit melupakan namja bernama Taehyung. Bahkan setiap hembusan nafas Jimin seakan memanggil nama Taehyung. Cermin yang memantulkan dirinya sama sekali tidak terlihat sedang memperlihatkan kebahagiaan dirinya menjalani hidup tanpa Taehyung. “Kim Taehyung” bisiknya sesak.

Sojin memperhatikan putra kesayangannya itu masih merasakan duka kehilangan sahabat dalam hidupnya. Biasanya tiap pagi Taehyung datang untuk membangunkan Jimin, namun sekarang Jimin harus bisa bangun sendiri. Sudah tidak ada yang akan membangunkannya untuk pergi kesekolah bersama. Tidak mau membiarkan Jimin terus memikirkan Taehyung, Sojin memasuki kamar Jimin dengan Roti buatannya. “Jimin-ah lihat, Eomma membuat resep roti baru untuk menu baru dikedai. Kau maukan mencicipinya sebentar sebelum berangkat” bujuk Sojin pada Jimin yang murung. Senyuman terukir sepintas, Jimin meraih salah satu roti yang sudah dibuatkan Eommanya lalu memakan sedikit. “bagaimana? Apa pantas resep ini masuk kedai kecil kita?”

“Nde Eomma, ini sangat enak seperti biasa. Masukan ini untuk bekal makan siangku dan—” belum Jimin menyelesaikan kalimatnya, Jimin langsung teringat ketidak hadiran Taehyung. Sojin semakin terpukul. “aku akan memakan bekal siangku sebanyak 2 roti. Bolehkan Eomma?” Jimin mengalihkan pembicaraannya dan meraih tas gendongnya untuk segera berangkat.

“Nde. Eomma akan menyiapkan bekal siangmu sebanyak 2 roti” Sojin berjalan menuruni tangga rumahnya dan menyiapkan bekal makan siang untuk putranya. Sepertinya kedai akan sedikit terlambat untuk buka sebelum Jimin berangkat. Lonceng yang menandakan kehadiran seseorang terdengar, Eomma Jiminpun harus menjelaskan bahwa kedainya belum siap untuk buka. “maaf kami belum—Kyaaa!” teriakan Sojin mengejutkan Jimin yang berada dilantai 2.

“Eomma gwenchana?” tanya Jimin membantu Eommanya yang seperti baru saja melihat makhluk halus. Jimin yang memperhatikan pandangan Eommanya mengikuti arah kemana pandangan itu terfokus. Sama halnya dengan Sojin, Jimin terkejut akan kehadiran namja yang sangat mirip dengan Taehyung. “Kim Taehyung?” panggil Jimin tidak mendapatkan respon.

“maaf aku datang saat kedai ini belum buka, tapi aku sedang terburu-buru membeli roti untuk acara kantorku. Dan kebetulan ada kedai didekat sini. Maka dari itu aku mencoba mampir sebentar, mungkin ada beberapa roti yang sudah siap jual” Kata sang namja asing yang membuat Jimin dan Sojin mengalami Shock sesaat.

“Kim Taehyung” Jimin menggapai wajah namja asing yang sangat mirip dengan sahabatnya Taehyung. Air mata dengan senyuman kecil menghiasi wajah Jimin ketika memandangi dan menyentuh setiap lekuk wajah namja asing yang tidak Jimin kenali. “Kim Taehyung”

“apa yang kau lakukan?” Namja asing itu menepis sentuhan Jimin, Sojin menarik Jimin agar menyadarkan putranya bahwa dihadapannya bukanlah Taehyung. “Maafkan putraku, dia baru saja kehilangan sahabatnya yang sangat mirip denganmu”

Namja asing itu mengangguk mengerti, Jimin kembali berbisik “Kim Taehyung”. Jin yang berniat mengantar Jimin kesekolah kaget saat menemukan namja yang mirip dengan dongsaengnya berada di kedai Park. Tapi Jin tidak seperti Jimin yang terus memanggil namja asing itu dengan sebutan Taehyung. Jin malah tidak menyukai setiap Jimin memanggil namja asing itu dengan nama dongsaengnya. Sojin tidak menginginkan adanya kecanggungan dan menyiapkan roti hangat yang namja asing itu pesan. “aku akan menyiapkan pesananmu, tunggulah sebentar” pinta Sojin.

Jimin dan Jin masih memperhatikan namja asing yang duduk tidak merasakan bersalah atas kehadirannya dengan wajah Taehyung. Merasa risih terus diperhatikan namja asing itu mulai memperkenalkan dirinya, “bisakah kalian tidak memandangiku seperti itu. namaku bukan Kim Taehyung. aku Byun Daehyun, aku biasa dipanggil V” V mengulurkan tangannya pada Jimin yang mengeluarkan wajah sedih saat kedatangannya sejak awal. Jimin diam tidak membalas, “Annyeong. Apa kau mendengarkanku?” Jimin ingin meraih uluran tangan v tapi Jin menarik dan mengajak Jimin untuk segera berangkat kesekolahnya.

“bibi aku berangkat mengantar Jimin-ah” Jin pun pergi meninggalkan V yang masih mengulurkan tangannya. Setelah semua siap Sojin kembali dan menyerahkan kantong yang berisikan pesanan V, “loh mereka sudah berangkat?”

“Nde. Mereka sudah berangkat” balas V pada Sojin yang berbicara sendiri.

“Ah,, ini pesanan anda tuan” Sojin menyerahkan kantong dan langsung disambut V dengan lembaran won yang diserahkan pada Sojin. Ingin beranjak dari kedai itu V sedikit bertanya pada Sojin tentang Jimin yang sepertinya sangat menganggap dirinya sebagai namja yang bernama Kim Taehyung. Sojin menceritakan singkat tentang keakraban yang terjalin antara Jimin dan Taehyung. Dan saat itulah V menyadari kehadirannya adalah kesalahan. Kesalahan untuk pertemuannya dengan Jimin yang sedang berusaha melupakan Taehyung. “bibi aku minta maaf atas kehadiranku putramu jadi mengingat Taehyung kembali, tapi aku berjanji tidak akan menemui putramu yang mencoba untuk melupakan kesedihannya. Sekali lagi aku meminta maaf”

“tidak seharusnya kau meminta maaf, kehadiranmu bukanlah sebuah kesalahan. Kehadiranmu akan menjadi penyembuh rasa bersalah Jimin pada Taehyung. jika diizinkan datang lah kemari lagi untuk menemui Jimin” V mendengarkan permohonan dari setiap perkataan yang Sojin berikan, dengan senyuman singkat v mengangguk dan meninggalkan kedai Park dengan perasaan penuh tanya atas kesedihan yang Jimin alami.

.

[ Pulang Sekolah ]

Jin menunggu kepulangan Jimin dari sekolahnya. Ini bukanlah kebiasaan yang Jin lakukan, tetapi semenjak kehilangan Taehyung. Jin tidak tega membiarkan Jimin berangkat dan pulang sendirian. Dan dengan senang hati Jin mengatur jadwal kerjanya bersamaan dengan keberangkatan dan kepulangan sekolah Jimin. ditemani dinginnya suhu Seoul, Jin menunggu didepan gerbang sekolah. Dan tidak lama Jimin pun keluar dari gedung sekolah dan menemui Jin yang sedari tadi berdiri dipintu gerbang sekolahnya. "Jin hyung” sapanya pada Jin.

“Apa kau tidak ada kegiatan lagi? Jika tidak ada. Kita makan siang diluar, bagaimana?” ajak Jin.

Jimin menggelengkan kepalanya, menolak ajakan Jin yang bermaksud baik “aku lelah. Aku ingin segera pulang dan beristirahat”

“apa kau yakin? Sangat disayangkan pulang kerumah disaat jam masih siang seperti ini. kita makan siang diluar dulu ya. Nanti aku akan mengantarmu pulang” Jin menggandeng tangan Jimin. tanpa persetujuan Jimin, Jin mengajak namja mungil itu kesebuah restoran kecil dekat sekolahnya. “Aku pesan 2 Ramyon” pintanya pada pelayan yang mencatat pesanannya. Jimin memperhatikan salju yang turun lewat jendela. Ingatannya tentang kematian Taehyung disaat badai salju menghancurkan hatinya berkeping-keping. Tiba-tiba hatinya tidak terasa mengenakan, Jimin keluar dari restoran kecil itu dan tidak sengaja menabrak V yang akan memasuki restoran kecil dengan beberapa kawannya. “Jimin-ah?” panggil V pada Jimin yang berada dalam pelukannya. Tubuh mereka tidak terpaut jauh tingginya. Jin yang mengejar Jimin langsung menarik tubuh mungilnya untuk menjauhi namja asing yang memiliki wajah mirip dengan dongsaengnya.

“Kim Taehyung.. bau Taehyung” suara Jimin terdengar jelas dalam pendengaran Jin yang kini mendekap Jimin. V tidak mengerti dengan kebencian yang sepertinya terpancar disetiap tatapan tajam Jin. bukankah wajahnya mirip dengan dongsaengnya lalu kenapa tidak ada kerinduan yang ditunjukan Jin pada dirinya. “jangan kau kira wajahmu mirip dengan dongsaengku, aku memperlakukanmu seperti aku memperlakukan Taehyung! Aku tidak akan tertipu dengan wajahmu! Kau bukan Taehyung!!” teriak Jin yang langsung menyadarkan Jimin dari mimpinya yang menganggap namja dihadapannya adalah Taehyung. Jin membawa Jimin pergi dan membatalkan pemesanan atas pesananya. V dan teman-temannya hanya berlalu tidak memperdulikan kepergian Jimin dan Jin, tapi entah kenapa wajah V menjadi khawatir akan Jimin yang terus mengaggap dirinya adalah Taehyung. apa sebaiknya V melakukan sesuatu agar Jimin tidak mengaggap dirinya terus menerus sebagai Taehyungnya.

.

Sesampainya dirumah Park, Jin memohon izin untuk pulang kerumahnya. Dan Jimin kembali kekamarnya dengan hati yang setengah dibawa V, namja asing yang memiliki wajah Taehyung. sojin mendekati putranya saat keadaan kedai sedang sepi. “Jimin-ah”

“Eomma. Namja itu.. sangat mirip dengan Taehyung. apa jangan-jangan Taehyung ingin aku menemui dirinya ditaman Namsan lagi? Saat kematian Taehyung aku sama sekali tidak datang padahal dirinya menginginkan kedatanganku. Eomma aku..”

Sojin memeluk Jimin, “dia bukan Taehyung, Jimin-ah.. dia hanya namja yang memiliki wajah mirip dengan Taehyung. namanya V. Kau harus bisa mengingat nama namja itu adalah V bukan Taehyung”

“V?”

“Nde.. namanya V, dia keluarga Byun bukan Kim. Dan jika dirinya meminta pertemanan denganmu, berikanlah kesan baik padanya sama seperti kau memberikan kesan pada pertemananmu dengan Taehyung” Sojin memberikan sedikit nasehatnya agar Jimin tidak memikirkan hal-hal yang menyulitkan. “itulah cara kau memperbaiki kesalahanmu atas Taehyung”

“Eomma.. hatiku sangat sakit saat mengingat Taehyung menunggu ku sendirian ditaman Namsan. Dalam keadaan badai dia masih menungguku, kenapa aku begitu jahat tidak datang saat itu.. waeyo Eomma?!” Jimin mengeratkan genggamannya pada pelukan yang Sojin berikan. Mereka tidak menyadari kehadiran V yang berniat untuk bertemu dengan Jimin yang mengkhawatirkan dirinya saat pertemuannya di restoran kecil. V mengetahui semua tentang kematian Taehyung, pertemuan Jimin yang mengakibatkan rasa bersalah hingga saat ini. apa ini alasan Taehyung mempertemukan dirinya dengan Jiminnya. “Apa ini semua memiliki arti, Taehyung-ah?” gumam V dalam hatinya.

V mengetuk kamar Jimin, dan menimbulkan perhatian dari Jimin dan Sojin yang berada didalamnya. Sojin tersenyum dengan kehadiran V dari balik pintu kamar Jimin. Mencoba mengerti dengan maksud kedatangan V, Sojin meninggalkan V berdua dengan Jimin dikamarnya. Mereka berdiam tanpa suara cukup lama, saling melirik sejenak hingga waktu berputar 10 menit. Vpun membuka pembicaraan mereka, “Ehm.. Jimin-ah kau tau kan aku bukan Taehyung yang kau kenali? Tapi aku ingin berteman denganmu sama seperti pertemananmu dengan Taehyung. namaku Byun Daehyun, biasa dipanggil V” V mengulurkan tangannya lagi.

“Kau bukan Taehyung, maka pertemananku denganmu tidak akan sama dengan pertemananku dengan Taehyung”

“kalau begitu pertemananmu dengan V akan menjadi awal yang baru untuk dirimu melupakan kesedihanmu. Aku yakin Taehyung juga tidak menyukai sahabatnya seperti ini. mengurung diri dikamar dan terus dirundung kesedihan. Aku yakin Taehyung tidak menyukai itu semua”

Jimin menimbulkan kesan tidak suka pada V yang seolah-olah mengenal Taehyung lebih dari dirinya, “apa tujuanmu kekamarku?”

“untuk mengenalmu lebih jauh, menghapus setiap kesedihanmu. Sudah saatnya kau melupakan kesedihanmu dan mengeluarkan senyuman manismu”

“hentikan! Kau membuatku muak. Keluar dari kamarku, dan jangan pernah menginjakan kakimu kekamarku lagi. Aku tidak akan memanggilmu dengan sebutan Taehyung lagi. Kau memang bukan Taehyung”

“aku V bukan Taehyung tapi aku..” V menghentikan kalimatnya karena ragu untuk mengucapkan diawal pertemuannya dengan Jimin. “aku akan pergi” V melangkah meninggalkan kamar Jimin, Jin yang berada disebelah kamar Jimin mendengar semua pembicaraan mereka. Mengepalkan tangan untuk menghapus kekesalannya atas kehadiran V yang mencoba berteman dengan Jimin menggantikan dongsaengnya.

Malam harinya Jimin keluar dari kamarnya dengan memeluk boneka yang Jin berikan, memperhatikan kamar Jin yang masih menyalakan lampu kamarnya. Berniat masuk kembali, Jin keluar dari kamarnya dan menahan kepergian Jimin dari posisinya. “kau masih menyukai boneka yang kuberikan?” senyuman Jin sedikit menenangkan hati Jimin yang gelisah.

“aku selalu menyukai apa yang Jin hyung dan Taehyung berikan padaku” tawa kecil itu terlihat menghiasi wajah Jimin. Kesunyian terjadi sesaat, “Jin hyung masih ingat saat kita masih kecil, Taehyung selalu tidak mau kalah memberikan perhatiannya untukku. Dia selalu mengatakan akan melamarku di masa depannya. Aku tidak mengerti dengan pikiran Taehyung yang masih kecil sudah memikirkan hal seserius itu”

“Taehyung sangat mencintaimu, maka dari itu aku tidak berani untuk merebutmu darinya”

Jimin menoleh, meyakinkan apa yang didengarnya tidak salah Jin ucapkan. “Nde?”

“Aku sadar perasaan Taehyung padamu begitu besar, perhatian yang akan aku lakukan selalu didahulukan Taehyung. tapi itu perbedaanku dengan Taehyung. disaat Taehyung sudah maju selangkah untuk mendapatkanmu, aku masih tertinggal jauh dibelakang. Maka dari itu aku lebih memilih diam atas perasaanku. Aku tidak ingin menganggu perasaan sukanya padamu, maka dari aku diam”

“Jin hyung? Apa maksudmu mengatakan itu sekarang?”

“kehadiran namja bernama V mengkhawatirkan ku kehilangan dirimu Jimin-ah.. aku sudah berjanji pada Taehyung akan menjagamu. Dan aku tidak ingin ada orang lain yang merebutmu dariku lagi. Sudah cukup aku memendam perasaanku ini, dan sekarang aku ingin kau mengetahuinya”

“Jin hyung kau bercanda” Jimin menatap dan berusaha melucu disaat perasaan Jin tengah diutarakannya. Melihat pandangan serius Jin berikan, mengharuskan Jimin memasuki kamarnya agar tidak menimbulkan kesalahan pada ucapannya. “aku sudah mengantuk, aku tidur duluan hyung”

“Jimin-ah” Jimin menghentikan langkahnya sebelum menggeser pintu jendela kamarnya rapat-rapat. Bagaimana bisa perasaan Jin diutarakan saat kesedihan Jimin kehilangan Taehyung belum selesai dirasakan. Bagaimana bisa Jin melakukan ini padanya?

[ Keesokan paginya ]

Jin berniat menjemput Jimin dirumahnya tetapi Sojin mengatakan bahwa Jimin sudah lebih pagi meninggalkan kediamannya. Dengan berat hati Jin pergi sendirian meninggalkan kedai Park. Jimin yang berada dilantai 2 kamarnya hanya memandang sendu pada kepergian Jin dari kediamannya. Sojin merasakan sesuatu sedang tidak beres dengan hubungan putranya dan Jin. beberapa menit kepergiaan Jin, V datang menjemput Jimin yang baru saja siap akan berangkat. “Kau?” heran Jimin dengan kedatangan V yang tidak membeli roti dikedainya.

Sojin menggulungkan syal pada leher Jimin agar dingin tidak merasuki tubuh mungil putranya, “pergilah”.

“Nde, aku berangkat” Ucap Jimin diikuti V dari belakang. Mencoba untuk tidak memperdulikannya, Jimin malah dibuat kesal akan tingkahnya yang selalu saja mengikuti setiap gerakannya. “berhenti mengikutiku! Apa kau tidak memiliki kerjaan selain mengikutiku kesekolah?!”

“kebetulan aku hari ini libur bekerja, karena itu aku mengantarmu kesekolah hari ini. kau benar aku tidak memiliki pekerjaan apa-apa untuk hari ini. bagaimana jika kau meluangkan waktumu untuk pergi bersamaku!” V menarik Jimin meninggalkan arah menuju sekolahnya. Mereka pergi kesebuah taman bermain yang bertujuan untuk menghibur perasaan Jimin yang sedih. “Nah, kita bersenang-senang disini. Bagaimana?”

Jimin memandangi sekeliling dipenuhi balon yang pernah dibawa Taehyung, Air mata jimin dengan sigap menetes begitu saja. “gwenchana?” tanya V yang langsung mengejar Jimin yang pergi meninggalkan dirinya sendirian. “Jimin-ah gwenchana!?”

“berhenti mengikutiku!! Aku ingin sekolah bukan ketempat seperti ini!! kau semakin membuatku muak setiap melihatmu! Jadi jangan pernah mengikutiku terus!!?”

“Taman Namsan” Jimin berhenti dengan air mata yang mengalir disalah satu matanya, “temui aku di taman Namsan. Datanglah untuk menemuiku”

“kau itu siapa!!? Kau bukan Taehyung yang akan membuat janji dan aku akan datang! taehyung yang membuat janji denganku saja tidak aku temui! Lalu siapa kau memintaku untuk datang ke taman Namsan??!!” V mencium Jimin di bibir kecilnya. Waktu menghentikan aktivitas mereka yang sedang berbagi rasa rindu, Jimin menutup matanya dan bayangan akan kematian Taehyung kembali terbayang. “hentikan!! Kau brengsek!!” Jimin memukul V diarea pipinya dan berlari meninggalkan taman bermain yang sudah V siapkan tiketnya untuk menemani dirinya dan Jimin seharian bermain.

“aku akan menunggumu Park Jimin malam ini di taman Namsan!” teriakan yang V lakukan bersamaan dengan berderingnya ponsel miliknya. Kantornya menghubungi V untuk bertemu dengan dirinya membicarakan sebentar tentang proyek yang telah siap ditanda tanganinya. “aku akan kesana”

Jimin berjalan sendirian disore hari memikirkan pertemuannya dengan V yang akan terjadi sebentar lagi. Malam ini apakah Jimin akan menemui namja yang hanya mirip dengan Taehyung, bahkan janjinya dengan Taehyung tidak ditepatinya. Lalu kenapa pikirannya tentang V menghantui perasaannya agar tidak menimbulkan perasaan beralah yang kedua. Jimin menaiki Bus menuju taman Namsan, dirinya akan menemui V disana. Jimin tidak menginginkan kesalahan kedua kalinya membuat dirinya trauma lagi. Hanya ini yang bisa Jimin lakukan untuk pertemuannya dengan V atau namja yang mirip dengan Taehyung. Menunggunya lebih awal di taman Namsan. Jam sudah menunjukan pukul 7 malam dan Jimin sudah berada di taman Namsan 2 jam lebih awal sama seperti yang Taehyung lakukan saat menunggu Jimin. V tidak kunjung hadir. Mungkin sebaiknya Jimin tetap menunggu V tanpa pindah agar lebih mudah dicari V.

Jin yang didatangi Sojin kerumahnya mencari Jimin yang belum pulang sejak sekolah berakhir. Kemana sebaiknya Jin mencari Jimin?

V berada di kantornya mengikuti rapat atas proyek yang akan dilakukan kerja sama untuk perusahaannya. Hatinya tidak tenang dengan mengingat janjinya yang sudah dirinya buat dengan Jimin. “semoga Jimin-ah tidak menungguku” ucapnya dengan memandangi badai salju yang turun cukup deras dimalam itu.

Jimin masih menunggu V sampai pukul 9 malam, tubuhnya sudah kedinginan tertutupi salju. Tapi Jimin enggan meninggalkan posisinya. Jimin tidak ingin V sulit mencarinya.

Setelah selesai rapatnya V langsung berlari menuju taman Namsan, berusaha meyakinkan hatinya jika Jimin tidak menunggunya. Hembusan nafas mengepul hebat keluar dari mulutnya. Nafasnya yang tidak beraturan membuat V harus mengatur dengan baik pengepulan yang dilakukan disetiap hembusannya. Pandangannya mencari kesetiap sudut taman berusaha mencari namja mungil yang mungkin sedang menunggunya. Setiap lariannya dilakukan setengah berhenti dengan pandangan sefokus mungkin mencari keberadaan Jimin. dan akhirnya V menemukan Jimin tengah berjongkok melindungi tubuhnya dari dinginnya udara. “Jimin-ah” panggilnya. Jimin yang mendengar nama nya telah dipanggil langsung mengangkat wajahnya. Menemukan sosok Taehyung berada dihadapannya memberikan senyuman terukir diwajahnya.

“kau terlambat” V memeluk Jimin tanpa meminta izin pada pemilik tubuh yang dipeluknya. Jimin membalas pelukan yang V berikan padanya. “kenapa kau terlambat? Kau mengatakan akan menungguku. Kau tidak tau betapa takutnya aku jika kau tidak datang?!”

“mianhe! Jeongmal mianhe!”

“kenapa kau membuatku takut setengah mati! seandainya kau tidak datang mungkin aku akan—” V kembali mencium bibir Jimin untuk menghilangkan kalimatnya yang tidak V ingin dengar. V merasa bibir Jimin bergetar hebat, suhu dingin sudah mengepung seluruh jaket Jimin yang tipis. “waeyo?” tanya Jimin lagi saat ciuman V dilepaskan.

“mianhe.. aku membuatmu menunggu seperti ini. seharusnya kau tidak menungguku jika aku terlambat sampai separah ini”

“aku tidak ingin meninggalkan posisiku dan melakukan kesalahan ku yang kedua kalinya dengan tidak menepati janjiku atas Taehyung”

“aku bukan Taehyung! yang kau temui adalah V bukan Taehyung” Mereka berpelukan begitu erat. Mengusir setiap dingin yang berniat menghampiri lingkup mereka. Jin yang baru saja sampai medapatkan moment yang tidak seharusnya dirinya lihat. Siapa yang sebenarnya Jimin sukai? “Kenapa sangat sulit untuk mendapatkanmu Park Jimin” bisiknya dalam hati.

V mengantar Jimin pulang kerumahnya, Sojin yang sudah sejak sore menunggu cemas bisa bernafas lega mendapati putranya telah pulang diantar V. Setelah mengantar jimin kekamarnya, V memohon pamit untuk pulang dan dalam perjalanan pulangnya V bertemu dengan Jin. Jin tidak membiarkan V pergi, “siapa kau sebenarnya? Kenapa kau begitu peduli dengan namja asing yang baru saja kau kenali? Aku kurang menyukai keberadaanmu disamping Jimin”

“bukankah aku mirip dengan dongsaengmu, kenapa kesanmu seperti ini padaku? Kau sepertinya berkata jujur soal tidak sukanya kau terhadapku”

“aku memang tidak menyukai mu! Wajahmu yang seolah-olah mirip dengan Taehyung, membuatku semakin tidak menyukaimu. Berhentilah berada disekeliling Jimin-ah”

V tersenyum, “kau tidak menyukaiku karena aku merebut Jimin-ah darimu kan?”

“Apa maksudmu mengatakan itu?” tidak terima Jin.

“kau menyukai Jimin-ah bukan? Dan saat kehadiranku ada, itu menjadi ancaman untukmu mendapatkan cinta Jimin-ah. Apa aku benar? Apa sebenarnya kau memanfaatkan kematian dongsaengmu untuk mendapatkan Jimin-ah!”

“DIAAAAM!” Jin memukul v, dan sebaliknya mereka berkelahi dijalanan yang sepi tidak dilewati orang. Dan saat Jin terhimpit pada tubuh V yang lebih kecil darinya, membuat Jin ingin menangis setiap memandang wajah V. Jin tidak mneyukai ada orang lain yang memiliki wajah sama dengan dongsaengnya Taehyung. Air mata Jin tidak terbendung lagi, V membiarkan Jin menangisi tindakannya yang telah memukul dirinya. Sepertinya Jin juga tidak menginginkan pemukulan itu terjadi. Hanya karena emosi yang dibakar v menjadikan pemukulan kekesalahan Jin terjadi tanpa adanya penahanan atas keinginannya. Jin hanya tidak menyukai wajah dongsaengnya ada pada V, hanya itu. “aku tidak menyukai wajah dongsaengku ada padamu! Aku tidak menyukainya!” tegas Jin mengingatkan dengan wajah penuh pukulan V yang melindungi dirinya dari pukulan Jin.

“jika aku dilahirkan atas keinginanku, aku juga tidak ingin tersangkut dalam masalah masa lalu kalian. Aku ingin mengenalmu dengan Jimin-ah sebagai diriku. Bukan sebagai Taehyung yang menjadi bayang-bayang rasa kesedihan kalian. Tapi Taehyung yang sepertinya menuntunku untuk bertemu denganmu dan Jimin-ah. Jadi jangan salahkan aku”

“Arrrrghhhhh!” pukulan Jin terakhir diberikan pada tiang lampu yang tidak bersalah.

.

[ Keesokan pagi ]

Jimin menyiapkan kedai roti Park buka di hari minggu, sedangkan sojin meletakan roti-roti yang baru saja matang dari Oven. Perasaan bersalah Jimin sepertinya sudah tersalurkan kemarin malam atas tindakannya mengetahui perasaan Taehyung yang sedang menunggunya sendirian ditengah badai. Jimin menggantungkan lambang Open pada pintu kedainya. Wajah V terlihat dari balik jendela kedai rumahnya bersama dengan Jin. Mereka berdua seakan memberikan satu hari sebagai Taehyung dan Jin yang akrab di hidup Jimin. Dengan senang hati Jimin membuka pintu kedainya dan mempersilahkan 2 namja diluar masuk kedalam.



Inikah yang diinginkan Taehyung lewat kehadiran V? Memberikan satu hari dalam keadaan bahagia semuanya. Akrab dengan Jin hyungnya, serta memperbaiki kesalahan Jimin yang trauma akan kehilangan Taehyung dimalam badai. Jimin memberikan roti hangat pada V dan Jin yang langsung lahap menyantapnya. –Taehyung-ah inikah yang kau inginkan jika kau masih hidup? Tanya Jimin pada hatinya yang bergemuruh memanggil nama Taehyung terus-menerus. Apakah kau ingin akrab dengan Jin hyung seandainya perasaan cinta jin hyung tidak ada untukku? Apakah kau menginginkan kebahagiaan ini terus abadi dan tidak bertahan satu hari saja? jika diizinkan, aku menginginkan kebahagiaan ini terus terjadi. Tanpa ada perasaan cinta yang mungkin akan meruntuhkan semuanya. Taehyung-ah bisakah kau membantuku? Membiarkan ini semua utuh dan tetap seperti ini?   

-END SEQUEL!

WAAH... sudah tidak tahu harus melakukan apa! bikin FMV nangis sendiri ^_^ Author nya gajelas banget bikin ceritanya>/< hati ini Rapuh dalam pembuatan naskah. pengen sekali-kali yang Comedy dan gabikin nyesek sendiri! :D #AbaikanAuthor *berikan Kelangsungan hidup Blog ini! Gunanya untuk memberikan Motivasi, dan kehidupan Blog ini^^ *aegyo brg Jimin* Otw BOY IN LUV S2~

Comments

Popular Posts