BOY IN LUV S2 Chapter 14 // JIN // JIMIN //


BOY IN LUV SEASON 2 akan berlanjut. Kondisi Author sudah sepenuhnya pulih^_^ terimakasih yang masih setia membaca Fanfic ini dan menunggu Fanfic ini pada Endingnya. Mungkin nantinya Fanfic ini akan diselingi beberapa iklan dengan Fanfic ONESHOOT/TWOSHOOT. Tapi aku tidak akan menghilangkan kewajibanku untuk menyelesaikan cerita BOY IN LUV SEASON 2 ini. Blog ini akan selalu hidup dalam jiwa Jimin a.k.a Uke bagi setiap membernya. JIKOOK, VMIN, YOONMIN, NAMMIN, HOPEMIN. JINJIMIN pastinya! (y) Entah kenapa setiap pembuatan Chapter BIL S2 hati Author tentram banget. Seluruhnya ada dalam cerita ini ><

Jung Ho Seok menatap mereka dari balik pintu luar. Hatinya sakit. Tapi inilah yang sudah seharusnya terjadi cinta mereka tidak akan bisa dipisahkan sekalipun Jimin kembali nantinya. Wajah Jimin yang tidak mengenali dirinya dan Jungkook semakin membuat Ho Seok yakin. Jika hubungan Jin dan Jimin memang tidak akan mungkin dapat bersatu seperti dulu.


[ Keesokannya ]

 Jeon Jihyun sedang menyusun beberapa dokumen diruangan, ditemani Jung Ho Seok yang setia disampingnya. Tubuh tuanya sebenarnya sudah tidak bisa lebih lama menjalani aktivitas seperti biasa dan kemungkinan pendaftaran anggota hostclub akan dilakukan oleh bawahan kepercayaannya.

“aku sudah selesai menyeleksi beberapa namja yang akan siap untuk dipopulerkan besok di host, aku harap kau mau mengaturnya untukku” Jihyun menyerahkan dokumen pada Ho Seok.

“nde tuan” menatap majikannya setengah kelelahan, Jung Ho Seok mengambil teh hangat yang tersedia dihadapannya. “sebaiknya anda meminum teh anda. Anda terlihat lelah tuan Jihyun”

“bagaimana dengan Jungkookie ku? Apa dia masih berada dirumah sakit Jin dan merawat mantannya itu? apa hubunganmu dengannya sudah berakhir Jung Ho Seok?”

Jung Ho Seok tidak menjawab namun diamnya tidak bertahan lama karena Jihyun menunggu penjelasan darinya. “hubungan ku dengan Jungkook sudah berakhir tuan”

“sayang sekali.”

“Nde?”

“aku fikir cucuku itu sudah benar-benar menetapkan hatinya padamu dan melupakan Jin. aku dengar bukankah Jin akan menikah dengan seorang namja, lalu bagaimana bisa dia menerima kehadiran Jungkook disampingnya kembali?”

“itu karena Jin mengalami hilang ingatan jangka pendek tuan. Dia hanya bisa mengingat saat-saat dirinya akan ditinggalkan Jungkook ke Amerika. Dia tidak mengingat apapun selain masa lalunya tuan”

Jihyun menyisip teh hangatnya sedikit, “begitu”

Suara ketukan dari balik pintu ruangan Jihyun terdengar. Setelah dipersilahkan untuk masuk, seorang pelayan datang dengan tergesa-gesa. Pelayan itu mengatakan bahwa kediamannya didatangi beberapa polisi yang sedang mencari Jeon Joon Kook. Murka Jihyun pun terjadi. Namja tua itu memaksa Jung Ho Seok untuk membawanya kehadapan sang polisi yang mencari keberadaan cucunya. Tetapi namja tinggi itu menolak jika Jihyun yang berhadapan langsung disaat kondisi tuanya tidak memungkinkan. Memberikan sedikit pengertian pada Jihyun, namja tua itu mengizinkan Jung Ho Seok untuk mengatasi semua keadaan.

Jung Ho Seok menemui beberapa polisi seorang diri. “apa anda yang bernama Jeon Joon Kook?” tanya salah satu polisi yang melihat Jung Ho Seok menghampirinya.

“apa yang terjadi dengan majikan saya, sampai pihak berwenang mencarinya?”

“kami akan menangkap tuan Jeon Joon Kook dengan tuduhan percobaan pembunuhan atas kecelakaan yang dialami Kim Seok Jin dan Park Jimin” salah satu polisi mengatakan dengan tegas. Jung Ho Seok tidak kaget saat mendengarnya. Memang sejak awal dirinya sudah tau, kecelakaan ini adalah ulah namja yang dicintainya. Tidak ingin Jihyun semakin mengalami keadaan sakit saat mengetahui ini semua. Jung Ho Seokpun berbohong, “bukan jungkook yang melakukannya. Tapi aku yang melakukannya”

Polisi itu saling berpandangan dan meminta Jung Ho Seok yang mengaku sebagai tersangka memberikan kesaksiannya di kantor polisi. Maid yang mengetahui itu semua langsung mengabarkan pada Jihyun tentang penangkapan yang dialami salah satu bawahan kepercayaannya.

“APA? BAGAIMANA BISA JUNG HOSEOK DITANGKAP ATAS TUDUHAN PEMBUNUHAN, SELAMA INI DIRINYA HANYA BERSAMAKU” teriak Jihyun marah saat mengetahui Jung Ho Seok dibawa polisi dari kediamannya tanpa seizinnya. “lalu kenapa dia mengatakan sesuatu yang tidak dirinya lakukan?” tanya Jihyun meminta penjelasan sang Maidnya.

Maid menjelaskan, “Ho Seok menutupi kesalahan tuan Jungkook, tuan besar”. Jihyun kebingungan dengan apa yang diberitahukan Maidnya. Apa itu berarti Jungkook yang melakukan apa yang dikatakan Jung Ho Seok. Dan untuk melindungi Jungkook dirinya menyerahkan diri sebagai tersangka.

“apa yang cucuku lakukan sudah sangat kelewatan hingga pihak berwenang bekerja. Selama aku melakukan pekerjaan haram, aku tidak pernah berniat menginjakan kakiku kesana. Tapi sekarang aku sendiri yang akan menebus Jung Ho Seok disana. Junmyeon!” panggil Jihyun pada bawahannya yang lain. Namja yang dipanggil langsung menghampiri, “nde tuan?”

“siapkan 500jutawon. Aku tidak akan membiarkan bawahan ku seperti Jung Ho Seok terjebak disana terlalu lama” dengan memaksakan dirinya berdiri dibantu tongkat tuanya. Jihyun mengenakan mantel hangatnya dan pergi menuju kantor polisi tempat Jung Ho Seok ditahan menggantikan Jungkook. “bagaimana mungkin ini bisa terjadi pada keluarga Jeon” sinisnya penuh amarah pada cucu kesayangannya Jungkook.


----------------------


Jungkook membantu Jin membereskan seluruh barang-barangnya untuk pulang kerumahnya. Rasanya sudah sangat lama tidak menghirup udara segar kota Seoul. Jin begitu antusias dalam kepulangannya. Tapi ada perasaan yang sepertinya tertinggal dan terkadang membuat Jin ingin mengurungkan diri untuk pergi dari rumah sakit yang didiaminya. Apa itu? Jinpun tidak tahu. Hanya perasaan tak nyaman yang tidak dapat dirinya jelaskan arti dibalik kecemasannya.

Suara ponsel mengalihkan kegiatan Jungkook membereskan pakaian Jin, “aku akan menerima panggilan. Kau bisa lanjutkan ini sebentar kan Jin-sshi?”

“nde..” senyum Jin pada Jungkook yang langsung keluar untuk menerima panggilan dari ponselnya.
Dalam ingatan Jin masih teringat tubuh mungil yang sangat mirip dengan Jungkook. Namja yang tidak dikenali menghantui Jin. pertama kali bertemu dengan namja mungil itu saat dirinya berpapasan di pintu lift. Namja itu menawarkan Jin untuk masuk dengan bantuannya. Dan bertemu dengannya dalam pelukan seseorang yang sepertinya berstatus seme seperti Jin. “siapa ya nama namja itu, kenapa aku selalu memikirkannya” Jin memegang jantungnya kuat-kuat agar tidak berdetak semakin kencang. Tidak lama Jungkook datang dengan wajah pucat pasif.

“waeyo? Kau kenapa Kookie?” Jin mendekati keberadaan kekasihnya yang kembali dengan perasaan shock setelah menerima panggilan sebelumnya.

Jungkook menelan ludahnya, “Jin-sshi aku harus pulang untuk sementara. kau bisa kan membereskan barang-barangmu dan kembali pulang sendirian?”

“ada apa sebenarnya katakan padaku?! Kau bisa pulang bersamaku setelah ini semua beres. Aku akan mengantarmu chagi”

“ANIYOO—! –maksudku kau pulang dan istirahat saja. Hal-abeoji memintaku untuk menemuinya di host. Bukankah kau tidak menyukai jika berada disana.. sekarang aku harus pergi” belum Jungkook pergi, Jin mencium kening kekasihnya itu agar hatinya tenang melepaskan kepergian Jungkook. “Jin-sshi?”

“kau hati-hati dijalan. Jangan membawa mobil gunakan taxi saja. aku tidak ingin kau sembarangan mengemudi. Arraso?!”

Jungkook tertawa kecil dan mengangguk mengerti mendengar perhatian Jin yang selalu membuat hatinya senang setengah mati. setelah diizinkan Jungkook pergi kekantor polisi yang diberitahukan Maid. Tempat dimana mantan kekasihnya menggantikan dirinya untuk ditahan. “kau bodoh Jung Ho Seok!” sinisnya kesal pada Ho Seok dalam perjalanan.

Sesampainya pada kantor polisi Jungkook bertemu dengan Jihyun a.k.a hal-abeojinya yang sepertinya akan marah padanya. Untuk pertama kalinya pandangan tajam diberikan Jihyun pada Jungkook, “apa arti ini semua?”

Jungkook tidak bicara dan tetap menundukan kepalanya takut menghadap Jihyun. Tamparan siap mengenai pipi putih Jungkook namun hati seorang hal-abeoji tidak mampu meneruskannya. Sejak awal mendidik Jungkook dengan sangat manja sudah salah, kurangnya kasih sayang dari orang tuanya menjadikan sifat cucu kesayangannya seperti ini. perceraian yang dilakukan anak dan menantunya sangat merusak kehidupan Jungkook. “Jungkook-ah katakan pada hal-abeoji kau tidak melakukan apa yang dituduhkan pada Jung Ho Seok bukan? Polisi mengatakan jika kau—”

“itu benar. Aku yang melakukannya” suara Jihyun berhenti saat mendengar pengakuan dari Jungkook, “aku yang merusak kabel rem itu, aku yang MENGINGINKAN HUBUNGAN MEREKA BERKAHIR HAL-ABEOJI!!”

“tapi kenapa? Bukankah kau sudah merestui hubungan mereka?”

“KESALAHAN!! ITU SEMUA ADALAH KESALAHAN!! Aku hanya menginginkan hakku atas Jin kembali. Aku masih mencintainya hal-abeoji sungguh.. aku masih sangat mencintai Jin-sshi..dan aku tidak pernah meminta Jung Ho Seok untuk menggantikan ku disana. jika polisi mencariku maka mereka bisa menahanku”

“tidak bisa. Jung Ho Seok sudah mengakui perbuatan yang tidak dirinya lakukan hanya untuk melindungimu. Bicaralah pada namja itu yang sudah sangat setia mencintaimu. Hal-abeoji berharap kau bisa memikirkan kata-katamu secara ulang. ”

“tentang apa?”

“kau pasti mengerti Jeon Joon Kook. Hal-abeoji akan pulang, dia sudah tidak bisa dibebaskan dan akan terus mendekam sebelum Jimin dan Jin membebaskannya” Jihyun meninggalkan Jungkook sendirian. Namja cantik itu sepertinya sudah bersenang-senang akan setiap permainan yang sudah dirinya mulai. Jungkook menatap remeh kearah ruangan polisi, tempat ini tidaklah menakutkan dengan apa yang dipikirkannya. Apa itu karena Jung Ho Seok yang sudah menggantikan posisinya? Itu bukanlah kesalahannya pikir Jungkook sehat. Jungkook meminta pertemuannya dengan Jung Ho Seok dengan memberi suap sipir yang bertugas saat jam besuk tidak ada.

Jung Ho Seok muncul dari balik jeruji besi, “kenapa kau sangat bodoh Jung Ho Seok? Mau membiarkan dirimu masuk kedalam sini hanya untuk melindungi seseorang yang sama sekali tidak melirikmu. Waeyo?”

“ini bukan untukmu. Tapi untuk tuanku Jeon Jihyun, aku tidak ingin dirinya memiliki beban pikiran terlalu berat dengan memikirkanmu terus-menerus Jungkook-ah”

Jungkook ingin menangis sebenarnya tapi tidak mungkin dirinya melakukan itu dihadapan namja yang sejak awal ditolaknya. Diamnya Jungkook, menyadarkan Jung Ho Seok untuk menyentuhnya “pulanglah. Aku yakin kau lelah setelah merawat Jin lama dirumah sakit. kudengar Jin sudah diizinkan pulang kerumah. Aku senang akhirnya kau bisa bahagia bersamanya”

“hentikan!” Jungkook menepis sentuhan yang diberikan Ho Seok diarea wajahnya, “kau menyebalkan Jung Ho Seok!! Kau tidak seharusnya melakukan ini dan menggantikanku. Kau mengakui sesuatu yang tidak kau lakukan hanya untuk melindungiku! Kenapa kau sangat bodoh!!”

Jung Ho Seok menaruh tangannya diatas kepala Jungkook agar bisa memberikan rasa aman pada namja cantik dihadapannya. “dengarkan aku Jungkook-ah, kau adalah majikanku dan aku hanyalah pelayanmu yang tidak berharga. Tidak ada salahnya aku melakukan ini. aku tidak memiliki keluarga yang mencariku, hanya tuanku Jeon Jihyun yang menjadi bagian dalam setiap hidupku selama ini. sebisa mungkin aku harus bisa melindungi anggota keluarganya, itu adalah tugasku sejak awal. Jadi aku mohon pulanglah dan lupakan tempat ini. ini bukanlah tempat seorang Jeon Joon Kook”

“diaaam!! Diam!! Aku.. aku..”

“bukankah Jin menunggumu dirumah?” Jung Ho Seok membelai setiap helaian rambut Jungkook, mencoba tersenyum untuk menghibur walau sebenarnya Jung Ho Seok sangat takut berada ditempat yang ditinggalinya sekarang.

.


[ Rumah Sakit ]

Jin membawa beberapa koper deret meninggalkan ruangannya, namja tinggi itu tidak tau jika Rapmon sudah menunggunya cukup lama diluar. Ini bukanlah Rapmon yang ada dipikiran seorang Kim Seok Jin. sebenarnya perubahan apa yang membuat sahabatnya begitu perhatian pada dirinya dan menyukai seorang namja. “sedang apa kau disini?” tanya Jin pada Rapmon.

“aku menjemput sahabatku untuk pulang kerumahnya, anggap saja Jungkook yang menghubungiku” Jin menaruh kopernya ke bagasi yang sudah dibukakan Rapmon. Keduanya masuk kedalam mobil dan pergi meninggalkan rumah sakit tanpa sepatah dua patah kata lagi. Dalam perjalanannya Rapmon menunjukan foto seorang namja diponselnya. Jin ingat namja difoto ini, adalah namja yang dirinya temui di lift beberapa hari lalu. “siapa dia? Kau mengenalnya?”

“apa kau bertemu dengannya dirumah sakit? jika benar masih ada kebaikan yang menghapirimu disaat kau tidak mengenalinya” perkataan Rapmon tidak mampu Jin cerna, kepalanya hanya digaruknya sesekali. “Park Jimin adalah kekasihmu Jin, apa kau masih tidak bisa mengerti”

“Jungkook sudah menceritakannya dan itu adalah kesalahan yang sudah aku lakukan pada kekasihku. Menjalin hubungan disaat Jungkook jatuh sakit, bagaimana bisa aku melakukan itu padanya Rapmon! sudahlah hentikan mengingatkan aku pada namja itu” Jin berfikir ternyata rasa nyaman yang dirinya rasakan pada namja yang ditemuinya di lift, itu karena mereka pernah memiliki masa-masa indah bersama. “itu hanyalah sebuah kesalahan” lanjut Jin menjelaskan.

Rapmon kebingungan harus menjelaskan dengan cara apa pada sahabatnya yang begitu keras kepala untuk tidak mau mengenal Jimin. mengemudi secara tenang membawa Jin ketempat dimana dia dulu bersama dengan Jimin. Sebuah sekolah SMA, “sebenarnya apa yang kau inginkah Rapmon?! membawaku ketempat yang tidak kukenali”

“ini tempat kau melamar Jimin dihadapan kami semua. Ingatlah! Jimin membutuhkanmu Jin sekarang ini” Rapmon menyadarkan Jin yang sedang mengamati sekeliling atap sekolah. “Jimin kehilangan ingatannya, apa kau tidak berniat mengembalikan ingatanmu dengannya. apa kau sama sekali tidak menginginkan kebahagiaan kalian kembali? Kau Jimin dan Minseok!”

“Minseok?”

“benar, namja kecil yang kalian adopsi saat berada di Amerika. Namja kecil itu selalu memanggilmu disetiap tidurnya. Kami tidak bisa mengatakan apa-apa tentangmu yang sama sekali tidak bisa mengenalinya. Jadi—”

“jungkook tidak menceritakan yang satu itu” Ugh, kini kepala Jin berputar hebat. Terasa berdenyut, menyakitinya. Rapmon akhirnya mengajak Jin untuk pergi kekediamannya agar bisa beristirahat. Mungkin memang mustahil untuk membawa Jin ketempat yang tidak dirinya kenali. Ini hanyalah hilang ingatan jangka pendek secepatnya Jin akan mengingat semuanya. Hanya menunggu waktu. Sesampainya dikediaman Seok Jin, Rapmon memohon undur diri untuk pamit agar tidak menganggu kesehatan Jin lebih lama. Jin masuk kerumahnya disambut beberapa pelayan dan Maid yang sudah lama tidak mengetahui kabar majikannya itu dirumah sakit. senyuman Jin berikan untuk melewati barisan para pelayan menuju kamarnya. Rasa kagetnya terjadi lagi, foto kemesraan dirinya dan Jimin terpasang besar disudut kamar.

“apa ini?” Kilatan ingatan tentang mobil yang menabrak muncul begitu saja. Jin mengfokuskan pada ingatannya yang samar-samar terjadi, dan pada akhirnya.

Flashback On

Jin dan Jimin berniat pergi ke Busan untuk menyiapkan pernikahan mereka, tetapi keinginan Jimin untuk membatalkan pernikahannya ditentang sang kekasih. Bagaimana tidak? Keberangakatan mereka menjadi moment pembicaraan pembatalannya pernikahan yang sudah Jin rancang sangat matang. “apa yang sebenarnya terjadi Jimin-ah? Aku sama sekali tidak mengerti keinginanmu membatalkan pernikahan kita”

“Jungkook masih mencintaimu, aku tidak bisa menghancurkan pertemenanku dengannya. aku tidak ingin pernikahan kita nantinya akan menjadi kebencian untuknya”

“kau akan tinggal bersamaku bukan dengan Jungkook. namja itu sudah memiliki Jung Ho Seok yang mencintainya. Berhentilah memikirkan orang lain, dan pikirkan kebahagiaanmu Park Jimin.” tegas Jin dengan mengatur kestabilan mobilnya. “sekalipun Jungkook masih mencintaiku, yang aku cintai adalah kau Park Jimin. kau tau itu”

Jimin melepaskan sabuk pengamannya dengan sengaja, memejamkan kedua matanya. Jin yang merasa Rem tidak berfungsi mencoba memberi tahu Jimin untuk mengenakan sabuk pengamannya lagi, namun tidak didengarkan. Tabrakanpun tidak terelakan. Mobil yang mereka naiki melayang ke udara. Dan jimin terpental keluar mobil karena tubuhnya tidak tertahan apapun. Jin mencoba meraih tangan Jimin, dan nihil tergapai. Hanya satu yang teringat “aku mencintaimu Kim Seok Jin” suara Jimin menghilang tidak lama saat itu.


Flashback Off


Jin mengingat semua. Kenangan bersama dengan Jimin. kecelakaan yang mengakibatkan ingatannya hilang sesaat. Semua telah kembali seperti semula, ingatannya telah berpihak pada dirinya dan Jimin lagi. Jin mengusap wajahnya kasar, “bagaimana mungkin aku bisa melupakan semua tentangmu Park Jimin?” kesalnya tidak karuan. Jin mengambil kunci mobilnya yang tergeletak lama di meja kamarnya. mengemudikan kendaraan mewahnya menuju rumah sakit tempat Jin bertemu dengan Jimin sebelumnya. jin berharap masih bisa bertemu dengan Jimin walau dirinya sangat telat untuk mengingat semua. Sesampainya dirumah sakit tidak ada tanda-tanda keberadaan Jimin kekasihnya. Data pasien dirahasiakan, bagaimana bisa Jin mencari Jimin yang dibawa namja asing tidak dikenalinya. Apa yang sekarang Jin harus lakukan?

Jin menghubungi Rapmon, pertemuan merekapun terjadi dirumah Yoongi. Dan saat itulah Minseok dapat bertemu dengan Jin.

“Appa!!” teriak Minseok dan langsung memeluk Jin yang baru saja sampai di Kediaman Yoongi. Kedatangan Jin yang hilang ingatan membuat Yoongi takut jika Jin tidak mengenali Minseok tapi nyatanya ingatan Jin kembali dengan cepat. Jin memeluk Minseok sangat erat. Sosok malaikat kecil yang begitu Jin rindukan. Sangat mirip dengan Jimin. kehangatan dan rasa aman yang diberikan Minseok tidak kalah dengan perasaannya saat bersama Jimin. “Appa aku sangat merindukanmu!! Aku juga merindukan Eomma!! Appa kapan Eomma akan kembali!!”

“Eomma akan kembali secepatnya” janji Jin diberikan. Jin menatap keberadaan Yoongi yang berdiri dibelakang memandangi kerinduannya dengan anak angkatnya. Setelah Jin menyadari posisi Yoongi, Yoongi tersenyum dan mengatakan “selamat datang keduniamu Kim Seok Jin”

“gomawo sudah merawat Minseok selagi aku Koma dan—”

“tidak apa-apa, aku belajar untuk nanti aku dan Rapmon mengadopsi anak sama sepertimu dan Jimin” Jin memperhatikan sekeliling kediaman Yoongi, “Rapmon sedang mengantar Taehyung kelokasi kejadian kalian mengalami kecelakaan. Kemungkinan Taehyung akan membawa Jimin kesana nanti” Kata Yoongi menjelaskan pada Jin yang sepertinya membutuhkan jawaban dari rasa penasarannya.

“Jimin.. kau tau soal Jimin??!”

“Nde Jin-sshi.. tetapi Jimin kehilangan ingatannya dan dokter mengarahkan kami untuk membawa Jimin kelokasi terakhir dirinya berada. Lokasi kecelakaan itu akan menjadi penyembuhan Jimin akan ingatannya. Itu kata dokter. tapi jika tidak berhasil kami akan melakukan cara kedua”

“aku ingin bertemu dengan Jimin, apa kau tau tempat tinggal Jimin?” tanya Jin tidak sabaran. Minseok yang digendong menimpali, “Eomma tinggal dikediaman Xi Luhan Appa. Dia teman sekolahku. Apa kita akan menjemputnya kesana sekarang?”

“kau tau dimana?”

“tentu saja!!” Minseok begitu senang akan menjemput Jimin dirumah hal-meoni Luhan. Sudah sangat lama perasaan yang Minseok pendam kini bisa Minseok keluarkan kerinduannya sebentar lagi. Kebahagiaan mereka sudah berada di depan mata mereka, hanya tinggal menjemput Jimin semua cinta akan bersatu seperti dulu. Suara ponsel Yoongi memberikan perhatian Jin dan Minseok, sepertinya ada masalah baru hingga Yoongi harus mengeluarkan ekspresi tidak menyenangkan dari wajahnya. “Yoongi hyung ada apa? kenapa wajahmu terlihat khawatir” Minseok memiringkan kepalanya.

“Jin-sshi kau bisa ikut aku kekantor polisi?”

“apa yang terjadi?” Jin bertanya, tapi Yoongi tidak meresponnya.


----------------------


Taehyung berdiri tegak di Gerbang kediaman Park atau Kediaman orang tua kandung Jimin. Disinilah Jimin tinggal. Dan sebentar lagi Taehyung dapat menemui dongsaeng angkatnya itu dengan harapan dapat mengembalikan ingatannya. Ditemani Rapmon, Taehyung memencet bel kediaman besar itu. namun mobil mewah lain muncul dibelakang mobil milik Rapmon. Hongbin keluar dari dalam mobil dan memberikan tepukan selamat datang pada Taehyung yang mulai berani mendatangi kediaman tunangannya. “sudah bibi Sojin katakan, untuk tidak berada disekeliling putranya. Kenapa kau masih saja nekat untuk datang kesini” sindir Hongbin pada Taehyung.

“aku ingin Jimin mengetahui semuanya, setidaknya dia harus mengetahui kenyataan bahwa aku ada sebagai hyung angkatnya. Jimin mencariku maka itu aku—” ucapan Taehyung diputus cepat Hongbin.

Tawa kecilnya menyembunyikan hati Hongbin yang ketakutan kehilangan Jimin, “kau itu benar-benar tidak tau diri. dengan Jimin mengingatmu sama saja dia akan membenci orang tua kandungnya. Akan ada pertanyaan mengapa dirinya memiliki hyung angkat, apa dirinya dulu pernah ditinggalkan? Tidakkah kau berfikir kau akan merusak hubungan antar Jimin dan Eommanya?”

“Eomma Jimin tidak memberikanku pilihan agar Jimin tetap mengenaliku. Bukankah Eomma Jimin bisa memberikan penjelasan yang sebenarnya. Dan memberikan pengertian pada Jimin, aku berjanji semua akan tetap seperti ini. jadi izinkan aku bertemu dengan dongsaengku”

Rapmon yang sejak tadi diam mulai membantu Taehyung, “kau tidak perlu meminta izin pada namja yang tidak memiliki status apa-apa dengan Jimin-ah. Kau adalah hyung angkatnya yang memiliki hak yang sama atas Jimin”

“kau siapa lagi? Apa kau bagian dari teman masa lalu kekasihku?” Hongbin memandang kearah Rapmon jengkel.

“aku Kim Nam Joon, namjachingu dari Min Yoongi namja yang sudah kau sakiti lengannya” Rapmon memperkenalkan diri.

“ooh namja berambut hijau itu ya.. dia terlalu sering dilihat Jimin, apa sebaiknya aku lebih menyakitinya agar tidak berbuat seenaknya. Ini semua pasti ulah kekasihmu itu ya. Sampai-sampai Taehyung berani ketempat ini”

“jika kau berani menyakitinya kau akan berhadapan denganku!”

“apa kah itu sebuah ancaman?” kedua mata Hongbin dan Rapmon beradu tajam. Saling mengintimidasi namun sama-sama kuat. Langkah Taehyung mengalihkan fokus Hongbin pada Rapmon. “jika kau memasuki gerbang itu beberapa cm, aku berjanji padamu. Kau tidak akan pernah melihat Jimin untuk selamanya. Kediaman itu hanya berisi Eomma dan keluarga baru Jimin, sedangkan kekasihku Jimin tinggal bersamaku”

“aku mohon izinkan aku bertemu dengan Jimin” Taehyung berlutut dihadapan Hongbin agar dapat bertemu dengan Jimin. “aku begitu merindukannya. Aku sungguh merindukannya”

“kau tidak bisa bertemu dengannya, dan aku tidak menginginkan pertemuanmu dengannya” Hongbin menaiki mobilnya dan memilih meninggalkan Taehyung yang masih berlutut memohon.

“aku...aku berjanji padamu, dengan tidak memperkenalkan diriku sebagai Kim Taehyung” satu Janji menggoyahkan hati Hongbin untuk mempertahankan prinsipnya. “aku berjanji hanya melihat Jimin dengan berpura-pura tidak mengenalinya. Aku mohon”

Rapmon membantu Taehyung berdiri dari berlututnya tapi tidak Taehyung dengarkan, “kau tidak perlu sampai sejauh ini Taehyung-ah. Bangunlah”

“hanya bertemu dengan Jiminniie aku mau memohon pada orang lain. Aku mohon pertemukan aku dengan Jiminnieku” Taehyung memberikan sujudnya agar hati Hongbin semakin tergoyah. “aku mohon berikan aku kesempatan untuk bertemu dengannya”


Hongbin menyalakan mobilnya dan melewati Taehyung yang berlutut, kaca mobil dibuka setengah dan Hongbin memberikan kesempatan pada Taehyung “temui aku di Namsan Tower. Kau akan bertemu dengan Jimin disana sore ini. hanya melihat dan tidak memperkenalkan dirimu sebagai Kim Taehyung”. senyuman menghiasi wajah Taehyung, air mata yang mengalir dihapusnya. Kesempatan yang tidak akan Taehyung sia-siakan untuk bertemu dengan Jimin. Rapmon memandangi nasib Taehyung yang begitu menyedihkan. Hanya untuk bertemu dengan dongsaeng angkatnya, Taehyung harus bersujud dan berlutut seperti tadi. Mengapa takdir begitu tega dengan kehidupan seorang Kim Taehyung.



To be Continue...



Comments

Popular Posts