BOY IN LUV S2 Chapter 14 // JIN // JIMIN //
BOY IN LUV SEASON 2 akan berlanjut. Kondisi Author sudah
sepenuhnya pulih^_^ terimakasih yang masih setia membaca Fanfic ini dan
menunggu Fanfic ini pada Endingnya. Mungkin nantinya Fanfic ini akan diselingi
beberapa iklan dengan Fanfic ONESHOOT/TWOSHOOT. Tapi aku tidak akan
menghilangkan kewajibanku untuk menyelesaikan cerita BOY IN LUV SEASON 2 ini.
Blog ini akan selalu hidup dalam jiwa Jimin a.k.a Uke bagi setiap membernya.
JIKOOK, VMIN, YOONMIN, NAMMIN, HOPEMIN. JINJIMIN pastinya! (y) Entah kenapa
setiap pembuatan Chapter BIL S2 hati Author tentram banget. Seluruhnya ada
dalam cerita ini ><
Jung Ho Seok menatap mereka dari balik pintu luar. Hatinya sakit.
Tapi inilah yang sudah seharusnya terjadi cinta mereka tidak akan bisa
dipisahkan sekalipun Jimin kembali nantinya. Wajah Jimin yang tidak mengenali
dirinya dan Jungkook semakin membuat Ho Seok yakin. Jika hubungan Jin dan Jimin
memang tidak akan mungkin dapat bersatu seperti dulu.
[ Keesokannya ]
Jeon Jihyun sedang
menyusun beberapa dokumen diruangan, ditemani Jung Ho Seok yang setia
disampingnya. Tubuh tuanya sebenarnya sudah tidak bisa lebih lama menjalani
aktivitas seperti biasa dan kemungkinan pendaftaran anggota hostclub akan
dilakukan oleh bawahan kepercayaannya.
“aku sudah selesai menyeleksi beberapa namja yang akan siap
untuk dipopulerkan besok di host, aku harap kau mau mengaturnya untukku” Jihyun
menyerahkan dokumen pada Ho Seok.
“nde tuan” menatap majikannya setengah kelelahan, Jung Ho
Seok mengambil teh hangat yang tersedia dihadapannya. “sebaiknya anda meminum
teh anda. Anda terlihat lelah tuan Jihyun”
“bagaimana dengan Jungkookie ku? Apa dia masih berada
dirumah sakit Jin dan merawat mantannya itu? apa hubunganmu dengannya sudah
berakhir Jung Ho Seok?”
Jung Ho Seok tidak menjawab namun diamnya tidak bertahan
lama karena Jihyun menunggu penjelasan darinya. “hubungan ku dengan Jungkook
sudah berakhir tuan”
“sayang sekali.”
“Nde?”
“aku fikir cucuku itu sudah benar-benar menetapkan hatinya
padamu dan melupakan Jin. aku dengar bukankah Jin akan menikah dengan seorang
namja, lalu bagaimana bisa dia menerima kehadiran Jungkook disampingnya
kembali?”
“itu karena Jin mengalami hilang ingatan jangka pendek
tuan. Dia hanya bisa mengingat saat-saat dirinya akan ditinggalkan Jungkook ke
Amerika. Dia tidak mengingat apapun selain masa lalunya tuan”
Jihyun menyisip teh hangatnya sedikit, “begitu”
Suara ketukan dari balik pintu ruangan Jihyun terdengar.
Setelah dipersilahkan untuk masuk, seorang pelayan datang dengan tergesa-gesa.
Pelayan itu mengatakan bahwa kediamannya didatangi beberapa polisi yang sedang
mencari Jeon Joon Kook. Murka Jihyun pun terjadi. Namja tua itu memaksa Jung Ho
Seok untuk membawanya kehadapan sang polisi yang mencari keberadaan cucunya. Tetapi
namja tinggi itu menolak jika Jihyun yang berhadapan langsung disaat kondisi
tuanya tidak memungkinkan. Memberikan sedikit pengertian pada Jihyun, namja tua
itu mengizinkan Jung Ho Seok untuk mengatasi semua keadaan.
Jung Ho Seok menemui beberapa polisi seorang diri. “apa
anda yang bernama Jeon Joon Kook?” tanya salah satu polisi yang melihat Jung Ho
Seok menghampirinya.
“apa yang terjadi dengan majikan saya, sampai pihak
berwenang mencarinya?”
“kami akan menangkap tuan Jeon Joon Kook dengan tuduhan
percobaan pembunuhan atas kecelakaan yang dialami Kim Seok Jin dan Park Jimin”
salah satu polisi mengatakan dengan tegas. Jung Ho Seok tidak kaget saat
mendengarnya. Memang sejak awal dirinya sudah tau, kecelakaan ini adalah ulah
namja yang dicintainya. Tidak ingin Jihyun semakin mengalami keadaan sakit saat
mengetahui ini semua. Jung Ho Seokpun berbohong, “bukan jungkook yang melakukannya.
Tapi aku yang melakukannya”
Polisi itu saling berpandangan dan meminta Jung Ho Seok
yang mengaku sebagai tersangka memberikan kesaksiannya di kantor polisi. Maid
yang mengetahui itu semua langsung mengabarkan pada Jihyun tentang penangkapan
yang dialami salah satu bawahan kepercayaannya.
“APA? BAGAIMANA BISA JUNG HOSEOK DITANGKAP ATAS TUDUHAN
PEMBUNUHAN, SELAMA INI DIRINYA HANYA BERSAMAKU” teriak Jihyun marah saat
mengetahui Jung Ho Seok dibawa polisi dari kediamannya tanpa seizinnya. “lalu kenapa
dia mengatakan sesuatu yang tidak dirinya lakukan?” tanya Jihyun meminta
penjelasan sang Maidnya.
Maid menjelaskan, “Ho Seok menutupi kesalahan tuan
Jungkook, tuan besar”. Jihyun kebingungan dengan apa yang diberitahukan
Maidnya. Apa itu berarti Jungkook yang melakukan apa yang dikatakan Jung Ho
Seok. Dan untuk melindungi Jungkook dirinya menyerahkan diri sebagai tersangka.
“apa yang cucuku lakukan sudah sangat kelewatan hingga
pihak berwenang bekerja. Selama aku melakukan pekerjaan haram, aku tidak pernah
berniat menginjakan kakiku kesana. Tapi sekarang aku sendiri yang akan menebus
Jung Ho Seok disana. Junmyeon!” panggil Jihyun pada bawahannya yang lain. Namja
yang dipanggil langsung menghampiri, “nde tuan?”
“siapkan 500jutawon. Aku tidak akan membiarkan bawahan ku
seperti Jung Ho Seok terjebak disana terlalu lama” dengan memaksakan dirinya
berdiri dibantu tongkat tuanya. Jihyun mengenakan mantel hangatnya dan pergi
menuju kantor polisi tempat Jung Ho Seok ditahan menggantikan Jungkook.
“bagaimana mungkin ini bisa terjadi pada keluarga Jeon” sinisnya penuh amarah
pada cucu kesayangannya Jungkook.
----------------------
Jungkook membantu Jin membereskan seluruh barang-barangnya
untuk pulang kerumahnya. Rasanya sudah sangat lama tidak menghirup udara segar
kota Seoul. Jin begitu antusias dalam kepulangannya. Tapi ada perasaan yang
sepertinya tertinggal dan terkadang membuat Jin ingin mengurungkan diri untuk
pergi dari rumah sakit yang didiaminya. Apa itu? Jinpun tidak tahu. Hanya
perasaan tak nyaman yang tidak dapat dirinya jelaskan arti dibalik
kecemasannya.
Suara ponsel mengalihkan kegiatan Jungkook membereskan
pakaian Jin, “aku akan menerima panggilan. Kau bisa lanjutkan ini sebentar kan
Jin-sshi?”
“nde..” senyum Jin pada Jungkook yang langsung keluar untuk
menerima panggilan dari ponselnya.
Dalam ingatan Jin masih teringat tubuh mungil yang sangat
mirip dengan Jungkook. Namja yang tidak dikenali menghantui Jin. pertama kali
bertemu dengan namja mungil itu saat dirinya berpapasan di pintu lift. Namja
itu menawarkan Jin untuk masuk dengan bantuannya. Dan bertemu dengannya dalam
pelukan seseorang yang sepertinya berstatus seme seperti Jin. “siapa ya nama
namja itu, kenapa aku selalu memikirkannya” Jin memegang jantungnya kuat-kuat
agar tidak berdetak semakin kencang. Tidak lama Jungkook datang dengan wajah
pucat pasif.
“waeyo? Kau kenapa Kookie?” Jin mendekati keberadaan
kekasihnya yang kembali dengan perasaan shock setelah menerima panggilan
sebelumnya.
Jungkook menelan ludahnya, “Jin-sshi aku harus pulang untuk
sementara. kau bisa kan membereskan barang-barangmu dan kembali pulang
sendirian?”
“ada apa sebenarnya katakan padaku?! Kau bisa pulang
bersamaku setelah ini semua beres. Aku akan mengantarmu chagi”
“ANIYOO—! –maksudku kau pulang dan istirahat saja.
Hal-abeoji memintaku untuk menemuinya di host. Bukankah kau tidak menyukai jika
berada disana.. sekarang aku harus pergi” belum Jungkook pergi, Jin mencium
kening kekasihnya itu agar hatinya tenang melepaskan kepergian Jungkook.
“Jin-sshi?”
“kau hati-hati dijalan. Jangan membawa mobil gunakan taxi
saja. aku tidak ingin kau sembarangan mengemudi. Arraso?!”
Jungkook tertawa kecil dan mengangguk mengerti mendengar
perhatian Jin yang selalu membuat hatinya senang setengah mati. setelah
diizinkan Jungkook pergi kekantor polisi yang diberitahukan Maid. Tempat dimana
mantan kekasihnya menggantikan dirinya untuk ditahan. “kau bodoh Jung Ho Seok!”
sinisnya kesal pada Ho Seok dalam perjalanan.
Sesampainya pada kantor polisi Jungkook bertemu dengan
Jihyun a.k.a hal-abeojinya yang sepertinya akan marah padanya. Untuk pertama
kalinya pandangan tajam diberikan Jihyun pada Jungkook, “apa arti ini semua?”
Jungkook tidak bicara dan tetap menundukan kepalanya takut
menghadap Jihyun. Tamparan siap mengenai pipi putih Jungkook namun hati seorang
hal-abeoji tidak mampu meneruskannya. Sejak awal mendidik Jungkook dengan
sangat manja sudah salah, kurangnya kasih sayang dari orang tuanya menjadikan
sifat cucu kesayangannya seperti ini. perceraian yang dilakukan anak dan menantunya
sangat merusak kehidupan Jungkook. “Jungkook-ah katakan pada hal-abeoji kau
tidak melakukan apa yang dituduhkan pada Jung Ho Seok bukan? Polisi mengatakan
jika kau—”
“itu benar. Aku yang melakukannya” suara Jihyun berhenti
saat mendengar pengakuan dari Jungkook, “aku yang merusak kabel rem itu, aku
yang MENGINGINKAN HUBUNGAN MEREKA BERKAHIR HAL-ABEOJI!!”
“tapi kenapa? Bukankah kau sudah merestui hubungan mereka?”
“KESALAHAN!! ITU SEMUA ADALAH KESALAHAN!! Aku hanya
menginginkan hakku atas Jin kembali. Aku masih mencintainya hal-abeoji
sungguh.. aku masih sangat mencintai Jin-sshi..dan aku tidak pernah meminta
Jung Ho Seok untuk menggantikan ku disana. jika polisi mencariku maka mereka
bisa menahanku”
“tidak bisa. Jung Ho Seok sudah mengakui perbuatan yang
tidak dirinya lakukan hanya untuk melindungimu. Bicaralah pada namja itu yang
sudah sangat setia mencintaimu. Hal-abeoji berharap kau bisa memikirkan
kata-katamu secara ulang. ”
“tentang apa?”
“kau pasti mengerti Jeon Joon Kook. Hal-abeoji akan pulang,
dia sudah tidak bisa dibebaskan dan akan terus mendekam sebelum Jimin dan Jin
membebaskannya” Jihyun meninggalkan Jungkook sendirian. Namja cantik itu
sepertinya sudah bersenang-senang akan setiap permainan yang sudah
dirinya mulai. Jungkook menatap remeh kearah ruangan polisi, tempat ini
tidaklah menakutkan dengan apa yang dipikirkannya. Apa itu karena Jung Ho Seok
yang sudah menggantikan posisinya? Itu bukanlah kesalahannya pikir Jungkook
sehat. Jungkook meminta pertemuannya dengan Jung Ho Seok dengan memberi suap
sipir yang bertugas saat jam besuk tidak ada.
Jung Ho Seok muncul dari balik jeruji besi, “kenapa kau
sangat bodoh Jung Ho Seok? Mau membiarkan dirimu masuk kedalam sini hanya untuk
melindungi seseorang yang sama sekali tidak melirikmu. Waeyo?”
“ini bukan untukmu. Tapi untuk tuanku Jeon Jihyun, aku
tidak ingin dirinya memiliki beban pikiran terlalu berat dengan memikirkanmu
terus-menerus Jungkook-ah”
Jungkook ingin menangis sebenarnya tapi tidak mungkin
dirinya melakukan itu dihadapan namja yang sejak awal ditolaknya. Diamnya
Jungkook, menyadarkan Jung Ho Seok untuk menyentuhnya “pulanglah. Aku yakin kau
lelah setelah merawat Jin lama dirumah sakit. kudengar Jin sudah diizinkan
pulang kerumah. Aku senang akhirnya kau bisa bahagia bersamanya”
“hentikan!” Jungkook menepis sentuhan yang diberikan Ho
Seok diarea wajahnya, “kau menyebalkan Jung Ho Seok!! Kau tidak seharusnya
melakukan ini dan menggantikanku. Kau mengakui sesuatu yang tidak kau lakukan
hanya untuk melindungiku! Kenapa kau sangat bodoh!!”
Jung Ho Seok menaruh tangannya diatas kepala Jungkook agar
bisa memberikan rasa aman pada namja cantik dihadapannya. “dengarkan aku
Jungkook-ah, kau adalah majikanku dan aku hanyalah pelayanmu yang tidak
berharga. Tidak ada salahnya aku melakukan ini. aku tidak memiliki keluarga
yang mencariku, hanya tuanku Jeon Jihyun yang menjadi bagian dalam setiap
hidupku selama ini. sebisa mungkin aku harus bisa melindungi anggota
keluarganya, itu adalah tugasku sejak awal. Jadi aku mohon pulanglah dan
lupakan tempat ini. ini bukanlah tempat seorang Jeon Joon Kook”
“diaaam!! Diam!! Aku.. aku..”
“bukankah Jin menunggumu dirumah?” Jung Ho Seok membelai
setiap helaian rambut Jungkook, mencoba tersenyum untuk menghibur walau
sebenarnya Jung Ho Seok sangat takut berada ditempat yang ditinggalinya
sekarang.
.
[ Rumah Sakit ]
Jin membawa beberapa koper deret meninggalkan ruangannya,
namja tinggi itu tidak tau jika Rapmon sudah menunggunya cukup lama diluar. Ini
bukanlah Rapmon yang ada dipikiran seorang Kim Seok Jin. sebenarnya perubahan
apa yang membuat sahabatnya begitu perhatian pada dirinya dan menyukai seorang
namja. “sedang apa kau disini?” tanya Jin pada Rapmon.
“aku menjemput sahabatku untuk pulang kerumahnya, anggap
saja Jungkook yang menghubungiku” Jin menaruh kopernya ke bagasi yang sudah
dibukakan Rapmon. Keduanya masuk kedalam mobil dan pergi meninggalkan rumah
sakit tanpa sepatah dua patah kata lagi. Dalam perjalanannya Rapmon menunjukan
foto seorang namja diponselnya. Jin ingat namja difoto ini, adalah namja yang
dirinya temui di lift beberapa hari lalu. “siapa dia? Kau mengenalnya?”
“apa kau bertemu dengannya dirumah sakit? jika benar masih
ada kebaikan yang menghapirimu disaat kau tidak mengenalinya” perkataan Rapmon
tidak mampu Jin cerna, kepalanya hanya digaruknya sesekali. “Park Jimin adalah
kekasihmu Jin, apa kau masih tidak bisa mengerti”
“Jungkook sudah menceritakannya dan itu adalah kesalahan
yang sudah aku lakukan pada kekasihku. Menjalin hubungan disaat Jungkook jatuh
sakit, bagaimana bisa aku melakukan itu padanya Rapmon! sudahlah hentikan
mengingatkan aku pada namja itu” Jin berfikir ternyata rasa nyaman yang dirinya
rasakan pada namja yang ditemuinya di lift, itu karena mereka pernah memiliki
masa-masa indah bersama. “itu hanyalah sebuah kesalahan” lanjut Jin menjelaskan.
Rapmon kebingungan harus menjelaskan dengan cara apa pada
sahabatnya yang begitu keras kepala untuk tidak mau mengenal Jimin. mengemudi
secara tenang membawa Jin ketempat dimana dia dulu bersama dengan Jimin. Sebuah
sekolah SMA, “sebenarnya apa yang kau inginkah Rapmon?! membawaku ketempat yang
tidak kukenali”
“ini tempat kau melamar Jimin dihadapan kami semua.
Ingatlah! Jimin membutuhkanmu Jin sekarang ini” Rapmon menyadarkan Jin yang
sedang mengamati sekeliling atap sekolah. “Jimin kehilangan ingatannya, apa kau
tidak berniat mengembalikan ingatanmu dengannya. apa kau sama sekali tidak
menginginkan kebahagiaan kalian kembali? Kau Jimin dan Minseok!”
“Minseok?”
“benar, namja kecil yang kalian adopsi saat berada di
Amerika. Namja kecil itu selalu memanggilmu disetiap tidurnya. Kami tidak bisa
mengatakan apa-apa tentangmu yang sama sekali tidak bisa mengenalinya. Jadi—”
“jungkook tidak menceritakan yang satu itu” Ugh, kini
kepala Jin berputar hebat. Terasa berdenyut, menyakitinya. Rapmon akhirnya
mengajak Jin untuk pergi kekediamannya agar bisa beristirahat. Mungkin memang
mustahil untuk membawa Jin ketempat yang tidak dirinya kenali. Ini hanyalah
hilang ingatan jangka pendek secepatnya Jin akan mengingat semuanya. Hanya
menunggu waktu. Sesampainya dikediaman Seok Jin, Rapmon memohon undur diri
untuk pamit agar tidak menganggu kesehatan Jin lebih lama. Jin masuk kerumahnya
disambut beberapa pelayan dan Maid yang sudah lama tidak mengetahui kabar
majikannya itu dirumah sakit. senyuman Jin berikan untuk melewati barisan para
pelayan menuju kamarnya. Rasa kagetnya terjadi lagi, foto kemesraan dirinya dan
Jimin terpasang besar disudut kamar.
“apa ini?” Kilatan ingatan tentang mobil yang menabrak
muncul begitu saja. Jin mengfokuskan pada ingatannya yang samar-samar terjadi,
dan pada akhirnya.
Flashback On
Jin dan Jimin berniat
pergi ke Busan untuk menyiapkan pernikahan mereka, tetapi keinginan Jimin untuk
membatalkan pernikahannya ditentang sang kekasih. Bagaimana tidak?
Keberangakatan mereka menjadi moment pembicaraan pembatalannya pernikahan yang
sudah Jin rancang sangat matang. “apa yang sebenarnya terjadi Jimin-ah? Aku
sama sekali tidak mengerti keinginanmu membatalkan pernikahan kita”
“Jungkook masih
mencintaimu, aku tidak bisa menghancurkan pertemenanku dengannya. aku tidak
ingin pernikahan kita nantinya akan menjadi kebencian untuknya”
“kau akan tinggal
bersamaku bukan dengan Jungkook. namja itu sudah memiliki Jung Ho Seok yang
mencintainya. Berhentilah memikirkan orang lain, dan pikirkan kebahagiaanmu
Park Jimin.” tegas Jin dengan mengatur kestabilan mobilnya. “sekalipun Jungkook
masih mencintaiku, yang aku cintai adalah kau Park Jimin. kau tau itu”
Jimin melepaskan
sabuk pengamannya dengan sengaja, memejamkan kedua matanya. Jin yang merasa Rem
tidak berfungsi mencoba memberi tahu Jimin untuk mengenakan sabuk pengamannya
lagi, namun tidak didengarkan. Tabrakanpun tidak terelakan. Mobil yang mereka
naiki melayang ke udara. Dan jimin terpental keluar mobil karena tubuhnya tidak
tertahan apapun. Jin mencoba meraih tangan Jimin, dan nihil tergapai. Hanya
satu yang teringat “aku mencintaimu Kim Seok Jin” suara Jimin menghilang tidak
lama saat itu.
Flashback Off
Jin mengingat semua. Kenangan bersama dengan Jimin.
kecelakaan yang mengakibatkan ingatannya hilang sesaat. Semua telah kembali
seperti semula, ingatannya telah berpihak pada dirinya dan Jimin lagi. Jin
mengusap wajahnya kasar, “bagaimana mungkin aku bisa melupakan semua tentangmu
Park Jimin?” kesalnya tidak karuan. Jin mengambil kunci mobilnya yang
tergeletak lama di meja kamarnya. mengemudikan kendaraan mewahnya menuju rumah
sakit tempat Jin bertemu dengan Jimin sebelumnya. jin berharap masih bisa
bertemu dengan Jimin walau dirinya sangat telat untuk mengingat semua.
Sesampainya dirumah sakit tidak ada tanda-tanda keberadaan Jimin kekasihnya.
Data pasien dirahasiakan, bagaimana bisa Jin mencari Jimin yang dibawa namja
asing tidak dikenalinya. Apa yang sekarang Jin harus lakukan?
Jin menghubungi Rapmon, pertemuan merekapun terjadi dirumah
Yoongi. Dan saat itulah Minseok dapat bertemu dengan Jin.
“Appa!!” teriak Minseok dan langsung memeluk Jin yang baru
saja sampai di Kediaman Yoongi. Kedatangan Jin yang hilang ingatan membuat
Yoongi takut jika Jin tidak mengenali Minseok tapi nyatanya ingatan Jin kembali
dengan cepat. Jin memeluk Minseok sangat erat. Sosok malaikat kecil yang begitu
Jin rindukan. Sangat mirip dengan Jimin. kehangatan dan rasa aman yang
diberikan Minseok tidak kalah dengan perasaannya saat bersama Jimin. “Appa aku
sangat merindukanmu!! Aku juga merindukan Eomma!! Appa kapan Eomma akan
kembali!!”
“Eomma akan kembali secepatnya” janji Jin diberikan. Jin
menatap keberadaan Yoongi yang berdiri dibelakang memandangi kerinduannya
dengan anak angkatnya. Setelah Jin menyadari posisi Yoongi, Yoongi tersenyum
dan mengatakan “selamat datang keduniamu Kim Seok Jin”
“gomawo sudah merawat Minseok selagi aku Koma dan—”
“tidak apa-apa, aku belajar untuk nanti aku dan Rapmon
mengadopsi anak sama sepertimu dan Jimin” Jin memperhatikan sekeliling kediaman
Yoongi, “Rapmon sedang mengantar Taehyung kelokasi kejadian kalian mengalami
kecelakaan. Kemungkinan Taehyung akan membawa Jimin kesana nanti” Kata Yoongi menjelaskan pada Jin yang sepertinya membutuhkan jawaban dari rasa penasarannya.
“Jimin.. kau tau soal Jimin??!”
“Nde Jin-sshi.. tetapi Jimin kehilangan ingatannya dan
dokter mengarahkan kami untuk membawa Jimin kelokasi terakhir dirinya berada.
Lokasi kecelakaan itu akan menjadi penyembuhan Jimin akan ingatannya. Itu kata
dokter. tapi jika tidak berhasil kami akan melakukan cara kedua”
“aku ingin bertemu dengan Jimin, apa kau tau tempat tinggal
Jimin?” tanya Jin tidak sabaran. Minseok yang digendong menimpali, “Eomma
tinggal dikediaman Xi Luhan Appa. Dia teman sekolahku. Apa kita akan
menjemputnya kesana sekarang?”
“kau tau dimana?”
“tentu saja!!” Minseok begitu senang akan menjemput Jimin
dirumah hal-meoni Luhan. Sudah sangat lama perasaan yang Minseok pendam kini
bisa Minseok keluarkan kerinduannya sebentar lagi. Kebahagiaan mereka sudah
berada di depan mata mereka, hanya tinggal menjemput Jimin semua cinta akan
bersatu seperti dulu. Suara ponsel Yoongi memberikan perhatian Jin dan Minseok,
sepertinya ada masalah baru hingga Yoongi harus mengeluarkan ekspresi tidak
menyenangkan dari wajahnya. “Yoongi hyung ada apa? kenapa wajahmu terlihat
khawatir” Minseok memiringkan kepalanya.
“Jin-sshi kau bisa ikut aku kekantor polisi?”
“apa yang terjadi?” Jin bertanya, tapi Yoongi tidak
meresponnya.
----------------------
Taehyung berdiri tegak di Gerbang kediaman Park atau
Kediaman orang tua kandung Jimin. Disinilah Jimin tinggal. Dan sebentar lagi
Taehyung dapat menemui dongsaeng angkatnya itu dengan harapan dapat
mengembalikan ingatannya. Ditemani Rapmon, Taehyung memencet bel kediaman besar
itu. namun mobil mewah lain muncul dibelakang mobil milik Rapmon. Hongbin
keluar dari dalam mobil dan memberikan tepukan selamat datang pada Taehyung
yang mulai berani mendatangi kediaman tunangannya. “sudah bibi Sojin katakan,
untuk tidak berada disekeliling putranya. Kenapa kau masih saja nekat untuk
datang kesini” sindir Hongbin pada Taehyung.
“aku ingin Jimin mengetahui semuanya, setidaknya dia harus
mengetahui kenyataan bahwa aku ada sebagai hyung angkatnya. Jimin mencariku
maka itu aku—” ucapan Taehyung diputus cepat Hongbin.
Tawa kecilnya menyembunyikan hati Hongbin yang ketakutan
kehilangan Jimin, “kau itu benar-benar tidak tau diri. dengan Jimin mengingatmu
sama saja dia akan membenci orang tua kandungnya. Akan ada pertanyaan mengapa
dirinya memiliki hyung angkat, apa dirinya dulu pernah ditinggalkan? Tidakkah
kau berfikir kau akan merusak hubungan antar Jimin dan Eommanya?”
“Eomma Jimin tidak memberikanku pilihan agar Jimin tetap
mengenaliku. Bukankah Eomma Jimin bisa memberikan penjelasan yang sebenarnya.
Dan memberikan pengertian pada Jimin, aku berjanji semua akan tetap seperti
ini. jadi izinkan aku bertemu dengan dongsaengku”
Rapmon yang sejak tadi diam mulai membantu Taehyung, “kau
tidak perlu meminta izin pada namja yang tidak memiliki status apa-apa dengan
Jimin-ah. Kau adalah hyung angkatnya yang memiliki hak yang sama atas Jimin”
“kau siapa lagi? Apa kau bagian dari teman masa lalu
kekasihku?” Hongbin memandang kearah Rapmon jengkel.
“aku Kim Nam Joon, namjachingu dari Min Yoongi namja yang
sudah kau sakiti lengannya” Rapmon memperkenalkan diri.
“ooh namja berambut hijau itu ya.. dia terlalu sering
dilihat Jimin, apa sebaiknya aku lebih menyakitinya agar tidak berbuat
seenaknya. Ini semua pasti ulah kekasihmu itu ya. Sampai-sampai Taehyung berani
ketempat ini”
“jika kau berani menyakitinya kau akan berhadapan
denganku!”
“apa kah itu sebuah ancaman?” kedua mata Hongbin dan Rapmon
beradu tajam. Saling mengintimidasi namun sama-sama kuat. Langkah Taehyung
mengalihkan fokus Hongbin pada Rapmon. “jika kau memasuki gerbang itu beberapa
cm, aku berjanji padamu. Kau tidak akan pernah melihat Jimin untuk selamanya.
Kediaman itu hanya berisi Eomma dan keluarga baru Jimin, sedangkan kekasihku
Jimin tinggal bersamaku”
“aku mohon izinkan aku bertemu dengan Jimin” Taehyung
berlutut dihadapan Hongbin agar dapat bertemu dengan Jimin. “aku begitu
merindukannya. Aku sungguh merindukannya”
“kau tidak bisa bertemu dengannya, dan aku tidak
menginginkan pertemuanmu dengannya” Hongbin menaiki mobilnya dan memilih
meninggalkan Taehyung yang masih berlutut memohon.
“aku...aku berjanji padamu, dengan tidak memperkenalkan
diriku sebagai Kim Taehyung” satu Janji menggoyahkan hati Hongbin untuk
mempertahankan prinsipnya. “aku berjanji hanya melihat Jimin dengan
berpura-pura tidak mengenalinya. Aku mohon”
Rapmon membantu Taehyung berdiri dari berlututnya tapi
tidak Taehyung dengarkan, “kau tidak perlu sampai sejauh ini Taehyung-ah. Bangunlah”
“hanya bertemu dengan Jiminniie aku mau memohon pada orang
lain. Aku mohon pertemukan aku dengan Jiminnieku” Taehyung memberikan sujudnya
agar hati Hongbin semakin tergoyah. “aku mohon berikan aku kesempatan untuk
bertemu dengannya”
Hongbin menyalakan mobilnya dan melewati Taehyung yang
berlutut, kaca mobil dibuka setengah dan Hongbin memberikan kesempatan pada
Taehyung “temui aku di Namsan Tower. Kau akan bertemu dengan Jimin disana sore
ini. hanya melihat dan tidak memperkenalkan dirimu sebagai Kim Taehyung”.
senyuman menghiasi wajah Taehyung, air mata yang mengalir dihapusnya.
Kesempatan yang tidak akan Taehyung sia-siakan untuk bertemu dengan Jimin.
Rapmon memandangi nasib Taehyung yang begitu menyedihkan. Hanya untuk bertemu
dengan dongsaeng angkatnya, Taehyung harus bersujud dan berlutut seperti tadi.
Mengapa takdir begitu tega dengan kehidupan seorang Kim Taehyung.
To be Continue...


Comments
Post a Comment