BOY IN LUV S2 Chapter 15 // JIN // JIMIN //


Latar belakang lagu yang membentuk ‘BOY IN LUV SEASON 2’ 

-          Docter Stranger OST — Promie slow instrumental

-          Urban Zakap – My Love

-          Drakor – In memory Instrumental

-          Ost Autumn In My HeartEndless Love Drama Korea

-          Stupid in Love — SoYu x Mad Clown

-          Chen EXO — Best Luck

-          VIXX – ERROR

-          Baekhyun EXO — Beautiful Ost Exo Next Door

-          Various Artist – In Memories (The Muster’s Sun OST)

-          Winter Sonata – My Memory (Piano Instrumental)


-          Winter Sonata – Inside The Memories


Hongbin menyalakan mobilnya dan melewati Taehyung yang berlutut, kaca mobil dibuka setengah dan Hongbin memberikan kesempatan pada Taehyung “temui aku di taman Namsan. Kau akan bertemu dengan Jimin disana sore ini”. senyuman menghiasi wajah Taehyung, air mata yang mengalir dihapusnya. Kesempatan yang tidak akan Taehyung sia-siakan untuk bertemu dengan Jimin. Rapmon memandangi nasib Taehyung yang begitu menyedihkan. Hanya untuk bertemu dengan dongsaeng angkatnya, Taehyung harus bersujud dan berlutut seperti tadi. Mengapa takdir begitu tega dengan kehidupan seorang Kim Taehyung.

Hongbin pulang kekediamannya, dan menemukan Jimin sedang menunggunya disofa ruang tamu sambil tertidur. Keinginannya hanya membahagiakan Jimin dengan caranya sendiri yang tidak mengingatkan namja manis itu dengan masalalunya. Kehidupan Jimin yang sebenarnya hanya saat bersama Hongbin, itu yang dipikirkan namja tinggi yang kini membelai lembut surai rambut Jimin. Merasakan seseorang menyentuhnya Jimin perlahan membuka kedua matanya, “Hongbin, kau sudah pulang?” Jimin mengucak salah satu matanya agar bisa terbuka sempurna setelah tidak lama tertidur menunggu Hongbin.

Hongbin masih membelai Jimin dengan kasih sayang, memanjakan Jimin dalam setiap sentuhannya. Bibir mungil milik Jimin semakin membuat Hongbin tergoda untuk menyentuhnya dan tanpa aba-aba, Hongbin mencium bibir Jimin dengan memasukan lidahnya kearea lingkup mulut Jimin. Jimin ingin menolak dan mendorong tubuh Hongbin untuk menjauhinya. Tetapi paksaan yang diterimanya semakin membuat Jimin terlarut akan kenikmatan ciuman yang Hongbin berikan. Rona merah terpancar pada wajah mungil Jimin yang malu untuk memandangi Hongbin dihadapannya. “Saranghae” Kata Hongbin pada Jimin yang menundukan kepalanya. tidak mendapatkan jawaban apa-apa Hongbin mengulangi ucapannya “Saranghae Jimin-ah”

“Hongbin aku..”

Hongbin memberikan wajah sedih dan Jimin tidak enak hati untuk mengatakan hal yang akan menyakiti namja yang telah menolongnya, “Nado Sa..saranghae” balas Jimin sedikit tidak terdengar. Namun Hongbin mampu mengerti perasaan ragu yang diberikan namja yang dicintainya saat ini pada hubungannya. Hongbin memeluk Jimin kuat melepaskan perasaan rasa sayang agar Jimin bisa merasakan isi hatinya. “apa kau mau pergi ke Namsan Tower bersamaku, malam ini?”

“Namsan Tower?”

“sudah lama aku tidak mengajakmu keluar setelah keluarnya kau dari rumah sakit, aku ingin kau merasakan udara segar kota Seoul ditaman itu. jika kau mau, bersiap-siaplah dari sekarang”
Jimin mengeluarkan senyuman lebarnya, “apa kita akan makan es krim disana? aku sedang ingin makan es krim”

“apapun yang kau inginkan akan aku berikan, karena kebahagiaanmu hal yang utama untukku” nada suara Hongbin lirih terdengar Jimin, seperti sedang putus asa Jimin rasakan. Tidak mau membuat Hongbin menunggu lama. Jimin beranjak kekamarnya untuk menyiapkan diri agar dapat pergi keluar bersama Hongbin. Saat persiapan mengenakan pakaiannya dikamar, Jimin merasa wajah Hongbin benar-benar sedih kali ini. “Apa ada sesuatu yang Hongbin sembunyikan ya?” pikir Jimin dengan mengancingkan kemejanya. Sudah selesai mempersiapkan dirinya, Jimin pergi kehalaman rumah Hongbin. Kekasihnya sudah menunggu Jimin dimobil yang mereka biasa gunakan untuk keluar rumahnya.

“Hongbin-sshi, apa kau baik-baik saja? ada perasaan ku yang mengganggu akan perubahan sikapmu yang sepertinya sedang memiliki fikiran serius akan hal sesuatu. Kau bisa cerita padaku”

Hongbin mengemudi menggunakan satu tangan, dengan satu tangannya lagi beralih menggenggam tangan Jimin. “hal yang kufikirkan adalah bagaimana caranya kau mencintaiku seperti saat kau belum hilang ingatan”

“Maafkan aku, ternyata hal itu yang membuatmu terlihat murung” Jimin memandang keluar jendela mobil, “Hongbin-sshi jika memang perasaanku tidak salah pasti aku sangat yakin akan hubungan kita yang sebenarnya. Hubungan yang sudah kau dan Eomma ceritakan padaku, tapi entah kenapa aku tidak merasakan apa-apa dengan hal yang kalian ceritakan. Karena itu..”

“karena itu aku ingin membuatmu kembali mencintaiku, asal kau memberikan ku kesempatan dengan kau tidak memikirkan masa lalu yang sulit untuk kau dapati lagi. Aku disini untukmu, jadi mengertilah”

Jimin tidak mengatakan apa-apa lagi. Perjalanan mereka terjadi dalam keheningan yang menciptakan kecanggungan satu dengan yang lain.  Setibanya di Namsan Tower, Hongbin mengajak Jimin berjalan-jalan mengelilingi. Dan saat Hongbin menemukan Taehyung serta temannya sedang memperhatikan Jimin, Hongbin mulai memberikan perhatian yang membuat Jimin tersenyum pada dirinya. “aku akan membelikan Es krim untukmu. Kau tunggu disini dan jangan kemana-mana, kau mengerti?”

“apa tidak sebaiknya aku ikut denganmu?”

Hongbin mengacak rambut Jimin, mengecangkan syal agar semakin kuat menghangatkan leher Jimin “aku akan segera kembali. Aku ingin kau menungguku disini, arraso?”

“Nde”

Hongbin melirik kearah Taehyung yang berjalan mendekati posisi mereka, setelah semua sesuai keinginannya. Hongbin mulai melepas genggaman tangan Jimin dan memberikan kesempatan untuk Taehyung bertemu dengan dongsaengnya. Kebaikan Hongbin hanya terjadi sekali, dan itu akan berlaku tidak lama setelah kepergiannya. Hongbin berpapasan dengan Taehyung dan menjauhi Jimin, sedangkan Taehyung mendekati Jimin. “aku hanya memberikan kesempatanmu sebentar, dan jangan lupakan janjimu tadi siang untuk tidak memperkenalkan dirimu sebagai Kim Taehyung”

Taehyung mengangguk setuju dengan fokus pada Jimin yang sedang menunggu sendirian. Merekapun berpisah. Rapmon menyaksikan dari jauh akan hubungan yang sulit dijangkau Taehyung untuk menjalin persaudaraan dengan Jimin lagi.

Semakin dekat Taehyung berada pada jarak antara dirinya dengan Jimin. langkahnya semakin tidak terasa, seakan melangkah diatas udara yang tidak padat untuk dipijaki. Taehyung benar-benar bahagia bisa melihat wajah mungil itu lagi. Ingin memeluk Jimin dalam kondisi yang begitu Taehyung rindukan tapi tidak bisa untuk dilakukan. Jimin menunggu Hongbin dikursi taman dengan menatap kedua sepatunya yang terasa dingin diciptakan cuaca malam Seoul. Suara langkah kaki menyadarkan Jimin kehadiran seseorang yang mendekatinya, dan saat Jimin mengangkat kepalanya untuk mengetahui siapa yang mendekatinya. Jimin penuh dengan rasa terkejut namja yang berada di mimpi dan rumah sakit saat itu sedang berjalan kearahnya “Kim Taehyung?” Jimin berdiri. Taehyung semakin mendekat kearah Jimin berada. Hentinya langkah kaki Taehyung saat jarak antara dirinya dengan Jimin sudah tidak ada lagi. Mereka telah bertemu. Rasa bahagia dalam benak Taehyung, dapat dirasakan Jimin saat itu. “Kim Taehyung” panggil Jimin lagi.

“Aku..” suara namja di mimpi Jimin sangat mirip dengan namja yang mendekati Jimin, kebenaran pertemuan ini akan mengembalikan Jimin pada ingatan masa lalunya. “Kau Kim Taehyung kan? Ini benar-benar dirimu kan?” Jimin tersenyum manis dengan memegang pergelangan tangan Taehyung yang tertutupi jaket tebal.

“Kim Taehyung? siapa itu?” tanya Taehyung berbohong, senyuman manis Jimin mengendur. “aku kesini untuk menanyakan alamat padamu, apakah kau tau alamat ini?” Taehyung menyerahkan selembar kertas yang bertuliskan sebuah alamat. Jimin tidak menggapainya tapi tetap memperhatikan wajah Taehyung yang sedang Jimin ingat-ingat untuk tidak salah dalam mengenali seseorang.

“kau bukan Kim Taehyung? kau yakin?”

“Namaku V bukan Kim Taehyung”

“V?” Jimin langsung menundukan kepalanya kecewa, menyeka air matanya yang siap menetes. Himchan mengatakan jika mimpinya adalah pemberontakan dari masa lalunya, lalu kenapa namja yang mirip dengan mimpinya tidak memiliki nama sama dengan namja yang ditemuinya didunia nyata. Taehyung ingin menangis juga saat berbohong pada Jimin, yang Taehyung inginkan adalah memeluk Jimin dan menceriatakan masa lalunya agar Jimin tidak kebingungan terus-terusan. Tapi bisa apa Taehyung? tidak mungkin hanya untuk kebahagiaannya Taehyung rela membuat Jimin membenci Eommanya. Dengan menguatkan perasaannya Taehyung kembali bertanya, “Nde, namaku V. Dan aku kesini ingin menanyakan alamat yang ada dikertas ini. apa kau tau?”

Jimin duduk dikursi taman itu lagi tidak menghiraukan ucapan Taehyung yang bertanya padanya. Namja manis itu sedang berfikir keras untuk sesuatu yang tidak dipahami akan mimpi dan kenyataan yang bertolak belakang. “apa itu hanya mimpi saja? apa benar-benar tidak hubungannya dengan masa laluku? Aku yakin tapi...kenyataan tidak memihakku sekarang” keluhan Jimin yang bicara sendiri didengar Taehyung yang tau akan kondisi yang dialami dongsaengnya itu. Jimin mengangkat wajahnya lagi menghadap Taehyung mengaku sebagai orang lain. “Maafkan aku, tapi aku tidak tau apa-apa tentang alamat. Kau bisa bertanya pada yang lain”

“Jimin-ah” suara Hongbin terdengar dan waktu bagi Taehyung telah habis. Hongbin membawakan 2 es krim yang sengaja dirinya belikan untuk memberikan kesempatan pada Taehyung akan pertemuannya dengan Jimin. “ada apa?” bohongnya membantu Taehyung yang meremas alamat digenggamannya.

“Hongbin, namja ini bertanya alamat dan aku tidak mengenali alamat. Bisa kau membantunya” jelas Jimin yang terduduk lemas dikursi taman. Hongbin mulai bicara pada Taehyung yang masih memandangi Jimin yang tengah menundukan kepalanya menutupi sebagaian wajahnya. Setelah menjelaskan alamat yang dimaksudkan Hongbin mengajak Jimin kembali kemobilnya lalu meninggalkan Taehyung sendirian diluar. Musim dingin kali ini menurunkan banyak salju dimalam hari, terlebih lagi suhu puncak dingin berada pada malam hari. sesampainya Jimin pada mobil Hongbin, mengingatkan akan namja itu yang hanya mengenakan jaket penghangat tanpa syal yang melingkari lehernya. “Hongbin-sshi tunggu sebentar, aku akan kembali” Jimin keluar dari mobil tergesa-gesa mengkhawatirkan Hongbin yang harus mengikutinya dari belakang. Jimin menemui Taehyung yang masih sama berada pada posisinya saat ditinggalkan, ditemani seseorang yang Jimin tidak tau itu siapa.

“V?” panggil Jimin, Taehyung dan Rapmon menoleh kearah sumber suara. Jimin melingkarkan syal miliknya untuk digunakan Taehyung pada lehernya. “kau akan sakit jika tidak mengenakan syal diarea lehermu. Aku akan menggunakan penghangat dimobilku, kau gunakan syalku saja untuk menghangatkan lehermu” setelah memberikan syal pada Taehyung, Jimin memberi hormat pada namja asing yang berada disamping Taehyung. yaitu Rapmon. setelah itu Jimin kembali pada Hongbin.

“walaupun tidak memiliki ingatan perhatian padamu tidak akan pernah hilang, benarkan Taehyung-ah?”

Taehyung menangis, dalam dekapan hangat syal pemberian Jimin. “Jimin-ah. Jinjya Jimin-ah aku merindukanmu” Taehyung memeluk syal itu dan menciumi setiap harum dari tubuh Jimin yang tercium. Rapmon menepuk-nepuk pundak Taehyung untuk menguatkan sahabatnya itu “kau melakukan hal yang benar, tapi sebaiknya kau mengatakan kebenaran pada Jimin. kita mengajaknya ke sungai tempat Jimin kecelakaan itu mungkin akan membantunya”

“kita tidak memiliki kesempatan untuk menemui Jimin sendirian tanpa namja itu. lagipula aku sudah berjanji pada namja itu untuk tidak mengganggu mereka lagi setelah pertemuan ini” pasrah Taehyung pada keadaan.

“itu bukan hal yang baik, itu hanya perasaan rindumu yang bisa kau ungkapkan agar dapat bertemu dengan Jimin” Rapmon meyakinkan pada Taehyung, “dengarkan aku Kim Taehyung, kau adalah hyungnya dan kau begitu menginginkan Jimin kembali padamu. Ingat kata dokter Himchan, kau harus mengembalikan ingatan Jimin, karena hanya itu yang diinginkan Jimin sampai dapat memimpikanmu dalam ingatan yang tidak dimilikinya. Semua sekarang ada dalam keputusanmu. Apa kau akan mengikuti setiap perkataan namja itu? Namja yang membuatmu harus berbohong pada Jimin?!”

“Nam Joon aku..”

“dengarkan isi hatimu yang berteriak memanggil Jimin”

Disisi lain Hongbin memiliki masalah akan mobilnya yang mogok, sepertinya ini hari tersial untuknya. Jimin keluar untuk mengetahui kondisi mesin pada mobil Hongbin yang tiba-tiba tidak bisa dijalankan. “waeyo?” tanyanya pada Hongbin yang masih mengecek kesalahan pada mesinnya.
“aku tidak tau sepertinya aku akan memanggilkanmu taxi, bukankah hari ini jadwal mu pulang kerumah? Aku akan mengurus ini sendiri disini”

“aku akan menemanimu Hongbin-sshi”

“tidak usah. Kau harus istirahat” Hongbin yang melihat taxi lewat dijalanan langsung menghentikannya dan meminta taxi itu untuk mengantar Jimin kealamat yang diberikan Hongbin. “hati-hati ya, salam untuk Eomma”

“nde. Kau juga Hongbin-sshi” Jimin memeperbaiki syal yang dikenakan Hongbin, “gunakan syalmu dengan benar” mengucapkan salam perpisahan, taxi itupun membawa Jimin meninggalkan Hongbin. Diikuti sebuah mobil dari belakang, yang tidak mengundang kecurigaan sesaat pada Hongbin. Tapi sekilas sebuah bayangan Taehyung berada didalam mobil itu, “jangan-jangan?” Hongbin mencari taxi lain untuk dapat mengikuti kemana mobil itu mengikuti kekasihnya.

Jimin yang berada didalam taxi hanya beristirahat dengan tidak memikirkan hal lain selain kehidupannya yang sekarang dijalaninya. Supir taxi yang menyadari mobil nya sedang dibuntuti mulai mengencangkan kecepatannya, takut jika mereka berbuat jahat pada taxi miliknya. Rapmon tidak mau kalah dan menginjak pedal gas semakin kencang memotong perjalanan Jimin yang hendak pulang kerumahnya. “ada apa?” tanya Jimin pada Supir taxi yang berhenti mendadak.

“sepertinya ada pembajakan dan kita akan dirampok tuan”

“Rampok?!!!” teriak Jimin keras dan mengunci pintu taxi mereka. Seseorang yang Jimin kenali beberapa menit lalu ditemuinya keluar dari mobil itu, “V?” bisiknya saat mendapati Taehyung meminta Jimin membuka pintu taxinya. Rapmon membayar beberapa won dan meminta Jimin untuk ikut kemobilnya. “sebenarnya ada apa? kenapa kalian mengikutiku?”

“Aku.. Kim Taehyung.. aku bukan V namaku Kim Taehyung!” Taehyung memeluk Jimin saat itu. Jimin terdiam tidak bergerak membiarkan Taehyung memeluknya dengan erat. Rapmon menyingkirkan perasaan sedihnya dengan mengalihkan pandangannya kearah lain. “Aku Kim Taehyung, Jimin-ah! Aku Kim Taehyung”

“apa kau sedang bercanda?” Jimin mendorong Taehyung kuat kebelakang,  “Kau fikir aku akan percaya saat kau mengakui bahwa dirimu adalah Kim Taehyung. apa kau orang jahat yang biasa masuk kedalam hidup seseorang yang hilang ingatan?! Awalnya kau mengatakan dirimu bukan Kim Taehyung lalu sekarang kau mengatakan bahwa kau adalah Kim Taehyung! apa kau sedang mempermainkanku?!”

“Maafkan kebohonganku sebelumnya Jimin-ah, aku mohon ingatlah aku. Namja yang masuk kedalam mimpimu memang aku, aku adalah Kim Taehyung. aku mohon..” Taehyung berusaha meyakinkan Jimin yang memandang sinis terus kearahnya.

“hentikan! Aku tidak mempercayaimu! Aku juga tidak mau mempercayai mimpi itu lagi. Kau hanya mimpiku bukan hidupku yang sebenarnya”

Rapmon menimpali, “ikutlah kami sebentar agar kau bisa kembali mengingat masa lalumu. Kau harus kembali pada tempat terakhir kali kau mengalami kecelakaan Jimin-ah. Itu yang dikatakan dokter Himchan, kau mengenalnya kan?”

“dokter Himchan?”

“Nde, dia menceritakan semua pada kami Jimin-ah. Kau mau kan untuk ikut dengan kami?” Jimin melirik singkat kearah Taehyung yang memberikan wajah memohonnya. Dukungan ini yang Jimin inginkan, bantuan untuk mengembalikan ingatannya. Dengan setengah dari keraguan hati Jimin memasuki mobil Rapmon ditemani Taehyung duduk dibelakang. Di malam itu Jimin mendapatkan kesempatan untuk mengembalikan ingatannya. Rapmon membawa Jimin ke busan dimalam itu, untuk memperbaiki semua agar kembali seperti semula. Dalam perjalanannya selama berjam-jam, Jimin tertidur dan terjedot-jedot dipintu mobil. Secara perlahan kepala Jimin dipindahkan kepundak Taehyung agar tidak menyakiti dan mengganggu tidur dongsaengnya itu. Pukul 9 malam mereka tiba di lokasi kecelakaan yang Jimin dan Jin mengalami kecelakaan. “Jimin-ah kita sudah sampai”

Mendengar suara dimimpinya membangunkan Jimin dari tidur nyenyaknya, “Nde? Kita sudah sam—” Jimin kaget saat dirinya tertidur dipundak Taehyung. “maafkan aku tidur dipundakmu, apa aku merepotkanmu”

“kau tidak pernah merepotkanku Jimin-ah” mereka saling bertatapan cukup lama, dan Rapmon menghentikan tatapan itu. “Jimin-ah keluarlah mungkin kau mengingat tempat ini?” Jimin dan Taehyung keluar dari mobil, melihat sekeliling lokasi yang gelap gulita. Hanya dibantu penerangan senter yang selalu disimpan Rapmon dalam mobilnya.

“aku tidak bisa melihat apapun, apa tidak sebaiknya kita datang saat pagi hari?”

Rapmon mendekati Jimin, “akan sulit mendapatkan waktumu dari namja menyebalkan disampingmu itu. kau tau namja itu selalu menghalangi dirimu untuk mengingat masalalumu?”

“Hongbin maksudmu? Aku tidak tau tapi aku menyadarinya” Jimin memberikan pengertian, “aku bahkan menyadari Eommaku juga menghalangiku untuk mengingat masalaluku, aku tidak mengerti arti ini semua”

Rapmon meraih salah satu tangan Jimin yang menggantung diudara. Lalu meraih tangan Taehyung dan menyatukan tangan 2 bersaudara agar bisa kembali menjalani hubungan yang sebenarnya. Jimin yang bingung memandang kearah Taehyung yang memasang kepedihan pada wajah tampannya. “ingatlah namja dihadapanmu Jimin-ah, namja yang masuk kedalam mimpimu  adalah namja yang memiliki hubungan masa lalu denganmu” Jimin menarik tangannya, tubuhnya mengambil jarak untuk menjauhi Taehyung yang tadi berbohong akan siapa dirinya.

“aku memang memimpikan namja berwajah mirip dengannya tapi nama namja itu Kim Taehyung, bukan V”

“Jimin-ah...aku..” Taehyung ingin menjelaskan tapi ditolak Jimin yang langsung memalingkan wajah darinya. Rapmon mencoba memberikan alasan mengapa Taehyung harus berbohong, alasan itu tidak mendapatkan balasan baik dari Jimin.

“jika tadi kau berbohong bagaimana mungkin aku harus mempercayaimu sekarang! Bukankah kemungkinan kau berbohong 2 kali ada?” tegas Jimin pada Taehyung.

Suara langkah kaki yang berlari kearah 3 namja yang sedang berkumpul terdengar, Hongbin melompat dan menerjang Taehyung untuk memukulnya. Jimin tersenggol dan terperosot kesungai. Rapmon berniat menangkap tangan Jimin yang mengulurkan pertolongan. Namun itu tidak sampai. Jimin terbawa arus tenggelam dalam sungai. Hongbin yang ingin sekali memukul Taehyung mengurungkan niatnya. Mengambil ancang-ancang untuk terjun kesungai menyelamatkan Jimin atas kesalahannya. Sama halnya dengan Hongbin, Taehyung ikut terjun kesungai. Mereka berdua berlomba meraih Jimin yang terbawa arus.


Jimin Memory

Jimin terbayang berada di sebuah kamar mandi. Namja mungil itu merenungkan saat-saat dirinya masih ditemani seseorang dalam keadaan apapun. Tapi sepertinya Jimin sedikit lelah dengan masalah yang akhir-akhir ini datang pada hidupnya. Rasanya ingin mengakhiri semua. Menghilangkan ingatannya tentang perasaannya pada seseorang yang telah memiliki kekasih. Menghilangkan ingatannya tentang perasaan yang seseorang beritahukan. Mengilangkan ingatan tentang apa saja yang membuat kepalanya sakit selama ini. Namja itu memejamkan kedua matanya. Menangis kedinginan dengan air yang membasahi tubuhnya. Dirinya berharap dinginnya air bisa membuat namja itu kembali pucat seperti ketika dirinya hampir mati membeku diluar. Jimin tidak ingin kembali ditolong oleh orang baik. Namja itu berharap semua berakhir dengan cepat. Air yang terus mengalir membuat kamar Apartemen miliknya dipenuhi air.

.

.

Jimin memberontak dalam air sungai dan dapat dijangkau Hongbin yang langsung memeluk tubuh mungilnya. “Chimchim.. bertahanlah” kedua mata Jimin sedikit terbuka menemukan sosok Hongbin yang sedang berusaha menarik dirinya dari arus sungai. Setelah sampai pada permukaan Hongbin menyadarkan Jimin yang setengah tidak sadarkan diri. Taehyung menghampiri keberadaan Jimin yang pingsan dalam pelukan Hongbin.

“Jiminnie.. bangunlah” teriak Taehyung. hongbin yang masih marah akan perbuatan Taehyung mendekati  Jimin lebih dari janjinya, langsung melayangkan pukulannya.

“INI SEMUA SALAHMU! SEULKI! KAU MENGINGKARI JANJIMU SAAT AKU SUDAH MENGIZINKAN MU BERTEMU DENGANNYA!! LALU APA YANG KAU LAKUKAN SEKARANG. MEMBAWA CHIMCHIMKU DIBELAKANGKU DAN BERUSAHA MENGEMBALIKAN INGATANNYA!! APA KAU TIDAK MEMILIKI HATI!!”

“Jiminnie harus mengetahui keberadaanku! Mengetahui aku bagian dari masalalunya..” tatapan tajam dengan penuh keyakinan diberikan Taehyung pada Hongbin. Rapmon mendekati 2 namja yang berusaha menyadarkan Jimin dengan emosi masing-masing, tapi belum dirinya sampai pada keberadaan Jimin. Jimin mulai terbatuk-batuk dan mengeluarkan sebagian air yang masuk ketubuhnya.

Secara bersamaan Hongbin dan Taehyung memanggil “CHIMCHIM!!” “JIMINIIE!!”. Jimin mengeluh dengan kemampuannya yang hanya bisa sedikit menangkap wajah Hongbin dan Taehyung dalam gelapnya malam. Tenggorokannya terasa sakit kemasukan air lalu memuntahkannya secara paksa.

“gwenchana?” Hongbin dan Taehyung bersamaan bertanya lagi. Rapmon menggerakan kepalanya untuk melihat ekspresi kedua namja yang begitu mengkhawatirkan Jimin.

“gwenchana” Jimin ingin bangun tapi ternyata Hongbin mengangkat tubuhnya. Menggendongnya didepan seperti putri yang begitu disayangi pangeran dinegri dongeng. “Hongbin-sshi aku bisa jalan sendiri”

“aku akan membawamu pulang kerumahku, bukan kerumah Eomma. Aku yakin Eomma akan khawatir jika menyaksikan kondisimu seperti ini”

Taehyung berdiri memandangi tubuh Hongbin dari belakang sedang membawa Jimin menjauh darinya, “Jiminnie” dengan setengah keberanian yang Taehyung miliki. Dirinya memanggil Jimin yang langsung menyelipkan pandangannya antara bahu Hongbin untuk dapat merespon panggilan Taehyung. “ingatlah aku. Aku mohon.. aku adalah bagian dirimu yang tenggelam dalam masa lalumu”

Jimin mendengar perkataan Taehyung. Meminta Hongbin segera menurunkan tubuhnya agar Jimin dapat berpijak sendiri diatas tanah dan memandangi Taehyung lagi secara tenang tanpa adanya penghalang tubuh Hongbin. Perlahan Jimin mendekati Taehyung, dan melarang Hongbin untuk menghentikannya. Wajah Taehyung begitu jelas mirip dengan namja yang berada didalam mimpinya. Apa alasan Taehyung membohonginya mengaku sebagai orang lain? “awalnya kau mengatakan kau bukan Kim Taehyung, kejadian itu tidak lama. Beberapa jam lalu kau mengatakan dirimu adalah V bukan Kim Taehyung! Apa kau sedang mempermainkanku!?”

“apa kau mengingatku? Apa kau juga sedang mempermainkanku dengan menghilangkan ingatanmu Park Jimin!” Air mata menggantung dikedua mata Taehyung yang memerah. “apa kau tau bagaimana perasaanku mengetahui kau kehilangan ingatan?! Kau tidak mengingatku! Apa kau sedang mempermainkanku juga!?”

Jimin memegang kepalanya dengan salah satu tangannya, ingatannya sedang mencoba memasuki isi kepalanya yang kosong tidak terisi kenangan. Hendak berjalan menuju kearah Jimin, keinginan Hongbin tidak berlanjut karena kedatangan Rapmon yang mengunci pergerakan langkahnya. “lepaskan aku, kalian akan menyakiti Chimchimku”

“sejak awal kau yang menyakiti Jimin kami!”

Taehyung mendaki jurang pendek yang terdapat disungai, dimana jurang itu memberikan mata air sungai yang tidak cukup deras mengalir. Perbuatan bodoh Taehyung mendapatkan langsung perhatian dari Jimin yang sebelumnya sedang fokus pada sakit kepala yang berdenyut keras. “Jiminnie! Kau ingat saat kau mencoba untuk mengakhiri semua dengan merendam seluruh tubuhmu penuh didalam bathtub kamar mandi Apartemen kita? Saat itu kau begitu senang dengan kehadiranku! Lalu sekarang aku ingin kau yang melakukan itu padaku!” teriakan Taehyung dimalam hari bergema kencang, suaranya memantul pada setiap dinding batu sungai serta kayu pepohonan yang ada. Taehyung menerjunkan tubuhnya dengan melompat dari jurang dan jatuh kesungai. Jimin menatap tidak percaya sebesar itukah keinginan Taehyung untuk mengembalikan ingatannya?

Jimin yang hanya menunggu tidak mendapatkan kemunculan Taehyung keatas permukaan sungai lagi “V! V! V! Keluar dari dalam air! Aku mohon... jangan menenggelamkan dirimu! V!” Jimin memanggil nama Taehyung terus menerus tidak ada jawaban dari sang pemilik nama yang Jimin ketahui bernama V. Rapmon yang ikut khawatir mendekati sungai dan mencari keberadaan Taehyung yang menenggelamkan diri sendiri, membantu Jimin memanggil Taehyung yang tidak ditemukan keberadaannya. Geram tidak mendapatkan balasan dari namja bernama V, Jiminpun berteriak memanggil V dengan nama yang diakuinya sebagai kebohongan dari Jimin “Taehyung-ah!” Taehyung yang mendengar namanya dipanggil menarik tangan Jimin dan menenggelamkan tubuh Jimin ikut bersamanya. Pandangan mereka bertemu didalam air, tidak bicara hanya mempertemukan kerinduan dalam sunyinya air yang bergelombang. Taehyung tersenyum sangat tampan. Itu berhasil membuat Jimin mengeluarkan rona merah atas pesona yang telah Taehyung berikan. Jimin ingin keluar dari dalam air, namun Taehyung menahannya dengan pelukan. “Ehmm...” Jimin mulai memerlukan oksigen. Nafasnya sudah tidak bisa ditahan lagi, dan Taehyung memberikan sisa nafas miliknya untuk dapat Jimin rasakan. Ciuman kecil Taehyung berikan. Itu bertahan lama. Perasaan yang Jimin rasakan –sepertinya menyukai perlakuan yang Taehyung lakukan didalam air. Jimin awalnya memberontak, secara perlahan pemberontakan itu melemah. Diganti kepasrahan yang diberikan Jimin untuk Taehyung berikan lagi ciuman yang akan memberikan Jimin oksigen lagi.

Taehyung memberikan bisikan dari setiap gerakan bibirnya yang tidak menimbulkan suara untuk didengar, “Sa-ran-hae-yo Ji-min-nie” itulah isi dari bisikannya yang tidak dapat Jimin dengar. Setelah itu dilakukan Taehyung, pelukan yang Taehyung berikan terlepas. Taehyung tidak sadarkan diri dan jatuh semakin kebawah permukaan air. Jimin berenang kearah Taehyung, dan mengembalikan sedikit nafas buatan yang Taehyung berikan. Membawa tubuh Taehyung berenang menuju permukaan agar dapat ditemukan teman Taehyung atau setidaknya Hongbin mau membantunya. Rapmon yang mendapati gelembungan dari dalam air, langsung meraih tangan Jimin yang terjulur keluar dari air. “Jimin-ah, bagaimana Taehyung-ah?”

Jimin mendekap lembut tubuh Taehyung. menyerahkan tubuh Taehyung pada temannya yang tidak Jimin kenali. “dia.. uhuk..uhuk.. dia baik-baik saja” Kata Jimin dengan sesekali terbatuk-batuk. Rapmon mengangkat tubuh Taehyung yang tidak sadarkan diri dari dekapan Jimin yang langsung ditarik Hongbin untuk pulang meninggalkan Taehyung dan Rapmon. Jimin masih pada pandangannya menatap Taehyung khawatir.

Sesampainya dimobil Hongbin, Jimin tidak mau masuk kedalam mobil. Namja manis itu ingin mengetahui kondisi Taehyung selanjutnya. “KITA PULANG CHIMCHIM!”

“Aku tidak mau Hongbin-sshi! Setidaknya aku ingin dia baik-baik saja. tolong biarkan aku berada disamping Taehyung sebentar”

“NAMJA ITU TIDAK MEMILIKI HUBUNGAN PADA MASA LALUMU! DIA HANYA MEMANFAATKAN HILANGNYA INGATANMU! APA KAU MASIH PERDULI PADA NAMJA YANG INGIN MEMPERMAINKANMU?”

“dia.. dia tidak mempermainkanku. Perasaan ku mengatakan dia mengatakan kebenaran Hongbin-sshi” Jelas Jimin dengan memegang sebagaian hatinya yang berdetak kencang.

“apa kau tidak percaya padaku dan Eommamu sendiri, Chimchim?” Hongbin menarik lengan Jimin kasar. Tatapan Hongbin sudah teramat benci pada kejadian hari ini. Dimana perbuatannya yang mempertemukan Taehyung dengan Jimin berubah menjadi malapetaka untuk hubungannya yang kemungkinan akan berakhir dengan cepat. Jimin menggigit bibirnya tidak yakin. Memang sejak awal Jimin tidak mempercayai semua cerita yang diberikan Hongbin dan Eommanya. “Chimchim katakan padaku apa kau tidak mempercayai ku dan Eommamu?”

“aku bukan tidak mempercayai kalian tapi setiap kali aku mencoba mengingat masalaluku kau dan Eomma malah mengatakan semua tidak penting. Padahal bagiku ingatan yang hilang sangat ingin aku ketahui, untuk mengetahui kebenaran yang terjadi sebelum aku mengalami amnesia! Apa kau mengerti? Kepala ku terasa sangat kosong! Aku merasa tidak seperti manusia pada umumnya!”

“hentikan! Kau terlalu berlebihan menanggapi ini semua. Ingatan mu tidak akan pernah kembali! Tidak akan pernah kembali ingat itu baik-baik!” Hongbin memaksa Jimin untuk masuk kedalam mobilnya. Sekuat apapun Jimin menolak keinginannya terhadap perlakuan kasar Hongbin, tetaplah Hongbin yang menang dalam setiap kondisi. Semua kini berada dalam genggaman Hongbin. Jimin tidak mampu berbuat apa-apa jika namja tinggi itu sudah berkehendak. Mobil Hongbin pergi meninggalkan Rapmon yang masih berusaha menyadarkan Taehyung. menggendong Taehyung dibelakang punggungnya ke mobilnya, agar dapat dibawa kerumah sakit untuk mendapatkan pertolongan secepat mungkin.

( disaat Taehyung tidak sadarkan diri serta Jimin yang tidak mengingat apapun, bayangan 2 namja kecil yang mengikat hubungan mereka muncul dalam mimpi Taehyung. itu adalah ingatan masa kecilnya bersama Jimin )

“Hyung...” Jimin berlari kearah Taehyung yang sedang duduk termenung di pinggir kolam renang rumah mereka. “sedang apa disini hyung? Kenapa wajah hyung tidak menyenangkan seperti itu?” tanya Jimin lagi.

“Eomma tidak mau memberikanku apa yang kuinginkan, aku sangat kesal” rajuk Taehyung yang langsung mengobok-ngobok air didepannya.

Jimin memiringkan kepalanya dan menyerahkan kue buatannya yang baru saja matang dari oven, “aku membuat Kue bersama Eomma tadi, hyung mau kan mencicipinya? Aku yakin apa yang hyung inginkan tidak bermanfaat makanya Eomma tidak memberikannya”

“tapi aku sangat ingin, semua teman ku dikelas memilikinya”

“memang apa yang hyung inginkan?”

“aku menginginkan adik perempuan”

“wae?? Adik perempuan? Apa aku tidak cukup untuk hyung?” sekarang kebalikan Jimin yang merajuk dengan keinginan Taehyung yang tidak disukainya.

“bukan begitu Jiminnie, aku yakin kau juga menginginkan adik perempuan kan? Adik perempuan yang penurut, cantik, dan bisa kita ajak main bertiga”

Jimin diam. Hanya memanyunkan bibir kecilnya menampilkan ketidak sukaan pada ucapan Taehyung. “kalau begitu...” Jimin berlari kedalam rumah dan beberapa jam kemudian Jimin kembali dengan pakaian perempuan yang Eommanya miliki. Menguncir 2 ikat rambut pendeknya, menambah manis Jimin saat menjadi adik perempuan untuk Taehyung. “Ji—Ji—Ji—minnie?” kaget Taehyung terlonjak kebelakang dan tercebur kedalam kolam renang. “apa yang kau lakukan dengan pakaian Eomma?”

Yoon-ah dan Jongin memperhatikan kelakuan 2 malaikatnya yang begitu menggemaskan. Jimin tiba-tiba mendatangi kamar Yoon-ah dan meminta Eommanya itu untuk mendandani dirinya layaknya seorang yeoja. dan setelah diikuti ternyata alasannya Yoon-ah tau jika Jimin ingin mengabulkan keinginan Taehyung yang berharap akan kehadiran adik perempuan. “Hyung..maksudku Oppa menginginkan adik perempuan kan? Aku bisa menjadi Adik perempuan sesuai keinginan Oppa. Jadi aku mohon jangan menanmbah kehadiran orang lain lagi” pinta Jimin dengan menundukan kepalanya. taehyung sepertinya sudah salah mengatakan keinginannya pada namja kecil yang mungkin saja akan cemburu jika keinginan Taehyung dikatakan. Dan hasilnya terbukti kebenaran, bahwa Jimin cemburu atas keinginan yang Taehyung berikan.

“Oh iyaa! aku sudah mendapatkan Adik yang begitu manis menjadi yeoja ataupun namja. terimakasih sudah menjadi bagian dari hidupku Park Jimin. maaf kalau kau tidak menyukai apa yang kukatakan, aku berjanji tidak akan mengatakan hal-hal yang sudah kumiliki” Taehyung mengelus rambut Jimin yang halus.

“Hyung maksudku Oppa...”

“panggil aku Hyung, karena adik ku adalah seorang namja yang sangat manis dan tidak pantas untuk dimiliki orang lain selain Kim Taehyung..”

( dalam mobil Rapmon, Taehyung tersenyum tidak sadar akan mimpinya terasa seperti kembali kemasa lalunya )
.




To be Continue...








Comments

Popular Posts