MIRROR 1/3 JIKOOK // JINMIN // VKOOK
MIRROR
CAST : PARK JIMIN, JEON JOON KOOK, KIM SEOK JIN, KIM TAEHYUNG
Terinspirasi
dari lagu Suzy ( Miss A ) – Why Am I like This (The time I Loved You ost)
Jimin
menikmati perjalanan menuju sekolahnya dipagi hari. melompat-lompat seperti
anak kecil dengan tubuh mungilnya yang setinggi yeoja di negaranya. Banyak
orang mengira jika Jimin adalah yeoja tomboy yang memiliki fashion Namja. dan
Jimin tidak menyukai itu. wajah ini sudah dimilikinya sejak lahir, tidak ada
yang patut disalahkan dalam masalah wajahnya. Jadi Jimin pasrah saat orang lain
mengira dirinya seorang yeoja. banyak kebaikan memiliki wajah manis ini serta
tubuh mungil yang mendukung. Contohnya : Jimin selalu didahulukan di bus untuk
duduk saat bangku penuh, saat mengantri, bahkan saat Jimin tidak menginginkan
sesuatu dengan mudahnya Jimin dapatkan dari pemberian seseorang yang tidak
diketahuinya. Itu disaat Jimin mengenakan pakaian biasa, tanpa seragam
sekolah. Jimin namja manis yang pendiam, dia lebih memilih menyendiri
dibandingkan membaur dengan namja ataupun yeoja dikelasnya. Karena tidak ada
dari mereka yang punya sikap normal terhadap dirinya. Para yeoja dikelasnya
memandang sinis karena Jimin terlalu manis diantara mereka. Dan Namja? Namja
dikelasnya mempelakukan Jimin layaknya yeoja. membuat kesal setiap kali dirinya
digoda, bagaimana tidak? Jimin sudah menjalani 1 tahun bersama mereka kurang 2
tahun lagi untuk melepas masa-masa sekolahnya. Itu tidak memberikan kesan baik
pada Jimin. bahkan pikirannya berfikir jika mata namja yang mengarah ke dirinya
seperti tatapan yang siap menerkam seseuatu.
Dalam
perjalanan kali ini, Jimin tidak mendapatkan keberuntungan lagi di bus yang
dinaikinya. Kalian pasti tau kan alasannya? itu karena Jimin mengenakan seragam
sekolah siswa Korea. Maka dari itu tidak ada yang menganggapnya seorang yeoja,
dan membiarkan Jimin tetap berdiri. Dari rumah kesekolah, Jimin membutuhkan
waktu kurang lebih 45 menit. Yah. Cukup melelahkan jika harus lama berdiri.
Bus
berhenti didepan lampur merah. Bertepatan itu, sebuah mobil mewah berhenti
disamping Bus yang dinaiki seorang Park Jimin. awalnya Jimin melihat keadaan
didalam mobil itu biasa-biasa saja. tapi beberapa detik posisi namja yang
menyetir menyamping, menarik wajah seorang yeoja cantik yang duduk bersebelahan
dengan kursi kemudinya. Jimin membulatkan kedua matanya tidak percaya saat
namja dan yeoja yang berada didalam mobil melakukan Ciuman tanpa ada yang malu
ada yang melihat atau tidaknya. Jimin secara reflek dengan rasa penasaran
menunduk untuk mengetahui baju seragam yang mirip dengannya “itu seragam
sekolahku” Katanya terkejut. Tiba-tiba lampu berubah Hijau dan aktivitas ciuman
itu terhenti, Jimin terkejut saat dirinya tertangkap basah sedang memperhatikan
kegiatan namja yang menatapnya tajam sekarang. Mobil itu bergerak cepat
meninggalkan bus Jimin yang tidak memiliki kecepatan dari mobil mewah yang
dimilikinya. Asap tebal sengaja diberikan mobil mewah itu pada bus yang dinaiki
Jimin. seluruh penumpang yang membuka jendela tentu saja terbatuk-batuk
mengumpat pada mobil mewah yang menyebabkan kejadian itu. dan Jimin hanya diam
merasakan bersalah karena ulahnya mengintip.
Sesampainya
di halte bus depan sekolahnya Jimin turun lalu memasuki gerbang sekolah.
Seperti biasa Sunbaenim serta Hoobae menggodanya saat berada di halaman
sekolah, lorong sekolah, bahkan teman sekelasnya tiada henti memberikan
perhatian pada Jimin. “Sonsaengnim sebentar lagi datang pergilah kekursimu,
jangan menggangguku”
“apa
kehadiran ku mengganggumu Chagi-ya?” Hoseok salah satu temannya mencolek dagu
Jimin, sebenarnya hanya Yoongi dan Hoseok yang benar-benar menjadi teman normal
bagi Jimin. tapi kebiasaannya mengejek Jimin seolah-olah mereka bagian dari
Fans penyuka Jimin tentu saja membuat Jimin risih. “sudah lah hentikan
menggodanya” perintah Yoongi namja yang tidak kalah cantik namun tidak ada yang
berani menggodanya karena sikap cueknya. Sedangkan Jimin selalu malu setiap
kali diledek disekolahnya. Membuat mereka senang dengan rasa malu yang
ditunjukan Jimin, menjadikan Jimin semakin imut dan manis.
Hoseok
mendapatkan teguran dari wajah Yoongi yang tidak menampilkan ekspresi apapun.
“baiklah, aku hanya bercanda”
“jimin-ah
wajah mu memerah lagi? Apa kau dilecehkan Sunbae atau Hoobaemu dalam perjalanan
kesini?” Tanya Yoongi menusuk relung hati Jimin. Hoseok ikut penasaran dengan
ekspresi Jimin yang mengeluarkan rona merah sejak datang kekelasnya. Jimin
menutup wajahnya langsung ketika wajahnya tidak hentinya memerah.
“Jimin-ah?”
panggil Yoongi lagi.
Jimin
mengangat wajahnya, memandangi 2 sahabatnya yang masih khawatir dengan
keadaannya “aku baru...pertama kali melihat seseorang ciuman” Jelas Jimin.
hanya beberapa keheningan tercipta sampai pada akhirnya Hoseok tertawa kecil
hingga terbahak-bahak mendengarnya. “yaak! Jimin-ah kau belum pernah mencium
seorang yeoja?!” Hoseok menghapus air matanya yang tidak henti-hentinya keluar
karena tertawa kencang. Yoongi memukul kepala kosong Hoseok kencang. Dan tawa
itu langsung dihentikannya “Appooo! Kenapa kau selalu bersikap kasar padaku
Sunbae tidak lulus!”
“kau
mau aku memukulmu lagi!” Lirikan Yoongi mampu membuat Hoseok bergidik ngeri.
Jimin
menghela nafas pelan, “kalian tau kan disini saja semua yeoja menjauhiku,
bagaimana bisa aku berhubungan dengan mereka. Lagipula aku pernah menyatakan
perasaanku pada seorang yeoja Hoobae saat masih duduk di bangku SMp. Dengan
sadisnya yeoja itu mengatakan ‘Oppa kau terlalu cantik dan manis
dibandingkan aku maaf aku tidak bisa menjalani hubungan denganmu. Aku hanya
takut tidak akan berjalan baik nanti hubungan kedepannya’ kau tau betapa
sakitnya aku mendengar itu?”
“jadi
itu alasannya kau tidak pernah dekat dengan yeoja lagi?” Yoongi berfikir
sejenak. “lalu kau melihat dimana seseorang ciuman?”
“dimobil
mewah...dan dia mengenakan seragam sekolah kita”
“seragam
sekolah kita?” Yoongi dan Hoseok serentak mendekatkan wajah mereka pada wajah
Jimin yang langsung mundur kebelakang. Obrolan mereka yang belum selesai
terhenti saat Sonsaengnim datang kekelas mereka. Pelajaran pertama merekapun
dimulai.
-
-
Jimin
berjalan kearah lapangan olahraga sekolah, dimana kedua matanya akan memandangi
salah satu pemain yang diam-diam ditaksirnya. Sebenarnya sudah sangat lama
Jimin menyukainya. Dimana ketika Jimin ditolak yeoja Hoobaenya serta
ditinggalkan sendirian dibelakang sekolah SMpnya datang namja Sunbae yang
memberikan sapu tangan walaupun dirinya sama sekali tidak menangis saat
itu. Jimin menyukai sunbae itu setiap senyuman menghiasi wajah tampannya.
Dan sejak saat itu Jimin mencari tahu. dan alasan Jimin masuk ke SManya
sekarang adalah keberadaan namja itu yang bersekolah disini. Sangat sulit masuk
ke SMa negri tapi untuk dapat lebih mengenalnya Jimin mengejar terus
pelajaran-pelajaran yang sama sekali tidak dipahaminya. Hingga pada akhirnya
Jimin berhasil masuk SMa yang sama, namun tidak ada keberanian dari dalam
dirinya untuk sekedar bicara ataupun berkenalan dengan Sunbaenya itu.
Lamunan
Jimin berakhir saat pluit latihan terdengar, rombongan pemain basket memasuki
ruangan olahraga termasuk Kim Seok Jin. “Kim Seok Jin” bisik Jimin dengan wajah
memerahnya. Namja yang dipanggilnya tentu saja tidak mendengar. Latihan basket
hanya dilakukan saat istirahat dan pulang sekolah. Jimin tidak akan lupa untuk
datang. menjadi bagian pendukung yang tidak akan pernah absen dalam meneriaki
dalam hatinya nama Kim Seok Jin. lagi-lagi Jimin mengeluarkan kebiasaan rona
merahnya. Sebaiknya Jimin ketoilet untuk menghilangkan rona merah sebelum bel
masuk pelajaran selanjutnya dimulai. Selesai dari toilet Jimin menaiki tangga
menuju kelasnya yang berada dilantai 3. Disetiap tangga ada jendela untuk siapa
saja menatap kearah kebun belakang sekolah, tapi bagaimana mungkin Jimin
melihat lagi Ciuman seorang namja yang memiliki mata tajam bersama dengan yeoja
yang berbeda. Jimin membungkam mulutnya agar tidak berteriak secara reflek, —‘bagaimana
mungkin mereka bisa melakukan ini disekolah? Apa namja itu tidak takut ketahuan
Sonsaengnim atau yang lainnya’. Merasa
ada yang memperhatikannya Namja asing itu menghentikan kegiatannya walaupun
sang yeoja menginginkan lagi. Jimin tertangkap basah untuk kedua kalinya
memergoki Namja itu berciuman. Bahkan dengan yeoja yang berbeda disekolah.
Semakin tajam Namja itu memberikan tatapan pada Jimin yang langsung lari
ketakutan.
“menyebalkan”
Namja itu berdengus kesal.
.
Yoongi
dan Hoseok berteriak kencang dikanan kiri kuping Jimin, “Hehhh! Jadi itu alasan
mengapa kau mimisan sampai seperti ini?” Kata Hoseok sambil terus memberikan
Jimin tisu. Yoongi berfikir sejenak, “jadi namja yang sama yeoja yang
berbeda. pasti namja itu seorang playboy international”
Hoseok
menimpuk Yoongi dengan tisu yang seharusnya diberikan pada Jimin. “Yak! Untuk
apa kau memikirkan namja yang kita sendiri tidak kenali, jika dia playboy atau
bukan. Apa masalahnya untuk kita? Lagipula Jimin tidak sengaja melihatnya kan?
Aku yakin itu semua hanya kebetulan dan—”
“Sonsaengnim
datang!!” teriak sang ketua kelas. Hoseok menutup mulutnya memberikan kalimat
yang belum selesai didengar jimin maupun yoongi. Mereka semua kembali pada
kursi masing-masing dikelasnya. Belum Sonsaengnim membuka pelajaran
selanjutnya, sosok namja datang menggeser pintu kelas mereka secara kasar.
Kegaduhan dikelas Jimin terjadi, banyak pertanyaan yang menanyakan siapakan
Namja itu? dan mengapa dia melakukan tindakan sekasar itu padahal sonsaengnim
sudah berada dikelasnya. Namja itu menyelidiki wajah yang berada diruang kelas
itu, mencari namja yang sudah 2x memergoki dirinya berciuman dengan yeoja yang
berbeda dalam satu hari. Sonsaengnim yang merasa terganggu menegurnya “Kau dari
kelas mana?! Mengapa tidak sopan memasuki ruangan kelas—hmp” Namja itu
mengarahkan telunjuknya tepat pada mulut Sonsaengnim. Mata elangnya terus
mencari dan berhasil menemukan namja yang mencoba menyembunyikan wajahnya.
“Sonsaengnim aku minta waktu dikelasmu sebentar, arraso?” terangnya dan
langsung melangkah mendekati keberadaan Jimin.
Hoseok
dan Yoongi mengikuti arah Namja asing itu bergerak, dan disitulah Jimin
mendapatkan masalah. Namja asing itu menggerakan kepalanya kekiri dan kekanan,
seisi ruangan sedang tenang akibat ulahnya. “aku ingin bicara denganmu Sunbaenim”
“Sun—Sunbae?”
Tanya Jimin takut.
“Nde.
Aku Hoobaemu. Namaku Jeon Joon Kook. Aku baru masuk SMa ini beberapa bulan
lalu, apakah aku tidak terlalu asing dimatamu Sunbaenim?”
Jimin
menelan ludahnya, melirik kearah Hoseok dan Yoongi yang kursinya berada jauh
darinya. Sebenarnya beberapa yeoja dikelas Jimin mengetahui namja asing ini,
tapi bagaimana mungkin Jimin bagian dari kenalannya. Suara yeoja terdengar dari
kuping Namja asing itu “lagi-lagi Park Jimin, menyebalkan. dia selalu saja
mendapatkan perhatian dari namja yang kusukai”. “benar-benar, Jeon JoonKook
itukan salah satu Hoobae yang kutaksir. Dasar cebol! Aku membencimu” yeoja lain
menmpali dengan pedas.
“Yak!
Kau sudah memperlambat pelajaranku, pergilah dari ruangan kelasku!” perintah
Sonsaengnim tidak didengarkan Jungkook. Namja dengan style berandal itu malah
melompat kekursi Murid didepan Jimin dan menaiki meja Jimin. menyingkirkan
berbagai alat sekolah Jimin berjongkok disana semakin tidak sopan. Tatapan
Jungkook semakin menajam. “Sunbaenim apa kau tidak mendengarkan permintaanku
untuk bicara denganmu? Semakin kau berlama-lama disini, aku akan semakin
membuat namja tua itu terus berteriak diruangan kelas ini”
“Apa
maumu sebenarnya?”
Sonsaengnim
mulai mendekati Jungkook yang berjongkok dimeja Muridnya, tetapi ucapan
Jungkook berhasil membereskan sikap Sonsaengnimnya itu agar tetap pada
posisinya berada. “sekali kau mendekatiku, aku akan menjamin kau kehilangan
pekerjaanmu sebagai sonsaengnim disekolah ini! aku tidak main-main dengaan
ucapanku, maka itu berhenti disana dan biarkan aku bicara dengan sunbaenim ku
yang manis ini”
“bocah
sialan kau! Berani mengancamku!” Kata Sonsaengnim, “Siapa memangnya kau ini!”
Dengan
sombongnya Jungkook berdiri dimeja Jimin dan menghadap kearah lawan bicaranya,
“namaku Jeon Joon Kook putra kesayangan Kim Dong Wan, pemilik sekolah ini”
mendengar ucapan Jungkook membuat Sonsaengnim tertawa geli. Jimin yang
mendengar nama Appa Jin disebutkan melongo tidak bergeming, seluruh murid
terdiam dan mulai bergosip. “kau fikir aku percaya dengan kebohonganmu! Kim
Seok Jin adalah putra satu-satunya tuan Kim Dongwan, lalu sekarang kau
mengaku-ngaku putranya!? Apa anak ingusan sepertimu bisa dipercaya! Lebih baik
sekarang kau keluar dari ruangan kelasku!”
Jungkook
menghubungi nomor Kim Dongwan lalu me-loadspeaker percakapannya agar semua
orang tau ucapannya bukanlah kebohongan, “yeoboseyo Appa”
“Jungkook,
wae kau menghubungi Appa. Apa sesuatu terjadi disekolah?” tanya Dongwan
dikantornya.
Sepertinya
Sonsaengnimnya mulai berkeringat cemas, dan Jungkook sangat suka melihat wajah
gemetarnya “Aniyo Appa. Aku hanya mendapatkan masalah dari seorang Sonsaengnim
yang melarangku melakukan sesuatu yang kusukai di sekolahmu. Apa aku memang
tidak pantas menjadi putramu? Sonsaengnim itu mengatakan bahwa aku adalah anak
ingusan yang mengaku-ngaku putra seorang Kim Dongwan”
“katakan
pada Appa, siapa Sonsaengnim itu? appa akan mengurusnya”
Jungkook
melompat dari meja Jimin kelantai, mendekati Sonsaengnim yang kurang ajar
padanya. Menarik dasi serta Jasnya agar dapat melihat nametag yang terpasang
dikemejanya. “Namanya—” belum Jungkook selesai bicara, Sonsaengnim itu menarik
telpon yang digenggam Jungkook dan langsung mematikannya. Meminta maaf pada
Jungkook dan pergi meninggalkan kelas. Membiarkan Jungkook menguasai waktu
belajar kelas Jimin. Hoseok dan Yoongi mulai khawatir dengan nasib Jimin yang
telah memergoki sepertinya akan mendapatkan masalah besar dari Jungkook. Jimin
mulai kehabisan oksigen dengan mengingat kesalahannya karena rasa penasarannya
hingga terpergoki 2kali oleh Jungkook akan ciumannya yang dilakukannya tadi
pagi serta dibelakang sekolah. Lalu apa yang sekarang dapat Jimin lakukan?
Jungkook memperhatikan setiap sudut kelas yang memandanginya hormat. “aku minta
pada kalian secara baik-baik, keluar dalam hitungan 1 sampai 5 karena disini
aku mempunyai pembicaraan dengan namja bernam Park Jimin” semuanya mengangguk
mengerti dan mulai berlari meninggalkan ruangkelas saat hitungan dimulai.
Setelah kosong Jungkook mendekati Jimin sekali lagi, tapi namja itu hanya
menundukan kepalanya.
Jimin
mengangguk singkat tanpa suara.
“Sunbaenim
yang baik” Pandangan Jungkook tidak sengaja mengarah pada buku binder yang ada
dilantai. Sepertinya buku itu yang dirinya singkirkan saat ingin berdiri diatas
meja Jimin. sebuah foto namja sedang bermain bola basket terhimpit
lembaran-lembaran dalam binder milik Jimin. “Apa ini?” tanya pada Jimin, secara
reflek Jimin berusaha merebut lembaran foto yang dipegang Jungkook. tapi
Jungkook menolak untuk mengembalikannya. Jimin berusaha meraih foto itu,
“kembalikan, aku mohon kembalikan”
“Kim
Seok Jin?” Tanya Jungkook, dan seperti tersambar petir rasa malu tidak dapat
Jimin sembunyikan lagi. “Apa kau seorang penyuka sesama namja?”
“Aniyo!
Aku.. aku hanya..”
“lalu
bagaimana bisa kau menjelaskan ada foto Seok Jin sedang bermain basket didalam
bindermu, dan dari foto ini sepertinya kau mengambil secara diam-diam. Apa kau
menyukainya secara diam-diam juga?”
“Kembalikan!
Kembalikan! Aku bilang Kembalikan!” kesal Jimin selalu mencoba merebut foto
yang dipegangnya, dengan sigap Jungkook menggapai tangan Jimin dan menarik
tangan itu kebelakang. Mengunci pergerakan Jimin agar tidak terus menerus
bergerak. “Appo! Appo Jinjya Appo!”
“Jika
sakit kau seharusnya tidak terlalu banyak bergerak, karena itu akan semakin
membuatmu merasa sakit” Jungkook berbisik tepat ditelinga Jimin, “bagaimana
jika ini kuberikan pada Jin? agar namja itu tau bahwa dirinya disukai seorang
namja juga? Mungkin saja cintamu terbalas Park Jimin”
“Andwee!
Andwee, aku mohon Jeon Joonkook. Jangan katakan apapun padanya. Aku mohon...”
Dengan senyuman iblisnya, Jungkook menarik paksa Jimin meninggalkan kelas.
Beberapa teman Jimin yang berada diluar tentu saja penasaran dengan apa yang
akan dilakukan Jungkook terhadap Jimin. sama halnya dengan yang lain Hoseok dan
Yoongi mengikutinya secara rombongan. Mereka pergi kesebuah lapangan olahraga,
dimana Jin akan bersiap-siap latihan untuk kedua kalinya sebelum jam terakhir
pelajaran berakhir. Mendengar ada keributan di luar lapangan. Jin dan
kawan-kawannya mencoba mengintip untuk mengetahui apa yang terjadi. Salah satu
teman Jin mulai berbicara “dongsaeng tirimu sepertinya berulah lagi, Seok Jin”
“Nde,
aku akan kesana” Jin bergegas keluar lapangan untuk menemui Jungkook. Jimin
yang diseretnya berusaha menutupi rona merah diwajahnya saat kedatangan Jin
yang mulai memperhatikannya. “ada apa ini Jungkook? apa kau membuat masalah
lagi?” mendengar pertanyaan itu, Jungkook mendorong Jimin kearah Jin. tanpa
keseimbangannya Jimin menabrak tubuh Jin yang berada didepannya. “Mi..Miane!”
“namja
itu menyukaimu Seok jin” seluruh teman kelas Jimin membuka mulut dan matanya
lebar, termasuk hoseok dan Yoongi. Jimin berusaha untuk membantah perkataan
Jungkook. “itu tidak benar! Seok jin jangan dengarkan dia”
Jungkook
mengeluarkan bukti foto yang dilemparkan kearah Jin yang diam mematung. “itu
kau saat bermain basket, bukankah omonganku dapat dibuktikan?” Kasar Jungkook
membalaskan dendamnya pada Jimin. sepertinya Jimin sudah tidak dapat
menyembunyikan kesedihannya lagi, rona merah yang biasanya terjadi dikedua pipi
gempilnya berpindah ke dua pasang matanya. Jin mengambil foto yang berada
ditanah. Melirik sebentar kearah Jimin, “kau..” panggil Jin pada Jimin yang
menunduk malu. “gomawo, sudah menjadi fans setia ku serta teamku”
Jimin
mengangkat kepalanya. “Nde?”
“Aku
senang memiliki fans sepertimu. Gomawo. Apa kau selalu datang kepertandinganku?
Aku harap kau terus seperti itu” Jelas Jin tersenyum dengan mengacak rambut
halus Jimin. Jungkook yang tidak suka balas dendamnya tidak semulus pikirannya,
menendang kesal batu kerikil lalu pergi meninggalkan 2 namja yang dibencinya.
Seluruh penonton kelas Jimin sepertinya mengerti bahwa Jimin adalah fans yang
begitu menyukai basket sekolahnya. Dengan begitu mereka pergi, dengan informasi
yang membingukan kepala masing-masing. Hoseok berbisik pada Yoongi, “aku rasa
Jimin benar menyukainya” Ungkap Hoseok namun tidak dibalas Yoongi.
Jimin
dan Jin kini hanya berdua. “Gomawo...” Jimin bersuara sebelum Jin pergi
memasuki gedung olahraganya.
“Gomawo?
Untuk apa?”
“aku
hanya ingin mengucapkan itu. selamat tinggal” Jin memandangi kepergian Jimin
dari belakang. dengan senyuman tipis rasanya Jin sangat senang dan mengerti
arti Gomawo yang diucapkan Jimin padanya. Untuk pertama kalinya interaksi
mereka dimulai.
.
[
Keesokannya ]
Jimin
memasuki ruang kelasnya, pandangan sinis diberikan kearahnya dari teman-teman
Jimin. Hoseok serta Yoongi sebenarnya tidak ingin melakukannya tapi perintah
Jungkook adalah perintah yang tidak dapat dibantahkan untuk mengasingi Jimin dikelasnya
sendiri. bangku dan meja Jimin dicoret-coret, papan tulis yang harusnya bersih
penuh dengan tulisan mengejek untuk Jimin, serta loker Jimin dirusak.
Buku-bukunya basah ditempat sampah. “siapa yang melakukan ini! katakan padaku
siapa yang melakukannya!”
“aku
ingin mengatakan bahwa aku tidak menyukai orang yang tidak menurut padaku.
Termasuk orang yang tidak masuk rencanaku secara mulus, dan sepertinya aku
mulai menyukai bermain denganmu seperti ini sunbaenim” Jungkook berdiri
diambang pintu kelasnya dengan kehadirannya yang tiba-tiba. Jimin memukul
Jungkook dengan keras, kesabaran Jimin sebagai orang yang diam sepertinya sudah
habis. Jungkook tersungkur kelantai dan darah segar mengalir dari bibirnya.
“aku
sudah muak denganmu! Apa kau membayar mereka untuk melakukan ini semua?! Aku..
aku hanya tidak sengaja melihat mu berciuman dengan 2 yeoja yang berbeda!
apakah itu kesalahanku? Lalu bagaimana bisa kau melakukan itu tanpa takut ada
yang melihatmu?apa kau juga akan melakukan hal yang sama seandainya itu bukan
aku yang melihatnya? Mengancam hingga membuatmu tertawa lebar? Yak!
JeonJoonKook aku adalah Sunbaenim mu jadi bersikaplah hormat padaku” Jimin
bukanlah anak kucing yang takut seperti kemarin. Sekarang dirinya adalah
serigala yang siap menerkam jika ada yang mengganggunya. Jimin mengambil
buku-bukunya yang basah dari tempat sampah yang berada disamping loker
kelasnya. Tanpa disadari Jimin, kelasnya sudah kosong tidak terisi
teman-temannya lagi. Hanya Jimin dan Jungkook yang berada disana. Jungkook
mengeluarkan pisau kecil yang tersimpan dikantong celananya. “kau membuatku
berdarah” senyumnya sinis. “jadi jangan salahkan aku jika aku melukai wajah
manismu, Sunbaenim”
Jin
baru saja datang dan hyendak pergi kekelasnya, tapi keramaian yang terjadi
disalah satu kelas mengetuk rasa ingin tahu Jin dengan apa yang terjadi pada
ruangan tersebut. Beberapa yeoja dan namja yang mengintip dari balik kaca
dipintu kelas disingkirkan satu persatu oleh Jin. Sunbaenim mereka tertinggi.
Putra dari pemilik sekolahan. Jin melihat perlakuan Jungkook yang sudah diluar
batas kesadaran manusia. Namja itu akhirnya mendobrak masuk dan Jungkook
menghentikan perbuatannya yang sengaja merobek pakaian Jimin dengan pisau kecil
yang digenggamnya. Air mata menggantung di kedua mata Jimin. tentu saja Jimin
langsung mengambil kesempatan menjauhkan dirinya dari Jungkook yang mencoba
melepaskan seluruh pakaiannya dan membuat dirinya malu dilihati satu sekolah.
“gwenchana?” Tanya Jin pada Jimin.
Jimin
mengangguk pelan dengan pakaian yang robek tidak beraturan. Jin memandang marah
pada apa yang dongsaeng tirinya itu lakukan. “apa yang kau lakukan! Kau sudah
benar-benar kelewatan mengerjain murid sekolah ini!”
Jungkook
menggaruk-garuk kepalanya tidak bersalah, “aku hanya bercanda dengan Jimin
Sunbaenim, benarkan sunbae? Lagipula aku juga salah satu pewaris dari harta
Appamu. Dan aku memiliki hak atas kekuasaan sekolah ini, bukan hanya kau yang
berkuasa. jadi aku ingin memiliki banyak teman, tapi Jimin sunbae menolakku
mentah-mentah”
“hentikan,
ini sudah cukup! Berhentilah mengganggunya” perintah Jin pada Jungkook.
Jungkook menunjukan bibirnya yang luka. “hyung lihat ini! bukankah aku
berdarah? Kau tidak bertanya mengapa aku berdarah? Hyung walaupun kita bukan
saudara kandung tapi setidaknya ada rasa khawatir pada dirimu bukan?Aissh. ini
sangat sakit. pukulanmu sangat kuat Jimin Sunbae”
“dia
memukulmu karena kau yang memulai, aku yakin itu”
“berhentilah
membelanya. Bukankah lebih baik kau membela Dongsaengmu ini yang dilukai namja
brengsek dibelakangmu!” balas Jungkook pada tatapan marah yang Jin berikan. Jin
tidak mengendurkan niatnya untuk melindungi Jimin. “Jeon Joon Kook pergi dari
sini” perintahnya pada Jungkook yang langsung meludahi darahnya kelantai kelas
Jimin dan pergi begitu saja. rasa gemetar tidak hilang dari ingatan Jimin yang
baru saja dipaksa Jungkook secara keras. Jin yang memanggilnya tidak
mendapatkan respon apa-apa dari Jimin. karena takut terjadi sesuatu pada Jimin,
Jin membopong Jimin kedalam dekapannya. Seperti putri berada digendongan
pangeran berkuda putih melewati pengawal-pengawal menuju istananya.
Perbedaannya Jimin dan Jin melewati temen-temen kelas Jimin bukan pengawal dan
menuju uks bukan istana. Hoseok bergumam “mereka terlihat mesra sekali” Yoongi mengangguk
berulang-ulang kali menyetujui perkataan Hoseok kali ini.
Jimin
ditidurkan keatas ranjang ruangan Uks sekolah mereka, tidak ada dokter yang
berjaga. “bagaimana bisa tidak ada satupun dokter yang berjaga” umpat Jin
menyesal. Jimin bangun dan lebih memilih duduk “Jin Sunbaenim”
“gwenchana
Ji..Jimin-ah?”
“kau
mengenalku Jin Sunbaenim?” Ucapnya dengan rasa malu.
“tadi...Jungkook
memanggilmu begitu” Jin mengatakan hal yang meredupkan keyakinan Jimin. “apa
kau membutuhkan pakaian baru? Aku akan membelikan seragam baru untukmu. Tunggu
disini ya. Untuk sementara kau bisa menggunakan seragam jasku” Jin melepaskan
jas sekolahnya untuk menutupi seragam sekolah Jimin yang robek. Setelah itu Jin
pergi meninggalkan Jimin sendirian diruang uks selama 20 menit dan kembali
dengan membawakan seragam baru untuk namja manis itu.
“aku
harap ini muat untuk tubuhmu”
“Gomawo
Jin Sunbaenim atas bantuanmu” Rona merah itu muncul kembali saat Jin berbuat
baik padaa Jimin. Jin yang melihat itu malah menyangka Jimin terkena demam dan
langsung menyentuh keningnya. “apa kau sakit?” Tanya Jin khawatir.
“A...An..Aniyo”
“lalu
wajahmu memerah kenapa?” wajah Jin yang semakin dekat memberikan efek panas
pada hidung Jimin yang langsung mengalirkan darah dibaliknya. “Jimin kau...
hidungmu?”
“Ah..
aku tidak apa-apa Sunbaenim. Jinjya..” Jimin menolak untuk disentuh Jin lebih
lama, darahnya akan semakin banyak keluar jika moment itu terus diberikan. “aku
harus pergi Sunbaenim. Terimakasih atas bantuanmu. Dan sampai jumpaa” tanpa
basa-basi Jimin keluar dari ruangan Uks menuju kelasnya dengan berlari.
Jungkook yang memperhatikannya dari jauh hanya memainkan pematik api
ditangannya. Menyalakan api lalu meniupnya hingga mati. Keinginan Jungkook
sekarang adalah membalas kan dendamnya pada Jin dan keluarganya yang sudah
berhasil merusak hubungan kedua orang tua kandungnya. Lalu mengapa Jungkook
memiliki perasaan benci pada Jin? alasannya adalah Jin pernah merebut namja
yang disukainya bernama Kim Taehyung. dan sejak saat itu rasa benci Jungkook
terhadap keluarga Jin semakin besar. Seandainya Eommanya tidak bertemu dengan
Appa Jin, mungkin perceraian orang tuanya tidak akan pernah terjadi. Dengan
malas Jungkook memasukan pematik api itu kedalam jas seragamnya. Menuruni
tangga dan membolos dari setiap pelajaran sekolahnya yang sudah mengurangi
keinginannya untuk belajar.
Usai
sekolah Jin pergi kemobilnya diparkiran, tidak disangka Jungkook tengah
menunggunya disana. sepuntung rokok yang menemani Jungkook dari dinginnya suhu
kota Seoul dibuangnya. Beralih memandangi Jin yang sedang masuk kedalam
mobilnya. “hyung hari ini aku pulang bersamamu ya?” ucap Jungkook manja dengan
menutup pintu mobil dari dalam.
“dimana
mobilmu?” Tanya Jin malas.
“aku
kalah taruhan dengan temanku, dan mobilku sekarang menjadi miliknya tapi tidak
apa-apa. aku sudah menghubungi Appa dan—”
“apa
yang kau katakan! Kau selalu menjadikan mobilmu barang taruhan!! Kau tidak
ingat dalam sebulan Appa membelikan mobil untuk mu sebanyak 5x, kenapa kau
seenaknya saja menjadikan mobil pemberian Appa sebagai barang taruhanmu!!” Jin
mencekik seragam yang dikenakan Jungkook, tangannya sudah sangat geram untuk
memukul namja dihadapannya ini. “kau sudah menjadikan sekolah Appaku menjadi
sarang ketakutan karna dirimu!! Apa arti ini semua!”
“Apa
arti ini semua?” Senyuman kecil diberikan, melepaskan genggaman Jin pada kerah
Jas seragam yang dikenakannya. “aku hanya ingin melihat kehancuran keluargamu.
Sama saat Appamu menghancurkan kebahagiaan orang tuaku”
“KAUU!!”
“Ah..Jimin
Sunbae” Jungkook memanggil Jimin dari dalam mobil, tentu saja itu tidak akan
terdengar sang pemilik nama. Jin langsung menoleh kearah yang Jungkook
tunjukan. Memang benar Jimin berada disana, baru saja namja manis itu keluar
dari gedung sekolahnya bersama dengan 2 namja yang mungkin sahabatnya. “aku
akan kesana” Jungkook yang ingin membuka pintu mobil langsung dihentikan Jin
lewat kunci otomatis. “hyung kau menguncinya? Bukakan pintu mobilnya, aku ingin
menemuinya dan pulang bersama dengan Jimin naek bus”
“dengan
kejadian yang tadi kau lakukan terhadapnya, aku tidak mengizinkanmu untuk
menemuinya”
“kenapa
hyung begitu memperhatikannya?”
“Jangan
kau dekati Jimin lebih dari ini, dan jangan melukainya lebih dari apa yang tadi
kau lakukan! Arraso!” ancamnya pada Jungkook. Jin menyalakan mobil dan
meninggalkan sekolahnya bersama Jungkook. sedangkan Jimin menaiki bus yang akan
mengantarnya pulang kerumah kecilnya.
.
[
Kediaman Park ]
Jimin
telah selesai mandi, dan kegiatan sepulang sekolah yang biasa dilakukannya
adalah mengerjakan tugas sekolah. Sepertinya ingatan tentang Jin yang
menolongnya, tidak memfokuskan Jimin pada tugas sekolahnya kali ini. “Jin
sunbaenim, dia memang sangat tampan” Ingatan itu terus terbayang dalam ingatan
Jimin. “walaupun ada rasa takut atas perbuatan namja bernama Jungkook, tapi
keberadaan Jin Sunbaenim menjanjikan rasa aman pada diriku” darah mengalir lagi
dan lagi dihidung Jimin. Eomma Jimin yang baru saja datang langsung kelabakan
mencari tisu mendapati anaknya telah banjir mimisan dihidungnya dengan
pandangan orang bodoh yang mengkhayalkan sesuatu.
“Aigooo
putraku sekarang bukannya mimisan saja sekarang, melainkan virus bodoh sudah
merasukinya! Aku harus membeli obat untuk menghilangkan kebodohannya dimana?!”
Jerit Eomma Jimin tidak jelas.
“Eomma!
Pergi dari kamarku! Aku tidak apa-apa!” Seru Jimin yang langsung mengajak
Eommanya keluar kamarnya.
“Kau
yakin tidak apa-apa? kau terlihat terkena virus bodoh saat melamun dengan darah
dihidungmu!! Jimin!!” Pintu tertutup dari dalam kamar Jimin. dan Eomma Jimin
terus menggedor-gedor pintu kamar putranya. “Park Jimin!! buka! Eomma belum
selesai memeriksamu!! PARK JIMINNNN!”
“aku
tidak apa-apa Eomma! Jinjya!” balas Jimin, dan kesunyianpun akhirnya terjadi.
Jimin bisa bernafas lega saat teriakan Eommanya tidak mengganggunya lagi.
.
-Ponsel
Jimin berdering
Jimin
merasakan getaran pada Ponselnya yang memang sengaja dirinya Silent. Terdapat
nomor tidak dikenal mencoba menghubunginya. Takut-takut jika nomor itu memiliki
urusan penting, Jiminpun mengangkatnya “Yeoboseyo?”
“Yeoboseyo..
Sunbaenim ku yang manis. mungkin kau masih mengingat suaraku yang selalu
bergema dalam pendengaranmu saat aku mencoba melepas seluruh pakaianmu tadi
siang”
“Kau?
Darimana kau mendapatkan nomorku?” Tanya Jimin khawatir.
“kau
fikir dari siapa? Aku memiliki banyak mata-mata yang sekarang sedang
memantaumu, Karena aku tidak ingin kehilangan mainanku begitu saja”
“jangan
menghubungiku! Aku bukan mainanmu! Aku tidak takut semua ancamanmu, sebesar apa
rencanamu terhadapku! Yang paling penting aku tidak memiliki masalah dengan
namja sepertimu! Aku sudah minta maaf bukan tentang aku yang mengintipmu tidak
sengaja. Jadi berhenti mengusikku”
“tapi
aku merasa tidak nyaman saat seseorang sedang mengintipku sedang berciuman
dengan para yeoja. bahkan sekarang aku malu karena memiliki yeojachingu lebih
dari 1. Mungkin kau Park Jimin bisa memberikanku saran?”
“tidak
ada saran yang akan aku berikan padamu!” –telponpun diputus Jimin. “memangnya
siapa dia? Berani memintaku memberikan saran padanya. Dia sama sekali tidak
memiliki rasa bersalah terhadapku. Hoobae gila!”
.
Dilain sisi
[
Kamar Jungkook ]
Jungkook
memandangi fotonya dengan Taehyung. wajah namja yang disukainya terlihat disana
sedang memberikan senyuman manis pada Jungkook. sudah 4 tahun lamanya, Taehyung
memutuskan keluar negri untuk menjadi seorang modeling International. Dan
setelah semua keinginannya terwujud sepertinya tidak ada niatan Taehyung kembali
ke Korea. Majalah yang menghiasi Foto Taehyung didalamnya selalu dibeli
Jungkook, untuk menghilangkan rasa rindunya pada Taehyung. “aku berharap kau
bisa mencintaiku saat kepulanganmu kekorea Taehyung-ah. Aku sangat
merindukanmu” Ucapnya sebelum tertidur. Pintu kamar Jungkook terbuka sedikit,
dan itu langsung menyadarkan Jungkook dari tidurnya. “untuk apa kau kesini?”
Jin
masuk kedalam kamar tanpa seizin Jungkook, “ini informasi yang aku ingin
berikan padamu. Jadi berhentilah mempermainkan Jimin. jauhi dia” Jungkook
membaca sebuah Artikel Online yang menyatakan Taehyung akan kembali kenegara
asalnya yaitu Korea. Wajah bahagia Jungkook terlihat sangat bergairah saat
membacanya. “aku sudah mengatakan padamu bahwa aku tidak menjalani hubungan
apapun dengan Taehyung, jadi hentikan balas dendammu terhadap namja yang
kusukai. Jika kau ingin membalaskan dendammu pada keluarga ini, aku tidak akan
ada masalah”
“Arraso!
Aku tidak akan mengganggunya” Jungkook menidurkan dirinya dikasur Empuknya.
“Jin hyung”
“Nde?
“Sejak
kapan kau kenal namja bernama Park Jimin itu?” Tanya Jungkook sekali lagi.
Jin
berbalik badan menghadap Jungkook yang tiduran dikasurnya, “aku menyukainya
sejak SMP tapi aku bukan dirimu yang bisa menyatakan perasaanku secepat kau
mengungkapkan perasaanmu pada Taehyung. aku hanya tidak percaya diri”
“bukankah
namja itu juga menyukaimu? Bagaimana jika suatu hari aku merebutnya?”
Jin
tidak membalas, hanya menutup pintu kamar Jungkook dari luar. Dan menghentikan
pembicaraan mereka yang belum berakhir. Yang perlu kalian ketahui sebenarnya
cinta Jimin tidak bertepuk sebelah tangan, melainkan Jin juga menyukai Jimin
saat pertemuan pertama mereka. Namun keberanian Jin untuk dekat dengan Jimin
sama sekali tidak ada, jadi mereka mencintai dalam diam. Taehyung menyukai Jin
sejak kecil, namja satu ini berteman dengan Jin sudah sangat lama dan dia
adalah bagian masa lalu dari Cinta Jungkook yang tak terbalas. Taehyung pergi
ke Amerika untuk menjadi seorang model international. Dan setelah penolakan
Taehyung terhadap Jungkook dan kepergian Taehyung ke Amerika. Jungkook sakit
hati serta membenci Jin yang ternyata disukai Taehyung. Jungkook memiliki
pikiran pertemuannya dengan Jimin bukan tanpa alasan, melainkan sesuatu yang
harus dapat Jungkook manfaatkan dalam setiap kondisinya. Fikirannya menjurus
pada sebuah strategi untuk mendapatkan hati Jimin, dan menghilangkan perasaan
suka Jimin terhadap Jin hyung tirinya. “aku tidak akan tinggal diam. Aku akan
membuat namja yang kau sukai menyukai diriku dan melupakan perasaan sukanya
terhadapmu Jin hyung. Seperti cermin kita akan menjadi bayangan masa lalu yang
terbalik. Taehyung menyukai mu tapi kau menyakitinya. Dan saat Jimin menyukaiku
nantinya maka aku akan melakukan hal yang sama seperti kau menyakiti Taehyung
saat kau menolaknya demi diriku”
To
be Continue ...
MIRROR
ini sebenarnya hanya Fanfic 2SHOOT tapi setelah direvisi, 2SHOOT tidak cukup
dalam menangani konflik masalahnya jadi dibikin 3SHOOT hehe ^_^ maaf ya
updatenya lama perjalanan untuk bikin Nammin dan Hopemin sedang dalam proses,
BOY IN LUV SEASON 2 juga ikuti kisahnya dan tinggalkan kelangsungan hidup untuk
Author yaa atas jejak kehadiran kalian Jeongmal Gomawo~Saranghaeyo ARMY Jjang!
Bangtan Jjang!


Cerita ini sudah abis ke belum sih?menarik sekali..ak mau taw cerita selanjutnya authornim..huhu
ReplyDeleteaku akan melanjutkannya ;) for you ~♡
DeleteIni lanjutannya mana?
ReplyDeleteBuku Cutie Nerd Girl siap dipesan loh, pesan sekarang! Buku berukuran A5 dengan bookpaper dan jilid lem panas ini gak akan bikin kamu rugi karena konfliknya yang membuat pembaca panas dingin sampai akhir halaman... Komen sekarang untuk pesan bukunya
ReplyDeleteSinopsis: Park Jimin, siswi culun yang baru bersekolah di Bangtan High School harus bertemu dengan pria aneh, sialnya pemuda itu adalah roommate baru nya.... kamar mereka memang terpisah, tapi melihat wajah datar itu setiap hari mampu membuatnya muak.
Genre: fanfiction
Main pairing: Jikook
ig: weshinepub
wattpad: WeShinePub
Buku Cutie Nerd Girl siap dipesan loh, pesan sekarang! Buku berukuran A5 dengan bookpaper dan jilid lem panas ini gak akan bikin kamu rugi karena konfliknya yang membuat pembaca panas dingin sampai akhir halaman... Komen sekarang untuk pesan bukunya
ReplyDeleteSinopsis: Park Jimin, siswi culun yang baru bersekolah di Bangtan High School harus bertemu dengan pria aneh, sialnya pemuda itu adalah roommate baru nya.... kamar mereka memang terpisah, tapi melihat wajah datar itu setiap hari mampu membuatnya muak.
Genre: fanfiction
Main pairing: Jikook
ig: weshinepub
wattpad: WeShinePub
Lanjutannya Manaa
ReplyDelete