Xiuhan.Lumin Love is WAR Chapter 8
“kau tidak tau tujuanmu?” heran namja asing itu dengan
mencoba untuk mencari ide agar dapat menenangkan namja manis yang baru saja
memperkenalkan diri. “Bagaimana kerumahku kalo kau mau? Namaku Kim Seok Jin.
Salam kenal” mereka berjabat tangan saat sudah mengetahui nama masing-masing.
Jin mengajak Minseok untuk masuk kedalam, mengikuti langkahnya.
Namun langkahnya terhenti ketika tidak mendengar langkah lain yang seharusnya
terdengar. Wajah manis Minseok mengurungkan niatnya untuk masuk kedalam rumah
seorang namja asing yang baru dikenalnya. “apa yang kau tunggu lagi?” Jin
menarik tangan minseok karena tidak melihat rasa percaya diri pada namja manis
yang hanya memandang rumahnya dari luar. Secara reflek Minseok menepis tarikan
tangan lembut Jin. “maa.. maafkan aku, sepertinya.. aku.. harus pergi.. maaf
sudah merepotkan”bibir mungil Minseok gugup saat menolak halus bantuan yang
akan Jin berikan.
Jin melihat Minseok berjalan kearah Gerbang langsung
mengambil langkah kaki seribu untuk menghalanginya. “kau mau kemana? Kau kan
tidak tau kemana harus pergi, kau mau jadi gelandangan diluar sana? Lebih baik
tinggal dirumahku sementara waktu sampai kau mau pulang kerumahmu sendiri”.
Minseok mengambil jalan lain agar bisa melewati Jin. Jin menarik tangan Minseok
dan berhasil membuat namja itu kembali pada posisinya “kenapa kau tidak mau
menerima bantuanku?”
“aku berterima kasih karena kau telah membawaku keluar dari
rumah sakit itu, aku tidak mungkin merepotkan mu lebih jauh. Aku akan mencari
tempat lain untuk menginap saja”
“kau menumpang di mobilku seharusnya kau menceritakanku
tentang asal usulmu terlebih dahulu sebelum pergi dari tempatku. Masuk lah dulu
untuk membicarakan ini. Aku yakin kau mengerti tentang etika” Jin mengatakan
sesuatu yang tidak pernah Minseok pelajari dalam hidupnya ‘etika’. Tapi minseok tidak ingin
namja asing itu tau bahwa dirinya adalah namja manja yang mendapatkan hidup
dengan sesuka hati. Minseok mengangguk tanda setuju untuk bercerita terlebih
dulu tentang dirinya agar etika terlihat ada pada dirinya. Jin membawa Minseok
keruang makan, hidangan makan siang telah siap untuk mereka. Saat menyantap
hidangan yang disediakan Minseok menjelaskan alasannya kabur dari rumah sakit
dengan pelan pada Kim Seok Jin yang menolongnya. Jin mendengarkan dengan baik
setiap detail yang bibir mungil itu ucapkan.
“kau pasti sangat terkekang karena ayahmu begitu
menyayangimu. Tapi sebenarnya kalo boleh tau apa sebenarnya pekerjaan ayahmu
sampai dia tidak mau melibatkan dirimu dengan hidup atau pekerjaannya? Jika
hanya bisnis biasa bukankah putra satu-satunya seperti dirimu akan meneruskan
bisnisnya suatu hari nanti. Lalu kenapa ayahmu bersikap seperti itu?” Kim Seok
Jin memandang lekat mata kucing yang sebelumnya sendu, dan sekarang tertunduk
tidak mampu membalas perkataan yang dirinya utarakan.
“ayahku hanya tidak ingin bahaya mengancamku” jawab Minseok
ragu karena tidak tau harus menjelaskan apa lagi pada namja yang belum
dikenalnya namun telah menolongnya lari dari antek-antek mengesalkan ayahnya.
“kalau begitu siapa yang akan meneruskan bisnis ayahmu yang
kau sendiri tak tau bisnis apa yang ayahmu jalani?” Seok Jin semakin membuat
bingung Minseok. namja manis itu sepertinya jadi gelagapan tidak tau harus
mencari alasan apa lagi. “mungkinkah ayahmu seorang pembisnis haram?” lanjut
Seok Jin dan berhasil membuat Minseok membulatkan mata kearahnya. Mungkinkah
namja ini tau yang sebenarnya. Tiba-tiba Seok Jin tertawa kencang.
“maaf maaf aku hanya bercanda” candaan yang cukup mampu membuat
Minseok mati ditempat. Tidak ada yang boleh tau jika Ayahnya adalah Mafioso
Korea yang gila akan bisnis dengan menggunakan berbagai cara apapun. Jika musuh
tau Minseok adalah putra seorang Kris mungkin bahaya semakin dekat
mendatanginya. Karena dirinya tidak tau apakah Seok Jin adalah orang baik atau
jahat. Seorang maid berpakaian sangat manis dengan kostum pelayannya datang
membisikan sesuatu pada Seok Jin. “oh baiklah” terangnya mejawab bisikin tidak
dengan bisikan juga.
“minseok hari sudah hampir gelap sebaiknya kau bermalam
disini, karena aku yakin kau tidak akan menemukan tempat menginap nantinya.
Maksudku apa kau membawa barang-barangmu saat kabur dari antek-antek ayahmu tadi?”
Minseok memeriksa dirinya mungkinkah ada sesuatu benda yang
masih melekat pada tubuhnya. Tidak ada. Padahal sebelumnya namja itu akan menggunakan
sesuatu benda yang dapat dirinya jual untuk memenuhi kehidupan sendirinya untuk
sementara waktu. Untung saja semuanya belum terjadi. Minseok benar-benar miskin
saat ini. “Minseok-ah biar kuantar kau kekamar untuk istirahat” Seok Jin
memberikan tangannya berharap sambutan itu disambut balik oleh Kim Minseok.
minseok sangat cantik dan manis mungkinkah Jin terpesona akan wajah mungil yang
Minseok miliki. Jin menaiki tangga menuju lantai kedua, membawa Minseok kekamar
yang telah disiapkan Maid sebelumnya.
“ini kamarmu
Minseok-ah, panggil saja pelayan atau Maid jika kau membutuhkan sesuatu. anggap
saja ini rumahmu” Kim Seok Jin mengacak rambut Minseok sebelum meninggalkan
namja manis itu dikamarnya. Minseok menunduk tidak lupa mengucapkan terimakasih
pada namja yang telah direpotkannya. Tubuh mungil itu direbahkan untuk
menghilangkan sejenak gelisah yang ada setelah menutup pintu kamarnya. Rasanya
dirinya telah lama tidak merasakan bershower saat dirumah sakit. Lengan
tangannya digerakan secara normal, mungkin akal sehatnya yang sekarang tidak
normal sampai nekat untuk pergi meninggalkan rumah sakit dan ikut bersama orang
asing. Apa peduli dirinya. Namja manis itu sudah muak dengan hidup sebagai
boneka yang selalu terdiam dilemari kaca. Luhan juga sama saja menganggap
dirinya lemah dan tidak bisa hidup tanpa mereka yang menjaganya. Maka saat ini
juga Minseok akan membuktikan pada semua bahwa dirinya mampu. Rasanya dirinya
sudah tidak sabar untuk berendam, Minseokpun bergegas pergi ke kamar mandi
untuk segera bershower.
Seok Jin yang kembali ke kamar miliknya sendiri setelah
mengantar namja manis yang ditemuinya mencoba menguhungi seseorang ditempat
lain.
“yeoboseyo” suara
namja terdengar sedang berada disebuah bar yang memperdengarkan musik kencang.
“dimana kau? Aku butuh bantuanmu bisa kau kerumahku
Jungkook? Jika kau sedang bersama Suga dan Jimin ajaklah mereka. Aku menemukan
sesuatu yang mungkin akan menarik perhatian Rapmon”
“nde? Rapmon? Apa
sesuatu yang akan menarik perhatian namja menyebalkan itu. Jimin sedang menemani
Jhope bersama gadis-gadis sedangkan suga aku tidak tau kemana dia, namja itu
menghilang bersama Taehyung daritadi. biar aku yang kesana sendiri. Tunggu aku”
Sambungan telpon itu terputus, Jin hanya tersenyum setelah
mendengar bahwa Jungkook akan segera kerumahnya.
-
[ Kediaman Kris ]
[ Kediaman Kris ]
PRAANG!
Suara benda pecah didalam ruangan kerja Kris yang sedang
memaki beberapa antek-anteknya yang tidak becus menjaga putranya. Astaga
mengapa begitu sulit untuk memberikan pengertian pada Minseok bahwa bahaya akan
selalu mengancamnya selama namja manis itu memiliki status darah dari seorang
Mafioso seperti dirinya. Chanyeol hanya memegang pipi yang tercipta karena
sebuah tamparan yang diterimanya.
“jika bukan karena ayahmu mungkin aku sudah membunuh mu
saat ini Park Chanyeol!!” murka kris pada chanyeol yang tersungkur dilantai.
“semuanya tidak berguna! Brengsek kalian semuaa! Putraku yang malaaaangg!”
tangisan pun tak terlelakan dari seorang ketua Mafioso. Kris tidak bisa menahan
rasa sakitnya jika terjadi sesuatu pada putra satu-satunya itu. kris memecahkan
semua barang yang telah dibelinya dengan harga yang tidak ternilai mahalnya.
“cari putraku! Sebar seluruh anggota keberbagai wilayah
korea!! Yang berhasil menemukan keberadaan putraku akan ku berikan 100juta dollar! Sekarang pergi!!” mendengar hadiah yang cukup besar membuat semua
anggota bersemangat untuk segera meninggalkan ruangan kerja kris dan segera
melaksanakan tugasnya. Berbeda dengan yang lain Chanyeol masih diam pada
posisinya yang terduduk dilantai. Kris menatapnya kesal. “tidak kau ataupun
Luhan sama sama tidak berguna menjaga putraku. Astaga, keluar kau” perintahnya
tenang. Chanyeol masih tidak bergerak dan betakanpun terjadi “Keluar dari
ruanganku!” perintah sang Ketua yang membuat Chanyeol segera bergerak untuk
mengikuti perintahnya sebelum pistol menembus kepalanya. Kris memeluk erat
bingkai foto yang menggambarkan namja mungil Minseok yang masih berusia 6
tahun. “Minseok-ah” desisnya lembut sambil menyapu air mata yang mengalir
melewati pipinya.
Chanyeol yang telah keluar mulai mengambil langkah kearah
ruangannya, menyalakan laptopnya lalu mencari keberadaan Kim Minseok yang telah
menghilang entah kemana. Sebelumnya Chanyeol telah berani memasang cctv dikamar
Minseok tanpa sepengetahuan sang pemilik kamar ataupun Ayahnya. Dan sekarang
chanyeol tidak lupa memasang penyadap pada kemeja baju Minseok yang namja itu
gunakan selama berada di lingkungan rumah sakit, dirinya yakini bahwa minseok
tidak akan membiarkan seseorang menyentuh tubuhnya hanya untuk sekedar
membersihkan diri. maka dari itu minseok selama dirumah sakit tidak pernah
mengganti pakaiannya. Sebuah sinyal terlihat berada di sebuah wilayah Bangtan
tempat kekuasaan seorang Rapmon dari kelompok BTS. Wilayah itu walaupun berada
di Korea namun belum pernah menjadi target Kris untuk menguasainya. Kris belum
pernah menginjakan kakinya disana, jika Minseok berada disana mungkin akan
berbahaya jika status minseok dikenali mereka.
“bagaimana ini, aku tidak mungkin pergi kesana tanpa
perlindungan dari antek-antek Kris” namja yang masih fokus dengan layar
laptopnya kini mulai gelisah. "sebaiknya aku melaporkan ini pada Kris, tapi bagaimana jika nanti Kris bertanya tentang caraku mengetahui ini semua. aku bisa mati" Chanyeol bergulat akan pemikirannya.
-
Luhan mengamati kembali rumah sakit dimana Minseok dirawat.
Teropongnya menangkap ruangan yang biasa dipandanginya dan sekarang tidak
menampilkan sosok apa-apa. semua bersih seperti tidak ada yang tinggal disana.
Apa yang terjadi, apa dirinya meninggalkan sesuatu. Luhan segera menghubungi
seseorang yang telah membantu kesembuhan tangan Minseok.
“yeoboseyo?”
seseorang mengangkat panggilan dari Luhan.
“apa Minseok bersamamu? Apa dia menjalani terapi sepagi ini
Yixing?” tanya luhan dengan tetap fokus mencari keberadaan Minseok disekitar
lingkungan rumah sakit.
“aniyo, wae? Mana
mungkin aku sepagi ini menyuruhnya untuk terapi. Apa minseok tidak berada di
kamarnya?”
“aku tidak menemukan Minseok diruangan bahkan luar rumah
sakit, sudah tidak ada antek-antek kris yang biasa menjaga minseok dimanapun
lokasinya. Apa minseok sudah kembali kerumahnya?”
“aku rasa tidak. Aku
katakan padanya untuk tidak kembali sebelum pemeriksaan 3 hari berlanjut. Aku
akan mengecek ruangan rawat Minseok jika memang minseok tidak ada. akan
kutanyakan pada perawat yang bertugas”
Sambungan kembali terputus, luhan mulai gelisah sekarang
karena tidak bisa mengawasi keadaan namja manis yang telah mencuri hatinya.
Seharusnya dirinya tidak pernah meninggalkan lokasi ini sama sekali jika memang
menginginkan minseok pulang dengan selamat dikediamannya. Luhan dengan cepat
pergi menuju rumah sakit dan mencoba untuk mencari ditempat itu lebih dekat.
Yixing mencari Minseok diruangannya, dan benar kata luhan namja itu sudah tidak
berada di ruangan rawatnya. Tidak sengaja seorang pelayan rumah sakit keluar
dari kamar mandi. Sepertinya yeoja ini yang telah membersihkan ruangan Minseok.
Pelayan itu melihat seorang dokter yang sedang memperhatikannya di ambang pintu
“maaf dok, apa anda mencari sesuatu?” tanya sang pelayan yang membuyarkan
lamunan yixing karena tidak adanya keberadaan namja yang dirinya cari. Yixing
tersenyum menyembunyikan rasa bingungnya “ehm pasien disini, apa kau
melihatnya?”. “dokter tidak mendengar keributan semalam?” pernyataan sang
pelayan membuat yixing penasaran dengan cerita apa yang akan namja itu
dapatkan.
“memang ada apa? keributan semalam? Apa yang terjadi?”
“semalam itu para bodyguard yang menjaga ruangan ini terus
menerus mengejar seorang namja kearah parkiran bawah. Sepertinya pasien yang
dijaga mereka kabur dari rumah sakit ini dengan memaksakan diri. sebelumnya
juga saya mendengar mereka saling berteriak diruangan ini, mungkin mereka pikir tidak akan terdengar karena menggunakan VVIP jadi tidak memperdulikan
sekitar mereka dok. Namja muda itu sepertinya menangis saat meninggalkan rumah
sakit ini. Dan yang kudengar namja itu menghilang, semua yang mengejarnya
kebingungan”
Setelah mendengarkan penjelasan dari sang pelayan yixing
dengan sopan pamit untuk meninggalkan ruangan itu. namja itu berlari kearah
lift dan berusaha menghubungi Luhan untuk memberitahukan informasi yang dirinya
dapatkan namun luhan tidak mengangkatnya. Setelah lift terbuka sosok Luhan yang
mencoba dirinya hubungi terlihat “Luhan?”. “yixing apa kau menemukannya?” Luhan
bertanya seperti tidak sabaran untuk mendapatkan jawaban keberadaan Minseok.
sahabatnya itu hanya menggeleng masih dalam keadaan menahan tubuh Luhan yang
siap pergi jika mendapatkan jawaban yang tidak diinginkan untuk dirinya dengar.
“aku memang tidak menemukan Minseok diruang rawatnya, tapi
aku mendapatkan informasi kepergian namja itu” yixing berhasil membuat Luhan
terdiam dan mau mendengarkan dengan tenang. “ Minseok telah kabur dari rumah
sakit, para antek-antek Kris yang menjaganya mengejar hingga parkiran bawah
tapi Minseok menghilang tidak ditemukan mereka” jelas Yixing melepas tubuh
Luhan dari genggamannya.
“lalu kemana Minseok? kau tau juga?”
“Luhan ayolah aku hanyalah seorang dokter bukan peramal
yang mengetahui keberadaan seseorang” sangat menyesal tidak mampu membantu
sahabatnya yang sedang kalang kabut seperti Luhan saat ini. Sepertinya namja
sadis seperti Luhan hanya akan melunak jika itu berkaitan dengan Minseok. luhan
pergi meninggalkan Yixing sendiri didepan lift dan kembali menuju bawah lalu
bergegas pergi dari rumah sakit untuk mencari Minseok diluar entah kemana.
-
Pukul 1 pagi Jungkook menerima undangan Jin untuk datang
kerumahnya. Namja itu menyapa setiap pelayan yang dilewatinya, karena sudah
seperti rumahnya sendiri. Jungkook dan teman-teman jin lainnya sudah menjadi
bagian dari keluarga di kediaman ini. “apa Seok Jin dikamarnya?” tanya jungkook
pada seorang Maid yeoja yang berbaris dengan yeoja lainnya untuk menyambut
kedatangan dirinya. “tuan muda berada di ruangan kerja nya tuan, anda sudah
ditunggunya” setelah mendapatkan penjelasan, jungkook tersenyum dan langsung
pergi menuju ruangan yang ditunjukan.
Jungkook menaiki tangga dengan santai sambil menyalakan rokok
yang akan segera dia nikmati. Sesampainya didepan pintu ruangan kerja Kim Seok
Jin, namja itu tanpa permisi membuka pintu dan menemukan Jin sedang memandangi
Tv layar lebarnya yang menampilkan sosok namja manis sedang tertidur. “kau
memintaku datang kesini hanya untuk menonton film barumu? Astaga Jin apa menurutmu
film orang yang sedang tidur akan membuat Rapmon tertarik” suara jungkook
benar-benar sangat menganggu. ketika namja itu mendekati Jin yang hanya duduk
dikursi kebanggaanya, kemeja jungkook diraih dan ditarik Jin. Telinganya
didekatkan Jin agar jungkook dapat mendengar apa yang dikatakannya dengan
jelas.
“namja itu bukan namja sembarangan, aku minta kau
menyelidiki namja ini lalu berikan informasinya padaku. Jangan beritahu ini
pada rapmon sebelum aku mengizinkannya”
“tunggu, sebenarnya ini film apa? kenapa aku harus
menyelidiki namja itu?”
“ini bukan film bodoh, namja ini ada dikamar tamu. Aku
menyimpan kamera kecil agar dapat memeriksa setiap kegiatannya dikamar itu. aku
bertemu dengannya di sebuah rumah sakit dan namja itu sedang dikejar beberapa
orang berpakaian rapih seperti bodyguard dan memanggilnya tuan muda. Aku yakin
anak ini bukan anak sembarangan, jadi aku minta padamu agar menyelidikinya.
Arraso?” selesai memberikan penjelasan pada jungkook, jin melepas genggaman
pada kemeja jungkook dan meng-hempaskannya kebelakang. Jungkook masih tidak
mengerti dengan apa tujuan Seok Jin pada namja itu.
“lalu aku harus menyelidikinya dimana? Rumah sakit mana
yang mempertemukan kau dengan namja itu? aku seperti pernah melihatnya
dibeberapa berkas milik rapmon” mata jin menyelidik kearah jungkook mempertajam
pendengarannya. “kau mengetahui sesuatu tentang namja itu?” tanya Jin.
“entahlah aku tidak tau pasti ingatan ku ini benar atau
tidak, tapi sepertinya aku pernah melihat wajahnya dibeberapa berkas yang
berada diruangan rapmon saat membereskannya minggu lalu” keterangan jungkook
membuat Jin sangat kesal karena hanya memberikan informasi setengah-setenga
pada dirinya. Seok Jin bangkit dari kursinya dan menarik kemeja jungkook
kembali “ini bukan main-main, aku memintamu memberikan informasi yang benar
adanya bukan setengah-setengah seperti ini”. Jungkook mendorong sahabatnya itu
dengan sekuat tenaga agar melepaskan kemeja yang mencekiknya “ayolah Kim Seok
Jin tenangkan dirimu!” Jin yang terdorong kebelakang melepaskan genggamannya
“lebih baik sekarang kau mengganti pakaiannya, karena kemungkinan yang kutahu
bahwa penyadap pasti melekat pada tubuhnya. Kau mengatakan bahwa namja itu
bukan namja sembarangan kan? Pasti sekarang seseorang dari bawahannya sedang
mengejarnya dan menuju kemari untuk mengambil tuan mudannya” selesai memberi
tahu Jin, jungkook bergegas untuk pergi kekamar dimana namja manis itu tempati.
“yaa Jeon Jungkook! Kau mau kemana?” teriakan Jin tidak
didengar oleh namja yang sudah penasaran akan kehadiran Minseok dikediaman Jin.
Jungkook masuk kedalam kamar Minseok hingga membuat namja manis yang sebelumnya
tertidur terlonjak kaget akan kedatangan dirinya “siapa kau?”. Minseok yang
kebingungan tidak mendapatkan respon apa-apa dari namja yang semakin mendekati
dirinya. Beberapa bantal yang menemani tidur Minseok melayang kearah namja
asing yang masuk dengan lancang ketika dirinya tidur. “siapa kau! Keluar kau!
Jangan berani-beraninya mendekatiku! Jin-sshii!” minseok memanggil sang pemilik
rumah berharap namja itu segera datang dan membantu dirinya. Tapi panggilan itu
tidak menghasilkan apa-apa. “jin-sshi! Jin-sshi tolong aku!” namja itu
mengikuti setiap langkah minseok yang mencoba untuk menghindari dirinya.
Diluar Jin mencoba untuk tidak mendengar panggilan si mungil
yang meminta bantuan padanya. Sangat membuat dirinya merasa bersalah. Jungkook
yang susah payah mengejar Minseok akhirnya berhasil menangkap tubuh mungil itu
dan menjatuhkannya keranjang. Minseok hanya bisa menangis karena mendapatkan
perilaku yang negative dirumah namja asing yang dirinya tidak kenali. “aku
mohon... aku.. mohon... lepas.. lepaskan aku..” mintanya dengan memelas.
Menjatuhkan setiap tetes air matanya. Sebenarnya Jungkook tidak tega dengan
namja manis yang menangis dihadapannya tapi mau bagaimana lagi agar
keberadaannya tidak terlacak dirinya harus melepas pakaian yang melekat
diseluruh tubuh Minseok sekarang juga. Jungkook membuka paksa setiap kancing
yang menutupi kulit halus Minseok, tidak lama semua kain yang menutupi tubuh
Minseok terlepas. Terkecuali....
“buka boxer mu sendiri” perintah jungkook pada Minseok yang
telah menutupi tubuhnya dengan selimut.
“kau ini sebenarnya siapa! Kenapa kau datang lalu bertindak
ekstrim seperti itu! jika kau memintaku untuk berganti pakaian kau bisa
memintaku tanpa harus memaksaku seperti itu! dasar mesum! Brengsek kau!”
“ternyata kau mengerti maksudku? Kalau begitu maafkan aku.
Lagipula sikapmu terlalu aneh padahal kita kan sama-sama namja” jungkook
menyerahkan beberapa baju pada Minseok yang sedang melemparkan tatapan
kebencian padanya. “pakai itu dan serahkan boxermu sekarang” minseok masih diam
memandangi jungkook yang berdiri menunggu dirinya menyerahkan boxer miliknya.
Namun satu pertanyaan yang dimiliki Minseok dengan ragu, namja itu
menanyakannya pada namja asing yang tidak dirinya kenali “apa Jin-sshi tau
tentang ini? Apa dia menyuruhmu untuk melakukan ini padaku?”. Jin yang
mendengar pertanyaan Minseok memejamkan matanya dan pasrah jika jungkook
mengatakan bahwa dirinya mendengar itu semua.
“dia tidak tahu apa-apa. lagipula ini juga kediaman ku, aku
mendengar dari para pelayan bahwa jin membawa orang asing kesini. Aku hanya
tidak ingin mendapatkan masalah dari antek-antek keluargamu sesuai dengan cerita
yang diceritakan”
“cerita? Jin-sshi menceritakan masalahku pada orang lain?”
Minseok menampilkan wajah sendu, pipinya merona merah.
“tidak semua hanya beberapa bagian penting agar kediaman
tempat ini tetap tenang”
Setelah saling bernegoisasi akhirnya minseok mau berganti
pakaian dengan syarat jungkook keluar dari kamarnya terlebih dulu. Masalah
pakaian lamanya nanti akan diserahkan Minseok jika telah selesai dibereskan.
Jungkook yang keluar menemukan Jin sedang berada disana, sahabatnya itu
sepertinya telah jatuh hati pada si mungil yang ditemukannya. “kau memintaku
untuk menyelidikinya? Dan tidak memberitahukan informasi tentang namja itu pada
rapmon? Kau pasti sudah gila Kim Seok Jin. Aku sudah ingat siapa namja itu,
jika aku mengatakan padamu apa prinsipmu tidak akan berubah?”
“siapa namja itu?” tanyanya berharap apa yang dipikirkannya
salah.
“Kim Minseok putra satu-satunya Wu Yifan atau Kris sang
penggila bisnis Mafioso Korea. Apa kau masih bersih keras tidak memberi tahukan
namja itu disini kepada rapmon?”
Jin berfikir apa yang akan terjadi jika rapmon tau bahwa
namja yang diinginkannya berada disini. Bagaimana pun rapmon tidak boleh
mengetahui Minseok berada dirumahnya, mungkin akan berbahaya bagi dirinya
karena tidak akan ada perlindungan dari antek-antek rapmon yang bersedia
melindungi dirinya dari Luhan pengawal sadis ataupun bawahan kris yang lainnya.
Tapi dirinya juga tidak mau jika minseok dijadikan sandra dan disiksa ataupun
dilecehkan nantinya oleh rapmon. Melihat foto Minseok yang berada di berkasnya
saja pandangan nafsu terpancar dari tatapan rapmon. Dan jin tidak menginginkan
itu terjadi. Jungkook yang melihat sahabatnya itu melamun mengerti akan
posisinya “baiklah baiklah aku tidak akan memberitahukan siapapun, kau bisa
mempercayaiku” senyum jin terukir ketika mendapatkan kesepakatan dari
sahabatnya jungkook.“tapi Jin, kau memintaku agar Jimin dan suga datang. Apa
keberadaan Minseok kau akan beritahu pada mereka juga?”
“tadinya begitu, tapi kurasa sudah tidak perlu. Aku
memintamu, jimin dan suga datang kemari hanya untuk meminta bantuan menyelidiki
tentang Minseok. dan itu semua sudah kudapatkan darimu Jeon Joon Kook. terimakasih”
pukulan mengenai tubuh Jungkook, “tentu saja aku hebat, aku sang informan
profesional. Ingatanku ini cukup bisa digunakan bukan?” balas memukul.
Tiba-tiba sebuah tangan dengan beberapa pakaian keluar dari pintu kamar Minseok
“ini pakaian ku yang kau minta”. Minseok
tidak ingin melihat namja menyebalkan yang membuka pakaiannya secara paksa
untuk saat ini.
“kenapa kau tidak keluar dan menyerahkannya padaku”
“aku tidak ingin melihat muka mesummu! Dasar brengsek”
dengan sengaja minseok melemparkan baju yang belum sempat jungkook pegang
kewajahnya. “yaak! Mana ada wajahku ini mesumnya! Aku adalah namja terpolos di
korea harus kau ketahui itu!” ucapnya teriak balik sambil menendang pintu kamar
minseok yang telah tertutup rapat.
To be Continue...


Yaahhh nie blm ada lanjutan nya?? aq cari2 pgn tau lanjutan nya donk, pnsaran sama luhan.. TPi makasih jg di hadirkan sosok jin yg bakal ngelindungin umin dari rapmon brsa inget luhan lagi πππ dtunggu banget lanjutan nya author.. Jebaaallll pallli author πππ gomawo suka banget sama Ff yg satu ini.. krna aq xiuhan shipper ππ smga end nya c chanyeol mninggal dan luhan balik lagi ke minseok ππ
ReplyDeletemaaf aku tidak mempostkan kelanjutan ff ini, akan aku usahakan untuk melanjutkannyaππ terimakasih sudah memberikan kelangsungan hidup ff iniππππ
Delete