BOY IN LUV S2 Chapter 16 // JIN // JIMIN //


Latar belakang lagu yang membentuk ‘BOY IN LUV SEASON 2’ 
-          Docter Stranger OST — Promie slow instrumental

-          Urban Zakap – My Love

-          Drakor – In memory Instrumental

-          Ost Autumn In My HeartEndless Love Drama Korea

-          Stupid in Love — SoYu x Mad Clown

-          Chen EXO — Best Luck

-          VIXX – ERROR

-          Baekhyun EXO — Beautiful Ost Exo Next Door

-          Various Artist – In Memories (The Muster’s Sun OST)

-          Winter Sonata – My Memory (Piano Instrumental)


-          Winter Sonata – Inside The Memories


( dalam mobil Rapmon, Taehyung tersenyum tidak sadar akan mimpinya terasa seperti kembali kemasa lalu yang begitu dirinya rindukan )

PLAAAAK!

Tamparan keras mengenai pipi Hongbin dari tangan Sojin. Amarahnya sudah tidak terkontrol akan kebodohan Hongbin membawa Jimin menemui Taehyung tanpa sepengetahuan dirinya. Hongbin terus meminta maaf namun Sojin menolak permintaan maaf itu. ini kesalahan Hongbin, maka Hongbin harus bisa menerima resiko untuk tidak mendapatkan kepercayaan dari Sojin lagi. “Eomma, Jinjya aku minta maaf atas semua kejadian ini. bukan maksudku untuk menyembunyikan ini semua dari mu tapi aku hanya ingin namja itu tidak terus meneror hidup mu dan Jimin. hanya itu”

“lalu sekarang apa yang kau dapatkan? Jimin sekarang menginginkan pertemuannya dengan Taehyung lagi! Apa yang dapat kau lakukan jika Jimin sudah mengingat semuanya?! Kau mengatakan akan menjauhi Jimin dari masalalunya! Kenapa kau malah memberikan pertemuan putraku dengan Taehyung!!”

Hongbin berlutut pada Sojin yang membelakanginya, “Eomma maafkan aku melakukan kesalahan sebesar ini.. aku akan memperbaiki semuanya. Jadi aku mohon Eomma jangan seperti ini padaku”

“tidak ada. Aku tidak akan memberikan kesempatan padamu, untuk sekarang Jimin tidak akan tinggal ditempatmu. Perbaiki semuanya jika kau menginginkan aku merestui hubunganmu dengan Jimin”

Hongbin mengangguk mengerti lalu pergi meninggalkan kediaman Park dengan hati tidak tenang. Kemudi mobil tidak luput dari amukan Hongbin. Berkali-kali pukulan mendarat pada setir mobilnya. Meluapkan emosi atas kebodohan yang diperbuatnya kali ini. hongbin benar-benar benci tindakannya pada Jimin. bagaimana bisa tertipu akan permohonan Kim Taehyung. sekarang akibatnya telah Hongbin rasakan sendiri. “SIAAAAL KAU TAEHYUNGG!!”


-----------------------------


Jin dan Yoongi pergi kekantor polisi di Seoul untuk menemui Jung Ho seok yang ditahan. Mereka meminta pertemuan dengan Hoseok pada sipir yang bertugas. Membicarakan kejujuran bahwa ini adalah sebuah kesalahan. Jin yakin Hoseok bukanlah pelaku dengan kecelakaan yang dialaminya dengan Jimin. setelah menunggu di ruang tunggu, Hoseok keluar dengan pakaian tahanannya. Yoongi merasa kasihan dengan keadaan Hoseok sekarang. Namja tinggi itu hanya tersenyum didepan Jin dan Yoongi. Tidak banyak bicara seperti biasanya. “Hoseok apa yang kau lakukan? Ini semua kesalahan bukan?” Tanya Jin meyakinkan.

Hoseok tidak menjawabnya. Memainkan kedua tangannya dibawah meja, menyembunyikan rasa takutnya berada di balik penjara. Yoongi mengulangi pertanyaan Jin, “Jung Hoseok. Ini kesalahan bukan? Kau tidak melakukan apa yang dituduhkan benarkan? Jung Ho Seok jawablah!” teriak nya karena tidak ada jawaban dari namja yang dimintai keterangan.

Setelah lama diam, Hoseok mulai mengeluarkan suaranya yang berlawanan dengan keinginannya untuk bebas. “aku yang melakukannya. Maafkan aku Jin”

Jin dan Yoongi lemas mendengar pengakuan yang diakui sahabatnya, “kenapa kau melakukannya? Kenapa kau—”

“Jungkook masih mencintaimu. Dan aku tidak ingin kau membuatnya berpaling dariku”

“KAAAU!! BRENGSEK—!” Jin siap melontarkan pukulan kerasnya pada Hoseok, tapi berhasil ditahan Yoongi. “WAEE! KENAPA KAU MELAKUKAN INI!! AKU TIDAK NIAT SEDIKITPUN BERPALING DARI JIMIN! DAN SEKARANG KAU MEMBUATKU HARUS KEHILANGAN JIMINKUUU!”

“hentikan Jin-sshi!” Yoongi terus berusaha menahan tubuh Jin yang lebih besar dari dirinya agar tidak menimbulkan keributan dikantor tersebut. “bukan ini tujuan kita kesini” dirinya kembali mengingatkan Jin. Hoseok masih diam dikursinya tidak menatap kearah Jin ataupun Yoongi yang mungkin kini sudah kecewa atas pernyataannya. Kebohongan ini akan menjadi alasan kebahagiaan Jungkook diluar sana. Dan Hoseok merelakan hidupnya demi namja yang dicintainya tetap tersenyum.

Hoseok yang diam menyadari sesuatu yang tidak masuk akal disini. Bukankah Jin tidak mengingat dirinya? Lalu mengapa namja itu datang dan menanyakan perihal kecelakaan yang dialaminya. Apa Jin telah kembali mengingat semua? Bagaimana dengan Jungkook?

“kau mengingatku?” tanya Hoseok pelan. Hampir tidak dapat didengar Jin maupun Yoongi.“bukankah kau hilang ingatan?” lanjutnya.

Jin membalikan tubuhnya membelakangi Hoseok yag bertanya. Yoongi hanyalah satu-satunya yang dapat menjadi penengah antara kedua namja yang kini sudah tidak memiliki kehangatan dari pertemanannya. “Hoseok, aku mohon berhentilah berbohong. Kau mengenalku bukan? Aku bukan namja yang mudah untuk dibohongi. Aku tau kau berbohong dan menyembunyikan kebenaran. Katakan padaku sekarang juga apa yang sebenarnya terjadi?”

Perkataan Yoongi dihiraukan, pikiran Hoseok sekarang adalah bagaimana keadaan Jungkook dengan kembalinya ingatan Jin tentang Jimin. apakah Jungkook sudah mengetahui hal ini? mungkin namja cantik itu tengah menangis dikamarnya. “aku tidak berbohong. Aku yang memutus kabel rem mobilmu Jin” 

“AAAAAARRGHHH!” tinju Jin mengenai wajah Hoseok yang langsung tersungkur kelantai bersama dengan kursi yang didudukinya. tidak ada penghalang untuk pertemuannya kali ini. Hoseok tidak melawan, membiarkan Jin terus meluapkan amarahnya atas kesalahan yang tidak diperbuatnya sama sekali. Tidak tega dengan Hoseok, Yoongi memanggil petugas untuk membantunya menenangkan Jin. “BIARKAN AKU MEMUKULI NAMJA SIAL INI! KAU BENAR-BENAR BUKAN TEMANKU!! KARENA KAU, JIMIN DAN AKU TIDAK DAPAT BERSAMA! KAU BENAR-BENAR BRENGSEK!!JUNGHOSEOK!!!!”

Jin menghadap petugas kepolisian, “AKU INGIN NAMJA ITU DITAHAN LAMA! SAMPAI AKU DAPAT MENEMUKAN KEKASIHKU YANG HILANG! AKU AKAN MEMBEBASKANNYA SETELAH AKU MEMAAFKANNYA” perintah Jin yang berstatus sebagai korban. Hoseok di dorong paksa petugas untuk kembali pada sel yang telah menjadi kamarnya beberapa hari ini. Yoongi mengikuti langkah Jin meninggalkan kantor tersebut. “Jin-sshi tenangkan dirimu. Seharusnya kau tidak seperti ini. aku yakin ada yang disembunyikan Hoseok”

“APA YANG NAMJA ITU SEMBUNYIKAN?! DIA SUDAH MENGAKUI SEMUA PERBUATANNYA, HANYA KARENA CEMBURU JUNGKOOK MASIH MEMILIKI PERASAAN PADAKU! AKU MENCINTAI JIMIN, DAN DIA TAU ITU. KENAPA DIA MASIH BERBUAT NEKAT DENGAN MELAKUKAN HAL YANG AKAN MEMBUATKU ATAUPUN JIMIN MUNGKIN AKAN MATI DIMOBIL ITU! NAMJA ITU TIDAK BISA DIMAAFKAN!!”

“Jin-sshi! Dengarkan aku” Jin berdiri diambang pintu mobilnya, “kau harus tau tuduhan sebenarnya ada pada Jungkook. aku tidak bermaksud mengatakan pelakuanya adalah Jungkook tapi polisi mendapatkan semua bukti yang mengarahkan Jungkook kekategori pelakunya. Yang tidak aku mengerti sekarang kenapa Hoseok yang ditahan bukan Jungkook. aku yakin ada yang aneh atas penangkapannya”

Jin yang tersulut kemarahannya, secara perlahan menenangkan diri dengan mengatur pernafasannya “aku tidak tau kebenaran apa yang harus aku percayai. Sekarang aku hanya ingin bertemu dengan Jimin. aku hanya ingin mendapatkan Jimin ku kembali”

.

[ Kediaman Min ]

Rapmon memapah Taehyung ke sofa ruang tamu Yoongi. Dari luar sepertinya terlihat Yoongi sedang tidak berada dirumahnya. Sebaiknya dirinya beristirahat sejenak, mengembalikan energinya agar dapat bergerak normal. Merasa ada yang datang kerumah kediaman hyungnya. Minseok berjalan mendekati bagian ruang tamu, menemukan Rapmon dan Taehyung yang terlelap memejamkan kedua matanya lelah. Kaki kecilnya berlari menuju kamar untuk mengambilkan 2 selimut dan membawanya. Menggunakan selimut itu pada 2 hyungnya secara perlahan agar tidak membangunkan istirahat keduanya. Minseok yakin mereka baru saja menemui Eomma Jiminnya, namun tidak berhasil membawanya pulang. “Hyung-nim. Gomawo sudah membantu keluarga kecilku untuk kembali seperti dulu. Aku yakin hyung-nim sudah berusaha membawa pulang Eomma. Aku juga ingin membantu tapi apa yang harus aku lakukan?” Ucapnya  pada Rapmon yang tertidur letih. Minseok memutar idenya, sepertinya ada yang bisa tangan kecil itu lakukan dengan bantuan Luhan temannya.

Tidak lama setelah kepulangan Rapmon dan Taehyung, kini Jin dan Yoongi telah sampai pada halamana kediaman Min Yoongi. Kedua namja itu membuka pintu utama. Menemukan 2 namja yang tepar disofa karena kelelahan. Jin yang juga lelah, merebahkan tubuhnya disamping Rapmon tidur. Rapmon tentu saja langsung tersontak bangun dengan gerakan pada sofa yang digunakannya. “Jin?!” kagetnya ketika kedua matanya mendapatkan wajah Jin disampingnya. “Jinjya ini kau!? Bagaimana bisa kau kesini?” Tanya rapmon heran.

Yoongi menepuk pelan kepala kekasihnya itu yang baru bangun dari tidurnya. “kau ini. dia kan lebih lama mengenalku duluan dibandingkan dirimu. Lagian dia datang kesini untuk menjemput malaikat kecilnya” mendengar itu semua Rapmon mengambil kesimpulan bahwa Jin sudah mengingat semuanya. Dengan perasaan yang meluap-luap kesenangan, Rapmon segera memeluk sahabatnya itu tidak karuan.

“Aigoooo! Seulki! Kau benar-benar membuatku takut sekali! Aku pikir kau akan amnesia panjang. Aigoo... aku sangat senang kau sudah kembali normal dan mengingat semuanya lagi” kepala Jin berada diketiak Rapmon dan tidak dapat dilepaskan. “aku benar-benar senang kau kembali Seulki! Kami merindukanmu”

“kau itu!! hentikan.! Lepaskan aku! Tubuhmu bau sekali Seulki!” Jin meronta untuk dilepaskan. Keributan itu membuat Taehyung ikut bangun dan memperhatikan namja yang berada disamping Rapmon. tidak berkata apa-apa. taehyung hanya menatap ketus pada Jin yang dikiranya masih tidak memiliki ingatan tentang dongsaengnya. “Taehyung-ah” panggil Jin pada Taehyung. “Mianhe.. aku melupakan Jimin saat itu. mianhe atas perkataanku”

“kau sudah mengingat Jimin?”

“Nde. Aku sudah mengingat semua, kau, Yoongi, Seulki ini, Minseok dan Jimin. aku mengingat semuanya”

Mereka telah berkumpul walau kekurangan beberapa anggotanya. Jin kembali normal, sekarang waktunya mengembalikan ingatan Jimin dengan kehidupan yang sebenarnya. “seandainya Jimin ada disini, kita pasti sudah merasa bahagia” jelas Taehyung terdengar.

“Apa kalian sudah bertemu dengan Jimin? dan apa kalian berhasil membawa Jimin kelokasi kecelakaan itu?” Yoongi penasaran.

Rapmon melepaskan pelukannya pada Jin dan duduk biasa, “kami sudah membawa Jimin kelokasi itu tapi ingatannya tidak kembali. Tidak ada reaksi pada Jimin, bahkan Taehyung menenggelamkan dirinya di sungai tidak ada ingatan yang muncul sama sekali. Hanya ada perasaan perhatian yang dirasakan Jimin pada Taehyung. hanya itu.”

“apa yang harus kita lakukan?” lesu Yoongi membalas.

“pertemukan aku dengannya! pertemukan aku dengan Jimin!” tegas Jin pada Rapmon dan Taehyung, “aku yakin bisa mengembalikan ingatannya. Aku yakin ikatan ku dengan Jimin tidak terputus, kami saling mencintai”

“benar! Kita coba mempertemukan Jimin dengan Jin jika dengan Taehyung tidak berhasil” Yoongi kembali bersemangat. Tapi tidak ada yang ikut bersemangat mendengarnya, Rapmon dan Taehyung malah mengalihkan pandangannya. “ada apa?”

“kita akan mengalami kesulitan untuk pertemuan dengan Jimin setelah ini” terang Rapmon.

“kenapa?”

“panjang ceritanya. Yang pasti kita akan mengalami kesulitan untuk ini semua”

Perkataan Rapmon terakhir memberikan keheningan pada pembicaraan mereka mengenai Jimin. sepertinya mereka harus pasrah dengan keadaan dan takdir yang memisahkan mereka dengan Jimin. tapi bagaimana dengan Jin dan Jimin? Taehyung dengan Jimin? Minseok dengan Jimin? apakah takdir itu harus mengambil kebahagiaan 3 orang sekaligus.

“Hyung-nim aku bisa membantu, dan Luhan juga dapat membantu” suara kecil itu terdengar berbicara ditengah keheningan 4 namja diruang tamu. Mereka semua tentu saja memandang kearah Minseok yang datang dengan senyuman manisnya. Jin merentangkan tangannya agar Minseok berlari kearahnya, dan itu berhasil dilakukan. “Appa. Aku akan membawa Eomma keluar dari rumah itu, aku berjanji akan mengembalikan kebahagiaan kita semua. Luhan juga akan membantuku, karena aku sudah menceritakan semuanya tentang Eomma pada Luhan. dan Luhan mengerti. Appa. Tenang saja aku akan membawa Eomma pulang”

Jin memeluk Minseok erat. Yoongi Rapmon Taehyung tersenyum hangat pada malaikat kecil yang berada dalam pelukan Jin. mungkin ini adalah cara yang tepat untuk dapat menemui Jimin, Taehyung berbisik pada hatinya “—tunggu kami Jiminnie”.

Pesan itu seakan dirasakan Jimin yang berada jauh dari Taehyung. dirinya menyentuh dadanya yang serasa berat dirasakan untuk bernafas. Wajah Taehyung mengisi isi kepalanya, “Taehyung-ah, aku ingin bertemu denganmu lagi”. Jimin merebahkan dirinya dikasur, menenggelamkan wajahnya pada bantal yang menemani terus tidurnya setiap malam. Sejenak dalam gelapnya pejaman mata Jimin, terdengar suara ketukan diterima pintu kamar Jimin. Sojin berada dibalik pintu tersebut. Dan Jimin mempersilahkan Eommanya itu masuk menemuinya.

“Jimin-ah gwenchana? Eomma dengar kau jatuh kesungai, apa ada yang terluka?” perhatian Eommanya itu akan sulit Jimin hentikan, entah kenapa Jimin tidak ingin mengatakan apapun yang menyakiti Yeoja dihadapannya. “Jimin-ah, semua akan baik-baik saja. jika kau merasakan sesuatu, segera katakan pada Eomma. Arraso?”

“Nde Eomma”

Sojin mengelus rambut Jimin lembut, “apa kau sudah makan makananmu?” pandangannya mengarah pada makanan yang disediakan Maid dikamar Jimin namun tidak disentuh sedikitpun. “apa kau tidak menyukai makanannya? Eomma akan memesankan makanan yang kau sukai” belum beberapa langkah, Jimin membuat Sojin berbalik lagi ketempatnya.

“apa Eomma tau makanan kesukaanku?”

“tentu saja Eomma tau, aku adalah Eommamu. Mana mungkin seorang Eomma tidak mengetahui makanan kesukaan putranya”

“lalu apakah Eomma tau tentang Kim Taehyung?”

Sojin diam. Jimin melanjutkan perkataannya, “Eomma mengenal Kim Taehyung? aku belakangan ini selalu memikirkan nama namja itu. aku tidak ingin ada kebohongan antara aku ataupun Eomma, maka itu aku mengatakan ini semua pada Eomma. Jujur saja aku bermimpi seorang namja yang mengenalkan dirinya sebagai Kim Taehyung. dan semalem secara langsung aku bertemu dengan namja itu didunia nyata”

“....”

“aku hanya ingin mengetahui satu hal dari Eomma dan jawablah dengan sejujurnya, apakah Eomma mengenal Kim Taehyung?”

Sojin tidak menjawab dan lebih memilih meninggalkan Jimin dikamarnya sendirian. Jimin mengejar namun yang didapatkannya hanya kenyataan bahwa dirinya telah dikurung dikamarnya sendiri. “Eomma.. Eomma kau mengunci kamarku dari luar? Eomma! Eomma bukakan pintunya! Eomma!” teriakan Jimin tidak didengarkan Sojin. Dengan berat hati Sojin harus melakukan apa yang menurutnya baik untuk hubungannya dengan Jimin. mengunci dan tidak membiarkan Jimin pergi dari kediamannya adalah cara yang ampuh sebelum Hongbin menyelesaikan masalahnya. “Eomma!” lelah terus memanggil tanpa respon dari Sojin, Jimin menunggu dengan duduk dilantai berharap pintu kamarnya dapat terbuka dari luar.

Sojin meghubungi Hongbin , dan berhasil.

“yeoboseyo. Ada apa Eomma?” Tanya Hongbin yang tiba-tiba menerima panggilan dari Sojin.

“aku memaafkanmu, tapi aku ingin minta satu hal darimu Hongbin”

“apa itu Eomma. Aku akan melakukannya, aku akan menebus kesalahanku Eomma”

“bagus. Aku ingin kau membawa Kim Shingyu, aku ingin menjadikan Shin gyu sebagai pengganti Kim Taehyung. jika kau tidak membawanya besok, aku tidak akan merestui hubunganmu dengan Jimin”


-----------------------------


[ SD Minseok Luhan ]


Minseok menunggu Luhan didepan kelasnya. Duduk manis dikursi yang berada tepat disamping pintu kelas Luhan. kakinya menggantung antara permukaan yang tidak sampai dipijakinya. Selama 25 menit Minseok menanti kepulangan Luhan, akhirnya jam kelas Luhan telah berakhir dengan kalimat terakhir yang Minseok dengar sebuah ucapan selamat tinggal pada Sonsaengnim. Luhan berlari mendekati Minseok yang mungkin sudah menunggu lama.

“maafkan aku ya, karena tadi aku habis menggambar dikelasku. Dan gambar itu harus selesai hari ini juga Minseok-ah” Luhan menjelaskan keterlambatan kelasnya berakhir. Tidak ingin membuat namja didepannya itu tak nyaman, Minseok tersenyum manis. lalu mengajak Luhan pergi kemobil tempat Appanya dan para hyungnya telah berkumpul. Luhan yang tiba didalam mobil sedikit terkejut dengan banyak namja tampan didalam mobil tersebut. Apakah ini alasan Appanya dan Eommanya Minseok seorang namja?

“Annyeon. Xi Luhan imnida” sapa Luhan dengan sopan. Mendengar teman Minseok memperkenalkan dirinya, para hyung Minseok tidak mau kalah dan memperkenalkan diri mereka secara bergantian. Dan berakhir pada namja yang dimaksudkan Minseok adalah Appanya serta kekasih dari Jimin hyungnya. Luhan tercengan bahwa namja yang menjadi kekasih hyungnya sangatlah tampan. Sebenarnya Luhan bingung berada dimana dirinya berada sekarang?

“dia Appaku yang kuceritakan Lu-ge” bisik Minseok ketelinga Luhan yang sepertinya sedang sibuk memikirkan sesuatu. Jin mulai mengangkat pembincaraan kearah utama mengapa mereka membutuhkan bantuan Luhan.

“aku yakin kau sudah mendengar semuanya dari Minseok-ah. Dan Luhan...” suara Jin terhenti, kedua tangan Luhan digenggam lembut Jin agar tetap tenang dan dapat membantunya membawa Jimin keluar dari rumah keluarganya. “aku mohon bawa Jimin keluar dari kediaman Park, kami butuh bicara dengannya”

Yoongi membantu Jin bicara, “ini menyangkut masa lalu Jimin yang tidak dapat diingatnya. Keluargamu sudah salah menahan Jimin tanpa ingatannya, Jimin membutuhkan kami. Hyungnya serta kekasihnya. Jadi aku mohon bantu kami membawa Jimin keluar dari rumah itu”

Luhan menggaruk kepalanya bingung. Apa yang harus dirinya lakukan.

“aku ingin membantu. Tapi hal-meoni pasti tidak mengizinkan ku mengajak Jimin hyung keluar tanpa Hongbin hyung” jelas Luhan tidak yakin. “selama ini Jimin hyung selalu ditemani Hongbin hyung. Aku bingung dengan cara apa aku dapat membawa Jimin hyung keluar sendirian”

“tenang saja kau punya aku” Minseok menyentuh pundak Luhan. dan itu cukup menenangkan kegelisahan yang sekilas Luhan rasakan. Seluruh mata mengarah pada Luhan. sedikit anggukan dari kepala Luhan membuat semuanya tersenyum bahagia. Minseok langsung memeluk Luhan, dan wajahnya sekejap berubah memerah sempurna. Perlakuan itu menyadari seluruh hyung Minseok akan perasaan suka Luhan pada malaikat kecil mereka.

Perjalanan menuju kediaman Park.

Taehyung terdiam memperhatikan jalanan dan memikirkan tentang Jimin yang tidak berhasil mengingatnya. Apakah mimpi Jimin hanya halusinasi? Jika seandainya memang Jimin merindukannya, bukankah kemungkinan ingatan Jimin kembali saat bertemu dengannya. rapmon menepuk pundak Taehyung. itu berhasil membuat Rapmon mendapatkan perhatian sahabatnya itu. setelah mengikuti setiap petunjuk arah yang diberikan Rapmon tentang kediaman rumah keluarga kandung Jimin. tibalah mereka didepan gerbang mewah yang siap membukakan mereka untuk bertemu dengan Jimin. Luhan dan Minseok keluar terlebih dahulu. Sedangkan beberapa hyungnya menyiapkan sesuatu didalam mobil mereka. Tidak lama mendapatkan arahan dari Appanya, Minseok mengajak Luhan untuk masuk kedalam kediamannya itu. penjaga itu mengenal Luhan dan membukakan pintu gerbang lalu mengabarkan kedatangan Luhan pada majikannya.

Park Sojin membuka pintu utama. Betapa terkejut dirinya menemukan Luhan dan Minseok temannya kini berada dikediamannya. “Luhannie siapa yang mengantarmu kerumah hal-meoni? Apakah Hongbin hyung? Atau Appa Eommamu? Hal-meoni tidak mendengar suara mobil memasuki halaman”

“Hmm..” Luhan ragu, tapi Minseok menenangkannya dengan menggandeng salah satu tangan Luhan. “aku diantar taxi hal-meoni. Aku selalu dijemput Hongbin hyung tanpa Jimin hyung jadi aku khawatir dengan keadaan Jimin hyung hal-meoni. Minseok juga begitu”

“Jimin?” Sojin berfikir sejenak. Tapi beberapa lama kemudian Sojin menyuruh kedua namja kecil itu menunggu diruang tamu. Mengambil kunci gembok yang digunakannya untuk mengurung Jimin dikamarnya seorang diri. Jimin langsung bangun dari tempatnya terduduk ketika mendengar suara kunci mulai membukakan pintu kamarnya. tampak Sojin berdiri dengan banyak kunci ditangannya. Jimin tidak mengerti mengapa Eommanya menjadikan dirinya layaknya seorang tahanan dirumahnya sendiri.

“Eomma apa arti ini semua? Kenapa eomma mengurungku dikamarku? Apa aku melakukan kesalahan?”

Sojin mengalihkan pandangannya kearah lain, “dibawah ada Luhan, dia mengkhawatirkan keadaanmu. Pergilah temui—”

“ANNIIYOO! Aku ingin mengetahui apa alasan Eomma mengurungku seperti tahanan dirumahku sendiri?! aku tidak pernah melakukan kesalahan dan selalu menuruti apa yang Eomma inginkan ataupun katakan”

“temui luhan  terlebih dahulu, setelah itu Eomma akan membicarakan dan mengenalkanmu dengan seseorang”

Kehadiran Luhan menenangkan hati Jimin yang sekarang sedang memusingkan isi kepalanya. bagaimana bisa dia mendapatkan perlakuan seperti ini. jimin berjalan kearah ruang tamu dimana Luhan telah menunggunya untuk ditemui. Tidak hanya sendiri. luhan tidak sendiri. ada malaikat lain yang sepertinya juga sudah menunggu kehadirannya. Jimin mengenali namja kecil itu bernama Minseok dan teman dari Luhan disekolah dasarnya. Tapi mengapa Jimin merasakan sangat senang setiap bertemu dengan namja kecil yang menurutnya asing dari kelurganya sekarang.

“Jimin hyung!!” teriak Luhan dengan berlari dan langsung memeluk Jimin. diikuti Minseok yang sepertinya sungkan untuk memeluk Jimin yang tidak mengenali dirinya. Luhan sadar akan keinginan Minseok yang menahan untuk tidak memeluk Jimin sebelum kelurga aslinya menceritakan semuanya. Namun luhan membimbing tangan mungil Minseok untuk melakukan hal yang sama dengan apa yang dirinya lakukan. Yaitu memeluk Jimin. Jimin tersenyum dan membalas pelukan 2 namja kecil yang merengkuhnya sangat erat. “kami sangat merindukan hyung.. benarkan Minseok-ah?”

Minseok mengangguk dengan wajah yang hampir menangis. “nde kami merindukanmu hyu...hyu..hyung” sangat aneh saat Minseok memanggil Jimin dengan kata ‘hyung’. Asing sekali dalam pengucapannya. Soji berjalan dibelakang dan mengejutkan ketiga namja yang sedang berada dalam nyamannya sebuah pelukan. “Hal-meoni akan menyiapkan susu hangat untuk 2 malaikat kecil yang menggemaskan seperti kalian”

Luhan dan Minseok mulai mengatur rencananya, “gomawo hal-meoni!” setelah Sojin lenyap dibalik tembok kediaman. Luhan mulai menarik Jimin untuk keluar dari rumahnya, dibantu Minseok tentunya.

“tunggu luhannie, kau mau membawaku kemana? Eomma tidak akan mengizinkanku untuk keluar rumah”

“hyung pelankan suaramu. Ada keluarga hyung yang mencari hyung diluar sana. Bukankah hyung merindukan keluarga asli hyung?” Luhan menjelaskan.

“apa yang kau bicarakan?”

Minseok menyentuh jari-jemari jimin, “ikutlah hyu..hyung”. Jimin yang tadinya tidak membalas genggaman tangan Minseok mulai memberikan reaksi pada genggamannya itu. luhan melepaskan tangan Jimin dan membiarkan Minseok menuntun Jimin pada keluarganya. Saat Minseok tau Luhan tidak mengikutinya. Namja mungil itu kembali menjemput Luhan. “Luhan kau tidak ikut? Ayo kita pergi”

“Minseok-ah aku akan kemana? Ini adalah keluargaku. Aku tidak mungkin meninggalkan keluargaku”

“tapi kau akan mendapatkan masalah jika hal-meonimu tau”

“tidak apa-apa. aku sudah berjanji akan membawa Eommamu kembali kan? Dan aku minta maaf atas nama hal-meoniku yang merebut kehidupan Jimin hyung darimu dan keluargamu”

Minseok meratapi wajah Luhan yang sangat tulus membantunya dengan resiko amarah hal-meoninya. “sekarang pergilah, bawa Jimin hyung pada kebahagiaannya” lanjut Luhan memberikan kecupan terakhir pada kening Minseok. “pergilah Minseok-ah”

Tidak yakin dengan langkahnya, tapi Minseok tidak boleh melepaskan kesempatan yang dibuat Luhan susah payah. Luhan adalah sahabat yang menyayanginya, sekearas apapun Minseok menjauhi Luhan dulu. Tapi takdir malah mendekatkan dirinya dengan Luhan lewat Jimin. Minseok menarik tangan Jimin dan mengajaknya berlari melewati gerbang kediaman yang begitu besar terpasang dihadapannya. Penjaga kediaman yang melihat Jimin segera menghentikan perjalanan Minseok untuk keluar. “tuan muda Jimin, bukankah anda tidak diizinkan keluar tanpa pantauan dari supir ataupun tuan hongbin. Sebaiknya sebelum anda keluar saya mengatakan pada nyonya besar dulu”

Minseok dan Jimin saling berpandangan, bingung. Belum sempat penjaga itu berbalik. Sebuah pukulan diterimanya yang mengakibatkan penajga itu jatuh ketanah dan tidak sadarkan diri. “Appa!” Minseok senang dengan kedatangan Jin yang tepat pada waktunya dibutuhkan. Jimin dan Jin sekali lagi bertemu. Mereka bertemu dalam keadaan Jimin sama sekali tidak mengenali Jin, namun Jin telah kembali mengingat Jimin.

Tatapan Jin memandangi Jimin tidak bertahan lama, dengan tamparan yang Jimin lakukan membuyarkan semua. “Jimin-ah?”

“apa yang kau lakukan?! Kenapa kau memukul penjaga kediaman rumah ini?! siapa kau seenaknya memasuki kediaman ini!!”

“aku...” Jin tidak dapat berkata-kata lagi, sangat shock mendapatkan pukulan dari namja yang dicintainya. Jimin yang hendak kembali kerumahnya untuk memanggilkan bantuan, hanya mendapatkan penarikan dari Minseok yang melarangnya.

“Eomma jangan memanggil bantuan. Kita harus segera pergi! Eomma! Eomma!!”

“Minseok-ah! Aku bukan Eommamu, aku seorang namja. aku tidak mengerti apapun yang tadi Luhan katakan, keluarga asli? Apakah keluargaku berbohong padaku?! Aku bukan Eommamu. Jadi berhenti memanggilku Eomma” teriakan Jimin memberikan rasa sakit hati pada Minseok yang mendengarnya. Untungnya Taehyung datang dan langsung menenangkan Minseok yang siap akan menangis.

“Jiminnie” suara Taehyung menghentikan langkah Jimin untuk membuka pintu utama rumahnya. “kau masih mengingatku kan? Ikutlah denganku. Aku mohon”

“Kim Taehyung”

Sulit untuk Jimin memilih siapa yang harus dirinya dengarkan. Tapi yang sampai sekarang dapat Jimin percayai adalah Kim Taehyung. walaupun sebelumnya Jimin yakini Taehyung telah mencoba berbohong padanya, tetap saja hatinya meminta dirinya untuk tetap mempercayai Taehyung.

“Jiminnie” taehyung mengulurkan tangannya, dan segera Jimin sambut uluran tangan itu. menuntunnya melewati gerbang rumah dan Jin yang mematung karena telah mendapatkan penolakan dari Jimin. Yoongi menurunkan kaca mobil lalu memanggil Jin yang masih diam berdiri diluar mobil. “Jinsshi! Apa yang kau lakukan! Cepat, kita harus segera pergi!”

Jin dengan lemas memasuki mobil Rapmon. merekapun meninggalkan kediaman rumah Jimin sebelum orang sekitar kediaman Jimin menyadarinya.

Sojin membawa 2 susu hangat keruang tamu, namun tidak ada siapapun disana selain Luhan. Susu hangat itu diletakan tepat di depan Luhan duduk menunggu. “Luhannie, Minseokkie dan Jimin hyung kemana?” tanyanya dengan membelai lembut rambut Luhan. Luhan masih diam menyembunyikan wajahnya. Sojin terus memandangi kesekitar halaman tapi Jimin tidak berhasil ditemukan. Salah satu Maid menghampiri Sojin yang sibuk mencari Jimin.

“Nyonya besar. Penjaga di pintu gerbang tidak sadarkan diri”

Seakan tersulut petir yang menyambar dirinya, Sojin tidak bisa menyembunyikan amarahnya pada Luhan yang sejak tadi diam.

“LUHANNIE! KEMANA JIMIN HYUNGMU! KEMANA JIMIN HYUNG!” Maid itu mencoba melindungi Luhan yang bersembunyi dibelakangnya ketakutan, “LUHANNIE!!”. Sojin berusaha menarik kasar Luhan, tidak perduli sekecil apapun musuh Sojin. Baginya Jimin saat ini lebih penting dari apapun. “APA MINSEOK MEMBAWANYA PERGI?! LUHANNIE KATAKAN PADAKU!”

“dia... Jimin hyung adalah Eomma Minseok.. Hal-meoni.. jadi.. aku membantu—” Tangan Sojin melayang dan hampir saja mendarat dipipi Luhan, tapi dihentikan Hongbin yang datang tepat waktu. amarah Sojin benar-benar sudah membabi buta setelah melihat Hongbin datang kerumahnya bersama dengan Kim Shin Gyu.

“Eomma apa yang terjadi? Kenapa kau mau menampar Luhan?”

Luhan memeluk Hongbin kencang. Sojin menarik nafasnya perlahan. Mengistirahatkan pikirannya dengan duduk di sofa miliknya. Semua yang terjadi Sojin ceritakan pada Hongbin dari awal hingga Ia kembali dan tidak menemukan siapapun selain Luhan di ruang tamunya. Awalnya Hongbin juga kesal atas tindakan Luhan kecilnya, tapi bagaimanapun ini adalah kelalaian dirinya sendiri yang tidak menjaga Jimin sampai terjadi hal yang tidak diinginkan. Shin Gyu mengambilkan air hangat agar Sojin tenang. Untuk pertama kalinya tatapan Shin Gyu dapat Sojin rasakan menenangkan. Hongbin menghubungi setiap bawahannya untuk menemukan Jimin yang dibawa lari tidak lama sebelum kedatangannya.

“aku akan keluar mengejar siapa saja yang membawa Jimin, Eomma tunggu dirumah. Semua akan baik-baik saja” Kata Hongbin. Tetapi Sojin tidak mendengarkan, Ia ingin ikut dan memohon pada Hongbin untuk membawa dirinya mencari Jimin. “Ani. Eomma disini saja dengan Shin Gyu, Ia akan menjaga Eomma” selesai meyakinkan Sojin. Hongbin segera bergegas menyalahkan mobilnya dan keluar dari kediaman Park.

“Jimin tidak boleh mengetahui masa lalunya, Jika semua diingatnya kembali maka Jimin akan membenciku” Tangisan Sojin menggerakan hati Shin Gyu untuk memeluk tubuh retannya, “Aku tidak ingin Anakku membenciku, masa lalu ku adalah sebuah kesalahan”

“Tuan muda Hongbin akan menemukan Tuan muda Jimin untuk anda Nyonya” Sojin semakin menangis mendengarkan harapan dari bibir manis wanita yang seusia dengan putranya. Ia Membalas pelukan Shin Gyu. Mencium aroma parfum yang digunakan Maid pribadi Hongbin. Sojin menyukainya. Seandainya Sojin bisa memilih, Ia menginginkan Jimin menjalin hubungan dengan Shin Gyu dibandingkan dengan Hongbin yang memiliki Kesamaan Gendre. Tapi janji pada Hongbin untuk merestuinya jika menemukan Jimin tidak dapat dipungkiri. Sojin tidak dapat mengingkari janji tersebut.


To becontinue...





Comments

Popular Posts