VAMPIRE KISS // JINMIN // JIN // JIMIN



Park Jimin & Kim Seok Jin

Romance, Comedy, Boys Love
Cr. Cha13 Art (Cover)

Park Jin Ah (Storyline)


Jin Prov.

Aku tidak Menginginkan apapun kecuali dirinya. Perbuatanku yang melanggar aturan para Vampire hanya karena mencintai seorang manusia, itu hanya kedokku untuk dapat dilemparkan Raja kedunia manusia. Raja Vampire sangat membenci ku, ketika tawaran menikahi putrinya ku tolak. Lalu apa yang bisa kulakukan? Aku tidak perduli jika seluruh bangsaku mengaggapku pengkhianat. Siapa yang tidak suka jika dijodohkan pada putri penguasa para Vampire. Semua tentu saja ingin mendapatkan posisiku. Tapi tidak diriku. Aku sudah menyukai satu orang dan aku akan menjaga cintaku dengan mencintainya dalam diam. Tidak akan ada yang bisa menikahi manusia, yang pastinya akan mati. aku tidak ingin menodai cintaku hanya untuk hidup kekal dengan orang yang kucintai. Setiap kali melihat tingkahnya yang selalu tersenyum pada siapa saja, membuat jantung berdetak lebih cepat. Tidak biasanya. Dan awal pertemuan ku dengannya cukup menyedihkan dimana aku terdampar di dunia manusia dalam wujud seekor Anjing kecil. Aku kehilangan segerombolan kawanku yang terbang karena penasaran dengan sosok seorang Namja manis menyanyi dipagi buta pukul 4. Atmosfir ku terasa berubah saat mendengar ayam berkokok menandakan kekuatanku secara perlahan akan hilang. Karena tidak ingin mati dengan cepat, aku merubah wujud ku menjadi seekor anak Anjing. Tepat di tempat aku mendengarkan manusia itu bernyanyi. Aku tidak mengerti mengapa manusia itu dapat mengetahui keberadaanku. Yang pasti aku sangat menyukai aroma darahnya. Bau darah yang menyengat ingin sekali aku menghisapnya. Manusia itu menyadari keadaanku yang lemas. Ia membawaku masuk kedalam rumahnya. Setiap kali ada kesempatan, aku selalu mencoba mendekatinya dalam wujudku yang menjadi Vampire. Namun rasa suka ku menghalangiku untuk menyakitinya. Ia memberikanku makanan dan minuman manusia yang tidak kusukai. Benar-benar menyebalkan. ‘aroma darahmu begitu menggiurkan, membuat aku ingin menghisapmu dan menghabiskan setiap cairan darah dari tubuhmu. Aku berjanji tidak akan menyia-nyiakan setiap tetesan darahmu. Jadi berikan aku sedikit.. sedikit.. ’—halusinasiku tidak karuan. Sedang asik melamun, Aku mendengar suara rintihan dari area dapur. Manusia itu tengah memotong sayuran dan tidak sengaja melukai jarinya. Tetesan-tetesan yang sudah kujanjikan untuk tidak disia-siakan ku bersihkan dari lantai rumahnya. ‘Oh—ini benar-benar lezat. Aku menyukainya. Aku sangat menyukai darahmu’

“Apa yang kau lakukan?” Manusia itu bertanya padaku dan langsung mengangkatku untuk menjauhi darah yang berceceran di lantai, “Kau tidak boleh meminum darahku. Itu kotor. Bukankah aku sudah memberikan makanan dan minuman yang enak untukmu?” Aku tidak memperdulikan apa yang dikatakannya. Mataku hanya fokus pada darah yang mengalir diarea jarinya yang belum di obati. Naluriku benar-benar ingin langsung menyambarnya. Jantungku berdetak semakin kencang. Aku tidak dapat mengontrol kekuatanku, Aku merubah wujudku tepat dikedua matanya menatap ku kaget. Ia memperhatikanku menjilati jarinya yang terluka. Saat Ia akan berteriak, Aku menciumnya. Lidahku beradu dengan lidahnya, Ia menolak permainan Lidahku dalam rongga mulutnya. Lelehan air liur membasahi luar bibirnya kuhapus habis hingga tak tersisa dan ku buat kering area tersebut. Selama permainan lidah yang kulakukan cukup lama, manusia itu mulai tenang dengan rona merah menghiasi wajahnya. Aku melepaskan Ciumanku untuk membiarkan manusia itu mengambil nafasnya.

“Apa.. Apa.. kau itu apa?” Ia memundurkan duduknya dan menjauhi ku yang masih sibuk menjilati darah bercampur Air liur yang kudapatkan. Pelan-pelan manusia itu mencoba kabur dariku. Tapi tetap saja bangsa Vampire lebih cepat dibandingkan manusia. Aku mengunci pergerakannya. Ia kutindih dengan tubuh depannya menghadap kelantai. “Appo! Sakit” lemahnya terdengar.

“Aku akan melepsakanmu jika kau berjanji tidak akan kabur ataupun berteriak. Karena bagaimanapun kau harus mendengarkan penjelasanku”

Aku dapat mengetahui Manusia itu setuju dengan menggerakan kepalanya. Kucoba merenggangkan sedikit pertahananku yang mengunci gerakannya. Manusia itu terdiam, lalu mulai duduk dengan memasang wajah takut kearahku. “Kau..Kau itu apa? Bagaimana bisa.. Kau tadi berubah wujud” Manusia ini memang tidak peka dengan prilakuku yang sebelumnya menjilati jarinya yang terluka. Bukankah dari itu Ia dapat mengetahui identitasku? Atau manusia didepanku adalah manusia yang bodoh. Mungkin aku terlalu lama berfikir untuk menjawab pertanyaan Manusia ini, sampai Ia menyentuhku dengan sapu yang digunakan untuk membersihkan rumahnya. Apakah aku seperti Virus yang tidak boleh disentuh? Menyebalkan.

“Kau bertanya aku ini apa?”

“Nde”

“Vampire. Aku seorang Vampire. Awalnya aku hanya penasaran dengan suaramu yang bernyanyi di Jendela kamar. Sampai aku lupa waktu untuk kembali pulang bersama rombonganku, dan kini Aku jadi terjebak dalam wujud Anak Anjing hingga malam datang. Aku tidak dapat berubah kewujud kelalawarku, karena Lemah dengan cahaya—” Aku yang sedang serius bercerita mendengar suara seseorang menahan tawanya.  Dan manusia didepan ku lah pelakunya. “Apa yang sedang kau tertawakan?”

“Ani..Ani..Hmp! kau..bisa.. Bisa lanjutkan Hmp—”

Ia sepertinya tidak mempercayai ceritaku, Aku pun membuktikan kebenarannya. Merubah Wujudku dengan pakaian panglima Vampire dari dunia Vampire. Mengambil jarinya yang terluka dan tidak bermaksud menghisap hanya sekedar menjilati darahnya yang mengalir keluar percuma. Wajahnya berubah kembali keawal. Rona merah tergambar jelas diarea pipinya lagi. “Vam—Vam—Vampire?” Kepalanya yang akan terjatuh menemui lantai aku tangkap agar tidak mengakibatkan darah keluar lebih banyak lagi. Aku tidak tau kenapa Manusia ini tertidur. Bukankah aktivitas manusia itu dilakukan siang hari. lalu kenapa Ia tertidur disaat pagi akan datang? Aku membopong tubuhnya yang tidak berat dan merebahkannya ketempat yang lebih Empuk dibandingkan lantai. Lekukan wajahnya aku perhatikan secara detail. Aku tidak sekedar mengaggumi suaranya, Rasanya aku mulai menyukai Manusia ini. Jariku menelusuri bagian mata, hidung, bibir, daun teling, leher. Dan berhenti disana. Jariku enggan berpindah melihat Leher yang begitu putih dan mulus sedang berada di sentuhan jariku. Sekali tekanan pada ujung kukuku mungkin darah akan keluar dengan tekanan yang kencang. Jendela yang terbuka sedikit, menyuruhku untuk cepat berlindung menghindari matahari. “Hampir saja aku mati” Tidak berani mendekat. Aku sudah tidak dapat mendekat dimana Manusia itu kurebahkan. Cahaya telah masuk ke sebagian dalam rumahnya. dengan jarak yang jauh, aku dapat mengetahui bahwa Manusia itu telah bangun dari tidurnya. Ia memegang kepalanya dan menatap kesekeliling Rumahnya. apakah dia sedang mencariku?

“Mimpi? Benar. Aku sepertinya bermimpi.” Tawa itu terdengar bahagia. “sudah jam segini, sebaiknya aku siap—Kyaaa!” Ia berteriak lagi tapi aku tidak dapat membungkam mulutnya. 

“KAUU!”

“Nde. Aku”

“Kau bukan MIMPI??!”

“Bukan”

Ia melangkah mendekati Jendela dan membuka penutup jendelanya, membuat mataku perih dan tubuhku terbakar. Aku merubah wujudku kembali menjadi seekor anak anjing. “Kau benar Vampire?”

“Nde. Aku benar Vampire. Dan kau dengan teganya mengetestku dengan cara membakarku?!!”

Manusia itu menutup kembali penutup Jendelanya. Aku merubah wujudku lagi menjadi Vampire yang tampan. “Bagaimana bisa aku bertemu dengan Vampire didunia yang sudah maju seperti ini?!!”

“Jadi menurutmu Vampire tidak memiliki kemajuan? Kami juga ber-Evolusi menjadi Vampire yang tampan. Memang kau tidak pernah membaca di buku. Bahwa Vampire dulu sudah kehilangan profesinya menjadi Vampire semenjak Manga Shounen menciptakan cerita tentang bangsa kami! Aish kau ini!”

“Tunggu—! Apa kau akan menghisapku?! Tadi kau sudah menghisap darah dilukaku! Jangan—”

“Berhenti mengkhayal! Aku tidak menyukai darahmu yang bau itu! darahmu itu sama sekali tidak sedap untuk dihisap. Lagian yang tadi itu aku hanya menjilati darahmu agar tidak keluar percuma”

“Bau? Apa benar darahku ini bau?” Manusia didepanku benar-benar lugu, memang Ia dapat menciumi bau darahnya dengan menciumi aroma tubuhnya. “tadi kau mengatakan, kau akan berada disini sampai malam tiba kan?”

“Nde”

“Kalau begitu aku izinkan. Dengan syarat kau tidak boleh menyentuhku, berada didekatku, mengikutiku, dan tetaplah berada dijarak seperti ini saat dirumahku! Kau harus menjalani aktivitasmu tanpa memperdulikan kehadiranku. Dan aku sebaliknya. Aku tidak akan menganggapmu ada. Kau mengerti!? Pergilah setelah malam tiba”

“kau itu sebenarnya takut atau jijik terhadapku? Kau fikir aku ini kuman sampai kau jauhi seperti itu?” Aku yang berusaha mendekatinya tidak menyadari akan cahaya yang terpantul dari cermin menyakiti kulit kakiku. “Argghh—!” Asap keluar dari kakiku yang terbakar. Manusia itu ingin mendekat tapi sepertinya Ia masih takut terhadapku. Aku pun menggeret kakiku dan menjauhi tempat yang sudah dimasuki Cahaya.

“Gwenchana?” Tanyanya khawatir pada tempatnya berada. Tapi aku malas menjawabnya, ternyata manusia tidak ada yang baik terhadap bangsa ku. Mereka hanya memandang takut/remeh terhadap bangsa ku. Sepanjang apapun aku membuatnya mengerti Ia tidak akan mau menolongku. Dan semua pikiran ku tidak lama berubah. Manusia yang sebelumnya hanya menatapku takut kini memberikan perawatan pada lukaku yang terbakar. “Ini akan menghentikan luka bakar” Kaki ku direndam pada Air yang terasa dingin.

“kau bukankah takut padaku?”

“Aku sangat takut padamu. Tapi aku tidak bisa melihat seseorang meringis kesakitan didepan mataku”

Aku tersenyum dan membalas pengobatannya dengan mengobati luka dijarinya, “Apa yang—”

“Diam saja. aku juga bisa mengobatimu” dengan sihir yang kugunakan, Luka Manusia yang kusukai hilang. Ia tersenyum manis saat menemukan luka goresan pada jarinya tidak ada lagi. Melompat-lompat dan mengatakan ‘kau bisa sihir? Kau keren sekali’. Awal pertemuanku dengannya yang berawal dari sebuah ketakutan kini menjadi sesuatu yang berarti untuk dikenang. Dalam satu hari itu Ia menutup seluruh rumahnya agar aku bisa bergerak secara leluasa. Bahkan Ia juga membolos dari sekolahnya, dan kini aku mengetahui namanya.

“Park Jimin. Namaku Park Jimin. kalo kau Vampire yang baik?”

“Namaku Kim Seok Jin”

Kami bersenang-senang sampai lupa waktu untuk aku kembali ke dunia ku. Tidak ingin menghilangkan waktu dengannya. aku ingin terus bersama dengannya. Dan saat malam tiba aku tidak menyadarinya. Aku bermain dengan Jimin sebuah permainan yang dimainkan manusia, tetapi saat kemenangan didepan mataku untuk mengalahkan Jimin dalam permainan manusianya. Angin kencang masuk kedalam sela-sela jendela dan menghancurkan permainan yang aku dan Jimin mainkan. Sosok Vampire lain yang kukenali menjemputku, “Apa yang kau lakukan! Menghilang dari rombongan membuat aku dan yang lain kena marah raja! Yang aku temukan sekarang, kau sedang bersenang-senang dengan anak manusia?!HAH!” Mata merah temanku berikan untuk menakuti Jimin yang bersembunyi dibelakangku. “Bau darah yang sangat lezat” bisiknya masih dapat aku dengar.

“bukankah kau datang untuk menjemputku? Baiklah aku akan ikut denganmu” Belum selesai aku bicara temanku menghilang dan berpindah ketepat dibelakang Jimin berada. Ia ingin menggigit leher yang menimbulkan aroma manis pada darah Jimin. tidak mau kalah, Aku memberikan sihir agar temanku itu terpental menjauhi Jimin. Tembok rumah Jimin retak karena ulahku, sebaiknya aku  harus menjelaskan ini semua pada teman ku agar tidak ada perkelahian ataupun anggapan pengkhianat nantinya.

“Hentikan Min Yoongi! Jangan sentuh dia. Bau darahnya tidak sesuai dengan rasanya, aku tau darahnya tercium aroma manis. tapi sebenarnya sekali jilat kau akan menerima rasa pahit seumur hidupmu—Arghh!” Pukulan aku dapat dari Jimin yang tidak terima perkataanku. “Kenapa memukulku!”

“seburuk itukah Darahku!?”

“Ini hanya untuk kau selamat!” bisikku meyakinkan Jimin. Aku mendengar suara kebangkitan Min Yoongi dari tembok yang hancur. “Yoongi. Lebih baik kita pulang sekarang, aku yakin Raja sedang menunggu—”

“DIAAAM! AKU AKAN PULANG SETELAH MENGHISAP DARAHNYA SAMPAI HABIS!” gerakan Yoongi hampir tak terlihat mata manusia. Wajah yang begitu dekat dengan wajah Jimin Aku jauhkan agar tidak membahayakan Jimin lebih dari ini. dengan sihirku aku menidurkan Yoongi lalu berpamitan dengan Jimin untuk pulang keduniaku. “maaf sudah merusak rumahmu”

“Nde. Gwenchana. Apa kau akan pulang sekarang?” wajah kecewa terlihat dari wajah serta suara Jimin yang bergetar.

“Aku akan kembali jika kau menginginkannya”

“Aku ingin!”

“kalau begitu tunggu aku” Aku mencium bibir Jimin lembut, menghisap setiap saliva yang mengalir keluar. Memijat lidahnya yang tidak mau kalah untuk bergulat dengan lidahku. Mencium habis dengan setiap sedotan-sedotan erotis di bibir kecil Jimin. aku yakin Ia menyukainya. Dan menginginkan sesuatu hal yang lebih dari sekedar ciuman. Haha itu hanya fikiran Mesum Vampireku. Setelah melepas ciuman perpisahan aku mengangkat tubuh Yoongi dan melompat keluar jendela. Berubah menjadi seekor kelalawar. Pergi meninggalkan kediaman rumah Jimin.

Lalu....

Sampailah permasalahannya sampai sekarang. Aku benar-benar berada dalam masalah. Raja mengetahui perasaanku pada manusia karena menolak menjadi calon pengantin untuk putrinya yang jatuh hati padaku. Aku sudah menjelaskan bahwa aku menyukai sesama Namja tapi Ia tidak percaya. Untuk membuat Raja mengerti akupun mempraktekan itu semua dengan temanku, yang bernama Kim Nam Joon. Dia juga sama denganku. Pengawal di kerajaan Raja Vampire. Melihat Ia sedang senggang. Aku mengajak temanku itu masuk kedalam ruangan raja lalu menciumnya didepan Raja Vampire. Temanku sangat Shock, tidak beda dengan putri dan Raja Vampire yang menyaksikannya. “kalian percaya sekarang? Bahwa aku menyukai namja tapi bukan pada Nam Joon. Ada orang lain yang aku sukai. Aku mencium hanya untuk Raja mengerti bahwa perasaan cinta tidak dapat dipaksakan”

“DIAAM!” Murka raja saat mengetahui putrinya menangis karena ulahku.. –‘Merepotkan’ gumamku.
Tidak berhenti disitu kesialanku, Min Yoongi yang sebelumnya menjemputku didunia manusia memasuki ruang Raja. Dan dalam hatiku aku hanya dapat berkata ‘matilah aku’. Ia membeberkan semua yang aku perbuat didunia manusia. Bermain dengan salah satu manusia, bahkan melindungi manusia yang akan Ia hisap. Kehidupan ku sekarang sepertinya telah berada di ujung kepunahan Vampire tampan. Raja memerintahkan prajurit kerajaan Vampire untuk mengurungku, dan aku menolak. Akhirnya pertumpahan darah sesama bangsa Vampirepun terjadi karena ulahku. Mereka melawanku secara bersamaan. Tapi sangat mustahil melawan ku yang sudah diangkat menjadi pengawal kerajaan Vampire. Kecuali jika Nam Joon diperintahkan mungkin akan beda hasilnya. Mereka para prajurit bertekuk lutut padaku, namun dikemenanganku aku dikagetkan dengan kekuatan Sihir Nam Joon yang mengenaiku. Sebuah Ikatan mengikatku dan kekuatan sihirku. Nam Joon diperintah raja untuk membawaku kedalam penjara Api tapi putrinya menentang perintah itu. perdebatan antara orang tua dan anak membisingkan kepalaku. Walaupun pada hasilnya kemenangan didapatkan sang putri aku tetap tidak akan menikah dengannya. aku sudah menjelaskan dan Ia mau mengerti. Tapi percintaan antara manusia dan Vampire tidak dapat dibiarkan. Raja mengutus salah satu prajurit untuk membunuh manusia yang telah menjalin asmara denganku. Mendengar perintah itu aku pun kembali ke dunia manusia untuk menyelamatkan orang yang aku cintai.

Park Jimin.



***********

Note Park Jin Ah: 

terimakasih sudah membaca cerita Vampire Kiss Oneshoot ku. aku tak tau sebenarnya apa yang aku tuliskan ini, tapi aku harap pendatang blog ku yang merupakan fujo, army/exo-l, jinmin shipper terutama menyukainya. BOY IN LUV JINJIMIN VER. dan BOY IN LUV S2 ikuti ceritanya ya karena Fanfic itu yang utama dari Blog ini. akar tumbuh kembangnya Blog ini. mungkin terlalu panjang tapi tidak akan menggantungkan harapan kalian menanti sampai mana aku dapat menghabiskan ceritanya. soo KEEP CALM and LOVE JINMIN COUPLE!

kunjungi channel Youtube ku juga yang terdapat moment Jinmin ku sebarkan : Jimin Diary 

Comments

  1. Hey. Terima kasih sudah membuat fanfic JinMin. Suka bagian ciumannya. Seneng ih jarang-jarang ada yang ngeship JinMin u.u
    Daku lebih sering heboh sendiri sejak 2013 ngeship mereka T.T

    Sarannya, perbanyak baca novel untuk mengetahui penulisan kata imbuhan yang benar ya? Oke oke?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hay Nekonyaaan,, aku sangat senang menemukan Jinmin shipp yang sudah lama sepertimu T.T 2013? itu tidak sebentar.... terimakasih atas perhatiannya pada saran yg diberikan >//< jd malu gapernah baca novel gini nih. gangerti imbuhan :3 aku belajar lagi deh thx thx :v

      Delete
  2. Hey. Terima kasih sudah membuat fanfic JinMin. Suka bagian ciumannya. Seneng ih jarang-jarang ada yang ngeship JinMin u.u
    Daku lebih sering heboh sendiri sejak 2013 ngeship mereka T.T

    Sarannya, perbanyak baca novel untuk mengetahui penulisan kata imbuhan yang benar ya? Oke oke?

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts