VAMPIRE KISS // JINMIN // JIN // JIMIN [ SEQUEL ]
Park Jimin & Kim Seok Jin
Romance, Comedy, Boys Love
Cr. Cha13 Art (Cover)
Park Jin Ah (Storyline)
Jimin
Prov.
Aku
menjalani kehidupanku seperti biasa. Membosankan. Tidak ada hal menarik selain
pergi kesekolah tiap harinya dan pulang tepat waktu kerumah. Aku selalu
mengingat seseorang yang hal-beojiku ceritakan sebelum Ia meninggal dunia.
Bahwa tidak semua Iblis memiliki sifat buruk pada manusia. Aku hanya percaya
dan pura-pura mengerti bahwa sebenarnya aku tidak paham dengan apa yang Ia
ceritakan. Tapi ‘Kim Seok Jin’ aku
sangat ingin bertemu dengan Vampire itu. Vampire yang sudah Ia tunggu
bertahun-tahun sampai menurunkan namanya padaku. Apa benar Vampire itu ada?
“Perpustakaan
Bangtan” Aku sangat malas jika harus masuk keruangan yang seluruhnya dipenuhi
oleh buku-buku berdebu. Tapi rasa penasaranku semakin merasuki hingga tulang
rusukku hampir mau patah tak dapat tidur dengan tenang. Kebetulan sekali aku
melewati perpustakaan ini, mungkin sedikit mengetahui tentang Vampire
menghapuskan rasa ingin tahuku. Aku mencari buku dan menemukan Ensiklopedia
Vampire, secara detail aku membaca tidak ada yang aneh. dan dijelaskan ini
hanya omong kosong. Banyak teori tentang asal usul kepercayaan Vampire telah
diajukan untuk menjelaskan hal fiksi. Mulai dari pemakaman dini sampai
ketidaktahuan mengenai siklus pembusukan tubuh setelah kematian disebut-sebut
sebagai penyebab kepercayaan akan adanya Vampire. “ini hanya membuang waktuku.
Kenapa aku harus penasaran dengan apa yang diceritakan hal-beojiku sendiri. dia
sudah tua saat menceritakannya, aku yakin itu hanya imajinasinya”. Melihat jam
sudah memasuki pelajaran pertama, aku bergegas untuk berganti pakaian.
Meletakan kembali buku yang telah kubaca walau tidak semua.
Pelajaran
pertama adalah Olahraga. Aku paling suka bermain sepak bola disaat-saat jam
pelajaran ini. Teman-temanku malah mengatakan aku paling pandai dan terkadang menjadi
rebutan untuk masuk kesetiap Team yang ingin akan kemenangan. Aku berusaha adil
mengatakan pada mereka untuk bermain Rock-Paper-Scissors cara mengundi pemain.
Mereka mengikuti cara yang aku ajukan dan kamipun mulai memainkan permainan
bola kaki kami. Ditengah permainan bola yang teman ku tendang keluar lapangan.
Akupun berinisiatif untuk mengambilnya. “kemana bolanya” padahal aku yakin bola
itu terlempar kearah lorong kelas. Aku berjalan pelan-pelan. Mengecek setiap
sudut kali saja bola itu terselip disuatu tempat yang sulit terlihat. Dan
alhasil aku menemukan bola yang temanku tendang tepat di ujung tangga lorong
bawah tanah sekolah. “bagaimana bisa ini sampai disini?” Heranku. Tiba-tiba
saat kaki ku akan melangkah meninggalkan tangga bawah tanah seperti terasa
tangan menyentuh sepatuku. Teriakan sedikit kuperdengarkan tapi sepertinya
tidak ada yang terganggu akan hal yang aku lakukan. Pandanganku mulai
berhalusinasi sebuah asap tebal keluar menembus pintu bawah tanah yang sudah
lama tidak ada yang membukanya karena kunci yang dihilangkan petugas lama. Aku
mengedipkan kedua mataku meyakinkan apa yang ku lihat tidak salah. Setelah
berkali-kali mengusap mataku yang tidak gatal, asap itu menghilang. Tidak mau
mencari masalah akupun segera berlari menjauhi ruangan bawah tanah tersebut dan
melanjutkan aktivitasku bermain.
.
[
Pulang Sekolah ]
Dalam perjanalan pulang aku merasa ada
seseorang yang mengikutiku. Perasaanku mulai takut jika benar apa yang
kurasakan terjadi. Bukan karena aku takut sesuatu yang tidak kupercayai seperti
Iblis atau Vampire datang melainkan aku lebih takut sosok manusia jahat.
Setahuku manusia jahat lebih menakutkan dibandingkan Iblis itu sendiri. semakin
tidak membuatku tenang, akupun mempercepat langkah. Dan saat tiba di Kostan ku peninggalan
Hal-beoji, aku mengunci rapat-rapat pintu tersebut dari dalam kamarku.
Setidaknya aku aman dari orang yang akan berbuat jahat padaku diluar sana.
Waktu terus berlaru, dan Malampun tiba. Tugas sekolah yang harus aku kerjakan
semakin menumpuk tidak terhitung lagi. Itu sebabnya aku bosan dengan
kehidupanku. Seandainya aku bisa meluangkan waktuku dengan hal yang
menyenangkan, mungkin aku bisa sedikit terhibur.
--angin melewati kupingku yang
memperdengarkan suara asing sedang bicara padaku “Apa kau merindukanku?”
Tentu
saja itu mengagetkanku yang sedang melamun. Tidak mungkin di kamarku ada orang
asing yang mengendap-endap masuk. Aku mengambil beberapa alat pukul seperti
sapu dan pemukul baseball yang aku punya. Mencari ke dapur, toilet, dan jendela
kamar tidak ada seorangpun yang berhasil kutemukan. “apa aku sedang
berhalusinasi?”
“Ani”
“KYAAAA—!”
aku tersentak kaget dan terduduk dihadapannya yang tiba-tiba muncul tepat
didepan wajahku saat berbalik. “siapa kau!? Kau maling ya!” tidak mengambil
waktu lama aku segera mencoba memukulnya.
Tapi.....
Kecepatannya
yang mengambil tanganku dan melepaskan pemukul tidak dapat kulihat sama sekali.
Namja dihadapanku menampilkan ekspresi yang berubah seperti kebingungan, “ada
apa denganmu. kau tidak mengingatku? Aku Jin. Kim Seok Jin” kedua mataku
membulat sempurna tidak percaya dengan apa yang hal-beojiku ceritakan kini
telah menjadi kenyataan. Vampire didepanku telah tampak menampilkan wujudnya
dengan pakaian sempurna Hitam-Merah. Taring dan mata merahnya memperkuat
dirinya benar seorang Vampire. Aku yang masih terkejut dibuatnya tidak merasa
bahwa ada aroma lembut meleleh dari bibirku. Ia sedang mencoba bermain dengan
lidahku yang kaku. Ini adalah pertama kalinya Aku merasakan ciuman. Dan Ciuman
pertamaku dengan seorang Vampire?! Kedua tangan ku berusaha mendorong tubuh Jin
yang sepertinya salah paham akan diriku. “Henn—mph!Hentikanssshh—” Ia terdorong
sempurna menjauhiku. Nafasku benar-benar habis karena ulahnya.
“Jimin?”
“aku
yakin kau salah mengenaliku. Aku bukan Jiminmu yang dulu, Jiminmu yang dulu
adalah hal-beojiku. Dan Ia sudah mati 50 tahun yang lalu. Dengarkan
penjelasanku dengan tidak menciumku seenaknya! Dasar Vampire Mesum!” Aku
mengelap bibirku yang sudah tersentuh.
“Mati?
50 tahun yang lalu?” Rasanya tidak enak membicarakan hal yang akan
menyakitinya. Sebisa mungkin aku mendekati Jin, yang masih kebingungan dengan
ucapanku. “Apa yang kau bicarakan Jimin-ah? Kau tidak ingat janjimu—”
Flashback On
“Nde. Gwenchana. Apa kau akan pulang
sekarang?” wajah kecewa terlihat dari wajah serta suara Jimin yang bergetar.
“Aku akan kembali jika kau
menginginkannya”
“Aku ingin!”
“kalau begitu tunggu aku”
Flashback Off
“Mianhe.
Aku tidak memiliki ingatan itu, karena itu ingatanmu dengan hal-beojiku. 50
tahun dia selalu menunggumu. Tapi kau tidak pernah hadir lagi setelah
kepergianmu. Eommaku mengatakan padaku bahwa Hal-beoji terus termenung dan
bernyanyi setiap pagi buta berharap kau mendengarnya. Dan namaku sama seperti
hal-beoji karena Ia berharap masih bisa menepati janjinya lewat diriku untuk
bertemu lagi denganmu”
“apa
yang kau bicarakan sebenarnya! Park Jimin itu adalah kau! Aku yakin tidak salah
mengenali bau—” Jin menangkap tubuhku dan mencium seluruh bagian tubuhku
termasuk leherku, aku berharap Ia tidak membunuhku dengan menghisap seperti
nyamuk. Aku berjanji akan memukulnya jika Ia melakukannya. tapi setelah
memastikan bauku dan bau hal-beojiku berbeda, Iapun melepaskanku. Untuk pertama
kalinya aku menatap sosok Iblis yang meneteskan air matanya. Rasa kehilangan
kini dirasakan Jin saat aku ceritakan kematian Hal-beojiku yang begitu setia
menunggunya. “aku.. aku tidak percaya meninggalkannya hanya sebentar tapi..”
“Jin-sshi
kau tau kan Dimensi manusia dan Iblis berbeda? Aku membaca itu dibuku, dan aku
yakin itu alasan kenapa bangsa Vampire sepertimu bisa ber-usia panjang hingga
ratusan tahun lamanya dibumi. Kau menyesuaikan masanya di Dimensimu. Berbeda
dengan manusia sepertiku yang akan mati pastinya seiring waku berjalan”
.....”aku
tidak percaya, Jiminku—Jiminku!”
Entah
dari mana keberanianku datang. Tapi sepertinya aku ingin menenangkan Jin, aku
tidak ingin kesedihan terus menyayat hatinya yang begitu kehilangan hal-beoji.
Pelukan hangat tidak sadar kuberikan dan aku tau Jin telah membalas pelukan
yang aku berikan padanya. Malam itu aku bercerita banyak tentang alasan, kenapa
namaku, wajahku, serta sifatku mirip dengan hal-beoji. Aku pun awalnya tidak
tau harus memulai dari mana. Ini bukanlah renkarnasi. Aku tidak percaya hal
seperti itu. aku hanya bisa menjawab dari semua pertanyaan Jin, “ini hanya
kebetulan. Hal-beoji dan aku hanya mirip secara kebetulan”
“Aniyo!
Aku yakin ada arti dari kemiripan semua ini! kau tidak hanya mirip disatu
titik. Kau mirip disemuanya, kecuali bau manis darahmu. Aku mencium bau darah
manis Jimin yang kental bercampur darah aslimu. Jimin menginginkan pertemuan
ini terjadi, karena kau adalah renkarnasi darinya!”
“jangan
bercanda—, maksudku aku sama sekali tidak mengerti akan hal itu. lalu apa aku
sekarang harus mempercayainya? Apa kau ingin aku menjalin hubungan denganmu!?
begitu? Ani. Ani. Ani. Aku normal. Aku menyukai yeoja!” tanpa disangka aku
merasakan Jin memegang tengkukku dan mendorong wajahku dari belakang untuk
menemui wajahnya lebih dekat. “Apa—?”
“buka
hatimu yang sebenarnya Jimin-ah! Aku yakin sekarang kau sedang tertidur didalam
sana!” teriakan Jin semakin membuatku muak, karena Ia sama sekali tidak mau
mengerti dengan cerita yang telah kusampaikan. Perlakuannya semakin memaksakan
kehendaknya. Aku tidak terima, lalu memukulnya keras. Ia pun membuang mukanya
setelah menerima pukulan dariku dan pergi meninggalkan Kostan yang dulunya
ditinggali hal-beojiku. Aku semakin tidak paham alasan apa yang hal-beoji
inginkan atas pertemuanku dengan Jin. apa ada maksud dari ini semua?
Belum
lama kepergian Jin, kaca jendela kamarku pecah. Aku kedatangan tamu yang mirip
dengan Jin. seorang Vampire dengan mata merah serta taring sedang berdiri
diambang pintu jendela kamarku. Ia mendekatiku, “aku mencium keberadaan yang
tak asing disini. Lalu apa kau telah bertemu dengannya? apa kau telah bertemu
dengan kekasihmu?” tanyanya padaku.
“Jin”
bisikku takut saat Vampire itu melesat cepat mendekati leherku tapi kedatangan
Jin meredam semuanya. Ia melindungiku dengan menutup pandanganku menggunakan
Jubah Vampirenya. Aku tidak dapat mendengar apapun. Aroma ini. aku nyaman
berada didekat Jin. tapi kenapa? Apa aku tidak normal sama seperti hal-beojiku?
Kesalahan hal-beoji seharusnya tidak aku ulangi. Merasa nyaman dengan bangsa
Vampire terlebih lagi Ia seorang Namja. tubuhku terus bergerak mengikuti Jin
yang mungkin sedang bertarung diluar Jubah ini. Ia melindungiku mungkin hanya
karena Ia menganggap aku adalah renkarnasi hal-beojiku. Mencoba untuk tidak
memikirkan apapun, aku memejamkan mataku.
Detik
jam mulai terdengar normal.
Tidak
ada suara bising dan pergerakan lagi. Aku membuka kedua mataku secara perlahan.
Dan......
“Jin-sshi?”
Tidak ada orang lain selain aku dikamar. Jendela yang tadinya pecah utuh
kembali. Langit malam belum beranjak meninggalkan tempatnya. Dan aku sepertinya
mulai menjalani kehidupan yang aneh saat menemukan rasa manis pada bibirku yang
dingin meleleh layaknya eskrim. Jantungku berdetak tak beraturan. Yang aku
inginkan hanyalah kau tidak muncul lagi dalam hidupku. Kau tidak datang lagi
setelah mengetahui bahwa manusia yang kau cintai bukanlah aku. Tetaplah pada
duniamu disana dan aku berharap, kedua mataku ini tidak melihatmu lagi.
[
Keesokannya ]
Suhu
dingin kota Seoul sepertinya sudah pada puncaknya. Bahkan jaket yang aku tebali
berlapis-lapis tidak dapat mengusir udara dingin yang mendekat. Embun terus
bermunculan setiap aku menghembuskan nafasku. Membuat pandangan ku terganggu
akibat kepulan nafas yang menumpuk di dekat pelupuk mata. Aku menunggu kereta
distation, tapi sepertinya Kereta yang akan membawaku kesekolah mengalami
keterlambatan akibat rel yang tertutupi salju. “jika begini terus aku bisa
terlambat kesekolah” tidak ingin menunggu waktu lama. Aku beranjak pergi
meninggalkan station dan memilih jalur menggunakan bus sekolah. Angin berteriup
mengelilingi tempatku berdiri. Ada perasaan aneh yang menganggap angin ini
adalah ulah seseorang yang tidak pernah pergi menjauhiku. Aku yang akan
menyebrangi jalan untuk menuju halte bus sekolah, tidak sengaja terpleset
karena jalanan licin. Dan yang aku kejutkan untuk pertama kali sosok Vampire
muncul di Siang hari menolongku agar tidak jatuh. Menghentikan waktu dimana
sebuah mobil siap menabarakku. Mata merahnya berubah menjadi Coklat, taringnya
pun juga tidak dimilikinya. Bahkan penampilannya sudah terlihat persis dengan
manusia. Tapi bagaimana bisa, Ia hidup disiang hari? setelah semua kupastikan
agar aku tidak salah dalam mengenali orang. Suaranya membuyarkan lamunanku akan
dirinya.
“apa
kau merindukanku Jiminnie?” Katanya sambil mengedipkan matanya kearahku.
“NDEE?!!Ji...Jiminnie!”
teriakku kaget saat nama panggilanku berubah menjadi Minnie? Apa yang Vampire
ini fikirkan. Ia menyekapku masuk kedalam Jubahnya secara agresif, dan saat
dibukannya kembali Jubah itu. keberadaanku berubah menjadi terbang diatas awan dalam
dekapannya. “Apa—!!Apaa—Apa yang kau lakukan!!turun—! TURUNKAN AKU SEULKI!”
Dalam
pemberontakanku, Aku tidak sengaja melepaskan Jubah Vampire yang dikenakan Jin.
secara perlahan keseimbangan Jin menghilang kamipun terjatuh dari ketinggian
yang dapat membuat tulang manusia ku hancur berkeping-keping “APA YANG KAU
LAKUKAN MINNIE! AIGOOOAAGHHH~!!” dengan sedikit bantuan dari sihir Jin, kamipun
mendarat dengan selamat disalah satu kolam taman. Aku dan Jin basah kuyub
sekarang. “bagaimana bisa kau menarik lepas Jubahku!?HAH! apa kau tidak tau itu
adalah pakaian terbangku. Semua Vampire memakainya bukan hanya accessories yang
dimainkan dalam sebuah Film! Aish! Jika kau menariknya dan melepaskan itu, kau
tidak hanya membunuhku tapi kau membunuh dirimu sendiri” bentaknya marah
padaku.
“YAAK!
Salahmu sendiri tiba-tiba membawaku terbang! Lagipula kau bukankah punya sihir,
kenapa kau tidak menggunakan sihirmu untuk penyelamatan!”
“apa
menurutmu ini bukan sihir yang kugunakan!? Apa menurutmu kita selamat tidak
menggunakan sihir—tunggu!” Jin menarik wajahku dan seperti sedang menebak-nebak
akan hal sesuatu.
Flashback On
“kau bukankah takut padaku?”
“Aku sangat takut padamu. Tapi aku tidak
bisa melihat seseorang meringis kesakitan didepan mataku”
Aku tersenyum dan membalas pengobatannya
dengan mengobati luka dijarinya, “Apa yang—”
“Diam saja. aku juga bisa mengobatimu”
.
‘kau bisa sihir? Kau keren sekali’.
Flashback Off
“bagaimana
bisa kau mengetahui aku bisa sihir?! Tidak ada Vampire ataupun Iblis yang
memiliki sihir selain mereka yang terpilih untuk mengawal kerajaan kegelapan.
Bagaimana bisa kau tau aku memiliki sihir” Ia menggoyangkan tubuhku agar aku
cepat menjawab dari pertanyaanya. Aku pun sendiri bingung darimana bisa aku
berfikiran tentang hal itu. apa ini hanya kebetulan atau memang aku mengetahui
sesuatu. “sudah aku yakinkan padamu! Kau renkarnasi—”
“DIAAAMM!”
aku sudah muak dengan Vampire didepanku ini, Ia selalu mengatakan bahwa aku
adalah hal-beojiku. Aku adalah Renkarnasi darinya. Membuat kepalaku pusing dan
hampir meledak setiap memikirkannya. “berhenti mengatakan hal yang tidak
kupercayai! Aku sudah katakan aku bukan hal-beojiku! Aku bukan orang yang kau
cintai! Jadi mengertilah untuk berhenti muncul—hmp!” dengan lancang bibirnya
kembali melewati rongga mulutku. Aku tidak mengerti apa yang terjadi pada
tubuhku, seolah-olah ini pernah terjadi sebelumnya. aku hanyut akan
permainannya. Tubuhku yang awalnya menolak kini mulai menerima setiap sentuhan yang
dilakukan Vampire mesum ini terhadapku. Suhu dingin berubah menjadi hangat
berada didekatnya, dan entah sejak kapan kami berpindah kesebuah kamar bergaya
Vampire. Aku sama sekali tidak menolak untuk Jin cumbu, tapi kenapa? Pakaianku
yang dilepaskannya satu persatu mulai jatuh berserakan dilantai. Dan batas
kenormalan ku sudah menghilang pergi entah kemana. Aku menginginkannya. Apa
yang ku inginkan? Aku tidak tau. Yang pasti apakah ini yang hal-beojiku
inginkan?!
“Jiminnie...
aku mencintaimu” kata-kata itu terdengar bukan untukku. Pelukan Jin aku
lepaskan dari tubuhku, dan menjauh keujung ranjang dengan selimut menutupi
setengah bagian atasku. Aku merasa ada yang aneh, tidak seharusnya kau
melakukan ini dengan Jin. “Jiminnie ada apa?” tanya terdengar kecewa.
“tidak
seharusnya kau mengatakan itu padaku, aku bukanlah hal-beoji..aku..aku tidak
bisa melakukan ini denganmu...” rasanya aku menyesal telah melakukan
pengkhianatan atas hal-beojiku. Jin mengacak rambutku mengerti dengan
pernyataanku. Ia kini duduk membelakangiku ditepi ranjang. Kami membisu selama
beberapa saat.
“aku
berfikir akan bertemu dengannya setelah urusanku di dimensi Vampire selesai,
keputusanku kembali cepat karena Jimin-ah ku menjadi incaran para bangsaku
karena mereka menganggap aku tidak akan pernah bisa menyatu dengan manusia.
Mereka mencoba mengatur rencana untuk membunuh Jimin-ah, maka dari itu aku
datang lagi kebumi dengan jarak yang tidak sebentar dari dimensiku namun jarak
yang cukup panjang dalam penantian Jimin-ah ku didunia manusia. Aku sama sekali
tidak mengerti saat kau mengatakan jika dirimu bukanlah Jimin-ah. Aku sangat...
sangat benci pada diriku sendiri. Mengapa aku harus meninggalkannya pada waktu
itu. setidaknya aku memiliki waktu yang banyak dengannya jika aku tau akan
terjadi seperti ini”
“Jin-sshi”
“AKU
MEMANG BODOH! Aku berniat melindunginya padahal aku tau manusia setiap saat
pasti akan ada kemungkinan untuk mati. dan yang aku percayai sekarang hanyalah
dirimu yang telah berengkarnasi seperti ini, kau berhalusnasi akan dirimu yang
telah mati. padahal yang aku yakini kau adalah Jimin-ahku yang dulu. Kau
dengannya sama saja. Jimin-ah dan Jiminnie. Aku hanya memiliki 2 nama itu yang
dapat aku bedakan untuk membuatmu tau bahwa aku mengerti. Kau tidak menganggap
dirimu sebagai Jimin-ah tapi aku yakin kau adalah Jimin-ah. Maka itu aku
menciptakan nama baru mu dengan panggilan Jiminnie. Untuk kita memulai hal yang
baru dari pertemuan baru kita”
Jin
membalikan badannya dan menggeser duduknya kearahku, “Jiminnie dan Jimin-ah..
siapapun kau, aku mencintaimu” bibir itu kembali menemui bibirku. Aku tidak
ingin melepaskannya lagi, mencoba membalas setiap perlakuan yang diberikannya
terhadapku. Dan pada malam itupun entah siapa diriku, yang aku tau... aku
memiliki Vampire mesum bernama Kim Seok Jin.
Note :
sequel yang aku buat ini mengalir begitu saja, jadi maaf jika berselit keanehan. aku bukanlah Author handal yang dapat menulis dengan baik dan benar. aku hanya menyalurkan ide ceritaku dengan cast yang kusukai walaupun dalam gendre (Boys Love). aku menyukai orang yang mengkritikku dengan baik. karena aku sangat haus akan pujian seseorang. #JinminShipper #Jin #Jimin #Jinminbts #BTS SOOO...! jangan ragu untuk meng-kritikku yaa.. karena itu akan menjadi perbaikan dalam penulisanku ^_^ saranghaeyo! BTSFighting!


Comments
Post a Comment