Devil Without You Chapter 1
BLOOD SWEAT & TEARS
SPRING DAY
NOT TODAY
BEGIN
LIE
STIGMA
FIRST LOVE
REFLECTION
MAMA
AWAKE
.
#jinmin #vmin #jinkook #vkook #nammin #hopemin #hopekook #jinyoon #namgi
#jinmin #vmin #jinkook #vkook #nammin #hopemin #hopekook #jinyoon #namgi
.
Di malam hari beberapa ekor burung gagak
mendatangi jendela Apartemen dimana Jimin dan Taehyung tinggal. Mengetuk pelan
dengan paruh. Dan membangunkan Taehyung yang sedang tidur memeluk Jimin. Secara
perlahan Taehyung bergerak. Meninggalkan tempat tidur untuk mendatangi beberapa
burung gagak yang memang sengaja mampir untuknya. Ia tidak ingin di ganggu, dan
Ia benci kalau di usik. Taehyung memperingati setiap burung gagak yang datang
untuk segera pergi dengan kedua matanya yang berubah menjadi merah darah.
Menyala dalam kegelapan. Dan mengeluarkan aura kegelapan yang kuat. Mengerti
akan amarah yang dikeluarkan Taehyung, mengharuskan seluruh burung gagak itu
berhamburan terbang menjauhi Apartemen.
Taehyung mengatur emosi agar bisa berada disamping Jimin dengan tetap
menjadi manusia. Ia masuk kedalam kamar setelah melepaskan kemarahan atas tamu
yang tidak diundang. Saat menutup Jendela Apartemen Ia menemukan Jimin yang
ikut terbangun. Pandangan nya ketakutan dengan apa yang dilihat. Satu langkah
Taehyung memberikan satu langkah Jimin menjauhi. “Jiminnie?” suara Taehyung
berat terdengar.
“hyung?” sepertinya Taehyung mengerti bahwa
Jimin telah mengetahui apa yang tidak seharusnya diketahui. Dengan pergerakan
tidak terlihat Taehyung tepat berada di hadapan Jimin, sangat dekat.
Menempelkan satu tangan pada jantung Jimin yang memberikan detakan terakhir
akan kehidupan namja manis itu. Bola mata Jimin berubah menjadi abu-abu seperti
boneka tidak berdaya. “Selamat tidur Jiminnie” Kata Taehyung ketika tubuh Jimin
terkulai. Ia meletakan Jimin secara perlahan ketempat tidur. Merapihkan selimut
Jimin dan tidur seperti sebelumnya.
******
[
DEVIL WITHOUT YOU ]
.
,
[
Chapter 1 ]
.
Seorang namja dengan tubuh besar dan memiliki postur yang
sangat bagus sedang mempersiapkan diri untuk pergi ke sekolah. Hari ini adalah
hari Ia akan melaksanakan Studytour. Akan sangat merepotkan bila harus
berjalan-jalan di sebuah Museum yang tidak memiliki daya tarik dan yang paling
membosankan baginya. Teh hangat telah tersedia di meja kamar. Namja itu
mencicipi sedikit setelah selesai memakai seragam Bangtan Highschool. Maid di
kediaman Ia panggil dan dengan cepat mereka datang. “aku akan pergi ke sekolah
dan sepertinya akan pulang malam karena ada Studytour. Kalau namjoon datang ke
kamarku, katakan padanya aku tidak ingin kamarku dikotorinya”
“baik tuan Seok Jin” ucap beberapa maid yang hadir secara
bersamaan.
Saat memastikan barang bawaan telah siap. Ia mengambil kunci
mobil dan meninggalkan kamar agar bisa dibereskan. Langkahnya cukup santai.
Memberikan senyuman pada setiap maid yang membungkuk memberikan hormat. Menatap
arloji dan menancapkan pedal gas pergi ke sekolah. Tidak lupa Ia menghubungi
seseorang yang terpenting dalam hidupnya. Namun yang di hubungi tidaklah
merespon. Kecewa? Tentu itu akan membuat namja itu semakin malas menjalani
aktivitasnya.
Sesampainya di sekolah, Mobil Ia parkirkan dan menghampiri
Seonsaengnim yang memberikan lembaran kertas sebagai syarat dalam Studytour
kali ini. Sedikit peringatan di arahkan pada Jin, “Seok Jin kau jangan sering
terpisah dari rombongan dan jangan lupa dikerjakan apa yang menjadi syarat
Sturdytour” jelas Seonsaengnim.
Senyuman Jin berikan tanpa membalas. Siapa yang tidak kenal
Jin? Namja yang begitu pemalas, dan hanya memikirkan cinta. Memang sangat
beruntung bila menjadi kekasih Jin. Karena Ia hanya akan memprioritaskan
seseorang yang terpenting dalam hidup. Mereka mengenal Jin cuek, malas, tidak
perduli akan nilai, arogan, suka membolos, buruk dalam bersikap. Tetapi
semenjak memiliki kekasih yang mengerti akan kehidupannya, Jin sedikit demi
sedikit berubah menjadi seseorang yang lebih baik. Dan Seonsaengnim tau hal
itu. Walaupun begitu Jin tetap membutuhkan support dari orang sekitar tidak
hanya dari kekasihnya.
Sebuah pelukan diberikan namja cantik yang sudah mengincar
Jin semenjak masuk sekolah tahun pertama. Namanya Min Yoongi. Ia begitu baik
terhadap Jin. Bagaimana tidak? Yoongi sangat menyukai namja menyebalkan satu
ini. Sangat sakit ketika mengetahui bahwa Jin telah memiliki kekasih. Walaupun
seperti itu, Yoongi tetap ingin menjadi teman untuk Jin. Kali saja ada
kesempatan atau runtuhnya hubungan Jin dengan kekasihnya sehingga Yoongi dapat
masuk ke dalam hati Jin. “kau di bus berapa Jin?” Tanya nya dengan senyuman
manja.
“aku di bus ke-empat. Bagaimana denganmu Yoongi?”
“aku juga di bus empat, perlihatkan nomor bangkumu!” Yoongi
menarik selembar kertas yang dipegang Jin untuk mengetahui bangku namja tampan
itu. Saat memastikan bangku mereka berada berdampingan, Yoongi melompat kesenangan
dan kembali memeluk Jin. “wahh! Aku tidak percaya kau akan sebangku denganku!
Itu berarti kau sekelompok denganku. Itu yang dikatakan Seonsaengnim saat
upacara”
“upacara? Memang ada?”
“Aish! Kau itu! Makanya jangan pacaran terus. Setidaknya pikirkan
masa depanmu. Dan karena kita sekelompok kau harus selalu bersamaku dan
mencatat apa yang nanti dijelaskan. Jangan hanya diam, kau mengerti” Yoongi
menegaskan perintah seolah-olah dirinya seorang pimpinan.
“baik kapten” balas Jin dengan canda. Jin yang Yoongi kenali
begitu ramah dan perhatian padanya. Semakin memperkuat perasaan suka Yoongi
terhadap Jin. Seandainya kekasih Jin tidak pernah ada. Mungkin Yoongi sudah
bahagia berada di lengan Jin yang terlihat hangat dalam dekapan. “hey! Yoongi
bus akan berangkat, ayo” suara Jin menyadarkan Yoongi yang sejenak melamun
memikirkan tubuh besar Jin. Dengan sedikit berlari Yoongi mengejar Jin dan
masuk ke dalam bus empat yang menjadi bus keberangkatan mereka.
Dalam perjalanan dari sekolah menuju Museum. Suasana cuaca
berganti, tetesan air hujan mulai membasahi setiap jalanan kota Seoul. Embun
pun mulai menutupi setiap kaca-kaca mobil. Jin menjadikan embun tersebut sebuah
mainan dengan memberikan hembusan nafas, dan mengukir hati di sana. Menulis
namanya dengan nama kekasih yang Ia cintai. Senyuman tampan itu tidak berhenti
terukir setiap kali Jin mengingat namja cantik yang masih tidak menghubunginya. Ia membuka
ponselnya kembali. Mencoba menghubungi nomor yang masih tidak aktif. “kau
kemana sih” bisik Jin kesal.
Museum telah terlihat di depan mata para murid Bangtan
Highschool. Jin membangunkan Yoongi yang tidur dengan earphone terpasang
dikedua telinganya. “kita sudah sampai?” kaget Yoongi.
“Nde. Kita sudah sampai putri tidur”
mendengar sindiran, Jin mendapatkan pukulan pelan dari Yoongi
yang masih berusaha membuka kedua matanya yang ngantuk. Semua murid mendapatkan
pemberitahuan dari Seonsaengnim agar tidak ada yang terpisah dari rombongan dan
mengikuti setiap aturan yang berlaku. Setelah selesai dengan informasi beberapa
tour guide diperkenalkan. Seluruh murid diminta untuk tetap selalu mengikuti
setiap perjalanannya dan mencatat apa saja yang dijelaskan. Yoongi memandang
kearah Jin yang tidak sadar sedang menguap. “Aish, belum mulai masuk ke museum
kau sudah menguap seperti itu. Makanya tadi itu dalam perjalanan kau harus
menikmati dengan istirahat bukan mengukir namamu dengan kekasihmu dijendela”
ledek Yoongi.
“Aish! Aku akan tetap melaksanakan tugasku, kau tidak perlu
mengkhawatirkanku” ucapnya dengan merangkul Yoongi yang lebih pendek darinya.
Mereka pun memulai perjalanan memasuki museum.
“selamat datang di museum Cleo, kalian akan menemukan
lukisan-lukisan serta patung-patung yang dibuat secara artistic oleh para
seniman dari penjuru dunia…” ketika Tour guide telah mulai menjelaskan, Yoongi
membuka buku catatan. Seluk beluk dari museum begitu mengaggumkan, sehingga
Yoongi antusias mengikuti setiap penjelasan. Berbeda dengan Jin yang sibuk
memperhatikan benda-benda lain.
Tiba pada ruang tengah museum yang menjadi pusat atau jantung
museum tersebut. Terdapat patung cleo berbentuk manusia berukuran besar dengan
sayap hitam yang mengepak. “patung cleo ini konon katanya jelmaan dari seorang
Iblis yang di buang ke dunia, karena
telah berani mengubah waktu yang bukan menjadi tanggung jawab dari Iblis. Maka
penjaga waktu membelenggunya dengan wujud patung. Alasan Iblis ini mengubah
waktu merupakan salah satu Alasan yang tidak dapat diterima. Ataupun dapat
menyelamatkan Ia dari hukumannya. Menjalin hubungan dengan seorang manusia, dan
berpura-pura menjadi salah satu manusia diantara kita” penjelasan Tour guide
itupun terpotong dengan sebuah pertanyaan dari salah satu murid.
“apakah belenggunya dapat terlepas? Kalau pun bisa terlepas
bagaimana caranya?” serontak seluruh murid itu pun bersorak.
“apa kah kau akan melepaskan belenggu itu bila mengetahui
caranya” murid lain menimpali dengan teriakan. Mereka semua tertawa mendengar
ledekan-ledekan serta gurauan yang terjadi. Tour guide itu ikut tertawa dan kembali
menjelaskan, “itu adalah cerita yang sudah sangat lama, dalam buku sejarah
Museum Cleo pada bagian terakhir dikatakan kutukan itu bisa terlepas namun
kelanjutan buku itu terbakar tanpa sebuah alasan. Atau mungkin memang sudah
sangat lama, kami kurang mengetahui arti hilangnya kelanjutan pada buku sejarah
museum Cleo. Jadi tidak ada yang tau
cara melepaskan kutukan itu”
Jin dengan nada tidak tertarik menyeletuk, “cerita itu hanya
sebuah fiction, di zaman modern seperti ini bagaimana bisa mempercayai hal
seperti itu. Tidak ada yang namanya Iblis, hantu, ataupun monster” perkataan
Jin menjadi sorotan seluruh teman-temannya.
Tour guide itu tersenyum, dan melanjutkan Tournya kembali.
******
Sebuah bus dari sekolah lain tiba di Museum Cleo. Para murid
Bighit School turun dengan kondisi hujan yang deras. Petir terus terdengar
mengagetkan kedua namja yang bersahabat sudah sangat lama. “Jungkook-ah kita
harus turun, kalau tidak nanti seonsaengnim khawatir kita tidak berada disana”
seorang namja manis mencoba menenangkan sahabatnya yang bersumbunyi dibalik
punggung karena ketakutan.
“aku tidak ingin turun. Aku takut tersambar petir, kau tidak
dengar Jiminnie? Petirnya besar-besar sekali”
“tapi bagaimana kita mengikuti Studytour dan mendapatkan
nilai jika tidak masuk kedalam?” Jimin mengingatkan akan tugas yang
seonsaengnim berikan, “lagi pula kalau kita sudah berada di dalam museum. Aku
yakin tidak akan terdengar suara petir lagi. Dan mungkin saja selesai studytour
hujan telah berhenti. Sekarang gunakan mantelmu dan lindungi kepalamu agar
tidak terkena hujan. Kau mengerti?” lanjut Jimin memberikan sedikit perhatian.
Jungkook mengikuti Jimin dari belakang menuju Museum. Dengan perasaan masih
takut, Ia terus mengenggam mantel yang dikenakan Jimin. Sesampainya pada pintu
masuk tidak ada seonsaengnim serta teman-teman yang lainnya disana. Mereka
berfikir bahwa rombongan telah lebih dulu memasuki Museum.
“kita sepertinya sudah ketinggalan jauh dengan rombongan? Ayo
cari mereka” Jimin menggandeng Jungkook agar tidak terpisah sendirian. Mereka
tidak menyangka, Museum ini sangat tenang dan sunyi. Mungkinkah hanya sekolah
mereka yang mengunjunginya? Jungkook memperhatikan setiap lukisan yang Indah.
Sedangkan Jimin menyukai pahatan dari patung yang terdapat di museum tersebut.
“bagaimana mungkin Museum ini sepi, Padahal lukisan dan patungnya terlihat di
buat dari tangan-tangan orang professional. Benar kan Jiminnie?”
“Nde” singkat Jimin.
Masih dengan pencarian mereka pada rombongan Bighit School.
Jimin dan Jungkook memasuki ruangan yang begitu besar dan mungkin berada di
bagian tengah dari perjalanan mereka. Patung yang besar dengan sayap mengepak
menjadi perhatian kedua namja tersebut. Jungkook membuka mulutnya lebar, “besar
sekali” ucapnya.
Berbeda dengan Jimin yang seakan-akan takut dengan patung
besar itu. Ia terus memundurkan diri, menjaga jarak sejauh mungkin agar tidak
berada dekat dengan patung yang seperti siap menangkapnya. “bukankah dia
seperti malaikat Jiminnie?” Jungkook bertanya kepada Jimin yang tidak berniat
mendekatinya. “kau kenapa?”
Jimin tidak bisa mengatakan apa-apa tentang alasan rasa takut
yang dirasakan, tanpa bertanya lagi Jungkook menarik tangan Jimin, dan mengajak
namja manis itu melihat lebih dekat. Tapi tepisan kasar Jimin berikan tanpa
sadar. “Jiminnie?” Jungkook kaget mendapatkan reaksi Jimin.
“Mian.. Jeongmal Mian, sebaiknya kita pergi dari sini. Kita
tidak bisa—”
.
.
"Park Jimin"
.
.
sebuah suara terdengar memanggil nama Jimin. tetapi tidak ada
orang lain yang berada disana selain dirinya dan Jungkook. “Apa kau memanggilku
Jungkookie?” Jimin meyakinkan bahwa seseorang yang memanggilnya adalah Jungkook.
“aku memanggilmu? Kau melihat mulutku bergerak atau tidak?
Aku kan sedang mendengarkan kau bicara…dan” Jungkook mulai merapatkan diri
dengan Jimin, “jangan membuatku takut Jiminnie, aku tidak mendengar suara
siapa-siapa disekitar sini. Apalagi memanggil namamu” mengeratkan pegangan pada
lengan Jimin. berusaha untuk menenangkan diri dan meyakinkan bahwa Ia tidak lah
sendiri. “sebaiknya kita pergi” pinta Jungkook pada Jimin yang masih
memperhatikan sekitar.
“Nde. Sebaiknya kita pergi”
jimin dan Jungkook mulai berjalan meninggalkan ruangan tengah
Museum. Dan bersyukur mereka berdua menemukan rombongan Bighit School berada di
ruangan selanjutnya. Menghampiri seonsaengnim, serta menjelaskan apa yang
menjadi keterlambatan mereka datang. Awalnya wajah Seonsaengnim terlihat marah,
tapi Aegyo Jimin dan Jungkook meredamkan hal tersebut. Mereka pun di izinkan
untuk mengikuti tour.
Setelah Studytour berakhir, para murid di izinkan untuk
mengelilingi Museum selama sejam. Sesuai dengan jalan yang di arahkan para Tour
guide, mereka pun berusaha mengingat-ingat kemana mereka akan pergi berkelling.
Jimin dan Jungkook yang masih paranoid tentu tidak pergi meninggalkan tempat
teraman mereka. Berada di sisi Seonsaengnim menjadi salah satu pilihan
menghilangkan rasa takut keduanya. “apa yang kalian lakukan? Kenapa kalian tidak
pergi dengan yang lainnya? Bukankah kalian ketinggalan penjelasan dengan datang
terlambat?”
“kami masih takut Seonsaengnim” jawab Jungkook jujur.
“pergilah, lengkapi catatan kalian bersama teman-teman. Jika
kalian disini tidak akan mendapatkan apapun. Malah yang ada kalian kehilangan
nilai dengan tidak merangkum penjelasan dari Museum ini”
jimin menelan ludahnya dan menghadap kearah Jungkook,
“Seonsaengnim benar. Sebaiknya kita ikut teman-teman yang lain” Jimin menarik
Jungkook yang masih duduk. Mereka pergi dengan berharap temen-teman yang lain
tidak masuk ke ruang tengah Museum.
*****
lukisan dengan banyak warna dan gambar menjadi salah satu
perhatian Jin untuk dilihat. Ia tidak tau bagaimana bisa tertarik dengan hal
yang bersifat Museum sekarang ini. Tidak disengaja sedang asik memperhatikan
lukisan, suara seseorang yang Ia kenali terdengar dari belakang. Saat
diperhatikan dari belakang Jin yakin kalau itu adalah kekasihnya. “Jungkook-ah?”
panggil Jin. Sang pemilik nama menoleh dan terkejut mendapati Jin berada di
Museum yang sama dengan Studytournya. pelukan pun Jin terima dari sang kekasih.
“Jin-sshi!” teriaknya senang.
“kenapa kau tidak bisa dihubungi?” runtuk Jin pada Jungkook.
“Maaf, aku lupa membawa ponsel karena terlambat bangun untuk
Studytour. Dan aku tidak ingat nomormu jadi tidak bisa menghubungimu dengan
nomor temanku. Kau sendiri apa yang kau lakukan disini?”
“aku sama sepertimu, sedang melaksanakan Studytour. Jangan
membuatku khawatir terus-menerus chagiya” Jin menangkap wajah Jungkook yang
dirindukan. Mengelus-elus pipi lembut itu, dan di lepaskan saat suara lain
menyadarkan keberadaan mereka. Jungkook
yang melupakan Jimin menarik temannya itu. Memperkenalkan Jimin dengan Jin
kekasihnya. “Jiminnie kenalkan kekasihku, Kim Seok Jin” Jungkook menyatukan
tangan Jimin dengan Jin. Dan saat penyatuan itu dilakukan petir yang berada di
luar terdengar keras. Mereka bertiga menutup kuping bersamaan.
Mata Jin yang terpejam, terbuka secara perlahan. Yang pertama
kali Ia lihat adalah Jimin di hadapannya. Jantungnya berdetak tidak normal.
“apa yang terjadi denganku?” bisik Jin. Ia memperhatikan kedua namja mungil di
depan, berbicara namun tidak dapat Jin dengar. Pendengaran seakan rusak. Jin
berusaha memanggil kedua namja cantik itu, tapi suara pun tidak bisa keluar.
.
,
“apa yang terjadi denganku?”
To be Continue…
Jangan bosan ya membaca cerita ku yang mengikuti jejak dari BTS Comeback. sebelumnya Boy In Luv & BIL Season 2 telah tamat/berakhir. namun terselip ide untuk melanjutkan cerita itu dalam versi yang berbeda. dimana mengikuti perkembangan Comeback BTS maka cerita Jinmin ini terus berkelanjutan :)) masa Jinmin gabisa bersatu? setidak nya Vmin lah bersatu. >//< mumet mumet, BTS WINGS TOUR INA juga kepikiran bersamaan dengan skripsi. gimana dong(?) help.


Comments
Post a Comment