Devil Without You Chapter 5
“KAU HANYA AKAN MELUKAINYA!” mata merah itu
keluar saat Hoseok marah, namun hanya Jin yang dapat menangkap moment itu.
.
.
Chapter
5
.
.
Melompat dari jendela dan bertemu dengan
seseorang yang tidak Ia kenali. Berawal dari situlah ‘kisah’ dimulai,
“seharusnya jangan memulai jika kau memang belum melupakan kekasihmu” seperti
menasehati Jin. Wajah yang tidak bisa dilihat, hanya suara yang samar-samar
dapat dikenali.
.
Jin masuk kedalam lorong waktu lebih dalam
.
pada sebuah Apartemen Jin bertemu dengan
mantan kekasihnya, Ia bertengkar hebat. Alasan yang tidak masuk akal mengapa
Jungkook seperti pernah meninggalkannya. “apa kau tidak menanyakan alasan
mengapa aku meninggalkanmu?” teriakan itu terdengar menggema sangat kencang.
.
kepala Jin terasa ingin meledak. Ia tidak
bisa menerima mimpi ini lebih dari apa yang dilihat. “berikan aku kesempatan”
kedua namja itu bersamaan menggenggam tangan Jin.
[ Story at
Boy In Luv Jinmin Ver. Fanfic ]
Kedua mata tajam Jin terbuka lebar, ketika Ia tersadar telah
berada di kamar. Mengusap rambut kencang dengan keringat mengalir disetiap
lapisan tubuh kekarnya. Mengambil ponsel yang terletak di samping meja, lalu
menghubungi seseorang.
-Kim Namjoon Calling-
“yeoboseyo?
Seulki?kenapa kau menghubungiku malam-malam begini?”
Jin mengatur nafas sejenak, “kau sedang berada dimana? Kenapa
kau membawaku kerumah dan kemana Jimin?” Tanya Jin.
“haa?!! Apa yang kau
bicarakan?”
“tadi siang kita pergi ke Museum Cleo kan? Apa terjadi
sesuatu padaku sampai aku—”
“apa yang kau
bicarakan? Museum Cleo? Apa kau bermimpi tentangku?”
“Jangan bercanda Kim Namjoon!”
“yak! Aku tidak
mengerti apa yang kau bicarakan! Sejak pagi aku dikantor karena ada urusan
saham. Bahkan kau tidak pernah mengajakku ke Museum”
Ponsel yang berada pada genggaman Jin terbanting sudah.
Keanehan ini sudah tidak bisa Ia kendalikan lagi. “ARRGHHHHH!!” teriakan Jin
berhasil mendapatkan respon para Maid yang langsung mengetuk kamar majikannya
itu. Jin tidak menjawab apa-apa pada seseorang yang bertanya akan kondisi Ia
didalam.
Dalam kesedihan Jin yang meringkuk di pojok kamar. Chanyeol
datang tiba-tiba, menyadarkan Jin yang sebelumnya menutupi seluruh wajah kesal.
“kau terlihat begitu menyedihkan, Kim Seok Jin” suara itu berhasil mengejutkan
Jin.
“kau!?” Ia ingat bahwa namja yang kini berada dikamarnya,
adalah namja yang mengikuti Jimin beberapa kali. “darimana kau masuk!? Kenapa
kau bisa masuk kekamarku!!”
“kau tidak perlu mempermasalahkan darimana aku masuk. Cukup
kau menjadi seseorang yang mau mendengarkanku maka hidup mu akan kembali normal
seperti sedia kala, kau menginginkan hal itu bukan?”
Jin masih diam. Chanyeol duduk di pinggir ranjang Jin beristirahat.
“apa kau bukan manusia?” Tanya Jin.
“Nde. Aku bukan seorang manusia, setelah hal ini selesai aku
akan menghapus ingatanmu tentang keanehan yang terjadi termasuk aku. Bantu aku,
bantu aku untuk membawa Jimin”
“Jimin?”
“apa kau akan mempercayainya atau tidak, tapi nasib alam ini
sekarang dipegang Jimin. itu alasan mengapa aku sampai sekarang berusaha
membawa Jimin tapi kau malah menghalangiku. Kau sama aja membantu Iblis
memenangkan pertarungan ini Kim Seok Jin” Chanyeol melirik kearah Jin sejenak,
“hidupmu sedang dipermainkan Lucifer”
“Lucifer?”
“ah sebelumnya aku ingin memperkenalkan diri, namaku Park
Chanyeol utusan penjaga waktu yang ditugaskan melenyapkan namja bernama Park
Jimin. itu semua beralasan karena Jimin menjadi orang yang membuat Lucifer
pemimpin iblis buta akan cinta. Melakukan apapun demi mendapatkan cinta dari
anak manusia, itu adalah larangan hukum alam. Dan apabila Lucifer bebas dan
menjadikan Jimin yang manusia menjadi Iblis, itu akan membahayakan dunia kami.
Karena Manusia yang menjadi Iblis akan lebih ganas dibandingkan Lucifer itu
sendiri. Namun Lucifer tidak mau
mengakui hal itu, sampai Ia kami belenggu di Museum Cleo. Mungkin kau sudah
bertemu sebuah patung besar dengan sayap hitam? Itu adalah Lucifer pemimpin
Iblis.”
“aku tidak mengerti, ini konyol. Kenapa harus membawa kehidupan normalku!?” Jin tidak
terima.
“kau adalah belahan jiwa Jimin, di dunia lain kalian adalah
sepasang kekasih. Itu mungkin menjawab semua mimpi serta alasan mengapa kau
tidak bisa menghilangkan Jimin dari pikiranmu”
“dunia lain? Tapi aku kekasih Jungkook”
“tapi Jungkook meninggalkanmu di dunia dimana kau lebih
memilih Jimin menjadi pasangan hidupmu”
Jin membulatkan kedua bola mata, “meninggalkanku? Tapi
kenapa?”
“karena dia pergi ke Amerika tanpa memberikanmu kabar, itu
yang bisa kuberitahu untuk sekarang ini. Sekarang aku ingin kau membantuku
untuk membawa Jimin ke atas atap sekolah bighit. Maka semua akan kembali normal
seperti pertama kau menjalani hidupmu sebelumnya, kau mengerti?”
jentikan jari yang diarahkan Chanyeol pada wajah Jin,
menghilang keberadaannya. Kini Jin seperti bermimpi tapi Ia sadar masih dalam
keadaan membuka kedua matanya lebar. “aku tidak mengerti dengan semua ini”
.
“Jin-sshi tolong aku”
.
[ Bangtan Highschool ]
Yoongi memasuki perpustakaan sekolah yang telah selesai di
renovasi. Mencari buku Cleo yang membuat Jin penasaran sampai berbuat nekat. Ia
ingat dimana buku itu ditemukan. Dan saat mencari di barisan yang sama seperti
pertama kali jumpai buku itu, Yoongi menarik dan mulai membuka buku Cleo di
tempat. Buku Cleo tidak menampilkan cerita apapun, dan hanya sesuatu yang
sesuai dengan Tour katakan. ‘Tidak ada yang istimewa dalam buku yang aneh ini.
Lalu kenapa sangat sulit membawa buku ini keluar dari perpustakaan’ batin
Yoongi.
Namja aneh berkaca mata mulai memberikan jawaban pada
pertanyaan yang tidak Yoongi ucapkan. “itu karena hanya pemilik buku itu yang
bisa membawa buku pergi dari tempatnya. Dan kau bukanlah pemilik buku cleo”
jelas namja itu. Yoongi memperhatikan nametag yang terpasang diseragam itu,
‘Park chanyeol’. Chanyeol tersenyum pada Yoongi, “Nde. Namaku Park Chanyeol” .
Yoongi menutup mulutnya cukup kaget saat semua yang tidak Ia katakan dapat
diketahui Chanyeol. Ia berusaha mengosongkan pikiran agar tidak terbaca lagi
namja asing didepannya.
“percuma kau mengosongkan isi kepalamu itu, aku tetap akan
membaca isi hatimu. Kenapa kau begitu ingin membaca buku yang kau sendiri
takuti? Kau akan menyulitkan dirimu sendiri bila mengetahui rahasia di balik
museum cleo”
Yoongi mengerutkan kening, “apa maksudmu?”
“sebaiknya kau tidak mengetahui apapun dan menjalani hidupmu
yang sekarang. Atau kau akan mengundang iblis masuk kedalam hidupmu, serta
menghancurkan segalanya” Chanyeol mengambil buku cleo yang Yoongi pegang.
Meletakan pada tempat asal dan memandangi wajah cantik Yoongi yang terdiam.
“jangan menghilangkan rasa takutmu, karena rasa takutmu itu akan melindungimu”
yoongi menelan ludah, pergi berlalu meninggalkan
perpustakaan. Chanyeol masih dapat mencium aroma Yoongi yang harum. Entah
sepertinya Ia menyukai bau ini.
.
.
Usai sekolah, Jungkook merapihkan peralatan belajar untuk
bersiap pulang. Ia tidak sengaja memandang kesalah satu bangku kosong yang
tidak dihuni murid. Tidak tau apa yang Ia rasakan, hanya seakan pernah berbagi
cerita bersama dengan salah satu murid yang dikenal baik olehnya. Beberapa
teman Jungkook satu demi satu pergi meninggalkan kelas dengan berpamitan. Namun
Ia masih enggan meninggalkan kelas, dan masih focus pada bangku yang kosong
tersebut. “kenapa aku ingin menangis? Siapa yang kurindukan?” bangku itu
bertuliskan beberapa deret hangul. “Park Jimin sahabat Jungkook” Jungkook
mengulangi nama asing tersebut.
“Agh!” kepala itu terasa sakit lagi, darah segar mengalir
deras kali ini dari balik hidung. Jungkook lemas. Pandangan memburam. Dan tubuh
itu tidak dapat berdiri lebih lama. Jungkook jatuh pingsan tanpa diketahui
orang lain.
Sedikit merasakan sebuah gerakan pada tubuhnya yang seperti
digendong seseorang. Jungkook membuka mata pelan-pelan walaupun tidak jelas
setidaknya Ia ingin mengetahui siapa yang menolong. “kau siapa?” suara itu hampir tidak terdengar.
Seperti melayang dibawa terbang. Jungkook benar-benar tidak mampu lagi
memaksakan dirinya.
Tiba dirumah sakit, Jungkook ditinggalkan pada perawat yang
langsung menangani pasien. Sang penolong pergi meninggalkan Jungkook tanpa
berkomentar apa-apa selain ”selamatkan dia”.
Namja itu langsung beralih ke Museum Cleo untuk menemui
seseorang. Dan seorang yeoja telah menunggunya setia. Membuka buku Cleo yang
telah terkena percikan darah Kim Seok Jin. “ini adalah buku yang telah terkena
darah Kim Seok Jin, sebelumnya Ia datang untuk mengetahui tentang Museum ini
lebih dalam”
“jadi?”
“Hoseok Oppa, aku membantumu untuk menemukan cara membebaskan
Lucifer yang terbelenggu. Kenapa kau tidak berterimakasih padaku, aku
benar-benar menyesal” Shin Gyu mempoutkan bibirnya gemas. “aku tidak akan
memberi tahumu jika kau masih bersikap angkuh padaku”
“Lucifer adalah pemimpinmu juga, sebaiknya kau menjelaskan
dengan baik sekarang” jelas nya semakin cuek.
“aku mengerti. Baiklah!” kesalnya, “buku Cleo ternyata bisa
dibaca jika terkena darah Jin. Karena buku ini tercipta dari air mata Jimin,
mungkin mereka memang tidak bisa terpisahkan. Bahkan melarang Lucifer untuk
mengganggu hubungan mereka lagi, aku berfikir Lucifer harus lebih berusaha
untuk mendapatkan hati namja yang dicintainya itu.”
“Jimin hanya akan menjadi milik Lucifer”
“aku mengerti. Bagaimana sekarang?”
Hoseok menajamkan mata merah miliknya, “kita harus
mendapatkan darah Kim Seok Jin lebih cepat, dan meneteskan darah tersebut di
halaman terakhir” keduanya mengatur rencana untuk membangkitkan Lucifer.
.
[ Keesokan ]
Jin pergi ke sekolah bighit tempat Jungkook dan Jimin
menuntut ilmu seni. Ia tidak bisa mengalami hal ini lebih lama, tapi apakah
mungkin Chanyeol mengatakan kebenaran. Menjalin hubungan dengan Jimin? Oh
ayolah itu sangat sesuai dengan Jin rasakan. Isi hati tidak bisa menipu Jin. Ia
selalu ingin berada disamping Jimin, entah bagaimana. “Jin?” suara Jungkook
menyadarkan Jin yang melamun kebingungan. “sedang apa kau kesini chagi?! Ah! Kenapa kau tidak menghubungiku jika akan
kesini?!” Tanya Jungkook.
“aku ingin bertemu dengan Jimin, apa kau bisa mengajaknya menemuiku?”
“Jimin? siapa?” pertanyaan itu, meyakinkan keberadaan Jimin
telah menghilang seutuhnya. Bahkan Jungkook yang menjadi teman Jimin tidak
mengenali namja mungil yang Ia cari. “apa dia selingkuhanmu?!”
“apa kau serius tidak mengenal Jimin? dia teman yang kau
kenalkan di Museum Cleo padaku waktu itu”
“aku tidak mengenal Jimin, lagi pula kita hanya berdua waktu
itu. Aku kan tidak mengajak temanku saat menemuimu”
kedatangan Chanyeol dibelakang Jin, tidak dapat dilihat
Jungkook. “Iblis sudah menghapus keberadaan Jimin darinya” jelas Chanyeol. Jin
memandang kearah Chanyeol lalu bertanya, “apa yang harus kita lakukan?”
“kau bicara dengan siapa Jin-sshi?” Jungkook bingung. Ia
tidak dapat melihat Chanyeol berada disamping Jin.
“kita harus mencari Jimin secepat mungkin,” ucap Chanyeol
yang langsung menghilang.
Jin berpamitan pada Jungkook meninggalkan sekolah. Wajah
khawatir tercipta pada kepergian Jin yang mendadak. Namja tinggi itu pergi ke
kediaman Jimin yang pernah Ia kunjungi bersama Jungkook. Namun hanya ada tanah
kosong, dirumah yang mereka datangi sebelumnya. “apa ini? Aku masih ingat Jimin
tinggal disini dengan hyungnya”
“halusinasi, Ia membuat semua menjadi nyata. Hyung Jimin
bernama Jung Hoseok adalah bawahan Lucifer, Ia salah satu iblis yang ditugaskan
menjaga Jimin selama kebangkitan belum terjadi” Mata Chanyeol berubah biru
untuk mencari aura Jimin apakah berada disekitar mereka atau tidak. “ada
sesuatu dibawah tanah” membawa Jin masuk kedalam tanah, yang Ia sendiri tidak
menyayangka akan bisa melewati tanah dengan cara menghilang. Jin ataupun
Chanyeol menemukan, Jimin terbaring dengan tatapan kosong. Seperti tidak hidup.
“Park Jimin!” Jin berusaha mendekati Jimin namun terhalangi Hoseok yang
berusaha mencabik tubuh Jin dengan sabit Iblis. Untungnya Chanyeol sigap
menyelamatkan Jin.
.
“berani
sekali kalian datang ketempat ini”
Hoseok bicara.
dari
belakang Chanyeol muncul yeoja dengan tamparan keras diberikan pada pipi
chanyeol.
“tidak
seharusnya kalian masuk ke wilayah kami hi hi” ShinGyu
menegur.
Jin masih dapat mengingat baik,
Shin Gyu adalah Tourguide yang membantu Ia beberapa waktu lalu menjelaskan di
Museum. Hoseok menebak, Chanyeol telah memberi tahu tentang Jimin pada Jin. “sepertinya
kau menyalahi aturan dengan memberi tahu namja itu tentang siapa kau, dan
mempertemukan iblis pada manusia biasa. Kau mungkin akan dibelenggu nanti sama
seperti Lucifer”
“aku tidak perduli akan
terbelenggu atau tidak sekarang, setidaknya kalian tidak berbuat seenaknya
lebih dari ini” tantang Chanyeol. Sedikit berbisik kepada Jin untuk memberikan
arahan, “Jin bangunkan Jimin, panggil dia. Cintamu akan mengembalikan semua
keadaan seperti semula”
mendengar itu, Jin tidak
berfikir lama. Ia langsung melakukan tugasnya, “PARK JIMIN!! YAK! AKU MOHON SADAR—”
Hoseok yang tidak terima mulai mengejar Jin yang ditarik Chanyeol agar tidak
terluka karena sabitan. Shin Gyu memindahkan Jimin serta wadah Lucifer ketempat
lain yang tidak diketahui siapapun lagi.
Pertarungan pun Dimulai.
.
.
[ Sekolah Bangtan ]
Namjoon yang mencari keberadaan
Jin di sekolah tidak sengaja menabrak seseorang yang sangat putih. Tubuh yang
lebih kecil dari Namjoon itu terdorong kebelakang beberapa cm. ia memandang wajah Namjoon tidak suka, dan
melengos tanpa bicara apa-apa. Sergapan tangan menghentikan kepergian Namja
mungil itu, “Tunggu apa kau mengenal Kim Seok Jin?” sebuah nama yang sangat
Yoongi kenali.
“kau siapa? Dia teman
sekelasku” wajah dingin Yoongi berubah menjadi hangat.
“aku teman dekatnya. Aku tidak
bisa menghubungi namja itu, apa dia berada dikelasnya?”
“dia terkena hukuman untuk
tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar”
“dengan alasan?”
Tunggu? Alasan? Yoongi
mengingat alasan apa yang menyebabkan Jin dihukum. “aku.. aku tidak.. tau”
suara Yoongi pelan tidak terdengar. Halusinasi dengan bisikan kencang pada
telinganya terulang. Begitu banyak serangga keluar yang menyebabkan Yoongi
harus histeris. Itu sebuah halusinasi. Yoongi sadar hal itu tapi sangat
menakutkan. Elusan lembut Namjoon pada pipi putih Yoongi mengembalikan kesadaran.
“gwenchana?” khawatir Namjoon.
“Nde”
Yoongi mengatur nafasnya yang
tersengal-sengal. Ia tidak pernah melupakan hal apapun tentang Jin. Tapi ini
pertama kalinya Ia tidak mengingat alasan apa Jin dihukum. Ia memutuskan
mengajak Namjoon ke ruang Seonsaengnim untuk menanyakan hal aneh tersebut.
Namun Seonsaengnim tidak memberi tahu alasan apa Jin dikenai hukuman. Ini hal
yang aneh. “Seonsaengnim ayolah, aku sangat penasaran kenapa Jin sampai dikenai
hukuman?”
“sebaiknya kau pergi ke kelas.
Karena semua berkas hukuman para murid sedang tidak Seonsaengnim pegang. Semua
sedang diurus pihak atas untuk diberikan keringanan”
“Aku mengerti. Aku akan kembali
ke kelas” sesal Yoongi. Tidak membawa kabar menyenangkan kepada Namjoon.
Setidaknya ada perasaan menjanggal kedua namja itu ketika memandang satu dengan
yang lain. “apa kita pernah bertemu?” Tanya Namjoon mengejutkan Yoongi.
“Ani. Aku rasa tidak” ragu
Yoongi yang ikut merasakan hal sama.
…
[ Museum Cleo ]
Shin Gyu membawa tubuh Jimin
kedalam Museum untuk disembunyikan. Lucifer yang mengetahui hal itu meminta
Shin Gyu meletakan Jimin didekat Ia terbelenggu sementara waktu. Seseorang yang
Ia cintai tampak seperti boneka yang sedang tertidur manis menunggu
kepulangannya.
.
“jiminnie,
aku merindukanmu”
.
Aura hangat Shin Gyu rasakan
ketika Lucifer mengatakan hal yang sangat menyentuh. Cinta Lucifer begitu kuat
terhadap Jimin, rela melakukan apapun agar Jimin bisa Ia miliki.
“aku
tidak menginginkan apapun, selain dirimu. Aku mohon bantu aku untuk bisa
memilikimu jiminnie”
.
Angin ringan dengan kupu-kupu
hitam mengangkat tubuh Jimin untuk bisa Lucifer lihat lebih dekat. Seandainya
tangan itu bisa digerakan mungkin Lucifer langsung bisa melepas rindu dengan
memeluk Jimin. Shin Gyu memberi tahu alasan mengapa Ia membawa Jimin ke Museum,
Ia berharap Lucifer mau meminjamkan sedikti kekuatan padanya. “Penjaga waktu
menggunakan Jin untuk melawan anda, ia datang berusaha membangunkan Jimin
ketempat kami. itu alasan mengapa aku dan Hoseok oppa membawa Jimin ke Museum.
Lucifer berikan aku sedikit kekuatanmu untuk melukai Jin dan mendapatkan darah
namja itu. Dengan begitu cara untuk membebaskan mu dari belenggu dapat terbaca”
“darah
kim seok jin?”
.
“Nde. Buku Cleo tercipta dari air mata Jimin, dan dapat terbaca
dari darah Jin. Namun bisa anda hancurkan dengan keringat Iblis”
.
“aku
tidak akan menyerahkan jiminnie untuk kedua kalinya pada manusia itu. Tidak
akan pernah”
.
kekuatan Lucifer diberikan
kepada Shin Gyu lebih cepat tanpa berfikir lama. Ia sudah muak berada dalam
wujud patung terus menerus.
.
“hancurkan
kim seok jin serta semua yang mendukung jin dan jimin bersatu!!!!!!”
***
bingkai foto dikamar Jungkook yang terdapat kenangan dirinya bersama Jin jatuh. serpihan kaca yang hendak dibereskan melukai telunjuk Jungkook. ia mengerutkan ke dua alisnya yang mulai merasakan perasaan tidak enak tentang kekasihnya itu. "Jin-sshi" tetesan darah dari hidung terabaikan ketika Ia mengingat Jin mulai tidak ada waktu mengabarinya. "siapa park Jimin yang kau cari sebenarnya?" lanjut Jungkook bertanya.
To be Continue…


hoho..these getting really interesting..oh ya,ak sangat suke trailer devil without you..banyak kali aku ulang video itu..it soooo amazing..also,it will be more amazing if can add gif in your fanfic..ia akan jadi lebih menarik untuk dibaca..maaf kalau kamu tidak suka cadangan aku..btw,thank you soo much for the update..♡(∩o∩)♡
ReplyDeleteyaa aku pun suka trailer yang kubuat sendiri haha:)) gif in the fanfic, how can i do that? :p tell me
Deleteahaha..i really dont know how to explain to you about the gif..better ask people near you..im not really genius,you are the genius one..hehe
ReplyDeletehwaiting ya~~
hhaa~ ill try to learn it. im not genius, actually thats fanfic pure because jimin.. i♡him. jinmin/vmin couple..
Delete