Devil Without You Chapter 6
bingkai foto dikamar Jungkook yang
terdapat kenangan dirinya bersama Jin jatuh. serpihan kaca yang hendak
dibereskan melukai telunjuk Jungkook. ia mengerutkan ke dua alisnya yang mulai
merasakan perasaan tidak enak tentang kekasihnya itu. "Jin-sshi"
tetesan darah dari hidung terabaikan ketika Ia mengingat Jin mulai tidak ada
waktu mengabarinya. "siapa park Jimin yang kau cari sebenarnya?"
lanjut Jungkook bertanya.
.
.
Chapter
6
.
.
Jungkook berada di rumah sakit dan tidak bisa menjalani
aktivitas seperti biasa. Biasanya Ia mampu sembuh lebih cepat, tapi sepertinya
untuk kali ini Jungkook tidak dapat bertahan. Wajah pucat mulai terlihat dengan
helai demi helai rambut mulai rontok tidak tersisa. Ditemani Jihyun
Halbeojinya, Jungkook terbaring lemas. Ia tidak mengizinkan siapapun mengatakan
kondisinya kepada Jin sang kekasih.
Teringat perintah Dokter untuk membawa Jungkook ke amerika agar bisa
diselamatkan. Namun Jungkook tidak mau meninggalkan korea dan Jin begitu saja.
Ia ingin berfikir sejenak sampai Jin bisa menghubungi Jungkook lebih cepat.
Beberapa hari ini Jin tidak dapat dihubungi ataupun menghubungi.
Kehilangan kabar semenjak Jin datang kesekolah dan mencari namja bernama
‘Jimin’. “siapa namja yang Jin cari?” bisik Jungkook.
“apa kau mengatakan sesuatu Jungkook-ah, halbeoji ada disini
kau bisa mengatakan apapun yang kau inginkan”
“aku tidak membutuhkan apapun halbeoji. Terimakasih”
Jungkook memejamkan kedua mata untuk mengistirahatkan
pikiran. Bayangan demi bayangan datang saat Jungkook akan tertidur pulas. Ia
menangkap salah satu bayangan dimana Ia bertengkar dengan salah satu namja
berpakaian kemeja putih seperti akan menikah. Tapi menikah dengan siapa? Bahkan
ada bayangan dimana Jungkook menangis melihat Jin berlumuran darah dan sadar
dengan kehilangan ingatan jangka pendek. (boy in luv season 2) Masuk kelorong waktu lebih dalam,
Jungkook bertemu dengan namja yang Ia panggil ‘Hoseok’.
Hal itu mengakibatkan detak jantung Jungkook tidak beraturan,
“—DOKTEEERRRR!” teriak Jihyun.
.
.
Jin yang sedang bersembunyi dari kejaran Hoseok dengan
Chanyeol merasakan firasat aneh tentang hal lain. “aku sepertinya harus pergi
menemui seseorang” pinta Jin pada Chanyeol yang masih was-was. “perasaanku
tidak enak pada Jungkook”
Chanyeol mengerti tentang hal yang dirasakan Jin. Ia mencari
cara untuk dapat membawa Jin pergi ketempat seharusnya. Setelah memastikan
Hoseok tidak mengikuti mereka, Chanyeol mengajak Jin ke salah satu rumah sakit
terkenal di Korea. “Rumah sakit? Kenapa kau membawa ku kesini?” bingung Jin.
Saat pandangan berhenti disalah satu ruang kamar yang terbuka jendela tampak
Jungkook sedang mendapatkan penanganan. “INI APA? JUNGKOOK KENAPA?!!”
“itu alasan mengapa dia berniat pergi ke Amerika, dan
membiarkan hatimu kosong tanpa kehadiran dirinya. Alasan mengapa kau menjalin hubungan
dengan Jimin dan berniat menikah dengan Jimin”
“MWO?!!”
“dia tidak akan berkata jujur atas kondisinya Jin, sekarang
terserah padamu Jimin ataupun Jungkook sama-sama membutuhkan pertolonganmu”
Chanyeol membiarkan Jin merenungkan jalan mana yang akan
dipilih, dengan meninggalkan namja tinggi itu. Memasuki Lobby rumah sakit dan
menghampiri kamar rawat dimana Jungkook berada. Jihyun yang menemukan Jin baru
saja keluar dari pintu lift cukup mengejutkannya. Ia menjelaskan tentang
penyakit yang Jungkook derita sebelum semua terlambat. Jungkook benar-benar
membutuhkan pengobatan di Amerika dan itu tidak bisa dilakukan karena Jungkook
sibuk berfikir tentang hubungannya dengan Jin.
Masa kritis telah berlalu, jantung Jungkook terdengar normal
lagi. Ditemani Jin disampingnya Jungkook mendapatkan dukungan sang kekasih.
Ketika membuka kedua indera penglihatannya, Ia tidak memperayai kehadiran Jin.
“Jin-sshi bagaimana…?”
“shh.. kau butuh istirahat” mohon Jin agar Jungkook tidak
mengatakan apa-apa.
“apa halbeoji yang mengirimmu? Apa halbeoji mengatakan
semua?”
Chanyeol memperhatikan dari luar, mengawasi keadaan 2 namja
yang sedang meratapi nasib mereka. Dipermainkan Lucifer bukanlah hal yang
mudah. Nasib mereka akan terus berubah, selama Jimin belum dilenyapkan.
“Lucifer benar-benar sudah keterlaluan”
Masih di tempat yang sama Hoseok menjelma menjadi burung
gagak dan memperhatikan Jungkook dari luar. Ia merindukan Jungkook namun tidak
bisa mengkhianati Lucifer sebelum kebangkitannya terjadi. Setelah mengetahui
keadaan Jungkook Ia pergi dengan terbang bebas menuju Museum.
Jin menyelimuti tubuh Jungkook dengan segenap perhatian yang
mampu Ia berikan. Perkataan Chanyeol membuat Ia merasa bersalah kepada
Jungkook, karena di dunia lain Ia malah menjalin hubungan dengan orang lain.
Bahkan rasa itu terhadap Jimin masih melekat sampai dunia ini tidak lagi
sama. “Jimin?” suara Jungkook
mengagetkan lamunan Jin. “apa kau mengenal Jimin?” tanyanya,
“wae?”
Jungkook tersenyum cantik, “aku seperti mengenal nama itu.
Bahkan di bangku kosong kelasku terdapat nama itu menjadi salah satu sahabatku
Jin-sshi. Sebelum aku dinyatakan kritis aku menemukan bayangan-bayangan yang
menyakitiku, yaitu aku kehilanganmu. Tapi entah kenapa aku merasa itu bukanlah
mimpi sangat terkesan nyata. Hatimu tidak ada untukku lagi, Jin-sshi”
“apa yang kau bicarakan Jungkook-ah. Jangan memikirkan hal
yang aneh”
“apa kau mengalami kesulitan Jin-sshi? Kau bisa mengatakan
kesulitanmu itu padaku” Jungkook mengeratkan genggamannya pada tangan Jin. Ia
dapat menemukan kegelisahan terpancar dari wajah kekasihnya itu yang lelah.
Namun Jin enggan mengatakan apa yang mengganjal dihati dan lebih memilih untuk
mengelus surai poni Jungkook. “aku tidak apa-apa, semua baik-baik saja” jelas
Jin.
Hampir semalaman di rumah sakit menemani Jungkook, Jin
berniat mencari segelas kopi hangat. Ia sedang tidak ingin tidur sekarang ini.
Memandang wajah Jungkook membuat Jin sedikit tenang dengan masalah yang Ia
hadapi. Chanyeol duduk disamping Jin meminum kopi hangat, awalnya Ia membenci
namja dihadapannya tapi sekarang Ia kasihan terhadap Jin. “apa kau ingin hidup
normal? Menemani kekasihmu itu berjuang dengan penyakitnya? Jika kau
menginginkan hal itu maka kau harus membantuku membangunkan Jimin dan
melenyapkan kekasih dari dunia mu yang lain itu”
“aku kekasih Jungkook, tapi aku tidak bisa membuatmu
melenyapkan Jimin juga. tidak bisakah kita menyelamatkan Jimin? Aku akan tetap
pada hubunganku dengan Jungkook. Biarkan Jimin hidup normal seperti ku dengan
Jungkook”
“itu mustahil. Kalo kau menginginkan hal itu, kau harus bisa
meyakinkan Lucifer agar tidak menjadikan Jimin Iblis. Itu cara agar Jimin bisa
kita selamatkan”
“aku akan membantumu dan menyelamatkan semua dengan
meyakinkan lucifer”
pandangan mata penuh keyakinan itu tidak mendapatkan keraguan
dari Chanyeol. “jika itu yang kau inginkan, aku akan membawamu kehadapan
Lucifer. tetapi jangan salahkan aku kalau Lucifer tidak bisa mengabulkan
permintaan mu itu dan kita berakhir pada kematian”
“aku percaya Jimin akan bersamaku” suara itu terdengar reflek
diucapkan Jin. Kedua bola mata Jin membiru sama seperti yang Jimin rasakan.
Dalam penglihatan Lucifer di Museum, bola mata Jimin yang seperti boneka tampak
kembali hidup. Ia tidak membayangkan bila Jimin hidup dalam ingatan yang pulih.
Mungkin Ia akan menghapus keberadaan Lucifer dalam hidup dan ingatannya.
Lucifer membuka pintu Museum dengan dibantu kelalawar-kelalawar yang setia
mengelilingi. Kini Museum Cleo dipenuhi dengan aura jahat, kegelapan, dan
kelalawar yang terbang dengan bebas.
“kita
akan kedatangan tamu” ucap
Lucifer
.
.
Yoongi
yang berada di rumah dengan piyama tidur memandangi keluar jendela. Tetesan
hujan dengan sambaran petir mulai terdengar semakin lebat. Ia tidak bisa
belajar tenang kali ini, Ia pun menyalahkan Televisi dan menemukan salah satu
berita yang mengejutkan. Berita Korea mengabarkan bahwa akan terjadi Badai di
wilayah sekitar Museum Cleo. “Museum Cleo?” pikir Yoongi.
.
.
Namjoon
yang juga menyaksikan berita, mengingat kembali tentang nama sebuah Museum.
Menanyakan kepada salah satu teman yang berpesta dengan dirinya di malam itu,
“apa ada Museum dengan nama Museum Cleo? Aku baru tahu”
“aku
tidak tahu” balas salah satu teman.
namja
tinggi itu ingat dengan apa yang sahabatnya tanyakan beberapa waktu lalu,
Flashback On.
“tadi siang kita pergi ke Museum Cleo kan? Apa terjadi sesuatu padaku
sampai aku—”
“apa yang kau bicarakan? Museum Cleo? Apa kau bermimpi tentangku?”
“Jangan bercanda Kim Namjoon!”
Flashback Off
dengan menggaruk
sedikit kepala yang tidak gatal. Namjoon berpamitan untuk pulang dan mengakhiri
pestanya lebih awal.
.
.
Jungkook masih menikmati mimpi indah bersama Jin sebelum
berakhir pada kedatangan seseorang. Dalam mimpi tersebut namja yang tidak
terlalu tinggi itu tersenyum ramah kearah Jin ataupun Jungkook. Melambaikan
tangan dan mencoba pergi meninggalkan keduanya. Namun Jin mencoba mengejar
kepergian namja itu, sebesar apapun teriakan Jungkook mencegah tidak berhasil
menghentikan langkah Jin menjauhinya. Karena tidak ingin sendiri Jungkook
berusaha agar tidak kehilangan Jin. Sayangnya, Ia tersandung dan jatuh yang menyebabkan
Ia tidak tahu kekasihnya itu pergi kearah mana.
Beberapa panggilan diucapkan, “Kim Seok Jin!!” dengan menahan rasa sakit
pada kakinya yang terkilir.
Tidak lama datang seorang namja dengan mata cokelat, serta wajah
dingin yang Ia tidak kenali. Menggendong Jungkook serta mengobati luka pada
bagian kaki yang terkilir. “Terimakasih” ucap Jungkook. Namja itu berniat melanjutkan perjalanan tapi
Jungkook tidak mengizinkan. “jangan tinggalkan aku, aku tidak mau sendirian
ditempat ini. Bisakah kau menemaniku?” pintanya.
Namja itu duduk disamping Jungkook, menangkap wajah cantik
itu dengan salah satu tangannya yang kekar. “kau tidak akan sendirian. Ada aku
disampingmu” bayangan itu memudar. Jungkook yang masih menikmati tidur tidak
sadar memanggil nama seseorang, “Jung Ho Seok” sebutnya.
Hoseok merasakan Jungkook memanggil dirinya. Tetapi Ia tidak
dapat pergi memenuhi panggilan tersebut. Karena Jin dan Chanyeol telah tiba
tepat di depan gerbang Museum. Shin Gyu dan Hoseok berada di kanan dan kiri
Lucifer terbelenggu. Sambutan dari banyaknya kelalawar menjadi pertarungan
kecil Chanyeol untuk dapat melindungi Jin.
“selamat
datang di museum cleo, kim seok jin”
Suara
itu bergema, seakan ingin menghancurkan hati Jin lebih cepat.
.
“Lucifer
kami datang dengan baik, aku mohon singkirkan kelalawarmu agar kami bisa
bicara” seru Chanyeol yang kelabakan dengan banyaknya pasukan kecil Lucifer,
.
“aku
tidak pernah memenuhi permintaan bangsa lain yang rendah sepertimu”
.
“ini
permintaan Jin bukan aku” Ucap Chanyeol.
.
Lucifer menghentikan sambutan ketika permohonan itu berasal
dari Jin yang merupakan saingan baginya. Rencana yang dibuat Hoseok serta Shin
Gyu sepertinya tidak akan digunakan bila memang Jin datang sendiri ketempat mereka.
Lucifer menunggu apa yang akan Jin lakukan setelah berani mendatanginya dengan
pandangan keyakinan. Lucifer, Shin Gyu, Hoseok menatap kearah Jin yang kini
berlutut tepat didepan mereka berdiri. “apa kau mencintai Jimin” Suara Jin
mampu menggerakan sedikit hati Jimin yang dibekukan Lucifer seperti boneka.
Hanya saja mengundang tawa untuk Lucifer.
.
“aku
mencintai jimin lebih dari yang kau tahu”
.
“aku
mohon bebaskan Jimin karena namja itu adalah manusia normal, kau tidak bisa
menjadikan Ia sebagai Iblis. Sebesar apapun cintamu pada Jimin, kau harus bisa
menghargai pilihan Jimin dengan siapa Ia akan menjalin hubungan. Kau terlalu
memaksakan dirimu sampai menyakiti Jimin seperti ini”
.
“kim
seok jin…”
.
“Nde?”
.
“apa
kau tau arti cinta? Apa kau tau bagaimana seseorang berjuang? Kau bahkan tidak
bisa memilih siapa yang kau cintai. Siapa orang yang telah berjuang untukmu,
kau tidak pernah tau hal itu”
.
“aku
tau bagaimana seseorang berjuang, bahkan sampai ingatan di hapus. Aku dan Jimin
masih mempertahankan kenangan kami agar tidak terhapus semuanya, walaupun
sedikit. Hanya sedikit bayangan yang kami terima. Tetapi terdapat ikatan dari
perjuangan itu untuk mempertahankan cinta kami di dunia sebelumnya”
.
“kau
tidak akan pernah mengerti! Di dunia yang sebelumnya aku merelakan hubunganmu
dengan jimin tetapi kau tidak dapat melindunginya. Untuk apa?! Untuk apa kau berada disamping jimin jika kau
membiarkan ia mati!!”
sambaran petir menghancurkan kaca Museum.
.
Jin membulatkan kedua bola matanya sempurna. “di dunia
sebelumnya aku membiarkan jimin mati?” kaget bercampur rasa aneh ketika
mendengar kenyataan yang menyakitinya. “bagaimana bisa?” lanjut Jin.
.
“manusia
tidak akan pernah bisa menjaga hal yang berharga bahkan dalam hidupnya”
.
melihat
Jin mulai kehabisan kata-kata Chanyeol menimpali, “Lucifer jika kau menjadikan
Jimin Iblis, Ia akan lebih ganas dari dirimu. Bahkan Ia tidak akan menjadi
Jimin yang kau kenali sebelumnya, tolong pahami itu!”
.
hoseok mengambil andil dalam bertarung dengan Chanyeol yang
telah ikut campur dalam obrolan Jin dengan Lucifer. Sedangkan Shin Gyu mencakar
Jin untuk mendapatkan tetesan darah namja tersebut. Beberapa langkah Jin
memundurkan diri walau pada akhirnya Jin terpojok dan Shin Gyu berhasil melukai
Jin. Dengan sigap Chanyeol menjemput Jin lalu pergi meninggalkan Museum yang
suasananya sudah tidak terkendali. Hoseok ingin mengejar tapi Lucifer tidak
mengizinkan. Meminta namja itu agar tetap tinggal di Museum.
.
“biarkan
mereka menikmati kehidupan sementara mere ka, karena setelah aku bangkit semua
akan aku ratakan termasuk kim seok jin”
.
darah
yang telah didapatkan, Shin Gyu teteskan kelembaran terakhir buku Museum Cleo
atau lebih tepatnya Bloody Book. Tampak beberapa hangul keluar dan menciptakan
beberapa kalimat sebuah pelepas segel. Shin Gyu berdecak kagum ketika
mengetahui bahwa pelepas belenggu dari penjaga waktu merupakan gabungan dari
darah Jin serta air mata Jimin. dan siap dihancurkan dengan keringat Taehyung yang
tidak terima atas hubungan mereka.
Tampak
dari tempat Jimin dibaringkan “Lucifer, ini tidak akan baik untukmu” Hoseok
terkejut memandang kearah Jimin dan menyadarkan Lucifer akan bangkitnya Jimin
dari tidur. “Jimin bergerak tapi masih dalam keadaan Ia menjadi bonekamu,
sepertinya kehadiran Jin tadi membangunkan setengah jiwanya” jelas Hoseok yang
langsung mengambil alih memori Jimin.
namun
Hoseok yang berniat mengendalikan Jimin untuk membuatnya tertidur kembali
mendapatkan penolakan dari sang pemilik tubuh. “apa ini? Jimin menolak
keberadaan ku?”
.
“Jin..
Jin-sshi”
suara
itu menggema pada pendengaran Kim Seok Jin.
.
“Jimin?”
suara panggilan namanya terdengar jelas. Ia meminta Chanyeol untuk kembali,
tetapi tidak diterima. Keselamatan Jin lebih diutamakan karena Chanyeol tidak
mau mendapatkan resiko seorang manusia mati, itu membahayakan posisinya.
Sebaiknya Ia menyudahi kerjasama ini dengan Jin. Mustahil bila Ia harus
melindungi Jin terus-menerus dari Lucifer dan bawahannya. Berhenti pada atap sebuah
gedung Chanyeol mencoba menghapus ingatan Jin tentang dirinya. Sedangkan tepisan
langsung didapatkan dari Jin, “apa yang kau lakukan?! Apa kau akan menghapus
ingatan ku lagi? Makhluk seperti kalian kenapa sangat menyukai menghapus setiap
ingatan manusia yang tidak melakukan kesalahan! Dan lagi membiarkanmu bekerja
sendiri melawan Lucifer yang akan menjadikan Jimin Iblis?!! Aku tidak mau! Aku
akan tetap pada diriku yang sekarang membantumu untuk membebaskan Jimin! kau
harus tetap bisa mempertahankan Jimin sebagai manusia!”
“kau
tidak akan mampu melawan Lucifer, Kim Seok Jin” lesu Chanyeol. “kau hanya
manusia biasa, sedangkan yang kau hadapi seorang Lucifer salah satu Malaikat yang membangkang Tuhan”
“aku
tidak mau! Aku mohon biarkan aku menyelamatkan Jimin!” tidak terima Jin.
Chanyeol
menarik nafas dan bertanya satu hal, “apa kau bisa memilih siapa yang akan kau
lindungi Jimin atau Jungkook? Itu adalah hal dasar yang mungkin bisa membuatmu
mengalahkan Lucifer. Kau tidak bisa menjadi naïf dengan memiliki cinta
keduanya. Jimin berasal dari duniamu yang lain, dunia sebelum diputar ulang
oleh Lucifer”
“apa
karena itu Jimin mati? Apa karena kebodohanku tidak bisa memilih antara mereka,
Jimin mati? Katakan padaku!” Jin menarik jubah Chanyeol tidak sabaran.
“Ani.
Jimin mati karena penculikan, Ia dibawa pergi darimu dan Lucifer saat itu. Dan
hilangnya keberadaan Jimin membangkitkan Lucifer yang telah terbiasa hidup
sebagai manusia. Ia lupa bahwa dirinya bukanlah manusia seutuhnya karena buta
akan cinta pada anak manusia itu” Chanyeol meletakan telapak tangan ditemani
cahaya biru pada kening Jin, “biarkan aku memberi tahumu”.
.
bayangan pun terjadi...
Jin berada pada pinggir jurang, menemukan seorang namja sedang
menggendong Jimin. satu langkah lagi namja itu tidak akan menapakan kakinya
pada tanah lalu membuat Ia dan Jimin jatuh ke dalam jurang. Kondisi Jimin
sangat pucat. Sedikit pembicaraan dapat Jin dengar walau Ia tidak mengerti.
“Chimchim bukankah ini
indah?” tanya namja itu tidak masuk akal. “tapi tidaklah indah ketika ingatanmu
kembai berkumpul, tidak seharusnya kau mengingat apa yang tidak pantas kau
ingat”
“Hongbin-sshi pulangkan aku, aku mohon”
“Nde? pulangkan? Apa
aku bercanda Chimchim? Chimchim dengarkan aku, mungkin Eomma Park sudah
mengetahui bahwa akulah yang melakukan ini semua, tapi aku tidak perduli kalau
Eomma akan membenciku atau tidak. Yang pasti Ia sudah berpihak kepada meraka”
“tidak ada yang memihak
Hongbin-sshi...”
satu langkah namja itu
kini tidak menginjak apapun. Tidak ada tumpuan yang dapat menyelamatkan Jimin.
“kita akan bersama selamanya, hanya kau dan aku” ucapan Hongbin meneteskan air
mata Jimin yang seakan-akan hidupnya akan berakhir begitu saja. Tiupan angin
membuat Jimin mengharuskan matanya terpejam. Pelukan erat diberikan ketika
guncangan hebat mencoba memisahkan tubuhnya dengan Hongbin.
.
“JIMIINNNNN!”
.
Jin hanya bisa diam
tidak mampu menyelamatkan. Ini hanya sebuah rekaman ulang yang diberikan
Chanyeol agar Jin mengerti bahwa perkataan Lucifer tidak lah benar. Jin bukan
penyebab kematian Jimin di masa sebelumnya.
.
“JIMINNIE
BANGUN AKU MOHON.. JIMINNIE!!”
.
suara Jin tidak ada
yang mendengar, bahkan menutup darah Jimin yang keluar dari area kepala tidak
bisa dilakukan.
.
“CHANYEOLL
BIARKAN AKU MENYELAMATKAN JIMINNIE, AKU MOHON! DIA AKAN MATI JIKA DARAHNYA
TIDAK KITA HENTIKAN” pinta Jin.
.
Chanyeol menggelengkan kepala, “tidak ada yang bisa kau lakukan, karena
ini hanyalah rekaman. Kau tidak bisa mengubah kenyataan bahwa Jimin telah mati
dimasa sebelumnya, tunggu dan lihatlah siapa yang datang” Jin menatap kearah Chanyeol mengarahkan
pandangannya.
Lucifer datang dengan
sayap hitam penuh keangkuhan. Menatap Jimin yang telah meninggal dunia karena
kehabisan darah terbentur batu besar.
.
“dia?
Lucifer? Apa itu wujud dibalik patung di Museum Cleo?”
.
“Nde.
Nama Lucifer semasa di bumi adalah Kim Taehyung” cerita Chanyeol.
.
“aku akan
menyelamatkanmu, dan tidak akan pernah lagi menyerahkanmu pada manusia yang
tidak bertanggung jawab seperti Kim Seok Jin” Ucap Taehyung dengan mengangkat
tubuh tanpa nyawa itu, lalu pergi meninggalkan dunia fana. Serpihan-serpihan
debu kegelapan Taehyung sebarkan sebelum kepergiannya. Mengembalikan semua
waktu keawal pertama Jimin tidak mengenal siapapun dan hidup menjadi manusia
hanya untuk Taehyung seorang.
.
bayangan berakhir…
Jin jatuh lemas saat bayangan itu telah menghilang. Ia
benar-benar lelah dan membutuhkan istirahat panjang kali ini. “kepalaku sangat
sakit” Namja itupun tidak sadarkan diri begitu saja.
.
.
[Museum
Cleo]
jimin yang baru saja bangun dari tidurnya masih dalam
pandangan kosong. Boneka yang bergerak tanpa diperintahkan seseorang yang biasa
memainkan jiwanya. Mulut itu bergerak tanpa pikiran, “jangan. Melukai. Jin,” 3
kata itu membuat amarah Lucifer memuncak. Hati Jimin masih memihak pada namja
yang merupakan saingannya.
.
“namja
itu telah melukaimu, kenapa hatimu masih memilihnya!!” bentakan Lucifer diselingi
sambaran petir.
.
“Jangan.
Lukai. Jin” suara itu masih bertahan pada permintaannya.
.
“aarrrrgghhhhh!!!!!”
geram Lucifer.
Hoseok menebak ini adalah isi hati Jimin yang memang tidak mengizinkan
seseorang menyakiti belahan jiwanya. Menyedihkan? Tentu terkesan menyedihkan.
Ketika otak tidak dimiliki, pikiran tidak bekerja, jiwa kosong, tubuh
dikendalikan. Namun hati masih bisa bergerak untuk mengatakan permintaan yang
Ia pendam. Pengorbanan yang harus Jin lakukan membangkitkan Jimin yang
merupakan bagian mayat hidup sekarang.
.
“kau
tidak akan hidup bila tidak aku hidupkan park jimin! berhenti untuk mengisi
hatimu dengan nama namja itu!! Panggil aku! Panggil aku dengan ketulusan yang
kau miliki, panggil nama ku kim taehyung!!”
tegas Lucifer.
.
“Jangan.
Lukai. Jin”
.
mendengar itu Lucifer berteriak semakin emosi. Tidak ada
namanya dalam hati Jimin. kemarahan amarah Iblis yang terbelenggu hampir saja
menghancurkan isi gedung, serta membuat retak tanah disekitar Museum. Shin Gyu
yang tidak sengaja melihat reruntuhan akan menimpa Jimin langsung sigap
menyelamatkan namja mungil itu yang kembali tertidur dengan mata terbuka.
“tahan emosimu Lucifer, kau akan menyakiti namja yang kau cintai!” Shin Gyu
mengingatkan. Tidak lagi terdengar amarah atau emosi, suara Lucifer menghilang
dan kembali menjadi patung biasa. Shin Gyu menyadari air mata Jimin menetes
seketika. “dia menangis?” Hoseok menangkap moment itu juga.
To be continue…



Wahhh..u insert the gif..im surprised..soo amazing..anyway,as usual..thank you so much for the update authornim..now,i can relate this fic with BIL..THANKKKKKK YOUUUUU..hee
ReplyDeleteill try my best ^^ thanks for cadangan mu hehe ;) im so glad if you like it, its give me high spirit to make it better and better ~
Delete