Devil Without You Chapter 8
“maafkan aku Namjoon-sshi. Aku tidak bisa
membiarkan mu mengikutiku nanti dengan kondisiku sekarang. Aku harus mengetahui
tentang rahasia Musuem Cleo, Park Jimin, serta Lucifer itu sendiri” mobil
Namjoon perlahan demi perlahan menghilang dari pandangan Yoongi yang masih
berdiam diri di luar.
.
.
Chapter
8
.
.
[ Bighit school ]
Yoongi duduk diperpustakaan membuka lembaran demi lembaran
buku Museum Cleo. Membaca secara detail tentang sejarah yang terdapat dari buku
Cleo sesuai permintaan Jin. Terdapat salah satu paragraph yang mengatakan, ‘kutukan akan terlepas dengan persembahan,
menyerahkan diri, rela untuk mengorbankan kebebasan sang ‘korban’ pada—’ sebuah
tangan tiba-tiba menutup buku yang Yoongi baca. “kau?” kaget Yoongi.
“sudah kukatakan, jangan mengkhianati rasa takutmu atau kau
akan mendapatkan masalah” Chanyeol mengambil buku tersebut, namun Yoongi masih
mempertahankan.
“hidupku itu bukan hidupmu. Jadi apapun yang aku lakukan, kau
tidak berhak mengaturku”
“aku hanya berusaha melindungimu” Chanyeol merengkuh tangan
Yoongi dengan kasar. Rintihan yang Yoongi berikan tidak Ia pedulikan. “berikan
padaku, buku itu” perintahnya.
Merasa tangannya sudah sangat sakit, Ia hanya merelakan buku
itu diambil alih chanyeol lalu pergi meninggalkan perpustakaan. Chanyeol
meletakan buku itu pada rak semula. Dan menunggu waktu yang tepat untuk
menghancurkan buku itu setelah Jimin dilenyapkan.
Pelarian Yoongi berakhir pada atap sekolah yang tidak di huni
siapapun. Ia merasa tangannya terasa sangat panas, dan terdapat warna merah
seperti terbakar. “tangan namja itu, membuatku seperti ini” kesalnya tidak
karuan. “apakah namja itu bukan manusia juga?”
“Nde.” Chanyeol berdiri dibelakang Yoongi tiba-tiba. “aku
bukan manusia”
Yoongi mematung didepan Chanyeol berdiri, begitu dekat.
Hingga Ia tidak dapat mengambil nafas dengan normal. Ketika akan kabur Chanyeol
tidak mengizinkan hal itu dilakukan lagi. “lepas—kan” suara itu terdengar
gemetar.
“bagaimana bisa kau berfikir aku bukan manusia? Dan kenapa
kau seolah-olah mengganggap ucapanku bukanlah candaan manusia? Apa yang
membuatmu berfikir seperti itu?” pertanyaan itu terus diabaikan berulang kali,
dengan sekuat tenaga Yoongi ingin melepaskan diri dari Chanyeol. “aku bertanya
padamu!” mata biru Chanyeol berikan, memperlihatkan keseriusan dan membuat
Yoongi agar berhenti lari darinya. Mendapatkan kejadian semacam itu, membuat
Yoongi terduduk di lantai terkejut. Chanyeol berjongkok untuk menenangkan
Yoongi yang memandang kearahnya seram. “aku tidak akan melukaimu. Aku hanya
sedang bertugas, tapi jika kau memberi tahuku semua yang kau tau. Mungkin
dengan cepat tugasku akan terselesaikan”
“tu.. tugas?”
“dari mana kau bisa ketakutan sebesar ini? Padahal aku yakin
tidak melakukan apa-apa padamu”
Yoongi menelan ludah, “apa kau juga salah satu orang yang
mengakibatkan hilangnya ingatan tentang masa lalu Jin?! Siapa kalian! Kenapa
kalian menyakiti Jin dan meminta Jin untuk menyerahkan dirinya pada Jimin.
kenapa?!”
“apa? Menyerahkan diri?!” chanyeol berfikir bahwa itu
bukanlah ulahnya melainkan orang lain.
“menyerahkan diri untuk apa?”
“seseorang mengatakan bahwa Jimin bisa diselamatkan jika Jin
mau menyerahkan diri pada Iblis, menyerahkan diri akan kebebasan—” belum
selesai Yoongi mengatakan pada ujung kalimat, sepertinya Chanyeol telah paham
lebih cepat.
mendengar itu Chanyeol tentu saja langsung menghilang
dihadapan Yoongi. Ia pergi ketempat Jin
dikediamannya. Yoongi menarik nafas lebih dalam dari biasanya dan berusaha
untuk tidak menangis karena rasa takut itu mulai semakin menguasai dirinya.
.
[ Musuem Cleo ]
Jin datang dengan kepasrahan yang Ia miliki. Mungkin harapan
terakhir untuk menebus kesalahan dimasa lalu bisa dengan ini. Ia merasa hidup
ini terjadi karena kesalahannya yang tidak dapat memilih, antara 2 cinta yang
datang. Melangkah semakin dekat memasuki pintu utama Cleo yang telah terbuka
lebar., dan perlahan tertutup kembali. Museum Cleo dilapisi sihir agar siapapun
tidak ada yang mengusik ataupun membuat Jin berubah pikiran. Dan benar dugaan..
Chanyeol datang, berusaha untuk masuk dengan menghancurkan sihir Lucifer.
Hoseok, Shin Gyu mendatangi tempat Jin yang focus akan suatu
cermin. Namja tinggi itu dapat melihat bahwa Jimin tertidur pada rumput hijau
dari balik portal cermin. Sebuah penutup mata menutupi separuh wajah Jimin.
“Jimin” panggilnya dengan menyentuh cermin tersebut.
“aku rasa kau telah memilih, dan kedatangan mu merupakan
jawaban kepastianmu untuk menjadi iblis. Artinya kau memilih Jimin dibandingkan
jungkook, apa hatimu sudah memiliki tekad itu? Karena sebelumnya aku menawarkan
kehidupanmu akan lebih normal jika mau mengabaikan Chanyeol dan membiarkan
namja itu melenyapkan Jimin” Hoseok mengizinkan Jin berfikir lagi, agar semua lancar
tanpa ada kebimbangan hati dari sang ‘korban’. “Lucifer mengatakan kau akan
mendapatkan ingatanmu kembali, dan kemungkinan kau bisa menjadi iblis. Dengan
begitu kau bisa bersaing seimbang dengan Lucifer, apa aku benar? Bahkan Lucifer
telah menanti pertarungan denganmu.” lanjutnya menatap kearah Jin yang terus
memperhatikan cermin.
.
kedua
mata Jimin berwarna ke abu-abuan terbuka perlahan. Merasakan kehadiran Jin
membuat Jiwanya seakan terpanggil untuk hidup.
‘Jin-sshi, hentikan’
semilir
angin meniup helaian rambutnya.
‘Taehyung berbohong padamu, kau tidak akan
menjadi Iblis setelah ini’
‘aku mohon, tinggalkan aku’
.
Mendengar suara Jimin menyadarkan Lucifer yang tengah
beristirahat “apa kau berfikir jin akan mendengarmu?” Lucifer
mengingatkan, “aku hanya ingin mengatakan bahwa semua dibawah
kendali ku, jiminnie.. sekalipun aku harus membuatmu buta, menjadikanmu boneka,
bahkan memotong kedua kakimu. Aku tidak akan pernah menyerahkan mu pada kim
seok jin lagi!” suara
Jimin membangkitkan balasan pada Lucifer yang berharap permohonan itu dapat
didengar Jin.
.
Jin terdiam diri didepan cermin tempat Jimin dimasukan
kedalam dunia kehampaan. Mengumpulkan seluruh keyakinan yang mungkin tidak akan
pernah bisa mengembalikan keadaan setelah pilihan telah ditetapkan. Shin gyu
melirik kearah Hoseok yang terlihat sedikit cemas bila Jin membatalkan
keyakinannya.
“bagaimana jika ingatanku telah kembali, dan aku ingin
memilih sebagai manusia untuk bersama Jungkook. Apakah aku bisa?” Jin menghadap
kearah Hoseok berada. “setidaknya Lucifer yang kalian agungkan itu bisa
melindungi Jimin, itu sudah cukup bagiku”
“tujuan mu datang kesini untuk membebaskan Lucifer, lalu
menyelamatkan Jimin dari hukuman penjaga waktu yang harus ‘melenyapkan’nya.
Jika kau berakhir pada keputusanmu untuk tetap menjadi manusia. Kau akan tetap
mendapatkannya, itu janjiku” Hoseok meyakinkan.
.
[ Rumah sakit ]
Jungkook yang sedang membereskan untuk kepulangannya
mendapatkan tamu tidak diundang. Ia memiringkan kepalanya bingung dengan
Namjoon yang merupakan sahabat serta saudara Jin mengunjunginya tanpa di temani
Jin. “Namjoon-sshi?” suara itu lembut diperdengarkan. Sedangkan Namjoon masih
diam dan masuk perlahan dengan mengunci pintu kamar Jungkook dari dalam.
“gwenchana? Namjoon-sshi?” . beberapa kali mata Namjoon bersinar seperti sebuah
berlian, biru bagaikan laut. Dan itu bukan seperti mata Namjoon yang Jungkook
kenal.
Merasa ada yang aneh dengan Namjoon, secepat mungkin Jungkook
mencari cara menghindari jarak dekat dengan teman kekasihnya itu. Beberapa kali
kedekatan yang Namjoon berikan mendapatkan penolakan, sampai pada waktunya Ia
berhenti sejenak. “kenapa kau menghindariku?” Tanya Namjoon.
“kau sedikit aneh, apa kau baik-baik saja?” sesal Jungkook
mengatakan hal yang dirasakan. Namjoon bergerak pada meja yang terdapat segelas
air putih, mencelupkan satu jarinya dan merubah air putih itu menjadi
kehijauan. “minum ini” perintah Namjoon.
“aku tidak mau! Kau bukan Namjoon kan!”
“aku Kim Namjoon. Sahabat Kim Seok Jin yang sedang
membutuhkan bantuanmu. Sekarang minum ini!”
Jungkook menggelengkan kepalanya, masih menolak. Merasa
sepertinya menjadi Namjoon tidak membuat semua berjalan dengan cepat. Chanyeol
mulai berbuat kasar kepada Jungkook dalam wujud Namjoon. Memaksa Jungkook
meminum ramuan untuk bisa menghentikan pergerakan Jin di museum Cleo yang telah
tersegel. Tidak sepenuhnya minuman itu tertelan. Beberapa tetes mengalir keluar
mulut, namun itu berhasil membuat kesadaran Jungkook diambil alih sepenuhnya
oleh pemimpin penjaga waktu bernama ‘Khronos’.
Tubuh Jungkook terkapar dengan keadaan kejang-kejang karena
berusaha melawan kedatangan Khronos pada dalam tubuhnya. Saat sepenuhnya tubuh
Jungkook dikuasai Khronos, Chanyeol mengembalikan wujud Namjoon menjadi dirinya
semula. Khronos merasa aneh menggunakan tubuh manusia ini.
“ini benar-benar menjijikan. Berada dalam
wujud manusia yang penuh dosa dengan kebencian menggantung pada lubuk hati anak
ini di dunia sebelumnya, kenapa kau memilihkan ku wadah seperti ini!?”
tidak terima Khronos.
“karena tubuh ini adalah milik kekasih Jin yang mungkin bisa
membingungkan Jin atas keputusannya nanti, Tuan”
Khronos menggangguk mengerti, “dengan wujud ini aku akan bisa masuk ke dalam Museum yang tersegel dan
menghentikan Kim Seok Jin yang kurang ajar itu!”
“Nde”
“kau juga gunakan wadah
lain! Serta masuk bersamaku, kau paham!?”
“Nde”
“aku akan pergi lebih dulu” Khronos meninggalkan Chanyeol
sendirian yang memikirkan wadah untuk dirinya sendiri. “aku akan menggunakan
dia” jelas Chanyeol yang langsung bergerak mendatangi seseorang. Yoongi sendiri
berada di kelasnya belajar seperti biasa, mulai heran saat tidak ada lagi suara
Seonsaengnim menjelaskan didepan. Ia mengangkat kepala, menemukan seluruh
penghuni kelas tidak ada yang bergerak. “apa ini?!”suara langkah kaki
menghampirinya membuat Ia harus menyembunyikan diri ke sudut tembok, takut.
Hanya saja… Chanyeol memeluknya dan menenggelamkan tubuh Yoongi kedalam tembok,
“ARRGHHHHHHMMMMMMM” benar-benar tidak bisa bertahan dengan ketakutan yang
dialami. Yoongi berusaha menggapai sesuatu agar tidak lebih tenggelam dari pada
ini. Dan berhasil, sebuah tangan menyelamatkan Yoongi agar tidak lagi tenggelam
masuk kedalam tembok. Tangan itu menarik Yoongi keluar dan memeluk tubuh mungil
itu yang memeluk dirinya erat karena takut berlebihan.
“Yoongi, semua baik-baik.. kau aman bersamaku” Namjoon
menyadarkan Yoongi agar tidak perlu takut lagi.
“Namjoon-sshi” tubuh itu masih tidak bisa menghilangkan
kengeriannya pada kegelapan yang berusaha menyerangnya tadi. Dari balik tembok
itu muncul seorang namja yang Yoongi kenal. “kau?” bola mata Yoongi membulat
sempurna.
“berani sekali kau menyentuh Yoongiku!” tegas Chanyeol yang
hendak menghancurkan Namjoon, “aku tidak akan memaafkanmu!” mendapati lawannya
bukanlah manusia biasa, Namjoon mengajak Yoongi lari meninggalkan sekolah.
Sedangkan kegelapan terus mengejar keduanya dengan kecepatan di luar batas manusia
normal. Secepat mungkin Namjoon dan Yoongi menghindari kegelapan itu yang
mungin akan menenggelamkan mereka seperti Yoongi sebelumnya.
Yoongi memperhatikan setiap wajah Namjoon dari jarak yang
dekat. Namja tinggi ini telah berusaha melindungi Yoongi. Mereka pun
bersembunyi disuatu tempat, “bagaimana bisa kau bergerak? Yang lain?” Yoongi
penasaran.
“aku tidak tau. Awalnya, aku hanya ingin menemui mu tapi
ketika aku datang jam ku tidak lagi bergerak. Semua berhenti. Ini semacam
keanehan dan aku takut terjadi apa-apa padamu. Maka itu aku datang mencarimu”
Tangan Yoongi kini tidak lagi bergetar. Genggaman yang
Namjoon berikan seakan memberikan kekuatan. Berada disamping Namjoon selalu
menenangkan hati Yoongi yang gelisah. ‘apakah aku harus mengatakan bahwa aku
memiliki perasaan yang sama dengan Namjoon-sshi’ ragunya berbisik dalam hati.
“kita harus pergi dari sini” Namjoon mengajak Yoongi pergi ke
sebuah gereja yang sepi. Tidak terlalu jauh dari sekolah bangtan. Setidaknya
menurut buku yang pernah Namjoon baca saat di Museum Cleo. Makhluk yang bukan
manusia tidak akan pernah mengganggu tempat suci. Mereka kini bisa bernafas
lega, karena Chanyeol tidak lagi mengejar. Suasana berubah menjadi canggung
antara keduanya. Yoongi ataupun Namjoon saling memberikan jarak duduk serta tidak
bicara. Memperhatikan isi dari gereja membuat Yoongi sedikit sedih mengapa Ia
tidak pernah ketempat ini sebelumnya.
Namjoon mulai membuka suara, “aku merasa pernah ketempat suci
seperti ini untuk merayakan sebuah pernikahan” Yoongi menoleh kearah Namjoon
sejenak. “tapi aku tidak ingat pernikahan siapa”.
Yoongi masih saja diam tidak merespon obrolan Namjoon ‘aku
juga pernah merasakan hal yang sama, datang kesebuah gereja memenuhi undangan
pernikahan’ batin Yoongi.
“Jin dan aku tidak pernah dekat sebelumnya, tetapi aku tidak
tau alasan apa hubungan kami menjadi lebih terikat. Bahkan aku menganggap orang
asing sepertimu menjadi bagian special dalam hati ini. Aku tidak mengerti.
Mengapa aku merasakan hal semacam ini.” Namjoon mengutarakan isi hatinya,
“aku.. tidak mengaggapmu aneh jika tidak memiliki perasaan yang sama. Bukankah
itu malah hal yang wajar?” curhatan itu berakhir.
Yoongi masih menatap Namjoon sendu tanpa bersuara. Ia ingat
hari ini Jin akan datang ke Museum Cleo untuk mengembalikan ingatannya tentang
namja bernama ‘Jimin’. Seandainya benar Yoongi dan Namjoon juga bagian dari
ingatan yang terhapus, mungkinkah Ia merelakan Jin mati sebagai Iblis agar
ingatan itu dapat kembali? Pikiran itu menyadarkan Yoongi sesuatu hal yang
harus dilakukan. “Jin-sshi!” wajah cantik itu berubah menjadi panik. “kita
harus ke Museum Cleo”
“Museum Cleo?”
“Aku akan menceritakanmu dalam perjalanan” mereka pun berdoa
sebelum meniggalkan gereja. Yoongi yang tidak sengaja melihat sebuah patung dengan
bentuk salib berhenti sejenak, lalu tersenyum dan pergi mengikuti Namjoon dari
belakang. Sayangnya, Chanyeol telah menunggu keluarnya mereka berdua dari
gereja. Namjoon menggandeng tangan Yoongi agar tidak membuat namja cantik itu
takut lagi. Dan itu berhasil. Melihat itu membuat Chanyeol lupa akan tujuannya
datang ke dunia karena menyimpan perasaan pada Yoongi. “lepaskan genggamanmu
dan berkelahi denganku Kim Namjoon” perintah chanyeol.
Namjoon ragu karena harus melawan sosok yang bukan manusia.
Tapi setelah dipikir-pikir sepertinya namja itu tidak akan menyakiti Yoongi.
Namjoon pun melepaskan genggamannya pada Yoongi, namun namja cantik itu malah
menggenggam tangan Namjoon kembali. “Yoongi?” Namjoon menyadarkan perlakuan
yang Yoongi lakukan.
“Nde. Aku tidak mengizinkanmu melawan namja itu sendirian”
senyum manis itu Yoongi berikan. “terima kasih sudah membuatku tidak takut
lagi” lanjutnya. Mendapatkan kekuatan itu dari Yoongi membuat Namjoon yakin
mereka memiliki hubungan di dunia lain. Mata mereka bertemu seakan menyalurkan
kekuatan masing-masing.
Chanyeol mengeluarkan kekuatannya, sebuah sinar biru dari
langit muncul. “kalian memilih jawaban yang salah” salah satu tangan Chanyeol
memanjang kearah Namjoon dan membenturkan tubuh itu pada pintu gereja yang
hancur. “Namjoon-sshi!!” Yoongi yang mencoba berlari kearah Namjoon mendapatkan
tarikan dari Chanyeol. Mata biru itu meng-hipnotis Yoongi agar tidak lagi
bergerak. Chanyeol pun masuk kedalam tubuh Yoongi dan pergi meninggalkan
Namjoon yang tidak sadarkan diri.
.
.
[ Museum Cleo ]
Jin berjalan kearah patung yang merupakan wujud Lucifer
terbelenggu. Ketika Ia akan mengucapkan sebuah mantera yang diberi tahu Hoseok
sebelumnya. Suara Jungkook menghentikan terdengar keras, “Hentikan Jin!”.
Hoseok dan Shin Gyu melirik kearah sumber suara yang mengejutkan mereka.
Kedatangan manusia yang merupakan kekasih Jin menghancurkan rencana. Jin
berlari kearah Jungkook, “apa yang kau lakukan disini!” marah Jin. Shin gyu
yang berniat mengusir pengganggu mendapatkan larangan dari Hoseok.
“aku tidak ingin kau mengorbankan nyawamu untuk Jimin! aku
tidak ingin kau membebaskan Lucifer”
“bagaimana bisa kau tau hal ini? Apa kau mengingat semuanya?”
Jin bertanya pada Jungkook yang langsung menganggukan kepala.
“aku mengingatnya. Dan aku tidak ingin kau kembali pada
Jimin. aku mohon, biarkan namja itu dilenyapkan Chanyeol, agar kau dan aku bisa
bersatu”
“Jungkook-ah?”
“jika kau menyelamatkan Jimin dan membiarkan Lucifer bangkit
untuk melawan penjaga waktu. Kau dan aku tidak akan bisa bersama, kau akan
kembali mencintai Jimin lalu pergi meninggalkanku. Apakah itu yang kau
inginkan? Apakah kau tidak mencintaiku lagi?”
Jin memegang kepalanya yang berdenyut bingung, “Aku..”
“kau harus bersama dengan Chanyeol, bantu dia melenyapkan
Jimin dan menghukum Lucifer yang telah berbuat seenaknya! Kau akan hidup
denganku seperti dulu, bahagia tanpa gangguan apapun” Jungkook ikut memegang
kepala Jin yang kesakitan, “Jin-sshi dengarkan aku.. kau tidak akan kesakitan
seperti ini jika mendengarkanku”.
Jin mendorong tubuh Jungkook jauh darinya, “kau bukan Jeon
Joon Kook!”. Mendapatkan perlakuan itu mengherankan Jungkook yang menatap Jin
kecewa. “kau menolak keberadaanku? Apakah kau menginginkan aku yang menghilang
dalam hidupmu?” Tanya Jungkook.
Kepala Jin semakin berdenyut. Matanya seakan berputar
kesetiap sudut ruangan. Tidak ada yang bisa dimintai pertolongan dalam hal ini.
Pegangan yang Jungkook berikan ditepis dengan kasar oleh Jin. “jangan menyentuh
ku!”
“Jin?”
“KAU BUKAN JEON JOONKOOK!” bantahan itu membuat Khronos
jengkel. Seakan percuma menggunakan tubuh Jungkook bila Jin masih mengenali
bahwa dirinya palsu.
Shin Gyu memandang kearah Hoseok, “Oppa apa kita akan
membiarkan namja itu mengganggu rencana kita?” ucapnya dengan menyadarkan
Hoseok yang masih sibuk memperhatikan tanpa bertindak. “Oppa!” teriaknya kesal.
“Khronos”
“Nde?”
“dia berada dalam tubuh Jungkook untuk masuk ke Museum yang
tertutupi sihir” Hoseok memberikan pandangan tidak nyaman pada Shin Gyu. Mereka
tidak mungkin melawan Khronos tanpa bantuan Lucifer. “biarkan Jin yang
memutuskan, dan aku yakin Khronos tidak akan melukai sang ‘korban’. Sekarang
tergantung pada Jin”.
Jin masih menundukan kepala sekaligus menepis semua perkataan
Jungkook yang terdengar tidak seperti biasanya. Kekasih yang Ia kenali tidak
akan pernah meminta dirinya melakukan hal jahat. Tetapi apakah rasa cemburu itu
yang memang membuat Jungkooknya berubah. Ia pun memperhatikan wajah Jungkook
sekali lagi, ‘apakah benar dia Jungkook?’ batin Jin.
“jika kau memang ingin menyelamatkan Jimin, biarkan aku yang
bicara dengan Iblis itu agar membawaku bersamamu juga!” Khronos meneteskan air
matanya dari mata Jungkook untuk melemahkan pilihan Jin yang tidak
mempercayainya. Mendekati patung Lucifer dan berhasil menggerakan Jin untuk mau
meninggalkan Museum. “kita pulang Jungkook-ah” pinta Jin. “kita pulang bersama”
Jungkook alias Khronos memeluk lembut Jin. Tidak lupa untuk
memberikan ancaman pada Shin Gyu ataupun Hoseok karena telah berani melawan
Khronos. Menyihir keduanya dengan sekali jentikan pada jarinya, dan berhasil
mengekang 2 iblis bawahan Lucifer dengan rantai besi. “arg!” jerit Hoseok
bersamaan dengan Shin Gyu, “Oppa!”.
Chanyeol dalam wujud Yoongi sepertinya telah kehilangan
moment karena datang terlambat. Berjalan mengamati Jin yang sedang berada dalam
pelukan Khronos. Sedangkan 2 Iblis telah dilumpuhkan. “itu lah balasan karena
melawan penjaga waktu, Iblis menjijikan” ketus chanyeol.
Tidak lama dalam masa suasana baik dari pihak Chanyeol, dentuman
pada jantung Jungkook seakan meningkat. Khronos mulai kehilangan alih pada
tubuh yang Ia masuki. Tubuh Jungkook melemas dan membuat Jin khawatir karena Ia
hampir jatuh pingsan. “Jungkook-ah!” mendengar teriakan Jin, Hoseok pun reflek
mengeluarkan seluruh kekuatannya untuk melepaskan rantai besi yang mengekang.
Mengambil tubuh Jungkook dari pelukan Jin, “Jungkook-ah! Bertahanlah! Keluarkan
dia dari tubuhmu, aku tau kau pasti bisa!” seru Hoseok yang menyemangati
Jungkook.
“dia? Siapa?” Jin bertanya.
“Khronos pemimpin penjaga waktu. Dia menggunakan tubuh
Jungkook untuk masuk sini” jelas Hoseok. Mendapati bola mata Khronos dengan
bola mata Jungkook saling berganti, Hoseok terus memberi semangat pada namja
yang Ia cintai agar bisa mengembalikan kesadarannya. “aku yakin kau bisa,
Jungkook-ah! Karena kau telah berhasil hidup didunia sebelumnya dan sekarang
melawan penyakitmu. Aku yakin cintamu pada Jin yang membuat kau bisa melawan
kesulitanmu selama hidup. Aku mohon tetaplah seperti itu!”
mata itu terus berganti memperebutkan posisi siapa yang kuat
untuk menguasai tubuh tersebut. ‘jika Jungkook berhasil mengambil alih tubuhnya
lagi, maka Khronos akan terlempar keluar dari Musuem. Aku mohon Jungkook kuasai
tubuhmu’ Hoseok berharap.
“apa dia menyakitinya??!! Kenapa Jungkook terlihat kesakitan”
“jika Jungkook kalah mengambil tubuhnya, mungkin Jungkook
akan mati. Selagi ini terjadi pergilah ke portal cermin dan lakukan apa yang
kukatakan! Dengan begitu Jungkook bisa kita selamatkan dengan bantuan Lucifer!”
perintah Hoseok, sayangnya kedatangan Yoongi dengan mata tersihir sama seperti
Jungkook datang mencegah.
“Min Yoongi”
To be continue…
Nb. Terimakasih sudah membaca Fanfic panjang ini.. aku tau mungkin kalian sudah tidak mampu membaca Fanfic sebanyak ini dengan 3 Judul haha.. setelah devil without you berakhir aku akan meyakinkan bahwa Fanfic ini tidak lagi memiliki sambungan cerita. dan aku akan memulai cerita dengan judul yang lain, cerita lain, dan pastinya bekaitan dengan Jimin uke. ;) berikan author semangat terus! hehe soso~! btw Congrast for billboard uri Bangtan :*








Woww..so many gif..im soo happy..trime kasih sih..aku memnta maaf kerana lmbat..too many work to do..im late,but im happy for your update (σ≧▽≦)σ
ReplyDeleteCannot wait for next chapter and your new stories..hehe..hwaiting authornim~~(ノ*>∀<)ノ♡
hey you come. ^^ thanks for always support me ~~ tidak masalah untuk datang terlambat, cerita ini akan selalu menunggu kehadiranmu haha♡ hwaiting for your work too.. ! XD
Deletearghhhh!!!
ReplyDeletenai ~~welcomeback
Delete