Devil Without You Chapter 8


“maafkan aku Namjoon-sshi. Aku tidak bisa membiarkan mu mengikutiku nanti dengan kondisiku sekarang. Aku harus mengetahui tentang rahasia Musuem Cleo, Park Jimin, serta Lucifer itu sendiri” mobil Namjoon perlahan demi perlahan menghilang dari pandangan Yoongi yang masih berdiam diri di luar.

Credit Cover  : Aceart
Song pendukung : 
- Mad Clown ft. Kim Na Young - Once Again
- Jang Jae In ft. Nashow - Auditory Hallucination
.
.
Chapter 8 

.

.
[ Bighit school ]
Yoongi duduk diperpustakaan membuka lembaran demi lembaran buku Museum Cleo. Membaca secara detail tentang sejarah yang terdapat dari buku Cleo sesuai permintaan Jin. Terdapat salah satu paragraph yang mengatakan, ‘kutukan akan terlepas dengan persembahan, menyerahkan diri, rela untuk mengorbankan kebebasan sang ‘korban’ pada—’ sebuah tangan tiba-tiba menutup buku yang Yoongi baca. “kau?” kaget Yoongi.

“sudah kukatakan, jangan mengkhianati rasa takutmu atau kau akan mendapatkan masalah” Chanyeol mengambil buku tersebut, namun Yoongi masih mempertahankan.

“hidupku itu bukan hidupmu. Jadi apapun yang aku lakukan, kau tidak berhak mengaturku”

“aku hanya berusaha melindungimu” Chanyeol merengkuh tangan Yoongi dengan kasar. Rintihan yang Yoongi berikan tidak Ia pedulikan. “berikan padaku, buku itu” perintahnya.

Merasa tangannya sudah sangat sakit, Ia hanya merelakan buku itu diambil alih chanyeol lalu pergi meninggalkan perpustakaan. Chanyeol meletakan buku itu pada rak semula. Dan menunggu waktu yang tepat untuk menghancurkan buku itu setelah Jimin dilenyapkan.

Pelarian Yoongi berakhir pada atap sekolah yang tidak di huni siapapun. Ia merasa tangannya terasa sangat panas, dan terdapat warna merah seperti terbakar. “tangan namja itu, membuatku seperti ini” kesalnya tidak karuan. “apakah namja itu bukan manusia juga?”

“Nde.” Chanyeol berdiri dibelakang Yoongi tiba-tiba. “aku bukan manusia”

Yoongi mematung didepan Chanyeol berdiri, begitu dekat. Hingga Ia tidak dapat mengambil nafas dengan normal. Ketika akan kabur Chanyeol tidak mengizinkan hal itu dilakukan lagi. “lepas—kan” suara itu terdengar gemetar.

“bagaimana bisa kau berfikir aku bukan manusia? Dan kenapa kau seolah-olah mengganggap ucapanku bukanlah candaan manusia? Apa yang membuatmu berfikir seperti itu?” pertanyaan itu terus diabaikan berulang kali, dengan sekuat tenaga Yoongi ingin melepaskan diri dari Chanyeol. “aku bertanya padamu!” mata biru Chanyeol berikan, memperlihatkan keseriusan dan membuat Yoongi agar berhenti lari darinya. Mendapatkan kejadian semacam itu, membuat Yoongi terduduk di lantai terkejut. Chanyeol berjongkok untuk menenangkan Yoongi yang memandang kearahnya seram. “aku tidak akan melukaimu. Aku hanya sedang bertugas, tapi jika kau memberi tahuku semua yang kau tau. Mungkin dengan cepat tugasku akan terselesaikan”

“tu.. tugas?”

“dari mana kau bisa ketakutan sebesar ini? Padahal aku yakin tidak melakukan apa-apa padamu”

Yoongi menelan ludah, “apa kau juga salah satu orang yang mengakibatkan hilangnya ingatan tentang masa lalu Jin?! Siapa kalian! Kenapa kalian menyakiti Jin dan meminta Jin untuk menyerahkan dirinya pada Jimin. kenapa?!”

“apa? Menyerahkan diri?!” chanyeol berfikir bahwa itu bukanlah ulahnya melainkan orang  lain. “menyerahkan diri untuk apa?”

“seseorang mengatakan bahwa Jimin bisa diselamatkan jika Jin mau menyerahkan diri pada Iblis, menyerahkan diri akan kebebasan—” belum selesai Yoongi mengatakan pada ujung kalimat, sepertinya Chanyeol telah paham lebih cepat.

mendengar itu Chanyeol tentu saja langsung menghilang dihadapan Yoongi.  Ia pergi ketempat Jin dikediamannya. Yoongi menarik nafas lebih dalam dari biasanya dan berusaha untuk tidak menangis karena rasa takut itu mulai semakin menguasai dirinya.

.
[ Musuem Cleo ]

Jin datang dengan kepasrahan yang Ia miliki. Mungkin harapan terakhir untuk menebus kesalahan dimasa lalu bisa dengan ini. Ia merasa hidup ini terjadi karena kesalahannya yang tidak dapat memilih, antara 2 cinta yang datang. Melangkah semakin dekat memasuki pintu utama Cleo yang telah terbuka lebar., dan perlahan tertutup kembali. Museum Cleo dilapisi sihir agar siapapun tidak ada yang mengusik ataupun membuat Jin berubah pikiran. Dan benar dugaan.. Chanyeol datang, berusaha untuk masuk dengan menghancurkan sihir Lucifer.

Hoseok, Shin Gyu mendatangi tempat Jin yang focus akan suatu cermin. Namja tinggi itu dapat melihat bahwa Jimin tertidur pada rumput hijau dari balik portal cermin. Sebuah penutup mata menutupi separuh wajah Jimin. “Jimin” panggilnya dengan menyentuh cermin tersebut.

“aku rasa kau telah memilih, dan kedatangan mu merupakan jawaban kepastianmu untuk menjadi iblis. Artinya kau memilih Jimin dibandingkan jungkook, apa hatimu sudah memiliki tekad itu? Karena sebelumnya aku menawarkan kehidupanmu akan lebih normal jika mau mengabaikan Chanyeol dan membiarkan namja itu melenyapkan Jimin” Hoseok mengizinkan Jin berfikir lagi, agar semua lancar tanpa ada kebimbangan hati dari sang ‘korban’. “Lucifer mengatakan kau akan mendapatkan ingatanmu kembali, dan kemungkinan kau bisa menjadi iblis. Dengan begitu kau bisa bersaing seimbang dengan Lucifer, apa aku benar? Bahkan Lucifer telah menanti pertarungan denganmu.” lanjutnya menatap kearah Jin yang terus memperhatikan cermin.
.
kedua mata Jimin berwarna ke abu-abuan terbuka perlahan. Merasakan kehadiran Jin membuat Jiwanya seakan terpanggil untuk hidup.
Jin-sshi, hentikan’
semilir angin meniup helaian rambutnya.
‘Taehyung berbohong padamu, kau tidak akan menjadi Iblis setelah ini’
‘aku mohon, tinggalkan aku’


.
Mendengar suara Jimin menyadarkan Lucifer yang tengah beristirahatapa kau berfikir jin akan mendengarmu?  Lucifer mengingatkan, aku hanya ingin mengatakan bahwa semua dibawah kendali ku, jiminnie.. sekalipun aku harus membuatmu buta, menjadikanmu boneka, bahkan memotong kedua kakimu. Aku tidak akan pernah menyerahkan mu pada kim seok jin lagi!suara Jimin membangkitkan balasan pada Lucifer yang berharap permohonan itu dapat didengar Jin.


.

Jin terdiam diri didepan cermin tempat Jimin dimasukan kedalam dunia kehampaan. Mengumpulkan seluruh keyakinan yang mungkin tidak akan pernah bisa mengembalikan keadaan setelah pilihan telah ditetapkan. Shin gyu melirik kearah Hoseok yang terlihat sedikit cemas bila Jin membatalkan keyakinannya.

“bagaimana jika ingatanku telah kembali, dan aku ingin memilih sebagai manusia untuk bersama Jungkook. Apakah aku bisa?” Jin menghadap kearah Hoseok berada. “setidaknya Lucifer yang kalian agungkan itu bisa melindungi Jimin, itu sudah cukup bagiku”

“tujuan mu datang kesini untuk membebaskan Lucifer, lalu menyelamatkan Jimin dari hukuman penjaga waktu yang harus ‘melenyapkan’nya. Jika kau berakhir pada keputusanmu untuk tetap menjadi manusia. Kau akan tetap mendapatkannya, itu janjiku” Hoseok meyakinkan.

.
[ Rumah sakit ]
Jungkook yang sedang membereskan untuk kepulangannya mendapatkan tamu tidak diundang. Ia memiringkan kepalanya bingung dengan Namjoon yang merupakan sahabat serta saudara Jin mengunjunginya tanpa di temani Jin. “Namjoon-sshi?” suara itu lembut diperdengarkan. Sedangkan Namjoon masih diam dan masuk perlahan dengan mengunci pintu kamar Jungkook dari dalam. “gwenchana? Namjoon-sshi?” . beberapa kali mata Namjoon bersinar seperti sebuah berlian, biru bagaikan laut. Dan itu bukan seperti mata Namjoon yang Jungkook kenal.

Merasa ada yang aneh dengan Namjoon, secepat mungkin Jungkook mencari cara menghindari jarak dekat dengan teman kekasihnya itu. Beberapa kali kedekatan yang Namjoon berikan mendapatkan penolakan, sampai pada waktunya Ia berhenti sejenak. “kenapa kau menghindariku?” Tanya Namjoon.

“kau sedikit aneh, apa kau baik-baik saja?” sesal Jungkook mengatakan hal yang dirasakan. Namjoon bergerak pada meja yang terdapat segelas air putih, mencelupkan satu jarinya dan merubah air putih itu menjadi kehijauan. “minum ini” perintah Namjoon.

“aku tidak mau! Kau bukan Namjoon kan!”

“aku Kim Namjoon. Sahabat Kim Seok Jin yang sedang membutuhkan bantuanmu. Sekarang minum ini!”

Jungkook menggelengkan kepalanya, masih menolak. Merasa sepertinya menjadi Namjoon tidak membuat semua berjalan dengan cepat. Chanyeol mulai berbuat kasar kepada Jungkook dalam wujud Namjoon. Memaksa Jungkook meminum ramuan untuk bisa menghentikan pergerakan Jin di museum Cleo yang telah tersegel. Tidak sepenuhnya minuman itu tertelan. Beberapa tetes mengalir keluar mulut, namun itu berhasil membuat kesadaran Jungkook diambil alih sepenuhnya oleh pemimpin penjaga waktu bernama ‘Khronos’.



Tubuh Jungkook terkapar dengan keadaan kejang-kejang karena berusaha melawan kedatangan Khronos pada dalam tubuhnya. Saat sepenuhnya tubuh Jungkook dikuasai Khronos, Chanyeol mengembalikan wujud Namjoon menjadi dirinya semula. Khronos merasa aneh menggunakan tubuh manusia ini. 



ini benar-benar menjijikan. Berada dalam wujud manusia yang penuh dosa dengan kebencian menggantung pada lubuk hati anak ini di dunia sebelumnya, kenapa kau memilihkan ku wadah seperti ini!?” tidak terima Khronos.

“karena tubuh ini adalah milik kekasih Jin yang mungkin bisa membingungkan Jin atas keputusannya nanti, Tuan”

Khronos menggangguk mengerti, “dengan wujud ini aku akan bisa masuk ke dalam Museum yang tersegel dan menghentikan Kim Seok Jin yang kurang ajar itu!

“Nde”

kau juga gunakan wadah lain! Serta masuk bersamaku, kau paham!?

“Nde”

“aku akan pergi lebih dulu” Khronos meninggalkan Chanyeol sendirian yang memikirkan wadah untuk dirinya sendiri. “aku akan menggunakan dia” jelas Chanyeol yang langsung bergerak mendatangi seseorang. Yoongi sendiri berada di kelasnya belajar seperti biasa, mulai heran saat tidak ada lagi suara Seonsaengnim menjelaskan didepan. Ia mengangkat kepala, menemukan seluruh penghuni kelas tidak ada yang bergerak. “apa ini?!”suara langkah kaki menghampirinya membuat Ia harus menyembunyikan diri ke sudut tembok, takut. Hanya saja… Chanyeol memeluknya dan menenggelamkan tubuh Yoongi kedalam tembok, “ARRGHHHHHHMMMMMMM” benar-benar tidak bisa bertahan dengan ketakutan yang dialami. Yoongi berusaha menggapai sesuatu agar tidak lebih tenggelam dari pada ini. Dan berhasil, sebuah tangan menyelamatkan Yoongi agar tidak lagi tenggelam masuk kedalam tembok. Tangan itu menarik Yoongi keluar dan memeluk tubuh mungil itu yang memeluk dirinya erat karena takut berlebihan.

“Yoongi, semua baik-baik.. kau aman bersamaku” Namjoon menyadarkan Yoongi agar tidak perlu takut lagi.

“Namjoon-sshi” tubuh itu masih tidak bisa menghilangkan kengeriannya pada kegelapan yang berusaha menyerangnya tadi. Dari balik tembok itu muncul seorang namja yang Yoongi kenal. “kau?” bola mata Yoongi membulat sempurna.

“berani sekali kau menyentuh Yoongiku!” tegas Chanyeol yang hendak menghancurkan Namjoon, “aku tidak akan memaafkanmu!” mendapati lawannya bukanlah manusia biasa, Namjoon mengajak Yoongi lari meninggalkan sekolah. Sedangkan kegelapan terus mengejar keduanya dengan kecepatan di luar batas manusia normal. Secepat mungkin Namjoon dan Yoongi menghindari kegelapan itu yang mungin akan menenggelamkan mereka seperti Yoongi sebelumnya.

Yoongi memperhatikan setiap wajah Namjoon dari jarak yang dekat. Namja tinggi ini telah berusaha melindungi Yoongi. Mereka pun bersembunyi disuatu tempat, “bagaimana bisa kau bergerak? Yang lain?” Yoongi penasaran.

“aku tidak tau. Awalnya, aku hanya ingin menemui mu tapi ketika aku datang jam ku tidak lagi bergerak. Semua berhenti. Ini semacam keanehan dan aku takut terjadi apa-apa padamu. Maka itu aku datang mencarimu”

Tangan Yoongi kini tidak lagi bergetar. Genggaman yang Namjoon berikan seakan memberikan kekuatan. Berada disamping Namjoon selalu menenangkan hati Yoongi yang gelisah. ‘apakah aku harus mengatakan bahwa aku memiliki perasaan yang sama dengan Namjoon-sshi’ ragunya berbisik dalam hati.

“kita harus pergi dari sini” Namjoon mengajak Yoongi pergi ke sebuah gereja yang sepi. Tidak terlalu jauh dari sekolah bangtan. Setidaknya menurut buku yang pernah Namjoon baca saat di Museum Cleo. Makhluk yang bukan manusia tidak akan pernah mengganggu tempat suci. Mereka kini bisa bernafas lega, karena Chanyeol tidak lagi mengejar. Suasana berubah menjadi canggung antara keduanya. Yoongi ataupun Namjoon saling memberikan jarak duduk serta tidak bicara. Memperhatikan isi dari gereja membuat Yoongi sedikit sedih mengapa Ia tidak pernah ketempat ini sebelumnya.

Namjoon mulai membuka suara, “aku merasa pernah ketempat suci seperti ini untuk merayakan sebuah pernikahan” Yoongi menoleh kearah Namjoon sejenak. “tapi aku tidak ingat pernikahan siapa”.

Yoongi masih saja diam tidak merespon obrolan Namjoon ‘aku juga pernah merasakan hal yang sama, datang kesebuah gereja memenuhi undangan pernikahan’ batin Yoongi.

“Jin dan aku tidak pernah dekat sebelumnya, tetapi aku tidak tau alasan apa hubungan kami menjadi lebih terikat. Bahkan aku menganggap orang asing sepertimu menjadi bagian special dalam hati ini. Aku tidak mengerti. Mengapa aku merasakan hal semacam ini.” Namjoon mengutarakan isi hatinya, “aku.. tidak mengaggapmu aneh jika tidak memiliki perasaan yang sama. Bukankah itu malah hal yang wajar?” curhatan itu berakhir.



Yoongi masih menatap Namjoon sendu tanpa bersuara. Ia ingat hari ini Jin akan datang ke Museum Cleo untuk mengembalikan ingatannya tentang namja bernama ‘Jimin’. Seandainya benar Yoongi dan Namjoon juga bagian dari ingatan yang terhapus, mungkinkah Ia merelakan Jin mati sebagai Iblis agar ingatan itu dapat kembali? Pikiran itu menyadarkan Yoongi sesuatu hal yang harus dilakukan. “Jin-sshi!” wajah cantik itu berubah menjadi panik. “kita harus ke Museum Cleo”

“Museum Cleo?”

“Aku akan menceritakanmu dalam perjalanan” mereka pun berdoa sebelum meniggalkan gereja. Yoongi yang tidak sengaja melihat sebuah patung dengan bentuk salib berhenti sejenak, lalu tersenyum dan pergi mengikuti Namjoon dari belakang. Sayangnya, Chanyeol telah menunggu keluarnya mereka berdua dari gereja. Namjoon menggandeng tangan Yoongi agar tidak membuat namja cantik itu takut lagi. Dan itu berhasil. Melihat itu membuat Chanyeol lupa akan tujuannya datang ke dunia karena menyimpan perasaan pada Yoongi. “lepaskan genggamanmu dan berkelahi denganku Kim Namjoon” perintah chanyeol.

Namjoon ragu karena harus melawan sosok yang bukan manusia. Tapi setelah dipikir-pikir sepertinya namja itu tidak akan menyakiti Yoongi. Namjoon pun melepaskan genggamannya pada Yoongi, namun namja cantik itu malah menggenggam tangan Namjoon kembali. “Yoongi?” Namjoon menyadarkan perlakuan yang Yoongi lakukan.

“Nde. Aku tidak mengizinkanmu melawan namja itu sendirian” senyum manis itu Yoongi berikan. “terima kasih sudah membuatku tidak takut lagi” lanjutnya. Mendapatkan kekuatan itu dari Yoongi membuat Namjoon yakin mereka memiliki hubungan di dunia lain. Mata mereka bertemu seakan menyalurkan kekuatan masing-masing.

Chanyeol mengeluarkan kekuatannya, sebuah sinar biru dari langit muncul. “kalian memilih jawaban yang salah” salah satu tangan Chanyeol memanjang kearah Namjoon dan membenturkan tubuh itu pada pintu gereja yang hancur. “Namjoon-sshi!!” Yoongi yang mencoba berlari kearah Namjoon mendapatkan tarikan dari Chanyeol. Mata biru itu meng-hipnotis Yoongi agar tidak lagi bergerak. Chanyeol pun masuk kedalam tubuh Yoongi dan pergi meninggalkan Namjoon yang tidak sadarkan diri.
.
.

[ Museum Cleo ]
Jin berjalan kearah patung yang merupakan wujud Lucifer terbelenggu. Ketika Ia akan mengucapkan sebuah mantera yang diberi tahu Hoseok sebelumnya. Suara Jungkook menghentikan terdengar keras, “Hentikan Jin!”. Hoseok dan Shin Gyu melirik kearah sumber suara yang mengejutkan mereka. Kedatangan manusia yang merupakan kekasih Jin menghancurkan rencana. Jin berlari kearah Jungkook, “apa yang kau lakukan disini!” marah Jin. Shin gyu yang berniat mengusir pengganggu mendapatkan larangan dari Hoseok.

“aku tidak ingin kau mengorbankan nyawamu untuk Jimin! aku tidak ingin kau membebaskan Lucifer”

“bagaimana bisa kau tau hal ini? Apa kau mengingat semuanya?” Jin bertanya pada Jungkook yang langsung menganggukan kepala.

“aku mengingatnya. Dan aku tidak ingin kau kembali pada Jimin. aku mohon, biarkan namja itu dilenyapkan Chanyeol, agar kau dan aku bisa bersatu”

“Jungkook-ah?”

“jika kau menyelamatkan Jimin dan membiarkan Lucifer bangkit untuk melawan penjaga waktu. Kau dan aku tidak akan bisa bersama, kau akan kembali mencintai Jimin lalu pergi meninggalkanku. Apakah itu yang kau inginkan? Apakah kau tidak mencintaiku lagi?”

Jin memegang kepalanya yang berdenyut bingung, “Aku..”

“kau harus bersama dengan Chanyeol, bantu dia melenyapkan Jimin dan menghukum Lucifer yang telah berbuat seenaknya! Kau akan hidup denganku seperti dulu, bahagia tanpa gangguan apapun” Jungkook ikut memegang kepala Jin yang kesakitan, “Jin-sshi dengarkan aku.. kau tidak akan kesakitan seperti ini jika mendengarkanku”.

Jin mendorong tubuh Jungkook jauh darinya, “kau bukan Jeon Joon Kook!”. Mendapatkan perlakuan itu mengherankan Jungkook yang menatap Jin kecewa. “kau menolak keberadaanku? Apakah kau menginginkan aku yang menghilang dalam hidupmu?” Tanya Jungkook. 

Kepala Jin semakin berdenyut. Matanya seakan berputar kesetiap sudut ruangan. Tidak ada yang bisa dimintai pertolongan dalam hal ini. Pegangan yang Jungkook berikan ditepis dengan kasar oleh Jin. “jangan menyentuh ku!”

“Jin?”

“KAU BUKAN JEON JOONKOOK!” bantahan itu membuat Khronos jengkel. Seakan percuma menggunakan tubuh Jungkook bila Jin masih mengenali bahwa dirinya palsu.
Shin Gyu memandang kearah Hoseok, “Oppa apa kita akan membiarkan namja itu mengganggu rencana kita?” ucapnya dengan menyadarkan Hoseok yang masih sibuk memperhatikan tanpa bertindak. “Oppa!” teriaknya kesal.

“Khronos”

“Nde?”

“dia berada dalam tubuh Jungkook untuk masuk ke Museum yang tertutupi sihir” Hoseok memberikan pandangan tidak nyaman pada Shin Gyu. Mereka tidak mungkin melawan Khronos tanpa bantuan Lucifer. “biarkan Jin yang memutuskan, dan aku yakin Khronos tidak akan melukai sang ‘korban’. Sekarang tergantung pada Jin”.

Jin masih menundukan kepala sekaligus menepis semua perkataan Jungkook yang terdengar tidak seperti biasanya. Kekasih yang Ia kenali tidak akan pernah meminta dirinya melakukan hal jahat. Tetapi apakah rasa cemburu itu yang memang membuat Jungkooknya berubah. Ia pun memperhatikan wajah Jungkook sekali lagi, ‘apakah benar dia Jungkook?’ batin Jin.

“jika kau memang ingin menyelamatkan Jimin, biarkan aku yang bicara dengan Iblis itu agar membawaku bersamamu juga!” Khronos meneteskan air matanya dari mata Jungkook untuk melemahkan pilihan Jin yang tidak mempercayainya. Mendekati patung Lucifer dan berhasil menggerakan Jin untuk mau meninggalkan Museum. “kita pulang Jungkook-ah” pinta Jin. “kita pulang bersama”

Jungkook alias Khronos memeluk lembut Jin. Tidak lupa untuk memberikan ancaman pada Shin Gyu ataupun Hoseok karena telah berani melawan Khronos. Menyihir keduanya dengan sekali jentikan pada jarinya, dan berhasil mengekang 2 iblis bawahan Lucifer dengan rantai besi. “arg!” jerit Hoseok bersamaan dengan Shin Gyu, “Oppa!”.

Chanyeol dalam wujud Yoongi sepertinya telah kehilangan moment karena datang terlambat. Berjalan mengamati Jin yang sedang berada dalam pelukan Khronos. Sedangkan 2 Iblis telah dilumpuhkan. “itu lah balasan karena melawan penjaga waktu, Iblis menjijikan” ketus chanyeol.

Tidak lama dalam masa suasana baik dari pihak Chanyeol, dentuman pada jantung Jungkook seakan meningkat. Khronos mulai kehilangan alih pada tubuh yang Ia masuki. Tubuh Jungkook melemas dan membuat Jin khawatir karena Ia hampir jatuh pingsan. “Jungkook-ah!” mendengar teriakan Jin, Hoseok pun reflek mengeluarkan seluruh kekuatannya untuk melepaskan rantai besi yang mengekang. Mengambil tubuh Jungkook dari pelukan Jin, “Jungkook-ah! Bertahanlah! Keluarkan dia dari tubuhmu, aku tau kau pasti bisa!” seru Hoseok yang menyemangati Jungkook.

“dia? Siapa?” Jin bertanya.

“Khronos pemimpin penjaga waktu. Dia menggunakan tubuh Jungkook untuk masuk sini” jelas Hoseok. Mendapati bola mata Khronos dengan bola mata Jungkook saling berganti, Hoseok terus memberi semangat pada namja yang Ia cintai agar bisa mengembalikan kesadarannya. “aku yakin kau bisa, Jungkook-ah! Karena kau telah berhasil hidup didunia sebelumnya dan sekarang melawan penyakitmu. Aku yakin cintamu pada Jin yang membuat kau bisa melawan kesulitanmu selama hidup. Aku mohon tetaplah seperti itu!”

mata itu terus berganti memperebutkan posisi siapa yang kuat untuk menguasai tubuh tersebut. ‘jika Jungkook berhasil mengambil alih tubuhnya lagi, maka Khronos akan terlempar keluar dari Musuem. Aku mohon Jungkook kuasai tubuhmu’ Hoseok berharap.

“apa dia menyakitinya??!! Kenapa Jungkook terlihat kesakitan”

“jika Jungkook kalah mengambil tubuhnya, mungkin Jungkook akan mati. Selagi ini terjadi pergilah ke portal cermin dan lakukan apa yang kukatakan! Dengan begitu Jungkook bisa kita selamatkan dengan bantuan Lucifer!” perintah Hoseok, sayangnya kedatangan Yoongi dengan mata tersihir sama seperti Jungkook datang mencegah.

“Min Yoongi”




To be continue…

Nb. Terimakasih sudah membaca Fanfic panjang ini.. aku tau mungkin kalian sudah tidak mampu membaca Fanfic sebanyak ini dengan 3 Judul haha.. setelah devil without you berakhir aku akan meyakinkan bahwa Fanfic ini tidak lagi memiliki sambungan cerita. dan aku akan memulai cerita dengan judul yang lain, cerita lain, dan pastinya bekaitan dengan Jimin uke. ;) berikan author semangat terus! hehe soso~! btw Congrast for billboard uri Bangtan :* 

Comments

  1. Woww..so many gif..im soo happy..trime kasih sih..aku memnta maaf kerana lmbat..too many work to do..im late,but im happy for your update (σ≧▽≦)σ
    Cannot wait for next chapter and your new stories..hehe..hwaiting authornim~~(ノ*>∀<)ノ♡

    ReplyDelete
    Replies
    1. hey you come. ^^ thanks for always support me ~~ tidak masalah untuk datang terlambat, cerita ini akan selalu menunggu kehadiranmu haha♡ hwaiting for your work too.. ! XD

      Delete

Post a Comment

Popular Posts