Devil Without You Chapter 9
“jika Jungkook kalah mengambil tubuhnya,
mungkin Jungkook akan mati. Selagi ini terjadi pergilah ke portal cermin dan
lakukan apa yang kukatakan! Dengan begitu Jungkook bisa kita selamatkan dengan
bantuan Lucifer!” perintah Hoseok, sayangnya kedatangan Yoongi dengan mata
tersihir sama seperti Jungkook datang mencegah.
“Min Yoongi”
.
.
Chapter
9
.
.
sebuah tongkat pemukul berada pada genggaman tangan Yoongi.
Ia bermaksud memecahkan kaca yang terdapat Jimin didalamnya. Mengambil
ancang-ancang dan ‘PRANG!’ bunyi kaca itu pun mematahkan hati Jin yang ingin
menyelamatkan Jimin. Yoongi mengambil serpihan kaca yang telah dipecahkan,
tersenyum saat kaca itu telah berubah menjadi kaca biasa. Tidak ada lagi bayangan
Jimin terlihat.
“dia bukan Yoongi, temanmu. Tetapi dia Chanyeol” Hoseok
memberi tahu Jin. “sudah kukatakan bahwa mereka akan melakukan apapun untuk
melenyapkan Jimin sekalipun kau tidak berada dipihak mereka” jelasnya.
“kau benar-benar naïf Kim Seok Jin!” dalam wujud Yoongi,
Chanyeol bicara. “siapa yang kau ingin lindungi sekarang? Jimin?” ucapnya
sembari tertawa puas.
“Chanyeol—!” Jin yang marah diberi tahu Hoseok bahwa Jimin
masih berada dalam kondisi aman.
“dia berada di pintu kedua yaitu portal air, kau bisa
menemuinya tepat diperpustakaan Museum ini” bisik Hoseok. “untuk Chanyeol biar
menjadi urusanku, sekarang kau pergilah”
Hoseok mengeluarkan sabitnya, “apa kau akan menggunakan tubuh
manusia lemah itu?” tantang Hoseok yang berusaha membuat Chanyeol kesal. “aku
yakin kau tidak akan berani membuat Namja itu terluka untuk melawanku. Karena
tubuh itu ataupun dirimu sama-sama lemah”
“Sial!” decak Chanyeol. Memberanikan diri bertarung dengan
menggunakan wujud Yoongi.
Pertarungan pun dimulai.
.
Jin mencari keberadaan sumber air namun tidak ditemukan.
Berjalan mengelilingi setiap rak buku, masih nihil. Ia ingat ketika menemukan
sebuah buku yang menimbulkan tulisan saat terkena tetesan darah beberapa waktu
lalu. Ia pun mencari buku tersebut dan mencoba peruntungan tentang perkataan
siapa yang benar. Chanyeol atau Hoseok tidak membiarkan Jin berfikir dengan
tenang. Terlalu banyak tekanan yang menyesakan. Sampai pada bagian rak yang Jin
cari, buku itupun ditarik dari barisan buku lain. Setelah membuka buku
tersebut. Jin mencari benda tajam di perpustakaan itu dan menemukan gunting di
meja peminjaman buku. Meneteskan darah dari jari yang telah dilukai. Munculah
beberapa hangul yang memberikan jawaban.
‘Kim Taehyung.
Jin.. kau bukanlah
satu-satunya yang menginginkan cinta pada kehidupan. Aku hanya tidak ingin jika
Jimin terluka hanya karena ke-naifanmu yang tidak bisa memilih. Percayalah
kehadiranku hanya untuk melindungi seseorang yang kucintai itu yang menjadi
alasan mengapa aku berjuang sampai seperti ini. Kau tidak akan pernah memahami
siapa seseorang yang telah berjuang untuk dirimu. Seseorang yang telah meraihmu
pada kegelapan, dan menyinarimu dengan cahaya seperti sebuah senyuman. Kau
menutup dirimu kala itu setelah kegelapan itu datang lagi, dan merusak cahaya yang menyinarimu. Pertemuanmu dengan
Jimin bukanlah sebuah kebetulan. Itu adalah takdir yang mengikatmu dengan
Jimin. dan aku fikir cintaku pada Jimin bisa mengubah hal itu, aku sadar jika
hanya sebagai makhluk Iblis yang kotor dan menjijikan. Tidak akan pernah bisa
bersatu dengan Jimin yang merupakan sebuah cahaya surga. Jin aku tidak akan
pernah menyerahkan Jimin padamu lagi, karena kau tidak akan mampu melindungi
cahaya itu. Biarkan aku yang menanggung sakitnya terbelenggu, biarkan aku yang menerima
hukuman mengingkari sebuah peraturan, biarkan aku menjalani kisah cinta bersama
Jimin dengan semua pengorbanan yang aku lakukan. karena aku mencintai Park
Jimin melebihi cinta pada diriku sendiri. Jimin memilihmu, bisakah aku
menghapus ingatannya tentangmu?’
.
Membaca lembaran tiap lembaran mampu melemahkan hati Jin, dan
membuat namja itu menahan tangis. Tidak berhenti disitu, Ia membaca bagian
lain. Jin melanjutkan pada lembaran berikutnya dengan memberikan darahnya lagi.
.
‘Jeon Joon Kook.
Aku adalah sebuah
kesalahan yang membuatmu terpisah dari cahayamu. Maaf karena aku belum sempat
mengatakan bahwa aku sangatlah menyesal. Jin.. percayalah cahayamu sedang
menunggumu untuk diselamatkan. Jika memang kau telah memilih maka aku akan
melepaskan. Jika suatu hari aku bisa mengulang waktu, aku tidak akan membuat
kesalahan ku itu terjadi lagi. Aku berjanji padamu, pada Tuhan kalau aku akan
melindungimu, menjagamu, dan tidak akan menyakitimu. Tetapi jika itu tidak
ditakdirkan terjadi maka aku akan melanjutkan kehidupanku tanpamu, membiarkanmu
bahagia dengan pilihanmu, menyimpanmu dalam ingatanku. Jin… banyak yang ingin
ku utarakan bahwa kau begitu berarti dalam hidupku. Aku hidup karena ingin
bersamamu lagi, aku hidup untuk berjuang menyelamatkan hubungan kita, namun
perjuangan ku tertutup saat hatimu tidak ada untukku lagi. Jimin yang kau
pilih, bisakah aku menghapus ingatanmu tentangnya?’
.
Jin menundukan kepalanya, menyembunyikan mata yang mulai
basah.
.
‘Min Yoongi
Kau percaya tentang
adanya cahaya surga? Aku mengenalnya lewat dirimu. Aku mendapatkan tamparan
darinya ketika menyakitimu. Jimin mengajarkan kepadaku bahwa cinta bukanlah
suatu paksaan. Melainkan naluri hati yang ingin dipersatukan. Seandainya
perjuangan telah dilakukan namun hatinya tidak bisa kau miliki, kau tidak boleh
menutup hatimu pada orang lain. Apalagi kau menyakiti dan memaksa seseorang
yang tidak memiliki hati padamu untuk mencintaimu. Jin.. aku ingin mengatakan
jika suatu hari kau melupakan siapa itu Jimin maka kau akan kehilangan
kehidupanmu. Dan masuk kedalam kehidupan palsu. Sekeras apapun kau menjalani
kehidupan palsumu maka kau akan semakin menyakiti dirimu sendiri. Jin.. darimu
aku mengenal cahayaku sendiri, terimakasih karena cahayamu telah mengajarkan
semua hal yang sangat berarti. Aku akan menjaga cahaya ku sendiri. Melindungi
cahaya ku sendiri. Dan aku pastikan, Ia akan melakukan hal yang sama dengan apa
yang aku lakukan. Jika suatu hari nanti aku kehilangan ingatan tentang
cahayaku.. maka aku akan memiliki perasaan yang sama dengan cahayaku. Dan
mengatakan bahwa kami pernah dipersatukan.’
.
“Min Yoongi” bisik Jin pelan saat membaca bagian tentang
Yoongi yang menjadi salah satu orang yang sama seperti dirinya.
.
‘Kim Namjoon
Jin aku adalah
seseorang yang tidak mengenal bagaimana hubunganmu bisa terjalin dengan serius.
Bukankah sesama namja itu terkesan aneh? Bahkan aku mengatakan bahwa itu adalah
hal yang tidak wajar dan menjijikan. Sayangnya, semenjak aku bertemu dengan
cahayamu. Aku mulai mengerti, tentang cinta yang datang darimana saja, kapan
saja, dan siapa saja. Tidak perduli itu melawan hukum, yang diinginkan hanyalah
penyatuan. Aku telah menemukan cahayaku semenjak mengenal Jimin. sampaikan
terimakasih ku padanya jika suatu saat aku tidak lagi mengenalnya. Tapi aku
yakin kau yang memiliki ikatan dan akan menemukan ingatanmu tentangnya bila
suatu hari terpisah.’
.
Air mata Jin yang menetes ke lantai mulai membuat sebuah lingkaran
air. Ia menemukan portal yang Hoseok maksudkan. “Jimin!” teriak namja tinggi
itu. Jadi hal yang Hoseok katakan tentang portal air, adalah air matanya
sendiri? Tidak berfikir lama, Jin mencium portal air dan sebuah sihir mulai
mengangkat tubuh Jimin yang berada di dunia kehampaan. Seluruh helaian pengikat
yang menutupi wajahnya terbuka. Dan mata abu-abu layaknya boneka berubah merah
api.
Dilain tempat Museum Cleo mendapatkan guncangan yang
mengakibatkan beberapa bangunan runtuh. Patung Lucifer mengeluarkan kegelapan
yang pekat, dan menyingkirkan Chanyeol serta Khronos dari tubuh Jungkook dan
Yoongi.
punggung Lucifer mulai mengeluarkan kerangka-kerangka sayap
setelah belenggu itu terlepas. Kegelapan yang sangat besar menyelimuti seluruh
gedung Museum. Para kelalawar dan burung gagak berterbangan merayakan
kebahagiaan pemimpin mereka yang berhasil bangkit. Patung itu pun perlahan demi
perlahan membelah diri. Memunculkan sinar yang merupakan Jiwa Lucifer dan
langsung masuk ke wadah manusia nya.
Setelah berhasil masuk ke dalam wadah manusia. Mata Taehyung
terbuka sama seperti milik Jimin, merah api. Dan hal yang pertama Taehyung cari
adalah keberadaan namja yang dicintainya ‘Park Jimin’. Sayap Taehyung telah
keluar sempurna. Hitam dan lebat. Shin Gyu, Hoseok memberikan hormat pada
Lucifer yang berhasil mereka lepaskan dari hukuman.
Jin yang berhasil mengeluarkan Jimin dari dunia kehampaan
mendapatkan kilatan sinar. Tidak hanya Jin, melainkan Jungkook, Yoongi, dan
Namjoon merasakan hal yang sama. Ingatan mereka telah kembali normal sesuai
yang dikatakan Hoseok. Jin mendapatkan dorongan keras pada ingatan yang baru
saja muncul cukup banyak. Sedangkan Jimin berdiri tenang memperhatikan namja
yang sedang kesakitan dengan sinis.
“sudah lama tidak bertemu, Jin-sshi”
“Jim—” Jin berusaha untuk berdiri walau pada akhirnya harus
terjatuh kembali. “Jimin” seraknya pelan. Tubuhnya melemah usai mendapatkan
ingatan yang dihilangkan.
Namja mungil yang baru saja terbangun dari tidur panjangnya
mengamati wajah Jin yang mengalami keretakan. Mata merah itu berubah menjadi
mata manusia yang Jin kenali. Jiwa manusia itu masih berada dalam diri Jimin
dan belum terbunuh. Tetapi jika Jimin menjadi manusia Ia hanya akan menjadi
bagian mayat, atau mati. Kehidupannya yang sekarang bukanlah kehidupan yang
diberikan Tuhan padanya. Melainkan pengaruh kekuatan Iblis Taehyung bersemayam
dalam diri Jimin. “bagaimana kabarmu? Apa kau merindukanku?” Jimin mengalihkan
pembicaraan yang menyedihkan.
Tangan Jin yang berharap digapai Jimin hanya mendapatkan
acuhan. Sejujurnya Jimin sangat ingin menggenggam tangan Jin serta memeluk
namja yang dirindukannya itu. Hanya saja bila Jimin melakukan itu, retakan Jin
akan semakin bertambah. “Jimin” suara Jin menyadarkan lamunan Jimin.
“Jin-sshi bisakah kau mengambulkan permintaanku yang
terakhir?” Jimin tersenyum singkat, “hiduplah dengan baik, temukan seseorang
yang kau cintai setelah ini”
“apa yang kau katakan! Kau akan pulang bersamaku namja bodoh!
Ingatanku telah pulih, aku mengingat dirimu secara penuh sekarang. Aku mohon
jangan pergi meninggalkan ku. Aku tau jika kau bukanlah manusia lagi dan hidup
sebagai iblis, Hoseok akan membantuku untuk menjadi iblis dan bertarung dengan
Taehyung untuk merebut hatimu lagi. Percayalah padaku”
Jimin menatap wajah Jin ragu, “Taehyung tidak akan
mengizinkan namja itu menjadikan mu iblis, Jin-sshi. Akupun begitu”
“apa kau tidak lagi mencintaiku?” Jin merasa kecewa
mendengarkan penolakan dari sang kekasih.
“Aku hidup sebagai manusia biasa, yang sejak kecil
ditinggalkan orang tuaku disebuah panti asuhan. Aku tidak pernah menebak orang
tua angkatku adalah keluarga palsu yang dibuat Taehyung hanya untuk
menghiburku. Sejak awal keinginan Taehyung hanya membawaku menjadi iblis
bersamanya. Tetapi kehidupan manusia yang menyenangkan membuat Ia lupa akan
siapa dirinya. Dan aku terperangkap dalam uluran tangan seorang Iblis. Bertemu
denganmu, Jungkook, Yoongi, Namjoon-sshi merupakan hadiah terbesar yang tidak
pernah bisa aku bayangkan. Aku pun berfikir bahwa hidupku adalah ‘normal’ sama
seperti manusia lainnya. Ternyata tidak. Taehyung yang mengulurkan tangan
padaku adalah Iblis yang mengetahui kebencian dalam diriku kepada orang tuaku.
Ia datang karena kebencianku, dan kebencian itu yang menjadikan Ia mencintaiku”
Jimin menceritakan tentang masa lalunya sebelum Iblis menguasai seluruh tubuh.
Taehyung yang telah sampai pada perpustakaan Museum Cleo mengurungkan niatnya
untuk masuk. Ia ingin memperhatikan sementara apa yang dilakukan Jin atau Sang
‘Korban’ kepada Jimin. setidaknya memberikan kenangan terakhir pada Jin menjadi
balasan yang bisa Taehyung lakukan karena telah membantunya terlepas dari
belenggu.
“apa kau masih ingat saat kau mencariku bersama Taehyung,
saat itulah kekuatan Iblis Taehyung tersadar. Air mata itu mengembalikan
Taehyung pada sosok Iblisnya dan menghapus ingatanmu tentang semua yang kau
lihat” lanjut Jimin,
Jin mulai membuka masa lalu..
Flashback On
Firasat buruk dapat Jin
dan Taehyung rasakan, mereka berteriak memanggil nama Jimin secara bersamaan.
Rapmon kaget mendengar teriakan itu tiba-tiba, dan mulai memperhatikan kedua
namja yang tadinya berteriak kini menangis tanpa sebab. Jin menangkap tetesan
demi tetesan, dan memandangi wajah Taehyung yang melakukan hal yang sama.
Namjoon mulai menebak. “kenapa perasaanku juga menjadi tidak enak” [ Boy In Luv
Season 2 Chapter 19 ]
Perubahan wujud pada
Taehyung diketahui Jin yang tidak percaya. Matanya tidak lagi cokelat,
menumbuhkan taring, serta punggung yang terdengar seperti sebuah suara tulang
bertabrakan. “Taehyung-ah” panggil Jin. Tidak lama mobil Rapmon berhenti karena
terkejut akan sayap hitam yang tumbuh pada tubuh hyung dari Jimin tersebut.
Taehyung tidak menjelaskan apapun dan hanya memandang sinis kearah 2 namja yang
kaget memperhatikannya. Ia pergi tanpa sepatah kata meninggalkan mobil Rapmon
dengan terbang bebas.
Flashback Off
Jin telah berhasil mengingat kejadian yang sedang dibicarakan
Jimin. ia mengusap wajahnya tidak percaya akan mengalami masa-masa sulit
seperti ini. “Aku” Jin menyadari ada yang aneh dengan keadaannya, kedua
tangannya mengalami keretakan seperti sebuah boneka. “apa yang terjadi dengan
diriku?”
“kau mengorbankan dirimu untuk melepaskan belenggu Taehyung,
kau memaafkan Taehyung yang telah mengubah kehidupan normal mu menjadi seperti
ini. Kau tidak melenyapkanku dan melakukan dosa karena membiarkan Taehyung keluar
dari hukumannya. Itulah yang membuatmu jadi seperti itu.” Jimin tidak menemukan
kekhawatiran dari wajah Jin. “kau akan hidup bila tidak berdekatan denganku.
Karena mereka tau hukuman yang paling tepat untukmu adalah tidak bisa
menyatukan diri denganku. Yang artinya menghapus takdirmu denganku. Sekarang
bukan Taehyung yang berada dalam masa hukuman melainkan dirimu Kim Seok Jin. Kau
akan hidup normal bersama Jungkook. Itu akan membuatmu lebih bahagia”
Jimin yang merasakan kehadiran Taehyung sedari tadi melirik
kearah luar perpustakaan. Namja yang dulu menjadi hyungnya bukanlah manusia, Ia
hanya sosok iblis yang buta akan cinta. Pandangan Jimin yang mengarah ke
Taehyung disadari sang objek. Taehyung dan Jimin saling bertatapan satu dengan
yang lain, cukup lama itu dilakukan. Dan suara Jin mengembalikan focus Jimin,
“Jimin.. aku tidak ingin mendapatkan hukuman seperti ini, aku rela dihukum
seperti Taehyung asal tidak dihukum dengan cara menyebalkan seperti ini!”
“Aku sudah merelakanmu Jin, maka kau akan melakukan hal yang
sama dengan apa yang aku lakukan. Relakan aku” Jimin berjalan menjauhi Jin, dan
sebuah pelukan didapatkan agar sang kekasih tidak pergi lebih jauh dari ini.
“Jin-sshi”
“aku tidak mengizinkanmu pergi lagi. Jimin yang kucintai,
akan selamanya bersamaku” bunyi retakan terdengar semakin keras dari banyak
sisi. Tidak hanya tubuh, wajahpun seperti boneka yang tidak akan lama masanya
bila berdekatan dengan Jimin.
“lepaskan aku, atau aku akan menyakitimu”
“aku tidak perduli”
Jimin mengeluarkan suhu panas pada tubuhnya dan mendorong Jin
dengan sangat kasar sampai menabrak rak buku. Wajah dan tubuh itu sedikit
terlihat normal setelah Jimin menjauh dari Jin dan mendatangi Taehyung. “Argh”
rintih Jin.
Kedatangan Jimin mengharuskan Taehyung menelan rasa malunya,
“maaf membuatmu menunggu lama” Ucap Jimin. kecemasan yang dialami Taehyung
terobati setelah mendapatkan senyuman dari Jimin yang seperti memaafkan
kesalahannya. “kita akan pergi?”
“Nde”
Taehyung membawa Jimin pergi ke ruang tengah Museum,
membiarkan Jin kesakitan sendirian.
.
Yoongi dan Jungkook berhasil mendapatkan tubuhnya lagi.
Khronos ataupun Chanyeol terlempar keluar Museum, saat kebangkitan Lucifer
terjadi. Hoseok dapat melihat namja yang dicintainya telah sadar dari jarak
yang jauh. Sedangkan Jungkook dibantu Yoongi, memandang heran pada Hoseok.
“Jung Hoseok?” bisiknya tidak terdengar.
dari sisi lain tampak Jimin dan Taehyung memasuki ruang
tengah. “Park Jimin, Kim Taehyung” Yoongi dan Jungkook bersamaan menyebut nama
teman mereka. “mereka tidak terlihat seperti manusia” Yoongi dan Jungkook
saling berpandangan.
“apa yang terjadi?!” Jungkook terdengar kesal. “kenapa aku
tidak mengerti apa-apa? Jung Hoseok kau? Matamu? Sayap? Apakah kalian sedang
mengadakan perayaan rumah hantu?” celetuk Jungkook membuat candaan itu tidak
terdengar lucu.
“Jungkook-ah” Jimin mendapatkan perhatian dari sang pemilik
nama, “aku titip Jin padamu”
Yoongi menolak, “kau bicara apa Jimin-ah! Kekasih Jin adalah
dirimu, bagaimana bisa kau menitipkan namja yang kau cintai pada orang lain”
beberapa kelalawar mulai berdatangan mengelilingi Jungkook dan Yoongi karena
hewan itu merasa bahwa kehadiran 2 namja tersebut mengganggu pemimpin mereka. Jimin
meminta Taehyung menjauhkan kelalawar yang mungkin akan menyakiti sahabat yang
dulu mengenal dirinya, Taehyung dan Hoseok. Hal itupun dikabulkan.
“kita pergi” pinta Jimin.
taehyung mengeluarkan seluruh kegelapan untuk menghisap
Museum Cleo dan seisi didalamnya yang bukan berasal dari dunia manusia. Semakin
lama kegelapan itu menutupi pandangan Shin Gyu, Hoseok, Jimin, dan Taehyung.
Menyimpan semua cinta dan persahabatan mereka pada kenangan yang tidak berarti.
Jungkook mencoba ikut masuk kedalam kegelapan itu, Ia tidak ingin kehilangan
cahaya Hoseok yang selama ini selalu menyelamatkan kehidupannya. Sadar bahwa
dihatinya bukanlah Jin lagi melainkan namja bernama Jung Hoseok. “Jung Hoseok!”
Museum Cleo berubah menjadi tanah kosong yang tidak didirikan gedung apapun.
Jin, Jungkook dan Yoongi terduduk lesu tanpa kekuatan lagi. Mereka menyadari
apa yang dialami bukanlah hal yang masuk akal. ‘apakah semua telah berakhir?’
pikir Jin yang seperti kehilangan nyawa.
Namjoon baru saja tiba, dan mendapati ke tiga namja kenalannya
mengalami ‘shock’. Ia menghampiri keberadaan Yoongi, “chagi gwenchana?” Yoongi
tidak menjawab dan hanya memeluk namja yang tidak dikenali sebelumnya. Semua
ingatan mereka telah balik ke masing-masing tempat yang seharusnya. “tenanglah
semua sudah baik-baik saja” jelas Namjoon menenangkan.
Jungkook menatap kearah Jin yang duduk lemah. “Jin-sshi”
panggilnya. Yoongi dan Namjoon mulai mencari keberadaan Jin yang tidak jauh
dari mereka berada. Menyadarkan pandangan Jin yang kosong setelah kepergian
Jimin. “Seulki kau tidak apa-apa?” Namjoon menepuk pundak Jin pelan.
“ARRRRGGHHHHHHH!” sebuah teriakan lah yang mereka dengar dari
mulut Jin yang awalnya diam. “PARK JIMINN! ARRGGHHH!” Jin mengacak rambutnya
frusatasi. Ia tidak dapat melakukan apa-apa setelah pilihan bodoh itu
menghukumnya dengan menghapus takdir dirinya dengan Jimin.
“PARK JIMIIINNNNNNNN”
To be continue…
.









Arghhhh..makin menarik ini..buatkan aku tidak sabar untuk update seterusnya sih..ohh jiminie..what will happen next???soo amazing authornim..thank u for the update..hwaiting
ReplyDelete>< benarkah?im proud my self if can make you intersted. 'wht will happend next?' thats a reason ~ xd ill always update because ur support and other. :* thanks.
Deletecop cop. makanya aku kena baca ff boy in love dluan ya? ooo kasihan sekali hoseok ku
ReplyDeletenai~~ baca dulu ff boy in luv jinjimin ver. and boy in luv s2 .. karena masjh sambungan cerita tersebut ;)
DeleteSelalu gk sabar buat nunggu eps selanjutnya. Walaupun agak ngrasa bersalah, karna oknum army nyakitin author pas konser 😢.
ReplyDeleteSemangat Thor.. Aku padamu #WWH
halo jinwife~ terimakasih sudh mau bersedia membaca ff tebel ini haha ^^iyaa itu pengalaman yng telah kupetik pelajarannya xD dan sepertinya aku tidak pantas pergi kesana lgi.. siap!aku padamu :*
Delete