Devil Without You Chapter 11
“kalau itu yang kalian inginkan, maka aku akan mencoba
membantu semampu ku”
.
Cr Cover. Caramel Almonade
Chapter
11
Song
Pendukung :
Jang
Jae In Ft. Nashow – Auditory Hallucination
Lyrics
Kim Na Young x Mad Clown - Once Again
My
Love - Lee Hi
.
Hari demi hari telah berganti. Kedua bola mata Jimin terus
berganti menjadi merah. Ia merasa tubuhnya melemah seperti hancur akan sesuatu
yang bergerak di dalam tubuh. Bergejolak sangat buas. Dan Jimin tidak tau apa
yang terjadi pada dirinya.
Shin Gyu yang datang membawa makan malam untuk Jimin mengetuk
pintu dan menunggu perizinan. Mendengar suara Jimin yang mengatakan ‘silahkan’
barulah Yeoja cantik itu membuka pintu kamar. Ia tersenyum kearah Jimin yang
sepertinya terlihat tidak sehat. “apa kau baik-baik saja Jimin-ah? Aku akan
memanggil Lucifer—”
“Tidak!” tolak Jimin yang tidak memiliki keseimbangan
sehingga terjatuh kelantai dengan sangat keras.
“Jimin-ah!” Shin Gyu membantu Jimin untuk berdiri,
membaringkan namja manis itu ke ranjang agar dapat beristirahat. Menyadari
perubahan pada mata Jimin dibagian kiri. Membuat Shin gyu harus melaporkan hal
ini kepada Taehyung, “matamu?”
“jangan katakan apapun pada Taehyung, aku mohon”
“Kenapa? Kau tidak akan bisa menahan kekuatan Iblis didalam
tubuhmu sepertinya, Lucifer harus segera melepaskan jiwanya darimu. Jika tidak
nasibmu akan berakhir seperti Seok Jin” Shin Gyu meyakinkan apa yang harus
dirinya lakukan kepada Jimin. Hanya saja permintaan itu masih mendapatkan
gelengan kecil.
“aku akan bertahan sampai bulan merah itu tiba, Taehyung
sangat yakin bahwa aku akan mengingatnya sehingga tidak akan terjadi bencana
untuk alam semesta. Aku akan buktikan apa yang Taehyung katakan itu benar
kepada semua elemen”
“kau ingin membuktikan kebenaran yang Taehyung yakini?”
“Nde. Aku akan buktikan ingatanku tidak akan termakan Iblis
didalam tubuhku nanti saat Jiwa manusia ku telah lenyap. Dan jiwa Taehyung akan
kembali pulang ke tubuh pemiliknya. Dengan begitu semua elemen tidak memandang
rendah Taehyung lagi”
Mata merah Jimin dibagian kiri pun kembali normal. “aku akan
baik-baik saja sampai waktunya tiba, shingyu-ah” lanjut Jimin.
Shin Gyu yang telah keluar dari kamar Jimin terus memikirkan
perkataan namja manis itu. Kini Ia bimbang untuk mengatakan semua kepada
Taehyung, tetapi Jimin memohon kepada Shin Gyu untuk tidak mengatakan apa-apa.
Yeoja itu hanya melamun memandangi rembulan yang masih terlihat normal dari
atas Castle. Kedatangan Hoseok tidak dihiraukan Shin Gyu untuk pertama kali,
itu semua karena Jimin. “aku sepertinya
tau alasan mengapa Lucifer begitu mencintai Jimin” pandangan Shin Gyu tampak
sendu.
“apa yang terjadi?”
“tidak ada”
Hoseok menebak sesuatu hal yang disembunyikan Shin Gyu
darinya. “kau bukan pembohong yang handal Kim Shin Gyu!” tegasnya meminta
jawaban.
“Jimin tidak mampu untuk menahan kekuatan Lucifer yang
terlalu besar, dengan tubuh manusia itu. Sangat jelas Ia mulai melemah Oppa,
aku tidak tega saat tadi memberikan makan malam untuknya. Aku mengatakan bahwa
akan melaporkan pada Lucifer, namun Jimin tidak mengizinkanku. Ia sampai
memohon agar aku tidak mengatakan apapun pada Lucifer. Sebelah mata kirinya
berubah menjadi mata Iblis yang begitu tajam, aku tidak melihat jiwa manusia
pada mata itu sama sekali”
“apakah bulan merah akan segera terjadi? Itu tanda-tanda
bulan merah semakin dekat, apa aku benar?” Hoseok bertanya.
“aku tidak tau apapun tentang bulan merah, ini adalah
penyatuan yang baru bagiku. Lucifer begitu antusias menginginkan Jimin menjadi
bagian dari kita, sekalipun mereka akan lenyap bersama. Taehyung tidak
memikirkan apapun tentang yang lain!? Aku mulai merasa kesal padanya! Aku
merasa kasihan pada Jimin sekarang ini”
Namja tinggi itu hanya diam tidak memberikan respon apapun.
Ia mengenal Jimin saat menjadi manusia dan berperan sebagai teman masalalu
Jimin dan Taehyung. Alasan Hoseok menyukai Jimin memang menjadi alasan yang
sama dengan Lucifer. Kepribadian Jimin yang menyimpan dendam dilubuk hati
menjadi makanan terlezat untuk disantap Iblis. Hoseok tidak mengerti mengapa
kebencian yang Lucifer temukan pada diri Jimin seakan menghilang ketika mereka
telah mengenal namja mungil itu lebih dalam. Dan kenapa dirinya dan Lucifer
enggan untuk melepaskan Jimin hidup sendirian. Senyuman kebahagiaan yang Jimin berikan
terkadang melukai Lucifer ataupun dirinya. Namun hal itu tidak mengubah
keputusan keduanya untuk tinggal di dunia manusia.
“aku akan mengatakan hal ini kepada Lucifer” tindakan Hoseok
dilarang Shin Gyu yang segera merentangkan tangan dihadapannya. “Minggir”
“kau tidak boleh mengatakan apapun! Jimin memohon padaku
untuk tidak mengatakan apapun, untuk pertama kalinya ada yang memohon padaku
seorang Iblis yang tidak bisa apa-apa mendapatkan kepercayaan dari orang lain!
Aku tidak ingin mengecewakan Jimin dengan mengatakan hal tersebut pada Lucifer”
“aku akan tetap melakukannya”
“Tidak boleh Oppa!” langkah Hoseok mendapatkan pelukan untuk
mencegah namja tinggi itu melapor kepada Lucifer. “aku tidak akan
membiarkanmu!” Shin Gyu menangis dalam dekapan Hoseok yang masih mencoba
melepaskan diri.
Kunjungan beberapa tentara penjaga waktu ke Istana Iblis
mengejutkan Hoseok dan ShinGyu. “begitu banyak tentara waktu memasuki wilayah
Iblis, ada apa ini?” kebingungan itu mengharuskan Hoseok mengecek keadaan
sekeliling, sedangkan Shin gyu pergi ke kamar Jimin. Lucifer yang tengah
memanggil bulan merah di ruangan pribadinya merasa ada gangguan serta bau
tentara waktu. Ia mengeluarkan mata Iblis yang begitu merah pekat lalu
meninggalkan ruangan secepat mungkin.
Tentara waktu beramai-ramai bersama teman-teman Jimin yang
berasal dari dunia manusia datang berkunjung. Taehyung dengan sayap hitamnya berdiri
begitu angkuh memperhatikan makhluk-makhluk kotor masuk kewilayah Iblis. “apa
ini? Bantuanmu dari dunia manusia?” Ucap Lucifer.
“kita harus bicara Kim Taehyung” seorang namja yang merupakan
rival Taehyung maju selangkah dari barisan.
“aku tidak berminat bicara denganmu, seseorang yang tidak
bisa menjaga sesuatu yang berharga bagi dirinya”
“aku sadar takdirku dengan Jimin telah terhapus karena
melepaskan belenggu itu darimu. Maka itu aku datang untuk menghentikan
penyatuan pada bulan merah yang mungkin kau memanggilnya lebih cepat dari
perkiraan”
Khronos menambahi “Jin benar, kau menggunakan waktu lagi
untuk mempercepat bulan merah yang harusnya terjadi tidak sesuai tanggal yang
ditetapkan. Kau merubah semua waktu sesuka hatimu! Ini sudah tidak bisa di
biarkan Kim Taehyung!”
“diamlah Pak Tua. Aku tidak perduli apapun yang kalian
katakan. Sebanyak apapun tentara yang kau bawa, aku akan tetap melakukan
penyatuan ku dengan Jimin. sekalipun aku harus dilenyapkan kalian, aku percaya
ikatan ku terhadap Jimin telah terhubung”
seluruh tentara waktu bersiap menunggu perintah sang
pemimpin, sedangkan Jin sendiri mengepal tangan dan mengumpat dalam hati.
.
[ Kamar Jimin ]
Shin Gyu yang berjaga di kamar Jimin tidak menyadari Chanyeol
dan Yoongi yang menyusup. Kekuatan waktu digunakan membuat dunia Shin Gyu
seakan berhenti. Jimin yang tidak melihat pergerakan Shin Gyu mengetahui
kedatangan seseorang yang bukan berasal dari Iblis. “Jimin-ah” suara yang
dikenal merupakan suara sahabat Jimin. ia tidak menyangka bisa bertemu dengan
Yoongi di dunia lain.
“apa yang kau lakukan disini?” masih berusaha untuk bersikap
dingin, “pergi atau Iblis akan membunuhmu” peringatan itu diberikan.
“Jimin-ah apa kau tau tentang penyatuan yang akan Taehyung
lakukan padamu?”
Jimin terdiam tidak lama lalu memberikan jawaban, “aku tau”
“kau tau?” heran Yoongi, “aku yakin kau tidak tau dampak yang
akan terjadi saat penyatuan itu terjadi, katakan kau tidak mengetahuinya” harap
Yoongi atas keputusan yang tidak ingin dirinya dengar dari Jimin.
“aku tau semua”
“kau akan menghancurkan alam semesta, tidak seharunya takdir
manusia berada di tangan Iblis! Aku mohon jangan mengikuti kemauan Taehyung!”
“aku sudah bukan manusia lagi, Min Yoongi. Kemungkinan buruk
itu akan terjadi jika aku tidak dapat mengontrol diriku, dan membiarkan Iblis
di dalam tubuhku memakan jiwa manusia ku. Tetapi sesuatu yang tidak teman
sampingmu katakan adalah aku dan Taehyung akan menjadi pasangan Iblis yang akan
bahagia apabila dapat mengingat Taehyung saat penyatuan selesai” ucapan itu
seolah-olah tidak memiliki beban apapun.
“kau gila!” Yoongi mencekik pakaian Jimin, “kau
mempertaruhkan keseimbangan alam semesta hanya untuk Iblis itu?!”
“kalau kau tidak suka, lenyapkanlah aku”
“Jimin-ah!”
“…”
Yoongi ingin sekali memukul wajah Jimin untuk menyadarkan
kesalahan seperti perlakuan Jimin yang dulu pernah Yoongi terima. Memukul
dirinya agar sadar akan cinta yang tidak terbalas. Namun apakah Yoongi memiliki
kekuatan untuk melenyapkan sahabatnya itu? Tidak ada. Air mata menetes,
kesedihan Yoongi dapat dirasakan Jimin. sayangnya, Ia tidak boleh lemah
meyakinkan Yoongi untuk segera melenyapkan dirinya. “kuberi tahu pada temanmu
itu, bahwa jiwa Taehyung sebagian ada pada diriku. Cepat atau lambat keberadaan
kalian akan Ia ketahui”
Hoseok datang tiba-tiba dari belakang Chanyeol yang langsung
memberikan pukulan. Menghilangkan sihir waktu pada Shin Gyu yang tidak bisa
bergerak. “Maafkan aku lengah, Oppa” Shin Gyu meminta maaf dan mengeluarkan
sabit Iblis.
Yoongi kembali focus kepada Jimin yang berada pada
cekikannya, “aku mohon jangan lakukan apa yang Taehyung inginkan, kau akan
membahayakan keseimbangan alam semesta Jimin”
Mata Jimin berubah menjadi tidak yakin. “ikutlah bersamaku
untuk mensucikan dirimu. Khronos memiliki cara untuk melepaskan takdir mu
dengan Taehyung dan menuntumu ke surga. Sekalipun kau sudah mati, namun suatu
hari nanti kau akan renkarnasi” lanjut Yoongi.
“surga?”
“Nde”
“…”
Yoongi mengulurkan tangan, “kami akan tetap menuntunmu
kejalan yang benar Jimin-ah, karena kau adalah sahabat kami” perasaan bimbang
yang Jimin rasakan mampu memanggil Taehyung. Dan tangan Jimin yang akan
menggapai uluran tangan Yoongi dihentikan. Taehyung muncul menjauhkan Yoongi
secara kasar. Menidurkan Jimin dan memerintahkan Shin Gyu serta Hoseok membawa
namja yang dicintainya ketempat aman. Chanyeol yang merasakan aura kemarahan
Taehyung, mengajak Yoongi untuk segera lari. “aku tidak mau pergi tanpa Jimin!”
tolaknya.
“kau akan mati jika—”
Kegelapan dari lubuk hati Taehyung yang marah seakan menyerap
sekeliling. “kita harus pergi sebelum dihisap kegelapan Lucifer!” Chanyeol
menggendong Yoongi dan pergi.
Beberapa tentara yang berperang berhasil membelenggu Lucifer,
namun itu bukanlah wujud asli. Mereka terperangkap permainan Iblis yang di
susun rapih Taehyung. “bagaimana mungkin ini terjadi?!” Khronos mencari
keberadaan Lucifer dari udara. Seakan istana Iblis kosong tanpa penghuni.
Seluruh pasukan Iblis melenyapkan keberadaan. “apa ini!”
Chanyeol dan Yoongi baru saja tiba di hadapan Khronos.
“Lucifer membawa lari Jimin, saat hatinya telah terbuka atas permintaan Yoongi
yang akan membawa jiwanya kesurga” lapor sang bawahan.
“Seulki!”
“aku tidak akan mampu melacak keberadaan Lucifer saat
kekuatannya dihilangkan. Sama seperti ketika Ia menjadi manusia, aku harap
hilangnya keberadaan Lucifer tidak membawa masalah lagi”
“aku yakin Ia akan terus menggunakan kekuatan waktu sampai
penyatuan tiba”
“setidaknya disaat penyatuan tiba, kekuatan Lucifer akan
muncul. Dan kita bisa melenyapkan Jimin dalam waktu yang tepat dan cepat”
Khronos menatap kearah Jin yang menyembunyikan wajahnya. “hanya dia yang bisa
kita harapkan, untuk melenyapkan Jimin dan melawan Lucifer. Kita tidak boleh
melakukan kesalahan saat penyatuan itu tiba”
.
Lucifer menghilangkan kekuatan Iblis bersama dengan Shin Gyu
dan Hoseok. Hal tersebut dilakukan bukan berarti mereka akan kalah menghadapi
tentara waktu. Hanya saja perasaan Jimin yang bimbang akan melemahkan hati
Lucifer, dan mengubah moodnya. “maafkan aku karena lengah menjaga Jimin” Shin
Gyu menyesal.
“…”
“Aku berjanji ini kesalahan pertama dan terakhir ku, Lucifer”
“tenanglah Kim shin Gyu. Aku tidak akan menyalahkanmu, aku
hanya penasaran dengan hati Jimin yang terasa sangat kebingungan. Jiwa yang kutanam
begitu merasakan keyakinan Jimin yang pudar untuk menjadi Iblis. Kalau begini
terus, maka kemungkinan pada bulan merah terjadi Ia akan melupakanku”
Hoseok maju selangkah mendekat, “melupakanmu? Artinya Ia akan
membunuhmu dan menggantikan posisimu menjadi Lucifer, pemimpin Iblis?”
“Nde.”
“Itu..” Shin Gyu cemas.
“Jangan katakan apapun pada Jimin tentang ini” perintah
Lucifer yang menghentikan kepergiannya saat Shin Gyu menceritakan apa yang
dikatakan Jimin kepadanya. Tampak wajah bahagia terlihat dari sorot mata
Lucifer yang memperhatikan wajah manis Jimin. “kau ingin membuktikan kepada
semua, bahwa aku benar. Terimakasih.. Aku sangat berterimakasih untuk
perjuanganmu. Maka itu aku mohon ingatlah aku” bisikan itu membangunkan Jimin.
“Taehyung?” kagetnya dengan wajah polos. Jimin memperhatikan
sekeliling untuk mencari keberadaan Yoongi. “Yoongi?”
“Aku mohon padamu untuk melupakan masalalumu, dan hanya aku
yang perlu kau ingat” Lucifer berlutut dihadapan Jimin yang terlihat ragu-ragu.
“Jimin-ah aku mencintaimu”
“Ini salah”
balasan yang tidak Taehyung sukai terdengar. Hoseok dan Shin
Gyu diminta untuk meninggalkan mereka. Salah satu tangan Taehyung mengangkat
wajah Jimin masih dengan kelembutan. “tidak ada yang salah dengan ini? Aku
sudah memberikanmu setengah jiwaku untuk menghidupkanmu. Maka itu kau masih
bisa bertemu dengan teman-temanmu. Selama ini aku terus diam memandangi
hubunganmu dengan Jin. Sesakit hatiku tidak ada seseorang yang menyadari
kesedihan seorang Iblis. Ketika aku menyerahkan dirimu pada Jin, namja itu
tidak mampu melindungi dirimu sampai membuat mu menghadapi kematian”
“itu bukanlah kesalahan Jin, memang takdirku telah mati saat
itu. Taehyung akan sangat bahaya mempertaruhkan alam semesta kalau aku menjadi
Iblis. Takdirku telah berubah banyak, dan aku tidak ingin takdirku menjadi
kesulitan takdir orang lain. Aku ingin hanya aku yang merasakan takdir burukku
sendiri. Aku mohon, biarkan aku dilenyapkan”
“Aku tidak akan membiarakanmu dilenyapkan! Jika kau tau
sakitnya dilenyapkan mungkin kau tidak akan memilih jawaban tersebut!”
Taehyung mengajak Jimin kepinggir jurang, untuk memberi tahu
betapa mirisnya seseorang yang mati di jurang dengan mayat yang tidak akan
pernah ditemukan orang lain. “alasanku menjadikanmu Iblis karena kau akan
menjadi mayat yang tidak akan ada orang bisa mendoakan. Mayatmu akan dimakan
binatang buas sampai tidak tersisa, apa kau mengerti? Dilenyapkan jika kau
menginginkannya maka aku bisa mengabulkan. Kita akan melenyapkan diri
bersama-sama” Jimin kembali mendapatkan tarikan pada lengannya dengan sedikit
kasar. Mereka berdiri di tepian luapan api neraka. Rasa panas seakan membakar
seluruh tubuh Jimin dari jarak dekat.
“…” ketakutanpun Jimin rasakan.
“kenapa? Bukankah kau ingin dilenyapkan? Terbakar oleh api
neraka tidak akan sebanding rasa sakit yang akan kau rasakan dibandingkan
sakitnya dilenyapkan. Keberadaanmu tidak akan pernah ada sejak kau lahir,
bahkan di alam seperti ku. Keberadaanmu tidak akan terhitung, ataupun terlahir
kembali” Taehyung terus mendorong Jimin yang menolak untuk dijatuhkan.
Keringatpun mengalir dari ujung kening. “apa kau berubah pikiran?”
“aku ingin bertemu teman-temanku” permintaan yang semakin
membuat Taehyung kesal mengharuskan Ia menutup penglihatan Jimin. sampai pada
bulan merah itu, Jimin akan dibuat buta. Taehyung memeluk Jimin yang menjerit
kesakitan saat penglihatannya diambil. Darah keluar dari kedua matanya yang
menjadi buta. “aku tidak ingin kau melihat hal lain selain diriku. Saat semua
telah kau yakini aku akan mengembalikan penglihatanmu lagi”
“Taehyung!! Arghh aku tidak bisa melihat apapun! Kembalikan
penglihatanku! Kim Taehyung!!”
.
.
“JIMINNNNN!”
teriakan Jin membangunkan teman-temannya yang baru saja dapat
tidur di castle waktu. “gwenchana Seulki?” khawatir Rapmon. Tanpa menjawab
pertanyaan Rapmon, Jin bergegas mencari Khronos. Saat Ia tidak berhasil
menemukan Khronos. Ia mulai mencari Chanyeol dengan berteriak-teriak keseluruh
ruangan. “apa yang kau lakukan!! Berisik sekali!” umpat Chanyeol.
“apa kalian sudah tau keberadaan Jimin! aku mohon beritahu
aku”
“jika memberitahumu, apa yang dapat kau lakukan anak
manusia?”
Khronos datang tiba-tiba, “tinggalkan dia Chanyeol!” tegasnya
menutup mulut Chanyeol. “Jin adalah tamu yang harus kau hormati”
“Khronos apa kau sudah menemukan keberadaan Jimin?”
“sangat menyesal, aku belum bisa menemukan keberadaan Jimin.
sudah kukatakan kekuatan para Iblis menghilang. Aku tidak tau bagaimana bisa
melacaknya”
“lakukan sesuatu secepat mungkin! Apapun akan aku lakukan!
Jadi lakukanlah secepat mungkin!”
Chanyeol memberikan sihir dan membuat Jin terpental menjauh
dari Khronos. “kau tidak boleh bersikap tidak sopan pada pemimpin kami!”
mendengar bentakan tersebut Jungkook menghampiri Jin untuk menenangkan. Ia
membawa Jin kembali ke kamar sekedar mengobati luka yang didapatkan dari
benturan.
Dikamar Jungkook mengobati Jin dengan pelan-pelan. Ditemani
Namjoon dan Yoongi yang masih berusaha menasehati namja berkepala batu itu.
“kau tidak akan mendapatkan hasil apapun dari apa yang kau lakukan. Termasuk
keberadaan Jimin, yang khronos sendiri tidak tau. Jadi tenanglah” Ucap Namjoon.
“aku bermimpi Jimin kesakitan disuatu tempat, aku tidak bisa
menjaga orang yang kucintai! Taehyung benar bahwa aku belum mampu melindungi
Jimin!”
Jungkook terdiam lalu berbicara, “ini semua karena aku. Aku
tidak tau pernikahan kalian yang harusnya bahagia, aku hancurkan. Bila
diizinkan aku ingin mengantikan takdir Jimin yang harus dilenyapkan”
“berhentilah omong kosong. Kita tidak boleh emosi sekarang
ini” pinta Yoongi. Ketukan pada kamar para manusia menjadi perhatian. Khronos
datang dengan membawa buku yang ke-empat namja manusia itu kenal. ‘Museum
Cleo’. Yoongi menghampiri Khronos yang sedang membuka sebuah halaman pada buku
tersebut. Setelah berhenti pada suatu Bab yang bertuliskan ‘All Seeing Eyes’,
namja cantik itu membaca secara lantang agar semua dapat mendengar. “All Seeing
Eyes merupakan sihir yang membuat mata seseorang dapat melihat segalanya. Mata
itu dapat berkelana kedimensi manapun, dunia manapun, dan dimanapun. Namun
harga yang harus dibayar oleh pengguna All Seeing Eyes adalah kehilangan nyawa.
Apapun yang dilihat dapat menghabisi si pengguna sihir, jika tidak
berhati-hati”
“apa kau akan menggunakannya Jin” tanya Khronos, “kau dapat
mencari Jimin, dan memasuki pikiran Jimin dengan ini, namun jika kau melakukan
dengan tidak hati-hati taruhannya adalah nyawamu sendiri”
tolak Jungkook yang sedang mengobati Jin, “Tunggu! Jin tidak
dapat melakukan ini, bukankah takdir Jin dan Jimin telah terhapus. Dan Jin akan
mustahil berada di pikiran Jimin, itu akan menghancurkannya”
semua yang berada dalam ruangan terdiam. “Jungkook benar, itu
sama saja bunuh diri” bantu Yoongi.
“kalau begitu gunakan aku untuk ini semua, aku akan
mempertaruhkan nyawaku untuk Jimin” lanjut Jungkook, hal tersebut tidak
mendapatkan persetujuan dari Khronos. “kau akan terpengaruh oleh Hoseok,
pengawal Lucifer itu” ucap Khronos.
“tidak akan...! aku ingin memperbaiki semua kesalahanku!”
pinta Jungkook. “aku mohon, izinkan aku yang melakukan”
“aku rasa itu tidak akan mungkin. Jangan terlalu memaksakan
dirimu Jungkook-ah, kalau masalah pengorbanan mungkin aku bisa melakukannya”
Rapmon menawarkan diri.
Yoongi menarik tangan sang kekasih, “apa yang kau katakana!
Kau tidak boleh melakukan itu, sebaiknya aku!”
“aku malah yang tidak akan mengizinkanmu!”
“kau mudah emosi! Kau hanya akan membunuh dirimu disana
dengan emosimu itu. Kau tidak berfikir tenang!” Yoongi mengingatkan, “jangan
gunakan Namjoon untuk hal ini, disini aku yang dapat melakukan semua dengan
tenang. Aku tidak memiliki reaksi apapun saat berdekatan dengan Jimin, dan aku
juga tidak memiliki masalah dengan Hoseok ataupun iblisnya. Kalau ingin
mengusulkan, sebaiknya turunkan aku sebagai pengguna sihir tersebut” penjelasan
itu mendapatkan pandangan Khronos yang penuh perasaan. Saat menyelidiki sifat
Yoongi dalam diri, semua yang Ia ucapkan benar adanya. Khronos hanya dapat
berharap pada namja cantik itu untuk menemukan keberadaan Iblis.
“kita gunakan Yoongi” Khronos mengambil keputusan. Sedangkan
Namjoon tidak setuju, pertengkaran antara dirinya dengan Yoongi pun terjadi. Rasanya
Namjoon sangat takut akan kehilangan namja cantik itu, seperti Jin kehilangan
Jimin. setiap kata-kata Namjoon mendapatkan jawaban menenangkan dari Yoongi, Ia
meyakinkan Namjoon bahwa akan kembali padanya secepat mungkin. Itu janji yang
bisa diberikan Yoongi sekarang. Namja cantik itu perlahan-lahan mendekatkan
wajahnya kepada Namjoon, lalu mencium sang kekasih tepat di semua pasang mata menatap
mereka. “percayalah aku akan kembali padamu” jelas Yoongi pada Kim Namjoon.
Khronos meminta semua menjauhi Yoongi, mantera yang siap
dibacakan terbuka saat Namjoon melepaskan genggamannya. Salah satu tangan
Khronos mengulurkan tangannya kedepan. Telapak tangan terbuka dan menghadap
kearah Yoongi. Manterapun diucapkan, “atas
nama langit, cahaya, dan denting lonceng waktu. Aku memanggil mata yang dapat
melihat segalanya, untuk melihat segala yang tersembunyi yang terdapat dalam
celah hati. Ungkapkan semua yang tersembunyi, singkapkan yang tidak terlihat.
All Seeing Eyes active!” angin menyerbu ke seluruh tubuh Yoongi dan
menghilangkan kesadaran namja tersebut. Tubuh itu tidak terjatuh ketanah
melainkan terbang melayang. Namjoon yang ingin mendekat terhalang segel. Tidak
ada yang dapat mendekati Yoongi saat All Seeing Eyes digunakan.
.
.
[ Yoongi’s All Seeing Eyes ]
Yoongi masuk kesebuah lorong waktu dengan kecepatan tinggi.
Setibanya pada sebuah tempat kosong tidak berpenghuni dan gelap, Yoongi menebak
dirinya telah tiba dipikiran Jimin. “apakah ini pikiran Jimin? kenapa gelap
sekali”
-
Yoongi kau
mendengarku?
“Khronos? Aku mendengarmu! Apakah aku sedang berada dipikiran
Jimin”
-
Kau sedang
berada dalam tubuh Jimin lebih tepatnya, aku ingin kau mencari jiwa manusia
Jimin secepat mungkin. Tetapi jangan sampai bertemu jiwa Iblis Jimin, karena
kau akan berada dalam bahaya. Dan mungkin tidak akan bisa kembali ketubuhmu
yang sebenarnya. Aku merasakan jiwa iblis Jimin telah bangkit setengahnya, apa
kau mengerti Min Yoongi?
“aku mengerti. Aku akan berhati-hati, dan secepat mungkin
bertemu dengan jiwa manusia Jimin”
penglihatan Yoongi mulai mencari keberadaan Jimin walaupun
keadaan gelap gulita. Cahaya merah sesekali menghiasi, menambah rasa takut
Yoongi atas hidup dan matinya. “Jimin-ah, apa kau mendengarku?” teriak Yoongi
mencoba memanggil. “aku mohon jawab aku jika mendengar”. Yoongi bingung harus
mencari jiwa manusia Jimin mulai darimana. Sampai pada akhirnya Ia menemukan
sebuah ruangan dipikiran Jimin. ragu untuk masuk namun sebisa mungkin Yoongi
meminta bantuan Khronos. Beberapa kali panggilan dilakukan, tidak ada jawaban
dari Khronos. Sedangkan keterkejutan Yoongi tidak berhenti disitu, langkah kaki
yang berhenti dipenglihatan Yoongi membuat dirinya mengangkat wajah untuk
mengetahui siapa yang datang. “Jimin?” Yoongi menatap pakaian Jimin yang hitam
pekat. Mata merah itu bukanlah mata manusia yang dimiliki Jimin.
“apa itu
namaku? Siapa kau?”
.
mata Iblis yang sepertinya tidak percaya diri menanyakan
sesuatu yang aneh. Yoongi memundurkan sedikit gerakannya kebelakang. Kegelapan
dan cahaya merah seakan memompa jantung namja cantik itu lebih cepat. Yoongi
tidak dapat bernafas, Ia hampir kehilangan penglihatannya. “aku akan mati?” pikir
Yoongi.
To be continue…


Kak. Kapan lanjut?
ReplyDeletewkwk kirain udh nga ada pembaca de, makanya rehat:)
DeleteJangan gitu lah kak. Aku baru nemu ini :" lanjutin ya hiks. Ampe abis. Jangan buat aku mati penasaran v:
Delete