Xiuhan.Lumin Love is WAR Chapter 12
chanyeol keluar dari kamar Minseok, “Minseok-ah!” teriakan penuh
ketakutan saat pistol sudah berada dikening Minseok membuat Chanyeol
mengeluarkan pistol miliknya. Dan nihil. Tanpa melihat apa yang Chanyeol
lakukan. Luhan sudah lebih mengetahui dan langsung menembak Chanyeol pada
tangan yang memegang senjata api seperti dirinya. Minseok berteriak kaget
menghampiri Chanyeol. “Chanyeollie…Chanyeollie” Minseok mengkhawatirkan kondisi
Chanyeol yang sengaja ditembak Luhan. Ketika akan memaki Luhan, Ia sudah tidak
mendapati keberadaan namja yang dicintainya itu.
**********
minseok
mengobati chanyeol yang terkena luka tembak pada bagian pundak. Ia tidak
mengerti dengan tindakan medis, tapi sedikit mencoba akhirnya peluru itu dapat
dikeluarkan. Tampak tersengal nafas Minseok tidak karuan. Chanyeol yang siap
menggendong tidak diizinkan Minseok untuk beranjak dari posisi mereka. Air mata
itu mengalir dengan isakan yang terdengar menyakitkan bagi Chanyeol.
“Minseok-ah, kau menangis?” Tanya namja besar itu sambil menghapus air mata
yang tercipta diwajah Minseok.
“kenapa?
Kenapa luhan seperti itu?” suara itu masih menyebut nama namja yang hampir saja
membunuh chanyeol. Mayat yang berada di kediaman semakin menambah tangisan
Minseok yang tidak kuat akan darah. Chanyeol memeluk Minseok dan menyembunyikan
pandangan tidak menyenangkan itu dari mata almond kesukaannya. Tidak lama dari
insiden itu, polisi dan ambulance datang. Beberapa polisi menghampiri Minseok
yang masih dalam kondisi terguncang. Namun untuk mendapatkan data informasi
mereka harus tetap melakukan Tanya jawab kepada Minseok. Namja munngil itu
menjelaskan tentang kelakuan Luhan yang datang menerobos dan menghancurkan isi
rumah.
Dan yang
semakin tidak Minseok mengerti, polisi menemukan dua orang namja dari wilayah
bangtan berada di ruang bawah tanah. Sedikit mengingat tentang kebaikan Jin,
Minseok mengatakan Jimin dan Taehyung adalah temannya. Usai pengolahan TKP,
Minseok diminta untuk pergi dari kediaman sementara waktu agar tetap aman.
Kemungkinan pelaku masih berkeliaran di area rumah. Itu membuat namja mungil
itu sedikit tersenyum sinis. Tapi yang menjadi tujuan Minseok sekarang mencari
tau alasan Luhan melakukan hal ini. Mereka ber-empat tinggal di satu apartemen
yang sama untuk berlindung. Tapi berlindung dari apa?
Dengan
kepintaran yang dimiliki Taehyung, mereka mencari tau asal-usul Luhan dari
beberapa website. “Seluruh informasi tentang masa lalu Luhan telah dikunci,
tapi jangan bilang aku Kim Taehyung bila tidak bisa membukanya” rasa percaya
diri Taehyung patut diacungkan jempol. Saat menunggu penyimpanan file tampak
terbuka sebuah situs terlarang, dimana terdapat informasi tentang ayah Minseok
salah satunya. “apa ini?” taehyung yang penasaran mendapatkan perhatian ketiga
namja yang ikut mendampingi didepan layar computer.
“ada apa? Apa
kau menemukan sesuatu” Tanya Minseok antusias. Ia tidak sengaja membaca
beberapa profile tentang ayahnya sendiri. “seorang Mafioso yang bergerak cukup
lihai di bidang internasional.” Minseok melanjutkan membaca di dalam hati. Sama
halnya dengan Jimin dan Chanyeol.
“Xi Luhan
berasal dari china, kan?” Taehyung menunjuk kearah salah satu paragraph yang
mengatakan tentang tanah China yang dikuasai Kris di masalalu. “apakah
menurutmu Luhan akan balas dendam dengan Ayahmu, Minseok-ah?” Jimin menanyakan
hal yang kemungkinan 100% akurat. Minseok memundurkan diri menabrak tembok di
belakangnya. Chanyeol yang mengetahui itu mencoba menenangkan Minseok. Ia kabur
lari keluar. “Kim Minseok!” teriakan Chanyeol tidak berhasil menghentikan
kepergian Minseok.
Ingatan
pertama kali mengenal Luhan terlintas kilatan demi kilatan. Larian Minseok
tidak dihentikan sampai Ia puas dan merasakan rasa sakit yang sama dengan
kesalahan Ayahnya yang menjadi kebencian Luhan. Asmanya yang kambuh tidak juga
menghentikan kegiatan Minseok yang semakin menambah kecepatan lari. Chanyeol
ikut mempercepat gerakan untuk menghentikan Minseok. Batu kerikil membantu
Chanyeol meraih Minseok yang tidak mau berhenti. Namja mungil itu terjatuh
keras ke aspal yang menyebabkan bibirnya berdarah. Ia memberontak dan ingin
melanjutkan kegiatan lari yang menghabiskan seluruh nafasnya. Tapi Chanyeol
tidak mengizinkan hal itu. Minseok menangis sekencang-kencangnya dalam dekapan
Chanyeol tidak memperdulikan pandangan setiap pengguna jalan lain.
‘kenapa.. kenapa harus Luhan’
.
jimin masih
setia menemani Taehyung mencari informasi keberadaan Luhan di setiap cctv yang
terpasang di kota. Mengamati secara detail dan menemukan sosok Luhan mengenakan
jaket tebal serta masker. “sepertinya dia benar Luhan, aku yakin dia akan pergi
ke China untuk membunuh ayah Minseok” tebak asal Taehyung.
“sebaiknya
kita membiarkan hal itu terjadi, sudah banyak korban karena ulah Ayah minseok,
bukankah lebih baik Luhan membunuh makhluk menjijikan itu?”
mendengar
perkataan Jimin mengejutkan Taehyung, “apa maksudmu, bukankah ayahmu adalah
pengawal setia Ayah minseok? Sampai ayahmu merelakan nyawanya hanya untuk
melindungi Kris.”
“Nde. ayahku
mengorbankan nyawanya hanya karena Kris, seperti seekor anjing penjaga yang
begitu setia. Dan ketika kematiannya tiba tidak ada yang mengingat hal apa yang
telah ayahku lakukan. Kris hanya menjadikan pengawalnya sebagai tameng agar Ia
tetap berkuasa”
“itulah
alasan mengapa pengawal dibutuhkan Jimin-ah, bukan seperti anjing penjaga tapi
lebih setia dari itu. Ayahmu melakukan itu karena hutang budi.. mungkin Ia
memiliki alasan kebaikan Kris yang tidak dilihat orang lain. Aku juga tidak yakin
dengan perkataanku tetapi aku yakin apa yang kau katakan hanya karena emosi.”
Taehyung mendapatkan pelukan dari Jimin sangat erat. Mereka menunggu kedatangan
Chanyeol dan Minseok. Baru memutuskan tindakan apa yang akan mereka ambil lebih
jauh.
.
.
[ Setibanya
Minseok dirumah ]
“kita harus
menyelamatkan ayahku, aku mohon Chanyeol bawa aku kepada ayah ku agar Luhan
tidak membunuhnya” pinta minseok setelah mendengarkan penjelasan Taehyung.
Chanyeol harus mengetahui isi berkas kebaradaan Kris sebelum mereka menuju
China. Tetapi berkas itu ada di rumah Minseok. Taehyung mengusulkan untuk pergi
bersama dengannya, sedangkan Jimin menemani Minseok beristirahat di apartemen.
Hal itu langsung mendapatkan persetujuan dari Chanyeol.
Selagi kedua
namja seme pergi, Jimin dan Minseok berdiam di Apartemen. Minseok tampak tidak
tenang. Jimin berharap dengan teh hangat yang Ia siapkan bisa sedikit
menenangkan namja mungil yang berhasil kekasihnya lindungi. “tenanglah Minseok-ah.. kita akan
menyelamatkan ayahmu dari Luhan”
Minseok
sedikit melihat kearah Jimin yang duduk di sampingnya, “Nde”.
“aku akan
menyiapkan barang-barang untuk persiapan ke china”
“Maaf” Suara
Minseok pelan, namun masih berhasil didengar Jimin yang menoleh. “maaf karena
aku, Jin-sshi dibunuh Luhan”
“tidak perlu
memikirkan hal yang sudah lalu, namja itu melakukan sesuai perintah ayahmu.
Melindungimu dari orang yang mencoba mecelakai mu, hanya saja sekarang Luhan
berada di posisi yang berbeda. Dan kita mengetahui itu semua, pembantaian pada
desanya mejadi alasan yang kuat Luhan untuk membunuh ayahmu” melirik singkat
untuk mengetahui reaksi Minseok, “tapi kau tenang saja, kami akan menyelamatkan
ayahmu”
ditempat yang
berbeda, Chanyeol menemukan berkas yang dicari. Terdapat sebuah wilayah di
China yang dilingkarkan. Kemungkinan Kris berada disana. Setelah mendapatkan
apa yang mereka cari, Chanyeol dan Taehyung segera bergegas pergi ke bandara
untuk memesan tiket.
Minseok
berdoa semoga kedatangannya tidak lah terlambat untuk menyelamatkan Ayahnya.
*****
tiba di tanah
China Chanyeol mengajak Minseok, Jimin dan Taehyung ke wilayah yang menjadi
tujuan mereka. Shenzen yang terletak di antara kota Guangzhou dan Hong Kong
adalah pusat industri yang terus bergerak sepanjang malam. Mengikuti kesuksesan
tetangganya dalam hal hasil industri menempati rangking ke empat di China, industri
product teknologi yang lebih tinggi dibanding Guangzhou secara umum. Mungkin
alasan itu Kris berada di kota ini. Tiba pada salah satu hotel JW Marriot Hotel
Shenzen Bao’an, chanyeol menanyakan pada receptionis tentang nama pengguna Ayah
Minseok yang biasa gunakan. Dengan bahasa china yang sangat fasih dan beberapa
permintaan untuk memberikan informasi tentang kamar Kris, itu tidaklah sulit
bagi Chanyeol. “atas nama tuan Wu Yi Fan memang benar dia menginap disini
dengan memesan satu lantai VIP secara full. Mungkin petugas kami akan mengantar
anda secara langsung karena ini bersifat privasi khusus untuk tuan Wu Yi Fan,”
“jika memang
itu sudah kebijakannya, baiklah” chanyeol menghampiri Minseok yang sejak tadi
menunggu cemas. “tenanglah. Ayahmu masih aman di hotel ini, aku berfikir Luhan
belum tau posisi ayahmu sekarang” mendengar itu Minseok menarik nafas lega.
Beberapa petugas yang akan mengantar chanyeol dan yang lainnya menunggu Kris
datang. Pakaian yang sangat rapih dan persiapan siaga senjata menonjolkan akan
keamanan yang sangat kuat untuk melindungi Kris.
Lift terbuka
dilantai VIP. Beberapa penjaga berjalan dengan gagah menuju salah satu kamar
yang Minseok bisa menebak Ayahnya berada di dalam. Penjaga yang berdiri di
depan kamar mendapatkan bisikan setelah memberikan hormat kepada Minseok.
“tidak seharusnya anda disini tuan muda” penjaga itu menegur. Menarik Chanyeol
namun Minseok tidak mengizinkan Ia pergi sendirian.
“jika kau
ingin memarahi Chanyeol, kau harus berhadapan denganku. Karena kedatangan ku
atas permintaanku sendiri!”
penjaga itu
masih ngeyel dan memisahkan Minseok, Chanyeol, serta Jimin dan Taehyung. Mereka
dipisahkan ke ruangan yang berbeda-beda. Mengunci pintu kamar Minseok tanpa
ditemani siapapun. “buka pintunya! Berani sekali kalian bersikap seperti ini
padaku!” teriak Minseok dari dalam. Sedangkan Chanyeol harus berhadapan
langsung dengan sang Mafioso.
Segelas
minuman alcohol menemani Kris malam itu. “kenapa kau membawa Kim Minseok ke
china? Aku harus menemukan alasan yang tepat agar pistolku tidak menembus
kepalamu, Park Chanyeol”
“Tuan, Luhan
hampir membunuh Minseok. Ternyata dia pengkhianat yang sekarang berusaha
mencarimu untuk membunuhmu. Kemarin malam Ia menghancurkan kediaman dan hampir
saja melukai Minseok”
“Luhan?
Maksudmu Xi Luhan? Pembunuh bayaran ku?” tanyanya tidak percaya.
“Nde Tuan.
Dia datang pada anda untuk membalaskan dendam”
Mata Kris
menajam seketika, “balas dendam?”
“Nde. Karena
anda sudah merebut wilayah kampung halamannya dan membunuh kedua orang tuanya.
Mungkin anda ingat tentang Huang Yi atau Sohee” perkataan yang mampu membuat
Kris menghancurkan botol alcohol pada genggaman. Kini seluruh tangan Kris basah
bercampur darah. “kita harus bertindak Tuan”
dengan
berfikir secara matang, Kris mengatur strategi. “kerahkan seluruh pasukan untuk
membakar kampung halaman namja itu. Buat tidak tersisa, seluruh penghuninya.
Itu akan menjadi pelajaran karena berani
bermain api denganku”
“Baik tuan”
siap Chanyeol untuk pergi,
“tunggu”
“Nde?”
“hal ini
tidak boleh diketahui putraku”
chanyeol
mengangguk paham dan pergi meninggalkan ruangan. Masih dalam sisa amarah, Kris
menghancurkan seluruh botol minumannya akibat kebodohan dimasa lalu membiarkan
Luhan hidup. “ternyata anak kecil itu sudah berani masuk ke kehidupanku dan
menipuku”
.
Minseok yang
berada di dalam kamar Hotel tidak menyerah dengan keadaan. Sekalipun Ia
terkunci bukan berarti Ia akan diam saja. Melainkan hal nekat mungkin akan
dilalui hanya untuk menyampaikan pesan tentang Luhan pada ayahnya. Jendela
kamar dibuka perlahan, dan angin kencang mulai masuk dari gedung tertinggi. Ia
berada pada puncak menara Hotel tentu itu akan membunuh dirinya bila berbuat
macam-macam. Minseok mengurungkan niatnya, menutup kembali jendela yang Ia akan
gunakan untuk kabur. “aku bahkan tidak tau dimana kamar ayah” lesunya.
Tidak lama
terdengar helicopter mengitari menara hotel dengan cahaya pengawas. Minseok
mengerti mungkin Chanyeol telah memberi tahu semua tentang Luhan, dan
pengawasan semakin diperketat. Kini namja mungil itu bisa sedikit lebih tenang.
.
.
dilain tempat
Chanyeol dengan antek-antek Kris bersiap melakukan tugas yang sudah
diperintahkan. Dengan perlengkapan yang dibutuhkan untuk meledakan suatu
wilayah, tentu tidak dibutuhkan waktu lama. Hanya saja. Luhan telah menunggu
kedatangan mereka di perjalanan menuju kampung halamannya. Melemaskan Otot dan
menatap tajam kearah antek-antek Kris yang siap menembakan Luhan dengan peluru
bius. Seperti akan menangkap hewan liar.
Chanyeol mengisyaratkan
beberapa gerakan lewat tangan untuk tidak bertindak apa-apa. “Luhan, apa kau
tidak merindukan Minseok? Aku rasa dia telah membencimu sekarang. Apa kau
baik-baik saja?”
“dengan
kekejaman yang ayahnya lakukan. Aku tidak pernah mengambil perasaan apapun
terhadap namja itu”
“kau yakin?
Padahal seharian penuh namja itu menangis untukmu. Kau benar-benar pembunuh
yang professional. Berani masuk kedalam kandang singa yang telah mencabik
seluruh keluargamu, dan menipu singa itu hanya untuk mencari informasi apakah
benar Ia membunuh keluargamu” ucapnya diselingi tawa. Luhan masih dengan tenang
mengawasi setiap gerak-gerik pada antek-antek Kris yang mungkin siap
menembaknya jika lengah. “sekarang aku mengerti mengapa kau mengambil hati
Minseok.. Apakah karena ini?” lanjutnya.
“dia tidak
ada hubungannya dengan ini, aku hanya memanfaatkan namja itu”
“kau bahkan
sekarang tidak menyebut namanya” Chanyeol memberikan isyarat, tetapi kalah
cepat dengan pergerakan Luhan yang langsung menyergapnya tidak bergerak. Pisau
kecil berada di leher Chanyeol sekarang, “katakan pada antek-antek Kris untuk
meletakan seluruh senjata mereka atau kau akan kehilangan senyuman bangga mu
itu” perintah itu langsung di sanggupi Chanyeol. Menyeret Chanyeol ke salah
satu senjata yang telah diletakan dan menebakan dengan cepat ke setiap antek-antek
Kris.
Chanyeol
menahan nafas saat senjata itu berakhir pada kepalanya tanpa ditembakan. “kau
ingin tidur seperti mereka, atau kau ingin ikut permainanku?”
“permainanmu?”
Luhan
melemparkan senjata itu asal, “Nde. Permainanku sangat mudah, kau hanya perlu
membawa Minseok kembali ke Korea”
“apa kau
serius akan membunuh ayahnya?!” bentakan Chanyeol mengingatkan, “hapus rasa
dendammu itu Xi Luhan!”
“kau fikir
aku bisa melakukan hal itu? Bukankah ayah Minseok sudah mengetahui dari mulutmu
sendiri, jika aku akan datang untuk balas dendam? Lalu mengapa Ia masih tega
INGIN MEBAKAR SELURUH KAMPUNG HALAMANKU!” Luhan meninggikan suaranya, “KAU
FIKIR LINTAH DARAT BERNAMA KRIS ITU BISA DIMAAFKAN?”
“bagaimana
bisa?” Chanyeol kebingungan saat percakapannya telah diketahui Luhan.
“kalian lupa
siapa aku?” Ia mengingatkan, “sekarang ikuti permainanku, bawa Minseok pulang
ke Korea”
“aku tidak
bisa melakukannya, Ia ingin melindungi Kris”
“aku tidak
perduli akan hal itu! Aku hanya ingin kau memaksanya pulang, kalau perlu kau
bisa menggunakan obat bius ini padanya” ucap Luhan dengan menyerahkan sebutir
obat.
~
Minseok
menggedor pintu berulang kali masih nihil dibukakan. Sampai pada jam makan
malam, salah satu petugas masuk kedalam dengan ditemani seorang chef. Ia
menyajikan makanan mewah yang masih hangat dan terlihat lezat. Minseok tidak
kehilangan akal kala itu. Ia mengatakan bahwa ada beberapa bagian hidangan yang
membuat Ia nantinya akan gatal. Semacam alergi. Alhasil chef itu mengganti
makanan yang disajikan diawasi petugas pada dapur Hotel agar tidak melakukan
kesalahan lagi. Benar dugaan kecerobohan yang dilakukan petugas itu meloloskan
Minseok dari kamar. Kesalahan yang membahayakan Minseok sudah menjadi ketakutan
setiap pengawal, maka itu para penjaga begitu kaget menemukan alergi pada
makanan sang majikan.
Kembalinya
dari dapur, petugas itu berlari heran ketika menemukan pintu kamar terbuka.
“astaga aku melakukan kecerobohan” sesalnya dan langsung melaporkan kejadian
ini pada setiap penjaga sudut hotel. Dalam
pelarian Minseok, Ia tidak sengaja menabrak seorang yeoja dengan pakaian yang
sangat elegan. ‘cantik sekali’ batinnya bicara. Yeoja itu membantu Minseok
berdiri dengan lembut. Genggaman tangan itu terasa sangat nyaman Minseok
rasakan. “gwenchana?” Tanya yeoja itu khawatir.
“Nde.
Gwenchana”
mata almond
yang mirip dengan drinya. Minseok merasa ada ikatan batin atas dirinya dengan
yeoja di depannya. Yeoja itu melanjutkan perjalanan melewati Minseok saat
mengetahui namja itu telah baik-baik saja. Tetapi setelah dipikir-pikir yeoja
itu berhenti sekilas dan memperhatikan tubuh mungil Minseok dari belakang.
“tunggu” yeoja itu menghentikan kepergian Minseok. “kenapa kau bisa berada di
tempat ini?” Tanya nya.
“Aku?”
pintu terbuka
dari salah satu kamar, Kris baru saja keluar dengan mantel mewah. Ia menemukan
Minseok sedang bersama dengan yeoja dilorong hotel dan mengumpat kesal pada
penjagaan yang tidak becus dilakukan. “Minseok-ah kenapa kau berada di luar?”
suara besar itu mengalihkan pandangan yeoja itu pada Minseok. Dan sang Mafioso
itu tercengang, bahagia, kaget, bingung, serta entah perasaan apa yang dimiliki
sekarang ini. Yeoja yang telah lama menghilang mendatangi dirinya dengan
senyuman yang cantik. Kris tidak tinggal diam. Ia langsung memeluk Sohee atau
Huang Yi dengan beberapa kali menahan air matanya keluar. “kemana.. kemana saja
kau!” Kris mengeratkan pelukan itu pada Sohee. “aku sangat merindukanmu”
Sohee
membalas pelukan Kris, “aku tidak kemana-mana. Aku hanya berada di tempat lain
untuk memantaumu dari jarak yang tidak jauh. Kau tidak pernah berubah, kau
masih tetap pada kekejamanmu Yi fan”
“ini sebuah
pekerjaan” Kris melepaskan pelukan erat itu. “nasib bawahan ku ada di tanganku.
Aku mengurangi sedikit kekejaman yang aku lakukan tapi jika itu melukai orang
yang kucintai maka aku akan melakukan hal yang lebih kejam untuk melukai orang
tersebut”
“Yi Fan”
Minseok
mendengarkan Kris berbicara sangat serius dengan yeoja tersebut dalam bahasa
China. Dan lirikan Kris menyadarkan Minseok yang sedari tadi mematung bingung.
“Minseok-ah” panggil Kris.
“Nde,”
Yeoja itu
memandang kearah Minseok, “dia Kim Minseok?” bahasa itu berganti ke Korea. “apa
dia putraku?” Tanya nya antusias.
“Nde. Dia
putramu. Putra kita”
Sohee tidak
menunggu lagi dan langsung menangis histeris mengetahui Minseok telah tumbuh
besar. Ia merasa gagal menjadi seorang ibu karena harus meninggalkan Minseok
hanya dengan diurus Kris seorang. “maafkan Eomma, maafkan” sesal Sohee.
“Eom..Eomma?”
Minseok tidak tau harus membalas pelukan itu atau tidak. Tapi ini sesuatu yang
tidak bisa difikirkan Minseok. Ia tidak berharap bisa bertemu dengan Eommanya,
namun sekarang itu semua terjadi. “Eomma?” Minseok melepaskan pelukan yeoja
tersebut. “aku harus pergi”
“Kim Minseok!
Kim Minseok!” teriakan Sohee tidak Minseok dengarkan. Namja mungil itu masih
setia berlari menuruni tangga darurat dengan nafas tersengal-sengal. Beberapa
pengawal mengejar dan menjaga Minseok dari belakang. “kenapa aku tidak bahagia?
Kenapa aku tidak memeluk yeoja yang mengaku Eommaku?” suara Minseok bergetar.
Asmanya mulai terasa. Seluruh tubuh Minseok berubah lemas.
Beberapa
pengawal yang ingin membantu Minseok berdiri masing-masing di sekap penyusup.
Kini tidak ada lagi yang berada di belakang Minseok ataupun yang akan
melindungi namja mungil tersebut. Langkah kaki itu membuat Minseok menoleh
kearah belakang, dan namja tinggi itu membuka masker. “sudah lama tidak bertemu
ya, namja manis” Jaehyo menggendong Minseok setelah menidurkannya terlebih
dulu. Beberapa anggota Block Buster telah menunggu di lantai bawah dengan
persiapan tempur yang layak untuk melawan Kris.
Lee Min Hyuk
memegang computer untuk mencari informasi, “aku tidak percaya akan hal
ini” seluruh kelompok Block buster yang
masih hidup berkumpul di satu titik. “wae?” Min Yoongi salah satu anggota Bangtan
bertanya. Block buster dan Bangtan menjadi satu ketika kalah melawan Luhan yang
memang sudah professional menjalankan tugasnya. Menjadi seorang pembunuh
bayaran kelas atas tidak akan diragukan lagi untuk seorang Xi Luhan. Dan Kris
semakin kuat jika memang namja itu berdiri di pihaknya. Lee Min Hyuk
menjelaskan, “Luhan tidak lagi bekerja pada Kris” perkataan itu membuat Namjoon
ketua Bangtan menajamkan matanya.
“apa kau
yakin?” Namjoon meminta pengulangan. “apa kau yakin dengan apa yang kau
katakan? Seandainya Jaehyo datang membawa putra Kris, kita bisa mengancam Kris untuk
mengembalikan wilayah kita tanpa dibawah lindungan Luhan”
tidak lama
obrolan mereka, datang Jaehyo dengan Pyo Jihoon membawa Minseok yang tidak
sadarkan diri. “jalankan mobil dan seluruh antek-antek lain berkumpul ditempat
yang kita sepakati” kerumunan mobil beriringan keluar dari Hotel JW Marriot.
.
ditempat lain Luhan sedang mengamati hotel
Kris dari gedung lain. Ia tidak ingin membunuh Kris didepan kedua mata Minseok.
Walaupun Ia sadar Minseok sudah mengetahui hal itu, tetap saja masih ada hati
nurani Luhan yang tidak menginginkan namja mungil itu menyaksikan kematian
orang tuanya. Memoles senjatanya untuk menembak dan mengeluarkan isi kepala
Mafioso dari kerangka. “aku akan mengeluarkan isi kepalamu dengan satu kali tembakan, Wu Yifan”
To be
Continue…


Parah gw baru tau klo dah di lanjut kkkkk
ReplyDeleteBtw lanjut thor
Wahhh
ReplyDeleteAku baru nemu ff ini
Keren banget
Penasaran sama lanjutannya
Lanjut yaa
Smangat ^^
kapan ff ini di up lagi .... Ayo dong kak ceritanya di up 🙏
ReplyDeleteKak update ceritanya dong aku udah nunggu in ini lama banget
ReplyDelete