Xiuhan.Lumin Love is WAR Chapter 12

chanyeol keluar dari kamar Minseok, “Minseok-ah!” teriakan penuh ketakutan saat pistol sudah berada dikening Minseok membuat Chanyeol mengeluarkan pistol miliknya. Dan nihil. Tanpa melihat apa yang Chanyeol lakukan. Luhan sudah lebih mengetahui dan langsung menembak Chanyeol pada tangan yang memegang senjata api seperti dirinya. Minseok berteriak kaget menghampiri Chanyeol. “Chanyeollie…Chanyeollie” Minseok mengkhawatirkan kondisi Chanyeol yang sengaja ditembak Luhan. Ketika akan memaki Luhan, Ia sudah tidak mendapati keberadaan namja yang dicintainya itu.


**********

minseok mengobati chanyeol yang terkena luka tembak pada bagian pundak. Ia tidak mengerti dengan tindakan medis, tapi sedikit mencoba akhirnya peluru itu dapat dikeluarkan. Tampak tersengal nafas Minseok tidak karuan. Chanyeol yang siap menggendong tidak diizinkan Minseok untuk beranjak dari posisi mereka. Air mata itu mengalir dengan isakan yang terdengar menyakitkan bagi Chanyeol. “Minseok-ah, kau menangis?” Tanya namja besar itu sambil menghapus air mata yang tercipta diwajah Minseok.

“kenapa? Kenapa luhan seperti itu?” suara itu masih menyebut nama namja yang hampir saja membunuh chanyeol. Mayat yang berada di kediaman semakin menambah tangisan Minseok yang tidak kuat akan darah. Chanyeol memeluk Minseok dan menyembunyikan pandangan tidak menyenangkan itu dari mata almond kesukaannya. Tidak lama dari insiden itu, polisi dan ambulance datang. Beberapa polisi menghampiri Minseok yang masih dalam kondisi terguncang. Namun untuk mendapatkan data informasi mereka harus tetap melakukan Tanya jawab kepada Minseok. Namja munngil itu menjelaskan tentang kelakuan Luhan yang datang menerobos dan menghancurkan isi rumah.

Dan yang semakin tidak Minseok mengerti, polisi menemukan dua orang namja dari wilayah bangtan berada di ruang bawah tanah. Sedikit mengingat tentang kebaikan Jin, Minseok mengatakan Jimin dan Taehyung adalah temannya. Usai pengolahan TKP, Minseok diminta untuk pergi dari kediaman sementara waktu agar tetap aman. Kemungkinan pelaku masih berkeliaran di area rumah. Itu membuat namja mungil itu sedikit tersenyum sinis. Tapi yang menjadi tujuan Minseok sekarang mencari tau alasan Luhan melakukan hal ini. Mereka ber-empat tinggal di satu apartemen yang sama untuk berlindung. Tapi berlindung dari apa?

Dengan kepintaran yang dimiliki Taehyung, mereka mencari tau asal-usul Luhan dari beberapa website. “Seluruh informasi tentang masa lalu Luhan telah dikunci, tapi jangan bilang aku Kim Taehyung bila tidak bisa membukanya” rasa percaya diri Taehyung patut diacungkan jempol. Saat menunggu penyimpanan file tampak terbuka sebuah situs terlarang, dimana terdapat informasi tentang ayah Minseok salah satunya. “apa ini?” taehyung yang penasaran mendapatkan perhatian ketiga namja yang ikut mendampingi didepan layar computer.

“ada apa? Apa kau menemukan sesuatu” Tanya Minseok antusias. Ia tidak sengaja membaca beberapa profile tentang ayahnya sendiri. “seorang Mafioso yang bergerak cukup lihai di bidang internasional.” Minseok melanjutkan membaca di dalam hati. Sama halnya dengan Jimin dan Chanyeol.

“Xi Luhan berasal dari china, kan?” Taehyung menunjuk kearah salah satu paragraph yang mengatakan tentang tanah China yang dikuasai Kris di masalalu. “apakah menurutmu Luhan akan balas dendam dengan Ayahmu, Minseok-ah?” Jimin menanyakan hal yang kemungkinan 100% akurat. Minseok memundurkan diri menabrak tembok di belakangnya. Chanyeol yang mengetahui itu mencoba menenangkan Minseok. Ia kabur lari keluar. “Kim Minseok!” teriakan Chanyeol tidak berhasil menghentikan kepergian Minseok.

Ingatan pertama kali mengenal Luhan terlintas kilatan demi kilatan. Larian Minseok tidak dihentikan sampai Ia puas dan merasakan rasa sakit yang sama dengan kesalahan Ayahnya yang menjadi kebencian Luhan. Asmanya yang kambuh tidak juga menghentikan kegiatan Minseok yang semakin menambah kecepatan lari. Chanyeol ikut mempercepat gerakan untuk menghentikan Minseok. Batu kerikil membantu Chanyeol meraih Minseok yang tidak mau berhenti. Namja mungil itu terjatuh keras ke aspal yang menyebabkan bibirnya berdarah. Ia memberontak dan ingin melanjutkan kegiatan lari yang menghabiskan seluruh nafasnya. Tapi Chanyeol tidak mengizinkan hal itu. Minseok menangis sekencang-kencangnya dalam dekapan Chanyeol tidak memperdulikan pandangan setiap pengguna jalan lain.
‘kenapa.. kenapa harus Luhan’

.

jimin masih setia menemani Taehyung mencari informasi keberadaan Luhan di setiap cctv yang terpasang di kota. Mengamati secara detail dan menemukan sosok Luhan mengenakan jaket tebal serta masker. “sepertinya dia benar Luhan, aku yakin dia akan pergi ke China untuk membunuh ayah Minseok” tebak asal Taehyung.

“sebaiknya kita membiarkan hal itu terjadi, sudah banyak korban karena ulah Ayah minseok, bukankah lebih baik Luhan membunuh makhluk menjijikan itu?”

mendengar perkataan Jimin mengejutkan Taehyung, “apa maksudmu, bukankah ayahmu adalah pengawal setia Ayah minseok? Sampai ayahmu merelakan nyawanya hanya untuk melindungi Kris.”

“Nde. ayahku mengorbankan nyawanya hanya karena Kris, seperti seekor anjing penjaga yang begitu setia. Dan ketika kematiannya tiba tidak ada yang mengingat hal apa yang telah ayahku lakukan. Kris hanya menjadikan pengawalnya sebagai tameng agar Ia tetap berkuasa”

“itulah alasan mengapa pengawal dibutuhkan Jimin-ah, bukan seperti anjing penjaga tapi lebih setia dari itu. Ayahmu melakukan itu karena hutang budi.. mungkin Ia memiliki alasan kebaikan Kris yang tidak dilihat orang lain. Aku juga tidak yakin dengan perkataanku tetapi aku yakin apa yang kau katakan hanya karena emosi.” Taehyung mendapatkan pelukan dari Jimin sangat erat. Mereka menunggu kedatangan Chanyeol dan Minseok. Baru memutuskan tindakan apa yang akan mereka ambil lebih jauh.

.

.
[ Setibanya Minseok dirumah ]
“kita harus menyelamatkan ayahku, aku mohon Chanyeol bawa aku kepada ayah ku agar Luhan tidak membunuhnya” pinta minseok setelah mendengarkan penjelasan Taehyung. Chanyeol harus mengetahui isi berkas kebaradaan Kris sebelum mereka menuju China. Tetapi berkas itu ada di rumah Minseok. Taehyung mengusulkan untuk pergi bersama dengannya, sedangkan Jimin menemani Minseok beristirahat di apartemen. Hal itu langsung mendapatkan persetujuan dari Chanyeol.

Selagi kedua namja seme pergi, Jimin dan Minseok berdiam di Apartemen. Minseok tampak tidak tenang. Jimin berharap dengan teh hangat yang Ia siapkan bisa sedikit menenangkan namja mungil yang berhasil kekasihnya lindungi.  “tenanglah Minseok-ah.. kita akan menyelamatkan ayahmu dari Luhan”

Minseok sedikit melihat kearah Jimin yang duduk di sampingnya, “Nde”.

“aku akan menyiapkan barang-barang untuk persiapan ke china”

“Maaf” Suara Minseok pelan, namun masih berhasil didengar Jimin yang menoleh. “maaf karena aku, Jin-sshi dibunuh Luhan”

“tidak perlu memikirkan hal yang sudah lalu, namja itu melakukan sesuai perintah ayahmu. Melindungimu dari orang yang mencoba mecelakai mu, hanya saja sekarang Luhan berada di posisi yang berbeda. Dan kita mengetahui itu semua, pembantaian pada desanya mejadi alasan yang kuat Luhan untuk membunuh ayahmu” melirik singkat untuk mengetahui reaksi Minseok, “tapi kau tenang saja, kami akan menyelamatkan ayahmu”

ditempat yang berbeda, Chanyeol menemukan berkas yang dicari. Terdapat sebuah wilayah di China yang dilingkarkan. Kemungkinan Kris berada disana. Setelah mendapatkan apa yang mereka cari, Chanyeol dan Taehyung segera bergegas pergi ke bandara untuk memesan tiket.

Minseok berdoa semoga kedatangannya tidak lah terlambat untuk menyelamatkan Ayahnya.


*****

tiba di tanah China Chanyeol mengajak Minseok, Jimin dan Taehyung ke wilayah yang menjadi tujuan mereka. Shenzen yang terletak di antara kota Guangzhou dan Hong Kong adalah pusat industri yang terus bergerak sepanjang malam. Mengikuti kesuksesan tetangganya dalam hal hasil industri menempati rangking ke empat di China, industri product teknologi yang lebih tinggi dibanding Guangzhou secara umum. Mungkin alasan itu Kris berada di kota ini. Tiba pada salah satu hotel JW Marriot Hotel Shenzen Bao’an, chanyeol menanyakan pada receptionis tentang nama pengguna Ayah Minseok yang biasa gunakan. Dengan bahasa china yang sangat fasih dan beberapa permintaan untuk memberikan informasi tentang kamar Kris, itu tidaklah sulit bagi Chanyeol. “atas nama tuan Wu Yi Fan memang benar dia menginap disini dengan memesan satu lantai VIP secara full. Mungkin petugas kami akan mengantar anda secara langsung karena ini bersifat privasi khusus untuk tuan Wu Yi Fan,”

“jika memang itu sudah kebijakannya, baiklah” chanyeol menghampiri Minseok yang sejak tadi menunggu cemas. “tenanglah. Ayahmu masih aman di hotel ini, aku berfikir Luhan belum tau posisi ayahmu sekarang” mendengar itu Minseok menarik nafas lega. Beberapa petugas yang akan mengantar chanyeol dan yang lainnya menunggu Kris datang. Pakaian yang sangat rapih dan persiapan siaga senjata menonjolkan akan keamanan yang sangat kuat untuk melindungi Kris.

Lift terbuka dilantai VIP. Beberapa penjaga berjalan dengan gagah menuju salah satu kamar yang Minseok bisa menebak Ayahnya berada di dalam. Penjaga yang berdiri di depan kamar mendapatkan bisikan setelah memberikan hormat kepada Minseok. “tidak seharusnya anda disini tuan muda” penjaga itu menegur. Menarik Chanyeol namun Minseok tidak mengizinkan Ia pergi sendirian.

“jika kau ingin memarahi Chanyeol, kau harus berhadapan denganku. Karena kedatangan ku atas permintaanku sendiri!”

penjaga itu masih ngeyel dan memisahkan Minseok, Chanyeol, serta Jimin dan Taehyung. Mereka dipisahkan ke ruangan yang berbeda-beda. Mengunci pintu kamar Minseok tanpa ditemani siapapun. “buka pintunya! Berani sekali kalian bersikap seperti ini padaku!” teriak Minseok dari dalam. Sedangkan Chanyeol harus berhadapan langsung dengan sang Mafioso.

Segelas minuman alcohol menemani Kris malam itu. “kenapa kau membawa Kim Minseok ke china? Aku harus menemukan alasan yang tepat agar pistolku tidak menembus kepalamu, Park Chanyeol”

“Tuan, Luhan hampir membunuh Minseok. Ternyata dia pengkhianat yang sekarang berusaha mencarimu untuk membunuhmu. Kemarin malam Ia menghancurkan kediaman dan hampir saja melukai Minseok”

“Luhan? Maksudmu Xi Luhan? Pembunuh bayaran ku?” tanyanya tidak percaya.

“Nde Tuan. Dia datang pada anda untuk membalaskan dendam” 

Mata Kris menajam seketika, “balas dendam?”

“Nde. Karena anda sudah merebut wilayah kampung halamannya dan membunuh kedua orang tuanya. Mungkin anda ingat tentang Huang Yi atau Sohee” perkataan yang mampu membuat Kris menghancurkan botol alcohol pada genggaman. Kini seluruh tangan Kris basah bercampur darah. “kita harus bertindak Tuan”

dengan berfikir secara matang, Kris mengatur strategi. “kerahkan seluruh pasukan untuk membakar kampung halaman namja itu. Buat tidak tersisa, seluruh penghuninya. Itu akan menjadi pelajaran  karena berani bermain api denganku”

“Baik tuan” siap Chanyeol untuk pergi,

“tunggu”

“Nde?”

“hal ini tidak boleh diketahui putraku”

chanyeol mengangguk paham dan pergi meninggalkan ruangan. Masih dalam sisa amarah, Kris menghancurkan seluruh botol minumannya akibat kebodohan dimasa lalu membiarkan Luhan hidup. “ternyata anak kecil itu sudah berani masuk ke kehidupanku dan menipuku”

.
Minseok yang berada di dalam kamar Hotel tidak menyerah dengan keadaan. Sekalipun Ia terkunci bukan berarti Ia akan diam saja. Melainkan hal nekat mungkin akan dilalui hanya untuk menyampaikan pesan tentang Luhan pada ayahnya. Jendela kamar dibuka perlahan, dan angin kencang mulai masuk dari gedung tertinggi. Ia berada pada puncak menara Hotel tentu itu akan membunuh dirinya bila berbuat macam-macam. Minseok mengurungkan niatnya, menutup kembali jendela yang Ia akan gunakan untuk kabur. “aku bahkan tidak tau dimana kamar ayah” lesunya.

Tidak lama terdengar helicopter mengitari menara hotel dengan cahaya pengawas. Minseok mengerti mungkin Chanyeol telah memberi tahu semua tentang Luhan, dan pengawasan semakin diperketat. Kini namja mungil itu bisa sedikit lebih tenang.

.

.
dilain tempat Chanyeol dengan antek-antek Kris bersiap melakukan tugas yang sudah diperintahkan. Dengan perlengkapan yang dibutuhkan untuk meledakan suatu wilayah, tentu tidak dibutuhkan waktu lama. Hanya saja. Luhan telah menunggu kedatangan mereka di perjalanan menuju kampung halamannya. Melemaskan Otot dan menatap tajam kearah antek-antek Kris yang siap menembakan Luhan dengan peluru bius. Seperti akan menangkap hewan liar.

Chanyeol mengisyaratkan beberapa gerakan lewat tangan untuk tidak bertindak apa-apa. “Luhan, apa kau tidak merindukan Minseok? Aku rasa dia telah membencimu sekarang. Apa kau baik-baik saja?”

“dengan kekejaman yang ayahnya lakukan. Aku tidak pernah mengambil perasaan apapun terhadap namja itu”

“kau yakin? Padahal seharian penuh namja itu menangis untukmu. Kau benar-benar pembunuh yang professional. Berani masuk kedalam kandang singa yang telah mencabik seluruh keluargamu, dan menipu singa itu hanya untuk mencari informasi apakah benar Ia membunuh keluargamu” ucapnya diselingi tawa. Luhan masih dengan tenang mengawasi setiap gerak-gerik pada antek-antek Kris yang mungkin siap menembaknya jika lengah. “sekarang aku mengerti mengapa kau mengambil hati Minseok.. Apakah karena ini?” lanjutnya.

“dia tidak ada hubungannya dengan ini, aku hanya memanfaatkan namja itu”

“kau bahkan sekarang tidak menyebut namanya” Chanyeol memberikan isyarat, tetapi kalah cepat dengan pergerakan Luhan yang langsung menyergapnya tidak bergerak. Pisau kecil berada di leher Chanyeol sekarang, “katakan pada antek-antek Kris untuk meletakan seluruh senjata mereka atau kau akan kehilangan senyuman bangga mu itu” perintah itu langsung di sanggupi Chanyeol. Menyeret Chanyeol ke salah satu senjata yang telah diletakan dan menebakan dengan cepat ke setiap antek-antek Kris.

Chanyeol menahan nafas saat senjata itu berakhir pada kepalanya tanpa ditembakan. “kau ingin tidur seperti mereka, atau kau ingin ikut permainanku?”

“permainanmu?”

Luhan melemparkan senjata itu asal, “Nde. Permainanku sangat mudah, kau hanya perlu membawa Minseok kembali ke Korea”

“apa kau serius akan membunuh ayahnya?!” bentakan Chanyeol mengingatkan, “hapus rasa dendammu itu Xi Luhan!”

“kau fikir aku bisa melakukan hal itu? Bukankah ayah Minseok sudah mengetahui dari mulutmu sendiri, jika aku akan datang untuk balas dendam? Lalu mengapa Ia masih tega INGIN MEBAKAR SELURUH KAMPUNG HALAMANKU!” Luhan meninggikan suaranya, “KAU FIKIR LINTAH DARAT BERNAMA KRIS ITU BISA DIMAAFKAN?”

“bagaimana bisa?” Chanyeol kebingungan saat percakapannya telah diketahui Luhan.

“kalian lupa siapa aku?” Ia mengingatkan, “sekarang ikuti permainanku, bawa Minseok pulang ke Korea”

“aku tidak bisa melakukannya, Ia ingin melindungi Kris”

“aku tidak perduli akan hal itu! Aku hanya ingin kau memaksanya pulang, kalau perlu kau bisa menggunakan obat bius ini padanya” ucap Luhan dengan menyerahkan sebutir obat.

~
Minseok menggedor pintu berulang kali masih nihil dibukakan. Sampai pada jam makan malam, salah satu petugas masuk kedalam dengan ditemani seorang chef. Ia menyajikan makanan mewah yang masih hangat dan terlihat lezat. Minseok tidak kehilangan akal kala itu. Ia mengatakan bahwa ada beberapa bagian hidangan yang membuat Ia nantinya akan gatal. Semacam alergi. Alhasil chef itu mengganti makanan yang disajikan diawasi petugas pada dapur Hotel agar tidak melakukan kesalahan lagi. Benar dugaan kecerobohan yang dilakukan petugas itu meloloskan Minseok dari kamar. Kesalahan yang membahayakan Minseok sudah menjadi ketakutan setiap pengawal, maka itu para penjaga begitu kaget menemukan alergi pada makanan sang majikan.

Kembalinya dari dapur, petugas itu berlari heran ketika menemukan pintu kamar terbuka. “astaga aku melakukan kecerobohan” sesalnya dan langsung melaporkan kejadian ini pada setiap penjaga sudut hotel.  Dalam pelarian Minseok, Ia tidak sengaja menabrak seorang yeoja dengan pakaian yang sangat elegan. ‘cantik sekali’ batinnya bicara. Yeoja itu membantu Minseok berdiri dengan lembut. Genggaman tangan itu terasa sangat nyaman Minseok rasakan. “gwenchana?” Tanya yeoja itu khawatir.

“Nde. Gwenchana”

mata almond yang mirip dengan drinya. Minseok merasa ada ikatan batin atas dirinya dengan yeoja di depannya. Yeoja itu melanjutkan perjalanan melewati Minseok saat mengetahui namja itu telah baik-baik saja. Tetapi setelah dipikir-pikir yeoja itu berhenti sekilas dan memperhatikan tubuh mungil Minseok dari belakang. “tunggu” yeoja itu menghentikan kepergian Minseok. “kenapa kau bisa berada di tempat ini?” Tanya nya.

“Aku?”

pintu terbuka dari salah satu kamar, Kris baru saja keluar dengan mantel mewah. Ia menemukan Minseok sedang bersama dengan yeoja dilorong hotel dan mengumpat kesal pada penjagaan yang tidak becus dilakukan. “Minseok-ah kenapa kau berada di luar?” suara besar itu mengalihkan pandangan yeoja itu pada Minseok. Dan sang Mafioso itu tercengang, bahagia, kaget, bingung, serta entah perasaan apa yang dimiliki sekarang ini. Yeoja yang telah lama menghilang mendatangi dirinya dengan senyuman yang cantik. Kris tidak tinggal diam. Ia langsung memeluk Sohee atau Huang Yi dengan beberapa kali menahan air matanya keluar. “kemana.. kemana saja kau!” Kris mengeratkan pelukan itu pada Sohee. “aku sangat merindukanmu”

Sohee membalas pelukan Kris, “aku tidak kemana-mana. Aku hanya berada di tempat lain untuk memantaumu dari jarak yang tidak jauh. Kau tidak pernah berubah, kau masih tetap pada kekejamanmu Yi fan”

“ini sebuah pekerjaan” Kris melepaskan pelukan erat itu. “nasib bawahan ku ada di tanganku. Aku mengurangi sedikit kekejaman yang aku lakukan tapi jika itu melukai orang yang kucintai maka aku akan melakukan hal yang lebih kejam untuk melukai orang tersebut”

“Yi Fan”

Minseok mendengarkan Kris berbicara sangat serius dengan yeoja tersebut dalam bahasa China. Dan lirikan Kris menyadarkan Minseok yang sedari tadi mematung bingung. “Minseok-ah” panggil Kris.

“Nde,”

Yeoja itu memandang kearah Minseok, “dia Kim Minseok?” bahasa itu berganti ke Korea. “apa dia putraku?” Tanya nya antusias.

“Nde. Dia putramu. Putra kita”

Sohee tidak menunggu lagi dan langsung menangis histeris mengetahui Minseok telah tumbuh besar. Ia merasa gagal menjadi seorang ibu karena harus meninggalkan Minseok hanya dengan diurus Kris seorang. “maafkan Eomma, maafkan” sesal Sohee.

“Eom..Eomma?” Minseok tidak tau harus membalas pelukan itu atau tidak. Tapi ini sesuatu yang tidak bisa difikirkan Minseok. Ia tidak berharap bisa bertemu dengan Eommanya, namun sekarang itu semua terjadi. “Eomma?” Minseok melepaskan pelukan yeoja tersebut. “aku harus pergi”

“Kim Minseok! Kim Minseok!” teriakan Sohee tidak Minseok dengarkan. Namja mungil itu masih setia berlari menuruni tangga darurat dengan nafas tersengal-sengal. Beberapa pengawal mengejar dan menjaga Minseok dari belakang. “kenapa aku tidak bahagia? Kenapa aku tidak memeluk yeoja yang mengaku Eommaku?” suara Minseok bergetar. Asmanya mulai terasa. Seluruh tubuh Minseok berubah lemas.

Beberapa pengawal yang ingin membantu Minseok berdiri masing-masing di sekap penyusup. Kini tidak ada lagi yang berada di belakang Minseok ataupun yang akan melindungi namja mungil tersebut. Langkah kaki itu membuat Minseok menoleh kearah belakang, dan namja tinggi itu membuka masker. “sudah lama tidak bertemu ya, namja manis” Jaehyo menggendong Minseok setelah menidurkannya terlebih dulu. Beberapa anggota Block Buster telah menunggu di lantai bawah dengan persiapan tempur yang layak untuk melawan Kris.

Lee Min Hyuk memegang computer untuk mencari informasi, “aku tidak percaya akan hal ini”  seluruh kelompok Block buster yang masih hidup berkumpul di satu titik. “wae?” Min Yoongi salah satu anggota Bangtan bertanya. Block buster dan Bangtan menjadi satu ketika kalah melawan Luhan yang memang sudah professional menjalankan tugasnya. Menjadi seorang pembunuh bayaran kelas atas tidak akan diragukan lagi untuk seorang Xi Luhan. Dan Kris semakin kuat jika memang namja itu berdiri di pihaknya. Lee Min Hyuk menjelaskan, “Luhan tidak lagi bekerja pada Kris” perkataan itu membuat Namjoon ketua Bangtan menajamkan matanya.

“apa kau yakin?” Namjoon meminta pengulangan. “apa kau yakin dengan apa yang kau katakan? Seandainya Jaehyo datang membawa putra Kris, kita bisa mengancam Kris untuk mengembalikan wilayah kita tanpa dibawah lindungan Luhan”

tidak lama obrolan mereka, datang Jaehyo dengan Pyo Jihoon membawa Minseok yang tidak sadarkan diri. “jalankan mobil dan seluruh antek-antek lain berkumpul ditempat yang kita sepakati” kerumunan mobil beriringan keluar dari Hotel JW Marriot.

.
 ditempat lain Luhan sedang mengamati hotel Kris dari gedung lain. Ia tidak ingin membunuh Kris didepan kedua mata Minseok. Walaupun Ia sadar Minseok sudah mengetahui hal itu, tetap saja masih ada hati nurani Luhan yang tidak menginginkan namja mungil itu menyaksikan kematian orang tuanya. Memoles senjatanya untuk menembak dan mengeluarkan isi kepala Mafioso dari kerangka. “aku akan mengeluarkan isi kepalamu dengan satu kali tembakan, Wu Yifan”


To be Continue…

Comments

  1. Parah gw baru tau klo dah di lanjut kkkkk
    Btw lanjut thor

    ReplyDelete
  2. Wahhh
    Aku baru nemu ff ini
    Keren banget
    Penasaran sama lanjutannya
    Lanjut yaa
    Smangat ^^

    ReplyDelete
  3. kapan ff ini di up lagi .... Ayo dong kak ceritanya di up 🙏

    ReplyDelete
  4. Kak update ceritanya dong aku udah nunggu in ini lama banget

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts