BOY IN LUV JINJIMIN VER. Chapter 10
“nde, aku dari tadi
menunggumu pulang. mau tidak kau menemaniku makan siang?” dua bola mata Jimin
membulat seperti bulan purnama penuh. Namja dihadapannya mengajak makan siang
bersama. Tidak menunggu jawaban Jimin, Rapmon segera mengambil tas sekolah
Jimin dan memasukinya kedalam mobil. jimin sebenarnya memberikan sedikit alasan
untuk menolak, tapi tidak bisa karena mendapatkan perlakuan memohon dari
Rapmon. Dengan terpaksa Jimin pun menuruti kemana Rapmon membawanya.
-
-
Jimin menyiapkan
sarapan untuk dirinya dan Taehyung sebelum berangkat sekolah. Saat semuanya
Siap, namja mungil itu membangunkan Taehyung yang masih menikmati tidurnya.
Kedua mata itu terbuka melihat namja manis yang selalu membangunkannya membuat
senyum terukir diwajah Taehyung. Jimin yang tidak mengerti kejailan apa lagi
yang akan dibuat Taehyung pagi ini, Tanpa menunggu lama tubuh mungil itu
menjauhi jarak dari tempat tidur.
“kenapa kau mundur kebelakang Jiminnie? Memang aku akan
memakanmu?” sindir Taehyung sambil mempoutkan bibirnya ketika melihat Jimin
yang menjauhinya.
“aku tau hyung pasti akan mengerjaiku kembali kan?” tanpa
memperdulikan namja yang sedang beraegyo ditempat tidur, Jimin lebih memilih
keruang makan untuk menyantap sarapannya.
Taehyung kesal karena tidak
diperdulikan dongsaengnya, namja itu pun bangkit dari tempat tidur.
Berjalan
pelan kearah Jimin yang duduk manis dengan sarapannya dan langsung mencium pipi
gempil milik Jimin. Lalu pergi kekamar mandi untuk menyembunyikan dirinya dari
amukan seorang Park Jimin. “yaak! Dasar yadong!” pintu kamar mandipun tidak
luput dari gedoran keras sang pemilik tubuh mungil itu. karena tidak
mendapatkan respon apapun dari dalam kamar mandi, Jimin kembali melanjutkan
acara santap sarapannya. Selesai sarapan pagi namja itu kembali merapihkan
seragamnya didepan cermin.
“hyung aku berangkat duluan, kau jangan terlalu lama didalam
kamar mandi kulitmu bisa berkerut” canda Jimin sambil menahan tawa dengan tetap
berjalan keluar Apartemen. Taehyung yang mendengar pintu apartemen telah
tertutup dari luar langsung keluar dari kamar mandi. Senyumnya kembali terlihat
diwajahnya saat mengingat Jimin telah menyetujui pekerjaannya beberapa minggu
lalu.
Flashbackon
Setelah Jungkook dan
Rapmon meninggalkan Apartemen, Taehyun berbicara secara tenang dengan Jimin.
Mereka saling berpandangan mencoba untuk mengerti satu sama lain. Sama seperti
dulu ketika mereka bertengkar sewaktu kecil. Appa dan Eomma adalah penengah
hubungan mereka yang membuat hubungan mereka menjadi baik kembali. Tapi secara dipikir-pikir mereka sudah
tidak memiliki penengah itu lagi seperti dulu. Satu-satunya cara mereka
mengakhiri pertengkaran adalah berbicara setenang mungkin. Taehyung mulai
mengakhiri keheningan yang terjadi antara dirinya dengan Jimin.
“maafkan hyung jika
sebelumnya berteriak padamu, mungkin memang kesalahan hyung yang memulai
semuanya secara diam-diam. Tapi sejujurnya hyung memang bekerja sebagai supir
pribadi namja tadi. Namanya Jeon Joon Kook”
Jimin mendengarkan
dengan baik apa saja yang dijelaskan Taehyung pada dirinya.
“mungkin secara
perlahan hyung bisa membuatmu mengerti tentang kehidupan kita yang tidak
seperti dulu, ketika Appa dan Eomma masih hidup. Ketika kita tidak perlu
bekerja dan hanya tinggal meminta. Aku rasa itu sudah tidak bisa kita lakukan
bersama. Dan aku berfikir perjalananmu lebih panjang dibanding hyung”
“hyung kita bisa
bekerja bersama? Bolehkan aku membantumu?”
“aniyo aku tidak
izinkan” taehyung memegang tangan lembut Jimin yang sedang membutuhkan pengertian
darinya. “hyung ingin kau tetap sekolah seperti biasa tanpa memikirkan apapun.
Karena hyung menyayangimu melebihi apapun, sama halnya dengan Appa dan Eomma.
Aku adalah Taehyung kau ingat itu”
“aku mengerti” bibir
kecil itu berucap membuat Taehyung menatap sang pemilik suara. Pelukan
diberikan ketubuh mungil itu yang telah menyetujui setiap jalannya yang
diambil. “tapi hyung..” suara itu kembali terdengar, membuat Taehyung
melepaskan pelukan yang diberikannya.
“waeyo?” tanya
Taehyung dan memegang erat tangan mungil itu kembali.
“aku ingin kau selalu
tetap jaga kesehatanmu, jaga pola makanmu, dan jangan memaksakan diri.
bekerjalah dengan baik, dan aku berjanji padamu juga akan memberikan hasil yang
baik untukmu”
Senyuman itu membuat
Taehyung membalasnya dengan kecupan kecil di bibir mungil Jimin. Jimin yang
menerimanya langsung berteriak dan pastinya memukul Taehyung yang sudah lama memiliki sifat yadong
padanya.
Flashbackoff
Taehyung yang tersenyum terus mengingat kejadian manis itu
rasanya ingin memeluk Jimin mungilnya kembali. Makanan yang telah disediakan
untuknya, membuat dirinya kembali merasakan perasaan aneh yang tidak seharusnya
dirasakan. “seperti seorang istri yang menyiapkan untuk suaminya” bisiknya
kecil.
-
Jimin berjalan menuju sekolahnya selama 15 menit, menghirup
setiap udara sejuk yang dimiliki negaranya di pagi hari. Kota Seoul. Gerbang
sekolah namja mungil itu sepertinya akan segera tertutup. Jimin mencoba untuk
mengejar sedikit waktu yang dimilikinya dan.... berhasil. Namja kecil itu
memberikan senyum bangganya pada penjaga sekolah yang telah menutup gerbang itu
dengan sempurna.
“kekuatan kakiku ternyata masih bisa diandalkan, benarkan
ahjusshi?” sindirnya sambil menepuk-nepuk kakinya pada ahjusshi yang memandang
Jimin hanya sebagai namja bodoh yang selalu terlambat. Tapi sepertinya
kebanggaan Jimin hanya besifat semenetara saat melihat sebuah mobil yang
dikenalnya milik Jin diperbolehkan masuk. Jimin yang tidak terima mencoba
berkomentar pada sang ahjusshi.
“ahjusshi dia kan telambat kenapa kau bukakan gerbang
untuknya! Aku tidak pernah kau perlakukan seperti itu”
“diamlah dan pergilah masuk, kau tidak tahu siapa
pemilik mobil itu”
“ehh? Kau fikir aku tidak kenal? Dia itu....” melihat mobil
itu telah terparkir sempurna, Jimin sebaiknya menghampiri namja menyebalkan itu
yang bertindak seenaknya. Mungkin Jin telah menyogok si ahjusshi pikirnya. Jimin
memberikan dengusan kecil pada ahjusshi yang pilih kasih dan langsung
menghampiri sang pemilik mobil. tapi langkah Jimin terhenti ketika melihat Jin
sedang membantu Jungkook turun dari mobilnya. Yang semakin membuat Jimin tidak
percaya Jungkook telah mengenakan seragam sekolah yang sama dengannya dan Jin.
Kedua namja itu beriringan memasuki gedung sekolahnya.
Bunyi bell menyadarkan Jimin dari fokusnya pada kedua namja
yang membuat hatinya sedikit sesak. Sepertinya perasaan ini bertanda buruk
untuknya. Sambil menarik nafas panjang Jimin mulai memasuki gedung sekolah yang
sebelumnya dilewati Jin dan Jungkook.
Setelah memasuki ruangan kelasnya tidak ada Seongsaenim yang
mengajar di jam pelajaran pertama. Tidak heran bagi Jimin jika kelasnya ramai
sekali. Tidak lama Jimin membereskan meja belajarnya, Lee hyun Seongsaenim
datang membawa namja cantik yang Jimin kenal. Semua murid pun kembali tenang,
dan mulai berbisik membicarakan sesuatu yang rahasia. Mungkin berkaitan tentang
murid baru.
“selamat pagi semua” Lee Hyun Seongsaenim menyapa para murid
dikelas. Dengan serentak seluru murid membalas “Selamat pagi”.
“baiklah kali ini saya akan langsung saja memberitahukan
tentang murid baru yang akan menjadi keluarga kelas ini, silahkan perkenalkan
dirimu” ucapnya membantu namja baru itu berinteraksi.
“annyeong, Jeon Joon Kook imnida. Kalian bisa memanggilku
Jungkook”
“baiklah, saya beritahu kalian bahwa Jungkook sebelumnya
tinggal di Amerika selama 6 bulan, mungkin dirinya butuh berinteraksi lagi dengan kalian. Jadi bantu dirinya terus”
“nde, Seongsaenim” semua berteriak antusia, berbeda dengan
satu namja yang sepertinya terlihat murung disudut kelas. Jungkook yang melihat
namja yang dikenalnya berada satu kelas dengan dirinya langsung melambaikan
satu tangannya. Seluruh penghuni kelas langsung memandang Jimin yang mendapatkan respon
dari namja baru. Tidak beda dengan murid, Seongsaenim memandang kearah Jimin
juga. “apa kau kenal dengan Park Jimin” tanyanya membuat Jungkook mengangguk
manis.
“dia dongsaeng dari temanku, mungkin nanti kami akan
berteman juga” senyum ceria itu kembali terlihat membuat Jimin sedikit bergidik
tidak tenang.
“kalau begitu kau bisa duduk didepan Jimin yang sepertinya
kosong, dan Jimin...” namja yang dipanggilnya mengangkat kepalanya, “nde,
Seonhsaenim?”
“tolong bantu Jungkook untuk berinteraksi” mendapatkan
perintah itu, Jimin mengangguk mengerti. Dan jungkook pun segera menempati
tempat duduknya. Jungkook tersenyum ceria ketika menghadap kebelakang yang
menemukan sosok Jimin disana. Secara terpaksa Jimin tersenyum kecil.
-
2 mata pelajaran telah dilewati dan Jimin tidak mengerti
sama sekali karena konsentrasi yang hilang begitu saja. Jungkook yang berada didepannya langsung memberikan memo kecil pada
Jimin yang sedang mengeluh. “apa ini?” tanyanya tidak mengerti.
“aku yakin kau kurang mengerti. Semua yang tadi dijelaskan
ada di memo ini, kupijamkan catatanku untukmu Jimin-sshi”
“tidak usah, aku tidak apa-apa. lagipula kau kan murid baru
aku yakin kau lebih membutuhkannya dibanding diriku” tolaknya Jimin halus,
sebenarnya dia memang tidak suka dibantu terlebih lagi dengan namja
dihadapannya.
“ohayolah.. aku sudah sangat mengerti dengan apa yang
dijelaskan Seongsaenim barusan. Jadi kupijamkan ini untukmu” paksa Jungkook
dengan mengambil salah satu tangan Jimin, dan meletakan memo itu kedalam
genggamannya. Tidak bisa menolak lagi Jimin tersenyum manis “terimakasih”.
Setelah memberikan catatannya wajah Jungkook terlihat muram seketika. Membuat
Jimin harus bertanya.
“kau kenapa? Kenapa wajahmu tiba-tiba muram Jungkook?”
“aku ingin berkeliling sekolah ini tapi sepertinya jadwalku
dengan Jin-sshi bentrok sehingga dia tidak bisa mengantarku hari ini
mengelilingi sekolah” nafas nya terdengar berat, tapi Jimin tidak tahu harus
berbuat apa. kembali memutar otaknya Jungkook sepertinya memiliki ide bagus.
Lirikannya terlihat sedikit mengintimidasi Jimin. “waeyo?” Jimin kebingungan.
“kau mau antar aku berkelilingkan Jimin-sshi? Sekalian
mengobrol agar mengenal satu dengan yang lain. Aku sangat ingin berteman
denganmu Jimin-sshi” ucapan Jungkook terdengar tulus ketika berbicara tentang
pertemanan. Tapi bagaimana mungkin Jimin bisa berteman dengan namja yang tengah
menjalin hubungan bersama..... tunggu apa yang dirinya fikirkan sebenarnya.
Jimin tidak boleh merasakan apapun jika bersama Jin. Mereka hanya memiliki
status teman, dan Jungkook adalah kekasih Jin yang sebenarnya. Mungkin mengenal
Jungkook lebih jauh tidak ada salahnya. Dan semoga setelah berbicara dengan
Jungkook dirinya bisa melupakan perasaannya pada kekasih Jungkook. Jimin
mengangguk setuju untuk mengajak Jungkook berkeliling. Karena sangat senang
namja cantik itu langsung menarik Jimin keluar kelas. Jimin memberi tahu Jungkook
tentang lokasi-lokasi lapangan, perpustakaan, kantin, bank, halaman belakang,
laboratorium, dan yang terakhir Jungkook meminta ketempat favorite dimana Jimin
biasanya berada.
Namja cantik itu berputar-putar seperti ditaman bunga saat
menginjakan kaki keatap sekolah. Tempat dimana biasanya Jimin dan Jin saling
bercanda. Jimin menikmati suasana atap sekolah seperti biasa, merasakan angin
segar yang menerpa seluruh tubuhnya, suara burung-burung yang melewati
sekolahnya, serta pemandangan indah dari atas. Seperti dilangit Jimin rasakan.
Tapi semua perasaannya berubah ketika namja cantik itu membuka percakapan
dengan Jimin.
“apa kau dengan Kim Taehyung menjalin hubungan?” pertanyaan
bodoh itu terdengar dari bibir seorang namja yang Jimin sedikit hindari. “apa
maksudmu berbicara seperti itu? aku dan Taehyung adalah saudara, bagaimana
mungkin kami menjalin hubungan? Apa jangan-jangan hyung mengatakan sesuatu
padamu?” tanya Jimin menegaskan.
“aniyo Jimin-sshi. Aku hanya sedikit berfikir nama marga
kalian berbeda Kim dan Park, dan kesimpulanku kalian saudara tapi beda ayah
atau beda ibu atau bahkan memang beda keduanya. Dan sepertinya Taehyung
terlihat menyu—”
“hentikan!” jimin menutup kedua kupingnya agar tidak
mendengar sesuatu yang tidak ingin didengarnya. Jungkook khawatir melihat sikap
berlebihan namja dihadapannya itu “kau tidak apa-apa Jimin-sshi? Maafkan aku,
bukan maksudku untuk ikut campur dalam hubungan kalian. Sungguh. Aku hanya
ingin kita menjalin pertemanan dengan saling bercanda. Tapi sepertinya aku salah”
wajah sendu Jungkook membuat Jimin bertahan dengan obrolan yang masih akan
berlanjut selama istirahat berlangsung.
“ohiyaa apa kau sudah mengenal Jin-sshi lama?” pertanyaan
yang Jungkook lontarkan kembali menampar hati Jimin yang sudah sesak. Jimin menggeleng.
“ternyata kau baru-baru ini mengenal Jin-sshi. Kufikir karena kau satu sekolah
dengan Jin-sshi kau berteman akrab dengannya” lanjutnya.
“dia sepertinya sedikit menutup dirinya” suara Jimin mulai
merespon apa yang sedang Jungkook bahas.
“benarkah? Ternyata dari dulu hingga sekarang namja itu
tidak pernah berubah ya?” tawa lebar itu terdengar sangat bahagia. Seolah-olah
tidak ada orang lain yang melihat itu semua. “maafkan aku...sudah lama aku
tidak tertawa seperti tadi, aku sangat menyukai sifat menyebalkannya” mendengar
perkataan Jungkook, Jimin menyerngitkan kedua alisnya. “rasanya hanya diriku
yang mampu membuat dirinya bersikap lain, membuat sisi lembut Jin keluar hanya
untuk diriku. Kau tau dulu Jin itu selalu mengejar-ngejar aku dan sifatnya saat
mendekatiku sangat konyol. Semua orang
mengaggap aku dan Jin pasangan aneh” Jimin termenung mendengarkan cerita yang Jungkook ceritakan.
“aku sangat menginginkan Jin yang dulu kembali, yang
bersikap aneh dan konyol hanya untuk diriku. Tapi sepertinya dirinya yang dulu
sudah tidak ada. Yang ada hanya seorang Kim Seok Jin bersuhu Es dan tampan.
Sifat dinginnya itu tidak bisa diubah siapapun selain aku. Kau tau selama 4
tahun menjalin hubungan dengan Jin, namja itu selalu tersenyum ceria, aktif,
semangat dan selalu berkumpul dengan orang lain. Tapi salah diriku yang
meninggalkannya begitu saja membuat sifat menyebalkannya harus kembali di
cairkan” Jungkook terlihat seperti menahan air matanya. “dan saat aku kembali
menjalin hubungan dengan Jin. Sepertinya suhu Es sudah dicairkan orang lain,
dan sekarang aku bersekolah ditempat ini hanya ingin memantau siapa namja yang
berhasil membuat hati Jin yang membeku mencair sempurna. Aku tidak akan
menyerahkan Jin pada siapapun” tatapan Jungkook berubah seperti mengancam,
sangat tajam terlihat. Dada Jimin yang sesak sedikit melega ketika mendengar
bahwa hati Jin yang beku Jungkook rasakan karena namja lain yang mencairkannya.
Mungkinkah pertemuannya dengan Jin yang membuat hati Jin mencair?
-
Aku tidak akan
menyerahkan Jin pada siapapun
Aku tidak akan
menyerahkan Jin pada siapapun
Aku tidak akan
menyerahkan Jin pada siapapun
Bell berbunyi menyadarkan Jimin bahwa pelajaran telah usai.
Tunggu mengapa dirinya sama sekali tidak ingat ketika menuruni tangga bahkan
ketika kembali kekelas. Fikirannya dihantui oleh kata-kata Jungkook yang tidak
bisa dihilangkan. Tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundaknya dan wajah
Jungkook kembali membuat Jimin tidak bisa bernafas teratur. “Jimin-sshi apa kau
sakit?”
“aniyo, aku hanya kurang sehat saja” ketukan pintu kelas
mereka membuat 2 namja manis ini memandang kearah sumber suara. Benar adanya
tubuh tinggi itu sedang berdiri di ambang pintu.
“Jin-sshi” teriak sang kekasih
yang berlari kearahnya. Jimin hanya memandang mereka dari jauh. Obrolan mereka
cukup terdengar ditelinga Jimin.
“kau sudah siap pulang?” suara Jin terdengar.
“nde, ayo kita pulang. nanti aku akan ceritakan padamu
apa-apa saja yang Jimin-sshi tunjukan padaku” suara Jungkook juga terdengar
jelas. Sangat jelas bahagia. Jimin yang menyibukan dirinya dengan buku-buku
miliknya mulai terganggu ketika Jungkook berpamitan. “jimin-sshi, aku dan Jin
mohon pamit duluan ya. Annyeong” ucapnya dan langsung pergi meninggalkan Jimin
yang tengah membalas lambaian tangannya.
Dadanya sangat sesak hari ini, sampai kapan Jimin harus
merasakan sakit hati terus-menerus. Ini salahnya menggunakan hati dalam
pertemanannya dengan Jin. Karena kesal jimin hanya bisa menutup wajahnya dengan
kedua tangannya. Menenggelamkan seluruh wajahnya yang ingin menangis.
-
Jungkook dan Jin yang telah keluar dari gedung sekolah
bertemu dengan Rapmon. Pandangan Jin sangat kesal mengapa sahabatnya ini selalu
saja menjemput Jimin. Jungkook tersenyum senang saat melihat Rapmon kembali.
“Rapmon-sshi? AnnyeongJ
Apa yang kau lakukan disini?” Rapmon tersenyum pada namja yang sedang
menyapanya.
“aku sedang menunggu seseorang” pandangan Rapmon melirik
kearah Jin yang sedang mengalihkan pandangannya kearah lain. “kau sekarang
bersekolah disini?” tanyanya balik.
“nde, aku dan Jin ingin kembali seperti dulu. Dan jadilah
keputusan kami seperti ini”
“keputusan kalian seperti dulu?” Rapmon tersenyum tipis yang
diarahkan ke sahabatnya berdiri. “aku selalu berdoa kebahagiaan kalian Jungkook
dan Jin” jelasnya menyudahi percakapan.
Jungkook yang tidak mengerti akan setiap lirikan Rapmon pada
kekasihnya tidak mencoba untuk mencari tahu. Karena itu mungkin adalah
masalahnya dengan sahabatnya. Melihat Rapmon akan segera pergi membuat Jungkook
menghentikan langkahnya kembali. “tunggu.. Rapmon-sshi kau menunggu siapa
disekolah ini? Apa kau mengerjai yeoja SMA? Aissh sikapmu itu tidak pernah
berubah bahkan sekarang anak SMA yang kau incar?”
“aniyo.. aku tidak menunggu yeoja SMA tapi..”ucapan Rapmon
terpotong ketika namja itu telah menangkap pandangan pada seseorang yang sedang
ditunggunya. Jungkook yang sadar akan pandangan Rapmon segera menoleh kebalakan
dan mendapati Jimin sedang menatap jelas posisi Rapmon. Tidak beda dengan
Jungkook, Jin juga melakukan hal yang sama. “kalian berkencan?” tanya Jungkook
penasaran. Jimin yang tidak mengerti apa-apa hanya terbengong ketika kata berkencan terdengar dalam kalimat yang
mengarahkan pada dirinya. Jin menelan ludahnya ketika ucapan Jungkook sedikit
menyinggung perasaannya. Rapmon sadar akan sikap Jin yang mulai kesal dan
menahan emosinya. Semakin ingin menyiksa sahabatnya itu Rapmon segera mendekati
Jimin dan menggenggam tangan namja mungil itu. lalu membawanya pergi
meninggalkan Jungkook dan Jin yang masih tidak percaya.
“waaah Jin-sshi aku tidak percaya Rapmon menyukai namja? Dan
itu Jimin-sshi?”
“tidak perduli” Jin bersikap ketus pada kekasihnya, membuat
Jungkook yang mendengarnya sedikit kaget. Bagaimana bisa kekasihnya memberi
perlakuan ketus pada dirinya. Ada apa dengan sikap dingin Jin yang secara
tiba-tiba dirasakannya. Jin meninggalkan posisinya menuju mobil diparkiran
sekolah. Dan jungkook hanya mengejarnya dari belakang.
-
Jimin meronta meminta untuk dilepaskannya, dirinya tidak
percaya Rapmon menggenggam tangannya dihadapan Jin. “yaak apa yang kau lakukan
tadi Rapmon-sshi? Mereka nanti berfikiran macam-macam tentang kita” tangan yang
telah dilepaskan Rapmon mulai diusapkan secara lembut.
“maafkan aku, aku sadar aku salah melakukan itu padamu. Tapi
apakah kau siap melihat mereka berdua bersama terus-menerus disekolah nantinya.
Biarkan saja mereka menganggap kita berkencan atau apapun. Sehingga mereka
tidak berbuat seenaknya pada hatimu”
“aku tidak mengerti apa maksudmu...lagipula kenapa aku harus
siap atau tidak..memang aku kenapa?” kebohongan itu membuat Rapmon ingin
semakin menjaga Jimin dari 2 namja menyebalkan itu. rapmon yakin namja
dihadapannya ini sedang sakit hati luar biasa. Rapmon pun memeluk Jimin
ditempat umum, membuat Jimin tidak nyaman. Jimin terus mendorong tubuh Rapmon
“yaak, lepaskan aku Rapmon-sshi”. Rapmon yang masih terus memeluk Jimin
mendengar suara yang dirinya kenali sebagai Hyungnya namja mungil yang sedang
dipeluknya.
“apa yang kau lakukan” Taehyung menarik tubuh Jimin untuk
segera menjauhi Rapmon. Tatapan mereka bertemu, membuat Jimin ketakutan
sendirian. Apa yang akan terjadi setelah ini.
To becontinue....


whoaaaa lanjuuuut lanjuuuuut aku suka ini sama ceritanya dari awal ngikutin teruuus
ReplyDeleteterimakasih sudah baca dari awal chinguXD makin semangat lanjutinnya hehe >///<
ReplyDeletewah udah update aja ya author-nim :D . maaf baru bisa ngereview. dan aku tunggu lanjutannya . sangat ^^ hwaiting !!
ReplyDeletehwaiting!! baru di post chapter 11 nya, semoga ga membuat lama menunggu XD
ReplyDeletewah wah jungkook ternyata g ngerelain hayoloh mkin runyam
ReplyDelete“seperti seorang istri yang menyiapkan untuk suaminya”
kyaaa aq jg berfikiran sprti itu taee, duh mkin sweet ja. yakin firstkissnya chim diambil ma tae
nah tae ma rapmon keknya bkal saingan
XD cinta pertaamaa,, dari kecil udah kissing kok merekanya :V~
DeleteLOVE IT! ♥
ReplyDelete^^<3
Delete