BOY IN LUV JINJIMIN VER. Chapter 11
“apa yang kau
lakukan” Taehyung menarik tubuh Jimin untuk segera menjauhi Rapmon. Tatapan
mereka bertemu, membuat Jimin ketakutan sendirian. Apa yang akan terjadi
setelah ini.
Taehyun terus menatap tajam pandangan Rapmon yang juga
menatapnya balik. Mereka sepertinya akan berkelahi didepan umum, Jimin terus
saja meminta Taehyung segera pergi. Sedangkan Rapmon sikap anehnya hari ini
membuat Jimin sedikit takut. Namja mungil itu membiarkan Rapmon berfikir
sejenak. “aku membiarkanmu mendekati Jimin hanya sekedar menjadi teman
untuknya, apakah pertemanan harus berpelukan seperti itu? aku berpandangan lain
sekarang terhadapmu Kim Nam Joon” Jimin terus memohon pada Taehyung agar tidak
melakukan apapun ditempat seramai ini.
Melihat Jimin memohon dengan sangat
membuat hati Taehyung tidak bisa menolak permintaannya. Taehyung mengajak Jimin
masuk kedalam mobil yang seharusnya digunakan untuk menjemput Jungkook. Setelah
Jimin masuk, Taehyung sedikit memberikan ancaman pada Rapmon “jauhi Jiminku!”
tegasnya. Mobil merekapun meninggalkan Rapmon sendirian yang termenung.
Kedua tangan Rapmon mengacak rambutnya kesal, mengapa
dirinya begitu ceroboh dengan perasaannya. “bagaimana bisa aku melakukan itu
ditempat seperti ini, hanya agar bisa menenangkan jimin malah jadi seperti ini”
nafasnya terdengar berat, “jimin pasti juga takut dengan perlakuan ku tadi”.
-
Taehyung mengantar Jimin terlebih dahulu ke Apartemen, dalam
perjalanannya Taehyung terus menanyakan hal-hal aneh. “kau tidak apa-apa kan
Jiminnie? Apa dia bersikap macam-macam padamu? Kenapa kau tidak mengeluarkan
jurusmu ketika mendapatkan perlakuan seperti itu”
“hyung ini bicara apa sih? Namja itu hanya bersikap aneh
tadi saja, mana tau dia akan memelukku seperti itu. lagipula aku tidak bisa
membuat Rapmon-sshi menerima pukulan dariku, diakan sudah menolongku”
“aku tidak perduli, namja itu sudah menolongmu atau tidak.
Melihatmu tadi itu sudah cukup membahayakan dirimu jika terlalu lama
berhubungan dekat dengannya. aku hanya memberikan saran padamu Jimin. Kau
mengerti?”
Setibanya di Apartemen Jimin turun dari mobil, dan
membiarkan Taehyung kembali kesekolah untuk menjemput Jungkook. Sedikit
memberikan pada dongsaeng tersayangnya pesan “tetap dirumah sampai aku kembali,
kau mengerti Jiminnie” tidak memperdulikan Taehyung terus memanggilnya. Jimin
terus berjalan tanpa mau menoleh. Sedangkan Taehyung yang berada didalam mobil
sangat kesal melihat ada namja lain yang berani memeluk Jimin. Pantas saja
namja itu menanyakan perasaan Taehyung pada Jimin. Apa ini niat awalnya
mendekati Jimin? Tidak akan. Taehyung tidak mau namja lain merebut perhatian
Jimin darinya. Dengan sedikit emosi Taehyung mengemudikan mobilnya meninggalkan
Apartemen.
-
Jin dan Jungkook menunggu Taehyung yang sepertinya terlambat
menjemputnya disekolah. Mereka mulai bosan menunggu tanpa melakukan aktivitas
apapun. Dan Jin sepertinya sedang memikirkan sesuatu sehingga tidak mengajak
Jungkook bicara. Untuk mencari perhatian kekasihnya Jungkook mulai mencari
topik pembicaraan. “aahh seandainya aku tidak lupa membawa obat-obatanku, pasti
aku sudah main kerumahmu ya Jin-sshi”. Jin yang tadinya diam mengelus sedikit
kepala kekasihnya yang sepertinya telah sangat bosan menunggu. “kita pergi
ketempat lain saja ya” tawar Jin.
“nde, kemana?” jawabnya antusias. Sepertinya Jin selalu tau
apa yang membuat senyum kekasihnya itu kembali terlihat. Sebelum mereka pergi
meninggalkan sekolah, Taehyung datang dengan mobil Jungkook. Jungkook
sebenarnya kesal karena Taehyung datang ketika dirinya akan mulai berkencan kembali
dengan Jin. “maafkan aku terlambat menjemputmu” jelas Taehyung ketika melihat
Jungkook mempoutkan bibirnya. Jin sedikit aneh melihat Taehyung yang sepertinya
pernah dikenali. Setelah berfikir keras dirinya ingat namja ini teman
sekelasnya kan?
“ish kenapa kau lama sekali, aku hampir saja mati menunggu.
Taehyung-sshi apa kau membawa obat-obatanku?”
“nde, ini sudah disiapkan tapi sepertinya tuan Jihyun
meminta anda hari ini langsung pulang tanpa harus pergi kemana-mana lagi.
Karena tuan yakin anda kelelahan selama disekolah” taehyung menjelaskan secara
detail perintah hal-abeoji Jungkook. Jungkook menggeleng tidak mau “aniyo aku
hari ini akan pergi bersama Jin-sshi. Kau bisa pulang tanpa aku Taehyung-sshi,
aku berjanji kau tidak akan di omeli Hal-abeoji karena aku akan memberikan
pesan lewat emailnya” jungkook langsung menarik tubuh Jin yang kaku ketika
melihat Taehyung.
“jin-sshi kau kenapa?” pandangan Jungkook mengikuti
penglihatan Jin yang sedikit heran. “ooh kau pasti belum kenal dengan Taehyung.
Dia hyung Jimin-sshi, namanya Kim Taehyung”
Mendengar dirinya sedang diperkenalkan dengan namja mantan
teman sekelasnya, Taehyung hanya memberi hormat. Sedangkan Jin sendiri kaget
ketika mendengar namja ini adalah Hyungnya Jimin. “nah Taehyung kenalkan, Kim
Seok Jin kekasihku” lanjut Jungkook tidak malu-malu. Taehyung sekarang tau
mengapa namja ini begitu dekat dengan Jungkook mereka mempunyai status sebagai
sepasang kekasih. Karena hari sudah mulai sore Jin meminta agar Taehyung segera
mengantar Jungkook kembali kerumah dan meminum obatnya. Mendengar saran itu
Taehyung mengangguk.
Sedangkan sang kekasih hanya memperlihatkan sifat merajuknya,
“Jin-sshi kau besok harus menjemputku ya.. agar kita bisa pergi kesekolah
bersama” tegasnya dengan sedikit ancaman. “awas jika kau tidak menjemputku”.
Jin mengelus kepala Jungkook dan memberikan kecupan perpisahan, agar kekasihnya
bisa tenang hingga sampai rumah. Tidak lama mereka berpamitan Taehyung membawa
Jungkook pergi dengan mobil pribadi milik Jungkook. Jin yang ditinggal
sendirian berfikir keras dengan apa yang sebenarnya terjadi. Mengapa dunia ini
kecil sekali. Mengapa orang-orang yang dirinya kenali berkaitan satu dengan
yang lain. Tangan Jin memegang setengah kepalanya yang sepertinya terasa sakit.
Lebih baik dirinya lekas kembali pulang untuk mengistirahatkan fikirannya.
-
-
Jimin tidak mengerti apa yang difikirkan Taehyung pada
dirinya, mengapa namja itu overprotective pada dirinya akhir-akhir ini.
Terlebih lagi saat Rapmon memeluk dirinya tadi sangat terlihat jelas, Taehyung
kesal. Apa benar tentang perasaan yang dirasakan Taehyung pada dirinya? Tidak
mungkin.
Jimin yang merasakan
deru nafas dingin mereka telah menyatu mulai memejamkan kedua matanya... dalam
jarak yang sangat sangat sangat dekat Tae Hyung mengutarakan perasaanya “karena
aku...................................................................................”.
Petir menyambar membuat Jimin tidak bisa mendengar perkataan yang hyungnya
lontarkan sebelumnya.
Dari setiap gerakan bibir Taehyung terselip kata SARANGHAE yang sangat jelas jika namja
itu benar memiliki perasaan padanya. Bagaimana mungkin Jimin bisa hidup dengan
namja yang menyukainya selama bertahun-tahun tinggal bersamanya. Itu adalah hal
yang sangat mustahil. Mengingat kejadian ditaman bermain itu membuat Jimin
harus menutup kedua wajahnya karena terasa panas. Jimin yang mendengar pintu
Apartemen dibuka langsung berpura-pura tidur. Dirinya tidak tahu harus memasang
perilaku apa jika mengingat Taehyung menyimpan perasaan pada dirinya.
“Jiminnie?” panggilnya tapi sang pemilik nama tidak
merespon. Taehyung melihat dongsaengnya telah tertidur pulas didalam selimut
yang menutupi seluruh tubuhnya. Sepertinya Jimin sangat tidak menyukai kondisi
dingin yang dilanda negaranya ini. Sedikit tepukan dikedua pipi Jimin, Taehyung
membangunkannya. “aku membawakan makanan, kau mau kan makan dulu baru tidur
kembali”. Jimin yang kedua matanya setengah reflek membuka membuat dirinya
harus bisa mencari alasan untu menolak ajakan Taehyung.
“aniyo hyung, aku sangat lelah hari ini. Aku ingin tidur
saja” Jimin kembali menutupi wajahnya dengan selimut setelah mengeluarkan
alasannya. Taehyung sedikit merasa Jimin telah berubah. Apa ini karena
perasaannya? Tidak mau terus-terusan mengganggu tidur dongsaengnya. Taehyung
memutuskan untuk tidur juga menemani Jimin dan memeluk tubuh mungilnya. Jimin
yang masih belum bisa tertidur sebenarnya mulai risih dengan fikiran dan hati
yang bingung harus menerima atau menolak. Ketika mendapatkan perlakuan mesra
dari Taehyung rasanya ingin menolak secara diam-diam. Tangan Taehyung yang
sedang memeluk Jimin dipindahkan secara pelan-pelan agar pemiliknya tidak
terbangun. Beberapa saat pelukan itu terlepas, Taehyung kembali memeluk Jimin
bahkan lebih erat dari sebelumnya. secara pelan-pelan Jimin kembali menggeser
tangan Taehyung. Dan untuk ketiga kalinya rengkuhan itu semakin kencang Jimin
rasakan. Jimin mengatur nafasnya agar tidak terdengar berat ataupun mengganggu
namja disampingnya. Tapi belum Jimin mengambil tangan Taehyung, namja itu
bangun dan mulai menindih Jimin. “kenapa kau melakukan ini padaku Jimin?”
matanya terlihat sangat sedih dipandangan Jimin. Jimin tidak mengerti tapi
rasanya tubuh Taehyung sangat berat ketika menindihnya. Kedua pergelangan Jimin
tertekan tubuh Taehyung yang menindihnya. Tubuh mungil itu tidak bisa bergerak
sama sekali. Rasanya sangat takut jika memikirkan sesuatu yang tidak diinginkan
Jimin terjadi. Suara Jimin yang memohon untuk dilepaskan tidak terdengar jelas
dalam pendengaran Taehyung. Sepertinya perasaan Taehyung yang ditolak Jimin
mulai memancarkan amarah tidak sabar. “kenapa, kenapa hanya diriku yang tidak
bisa bersaing untuk memilikimu! Kenapa!” air mata Taehyung menetes menyentuh
setiap lekuk wajah Jimin. “kenapa harus aku yang menjadi Hyung angkatmu..
kenapa harus aku yang menyimpan perasaan ini sendirian? ”
“hyung..?” jimin benar-benar kesulitan menghadapi hidupnya
yang seperti ini. Kenapa perasaan cinta harus timbul diantara mereka. Tanpa
menunggu jawaban dari Jimin, Taehyung memutuskan untuk meninggalkan
Apartemennya. Tidak lupa namja itu meninggalkan pesannya sebelum pergi “maafkan
aku, aku akan menginap ditempat temanku untuk sementara” pintu Apartemen
tertutup dari luar. Jimin yang masih terkulai lemas dalam posisinya, memeluk
seluruh tubuhnya yang tidak dingin.
Hatinya panas saat ini. Ingin menangis tapi
kenapa dirinya harus menangis? Taehyung yang salah memiliki perasaan itu padanya.
Appa dan Eomma pasti tidak menginginkan ini semua terjadi. Mereka akan sedih
jika melihat kita bertengkar hanya karena perasaan, benarkan hyung? Jimin
bangun dari tempat tidur dan langsung mencari kemana hyungnya pergi tanpa
mengenakan mantel penghangat. Hanya Taehyung yang memasangkannya, tapi sekarang
dirinya harus mencari namja itu diluar yang bersuhu cukup dingin malam hari.
Jimin mencari kesetiap sudut kota tapi tidak berhasil menemukan Taehyung.
Perasaan khawatir mulai menguasai dirinya yang sedang kedinginan. Jimin tidak
ingin kembali ke Apartemen tanpa Taehyung. Perasaan Taehyung dan Jimin harus
segera dijelaskan dalam artian yang sebenarnya. Jimin berlari ditemani angin
malam, mencari entah kemana kaki membawanya.
Berjam-jam namja mungil itu mencari Taehyung, namun nihil
ditemukan. Jimin tidak tahu dimana tempat tinggal teman Taehyung yang
dimaksudkan. Selama ini Taehyung selalu menemani Jimin kemanapun dan kapanpun
disekolah. Apakah benar dirinya memiliki teman. ‘hyung kau dimana’ hati Jimin berbicara.
Jimin yakin rasa dingin yang menusuk tubuhnya sama dirasakan Taehyung saat ini.
Air mata Jimin tidak bisa keluar dikarenakan suhu dingin membekukan setiap
tetesan air matanya.
Min yoongi adalah namja yang sebelumnya ditampar Jimin
ketika ketawan sedang memukuli Jin di gudang produksi. Tidak sengaja mereka
bertemu dipersimpangan jalan. Min yoongi yang mengikuti langkah Jimin tidak
mengerti mengapa namja ini hanya berputar-putar ditempat yang sama. Apa yang
dicarinya? Masih tetap memperhatikan Jimin, Min yoongi mulai tidak perduli pada
Jimin yang tidak jelas melakukan apa. tapi terlihat wajah Jimin khawatir dan
sedang menahan tangis. Sedikit ingin usil dengan namja yang telah menamparnya,
Min yoongi menelpon seseorang disebrang sana.
“annyeong.. aku punya sedikit pekerjaan untukmu, datang ke
taman Namsan sekarang juga. Aku menunggumu” min yoongi masih setia
memperhatikan Jimin sedang duduk sepertinya mencoba untuk mengembalikan kembali
tenaganya.
10 menit beritirahat Jimin mulai melanjutkan kembali pencarian
Taehyung. Tapi beberapa namja bertubuh besar membuat lingkaran kepada dirinya.
Seperti sedang berada dalam pengepungan Jimin hanya bisa memundurkan dirinya.
Tenaganya tidak bisa namja itu kerahkan karena seluruh tubuhnya seperti
membeku. “siapa kalian?” tanya Jimin dengan gemetar. Mereka tidak ada yang
merespon dan mulai melayangkan pukulannya tapi dihentikan seorang namja yang
datang tiba-tiba.
“maaf jika saya mengganggu perkelahian kalian, tapi 1 lawan
7 orang itu sangat tidak sebanding. Jadi aku membawakan beberapa temanku.
Itupun kalau kalian tidak keberatan” suara namja yang menolong Jimin tidak
dikenalinya. ‘siapa? Siapa yang menolongku?’ jimin tidak kuat lagi rasanya
dingin sekali. Sambil memeluk tubuhnya Jimin jatuh pingsan ketanah. 7 namja
yang mendapatkan tantangan dari seorang namja berjas dengan membawa teman-teman
lainnya lebih memilih pergi. Karena perintahnya adalah memukuli namja kecil itu
bukan namja berjas yang datang dengan tiba-tiba. Merekapun segera pergi
meninggalkan taman Namsan dan membiarkan namja berjas itu membawa sikecil yang
pingsan. Namja yang menolong Jimin mulai mengangkat tubuh mungil itu dan
membawanya masuk kedalam mobil. seorang namja tua membukakan pintu mobil dari
dalam.
“rebahkan secara pelan-pelan Ho Seok”
“nde tuan Jihyun” Jung Hoseok menaruh tubuh Jimin dikursi
belakang secara pelan-pelan. Jaket Jeon Jihyun diberikan ketubuh Jimin yang
sepertinya mulai membeku karena dingin. “namja ini akan mati membeku jika
berada diluar terus menerus”
“apa kita akan membawanya ke Kediaman tuan Jihyun?” tanya
HoSeok sebelum memberikan arahan pada pengawal lain.
“aniyo, kita bawa dia ke Host Club saja. jika Jungkook
memiliki teman dia akan sulit untuk beristirahat kembali” mendengar perintah
itu Jung Ho Seok mulai mengemudikan mobilnya menuju Host Club diikuti beberapa
pengawal dibelakangnya.
-
Jin pergi kekediaman Rapmon untuk meminta sedikit penjelasan
dengan apa yang dikatakan namja itu sebelumnya. tanpa mengetuk pintu utama, Jin
langsung menerobos dan pergi kehalaman belakang. seperti biasa dihari yang sama
Rapmon akan berenang dimalam hari, dan aktivitas itu memang sudah namja itu
lakukan sejak lama. Melihat kehadiran Jin dikediamannya membuat Rapmon
menghentikan kegiatannya. Namja itu segera keluar dari kolam berenang lalu mengambil
pakaian handuknya yang menghangatkan kembali tubuhnya setelah direndam air.
“apa yang kau lakukan disini?” tanya Rapmon sinis.
“kau tau apa yang aku lakukan disini” Jin memberikan
penegasan terhadap kalimatnya.
“mana kutahu kau kesini untuk apa” jawabnya sambil
mengeringkan rambutnya dengan handuk lain, Rapmon kembali memandang kearah Jin
yang setia memperhatikan gerak-geriknya “jika kau kesini hanya untuk menanyakan
tentang hubungan ku dengan Jimin, sebaiknya kau kembali pulang karena aku tidak
berminat untuk menjawabnya”
“kenapa kau seperti ini padaku NamJoon. Bukanlah dirimu jika
kau memang menyukai Jimin dalam artian itu cinta. Aku mengenalmu sangat lama,
kau tidak pernah sedikitpun melirik seorang namja”
“berbeda jika itu Park Jimin, dan perlu kau ketahui Jin aku
memang menyukai namja itu”
“jangan main-main denganku!” Jin mencekik handuk hangat
Rapmon, membuat namja itu menatap kesal sahabat lamanya. “aku tidak pernah
melakukan ini sebelumnya padamu. Jadi jangan membuatku melakukan ini padamu
lagi” jin melangkah pergi meninggalkan Rapmon setelah mengatakan ancaman kecil
pada sahabatnya itu.
“apa yang harus kutakutkan padamu? Lalu apa yang salah jika
aku menyukai Jimin? Saingan ku satu-satunya bukan dirimu tapi Kim Taehyung,
hyung dari namja itu. bagiku kau sudah memiliki Jeon Joon Kook, jadi
berhentilah menyukai namja lain selain kekasihmu”
Jin terlihat shock saat mendengar nama Taehyung yang
berstatus Hyung Jimin juga menyukai Jimin. Bagaimana mungkin itu semua bisa
terjadi “apa maksudmu bicara seperti itu?” Jin mengambil posisi kembali
menghadap Rapmon. “aku yakin kau pasti tau bahwa nama marga mereka berbeda, Kim
dan Park. Taehyung bercerita padaku jika Jimin diadopsi kedua orang tuanya
sejak usia 3 tahun. Dan tidak ada kemungkinan tidak mungkin jika mereka
menjalin hubungan nantinya. Bagiku saingan ku bukan dirimu yang telah memiliki
kekasih. Taehyung adalah sainganku, dan aku pastikan Jimin akan memilihku”
Rapmon pergi masuk kedalam kediamannya, meninggalkan Jin yang masih terbengong
karena telah mendengar cerita yang baru saja diceritakan padanya. Hatinya
sangat sesak ketika mengingat perkataan Rapmon
“apa yang harus
kutakutkan padamu? Lalu apa yang salah jika aku menyukai Jimin? Saingan ku
satu-satunya bukan dirimu tapi Kim Taehyung, hyung dari namja itu”
“.....bagiku kau
sudah memiliki Jeon Joon Kook, jadi berhentilah menyukai namja lain selain
kekasihmu”
“...Bagiku saingan ku
bukan dirimu yang telah memiliki kekasih. Taehyung adalah sainganku, dan aku
pastikan Jimin akan memilihku”.
Rasanya sangat kesal jika harus mendapatkan posisi hati yang
tidak bisa memilih siapa yang dirinya cintai. Kekasih nya memang Jungkook tapi
hatinya tidak tenang dan nyaman ketika ada namja lain yang menangis karena
dirinya.
-
Taehyung berdiri lesu dijembatan layang, mengingat dirinya
telah berlaku kasar terhadap Jimin membuat hatinya sakit. Kenapa dirinya bisa
memberi perlakuan seperti itu terhadap dongsaengnya bahkan sekarang saja
dirinya kabur dari Apartemen untuk menghindari kontak mata langsung dengan
Jimin. Dulu sepertinya tidak serumit ini, perasaannya ketika bersama Jimin
tenang-tenang saja. tapi semenjak ada namja lain membuat hatinya cemburu,
emosipun tidak dapat Taehyung kendalikan. Karena dirinya sadar Jimin tidak
mungkin menerima perasaannya. Menerima seorang namja yang bertahun-tahun
menyandang status sebagai Hyungnya. Taehyung menatap bulan purnama yang sangat
indah malam ini dilangit. Sama seperti dulu ketika Jimin, Appa dan Eomma nya
masih bersama-sama.
Flashbackon
Pesta tahun baru
ketika Jimin dan Taehyung masih berusia 8tahun. Mereka memang lahir ditahun
yang sama tapi berbeda bulan, sebenarnya Jiminlah yang menjadi Hyung karena
bulannya lebih dulu dibandingkan Taehyung. Tapi Taehyung bersih keras meminta
Appa dan Eommanya bahwa dirinya lah yang harus menjadi Hyung. Dengan senang
hati mereka merahasiakan ini semua dari Jimin yang belum mengerti apa-apa.
memang sejak kecil Jimin memanggil Taehyung dengan kata Hyung tapi dirinya
tidak tahu bahwa mereka hanya berbeda bulan. Taehyung sangat bangga ketika mendapatkan
sosok Hyung pada dirinya semenjak hadirnya Jimin. Tapi tanggung jawab itu tidak
dilupakan Taehyung, karena sebagai seorang Hyung dirinya harus bisa melindungi
Jimin.
“hyung kembang apinya
bagus sekali” Jimin mengambil kursi belajarnya dan diletakan didekat jendela
agar dapat melihat kembang api dari dekat. Melihat bahaya mengancam Jimin,
Taehyung dengan sigap memegang kursi itu dan tubuh Jimin agar tidak jatuh.
“nde.. sangat bagus Jiminnie”
Appa dan Eomma sangat
senang dengan tanggung jawab Taehyung yang sekarang mendapat status sebagai
Hyung Jimin. Akhirnya Appa dan Eomma Taehyung memutuskan untuk memberikan
kepercayaan Jimin sepenuhnya pada Taehyung. Dari kenakalannya, bahaya yang
sering mengancam, dan hal-hal aneh yang sering Jimin lakukan telah menjadi
tanggung jawab Taehyung. Tapi itu semua tidak membuat Taehyung kesal akan
kenakalan Jimin, namja itu malah semakin ingin melindungi Jimin. Setiap pagi
tanpa sepengetahuan Appa dan Eomma Taehyung meminta Jimin untuk selalu
memberikan kecupan dibibir sebagai pengganti ucapan selamat pagi. Dan jimin
menyetujuinya. Taehyung sangat senang jika pagi datang maka dari itu dirinya
selalu ingin tidur lebih awal.
Sama halnya saat pesta
natal Taehyung selalu berjanji akan selalu berada disamping Jimin apapun yang
akan terjadi. Menjadi apapun untuk Jimin disegala Musim yang akan mereka lalui.
Tapi satu harapan Taehyung, Jimin tidak boleh memiliki orang lain selain
dirinya. Dan anggukan kecil diberikan Jimin pada Taehyung. Melihat itu semua
membuat Taehyung tersenyum lebar dan memberikan pelukan hangat untuk
dongsaengnya.
Flashbackoff
Tapi itu semua adalah masalalu. Masalalu yang tidak
menghasilkan apa-apa ketika dewasa, dan itu adalah pikiran Taehyung ketika
masih kecil. Dirinya tidak percaya masih merasakan kesal jika Jimin bersama
dengan namja lain selain dirinya. Ini tidak baik untuk hubungan mereka. Tapi
untuk sekarang sebaiknya mereka tidak bertemu dulu, sampai perasaan
kekanak-kanakan Taehyung hilang. Dirinya tidak ingin membuat Jimin semakin
membencinya.
“Jimin aku mencintaimu”
To becontinue...


hiks hiks, sedih banget. udah jiminie buat taehyungie aja gapapa. kan kasian taetae, duh, dia udh sama sjiminie lama. :'
ReplyDeletegreat story I LOVE IT!!
XD semoga semoga bisa sama alienV, jadi banyakan Vmin moment ya dibanding Jinjimin nya wkwk #Authorlabil :D doakan endingnya tidak bermasalah ya chingu wkwk
Deletestuju ma vhia udahlah vmin ja endingnya ksihan taetae, chim aslinya jg suka kok ama perlakuan mnis tae. cmn dy g nyadar ja mlah terbutakan ma jin
ReplyDeletebkin jin cinta lg sm kook plis ksihan kook nya menderita trus
mungkin krn Jimin udh sayang bgt sama alienV sebagai hyungnya:3 dan bagaimana sih perasaan yang udah hidup bertahun-tahun sebagai saudara tiba-tiba mempunyai perasaan..>//< itu mungkin akan sulit dijelaskan chingu :D
DeleteKyaaaa....! Jimin (,,•﹏•,,)
ReplyDeleteo(〃^▽^〃)o
Deletehukss nak .. kenapa dunia percintaanmu itu begitu rumit ... huksss
ReplyDeleteudahlah vmin ae ... kasian v nya ... wah ... rapmon suka berenang malem ... kagak dingin banget apa sih .. oke ini keren thor
Hay KhArmy.. aku senang mendapatkan jejakmu disetiap postku^^ selalu hadir dan menjadi rider setia ku yaa.. walaupun sekarang aku belum bisa comeback..(y)><
Delete