BOY IN LUV JINJIMIN VER. Chapter 11



“apa yang kau lakukan” Taehyung menarik tubuh Jimin untuk segera menjauhi Rapmon. Tatapan mereka bertemu, membuat Jimin ketakutan sendirian. Apa yang akan terjadi setelah ini.


Taehyun terus menatap tajam pandangan Rapmon yang juga menatapnya balik. Mereka sepertinya akan berkelahi didepan umum, Jimin terus saja meminta Taehyung segera pergi. Sedangkan Rapmon sikap anehnya hari ini membuat Jimin sedikit takut. Namja mungil itu membiarkan Rapmon berfikir sejenak. “aku membiarkanmu mendekati Jimin hanya sekedar menjadi teman untuknya, apakah pertemanan harus berpelukan seperti itu? aku berpandangan lain sekarang terhadapmu Kim Nam Joon” Jimin terus memohon pada Taehyung agar tidak melakukan apapun ditempat seramai ini. 
Melihat Jimin memohon dengan sangat membuat hati Taehyung tidak bisa menolak permintaannya. Taehyung mengajak Jimin masuk kedalam mobil yang seharusnya digunakan untuk menjemput Jungkook. Setelah Jimin masuk, Taehyung sedikit memberikan ancaman pada Rapmon “jauhi Jiminku!” tegasnya. Mobil merekapun meninggalkan Rapmon sendirian yang termenung.

Kedua tangan Rapmon mengacak rambutnya kesal, mengapa dirinya begitu ceroboh dengan perasaannya. “bagaimana bisa aku melakukan itu ditempat seperti ini, hanya agar bisa menenangkan jimin malah jadi seperti ini” nafasnya terdengar berat, “jimin pasti juga takut dengan perlakuan ku tadi”.

-

Taehyung mengantar Jimin terlebih dahulu ke Apartemen, dalam perjalanannya Taehyung terus menanyakan hal-hal aneh. “kau tidak apa-apa kan Jiminnie? Apa dia bersikap macam-macam padamu? Kenapa kau tidak mengeluarkan jurusmu ketika mendapatkan perlakuan seperti itu”

“hyung ini bicara apa sih? Namja itu hanya bersikap aneh tadi saja, mana tau dia akan memelukku seperti itu. lagipula aku tidak bisa membuat Rapmon-sshi menerima pukulan dariku, diakan sudah menolongku”

“aku tidak perduli, namja itu sudah menolongmu atau tidak. Melihatmu tadi itu sudah cukup membahayakan dirimu jika terlalu lama berhubungan dekat dengannya. aku hanya memberikan saran padamu Jimin. Kau mengerti?”

Setibanya di Apartemen Jimin turun dari mobil, dan membiarkan Taehyung kembali kesekolah untuk menjemput Jungkook. Sedikit memberikan pada dongsaeng tersayangnya pesan “tetap dirumah sampai aku kembali, kau mengerti Jiminnie” tidak memperdulikan Taehyung terus memanggilnya. Jimin terus berjalan tanpa mau menoleh. Sedangkan Taehyung yang berada didalam mobil sangat kesal melihat ada namja lain yang berani memeluk Jimin. Pantas saja namja itu menanyakan perasaan Taehyung pada Jimin. Apa ini niat awalnya mendekati Jimin? Tidak akan. Taehyung tidak mau namja lain merebut perhatian Jimin darinya. Dengan sedikit emosi Taehyung mengemudikan mobilnya meninggalkan Apartemen.

-

Jin dan Jungkook menunggu Taehyung yang sepertinya terlambat menjemputnya disekolah. Mereka mulai bosan menunggu tanpa melakukan aktivitas apapun. Dan Jin sepertinya sedang memikirkan sesuatu sehingga tidak mengajak Jungkook bicara. Untuk mencari perhatian kekasihnya Jungkook mulai mencari topik pembicaraan. “aahh seandainya aku tidak lupa membawa obat-obatanku, pasti aku sudah main kerumahmu ya Jin-sshi”. Jin yang tadinya diam mengelus sedikit kepala kekasihnya yang sepertinya telah sangat bosan menunggu. “kita pergi ketempat lain saja ya” tawar Jin.

“nde, kemana?” jawabnya antusias. Sepertinya Jin selalu tau apa yang membuat senyum kekasihnya itu kembali terlihat. Sebelum mereka pergi meninggalkan sekolah, Taehyung datang dengan mobil Jungkook. Jungkook sebenarnya kesal karena Taehyung datang ketika dirinya akan mulai berkencan kembali dengan Jin. “maafkan aku terlambat menjemputmu” jelas Taehyung ketika melihat Jungkook mempoutkan bibirnya. Jin sedikit aneh melihat Taehyung yang sepertinya pernah dikenali. Setelah berfikir keras dirinya ingat namja ini teman sekelasnya kan?

“ish kenapa kau lama sekali, aku hampir saja mati menunggu. Taehyung-sshi apa kau membawa obat-obatanku?”

“nde, ini sudah disiapkan tapi sepertinya tuan Jihyun meminta anda hari ini langsung pulang tanpa harus pergi kemana-mana lagi. Karena tuan yakin anda kelelahan selama disekolah” taehyung menjelaskan secara detail perintah hal-abeoji Jungkook. Jungkook menggeleng tidak mau “aniyo aku hari ini akan pergi bersama Jin-sshi. Kau bisa pulang tanpa aku Taehyung-sshi, aku berjanji kau tidak akan di omeli Hal-abeoji karena aku akan memberikan pesan lewat emailnya” jungkook langsung menarik tubuh Jin yang kaku ketika melihat Taehyung.

“jin-sshi kau kenapa?” pandangan Jungkook mengikuti penglihatan Jin yang sedikit heran. “ooh kau pasti belum kenal dengan Taehyung. Dia hyung Jimin-sshi, namanya Kim Taehyung”

Mendengar dirinya sedang diperkenalkan dengan namja mantan teman sekelasnya, Taehyung hanya memberi hormat. Sedangkan Jin sendiri kaget ketika mendengar namja ini adalah Hyungnya Jimin. “nah Taehyung kenalkan, Kim Seok Jin kekasihku” lanjut Jungkook tidak malu-malu. Taehyung sekarang tau mengapa namja ini begitu dekat dengan Jungkook mereka mempunyai status sebagai sepasang kekasih. Karena hari sudah mulai sore Jin meminta agar Taehyung segera mengantar Jungkook kembali kerumah dan meminum obatnya. Mendengar saran itu Taehyung mengangguk.

Sedangkan sang kekasih hanya memperlihatkan sifat merajuknya, “Jin-sshi kau besok harus menjemputku ya.. agar kita bisa pergi kesekolah bersama” tegasnya dengan sedikit ancaman. “awas jika kau tidak menjemputku”. Jin mengelus kepala Jungkook dan memberikan kecupan perpisahan, agar kekasihnya bisa tenang hingga sampai rumah. Tidak lama mereka berpamitan Taehyung membawa Jungkook pergi dengan mobil pribadi milik Jungkook. Jin yang ditinggal sendirian berfikir keras dengan apa yang sebenarnya terjadi. Mengapa dunia ini kecil sekali. Mengapa orang-orang yang dirinya kenali berkaitan satu dengan yang lain. Tangan Jin memegang setengah kepalanya yang sepertinya terasa sakit. Lebih baik dirinya lekas kembali pulang untuk mengistirahatkan fikirannya.


-
-


Jimin tidak mengerti apa yang difikirkan Taehyung pada dirinya, mengapa namja itu overprotective pada dirinya akhir-akhir ini. Terlebih lagi saat Rapmon memeluk dirinya tadi sangat terlihat jelas, Taehyung kesal. Apa benar tentang perasaan yang dirasakan Taehyung pada dirinya? Tidak mungkin.

Jimin yang merasakan deru nafas dingin mereka telah menyatu mulai memejamkan kedua matanya... dalam jarak yang sangat sangat sangat dekat Tae Hyung mengutarakan perasaanya “karena aku...................................................................................”. Petir menyambar membuat Jimin tidak bisa mendengar perkataan yang hyungnya lontarkan sebelumnya.

Dari setiap gerakan bibir Taehyung terselip kata SARANGHAE yang sangat jelas jika namja itu benar memiliki perasaan padanya. Bagaimana mungkin Jimin bisa hidup dengan namja yang menyukainya selama bertahun-tahun tinggal bersamanya. Itu adalah hal yang sangat mustahil. Mengingat kejadian ditaman bermain itu membuat Jimin harus menutup kedua wajahnya karena terasa panas. Jimin yang mendengar pintu Apartemen dibuka langsung berpura-pura tidur. Dirinya tidak tahu harus memasang perilaku apa jika mengingat Taehyung menyimpan perasaan pada dirinya.

“Jiminnie?” panggilnya tapi sang pemilik nama tidak merespon. Taehyung melihat dongsaengnya telah tertidur pulas didalam selimut yang menutupi seluruh tubuhnya. Sepertinya Jimin sangat tidak menyukai kondisi dingin yang dilanda negaranya ini. Sedikit tepukan dikedua pipi Jimin, Taehyung membangunkannya. “aku membawakan makanan, kau mau kan makan dulu baru tidur kembali”. Jimin yang kedua matanya setengah reflek membuka membuat dirinya harus bisa mencari alasan untu menolak ajakan Taehyung.

“aniyo hyung, aku sangat lelah hari ini. Aku ingin tidur saja” Jimin kembali menutupi wajahnya dengan selimut setelah mengeluarkan alasannya. Taehyung sedikit merasa Jimin telah berubah. Apa ini karena perasaannya? Tidak mau terus-terusan mengganggu tidur dongsaengnya. Taehyung memutuskan untuk tidur juga menemani Jimin dan memeluk tubuh mungilnya. Jimin yang masih belum bisa tertidur sebenarnya mulai risih dengan fikiran dan hati yang bingung harus menerima atau menolak. Ketika mendapatkan perlakuan mesra dari Taehyung rasanya ingin menolak secara diam-diam. Tangan Taehyung yang sedang memeluk Jimin dipindahkan secara pelan-pelan agar pemiliknya tidak terbangun. Beberapa saat pelukan itu terlepas, Taehyung kembali memeluk Jimin bahkan lebih erat dari sebelumnya. secara pelan-pelan Jimin kembali menggeser tangan Taehyung. Dan untuk ketiga kalinya rengkuhan itu semakin kencang Jimin rasakan. Jimin mengatur nafasnya agar tidak terdengar berat ataupun mengganggu namja disampingnya. Tapi belum Jimin mengambil tangan Taehyung, namja itu bangun dan mulai menindih Jimin. “kenapa kau melakukan ini padaku Jimin?” matanya terlihat sangat sedih dipandangan Jimin. Jimin tidak mengerti tapi rasanya tubuh Taehyung sangat berat ketika menindihnya. Kedua pergelangan Jimin tertekan tubuh Taehyung yang menindihnya. Tubuh mungil itu tidak bisa bergerak sama sekali. Rasanya sangat takut jika memikirkan sesuatu yang tidak diinginkan Jimin terjadi. Suara Jimin yang memohon untuk dilepaskan tidak terdengar jelas dalam pendengaran Taehyung. Sepertinya perasaan Taehyung yang ditolak Jimin mulai memancarkan amarah tidak sabar. “kenapa, kenapa hanya diriku yang tidak bisa bersaing untuk memilikimu! Kenapa!” air mata Taehyung menetes menyentuh setiap lekuk wajah Jimin. “kenapa harus aku yang menjadi Hyung angkatmu.. kenapa harus aku yang menyimpan perasaan ini sendirian? ”

“hyung..?” jimin benar-benar kesulitan menghadapi hidupnya yang seperti ini. Kenapa perasaan cinta harus timbul diantara mereka. Tanpa menunggu jawaban dari Jimin, Taehyung memutuskan untuk meninggalkan Apartemennya. Tidak lupa namja itu meninggalkan pesannya sebelum pergi “maafkan aku, aku akan menginap ditempat temanku untuk sementara” pintu Apartemen tertutup dari luar. Jimin yang masih terkulai lemas dalam posisinya, memeluk seluruh tubuhnya yang tidak dingin.
Hatinya panas saat ini. Ingin menangis tapi kenapa dirinya harus menangis? Taehyung yang salah memiliki perasaan itu padanya. Appa dan Eomma pasti tidak menginginkan ini semua terjadi. Mereka akan sedih jika melihat kita bertengkar hanya karena perasaan, benarkan hyung? Jimin bangun dari tempat tidur dan langsung mencari kemana hyungnya pergi tanpa mengenakan mantel penghangat. Hanya Taehyung yang memasangkannya, tapi sekarang dirinya harus mencari namja itu diluar yang bersuhu cukup dingin malam hari. Jimin mencari kesetiap sudut kota tapi tidak berhasil menemukan Taehyung. Perasaan khawatir mulai menguasai dirinya yang sedang kedinginan. Jimin tidak ingin kembali ke Apartemen tanpa Taehyung. Perasaan Taehyung dan Jimin harus segera dijelaskan dalam artian yang sebenarnya. Jimin berlari ditemani angin malam, mencari entah kemana kaki membawanya.

Berjam-jam namja mungil itu mencari Taehyung, namun nihil ditemukan. Jimin tidak tahu dimana tempat tinggal teman Taehyung yang dimaksudkan. Selama ini Taehyung selalu menemani Jimin kemanapun dan kapanpun disekolah. Apakah benar dirinya memiliki teman. ‘hyung kau dimana’ hati Jimin berbicara. Jimin yakin rasa dingin yang menusuk tubuhnya sama dirasakan Taehyung saat ini. Air mata Jimin tidak bisa keluar dikarenakan suhu dingin membekukan setiap tetesan air matanya.
Min yoongi adalah namja yang sebelumnya ditampar Jimin ketika ketawan sedang memukuli Jin di gudang produksi. Tidak sengaja mereka bertemu dipersimpangan jalan. Min yoongi yang mengikuti langkah Jimin tidak mengerti mengapa namja ini hanya berputar-putar ditempat yang sama. Apa yang dicarinya? Masih tetap memperhatikan Jimin, Min yoongi mulai tidak perduli pada Jimin yang tidak jelas melakukan apa. tapi terlihat wajah Jimin khawatir dan sedang menahan tangis. Sedikit ingin usil dengan namja yang telah menamparnya, Min yoongi menelpon seseorang disebrang sana.

“annyeong.. aku punya sedikit pekerjaan untukmu, datang ke taman Namsan sekarang juga. Aku menunggumu” min yoongi masih setia memperhatikan Jimin sedang duduk sepertinya mencoba untuk mengembalikan kembali tenaganya.

10 menit beritirahat Jimin mulai melanjutkan kembali pencarian Taehyung. Tapi beberapa namja bertubuh besar membuat lingkaran kepada dirinya. Seperti sedang berada dalam pengepungan Jimin hanya bisa memundurkan dirinya. Tenaganya tidak bisa namja itu kerahkan karena seluruh tubuhnya seperti membeku. “siapa kalian?” tanya Jimin dengan gemetar. Mereka tidak ada yang merespon dan mulai melayangkan pukulannya tapi dihentikan seorang namja yang datang tiba-tiba.

“maaf jika saya mengganggu perkelahian kalian, tapi 1 lawan 7 orang itu sangat tidak sebanding. Jadi aku membawakan beberapa temanku. Itupun kalau kalian tidak keberatan” suara namja yang menolong Jimin tidak dikenalinya. ‘siapa? Siapa yang menolongku?’ jimin tidak kuat lagi rasanya dingin sekali. Sambil memeluk tubuhnya Jimin jatuh pingsan ketanah. 7 namja yang mendapatkan tantangan dari seorang namja berjas dengan membawa teman-teman lainnya lebih memilih pergi. Karena perintahnya adalah memukuli namja kecil itu bukan namja berjas yang datang dengan tiba-tiba. Merekapun segera pergi meninggalkan taman Namsan dan membiarkan namja berjas itu membawa sikecil yang pingsan. Namja yang menolong Jimin mulai mengangkat tubuh mungil itu dan membawanya masuk kedalam mobil. seorang namja tua membukakan pintu mobil dari dalam.

“rebahkan secara pelan-pelan Ho Seok”

“nde tuan Jihyun” Jung Hoseok menaruh tubuh Jimin dikursi belakang secara pelan-pelan. Jaket Jeon Jihyun diberikan ketubuh Jimin yang sepertinya mulai membeku karena dingin. “namja ini akan mati membeku jika berada diluar terus menerus”

“apa kita akan membawanya ke Kediaman tuan Jihyun?” tanya HoSeok sebelum memberikan arahan pada pengawal lain.

“aniyo, kita bawa dia ke Host Club saja. jika Jungkook memiliki teman dia akan sulit untuk beristirahat kembali” mendengar perintah itu Jung Ho Seok mulai mengemudikan mobilnya menuju Host Club diikuti beberapa pengawal dibelakangnya.

-


Jin pergi kekediaman Rapmon untuk meminta sedikit penjelasan dengan apa yang dikatakan namja itu sebelumnya. tanpa mengetuk pintu utama, Jin langsung menerobos dan pergi kehalaman belakang. seperti biasa dihari yang sama Rapmon akan berenang dimalam hari, dan aktivitas itu memang sudah namja itu lakukan sejak lama. Melihat kehadiran Jin dikediamannya membuat Rapmon menghentikan kegiatannya. Namja itu segera keluar dari kolam berenang lalu mengambil pakaian handuknya yang menghangatkan kembali tubuhnya setelah direndam air. “apa yang kau lakukan disini?” tanya Rapmon sinis.

“kau tau apa yang aku lakukan disini” Jin memberikan penegasan terhadap kalimatnya.

“mana kutahu kau kesini untuk apa” jawabnya sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk lain, Rapmon kembali memandang kearah Jin yang setia memperhatikan gerak-geriknya “jika kau kesini hanya untuk menanyakan tentang hubungan ku dengan Jimin, sebaiknya kau kembali pulang karena aku tidak berminat untuk menjawabnya”

“kenapa kau seperti ini padaku NamJoon. Bukanlah dirimu jika kau memang menyukai Jimin dalam artian itu cinta. Aku mengenalmu sangat lama, kau tidak pernah sedikitpun melirik seorang namja”

“berbeda jika itu Park Jimin, dan perlu kau ketahui Jin aku memang menyukai namja itu”

“jangan main-main denganku!” Jin mencekik handuk hangat Rapmon, membuat namja itu menatap kesal sahabat lamanya. “aku tidak pernah melakukan ini sebelumnya padamu. Jadi jangan membuatku melakukan ini padamu lagi” jin melangkah pergi meninggalkan Rapmon setelah mengatakan ancaman kecil pada sahabatnya itu.

“apa yang harus kutakutkan padamu? Lalu apa yang salah jika aku menyukai Jimin? Saingan ku satu-satunya bukan dirimu tapi Kim Taehyung, hyung dari namja itu. bagiku kau sudah memiliki Jeon Joon Kook, jadi berhentilah menyukai namja lain selain kekasihmu”

Jin terlihat shock saat mendengar nama Taehyung yang berstatus Hyung Jimin juga menyukai Jimin. Bagaimana mungkin itu semua bisa terjadi “apa maksudmu bicara seperti itu?” Jin mengambil posisi kembali menghadap Rapmon. “aku yakin kau pasti tau bahwa nama marga mereka berbeda, Kim dan Park. Taehyung bercerita padaku jika Jimin diadopsi kedua orang tuanya sejak usia 3 tahun. Dan tidak ada kemungkinan tidak mungkin jika mereka menjalin hubungan nantinya. Bagiku saingan ku bukan dirimu yang telah memiliki kekasih. Taehyung adalah sainganku, dan aku pastikan Jimin akan memilihku” Rapmon pergi masuk kedalam kediamannya, meninggalkan Jin yang masih terbengong karena telah mendengar cerita yang baru saja diceritakan padanya. Hatinya sangat sesak ketika mengingat perkataan Rapmon

“apa yang harus kutakutkan padamu? Lalu apa yang salah jika aku menyukai Jimin? Saingan ku satu-satunya bukan dirimu tapi Kim Taehyung, hyung dari namja itu”
“.....bagiku kau sudah memiliki Jeon Joon Kook, jadi berhentilah menyukai namja lain selain kekasihmu”
“...Bagiku saingan ku bukan dirimu yang telah memiliki kekasih. Taehyung adalah sainganku, dan aku pastikan Jimin akan memilihku”.

Rasanya sangat kesal jika harus mendapatkan posisi hati yang tidak bisa memilih siapa yang dirinya cintai. Kekasih nya memang Jungkook tapi hatinya tidak tenang dan nyaman ketika ada namja lain yang menangis karena dirinya.

-

Taehyung berdiri lesu dijembatan layang, mengingat dirinya telah berlaku kasar terhadap Jimin membuat hatinya sakit. Kenapa dirinya bisa memberi perlakuan seperti itu terhadap dongsaengnya bahkan sekarang saja dirinya kabur dari Apartemen untuk menghindari kontak mata langsung dengan Jimin. Dulu sepertinya tidak serumit ini, perasaannya ketika bersama Jimin tenang-tenang saja. tapi semenjak ada namja lain membuat hatinya cemburu, emosipun tidak dapat Taehyung kendalikan. Karena dirinya sadar Jimin tidak mungkin menerima perasaannya. Menerima seorang namja yang bertahun-tahun menyandang status sebagai Hyungnya. Taehyung menatap bulan purnama yang sangat indah malam ini dilangit. Sama seperti dulu ketika Jimin, Appa dan Eomma nya masih bersama-sama.

Flashbackon

Pesta tahun baru ketika Jimin dan Taehyung masih berusia 8tahun. Mereka memang lahir ditahun yang sama tapi berbeda bulan, sebenarnya Jiminlah yang menjadi Hyung karena bulannya lebih dulu dibandingkan Taehyung. Tapi Taehyung bersih keras meminta Appa dan Eommanya bahwa dirinya lah yang harus menjadi Hyung. Dengan senang hati mereka merahasiakan ini semua dari Jimin yang belum mengerti apa-apa. memang sejak kecil Jimin memanggil Taehyung dengan kata Hyung tapi dirinya tidak tahu bahwa mereka hanya berbeda bulan. Taehyung sangat bangga ketika mendapatkan sosok Hyung pada dirinya semenjak hadirnya Jimin. Tapi tanggung jawab itu tidak dilupakan Taehyung, karena sebagai seorang Hyung dirinya harus bisa melindungi Jimin.

“hyung kembang apinya bagus sekali” Jimin mengambil kursi belajarnya dan diletakan didekat jendela agar dapat melihat kembang api dari dekat. Melihat bahaya mengancam Jimin, Taehyung dengan sigap memegang kursi itu dan tubuh Jimin agar tidak jatuh. “nde.. sangat bagus Jiminnie”
Appa dan Eomma sangat senang dengan tanggung jawab Taehyung yang sekarang mendapat status sebagai Hyung Jimin. Akhirnya Appa dan Eomma Taehyung memutuskan untuk memberikan kepercayaan Jimin sepenuhnya pada Taehyung. Dari kenakalannya, bahaya yang sering mengancam, dan hal-hal aneh yang sering Jimin lakukan telah menjadi tanggung jawab Taehyung. Tapi itu semua tidak membuat Taehyung kesal akan kenakalan Jimin, namja itu malah semakin ingin melindungi Jimin. Setiap pagi tanpa sepengetahuan Appa dan Eomma Taehyung meminta Jimin untuk selalu memberikan kecupan dibibir sebagai pengganti ucapan selamat pagi. Dan jimin menyetujuinya. Taehyung sangat senang jika pagi datang maka dari itu dirinya selalu ingin tidur lebih awal.

Sama halnya saat pesta natal Taehyung selalu berjanji akan selalu berada disamping Jimin apapun yang akan terjadi. Menjadi apapun untuk Jimin disegala Musim yang akan mereka lalui. Tapi satu harapan Taehyung, Jimin tidak boleh memiliki orang lain selain dirinya. Dan anggukan kecil diberikan Jimin pada Taehyung. Melihat itu semua membuat Taehyung tersenyum lebar dan memberikan pelukan hangat untuk dongsaengnya.

Flashbackoff

Tapi itu semua adalah masalalu. Masalalu yang tidak menghasilkan apa-apa ketika dewasa, dan itu adalah pikiran Taehyung ketika masih kecil. Dirinya tidak percaya masih merasakan kesal jika Jimin bersama dengan namja lain selain dirinya. Ini tidak baik untuk hubungan mereka. Tapi untuk sekarang sebaiknya mereka tidak bertemu dulu, sampai perasaan kekanak-kanakan Taehyung hilang. Dirinya tidak ingin membuat Jimin semakin membencinya.

“Jimin aku mencintaimu” 



To becontinue...


Comments

  1. hiks hiks, sedih banget. udah jiminie buat taehyungie aja gapapa. kan kasian taetae, duh, dia udh sama sjiminie lama. :'
    great story I LOVE IT!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. XD semoga semoga bisa sama alienV, jadi banyakan Vmin moment ya dibanding Jinjimin nya wkwk #Authorlabil :D doakan endingnya tidak bermasalah ya chingu wkwk

      Delete
  2. stuju ma vhia udahlah vmin ja endingnya ksihan taetae, chim aslinya jg suka kok ama perlakuan mnis tae. cmn dy g nyadar ja mlah terbutakan ma jin
    bkin jin cinta lg sm kook plis ksihan kook nya menderita trus

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin krn Jimin udh sayang bgt sama alienV sebagai hyungnya:3 dan bagaimana sih perasaan yang udah hidup bertahun-tahun sebagai saudara tiba-tiba mempunyai perasaan..>//< itu mungkin akan sulit dijelaskan chingu :D

      Delete
  3. Kyaaaa....! Jimin (,,•﹏•,,)

    ReplyDelete
  4. hukss nak .. kenapa dunia percintaanmu itu begitu rumit ... huksss
    udahlah vmin ae ... kasian v nya ... wah ... rapmon suka berenang malem ... kagak dingin banget apa sih .. oke ini keren thor

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hay KhArmy.. aku senang mendapatkan jejakmu disetiap postku^^ selalu hadir dan menjadi rider setia ku yaa.. walaupun sekarang aku belum bisa comeback..(y)><

      Delete

Post a Comment

Popular Posts