Devil Without You Chapter 3
“seperti boneka, kau akan selalu seperti
boneka. Tidak seharusnya kau bertemu dengan dua namja itu lagi” kekuatan Hoseok
menghilang saat meyakinkan kondisi Jimin telah lebih baik. Ia yakin pertemuan
ini terjadi terlalu cepat.
.
.
[
Chapter 3 ]
.
.
[ Keesokan pagi ]
langkah kecil menuruni tangga menyadarkan Hoseok dari
kegiatannya memasak. Ia memperhatikan Jimin yang sedang membuka lemari
pendingin dan meminum segelas air dingin. Senyuman terukir ketika mengetahui
bahwa Jimin telah lebih baik dari kemarin. “Jimin-ah, bagaimana keadaanmu? Apa
kau akan pergi kesekolah?” Hoseok duduk di kursi, menemani Jimin sarapan pagi.
“aku sudah lebih baik hyung, bahkan sangat segar pagi ini.
Tentu saja aku akan pergi sekolah” ucapnya dengan semangat. Menghabiskan
sarapan yang Hoseok siapkan di meja makan. Setelah selesai Ia berpamitan dengan
Hoseok yang menjadi salah satu wali pengganti orang tuanya. “aku berangkat
hyung”
“kau bisa masuk besok kalau masih tidak enak badan, aku tidak
ingin kau memaksakan dirimu dan menyebabkan anemia lagi”
senyuman mungil yang paling disukai itu terukir, “aku tidak
apa-apa, dan aku bisa menjaga diriku sendiri”
“berhati-hatilah” Hoseok mengingatkan. Kepergian Jimin dapat
Ia pantau dari rumah. Tidaklah sulit bagi seorang Hoseok mencari tau tentang
siapa saja yang mendekati namja mungil itu. Yang pasti Ia bertanggung jawab
sepenuhnya atas Jimin. selama
kebangkitan Iblis belum terjadi.
dalam perjalanan Jimin berhenti di pinggir lampu
penyebrangan. Menatap langit yang sepertinya akan menurunkan hujan di pagi ini.
Padahal hari ini ada pelajaran yang Ia sukai seperti Olahraga. “semoga hujan
tidak turun” hati itu berharap. Ia menyebrang saat lampu telah hijau untuk
pejalan kaki. Tiupan angin semakin kencang seluruh rakyat Seoul rasakan.
Reporter mengabarkan bahwa cuaca Korea akhir-akhir ini tidaklah stabil. Jimin masih
tetap menjalankan aktivitasnya seperti tidak terjadi apa-apa.
.
.
[ Bangtan Highschool ]
jin tiba di kelas, meletakan tas secara asal dan tidur. Ia
benar-benar lelah tapi tidak tau karena apa. Hanya lelah. Jin hanya merasakan
lelah akhir-akhir ini. Matanya tidak dapat terpejam belakangan ini, kejadian
saat di Museum bertemu dengan teman Jungkook bahkan halusinasi mengerikan
terkesan nyata. Tidak terbayangkan bila tenggelam dan tidak ada yang dapat
menolong dirinya saat mimpi itu terjadi. Kenapa sekarang bermunculan
mimpi-mimpi tidak menyenangkan tentang dirinya terus.
Tepukan menyadarkan Jin akan kedatangan Yoongi ke mejanya.
“kau baik-baik saja? Akhir-akhir ini aku lihat kau tidak bersemangat, apa kau
punya masalah dengan kekasihmu?” tanyanya asal menebak. Jin berdengus pada
Yoongi dan membalikan kepala kearah lain. “ayolah Jin-sshi ceritakan kepadaku
sesuatu yang mengubahmu jadi sependiam ini”. Ulah Yoongi yang menarik
seragamnya, membuat Jin mulai terganggu dan dengan terpaksa meladeni namja cantik
itu bicara.
“aku tidak tau, hanya saja aku sangat lelah belakangan ini
karena mimpi-mimpi anehku yang terus bersambung”
Yoongi merapatkan bangkunya dengan meja Jin agar dapat
mendengar cerita dengan lebih jelas, “lalu mimpi seperti apa? Aku dengar kalau
mimpi bersambung itu bisa jadi bagian dari masa lalu atau masa depanmu
nantinya”. Jin menghela nafas sejenak dan melanjutkan ceritanya.
“aku tidak dapat menceritakannya, aku tidak tau kenapa aku
tidak bisa mengungkap mimpiku kepada siapapun. Tapi yang jelas itu semua
terjadi saat aku bertemu dengan seseorang—” kelanjutan ucapan Jin tidak dapat
Yoongi dengar. Kupingnya seakan terasa penuh akan suara berisik dari suatu
hewan, karena mulai terasa sakit, Ia meraih benda asing yang baru saja keluar
dari kuping. Dan Yoongipun berteriak.
.
.
“Yoongiii!” kesadaran namja cantik itu kembali saat sentuhan
kedua tangan Jin mendarat kewajahnya. “kau tidak apa-apa?” pandangan Yoongi
memperhatikan sekeliling yang seakan memandang aneh. Tanpa membalas pertanyaan
Jin, Yoongi pergi berlari kencang ke kamar kecil seorang diri. Tidak mau
terjadi sesuatu pada temannya itu, Jin pun mengikuti dari belakang. Sesampainya
pada kamar kecil Jin menemukan Yoongi sedang membasuh wajah. “kau baik-baik
saja Yoongi?”
“Ah? Nde.. Nde.. aku baik-baik saja” ragunya menjawab. Ia
rasa itu hanya khayalan singkat, yang tidak perlu dicemaskan.
Saat beristirahat Jin dan Yoongi pergi kekantin bersama-sama.
Mereka mengobrol sesuatu yang berkaitan dengan tugas studytour yang sampai
sekarang belum diperintah untuk dikumpulkan. Untuk mengisi sebagian yang tidak
tercatat, Yoongi mengusulkan untuk mengajak Jin ke perpustakaan. Awalnya Jin
sangat malas tapi dorongan serta ocehan Yoongi memojokan dirinya. Mereka
berpisah untuk mencari buku tentang Museum Cleo, atau isi-isi dari lukisan
serta patung yang terletak disana. Yoongi mencari beberapa deretan dari buku
yang tersusun rapih, dan berhasil menemukan apa yang dicari. “Museum Cleo” baca
Yoongi.
Suara seseorang mengejutkan Yoongi yang sepertinya sedang
membicarakan dari buku yang tengah dipegang, “mencari tahu tentang Museum Cleo
bukan hal yang bagus untuk dirimu lakukan, sebaiknya kau serahkan tugasmu
sesuai dengan yang kemarin dikatakan Tourguide” namja mengenakan kacamata tebal
itu menasehati dan mencoba untuk merebut buku yang Yoongi temukan.
“kau ingin mengambil ini untuk tugasmu juga ya? Tapi
sepertinya buku ini hanya ada satu dan aku yang lebih dulu mendapatkan maka itu
aku yang akan meminjamnya” ketus Yoongi sebelum pergi. Ia mencari keberadaan
Jin yang masih saja mencari disudut-sudut terpencil. “apa yang kau lakukan
Jin-sshi” Tanya Yoongi saat mendapati Jin sedang berjongkok.
“mencari buku untuk tugas kita yang tertinggal, apa kau
menemukannya? Karena aku sama sekali tidak menemukan apa yang kau cari”
Yoongi mengangkat buku tebal yang berhasil dirinya bawa,
“tapi aku sudah menemukannya”. Jin memandang aneh kearah Yoongi dengan buku
yang Ia tunjukan, “kau ingin belajar memasak? Itu ide yang bagus” pernyataan
Jin membuat Yoongi bingung. Ia tidak mengerti sejak kapan buku yang dibawa
berubah menjadi buku resep makanan. Kaget? Tentu saja Yoongi sangat kaget
karena baru saja Ia beradu mulut dengan seorang namja yang sepertinya mengincar
buku yang sama untuk tugas. Dengan sedikit emosi, Yoongi mencari namja
berkacamata diikuti Jin yang sepertinya akan mendapatkan masalah. Setelah
menemukan namja berkacamata itu, Yoongi meminta dengan halus buku yang
dicurigai telah dicuri, “kembalikan buku Museum Cleo”.
“apa maksudmu?”
“kau tadi juga mencari buku yang sama kan? Tapi aku tidak
mengerti bagaimana kau bisa mencuri buku yang aku bawa dan menggantinya dengan
buku resep makanan!?” Yoongi pun mulai meninggikan nada bicara.
“sudah kukatakan buku itu tidak akan pergi kemana-mana dari
tempatnya. Dan sebaiknya kau mengumpulkan tugas dari catatan yang kau dapatkan
dengan penjelasan Tourguide kemarin” saran itu mendapatkan aksi penolakan dari
Yoongi. Dorongan diterima hingga kacamata yang digunakan namja itu terjatuh.
Jin berusaha untuk menenangkan Yoongi yang marah di perpustakan, dan mereka mulai
mendapatkan teguran dari pengawas. “aku menginginkan buku Museum Cleo yang kau
ambil!?” perintahnya.
“Yoongi hentikan, kita akan mencarinya ditempat yang lain
saja. Ayo pergi” Jin menahan tubuh Yoongi yang terus memberontak.
Namja itu mengambil kacamatanya lagi dan mengenakan untuk
melihat wajah Yoongi yang emosi. Ia mengatakan hal yang Jin ataupun Yoongi
tidak paham saat kepergiannya, “bertemu
tapi tidak saling mengenal, kalian hanya akan saling menyakiti. Waktu berubah
bahkan akan menelan seseorang secara hidup-hidup” dalam jarak yang cukup
jauh Ia menoleh, “buku itu kembali pada tempat dimana kau menemukannya” senyum
tipis diberikan kepada Jin dan Yoongi.
Karena penasaran dengan apa yang dikatakan, Yoongi berlari
dan dikejar Jin untuk memastikan sesuatu. Ia pergi ke rak buku dimana
sebelumnya behasil menemukan buku tentang Museum Cleo, “ini dia”. Perkataan
bodoh namja itu benar. “tapi bagaimana bisa? Aku tadi membawa buku ini
Jin-sshi”.
“sudah lah, mungkin tadi kau salah menarik buku yang akan
kita gunakan. Sekarang ambil dan kita pinjam” usai mendapatkan izin dari
pengawas perpustakaan. Yoongi duduk dan mulai membaca buku yang berhasil
dibawa. Lagi dan lagi buku itu berubah menjadi buku latihan Ujian. Yoongi
melemparkan buku yang dipinjam ke lantai “Jin-sshi! Ini aneh! Ada sesuatu dari
Museum Cleo”. Jin yang ikut menyaksikan peminjaman itu juga ikut heran,
“bagaimana mungkin?”
namja berkacamata itu tertawa kecil di atas atap sendirian.
Memandang langit dan mengawasi setiap gerak gerik yang namja baru Ia temui
menjadi incaran, “Kim Seok Jin” bisiknya pelan, “aku akan menemukan Park Jimin
lewat dirimu yang memang ditakdirkan bersama”
*****
jimin bersin tiba-tiba saat akan berganti pakaian usai
pelajaran olahraga. “kurang menyenangkan ya olahraga di dalam ruangan” Jungkook
telah selesai lebih dulu mengenakan seragamnya. Menghampiri Jimin yang masih setengah
telanjang, “bukankah sama saja, olahraga diluar atau didalam tetap akan
menyegarkan tubuhmu” balas Jimin. Belum sempat
Jimin mengenakan kemeja sekolah, Jungkook tidak sengaja mengamati lambang aneh
yang terdapat pada punggung Jimin. sebuah gambar luka seperti sayap kecil
tampak menghiasi.
“kau punya tato dibelakang punggungmu?” Jungkook penasaran.
“gambarnya bagus, seperti sebuah sayap yang tidak tumbuh”
“ini bukan tato Jungkookie tapi ini sebuah tanda lahir, hyung
ku yang mengatakannya padaku”
pembahasan itu tidak sengaja menjurus pada sosok Hoseok yang
kemarin Jungkook dan Jin temui. Sepertinya tidak apa-apa kalau Jungkook
menanyakan hal tentang namja aneh itu. “Jiminnie namja pucat dan dingin
dirumahmu itu hyungmu? Apa kau tinggal hanya berdua? Selama aku mengenalmu, aku
tidak bertemu orang tuamu bahkan aku canggung untuk bertanya. Tapi sekarang aku
lumayan penasaran” Jungkook mengigit bibirnya takut salah bicara.
“aku memang tinggal dengan hyungku, karena orang tua ku
meninggalkan ku di panti asuhan. Hanya berdua dengan hyungku” kedua bola mata
Jimin yang kecoklatan berubah sekilas ke abu-abu.
“maafkan aku, aku tidak bermaksud membuat mu membuka luka
lama” Jungkook mendapatkan anggukan mengerti dari Jimin yang telah selesai
mengenakan seragam bighit. “sebaiknya kita segera ke kelas dan bersiap-siap
untuk pulang”
murid-murid sekolah bighit berhamburan keluar ketika bel
pertanda berakhirnya aktivitas sekolah dibunyikan. Jungkook merangkul Jimin
sampai dipintu gerbang, tapi barang Jimin tidak sengaja tertinggal.
Mengharuskan Ia kembali ke kelas. “kalau begitu aku pulang duluan ya Jiminnie.
Sampai jumpa besok” Jungkook masuk kedalam mobil yang telah menjemputnya. Dan
membiarkan Jimin sendirian pergi ke kelas. Setibanya di kelas Ia merasakan ada
seseorang yang sepertinya mengawasi. Karena ketakutan Jimin berlari kencang, Ia
tidak jadi mengambil barang dan tidak sengaja menabrak seseorang. “Jin-sshi?”
panggil Jimin.
“kau kenapa berlari Jimin?”
jimin tidak dapat diam, tubuhnya mencari keberadaan seseorang
yang sepertinya mengikuti Ia sejak tadi. “Aku.. Aku.. Aku” Jin yang memeluk
Jimin berubah menjadi sosok iblis yang menyeramkan. “kau milikku park jimin.. dan akan selamanya
menjadi milikku”
kedua mata Jimin membulat sempurna. Ia berusaha melepaskan diri dari Iblis yang
menangkapnya dan berteriak sekeras mungkin.
“hey bisakah kau tenang?” tatapan lembut Jin berikan,
menenangkan hati Jimin yang tidak karuan. Membuyarkan halusinasi Jimin yang
menakutkan “ada apa?”
“tadi.. seperti ada.. yang mengikutiku” Jimin mengeluarkan
suara bergetar, merasa yakin bahwa dihadapannya benar-benar Jin. Ia langsung
pergi kebelakang tubuh Jin. Di lihat-lihat tidak ada seorang pun di lorong itu
kecuali Jimin, hanya terdapat kelas-kelas kosong dilantai itu. “tidak ada
siapa-siapa, kau bisa tenang. Hanya perasaanmu saja mungkin takut sendirian di
lantai sekolah yang sudah sepi. apa kau tidak bersama Jungkook?” Jin menanyakan
seseorang yang Ia cari.
“Jungkook sudah pulang duluan, karena barangku tertinggal
jadi aku kembali” jelasnya.
“dia sudah pulang? Pasti hapenya mati, pantas tidak bisa kuhubungi”
kecewa Jin. Mereka pun berjalan menuruni tangga sampai pada parkiran mobil
bersama. “apa kau dijemput? Aku akan mengantarmu bila kau mau” tawar Jin.
“tidak usah. Aku akan pulang dengan angkutan umum” saat Jimin
akan pergi tarikan Jin berikan pada lengan mungil itu. “wae?” tanyanya tidak
mengerti.
reflek. Jin melakukan itu secara tidak sengaja. Tangannya
bergerak tidak sesuai dengan perintah otak. “maafkan aku, tiba-tiba tanganku
bergerak” Jin melepaskan genggaman itu dan membiarkan Jimin pergi. Seorang
namja dengan topi, masker dan mantel menutupi seluruh tubuh mengikuti langkah
Jimin. membuat Jin curiga dan mengharuskan Ia mengikuti perjalanan namja asing
itu yang masuk kesalah satu gang bersama Jimin. Senyuman terukir dari balik
masker namja yang sadar akan Jin dibelakangnya. Dengan sigap sedikit sihir
mengecoh Jin dengan tembok yang muncul seketika dan menghilangkan jejak namja
asing itu serta Jimin. “apa yang terjadi?” Jin memukul tembok itu
berulang-ulang. Dan tembok itu bukanlah halusinasi Jin yang menghilang dengan
cepat seperti biasa. “ini tembok sungguhan. Tapi tadi namja itu dan Jimin lewat
sini” Jin berkali-kali memanggil Jimin tapi tidak ada jawaban.
Suara Jin yang bergema sedikit tidak jelas, mengharuskan
Jimin menoleh ke jalan yang Ia lewati. “Jin-sshi?” matanya terus bergerak
berharap ini bukanlah suara aneh yang mencoba meniru suara Jin. Tepukan pada
pundak Jimin, mengejutkan dirinya. “kau mencari seseorang?” namja tampan dengan
mata biru itu meletakan salah satu tangan ke kening Jimin. Dengan cepat namja
mungil itu menepis dan berlari menghindar. “seandainya aku bisa menggunakan
kekuatan waktu ku mungkin ini tidak akan rumit, tapi tidak apa-apa. Aku hanya
tinggal membawamu Park Jimin dan pekerjaan ku selesai” tidak membutuhkan waktu
yang lama bagi namja itu mengejar Jimin. ia menarik seragam yang dikenakan
Jimin, “Hyuuuuunggg!” teriakan itu berhasil mendatangkan Hoseok.
Benturan keras namja asing itu rasakan akibat kekuatan Hoseok
yang memukulnya untuk menjauh. Jimin yang terkena ikut terpental dan pingsan
dalam pelukan Hoseok. Mata merah menyalang diberikan agar namja asing itu
segera pergi sebelum dirinya marah. “kau akan berurusan denganku bila menyentuh
Park Jimin!” taring
itu dapat terlihat jelas, Hoseok mengeluarkan kekuatan untuk menantang namja
asing yang mencoba membawa Jimin. Ia dapat menebak bahwa namja dihadapannya
adalah bawahan penjaga waktu. Dimana penjaga waktu menginginkan Jimin untuk
menghancurkan Iblis.
Tawa kecil terdengar dan semakin keras, “ternyata ada bawahan
Lucifer menjaga anak ayam itu? Apa kau tidak takut dibelenggu sama seperti
Lucier?”
Hoseok mengeluarkan sabit Iblis untuk menggertak. “berani
mendekat, kepala mu akan ku serahkan pada pimpinanmu agar tidak lagi mencampuri
urusan iblis”
“mencampuri?!!” tawa itu semakin keras meledek Hoseok,
“bukankah kelakuan bodoh pemimpinmu itu yang telah mencampuri pekerjaan bangsa
kami! Seenaknya mengubah waktu, iblis benar-benar tidak pantas dimaafkan!! Dan
namja itu yang menjadi alasan pemimpinmu dibutakan cinta!!” pertempuran pun
dimulai setelah adu bicara selesai.
*****
jin tiba dirumah, merebahkan diri pada sofa di ruang tamu.
Beberapa maid merapihkan setiap barang-barang yang Jin letakan sembarangan.
Kejadian hari ini menambah aneh kehidupan untuk namja tampan itu, dengan kasar
Ia mengacak rambut. “benar-benar hal yang aneh terus ku alami, aku tidak bisa
berfikir secara waras sekarang” wajah Jimin terbayang lagi. “bagaimana bisa ada
tembok saat namja itu dan Jimin telah lewati, sama seperti buku Museum Cleo—”
Jin mendapatkan ide sekilas, “buku Cleo itu juga memberikan keanehan dan buku
itu yang mungkin bisa memberitahuku alasan kenapa keanehan ini terjadi karena
semenjak pergi ketempat itu hidup ku jadi gila”
pukul 8 malam Jin menghubungi Yoongi, Ia meminta pertemuan di
depan gerbang sekolah. Dalam kondisi cuaca dingin mereka masih nekat untuk
menghapus rasa penasaran tentang buku Cleo yang tidak bisa dipinjam. Mobil
Yoongi telah tiba, dan menemukan Jin sedang menunggu. “kenapa kau memintaku
datang malam-malam seperti ini Jin, tidak bisakah kita melakukannya siang saja.
Sekolah sangat menyeramkan ketika malam hari, apalagi yang kita hadapi buku
aneh itu. Aku malah tidak ingin menyentuhnya lagi”
“kau tau mimpi yang kuceritakan secara bersambung? Dan aku
mengalami kejadian-kejadian aneh itu pertama kali dari Museum cleo itu. Aku
tidak akan bisa hidup dengan tenang kalau masih dalam keadaan penasaran seperti
ini”
“bagaimana kalau rasa penasaranmu itu dipending dulu sampai
pagi datang, aku akan beristirahat dan menikmati teh hangat dikamar. Sampai
jump—” Yoongi yang berniat mamasuk kedalam mobilnya, dihalangi Jin dan
mengajaknya masuk dengan memanjat gerbang. “aku tidak bisa memanjat Jin!”
beberapa kelalawar keluar dari sekolah. Yoongi pun ketakutan dan memeluk Jin
erat, “Aaaa!!!” .
“Yoongii.. Yoongi… Yoongii.. itu hanya kelalawar, tenanglah”
“aku tidak bisa melakukannya dimalam hari Jin-sshi, aku
benar-benar takut masuk kedalam sekolah!!?”
jin merasa tidak enak pada Yoongi yang terus ketakutan dengan
memeluk erat jaketnya. Sepertinya Ia salah mengajak orang. Ia meminta maaf pada
Yoongi dan membiarkan namja cantik itu pulang duluan. Tapi keinginan kuat Jin
untuk masuk tetap ada. Tidak kehabisan akal Jin menghubungi Kim Namjoon.
Memintanya untuk datang ke gerbang sekolah Bangtan School. 15 menit menunggu,
mobil Namjoon berhenti disamping Jin memakirkan kendaraannya. “kenapa kau
memintaku datang kemari malam-malam?” kedua tangan Namjoon saling mengusapkan
satu sama lain untuk menghilangkan udara dingin.
“temani aku masuk kedalam” Jin menarik Namjoon yang bertahan
agar tidak bergerak, “apa kau gila!?! Masuk kedalam sekolahan malam-malam? Kau
bisa dianggap maling, Seulki! Kau punya otak tidak?!” tolaknya.
“Namjoon aku dalam kondisi sangat penasaran pada buku yang
tidak bisa dipinjam sama sekali. Namanya buku Museum Cleo, dan aku semakin
tidak tenang dengan kejadian-kejadian aneh yang aku alami. Bantu aku untuk
menghilangkan rasa penasaranku”
namjoon meletakan salah satu tangannya ke kening Jin yang
sepertinya membutuhkan perawatan. “buku tidak bisa dipinjam? Kau tinggal membawanya
ke pengawas perpustakaan sekolahmu dan selesai masalahmu”
“nde, tapi buku itu akan berubah dan buku yang asli akan
kembali ketempat asalnya”
Jin telah lebih dulu memanjat gerbang sekolah, Ia berharap
namjoon mau mengikuti jejaknya. Sedikit menghela nafas akhirnya namjoon
melewati gerbang dengan mudah. Tepukan persahabatan mereka lakukan, “aku mungkin
sudah gila mengikuti keinginanmu” dengan pelan-pelan mereka masuk ke sekolah.
Menaiki tangga menuju perpustakaan yang berada dilantai 3. Jin telah menyiapkan
senter kecil karena Ia tau bahwa lorong sekolahnya sangatlah gelap. Perjalanan
yang menegangkan dan mengerikan telah mereka lalui sampai pada akhirnya mereka
menemukan perpustakaan.
Jin yang mendengar suara langkah kaki penjaga sekolah yang
bertugas, mengajak namjoon untuk bersembunyi. Setelah merasa aman mereka
memulai aksi untuk mencari buku yang dicari. Beberapa kali diperiksa Jin tidak
dapat menemukan buku yang Yoongi temukan. “aku yakin buku itu ada disini, tapi
kenapa tidak ada” jelas Jin. Namun perhatian namjoon malah tertuju pada salah
satu jendela yang terdapat burung gagak seakan memata-matai mereka.
Mata burung gagak itu memancarkan cahaya merah yang seakan
merenggut jiwa namjoon yang sejak tadi melihatnya. Pukulan diberikan kearah Jin
yang belum berhasil menemukan buku cleo. “Seulki apa yang—” mata Namjoon
berubah merah seperti kerasukan. ‘Kim Namjoon’ bisiknya pelan.
To be continue…


Oohh ohh..the suspense are killing me already..thank you for updating authornim
ReplyDeletewelcomeback for you^^ no die pls, i need you for support me ;))
Deleteahaha..never..i will support u,dont worry..oh ya,kamu masih membuat ke fanfic mirror?the one with jinmin jikook
DeleteI think theres no one like that fanfic,, I will continue my other chapter but I dunno which one the best for become seme v or jk. I dunno about vkook.. uhmm
DeleteOh really?u know,my friends n i really love that fanfic soo much..kami selalu sih menunggu updatemu..hehe..like i said,we are your fans *grin*
Deleteomg.. i can't say anything. *shy* i really apologize for that.. i wish can give you the best fanfic, you not come to indonesia? bts will be here.
DeleteIts okay..we understand..but all your stories are amazing btw..haha..that will be hard..i never goes out of my country..i wish i can go,but i can't..*sigh*..but i hope u enjoy your concert (ノ*>∀<)ノ♡..hwaiting~~
DeleteThanks for your support ~ You are nice girl ;) love you and i always hwaiting ♡
Deleteyes!bagus. ceritamu hebat.apa akn jd nnti?
ReplyDeleteterimakasih ;) secepat mungkin next chapter DWY ch4.. hehe
DeleteWahhh...x sabarnya aku..im excited already
Delete