Devil Without You Chapter 3



“seperti boneka, kau akan selalu seperti boneka. Tidak seharusnya kau bertemu dengan dua namja itu lagi” kekuatan Hoseok menghilang saat meyakinkan kondisi Jimin telah lebih baik. Ia yakin pertemuan ini terjadi terlalu cepat.
.

.
[ Chapter 3 ]
.

.
[ Keesokan pagi ]

langkah kecil menuruni tangga menyadarkan Hoseok dari kegiatannya memasak. Ia memperhatikan Jimin yang sedang membuka lemari pendingin dan meminum segelas air dingin. Senyuman terukir ketika mengetahui bahwa Jimin telah lebih baik dari kemarin. “Jimin-ah, bagaimana keadaanmu? Apa kau akan pergi kesekolah?” Hoseok duduk di kursi, menemani Jimin sarapan pagi.

“aku sudah lebih baik hyung, bahkan sangat segar pagi ini. Tentu saja aku akan pergi sekolah” ucapnya dengan semangat. Menghabiskan sarapan yang Hoseok siapkan di meja makan. Setelah selesai Ia berpamitan dengan Hoseok yang menjadi salah satu wali pengganti orang tuanya. “aku berangkat hyung”

“kau bisa masuk besok kalau masih tidak enak badan, aku tidak ingin kau memaksakan dirimu dan menyebabkan anemia lagi”

senyuman mungil yang paling disukai itu terukir, “aku tidak apa-apa, dan aku bisa menjaga diriku sendiri”

“berhati-hatilah” Hoseok mengingatkan. Kepergian Jimin dapat Ia pantau dari rumah. Tidaklah sulit bagi seorang Hoseok mencari tau tentang siapa saja yang mendekati namja mungil itu. Yang pasti Ia bertanggung jawab sepenuhnya atas Jimin.  selama kebangkitan Iblis belum terjadi.

dalam perjalanan Jimin berhenti di pinggir lampu penyebrangan. Menatap langit yang sepertinya akan menurunkan hujan di pagi ini. Padahal hari ini ada pelajaran yang Ia sukai seperti Olahraga. “semoga hujan tidak turun” hati itu berharap. Ia menyebrang saat lampu telah hijau untuk pejalan kaki. Tiupan angin semakin kencang seluruh rakyat Seoul rasakan. Reporter mengabarkan bahwa cuaca Korea akhir-akhir ini tidaklah stabil. Jimin masih tetap menjalankan aktivitasnya seperti tidak terjadi apa-apa.


.

.

[ Bangtan Highschool ]

jin tiba di kelas, meletakan tas secara asal dan tidur. Ia benar-benar lelah tapi tidak tau karena apa. Hanya lelah. Jin hanya merasakan lelah akhir-akhir ini. Matanya tidak dapat terpejam belakangan ini, kejadian saat di Museum bertemu dengan teman Jungkook bahkan halusinasi mengerikan terkesan nyata. Tidak terbayangkan bila tenggelam dan tidak ada yang dapat menolong dirinya saat mimpi itu terjadi. Kenapa sekarang bermunculan mimpi-mimpi tidak menyenangkan tentang dirinya terus.

Tepukan menyadarkan Jin akan kedatangan Yoongi ke mejanya. “kau baik-baik saja? Akhir-akhir ini aku lihat kau tidak bersemangat, apa kau punya masalah dengan kekasihmu?” tanyanya asal menebak. Jin berdengus pada Yoongi dan membalikan kepala kearah lain. “ayolah Jin-sshi ceritakan kepadaku sesuatu yang mengubahmu jadi sependiam ini”. Ulah Yoongi yang menarik seragamnya, membuat Jin mulai terganggu dan dengan terpaksa meladeni namja cantik itu bicara.

“aku tidak tau, hanya saja aku sangat lelah belakangan ini karena mimpi-mimpi anehku yang terus bersambung”

Yoongi merapatkan bangkunya dengan meja Jin agar dapat mendengar cerita dengan lebih jelas, “lalu mimpi seperti apa? Aku dengar kalau mimpi bersambung itu bisa jadi bagian dari masa lalu atau masa depanmu nantinya”. Jin menghela nafas sejenak dan melanjutkan ceritanya.

“aku tidak dapat menceritakannya, aku tidak tau kenapa aku tidak bisa mengungkap mimpiku kepada siapapun. Tapi yang jelas itu semua terjadi saat aku bertemu dengan seseorang—” kelanjutan ucapan Jin tidak dapat Yoongi dengar. Kupingnya seakan terasa penuh akan suara berisik dari suatu hewan, karena mulai terasa sakit, Ia meraih benda asing yang baru saja keluar dari kuping. Dan Yoongipun berteriak.

.
.

“Yoongiii!” kesadaran namja cantik itu kembali saat sentuhan kedua tangan Jin mendarat kewajahnya. “kau tidak apa-apa?” pandangan Yoongi memperhatikan sekeliling yang seakan memandang aneh. Tanpa membalas pertanyaan Jin, Yoongi pergi berlari kencang ke kamar kecil seorang diri. Tidak mau terjadi sesuatu pada temannya itu, Jin pun mengikuti dari belakang. Sesampainya pada kamar kecil Jin menemukan Yoongi sedang membasuh wajah. “kau baik-baik saja Yoongi?”

“Ah? Nde.. Nde.. aku baik-baik saja” ragunya menjawab. Ia rasa itu hanya khayalan singkat, yang tidak perlu dicemaskan.

Saat beristirahat Jin dan Yoongi pergi kekantin bersama-sama. Mereka mengobrol sesuatu yang berkaitan dengan tugas studytour yang sampai sekarang belum diperintah untuk dikumpulkan. Untuk mengisi sebagian yang tidak tercatat, Yoongi mengusulkan untuk mengajak Jin ke perpustakaan. Awalnya Jin sangat malas tapi dorongan serta ocehan Yoongi memojokan dirinya. Mereka berpisah untuk mencari buku tentang Museum Cleo, atau isi-isi dari lukisan serta patung yang terletak disana. Yoongi mencari beberapa deretan dari buku yang tersusun rapih, dan berhasil menemukan apa yang dicari. “Museum Cleo” baca Yoongi.

Suara seseorang mengejutkan Yoongi yang sepertinya sedang membicarakan dari buku yang tengah dipegang, “mencari tahu tentang Museum Cleo bukan hal yang bagus untuk dirimu lakukan, sebaiknya kau serahkan tugasmu sesuai dengan yang kemarin dikatakan Tourguide” namja mengenakan kacamata tebal itu menasehati dan mencoba untuk merebut buku yang Yoongi temukan.

“kau ingin mengambil ini untuk tugasmu juga ya? Tapi sepertinya buku ini hanya ada satu dan aku yang lebih dulu mendapatkan maka itu aku yang akan meminjamnya” ketus Yoongi sebelum pergi. Ia mencari keberadaan Jin yang masih saja mencari disudut-sudut terpencil. “apa yang kau lakukan Jin-sshi” Tanya Yoongi saat mendapati Jin sedang berjongkok.

“mencari buku untuk tugas kita yang tertinggal, apa kau menemukannya? Karena aku sama sekali tidak menemukan apa yang kau cari”

Yoongi mengangkat buku tebal yang berhasil dirinya bawa, “tapi aku sudah menemukannya”. Jin memandang aneh kearah Yoongi dengan buku yang Ia tunjukan, “kau ingin belajar memasak? Itu ide yang bagus” pernyataan Jin membuat Yoongi bingung. Ia tidak mengerti sejak kapan buku yang dibawa berubah menjadi buku resep makanan. Kaget? Tentu saja Yoongi sangat kaget karena baru saja Ia beradu mulut dengan seorang namja yang sepertinya mengincar buku yang sama untuk tugas. Dengan sedikit emosi, Yoongi mencari namja berkacamata diikuti Jin yang sepertinya akan mendapatkan masalah. Setelah menemukan namja berkacamata itu, Yoongi meminta dengan halus buku yang dicurigai telah dicuri, “kembalikan buku Museum Cleo”.

“apa maksudmu?”

“kau tadi juga mencari buku yang sama kan? Tapi aku tidak mengerti bagaimana kau bisa mencuri buku yang aku bawa dan menggantinya dengan buku resep makanan!?” Yoongi pun mulai meninggikan nada bicara.

“sudah kukatakan buku itu tidak akan pergi kemana-mana dari tempatnya. Dan sebaiknya kau mengumpulkan tugas dari catatan yang kau dapatkan dengan penjelasan Tourguide kemarin” saran itu mendapatkan aksi penolakan dari Yoongi. Dorongan diterima hingga kacamata yang digunakan namja itu terjatuh. Jin berusaha untuk menenangkan Yoongi yang marah di perpustakan, dan mereka mulai mendapatkan teguran dari pengawas. “aku menginginkan buku Museum Cleo yang kau ambil!?” perintahnya.

“Yoongi hentikan, kita akan mencarinya ditempat yang lain saja. Ayo pergi” Jin menahan tubuh Yoongi yang terus memberontak.

Namja itu mengambil kacamatanya lagi dan mengenakan untuk melihat wajah Yoongi yang emosi. Ia mengatakan hal yang Jin ataupun Yoongi tidak paham saat kepergiannya, “bertemu tapi tidak saling mengenal, kalian hanya akan saling menyakiti. Waktu berubah bahkan akan menelan seseorang secara hidup-hidup” dalam jarak yang cukup jauh Ia menoleh, “buku itu kembali pada tempat dimana kau menemukannya” senyum tipis diberikan kepada Jin dan Yoongi.

Karena penasaran dengan apa yang dikatakan, Yoongi berlari dan dikejar Jin untuk memastikan sesuatu. Ia pergi ke rak buku dimana sebelumnya behasil menemukan buku tentang Museum Cleo, “ini dia”. Perkataan bodoh namja itu benar. “tapi bagaimana bisa? Aku tadi membawa buku ini Jin-sshi”.

“sudah lah, mungkin tadi kau salah menarik buku yang akan kita gunakan. Sekarang ambil dan kita pinjam” usai mendapatkan izin dari pengawas perpustakaan. Yoongi duduk dan mulai membaca buku yang berhasil dibawa. Lagi dan lagi buku itu berubah menjadi buku latihan Ujian. Yoongi melemparkan buku yang dipinjam ke lantai “Jin-sshi! Ini aneh! Ada sesuatu dari Museum Cleo”. Jin yang ikut menyaksikan peminjaman itu juga ikut heran, “bagaimana mungkin?”

namja berkacamata itu tertawa kecil di atas atap sendirian. Memandang langit dan mengawasi setiap gerak gerik yang namja baru Ia temui menjadi incaran, “Kim Seok Jin” bisiknya pelan, “aku akan menemukan Park Jimin lewat dirimu yang memang ditakdirkan bersama”


*****


jimin bersin tiba-tiba saat akan berganti pakaian usai pelajaran olahraga. “kurang menyenangkan ya olahraga di dalam ruangan” Jungkook telah selesai lebih dulu mengenakan seragamnya. Menghampiri Jimin yang masih setengah telanjang, “bukankah sama saja, olahraga diluar atau didalam tetap akan menyegarkan tubuhmu” balas Jimin. Belum sempat Jimin mengenakan kemeja sekolah, Jungkook tidak sengaja mengamati lambang aneh yang terdapat pada punggung Jimin. sebuah gambar luka seperti sayap kecil tampak menghiasi.

“kau punya tato dibelakang punggungmu?” Jungkook penasaran. “gambarnya bagus, seperti sebuah sayap yang tidak tumbuh”

“ini bukan tato Jungkookie tapi ini sebuah tanda lahir, hyung ku yang mengatakannya padaku”

pembahasan itu tidak sengaja menjurus pada sosok Hoseok yang kemarin Jungkook dan Jin temui. Sepertinya tidak apa-apa kalau Jungkook menanyakan hal tentang namja aneh itu. “Jiminnie namja pucat dan dingin dirumahmu itu hyungmu? Apa kau tinggal hanya berdua? Selama aku mengenalmu, aku tidak bertemu orang tuamu bahkan aku canggung untuk bertanya. Tapi sekarang aku lumayan penasaran” Jungkook mengigit bibirnya takut salah bicara.

“aku memang tinggal dengan hyungku, karena orang tua ku meninggalkan ku di panti asuhan. Hanya berdua dengan hyungku” kedua bola mata Jimin yang kecoklatan berubah sekilas ke abu-abu.

“maafkan aku, aku tidak bermaksud membuat mu membuka luka lama” Jungkook mendapatkan anggukan mengerti dari Jimin yang telah selesai mengenakan seragam bighit. “sebaiknya kita segera ke kelas dan bersiap-siap untuk pulang”

murid-murid sekolah bighit berhamburan keluar ketika bel pertanda berakhirnya aktivitas sekolah dibunyikan. Jungkook merangkul Jimin sampai dipintu gerbang, tapi barang Jimin tidak sengaja tertinggal. Mengharuskan Ia kembali ke kelas. “kalau begitu aku pulang duluan ya Jiminnie. Sampai jumpa besok” Jungkook masuk kedalam mobil yang telah menjemputnya. Dan membiarkan Jimin sendirian pergi ke kelas. Setibanya di kelas Ia merasakan ada seseorang yang sepertinya mengawasi. Karena ketakutan Jimin berlari kencang, Ia tidak jadi mengambil barang dan tidak sengaja menabrak seseorang. “Jin-sshi?” panggil Jimin.

“kau kenapa berlari Jimin?”

jimin tidak dapat diam, tubuhnya mencari keberadaan seseorang yang sepertinya mengikuti Ia sejak tadi. “Aku.. Aku.. Aku” Jin yang memeluk Jimin berubah menjadi sosok iblis yang menyeramkan. kau milikku park jimin.. dan akan selamanya menjadi milikku kedua mata Jimin membulat sempurna. Ia berusaha melepaskan diri dari Iblis yang menangkapnya dan berteriak sekeras mungkin.

“hey bisakah kau tenang?” tatapan lembut Jin berikan, menenangkan hati Jimin yang tidak karuan. Membuyarkan halusinasi Jimin yang menakutkan “ada apa?”

“tadi.. seperti ada.. yang mengikutiku” Jimin mengeluarkan suara bergetar, merasa yakin bahwa dihadapannya benar-benar Jin. Ia langsung pergi kebelakang tubuh Jin. Di lihat-lihat tidak ada seorang pun di lorong itu kecuali Jimin, hanya terdapat kelas-kelas kosong dilantai itu. “tidak ada siapa-siapa, kau bisa tenang. Hanya perasaanmu saja mungkin takut sendirian di lantai sekolah yang sudah sepi. apa kau tidak bersama Jungkook?” Jin menanyakan seseorang yang Ia cari.

“Jungkook sudah pulang duluan, karena barangku tertinggal jadi aku kembali” jelasnya.

“dia sudah pulang? Pasti hapenya mati, pantas tidak bisa kuhubungi” kecewa Jin. Mereka pun berjalan menuruni tangga sampai pada parkiran mobil bersama. “apa kau dijemput? Aku akan mengantarmu bila kau mau” tawar Jin.

“tidak usah. Aku akan pulang dengan angkutan umum” saat Jimin akan pergi tarikan Jin berikan pada lengan mungil itu. “wae?” tanyanya tidak mengerti.

reflek. Jin melakukan itu secara tidak sengaja. Tangannya bergerak tidak sesuai dengan perintah otak. “maafkan aku, tiba-tiba tanganku bergerak” Jin melepaskan genggaman itu dan membiarkan Jimin pergi. Seorang namja dengan topi, masker dan mantel menutupi seluruh tubuh mengikuti langkah Jimin. membuat Jin curiga dan mengharuskan Ia mengikuti perjalanan namja asing itu yang masuk kesalah satu gang bersama Jimin. Senyuman terukir dari balik masker namja yang sadar akan Jin dibelakangnya. Dengan sigap sedikit sihir mengecoh Jin dengan tembok yang muncul seketika dan menghilangkan jejak namja asing itu serta Jimin. “apa yang terjadi?” Jin memukul tembok itu berulang-ulang. Dan tembok itu bukanlah halusinasi Jin yang menghilang dengan cepat seperti biasa. “ini tembok sungguhan. Tapi tadi namja itu dan Jimin lewat sini” Jin berkali-kali memanggil Jimin tapi tidak ada jawaban.

Suara Jin yang bergema sedikit tidak jelas, mengharuskan Jimin menoleh ke jalan yang Ia lewati. “Jin-sshi?” matanya terus bergerak berharap ini bukanlah suara aneh yang mencoba meniru suara Jin. Tepukan pada pundak Jimin, mengejutkan dirinya. “kau mencari seseorang?” namja tampan dengan mata biru itu meletakan salah satu tangan ke kening Jimin. Dengan cepat namja mungil itu menepis dan berlari menghindar. “seandainya aku bisa menggunakan kekuatan waktu ku mungkin ini tidak akan rumit, tapi tidak apa-apa. Aku hanya tinggal membawamu Park Jimin dan pekerjaan ku selesai” tidak membutuhkan waktu yang lama bagi namja itu mengejar Jimin. ia menarik seragam yang dikenakan Jimin, “Hyuuuuunggg!” teriakan itu berhasil mendatangkan Hoseok.

Benturan keras namja asing itu rasakan akibat kekuatan Hoseok yang memukulnya untuk menjauh. Jimin yang terkena ikut terpental dan pingsan dalam pelukan Hoseok. Mata merah menyalang diberikan agar namja asing itu segera pergi sebelum dirinya marah. kau akan berurusan denganku bila menyentuh Park Jimin! taring itu dapat terlihat jelas, Hoseok mengeluarkan kekuatan untuk menantang namja asing yang mencoba membawa Jimin. Ia dapat menebak bahwa namja dihadapannya adalah bawahan penjaga waktu. Dimana penjaga waktu menginginkan Jimin untuk menghancurkan Iblis.

Tawa kecil terdengar dan semakin keras, “ternyata ada bawahan Lucifer menjaga anak ayam itu? Apa kau tidak takut dibelenggu sama seperti Lucier?”

Hoseok mengeluarkan sabit Iblis untuk menggertak. berani mendekat, kepala mu akan ku serahkan pada pimpinanmu agar tidak lagi mencampuri urusan iblis

“mencampuri?!!” tawa itu semakin keras meledek Hoseok, “bukankah kelakuan bodoh pemimpinmu itu yang telah mencampuri pekerjaan bangsa kami! Seenaknya mengubah waktu, iblis benar-benar tidak pantas dimaafkan!! Dan namja itu yang menjadi alasan pemimpinmu dibutakan cinta!!” pertempuran pun dimulai setelah adu bicara selesai.


*****

jin tiba dirumah, merebahkan diri pada sofa di ruang tamu. Beberapa maid merapihkan setiap barang-barang yang Jin letakan sembarangan. Kejadian hari ini menambah aneh kehidupan untuk namja tampan itu, dengan kasar Ia mengacak rambut. “benar-benar hal yang aneh terus ku alami, aku tidak bisa berfikir secara waras sekarang” wajah Jimin terbayang lagi. “bagaimana bisa ada tembok saat namja itu dan Jimin telah lewati, sama seperti buku Museum Cleo—” Jin mendapatkan ide sekilas, “buku Cleo itu juga memberikan keanehan dan buku itu yang mungkin bisa memberitahuku alasan kenapa keanehan ini terjadi karena semenjak pergi ketempat itu hidup ku jadi gila”

pukul 8 malam Jin menghubungi Yoongi, Ia meminta pertemuan di depan gerbang sekolah. Dalam kondisi cuaca dingin mereka masih nekat untuk menghapus rasa penasaran tentang buku Cleo yang tidak bisa dipinjam. Mobil Yoongi telah tiba, dan menemukan Jin sedang menunggu. “kenapa kau memintaku datang malam-malam seperti ini Jin, tidak bisakah kita melakukannya siang saja. Sekolah sangat menyeramkan ketika malam hari, apalagi yang kita hadapi buku aneh itu. Aku malah tidak ingin menyentuhnya lagi”

“kau tau mimpi yang kuceritakan secara bersambung? Dan aku mengalami kejadian-kejadian aneh itu pertama kali dari Museum cleo itu. Aku tidak akan bisa hidup dengan tenang kalau masih dalam keadaan penasaran seperti ini”

“bagaimana kalau rasa penasaranmu itu dipending dulu sampai pagi datang, aku akan beristirahat dan menikmati teh hangat dikamar. Sampai jump—” Yoongi yang berniat mamasuk kedalam mobilnya, dihalangi Jin dan mengajaknya masuk dengan memanjat gerbang. “aku tidak bisa memanjat Jin!” beberapa kelalawar keluar dari sekolah. Yoongi pun ketakutan dan memeluk Jin erat, “Aaaa!!!” .

“Yoongii.. Yoongi… Yoongii.. itu hanya kelalawar, tenanglah”

“aku tidak bisa melakukannya dimalam hari Jin-sshi, aku benar-benar takut masuk kedalam sekolah!!?”

jin merasa tidak enak pada Yoongi yang terus ketakutan dengan memeluk erat jaketnya. Sepertinya Ia salah mengajak orang. Ia meminta maaf pada Yoongi dan membiarkan namja cantik itu pulang duluan. Tapi keinginan kuat Jin untuk masuk tetap ada. Tidak kehabisan akal Jin menghubungi Kim Namjoon. Memintanya untuk datang ke gerbang sekolah Bangtan School. 15 menit menunggu, mobil Namjoon berhenti disamping Jin memakirkan kendaraannya. “kenapa kau memintaku datang kemari malam-malam?” kedua tangan Namjoon saling mengusapkan satu sama lain untuk menghilangkan udara dingin.

“temani aku masuk kedalam” Jin menarik Namjoon yang bertahan agar tidak bergerak, “apa kau gila!?! Masuk kedalam sekolahan malam-malam? Kau bisa dianggap maling, Seulki! Kau punya otak tidak?!” tolaknya.

“Namjoon aku dalam kondisi sangat penasaran pada buku yang tidak bisa dipinjam sama sekali. Namanya buku Museum Cleo, dan aku semakin tidak tenang dengan kejadian-kejadian aneh yang aku alami. Bantu aku untuk menghilangkan rasa penasaranku”

namjoon meletakan salah satu tangannya ke kening Jin yang sepertinya membutuhkan perawatan. “buku tidak bisa dipinjam? Kau tinggal membawanya ke pengawas perpustakaan sekolahmu dan selesai masalahmu”

“nde, tapi buku itu akan berubah dan buku yang asli akan kembali ketempat asalnya”

Jin telah lebih dulu memanjat gerbang sekolah, Ia berharap namjoon mau mengikuti jejaknya. Sedikit menghela nafas akhirnya namjoon melewati gerbang dengan mudah. Tepukan persahabatan mereka lakukan, “aku mungkin sudah gila mengikuti keinginanmu” dengan pelan-pelan mereka masuk ke sekolah. Menaiki tangga menuju perpustakaan yang berada dilantai 3. Jin telah menyiapkan senter kecil karena Ia tau bahwa lorong sekolahnya sangatlah gelap. Perjalanan yang menegangkan dan mengerikan telah mereka lalui sampai pada akhirnya mereka menemukan perpustakaan.

Jin yang mendengar suara langkah kaki penjaga sekolah yang bertugas, mengajak namjoon untuk bersembunyi. Setelah merasa aman mereka memulai aksi untuk mencari buku yang dicari. Beberapa kali diperiksa Jin tidak dapat menemukan buku yang Yoongi temukan. “aku yakin buku itu ada disini, tapi kenapa tidak ada” jelas Jin. Namun perhatian namjoon malah tertuju pada salah satu jendela yang terdapat burung gagak seakan memata-matai mereka.

Mata burung gagak itu memancarkan cahaya merah yang seakan merenggut jiwa namjoon yang sejak tadi melihatnya. Pukulan diberikan kearah Jin yang belum berhasil menemukan buku cleo. “Seulki apa yang—” mata Namjoon berubah merah seperti kerasukan. ‘Kim Namjoon’ bisiknya pelan.


To be continue…

Comments

  1. Oohh ohh..the suspense are killing me already..thank you for updating authornim

    ReplyDelete
    Replies
    1. welcomeback for you^^ no die pls, i need you for support me ;))

      Delete
    2. ahaha..never..i will support u,dont worry..oh ya,kamu masih membuat ke fanfic mirror?the one with jinmin jikook

      Delete
    3. I think theres no one like that fanfic,, I will continue my other chapter but I dunno which one the best for become seme v or jk. I dunno about vkook.. uhmm

      Delete
    4. Oh really?u know,my friends n i really love that fanfic soo much..kami selalu sih menunggu updatemu..hehe..like i said,we are your fans *grin*

      Delete
    5. omg.. i can't say anything. *shy* i really apologize for that.. i wish can give you the best fanfic, you not come to indonesia? bts will be here.

      Delete
    6. Its okay..we understand..but all your stories are amazing btw..haha..that will be hard..i never goes out of my country..i wish i can go,but i can't..*sigh*..but i hope u enjoy your concert (ノ*>∀<)ノ♡..hwaiting~~

      Delete
    7. Thanks for your support ~ You are nice girl ;) love you and i always hwaiting ♡

      Delete
  2. yes!bagus. ceritamu hebat.apa akn jd nnti?

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasih ;) secepat mungkin next chapter DWY ch4.. hehe

      Delete
    2. Wahhh...x sabarnya aku..im excited already

      Delete

Post a Comment

Popular Posts