Devil Without You Chapter 4
Mata burung gagak itu memancarkan cahaya
merah yang seakan merenggut jiwa namjoon yang sejak tadi melihatnya. Pukulan
diberikan kearah Jin yang belum berhasil menemukan buku cleo. “Seulki apa
yang—” tatapan Namjoon seperti kerasukan. ‘Kim Namjoon’ bisiknya pelan.
*****
.
.
[ Chapter 4 ]
.
.
mendengar keributan dari salah satu ruangan yaitu perpustakaan,
mengakibatkan penjaga sekolah harus memeriksa. Sedangkan Jin masih berusaha
menyadarkan Namjoon yang terus melempari barang kearahnya. “yak Seulki!
Sadarlah kau bukan dirimu” teriak Jin sampai pada Ia mendorong salah satu rak
yang langsung mengapit tubuh Namjoon. “Kim Namjoon!” rasa menyesal karena telah
menyakiti Namjoon membuat Jin gelagapan. Temannya itu tidak sadarkan diri tepat
ketika penjaga sekolah datang.
Namjoon dilarikan kerumah sakit sedangkan Jin harus
menjelaskan tentang kegiatan mereka di sekolah saat malah hari. Kerusakan pada
perpustakaan sekolah, mengharuskan Jin mengganti semua. Keesokan pagi orang
tua Jin yang berada di luar negeri tidak datang memenuhi panggilan sekolah dan
hanya menyerahkan cek tidak lupa surat permohonan maaf. Bayaran yang tidak
ternilai diberikan secara cuma-cuma kepada sekolah Jin.
"Mohon maaf atas kesalahan Tuan Muda sekali lagi" tunduk kepala pelayan memberi hormat.
Jin di berikan punishment selama 2 minggu untuk tidak mengikuti kegiatan sekolah
semenjak kejadian ini. Yoongi yang berada di ambang pintu kelas memberanikan
diri mendatangi Jin yang masih berantakan karena tidak diizinkan pulang sejak
semalam. “kau benar-benar nekat melakukan hal ini Jin-sshi. Kau bisa
melakukannya siang hari bukan? Bahkan temanmu terluka, aku tidak mengerti
bagaimana bisa kalian menghancurkan perpustakaan hanya untuk mencari buku
konyol itu!?”
tanpa membalas, Jin memberikan pesan sebelum pergi “Aku tidak kesekolah selama 2 minggu ini, kalau kau ada
waktu. Aku ingin kau mencari buku itu lagi dan membaca apa isi dari buku itu di
perpustakaan saja. Setidaknya aku bisa tenang kalau sudah mendengarkan apa yang
nanti kau kabarkan dari buku itu, aku minta bantuanmu”
yoongi mengepalkan tangannya tidak yakin menerima permohonan
Jin. Tapi sentuhan hangat yang tidak pernah Yoongi rasakan seakan benar-benar
membutuhkan pertolongannya kali ini. Jin yang ia sukai, kagumi, bahkan terkesan
cintai kini memegang kedua tangannya yang mengepal sempurna. Kepala Yoongi
dibelai lembut sebelum Jin pergi meninggalkan sekolah dengan pandangan aneh seluruh
murid yang mengarah pada namja tinggi itu.
Saat jam istirahat namja cantik bernama lengkap Min Yoongi
itu menyempatkan pergi ke perpustakaan. Tapi sayangnya masih dalam perbaikan
dan tidak di operasikan untuk Murid-murid beraktivitas.
*****
jungkook menghubungi Jin berkali-kali tapi tidak diangkat.
Perasaan namja itu tidak tenang sejak tadi. Jimin yang biasa menenangkan
Jungkook juga tidak masuk sekolah. Ia benar-benar sendirian bingung harus melakukan
apa. Usai sekolah Jungkook memutuskan pulang beristirahat. Dalam perjalanan
kepala namja cantik itu terasa sakit. Darah segar keluar dari hidung, mengejutkan supir
yang memperhatikan majikannya itu dari balik spion dalam mobil. “tuan.. anda
tidak apa-apa?”
“aku tidak apa” Jungkook mengambil beberapa lembar tisu untuk
menghapus darah dihidungnya.
*****
Hoseok mengobati luka yang Ia dapatkan selepas bertarung
dengan namja asing yang berstatus bawahan penjaga waktu. Mereka berasal dari
dunia yang memang bukan ditinggali manusia. Maka itu setiap luka yang mereka
dapatkan tidak akan pulih dengan cepat, kecuali bila manusia biasa melukai maka
luka itu akan memulih sendiri. “Arrghhh!” hoseok menggigit kain agar
teriakannya tidak dapat didengar Jimin. ia bersembunyi di ruang bawah tanah
tempat Ia menyembunyikan wadah manusia Taehyung dari buruan penjaga waktu. Masa
pemulihan berlangsung sangat lama. Tidak mungkin Hoseok keluar dalam keadaan
terluka yang akan membuat Jimin khawatir nanti.
Di kamar dengan cat biru, Jimin baru saja terbangun. Badannya terasa pegal
karena terlalu banyak tidur. Ia berjalan keluar kamar untuk mengambil segelas
minuman. Selama perjalanan menuju dapur rumahnya sangat sepi. “hyung kemana?”
ia tidak menemukan keberadaan hoseok. Selepas meredakan rasa haus di dapur, Ia
memanggil Hoseok lagi dengan mengitari rumah. “hyung… hyung”.
Mendengar Jimin sedang memanggil dirinya, hoseok mengenakan
pakaian dan bersiap-siap mengatur nafas. Ia muncul didepan Jimin dalam keadaan
berkeringat. “kau mencariku Jiminnie?”
“apa yang terjadi denganmu hyung? Kenapa kau banjir keringat
seperti ini?”
hoseok mencari alasan, “aku hanya sedikit bermimpi buruk, kau
beristirahatlah lagi”
“kau yakin? Aku sudah merasa pegal beristirahat terus
menerus, seperti boneka saja. Aku akan pergi ke mini market berbelanja sekalian
menghirup udara segar”
“mini market?” hoseok berfikir dengan kondisinya sekarang,
tidak mungkin melindungi Jimin dari bawahan penjaga waktu itu bila datang lagi.
“bagaimana kalau belinya nanti saja. Aku sedang tidak bisa menemanimu ke mini
market sekarang”
“aku akan pergi sendiri hyung” kata Jimin dengan mengenakan
mantel pendingin.
hoseok merintih kesakitan untuk menghentikan kepergian Jimin
keluar. Karena cemas, namja mungil itu memapah Hoseok ke kamar agar dapat
beristirahat. “hyung mengatakan tidak
apa-apa. Apa hyung berbohong padaku?” Jimin mencoba menyentuh bagian luka di
lengan Hoseok yang tertutupi kemeja. Tapi Hoseok menghentikan itu sebelum
terjadi, “bisakah kau menjaga hyung saja dan tidak pergi keluar? Hyung
sepertinya kurang sehat sekarang” tangan Hoseok memegang jari jemari mungil
Jimin yang akan menyentuhnya.
“aku akan menjaga hyung” ucap Jimin dengan duduk disamping Hoseok yang terbaring.
.
.
[ Kediaman Kim ]
jin tidur di kamar dengan keadaan gelisah. Keringat mengalir
namun tidak sanggup membuka kedua matanya. Selimut di genggam begitu kencang
menahan rasa sakit. Bahkan dinginnya AC tidak mengurangi keringat yang
terus-menerus keluar dari setiap lapisan kulit Jin. “Jiminnnn!” teriakan
terdengar sampai kelantai bawah. Namja itu mengacak rambutnya kesal akibat
tidak tenang untuk tidur. Ia memutuskan keluar rumah mencari udara segar di
malam hari. Mengendarai mobil dengan tenang dan menikmati pemandangan.
Memakirkan kendaraan di salah satu Café yang mungkin akan menjadi tempat Ia
menenangkan diri.
Dari jarak pintu masuk, Jin sudah menemukan Namjoon sedang
asik dengan yeoja-yeoja cantik di setiap sisi. Kedatangan Jin pertama kali di
Café menjadi mimpi indah bagi Namjoon. “Seulki! Asih tumben sekali kau kesini?!
Duduklah” pinta Namjoon dengan membiarkan yeoja-yeoja itu mulai mendekati Jin.
“kau tau kan Seulki?! Aku tidak terbiasa dengan yeoja?” Jin
mengharapkan Namjoon menyingkirkan teman-temannya. “apa kau seorang pecinta
namja? Sampai kau tidak tertarik dengan kami?” goda salah satu yeoja dengan
mencolek dagu Jin.
“aku tidak suka yeoja murahan seperti kalian”
“pedas sekali namja ini!? Biarkan aku menamparnya” tamparan
siap mendarat di pipi Jin. Tapi Namjoon tidak akan membiarkan hal itu melukai
sahabatnya. “pergilah. Biarkan kami berdua” perintah Namjoon yang langsung
dipatuhi karena selalu datang untuk membayar mereka.
Namjoon meminta Jin untuk duduk setelah beberapa yeoja
bayarannya pergi. “ada apa Seulki, kau mencariku?”
“bagaimana keadaanmu? Maaf soal kejadian diperpustakaan itu,
aku sangat menyesal”
mendengar itu Namjoon setengah tertawa, “apa kau Jin? Haha
tenanglah aku tidak apa-apa. Ini hanya luka ringan dan bahkan aku hanya dirawat
beberapa jam di rumah sakit” Ia dapat melihat wajah Jin yang lega, “lalu apa
kau masih tidak bisa beristirahat dengan tenang?”
“Nde. Aku sudah mulai gila sepertinya berfikiran sesuatu yang
di luar akal manusia mulai ku anggap nyata”
“buku itu tentang Museum cleo kan? Bagaimana kalau kita
langsung datang ke Museum itu, dan membayar tourguide untuk menceritakan secara
detail tentang Museum aneh itu” Namjoon memberikan ide yang luar biasa, dan
tidak Jin fikirkan sejak awal. Untuk apa mencari buku jika ada tourguide
Museum yang bisa Ia bayar untuk menjelaskan rasa penasarannya. “kalau begitu
kita akan pergi sekarang?!” Jin berdiri mengusulkan hal yang bodoh lagi.
“kau gila! Tidak ada Museum yang buka jam segini, kau
bersantailah. Aku akan menemanimu Seulki. Kau bisa mengandalkanku” Namjoon
menuangkan minuman agar Jin menikmati malam ini dengan tenang. Mereka pun
bersulang.
.
.
‘jin-sshi selamatkan aku’
.
.
jin membuka kedua matanya saat cahaya terang masuk dari balik
jendela. Kepalanya sangat berat, namun Maid sudah datang membangunkan. Teh
hangat tersedia di meja samping tempat tidur. “Tuan muda, tuan namjoon sudah
menunggu anda di ruang makan. Pesannya jika anda tidak segera turun dan
bersiap-siap maka Ia akan pulang dan tidak jadi mengantar anda ke Museum” Maid itu
terkejut, saat Jin langsung melompat dari ranjang dan bergerak cepat untuk
bersiap-siap. Pakaian yang akan dikenakan mereka siapkan sebelum Jin keluar dari
kamar mandi.
Namjoon yang menunggu dan selesai menyantap sarapannya
mendapati Jin yang datang. Mengambil selembar roti yang disajikan dengan selai
kacang kesukaannya. “kau benar-benar tidak kuat alcohol, menyedihkan sekali
namja sepertimu” ledek namjoon. Tapi Jin hanya diam dengan kesadaran yang masih
tidak stabil. “apa kau kurang sehat? Setau ku semalam kau hanya minum 2 kali
bagaimana mungkin kau bisa semabuk ini?!” tawanya semakin kencang.
“diamlah” Jin memandang arloji di lengan kiri tangan. Semakin
siang, Ia pun mengajak Namjoon untuk segera pergi ke mobil. Tidak ingin
melewatkan waktu Jin mengenakan mantel dan mobil mereka meninggalkan halaman.
Perjalanan mereka memakan waktu panjang. Setidaknya setelah ini Jin berharap
hidupnya akan kembali normal seperti semula. Sesampainya pada Museum, Namjoon
membayar tiket dan meminta staff Museum untuk memberikan tourguide memasuki
Museum cleo. “selamat datang di Museum Cleo, saya Kim shin gyu pemandu tour
kalian kali ini” tatapan tajam dengan mata biru menambah cantik yeoja yang
menjadi pemandu mereka.
Mereka mulai memasuki pintu pertama Museum, yeoja itu
menjelaskan dengan sangat detail. Tidak ada keanehan akan hal itu, lukisan
serta pahatan patung yang memang berasal dari ciptaan tangan ahli. “ini adalah
patung perceus dan medusa, dalam mitologi perseus diperintahkan polydectus
untuk membunuh medusa dan membawakan kepala medusa padanya. Medusa yaitu gorgon
sakti yang bisa membuat orang apapun yang memandang matanya akan berubah
menjadi batu. Perceus berhasil membawa kepala medusa namun polydectus
mengkhianatinya. Ia pun merubah perceus menjadi batu dengan kepala medusa
tersebut. Patung ini menyimbolkan sebuah pengkhianatan” jelas pemandu
tersebut, dan berpindah-pindah menerangkan apa yang Jin dan Namjoon ingin
ketahui.
.
Flashback On
Kehilangan seseorang yang dicintai.
Ia tidak pernah menyangka kalau kekasihnya itu membutuhkan pengobatan tanpa memberi tahu, bahkan Ia menduga bahwa sang kekasih telah berselingkuh duluan.
namun apalah daya, ketika hati yang tidak dipercaya menemukan kepercayaan pada orang baru?
'Aku pergi ke Amerika untuk berobat, aku mohon berikan aku kesempatan untuk mengubah perasaanmu agar kembali kepadaku'
Ketika sang kekasih telah kembali dan semakin berada dalam keadaan kritis, hati tidak mampu berbohong bahwa cinta telah dimiliki orang lain.
Boy In Luv Fanfic
Flashback Off
Tiba pada pusat Museum, dimana ruang tengah itu terdapat
patung manusia besar dengan sayap hitam. Jantung Jin terpompa lebih cepat dari
biasanya lagi. Suara sang Tourguide tidak terdengar, bahkan pandangan Jin mulai
kabur. Namjoon mengajak Jin bicara dan itu bisa mempertahankan kesadarannya
sampai di penghujung tour mereka. “Ini adalah perpustakaan Museum Cleo, tempat
terakhir dari kunjungan Tour kalian. Jika kalian ingin mengetahui lebih dalam
tentang Sejarah Museum kami, kalian bisa membacanya disini” penjelasan itu
sekalian menutup Tour mereka.
Jin dan namjoon memasuki perpustakaan yang Shin Gyu
persilahkan untuk pengunjung masuki. Membuka beberapa buku yang mereka tarik dari
deretan buku Classic. “sebenarnya kau mencari apa dari Museum ini? Kenapa kau
begitu penasaran dan jadi suka membaca buku seperti ini Seulki?” Namjoon
mengganti setiap halaman buku dengan malas.
“aku ingin mengklarifikasi gangguan yang aku dapatkan dari
mimpiku dan kejadian-kejadian aneh yang diluar akal manusia. Maka itu aku akan
menepis pertanyaan konyol yang membuatku penasaran akan Museum aneh ini” hampir
3 jam berada di perpustakaan Museum Cleo, Namjoon mulai lelah dan muak dengan
bau buku. Ia memutuskan untuk pergi keluar mencari minuman. Banyak buku
tergeletak di meja yang Jin gunakan. Membaca buku yang Ia kumpulkan namun tidak
ada yang memuaskan. Sampai sekarang Jin belum menemukan jawaban yang dirinya
cari tentang patung besar yang berada di ruangan tengah itu.
“dibeberapa bagian ada yang mirip dengan kisah di mimpiku namun disetiap buku yang aku baca tidak ada satupun yang menjelaskan
tentang asal usul patung besar itu, bagaimana mungkin? Patung itu bagian dari
Museum, kenapa tidak ada yang menjelaskan tentang patung itu. Bukankah kata tourguide
ada buku yang membahas patung itu tapi bagian terakhirnya hilang. Dimana aku
bisa menemukan buku itu?” Jin mengacak rambut frustasi. “aku jadi semakin
penasaran” Berjalan-jalan sebentar mengitari Museum Cleo dan menemukan sesuatu
yang aneh pada salah satu deretan buku classic. Jin menarik buku itu karena memiliki perasaan aneh. Membuka buku
tersebut tapi tidak ada tulisan didalamnya. Hanya lembaran kosong yang terdapat
di dalam buku. Semakin penasaran Jin membuka buku itu dengan cepat dan
berulang-ulang. “Appo!” Tidak tau hal apa yang terjadi, jari telunjuk Jin
terluka tiba-tiba dan mengeluarkan darah.
Buku yang dipegangnya terjatuh. Lalu terbuka pada halaman
pertama. Darah Jin menetes ke buku yang langsung meresap darahnya tak tersisa.
Saat itu Jin menemukan tulisan yang keluar dari dalam buku dengan gaya hangul
yang aneh. “milikku akan selamanya menjadi milikku” bacanya, jin mulai tidak
mengerti. Keanehan muncul lagi dari buku yang Ia temukan.
Tepukan seseorang membuyarkan lamunan sementara Jin,
Tourguide bernama Shin Gyu memberi tahu bahwa perpustakaan itu akan ditutup.
Dengan kecewa Jin meletakan buku pada rak. Meninggalkan perpustakaan dengan
keheningan dari tatapan shin gyu. Namjoon membawa minuman dan menemui Jin yang telah berada di luar perpustakaan. “apa kau sudah selesai menyelesaikan masalahmu?”
tanyanya dengan sebotol minuman di tangan kanan.
“aku sudah selesai, ayo kita pulang” pinta Jin meninggalkan
Museum di ikuti Namjoon.
*****
jungkook dan Jimin membereskan peralatan sekolah untuk pulang
kerumah. Namja cantik itu telah kembali ceria saat Jimin telah mengisi
kekosongan mejanya kemarin. Bergelayutan terus-menerus membuat Jimin merasa
senang, karena masih ada yang sangat memperhatikan dirinya seperti Jungkook.
“bisakah kau tidak melakukan hal kemarin? Membiarkan aku sendirian membuatku
sedih” lesu Jungkook menceritakan kegiatannya saat Jimin tidak masuk. Itu semua
mengukir senyum lebar, karena Jungkook begitu lucu seperti mengeluarkan Aegyo
saat mempoutkan bibir miliknya.
Jimin yang memandangi Jungkook bercerita mengambil tisu cepat
dan meletakan tisu itu pada hidung temannya itu. “Jungkookie gwenchana?” Tanya
Jimin takut.
“Ah.. ini hanya mimisan biasa, aku tidak apa-apa Jiminnie—”
“biasa? Aku baru tau kalau kau mimisan seperti ini? Apa kau
kurang istirahat? Apa kau suka begadang atau keluar malam? Biar aku menghubungi
Jin untuk menjemputmu.. ponselmu manammph?” ocehan Jimin dihentikan Jungkook
yang langsung menutup mulutnya dengan tangan. Jungkook tersenyum sangat cantik,
Ia senang dikhawatirkan. “terimakasih sudah mengkhawatirkanku Jiminnie, aku
tidak tau perasaanku ini benar atau tidak tapi sepertinya yang perlu
dikhawatirkan adalah dirimu sendiri” lanjut Jungkook. Perkataan itu membungkam
Jimin.
Sampai pada gerbang sekolah mereka berpisah karena jemputan
Jungkook telah menunggu. Jimin melanjutkan perjalanan pulang sendirian, ia
tidak menyadari seseorang yang mengikuti dibelakang. Seorang namja yang tidak
berhasil membawa Jimin sebelumnya.
Mobil namjoon melewati sekolah Bighit Highschool tempat
Jungkook bersekolah. Jin mengamati sosok namja mungil yang sedang diikuti namja
asing yang kemarin menghilang bersama Jimin dari balik tembok. Saat diketahui
namja mungil itu adalah Jimin lagi. Pasti ada niat jahat yang akan melukai
sahabat dari kekasihnya itu. Jin meminta namjoon meminggirkan mobil dan
menjemput namja mungil yang sedang berjalan kaki di pinggir jalan. Mengetahui
itu namja asing itu menyembunyikan diri dibalik pohon.
Jin keluar dari mobil, menarik Jimin agar mau diantar. Namja
asing itu memperhatikan Jin yang terus memaksa Jimin agar masuk ke mobil.
Kehadirannya telah diketahui, “Kim Seok Jin” senyuman terukir sinis.
Tidak mengerti apa-apa Jimin hanya menuruti perintah Jin.
“apa yang terjadi?” Jimin bertanya lugu. Sama seperti namja mungil itu, namjoon
juga ikut tidak mengerti dengan sikap temannya. Mobil meninggalkan sekolah
dengan membawa Jimin. “Jin-sshi ada apa sebenarnya, kenapa kau memaksaku
masuk?” pertanyaan itu terlontar lagi.
“ada namja yang kemarin mengikutimu lagi, apa kau ingat?” jin
memperhatikan wajah mungil yang terkesan manis milik Jimin. halus? Sepertinya
sangat halus bila Jin bisa menyentuh kulit bayi itu. Tangan yang mungil
membutuhkan genggaman perlindungan. Dan Jin sangat ingin menjaga itu semua agar
tetap bisa Ia kagumi. ‘kenapa aku seperti
telah mengenal Jimin sangat lama’ batin itu berbicara.
“aku tidak melihat seseorang mengikutiku” balas Jimin
bingung, Namjoon ikut menimpali kalau dirinya juga tidak melihat ada orang
selain namja yang diajak Jin. “aku juga tidak melihat siapa-siapa”
“apa kalian serius mengatakan itu? Sepertiya saat kalian akan
melihatnya dia sudah lebih dulu bersembunyi”
namjoon mengemudi dengan santai dengan sesekali melirik
kearah spion tengah. Mengamati namja mungil yang menjadi kenalan Jin. “apa dia
kenalanmu Seulki?” Namjoon berbisik pada Jin.
“dia teman sekolah Jungkook”
“Ohh” singkatnya mengerti.
Kecepatan mobil yang Namjoon kendarai berubah menjadi cepat.
Ia tidak dapat menginjak rem yang sepertinya tidak berfungsi. Mereka bertiga
panic. Sebisa mungkin namjoon menghindari mobil yang akan dirinya tabrak. “apa
yang terjadi!! Aku tidak bisa mengendalikan mobilkuu!!” teriak Namjoon dengan
masih berusaha mengimbangkan pergerakan kemudi mobilnya.
Namja asing bawahan penjaga waktu tertawa geli menyaksikan
kejadian yang menjadi ulahnya. Kesal karena Jin menghalangi dirinya
membawa Jimin.. membuat sifat
kekanak-kanakan namja itu keluar. “jangan panggil aku Park Chanyeol jika tidak
bisa menyelesaikan tugasku dengan baik” ucapnya benci.
.
.
“hyung”
.
.
suara Jimin bergema, dapat terdengar Lucifer yang terbelenggu.
Ia tau kalau namja yang dicintainya sedang membutuhkan bantuan. Sinyal kekuatan
diberikan kepada Hoseok, dan pemulihan pada luka bawahannya itu berlangsung
cepat. Sepertinya kesalahan Hoseok kembali dilakukan dengan mengembalikan Jimin
pada sekolah. Ini tidak akan mampu membuat Hoseok tenang selama bawahan penjaga
waktu datang untuk mengejar Jimin. kegelapan menelan Hoseok untuk membawa namja
itu lebih cepat pada lokasi Jimin yang membutuhkan pertolongannya.
Benar dugaan Hoseok, bawahan penjaga waktu itu menjadi alasan
kesulitan yang dialami Jimin. ia mengeluarkan sabit yang menjadi ciri khas
seorang Iblis, matanya memerah menantang Chanyeol. Awalnya Chanyeol ingin sekali
membunuh Hoseok. Tapi kekuatan Lucifer seakan-akan menyatu dengan
kekuatan Iblis didepannya itu. Sepertinya Hoseok berada dalam lindungan Iblis
tidak tau diri yang terbelenggu. Karena tidak ingin mati sia-sia Chanyeol pergi
menghilang membiarkan Hoseok menyelamatkan Jimin.
Hoseok mengendalikan mobil yang sudah di sihir. Saat semua
merasa aman, Ia menarik nafas lega dan merubah diri menjadi manusia. Mobil yang
Namjoon kendarai telah berhenti mendadak. Ketegangan pun berakhir. Pintu
belakang terbuka dari luar, namja yang Jin ketahui menjadi hyung Jimin mengajak
namja mungil itu keluar. “hyung?” heran Jimin dengan kedatangan Hoseok.
Jin dan namjoon ikut keluar dari mobil. Salah satu tangan Jin
mencegah Jimin untuk pergi. Amarah Hoseok Ia control agar tidak melukai Jimin
ataupun namja yang menjadi saingan Lucifer. “lepaskan tangan Jimin” tegur
Hoseok.
“hyung. Izinkan kami mengantarmu dan Jimin”
keteguhan Jin, tidak direspon baik “KAU HANYA AKAN MELUKAINYA!” mata merah itu keluar saat
Hoseok marah, namun hanya Jin yang dapat menangkap moment itu.
To be continue…


Wahh..thank u for updating authornim..but i still dont understand the plot yet..maybe i will in next chapter..thank u sooooo much authornim..so,chanyeol itu jahat sih?interesting
ReplyDeletehey.. thanks for comein again ;) have you read boy in luv jinmin ver. or boy in luv s2? this story continue that fanfic.. hehe~
DeleteOh..i already read that both masterpiece..that why i love your fanfic..hehe~~so,fanfic ini sambungan dari BIL?really?aku tidak tahu itu..menariknya..tp,tiada demon dalam BIL 😦😦
Deletenah. nanti akan kita bahas mengapa tidak ada demon dalam bil. mungkinkah kmu ingat in the end bil season 2. semua kembali terulang.. waktu berputar? haha misteri itu akan diselesaikan ;) we will see it later ,~
DeleteAhh,i remember that..wahhh..that really interesting..kamu mmg author yang hebat sih..boleh fikir sebegitu..thank you for the reply and hwaiting~~i will waiting for next update *grin* 😁😁😁
Deletefuh! akhirnya update. Kasihan hoseoK. Kuatla utk jimin
ReplyDeletehaha. thanks for comein again. really so glad* sorry if i took along ;)
Delete