Devil Without You Chapter 12
.
.
Chapter
12
Song
Pendukung :
Jang
Jae In Ft. Nashow – Auditory Hallucination
Lyrics
Kim Na Young x Mad Clown - Once Again
My
Love - Lee Hi
.
“apa itu
namaku? Siapa kau?”
.
Jiwa iblis Jimin bertemu dengan penglihatan Yoongi yang
berusaha menghindar. Pandangan Yoongi semakin memburam seakan membuta.
Kegelapan yang kuat, mencoba membunuh penglihatan Yoongi yang akan kabur.
Dilain tempat, Khronos terus berusaha mengembalikan
penglihatan Yoongi dan mematikan All Seeing Eyes. Sayangnya itu tidak dapat
dilakukan. Kegelapan jiwa iblis Jimin yang sedang bertemu dengan Yoongi
melarangnya meninggalkan pikiran Jimin. khronos terus mengeluarkan kekuatannya
di bantu Chanyeol, yang mulai tidak kuat menahan kegelapan iblis baru di tubuh
Jimin. “kita tidak boleh kalah dari iblis baru itu, bagaimana pun Yoongi harus
selamat” perintah Khronos.
Chanyeol berteriak mencoba membangunkan Yoongi yang masih
dalam keadaan tertidur. Mendapati keadaan panic tersebut, Namjoon berusaha
memasuki segel karena terlihat sangat jelas semua sudah tidak terkendali. “MIN
YOONGI!”
.
.
kegelapan yang merupakan kekuatan jiwa iblis Jimin menelan
hidup-hidup Yoongi. “Ji—Min—..” seakan cahaya datang menolong penglihatan
Yoongi dari ruangan yang sebelumnya ingin dimasuki. Yoongi terhisap menembus
pintu ruangan yang terkunci.
Penglihatan itu kini tampak kembali jelas, Ia menemukan jiwa
manusia Jimin yang sejak tadi di cari sedang tertidur dengan mata tertutup.
“Jimin! bangunlah aku mohon”. Penglihatan Yoongi mendekat kewajah Jimin dan
berusaha membangunkan jiwa manusia itu. “Park Jimin!”
Sedangkan
diluar Jiwa iblis Jimin masih kebingungan dengan jiwa nya yang menyerupai tubuh
manusia. “ini bukanlah tubuh Iblis dengan kekuatan Iblis, tetapi aku merasakan
kekuatan yang sangat besar dari tubuh ini. Apakah mungkin aku tercipta dari
dosa seorang manusia? Lalu dimana jiwa manusia itu” jiwa iblis Jimin itu mencari keberadaan jiwa
manusia Jimin untuk menguasai seluruh tubuh itu sendiri.
.
Jiwa manusia yang ditunggu Yoongi akhirnya terbangun dari
tidur. Ia tidak bisa melihat penglihatan Yoongi ataupun mendengar suara Yoongi
yang menyampaikan pesan. Mata manusia Jimin tampak pasrah, tidak memiliki
kehidupan sama sekali.
Yoongi memberitahu Khronos, “Khronos aku tidak bisa
berinteraksi dengan Jimin, apa yang harus aku lakukan? Khronos!!” masih tidak
mendapatkan respon dari sang pemimpin waktu. Namun disaat kebingungan melanda,
beberapa rekaman masa lalu tengah diputarkan. Yoongi menggunakan penglihatannya
untuk memandang kesetiap sudut yang menyiarkan masa lalu Jimin dari bertemu
Taehyung maupun Jin. Jimin seakan ingin memberi tahu tentang perasaan rindunya
kepada Taehyung dan Jin yang dulu selalu menyayanginya sebagai seorang manusia.
Pertemuan dengan Iblis menghancurkan takdir yang pencipta berikan untuk Jimin.
.
.
saat Jimin berusia 7 tahun di sebuah panti asuhan, Ia tidak memiliki
semangat hidup. Ingin mati setelah mengetahui bahwa Eommanya meninggalkan Ia
sendirian. Taehyung yang menjelma menjadi manusia datang dengan membawa orang
tua palsu untuk Jimin. ia mengulurkan tangannya dan berhasil mendapatkan hati
Jimin yang masih terasa begitu gelap. Aroma kebencian yang Taehyung rasakan,
semakin menambah rasa cintanya. Ia tidak mengerti bahwa cintanya mulai
bertambah seiring waktu berjalan. Taehyung tidak mengingat siapa dirinya,
karena hanya Jimin yang ada memenuhi seluruh isi kepalanya.
Senyuman tulus Taehyung menghilang disaat pertemuan takdir Jin dengan
Jimin tercipta. Taehyung masih tidak ingat siapa Ia sebenarnya. Berusaha
menerima kenyataan bahwa cintanya tidaklah terbalas.
.
.
rekaman itu terus berputar, sedangkan Yoongi hanya bisa
menonton sampai akhir.
.
.
kecelakaan yang memisahkan Jin dengan Jimin menjadi takdir yang membuka
peluang bagi Taehyung untuk membangkitkan diri sebagai seorang Iblis. Ia
memunculkan kebenaran dan membangkitkan Jimin yang telah mati bersama dengan
Hongbin.
.
Air mata Yoongi menetes saat Jimin bereaksi ketika
kematiannya diputarkan. Ia pun kembali focus kepada rekaman yang masih setia
diputar ulang.
.
pernyataan cinta Taehyung kepada Jimin meluluhkan jiwa manusia sehingga
Jimin mengizinkan Taehyung menjadikan dirinya sebagai Iblis. Tidak ada perasaan
ragu yang dapat terlihat dari persutujan Jimin. “Aku akan buktikan ingatanku
tidak akan termakan Iblis didalam tubuhku nanti saat Jiwa manusia ku telah
lenyap. Dan jiwa Taehyung akan kembali pulang ke tubuh pemiliknya. Dengan
begitu semua elemen tidak memandang rendah Taehyung lagi” ucapan itu menjadi
alasan yang membuat Yoongi mengerti sekarang apa yang menjadi posisi Jimin.
.
Yoongi sulit menelan ludah, dan merasa tidak nyaman.
.
sampai pada perlakuan Taehyung yang menghilangkan penglihatan Jimin,
video itu masih berputar memberi tahu Yoongi.
.
saat kejadian Taehyung mengambil penglihatan Jimin, Yoongi
tau bagaimana mendiskripsikan tempat keberadaan Jimin. Ia berusaha membangunkan
dirinya untuk memberi tahu Khronos dengan masuk ketubuhnya lagi. Hal tersebut
dihalangi kekuatan jiwa iblis jimin yang tidak mengizinkan makhluk lain keluar.
Jiwa Iblis Jimin telah bertemu Yoongi sebelumnya, itu membuktikan bahwa Yoongi
tidak akan keluar dengan mudah dari pikiran Jimin.
pintu ruangan jiwa manusia Jimin berada mulai terdengar
dobrakan yang sangat besar. Yoongi ingin menghentikan, tetapi ternyata sihir
All Seeing Eyes telah non-active. Yoongi pun kembali ke tubuh manusia nya
dengan ciuman Namjoon. Seperti seorang putri yang dibangunkan pangeran dengan
kecupan cinta sejati dari kutukan. “Namjoon” panggil namja cantik itu yang
segera mendapatkan pelukan erat.
“aku fikir akan kehilanganmu! Aku tidak ingin kau melakukan
hal ini lagi!”
tubuh Namjoon yang penuh luka, disadari Yoongi. “luka
ditubuhmu?”
“dia memberontak saat mengetahui bahaya mengancam nyawamu. Ia
menembus segel sihir yang terus melukainya berkali-kali” Chanyeol menjelaskan
perjuangan Namjoon pada namja yang Ia sukai. Sekarang Chanyeol sadar bahwa
manusia memang mencintai tanpa timbal balik, berjuang walaupun harus terluka.
Ia menutup perasaannya kepada Yoongi, karena Chanyeol tidak menginginkan
cintanya buta seperti Lucifer.
“kenapa kau melukai dirimu? Kau tidak seharusnya terluka
seperti ini”
“setidaknya mengetahui dirimu baik-baik saja, membuat luka
ini tidak berarti” Namjoon menuntun Yoongi kepada Khronos untuk menjelaskan apa
saja yang kekasihnya itu lihat.
“Jimin memutar semua ingatan dari pertama Ia mengenal
Taehyung dan Jin di dalam pikirannya. Ia sepertinya merindukan Jin karena
ketika kematian itu, mata itu bersedih. Aku tau lokasi keberadaan yang memperlihatkan
sebuah tempat yang sepi dan kosong. Ada kehidupan dan kematian, ada neraka dan
surga, ada baik dan buruk. Sebuah tempat di pertengahan elemen—”
“Hazama” Khronos menyebutkan nama tempat yang dicurigai. “itu
pasti Hazama. Perbatasan antara dua dunia, perbatasan antara surga dan neraka,
dunia nyata dan dunia roh, antara masa depan dan masa lalu, antara detik 0.0
dan detik 0.1” pemimpin waktu menjelaskan. Di kala penjelasan itu berlangsung,
seluruh castle tampak menggelap. Khronos mengajak para manusia untuk pergi
menuju Hazama dengan beberapa tentara waktu yang diperintahkan menyusul dari
belakang.
Kini mereka semua telah menginjakan kaki di Hazama. Jin
merasakan tubuhnya mulai retak. “tubuhku?”
“kau sepertinya sudah tidak mampu memasuki lebih dari ini,
aku sarankan Jungkook menemanimu disini” Chanyeol memberikan saran yang tidak
diinginkan Jin.
“aku akan tetap masuk, sekalipun harus hancur dihadapan
Jimin. akulah yang akan melenyapkan namja yang kucintai”
Khronos memberikan isyarat ‘tidak apa-apa’ kepada Chanyeol.
Secara pelan-pelan mereka memasuki kawasan Hazama, dengan keadaan tidak
mengetahui keberadaan Iblis yang bersembunyi. “berhati-hatilah karena Iblis
akan muncul tiba-tiba, selama kekuatan mereka diredamkan aku pun tidak tahu
dimana keberadaan mereka. Seakan kami para bangsa pemilik elemen membuta, aku
harap kalian yang bukan pengguna elemen dapat memberi tahu kami, keberadaan
Iblis jika melihatnya” Ucap Khronos.
“aku rasa mereka sudah menunggu kedatangan kita. Begitu
banyak tentara Iblis yang berdiri dihadapan kita” Namjoon memberi tahu pada
Khronos dan Chanyeol.
“Cih! Aku sama sekali tidak bisa melihat mereka saat
peredaman kekuatan dilakukan! Lucifer licik!” jelas Chanyeol yang mengumpat.
“masuklah ketubuh kami, dengan begitu kalian bisa menyerang
dengan tetap melihat mereka” saran Yoongi.
Tanpa berfikir lama, Khronos memasuki tubuh Namjoon dan
Chanyeol masuk kedalam tubuh Yoongi. Pertempuran pun dimulai untuk membuka
jalan menuju persembunyian Lucifer dan Iblis lainnya.
.
.
[ Persembunyian Lucifer ]
Shin Gyu menatap ruangan Jimin di ikat dengan mata tertutup.
Ingin sekali melepaskan namun itu akan mengkhianati Lucifer. Memang tidak
terkekang kaki dan tangan, hanya menutup mata dengan sebuah ikatan agar tidak
melihat siapapun sampai bulan merah tiba. Taehyung belum bisa meyakinkan hati
Jimin lagi seperti sebelumnya, ini akan melemahkan ingatan Jimin tentang
dirinya. Mungkin jiwa manusia Jimin akan benar-benar termakan jika tidak
mengingat apapun tentang orang yang dicintai. Sedangkan Taehyung sendiri
melarang keras Jimin menjadi iblis kalau itu dikarenakan mengingat Jin.
“Seseorang yang Jimin cintai adalah aku, hanya aku. Kim Taehyung” Ucapnya
dengan antusias.
Hoseok dan Shin Gyu hanya mendengarkan dengan tatapan
mengerikan Lucifer kearah luar. Mengamati penyusup yang ingin masuk
kepersembunyian dengan begitu gegabah. Melawan para Iblis yang menjaga pintu
masuk, menjadi hadiah kecil untuk Jin dan kawan-kawan. Langkah kaki itu mulai
meninggalkan jendela yang sedari tadi Taehyung awasi. “Aku akan berada di
ruangan yang sama dengan Jimin, aku harap kalian tidak menggangguku dengan
Jimin diruangan tersebut sampai penyatuan berakhir” perintah itu mendapatkan
anggukan.
Diruangan yang kosong, hanya ada dirinya dengan namja yang
dicintai. Kebahagiaan berkali-kali lipat seakan datang dalam waktu cepat.
“Jimin-ah apa kau membenciku ketika penglihatanmu ku ambil?” tanya Taehyung
pada Jimin yang masih terlelap. “aku tidak perduli sekalipun aku harus memotong
kaki dan tanganmu, aku akan tetap mempertahankan cintaku padamu. Apakah aku
salah melakukan ini? Apakah aku yang terlahir dari api tidak bisa memiliki
cinta? Apakah aku begitu hina untuk mendapatkan apa yang tidak seharusnya
kumiliki? Jimin bangkitlah dengan tetap mengingatku, Kim Taehyung di hatimu”
.
.
Shin Gyu dan Hoseok mendatangi pintu masuk untuk menghentikan
pertempuran yang tidak seimbang. “kau berada didalam tubuh manusia, mungkin
akan melukai manusia itu. Keluarlah.” Hoseok bicara dengan menatap kearah
Yoongi. Tentu saja itu membuat Khronos dan Chanyeol keluar dari tubuh Namjoon
dan Yoongi. “Hoseok” suara Jungkook mendapatkan perhatian dari pemilik nama.
“Jung Hoseok” ucapnya sekali lagi.
Hoseok tidak menghiraukan bahkan siap melukai Jungkook jika
tidak Jin selamatkan. “gwenchana?” luka yang Hoseok ingin berikan untuk
Jungkook malah melukai Jin. “dia bukan Hoseok yang dulu kita kenal, dia Iblis”
“aku rasa kalian masih sangat serasi. Kenapa kalian tidak
memulai hubungan kalian kembali, dan mengabaikan kebahagiaan Jimin dengan
pemimpin kami” Ucap Hoseok berdiri dengan angkuh. “sama seperti dulu, hatiku dipermainkan
manusia sepertimu. Bagiku Jimin lebih baik dibandingkan dirimu, Jeon Joonkook.
Kenapa kau tidak mati dan pergi ke neraka bersamaku. Apa kau menginginkannya?
Atau kau ingin pergi ke neraka bersama Iblis lain.”
“Hoseok..” ucapan yang Jungkook dengar begitu kasar keluar
dari bibir namja yang dulu mencintainya.
“tinggalkan mereka!” Chanyeol memulai pertempuran bersama
dengan Khronos. Shin Gyu tentu tidak tinggal diam, dan segera membantu Hoseok.
Perkataan yang Hoseok ucapkan terus bergema di telinga
Jungkook. Ia menangis mengingat cinta Hoseok yang Ia sakiti terus-menerus.
Ketulusan itu harus terbayar dengan kebodohan Jungkook, sedangkan sekarang
semua berubah, hati Jungkook tidak bisa dirasakan Hoseok lagi.
Guncangan yang terjadi pada tempat ‘hazama’ mengingatkan
Khronos akan sesuatu hal. Pertempuran yang begitu besar sekaligus menanti bulan
merah yang akan terjadi beberapa menit lagi. “Jin! Pergi masuk dengan yang
lain, urusan mereka biar aku dan Chanyeol yang melawan”
“baik!” serentak menjawab.
Hoseok memerintahkan beberapa Iblis menghentikan
keberangkatan manusia memasuki persembunyian Lucifer. Jungkook yang terkejut
kedatangan Iblis menyerang terpeleset memasuki ruang perbatasan neraka.
Mengingat perasaan yang dirasakan Hoseok masih ada, Ia pun segera menolong
namja yang pernah berada dihatinya. Tentu itu mengejutkan semua pihak termasuk
Shin Gyu, “Oppa”.
Pandangan Jungkook dan Hoseok begitu dekat. Hembusan nafas
terasa satu sama lain. Seakan waktu melambat bagi Jungkook dan Hoseok, karena
sudah sangat lama mereka tidak berdua seperti ini. “kau masih mencintaiku”
Jungkook tersenyum dengan membisikan kata-kata. “bawa aku, sama seperti Lucifer
membawa Jimin”
Mendengar permintaan itu Hoseok segera mengembalikan Jungkook
kepada teman-temannya. Tanpa berkata apa-apa Ia melanjutkan pertempuran dengan
Chanyeol dan Khronos. “sepertinya kau masih mencintai seseorang yang berasal
dari manusia” ucap Chanyeol yang sedang beradu pedangnya dengan sabit Hoseok.
“itu bukan urusanmu!” teriak Hoseok dengan mengeluarkan
kekuatan Iblis lebih besar.
.
.
Taehyung memeluk Jimin yang masih terlelap dengan erat. Ia
sudah menyerah untuk meyakinkan hati Jimin dan apapun yang terjadi Taehyung
akan tetap mencintai Jimin. sekalipun harus dilenyapkan sang Iblis baru yang
akan bangkit dari dalam tubuh namja mungil itu. “Jimin apa kau mendengarku?
Yakinlah tidak apa-apa kau tidak mengingatku, hiduplah menjadi Iblis yang kuat
nantinya. Aku akan selalu mencintaimu seperti pertama kita saling mengenal.
Terimakasih sudah menumbuhkan cinta pada Iblis yang kotor seperti diriku,
Jiminnie”
Persembunyian Lucifer mulai terselimuti cahaya merah, “apakah
sudah waktunya, Jiminnie?” lanjut Taehyung bertanya.
Namja mungil yang sedari tadi dipeluk Taehyung mulai bergerak
menahan rasa sakit. Taehyung tau Jimin sedang melawan jiwa iblis didalam
dirinya. Cahaya bulan merah memasuki jendela ruangan dan menyinari Jimin.
.
.
Pertempuran dihentikan ketika bulan merah telah datang
menutupi cahaya normal. Khronos, Chanyeol, Hoseok dan Shin Gyu mulai melemah.
“Kekuatanku” ucapnya masing-masing.
“lihat itu!” Shin Gyu berteriak kesebuah cahaya merah yang
memasuki persembunyian. “mereka sudah memulainya”
“penyatuan terjadi” Chanyeol membulatkan kedua bola matanya,
“ini kah kekuatan bulan merah yang akan menyatukan Iblis” lanjutnya.
“Jin! Pernikahan Iblis harus dihentikan!” Khronos menyadarkan
Jin yang terdiam. Namja tinggi itu segera bergerak cepat menuju ke
persembunyian Taehyung.
.
.
Taehyung melukai lengannya hingga berdarah, menciptakan lingkaran
Iblis disekeliling Jimin mengamuk. “Wahai
rantai yang membelenggu tangan takdir, penguasa dari mimpi dan kegelapan. Yang
tertidur dalam balutan angin malam, dan bersinar bersama cahaya pagi. Malaikat
merajut waktu, Iblis melahap api. Satukan kami dalam ikatan darah abadi. Yang
merantai kami dengan api dan tanah. Jadikan jantungku miliknya dan jantungnya
milikku. Atas nama mata langit dan kehampaan hazama. Aku menikahimu, Park
Jimin!” Cahaya merah mulai menyatu dengan lingkaran garis yang dibuat Taehyung
untuk mengekang.
Jimin yang telah terdiam mulai membuka ikatan matanya
sendiri. Mata kiri Jimin mengeluarkan cairan hijau yang tampak seperti
pengganti darah. Saat mata itu terbuka menatap Taehyung tidak ada reaksi
apapun. Ia hanya menggores lengannya untuk membuka kekangan yang melingkari
diri. Setelah darah Jimin menyatu dengan darah Taehyung, cahaya merah sebagai
pengekang pun terbuka. Mereka pun telah selesai melakukan pernikahan atau
penyatuan Iblis dengan menggabungkan darah dalam lingkaran Iblis dan waktu.
Mata manusia Jimin tidak lagi terlihat, “Kau Lucifer?” pertanyaan itu
membuktikan kepada Taehyung tentang ingatan Jimin yang hilang. “maaf aku harus membunuh jiwa manusia yang kau
cintai”
“…”
“apa kau masih tetap
mencintai tubuh ini? Walaupun kau tau jiwanya akan mati kubunuh. Karena
bagaimana pun dalam suatu wadah hanya bisa mendapatkan satu Jiwa. Aku
berterimakasih kepadamu, karena dirimu aku berhasil diciptakan dengan wadah
yang begitu kuat dan sempurna. Kekuatan Iblis yang membesar dengan dosa
manusia, aku sangat menghargai niat baikmu. Tetapi aku minta maaf karena ingatanmu dengan namja ini harus
kuhapuskan”
Taehyung mengepalkan tangan.
“aku akan memiliki
kehidupan baru menjadi Lucifer, karena sejujurnya setelah aku menemukan jiwa
manusia didalam wadah ini. Aku akan menghisap mu sebagai balas budiku
terhadapmu. Aku akan menyatukan kalian dan mengubur kalian dalam wadah ini, kau
setuju?” Mata Jimin berubah merah sempurna, serangan Jimin tidak bisa
dilihat dengan kasat mata Taehyung. Namun kedatangan Jin yang tiba-tiba,
berhasil menyelamatkan Taehyung. “PARK JIMIN!” teriakan itu menghentikan
pergerakan Jimin.
Jin berdiri dengan retakan diseluruh tubuhnya. Ia pun menjadi
sorotan utama mata Jimin saat itu yang sedikit kembali normal.
.
.
[ Pertemuan ]
Di dalam pikiran Jimin tersimpan sebuah ruangan yang
melindungi jiwa manusia sang pemilik tubuh. Beberapa kali dobrakan dilakukan
Iblis Jimin masih tidak memiliki hasil apapun. Ia mulai lelah mengeluarkan
segala cara untuk dapat membuka ruangan yang memang sengaja Taehyung buatkan
dengan setengah jiwa lucifernya. “Kau
yang didalam, bangunlah dan segera buka pintu ini” jelas sang Iblis.
Tentu Jimin yang telah terbangun hanya menatap kosong
kedepan. Ia tidak mendengar kan apapun dan kehilangan kesadaran. Namun saat
Taehyung akan diserang, Jiwa manusia itu mulai tersadar. Mata Jimin tidaklah
kosong, sekarang Ia malah mendengar sebuah suara yang mirip dengan suaranya.
“apa kau sudah
terbangun?” lanjut sang Iblis. “aku
menggunakan cara terbaik untuk membangunkanmu”. Penghancuran pintu
itupun dilakukan, dan mempertemukan Jiwa manusia Jimin dengan Jiwa Iblis Jimin.
mereka saling menatap cukup lama. “aku tidak suka ‘berbagi’ dengan seseorang”
mata Iblis itu menajam, mengeluarkan sabit siap membunuh Jimin dari jarak
dekat. Belum sampai pada tujuan, kemunculan jiwa Taehyung yang menerobos masuk
menghancurkan rencana sang Iblis baru. Pandangan Jimin ditutupnya agar tidak
melihat Jiwa iblis yang menyerupai dirinya. “apa
ini? Lucifer datang menyelamatkan?” tanya Iblis Jimin sedikit tertawa.
“Tae..Taehyung?” bingung Jimin dalam pelukan Taehyung.
“Aku menyesal” wajah penyesalan diberikan Taehyung dengan
berusaha tetap tegar “aku akan membawa mu kepada Jin”
“Taehyung!” panggil Jimin sekali lagi. Setidaknya jiwa
manusia Jimin tidak benar-benar mati itu sudah membuat tenang Taehyung. Cahaya
Jin yang mencoba menyelamatkan Jimin dari dalam tubuhnya yang telah tersimpan
Iblis mulai terlihat. Sedangkan Jimin tidak tau apakah Ia harus pergi bersama
Jin, atau tetap tinggal bersama Taehyung. Pertempuran Taehyung dengan Iblis
baru membuat Jimin ingin tetap tinggal, menemani pemimpin iblis itu sampai
memenangkan pertarungan. Sayangnya, Taehyung terus menyuruh Jimin memasuki
cahaya Jin yang terjadi tidak akan lama.
“pergilah, kau akan terlahir kembali jika mengikuti apa yang
Khronos katakan. Maaf telah membuatmu terluka selama ini Jiminnie” jelas
Taehyung dengan serangan yang melukai dirinya. “dengan menemukan jiwa manusiamu
tidak mati itu sudah membuatku bahagia, sekalipun aku tidak bisa memiliki
cintamu. Aku sadar yang kucintai bukan dirimu yang menjadi iblis tetapi Jimin
yang menjadi manusia”
“Kim Taehyung!” Jimin yang ingin menolong mendapatkan
dorongan Taehyung untuk menjauh. Dan beberapa burung gagak yang Taehyung
datangkan menuntun Jimin memasuki cahaya Jin. “Kim Taehyung! Andwe! Kim
Taehyung!!” Cahaya itu semakin lama membawa Jiwa manusia Jimin keluar dari
tubuhnya. Meninggalkan Taehyung sendiri dengan Iblis baru yang berniat membunuh
jiwa manusia Jimin.
“Aku mencintaimu, Park Jimin”
“KIM TAEHYUNG!”
.
.
keluarnya Jiwa manusia Jimin disambut hangat pelukan Jin yang
masih merasakan retakan diarea tubuh. Jiwa manusia Jimin tampak bersinar, Ia
bahagia dapat memeluk namja yang dicintainya yaitu Kim Seok Jin. Tidak ada
kata-kata terucap selain pelukan yang Jimin rasa semakin erat. Sayangnya, hal
itu tidak bertahan lama. Jimin melepaskan pelukan itu dan meminta Jin untuk
tetap merelakannya. “apa yang kau bicarakan! Kau akan terlahir kembali jika
ikut dengan ku! Apa yang kau fikirkan dengan masuk lagi kedalam tubuh yang
terdapat Iblis mengincarmu!” Jin menentang permintaan itu.
“lenyapkan aku dan Taehyung bersama, aku tidak ingin Ia
dilenyapkan sendirian.”
“Kau mencintai Kim Taehyung!?” Jin menatapnya sendu.
“Pertanyaan itu bukanlah hal penting, Apakah menurutmu jika
aku terlahir kembali kau masih akan mengenaliku? Waktu akan berubah saat itu
terjadi, kau sudah akan semakin tua. Sedangkan aku mungkin baru menjadi seorang
bayi yang baru lahir. Kim Seok Jin waktu bersamamu adalah hal yang paling
berharga kudapatkan selama hidupku. Jadi aku mohon biarkan aku dilenyapkan
dengan Taehyung disini, biarkan aku menjadikan tempat ini ingatan terakhirku,
aku tidak bisa membiarkan Taehyung dilenyapkan seorang diri hanya untuk membela
ku, Jin. Aku tau kau mengerti apa yang kukatakan.”
“aku tidak mengerti apapun”
“Jin” Jimin menggenggam tangan Jin yang mulai melonggar dari
pelukan, “kau dan aku sudah tidak bisa ditakdirkan bersama, wajah tampanmu akan
hancur jika terus berdekatan denganku. Sudah takdirku didunia manusia mati, dan
takdirku dilenyapkan pun akan terjadi. Aku mohon relakan aku dilenyapkan Kim
Seok Jin”
beberapa teman-teman Jin yang baru saja datang mendengarkan
permintaan konyol Jimin. pandangan mereka menemukan tubuh Iblis Taehyung
tergeletak sedangkan tubuh Jimin masih mengamuk. “apa yang terjadi?” tanya
Yoongi kepada Chanyeol.
“Taehyung membiarkan Jiwa manusia Jimin diselamatkan Jin,
sedangkan dirinya masih mencoba membunuh Jiwa Iblis Jimin didalam tubuh Jimin
yang telah menjadi wadahnya.” Chanyeol mendekati Khronos, “sebaiknya kita
langsung melenyapkan Taehyung, biarkan posisi Lucifer diberikan kepada Hoseok
atau Shin Gyu” ucapnya.
Khronos hanya diam menunggu waktu, “Jin! Sekarang lenyapkan
tubuh Jimin! taehyung sedang menahan kekuatan Iblis itu agar tidak menguasai
seluruh tubuh Jimin yang merupakan wadah untuknya” perintah Khronos.
Sedangkan Jimin yang mendengar masih memohon untuk Jin
merelakan dirinya masuk kembali. Air mata Jin menetes saat keinginan itu tidak
bisa ditolaknya, Ia mencintai Jimin tetapi apa yang dikatakan Jimin benar
adanya. Mereka tidak akan saling mengenal sekalipun Jimin akan terlahir
kembali. Genggaman tangan yang Jimin berikan, Jin lepaskan. “pergilah”
Senyuman tampak menghiasi wajah Jimin yang tidak lupa
memberikan ciuman terakhir pada namja yang dulu dicintai. Setelah itu, Jimin
berlari meninggalkan Jin dengan kalimat terakhir.
“Terimakasih,
Aku mencintaimu Kim Seok Jin”
“PARK JIMIN!!” teriakan para sahabat mendapatkan senyuman
dari Jimin yang semakin bersinar dan menghilang untuk masuk kembali ketubuhnya.
Hoseok dan Shin Gyu yang terluka sepertinya telah berhasil
menyatukan sang pemimpin bersama manusia yang dicintai dengan darah, keringat
dan air mata.
“apa
yang kau lakukan? Kenapa kau masuk kembali kesini”
.
“Aku
ingin bersamamu, Kim Taehyung”
.
To be continue…
Wah ternyata masih ada yang datang untuk membaca Fanficku :) terimakasih dan maaf telah membuat kalian menunggu lama. Aku harap masih bisa mendapatkan Support/Saran dari kalian.. Dan kebanyakan di Channel Jimin Diary mendapatkan report dari hak cipta jadi banyak Video yang dihapus paksa.


:" Jimin-ah
ReplyDeleteKembalilah~ v: jangan biarkan Jin jadi Duren aduh (Duda Keren :v). Intinya Jimin harus balik. Ga mau tau :" Papa Jin lakuin sesuatu supaya Mama Jimin kembali :"
Mimin kucinta padamu 😘
ReplyDeleteBentar lagi mau end, pliseu min buat ff baru jinmin. Ku makin cintaa mereka 😂
Wah generasi JinMin bertambah :'v sebuah hal yang mengejutkan dimana dulu aku hanya menyukai moment mereka dengan beberapa orang yang bisa dihitung dengan jari dibandingkan fans pairing lain~ Terimakasih sudah masuk keblog ku kalian XD
ReplyDeleteBtw aku udh lama mampir kesini buat baperia 😂
DeleteCuma gk brani tinggal jejak 😅
Sama2 eonni 😂
ReplyDeleteBtw eonni makan apa koq bisa mikir sampe buat ff keren gini 😅
lohh kenapa gk brani? aku gk gigit loh 😅 eonii kbanyakan makan micin kya kids jaman now XD *EHbukan.. kebnyakan makan teori anak bangtan.:v
ReplyDelete